Gak Salah Harga? Snapdragon 8s Gen 4 di Rp 5 Jutaan! Kencang dgn Baterai Besar! - Review iQOO Neo 10 (YouTube Video)
Ini IQ Neo 10, smartphone kencang pertama Indonesia yang pakai Snapdragon 8S Gen 4. Baterai juga gede, 7000 mAh. Genri silicon Bluevoldt batery. Tapi tebalnya cuma 8,09 mm dan buah-buatnya di 206 gr aja. Charging-nya itu harusnya kencang ya karena pakai 120 watt flash charge. Layarnya AMOLED display 144 Hz. Desainnya keren. Mirip dengan smartphone class flagship-nya dari IQ. Tapi harga smartphone ini masih terjangkau untuk apa yang ditawarkannya. Nah, berapa beneran worthed atau enggak? Nah, mari kita bahas dalam video review kali ini. Oke, ini IQ Neo 10. Nah, kalau kalian belum tahu IQ ini adalah brand dari Vivo ya, dari Vivo yang fokus ke performance di sini ya. Jadi bicara pabrikan after sales-nya ya dari si IQ ini itu sama dengan Vivo. Nah, IQ Neo 10 ini masuk resmi ke Indonesia bersama dengan IQ Z10. Nah, kalau yang Z10 udah kita bahas kan? Oke, smartphone ini harusnya akan meramaikan persaingan di kelas menengah atas. Ya, benar, kelas menengah atas, bukan di kelas harga atas. Bukan, bukan. Jadi harganya menarik banget di sini. Apalagi SOC-nya udah pakai Snapdragon 8S Gen4 ditambah dengan super computing chip Q1. Oke, langsung aja kita bahas smartphone ini mulai dari isi paket penjualannya. Tentunya dalam sini ada unit smartphone-nya dengan screen protektor yang langsung terpasang. Lalu ada kabel USB C2C lalu ya tentunya ada chargernya, ada chargernya. Ada chargernya ini adalah charger 120 watt flash charge ya. Lalu ada softcase di sini dan ada sim tray ejector serta paket dokumen. Jadi masih lengkap ya. Nah untuk desain IQ Neo 10 ini menggunakan port hole module desain mirip seperti yang ada di IQ 13 seperti yang kita sudah ah pernah review sebelumnya ya. Ya, mirip tapi bukan yang sama persis karena dasar konsep desainnya memang beda. Kalau di IQ13 lebih ke arah racing. Kalau yang satu ini dibuat lebih ke arah futuristik ala scifi. Nah, body belakang dan frame ini mengusung gaya flat, tapi sudut antara body belakang dan frame itu dibuat melengkung. Membuat smartphone ini tidak terlalu terlihat serba flat atau serba rata semuanya ya. Nah, body belakang dan frame smartphone ini menggunakan bahan polikarbonat. Opsi warnanya ada blaze orange seperti yang gak pakai ini ya. Keren banget yang ini satunya ya. Lalu ada juga warna on black. Untuk dimensinya 3163,7 mm, lebar 75,8 mm dan ketebalan di 8,09 mm. Untuk bobotnya di kisaran 206 gr. Nah, berat dong ya. Tapi sebetulnya enggak juga sih. Untuk alasannya nanti kita bahas ya. Kita lanjut aja dulu. Smartphone ini punya rating IP 65. Jadi, kedap debu dan aman kalau enggak sengaja kena semprotan air atau kena hujan-hujan gitu ya, masih aman. Tapi bukan untuk semprotan air tekanan tinggi dan bukan untuk dicemplungin ke dalam air. Nah, kalau bicara soal kena hujan katanya IQ yang satu ini sudah diuji 12 jam simulasi hujan dan lolos dengan aman ya. Nah, selain itu menurut IQ, smartphone ini juga sudah punya durable comprehensive cussioning structure dengan sudut-sudut yang sudah diperkuat. ini disebut mengurangi resiko kerusakan. Misalnya layar retak yang disebabkan oleh smartphone yang terbentur. Lalu dia juga punya sertifikasi military grade untuk smartphone ini. Walaupun demikian pesan dari kami jangan dibanting-banting ya. Itu semua tersedia untuk berjaga-jaga kalau tidak sengaja kebanting atau