Gak Pernah Suka Sama iPhone, Sampai Sekarang… (YouTube Video)
Selama lebih dari 10 tahun pakai HP Android, kali ini gua coba ganti ke iPhone sebagai daily driver. Sebelumnya pakai iPhone itu sebagai HP kedua atau untuk kerja lah. Dan sekarang mulai dari kebutuhan harian kayak sosman, chatting, kerja sampai payment itu semuanya ngandalin iPhone 16 Plus. Tapi pertanyaannya adalah apa aja hal yang berbeda saat pindah ke iPhone nih? Apakah akan lebih betah gitu ya menggunakan iPhone atau malah? Ah, ya udahlah gua ceritain lengkapnya di video ini. Let's go. [Musik] Oke, sebelum masuk ke experience-nya, langkah pertama yang gua siapin sebelum pindah ke iPhone 16 Plus itu soal proteksi dan charging. Di sini gua pakai Case Max Saave, terus ada temper glass juga dan charger dari Rapatch. Temper glass sendiri ini gua pilih versi yang instant fit yang jenisnya itu clear ya dan ini bisa dipasang sendiri kok di rumah dan prosesnya ini cepat cuma instalasinya 5 detik aja tinggal selipin HP-nya nih ke dalam frame temper glass-nya dan tarik tap di bagian bawah terus copot lagi frame-nya udah gitu aja simpel dan untuk temper glass-nya ini juga ada oleofobic coating-nya juga ya jadi tahan terhadap minyak dan sidik jari terus frame-nya ini bisa digunakan kembali buat pemasangan temper glass selanjutnya yang nyari temper glass dengan jenis Privacy pun ini ada opsinya kok. Nah, soal charger gua pakai yang power mini 30 watt dengan teknologi gun biar kompatibel sama fast charging-nya iPhone. Jadi ngecas sampai 50% itu dalam 25 menit aja. Yang satu ini itu datang juga sepaket sama kabel type C2C. Ukuran chargernya ini mungil, fleksibel buat dipakai di rumah, mau dibawa ke kantor sampai dibawa travel itu gampang dibawa-bawnya. Ada juga versi yang power mini 20 watt yang udah bersertifikasi MFI atau made for iPhone yang cocok untuk iPhone 14 ke bawah dengan kabel itu type C2 Lightning. Kalau kalian tertarik buat lirik aksesoris iPhone 16 Plus ataupun iPhone model lainnya bisa cek aja di Rapatch karena lagi ada promo hingga Rp50.000 khusus bulan Juni 2025. Lengkapnya kalian bisa cek aja di kolom deskripsi. Nah, hal pertama yang kentara banget pas pakai iPhone 16 Plus itu ada di bagian jernya. Iya, terutama buat akses notification bar center. Gua enggak lagi bisa swipe dari tengah layar ya, kayak misalkan gitu, itu udah enggak bisa lagi. Sekarang perlu dibantu sama jempol tangan kiri karena harus ditarik dari atas layar banget ya. Atau perlu kita akses ke onehanded mode dengan geser yang bagian bawahnya ini home button-nya baru bisa akses deh itu si notification barnya pakai satu tangan. Selain itu sampai sekarang muscle memori gua itu masih suka back dengan geser dari sisi kanan layar HP-nya. Sedangkan di iPhone itu kan enggak bisa ya enggak bisa diterapin cara seperti itu. Misalkan kita buka preview foto deh di galeri. Kalau di Android kan kita mau back pakai swipe kiri, swipe kanan, scroll bawah, mau dicubit ya terserahlah. Sementara di iPhone ini pilihannya cuma scroll bawah dan cubit aja. Yang mana kita perlu adaptasi lagi nih sama gesture-nya. Enggak kayak Android ya yang bebas kita mau atur kayak gimanap pun itu ya terserah kita. Di custom sendiri ya juga terserah gitu ya. Nah, buat select