tidak sengaja jatuh. Tapi jangan disengajain oke sekarang mari kita lihat apa yang ada di sekeliling body smartphone ini. Di sisi kanan ada tombol power dan volume up and down. Di atas ada mikrofon dan ada speaker. Lalu kiri ini kosong ya. Di bawah ada SIM tray. Ini hanya untuk dua nano SIM aja ya, bukan untuk micro SD. Lalu ada mikrofon, ada USBC, dan ada speaker. Nah, di sini ada dual speaker ya. Dan kualitas suaranya menurut kami sudah terbilang baik untuk kelas harganya. Kita bisa merasakan sedikit bass serta mid yang rapi. Lalu travel masih cukup rapi. Tapi kadang memang bisa agak tajam sih. Sementara untuk volume terbilang sudah cukup lantang. Ini kalau dibutuhkan. Ada juga audio booster yang bisa meningkatkan lagi volume suara yang sampai katanya 300%. Tapi ini cocoknya bukan buat nonton atau dengerin musik ya. Ini lebih cocok untuk voice call atau video call ya. Karena dia jadi lebih kencang untuk voice ya. Secara umum memang sistem audionya bukan yang mewah megah luar biasa tapi sudah sangat memadai untuk kelas harganya. Oke kita lihat sekarang sisi depannya. Ini adalah layar 6,78 inci 1.5K 144 Hz I Care AMOLED display. Sesuai dengan sebutannya, dia pakai layar AMOLED resolusinya 2.800 * 1260 piksel. Yang ini entah kenapa disebut IQ sebagai 1,5K ya. Lalu untuk refresh rate-nya up to 144 Hz dan ini adaptif bisa turun ke 60 Hz saat tidak ada aktivitas di layar. Nah, saat kami coba standar refresh rate-nya itu bisa nyampai 120 Hz saja di home screen, menu settings, dan aplikasi. Kita bisa mengatur aplikasi apa saja yang boleh berjalan di refresh rate tinggi. Sementara untuk 144 Hz ini hanya berjalan di beberapa aplikasi tertentu seperti Bandchmart 3D Mark misalnya. Selain itu untuk game-game yang mendukung game frame interpolation, nah ini juga bisa mencapai 144 Hz. Kemudian di sini ada shield glass untuk pelindung layar ya. Jadi ada pelindungnya layarnya cuma memang bukan yang satu itu ya. Namanya shield glass di sini. Lalu untuk brightness saat kami coba untuk indoor brightnessnya bisa sampai sekitar 600 nitz lumayan tinggi. Sementara untuk simulasi outdoor bisa mencapai sekitar 1200-an nitz. Ini sudah terbilang terang banget. Sudah sangat mencukupi untuk aktivitas di luar ruangan di bawah trik sinar matahari. Nah, untuk kalor gamut ada pilihan standar, profesional, dan bright. Kalau kami coba, mode standar itu terlihat mendekati 100% di CP3 dengan gambut coverage di 96,1% di CP3 dengan gambut volume di 103,1% dp3. Sementara untuk mode profesional, nah ini dioptimalkan ke 100% sRGB dengan coverage di 97,7% sRGB dengan ngambut film di 104,7% sRGB. Nah, kalau untuk mode bright ini terlihat saturasi warnanya memang dibuat tinggi dengan gamut coverage di 98,3% DC IP3 dengan volum-nya di 116,3% DC IP3. Jadi ini masih tidak terbilang terlalu oversaturated juga sih sebenarnya ya. Nah, lalu untuk bezel layar ini terbilang tipis khususnya untuk sisi kiri atas dan kanan layar. Untuk bezel bawah layar ini masih tipis juga tapi memang terlihat sedikit lebih tebal dibandingkan bezel yang atas. Oke, di sini juga ada fingerprint scanner ya di layar ini ya. Lalu untuk terkait ICE, layar smartphone ini sudah dilengkapi dengan beberapa sertifikasi. Ada SJS low flicker certification, SJS low blue light certification, SJS 5 star sunlight readable display certification. Ya, lengkap banget ya. Kemudian di sini kita lihat ada earpiece di beasel atas layar. Lalu ada kamera selfie 