tag sendiri di iPhone itu juga perlu ada penyesuaian. Kebiasaan lagi nih yang sebelumnya kalau ada typo itu kan gua biasanya pindahin pointer langsung ke alphabetnya tuh ya. Nah, di iPhone ini agak berbeda antara pakai space bar buat geser pointer kayak gini atau hold dan geser pointernya. Dan select all text juga sayangnya enggak muncul di semua aplikasi. Misalkan nih ya, kalian bisa cekin aja pas nulis komen atau caption di Instagram itu kalian enggak bisa munculin si select all yang ada di iPhone gitu ya. Sedangkan di Android ya ada-ada aja. Nah, bahas soal gesture, ternyata ada satu fitur di iPhone yang menarik perhatian gua, yaitu back button ke aplikasi sebelumnya. Misalkan kayak gini, kita mau buka Google Maps gitu ya buat ngecekin lokasi villa dari aplikasi RBNB. Nah, kalau diperhatiin di bagian kiri atas layar itu ada tulisan kecil nih. Dan button ini buat balikin kita langsung ke aplikasi RBNB lagi. Ya memang sebenarnya kita bisa balik dengan swipe home button juga sih, tapi menurut gua ini jadi opsi aja tergantung kalian itu mau pilih akses baliknya pakai cara yang mana. Sedangkan kalau di Android atau Galaxy S23 itu enggak ada button kayak gini ya. Jadi kalau mau balik ke app sebelumnya ya lewat swipe home button kayak tadi di iPhone atau lewat recent app. Nah, selain gesture, gua sendiri tertarik sama kostumisasi warna icon dan teks di iOS 18 atau di iPhone lah ya. Karena kita bisa bikin visual HP-nya yang serba monoton kayak begini. Ngingetin banget sama F Nothing OS di Phone 2A yang dulu pernah kita review. Yang ini nih. Dan kostomisasi yang sama itu kalau misalkan kita pakai di Galaxy S23 itu perlu otak-atik skin dulu atau apa sebutnya gua lupa. Good luck. Betul. Gua suka tiba-tiba lupa gitu. Nah, sedangkan di iPhone ini tinggal akses customize aja, terus pilih yang tinted dan geser saturasinya mentok ke kanan. Easy. Nah, terakhir soal fitur AI circle to search dan gaya penulisan yang perlu ada penyesuaian di iPhone. Ya, sebelumnya kalau gua butuh copy text caption dari IG ataupun mau copas tulisan di dunia nyata itu tinggal hold button aja buat munculin si circle to search-nya Google tuh. Ya, sekarang gua perlu screenshot dulu baru bisa copy text dan kepoin barang di dunia nyata pun ini masih sulit ya. Bisa sih sebenarnya kita nanya ke chat GPT kayak begini, tapi enggak segampang circle to search aja. Tapi memang untuk fitur yang seperti circle to search itu kalian bakal dapetin di update iOS 26 ya, yang mana nanti bakal ada fitur serupa. Jadi ya ditunggu aja waktunya sampai nanti muncul update buat ke iOS 26. Nah, soal gaya menulis sendiri, beberapa kali nih gua andelin buat ngeracik email dalam bahasa Inggris. Misalkan gua butuh yang lebih sopan atau baku gitu ya, gua enggak terlalu jago tuh soal itu. Makanya gua handelin fitur yang writing assist. Nah, kalau di Galaxy S23 itu gua bisa pakai proses select text, terus pencet icon translate yang ini, terus masuk ke writing assist dan pilih writing style. Nah, di iPhone ini langkahnya sedikit lebih panjang, yaitu kita select dulu nih semuanya nih ya. Terus geser sampai nemu yang tulisannya translate. Terus replace baru masuk ke writing tools dan pilih jenis tulisannya misalkan kita mau yang profesional. Buat hasil penulisannya sendiri ini menurut gua sama-sama oke ya. Entah di iPhone ataupun Galaxy S23 itu bisa dihandelin, tapi ya stepnya aja itu lumayan berbeda. Nah, enggak cuma soal OS, tapi dari sisi keamanan yang berbeda di iPhone yang sebelumnya gua ngandalin fingerprint buat unlock HP dan payment gitu ya. Nah, sekarang harus pakai Face ID atau scan wajah yang menurut gua pemakaiannya itu lebih seess. Karena kalau pakai fingerprint itu kadang suka enggak kebaca gitu ya. Apalagi kalau misalkan jari habis cuci tangan tuh agak basah itu agak sulit gitu buat kita buka lewat fingerprint unlock. Nah, sekarang tinggal arahin aja ke wajah dan dia bakal unlock gitu semudah itu tanpa ada kontak fisik. Dan gua ngerasa lebih secure aja pas pakai iPhone gitu ya. Misalkan mau instal aplikasi itu perlu konfirmasi Face ID dulu. Beda dengan Android yang mau instal apa aja ya silakan lu instal aja udah gitu ya enggak perlu pakai password ataupun fingerprint ya. Plus minus sih soal sistem keamanan seperti ini. Gua bisa bilang kalau di Android itu punya kebebasan aja buat kita otak-atik HP-nya tanpa ada batas. Tapi di iPhone itu kesebalikannya kita lebih tertutup gitu ya, lebih secure tapi dia terenkripsi. Jadi kita lebih aman gitu berasanya. Ya, gua penasaran sih sebenarnya buat ngebandingin sistem keamanan yang ada di iPhone versus Android. Ya, kalau kalian tertarik dengan pembahasan seperti ini, boleh banget buat di kolom buat di komen di kolom komentar ya. Kalau ramei nanti gua bikinin kontennya ke depannya. Nah, kalau kalian ingat tadi di awal gua sempat mention soal penggunaan iPhone 16 Plus untuk kerja ya HP kedua itu salah satu alasannya karena kameranya yang bisa diandelin gitu ya. Bukan cuma buat foto doang, tapi video recording ini juga sangat-sangat bisa di-andelin iPhone tuh. Dan ini beberapa video yang kita ambil. Gak cuma gua doang, tapi anak-anak tim base Indotch juga sempat ambil menggunakan kamera depan dan belakang iPhone 16 Plus. Dan hasil foto dan videonya itu seperti ini. Oke, sekalian kita ngebahas soal hasil foto dan video recording pakai iPhone 16 Plus. Nah, ini adalah hasil perekamannya. Salah satu hasil perekamannya menggunakan kamera selfie di resolusi 4K 30 fps yang mana resolusi ini sering kita gunakan, kami gunakan untuk ngonten juga di basid. Dan ini adalah salah satu footage yang menggunakan iPhone 16 Plus untuk ngonten nih ngonten eh kontennya Realme GT yang mana kita showcasing produk gitu ya. Di sini gua pakai kamera ultrawide-nya yang bisa ngedapetin si background-nya dengan jelas ya. Dan untuk produknya sendiri, si H-nya sendiri ini juga gua bisa kasih lihat beberapa fitur-fiturnya dengan baik gitu ya. Dan kita juga sempat ngambil momen pas ee tim Bas Indotch itu lagi motret-motret di kawasan danau dan di sini gua menggunakan kamera ultrawide-nya yang diganti juga ke main cam dan digital zoom. Jadi, ada perpindahan lensa tuh ya. Kalian bisa lihat juga smoothness-nya dan perubahan antar lensa itu ada kualitas yang berkurang atau tidak gitu ya. Kalau menurut gua sendiri sih tidak begitu jomplang. Jadi gua bisa andelin di semua kameranya. Dan untuk hasil foto sendiri, gua mau ngajak kalian untuk POV potret pakai iPhone 16 Plus. Dan ini gua motret di kawasan yang agak remang gitu ya di dalam coffee shop namanya Revolver Bali. Dan kita cek untuk hasil fotonya nih. Pertama kita motret menggunakan main kameranya yang menurut gua lumayan menyenangkan ya. Kita bisa dapetin hasil yang bagus walaupun hanya point and shoot aja. Dan ultrawide-nya sendiri ini juga bisa diandelin. Foto subjek itu dengan mode portrait bakal munculin kotak kuning yang kayak gini. Dan ini juga nandain fokusnya udah terkunci ke subjek yang pengen kita foto. Digital zoom-nya sendiri buat motret objek yang jauh ini tetap bisa diandelin ya. Hasil fotonya itu jernih. sama kita cek lagi beberapa hasil foto dengan main kameranya iPhone 16 Plus buat motret berbagai subjek ataupun objek. Enggak pernah gagal ya, setiap kali gua jepret foto di berbagai kondisi. Detailnya itu cakep dan dari segi warna itu seimbang. Bisa dibilang setiap foto yang kalian lihat di video ini menggambarkan apa yang gua lihat di dunia nyata juga. Selain itu, gua juga manfaatin portrait mode di OneX buat foto bareng sama Lim Review dan juga Moten Roy pas lagi jalan-jalan. Dia ngapain nih di atas batu? Dan melalui mode ini pun kita dapat hasil foto yang dramatis. Walaupun di beberapa area ada yang kurang maksimal. Hasil yang sama bagusnya juga bisa kita dapetin pas atur ke 2x digital zoom dan motret di kondisi yang gelap itu hasilnya tetap oke. Lanjut ke kamera ultrawide-nya yang jadi favorit gua untuk nangkap pemandangan, arsitektur, bahkan human interest. Dan terakhir di bagian kamera selfie yang banyak digunakan untuk ngabadiin momen bareng sama tim Bas Indotch dan kita bisa pakai selfie portretnya juga dengan hasil yang bagus. Nah, terakhir yang mau gua bahas dari iPhone 16 Plus itu dari tiga aspek yang saling berkaitan nih. Yaitu pertama ada baterai yang luar biasa awet karena efisiensi chipsetnya dan ada hubungannya juga dengan layarnya yang 60 Hz. Aduh. Jadi gini, seumur-umur pakai HP Android, gua jarang banget dapetin baterai HP yang bisa tahan lebih dari 1 hari ya untuk penggunaan daily nih. Kecuali yang mungkin HP-HP Android sekarang yang baterainya udah sampai 7.000 mAh, ada yang 7.300 mAh dan lebih. SOT gua sehari-hari untuk iPhone 16 Plus sendiri ini ada di 5 sampai 6 jam dan itu pun masih ada sisa 30 sampai 40% pas malamnya. Jadi yang biasanya gua ngecas malam pas tidur sekarang berubah ngecas keesokan harinya di kantor. Jadi ya lumayan nih bisa irit listrik di rumah tuh. Jangan bilang Malalvid. Dan hasil ini kita dapetin juga di iPhone 16 Plus dengan kapasitas baterainya yang di 4.600 mAh. Ini spek gua kutip dari GSM Arena ya karena Apple sendiri enggak nyebutin secara spesifik berapa kapasitas baterainya. Nah, soal chipset jujur gua belum ngetes langsung soal efisiensi A18 yang ada di dalam sini. Tapi yang gua baca dari review adalah chipset ini punya ukuran transistor yang lebih kecil dari A16 atau chipnya di iPhone 15 Plus. Dan secara overall itu dia punya performa yang lebih kuat dengan efisiensi baterai yang lebih baik dan ditambah lagi dengan layar iPhone 16 Plus yang pakai jenis panel OLED terus refresh rate-nya tadi mentok di 60 Hz dan dia enggak support AOD juga. Jadi, chipsetnya dan layarnya ini sama-sama ngebantu buat hemat daya. Tapi sayangnya karena layar HP 16 Plus itu refresh rate-nya di 60 Hz tadi. Jadi bermbas nih ke pengalaman buka tutup atau pindah-pindah aplikasi pas pakai si HP-nya. Kalian pahamlah rasanya layar 120 Hz itu seperti apa. Dan karena udah terbiasa juga nih dengan refresh rate seperti itu, jadi mata gua menilai iPhone 16 Plus kurang mulus jadinya. Dan buat gue sendiri jadi hal yang agak disayangkan aja karena chipsetnya ini udah kencang gitu ya, tapi gak bisa disampaikan dengan baik dari segi visualnya. Dan terakhir sebelum gua simpulkan videonya, gua mau update soal integrasi iPhone dengan device lain di luar ekosistem Apple kayak kirim-kirim data ya ke HP Android ataupun PC. Mungkin kalian udah ngeh juga kalau di Instagram Basidotech kami sempat bahas soal fitur local se dan Blip ya sebagai pengganti air drrop. Nah, fitur ini juga selalu gua gunakan buat oper-operan data dari iPhone ke device lain lah yang ada di kantor. Gak ada lagi deh batasan yang bikin susah koneksi antar device nih. Dan beberapa brand HP juga mulai nerapin ya untuk fitur konektivitas yang serupa biar bisa terhubung dengan Apple device. Misalkan OC Connect di HP-nya Oppo Realme OnePlus ataupun Xiaomi Interconnectivity. Jadi semuanya nih udah bisa dibilang mudahlah buat kita oper-operan data. Oke, dari kacamata pengguna Android, gua ngelihat HP, terutama di iPhone 16 Plus, itu berada di dunia yang berbeda. Yang biasanya kita dibebasin untuk kostumisasi apapun di HP Android, sekarang perlu ikutin cara kerjanya iPhone yang berbeda nih. Lebih tertutup tapi lebih secure juga. Ada beberapa kebiasaan lama yang memang berbeda gitu ya dan harus disesuaikan kayak misalkan hal basic gasure bag, select sampai access notification. Oh bahkan ada fitur AI itu perlu penyesuaian lagi. Walau gitu soal produktivitas terutama kamera dan posting konten di sosial media ini lebih bisa diandelin pakai iPhone 16 Plus ketimbang HP Android. Ya, untuk saat ini gua rasa lebih nyaman sih buat gua balik ke setup awal, yaitu pakai Galaxy S23 untuk kebutuhan pribadi sehari-hari ya dan iPhone 16 Plus buat kerja. Tapi urusan keuangan kayaknya gua enggak bakal pindahin lagi dari iPhone ke Android sih, lebih peace of mind aja di iPhone. Dan buat kalian yang pengen pindah juga ke iPhone, rasanya worth it sih buat pertimbangin iPhone 16 Plus ini. Terutama kalau kalian pakainya untuk penggunaan harian. Ini baterainya enggak ada lawan, enggak ada obat. super awet. Gua rasa sebulan bareng sama iPhone 16 Plus masih belum cukup ya buat kenal sama dunia periiphone-an. Ada banyak hal yang perlu gua gali lebih dalam, terutama di bagian ekosistem Apple dan gua penasaran sih buat coba pakai yang seri pro-nya. Tapi gimana menurut kalian? Apakah kalian salah satu pengguna Android yang sekarang udah berpaling ke iPhone? Boleh banget buat dikasih pendapatnya, masukan, dan ceritanya di kolom komentar. Kita ketemu lagi di bawah sana dan di video selanjutnya. Thank you guys. Ciao. Huh, ini pertama kali pindah ke iPhone itu pas kemarin jalan-jalan ke ini ya, Botch ke Bali ya. Gua pakai HP ini dan gua merasa kayak hmm kayaknya menarik nih. Tapi lebih menarik kalau misalkan kita cobain yang pro-nya gitu ya. Hm.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...

