32 megap f2.45 fixed focus. Kameranya ditempatkan di punch hold di area tengah atas layar. perekaman videonya sampai dengan 4K 60 fps. Beralih ke belakang ini ada kamera utama dengan setup dual kamera. Ini ada 15 megapel main camera dengan Sony IMX 882 bukan F1.8. Autofokus optical image stabilizer juga tersedia di sini. Berekaman video sampai 4K 60 fps. Lalu ada 8 megapel wide angle camera bukan F2.2. Perekaman video sampai 1080p 30 fps kalau yang satu ini ya. Kemudian ada LED flash dengan gaya ring light juga di sini. Dan seperti biasa untuk IQ ada infred blaster di sini ya. Di sini ada infed blaster-nya. Lalu untuk fitur-fitur lumayan lengkap ya. Bisa dibaca aja di sini tabelnya banyak banget ya fitur-fiturnya ya. Lanjut untuk spesifikasi. Dapur Paju Smartphone ini pakai signature dual chip configuration. Yang pertama ada SOC Snapdragon 8S Gen 4. Ini SOC flagship grade. Penerus dari Snapdragon 8S Gen 3. Untuk CPU-nya. Wow, ini flagship banget ya. Untuk GPU di pakai Adreno 825 dengan fabrikasi 4 nm TSMC. Lalu kemudian yang keduanya ada juga super computing chip Q1 untuk mendukung minimized power consumption di skenario seperti gaming dan video playback. Nah, IQ menggunakan advance cooling di sini ya untuk menjaga kestabilan performa smartphone ini dan ini terdiri dari vaper chamber 7000 mm² dan ini adalah vaper chamber terbesar yang digunakan IQ di smartphone mereka. Kurang lebih ini mirip dengan yang ada di IQ13. Lalu ada juga yang namanya pyolitic graffin Sheet ya di beberapa area untuk penyebaran panas yang lebih baik lagi. Total cooling area di smartphone ini mencapai 27.000 mm². IQ juga menggunakan 9 temperature sensor untuk smart temperature control system di smartphone yang satu ini. Nanti kita lihat efeknya dalam pengujiannya ya. Oke, lanjut untuk RAM dan storage. Untuk varian kita pakai ini adalah yang RAM 16 gig dengan storage 512 gig. Nah, kemudian ada juga opsi yang 12 gig dengan storage 256 gig dan ada juga yang 8 gig dengan storage 256 gig. Untuk RAM-nya ini semua pakai LPDDR 5X Ultra 9600 Mbps. Storage-nya karena ini seri 8 ya pakai UFS 4.1 dan dia punya extended RAM up to 16 GB. Tidak ada dukungan micro SD ya untuk smartphone ini. Untuk baterai dia pakai 7000 mAh Genry Silicon Blue Fold Battery. Ini adalah teknologi dari Vivo yang memungkinkan smartphone ini punya baterai yang besar tapi bodinya tetap ramping. Ingat kan waktu kita bahas bobot itu kami bilang tidak berat ya karena dalamnya ada baterai yang besar banget ya. Kalau untuk baterai 5.000 ya ini berat tapi kalau untuk baterai 7.000 sebetulnya ini tidak terhitung berat. Dan tentunya dia udah support 120 watt flash charge yang diklaim bisa mengisi penuh baterai hanya dalam waktu 36 menit saja. Nanti kita tes. Kemudian ada juga dukungan untuk reverse wire charging 10 watt. Ada juga bypass charging. Nah, ini berguna kalau main game sambil nyolok charger. Jadi daya dari charger akan digunakan untuk menjalankan smartphone tapi tidak untuk mengisi ulang baterai. Nah, ini biasanya untuk mengurangi panas dan juga menjaga kesehatan baterai untuk jangka panjangnya. Untuk sensor-sensor lengkap dibaca aja nih ya. Lengkap banget ya. Yang jelas gyo, hardware udah pastilah di sini. Untuk kontivitas tentunya udah 5G ya, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Tapi sayangnya belum ada dukungan ISIM di smartphone yang satu ini. Kemudian untuk Wii dia sudah WiFi 7 ya. Bluetooth-nya versi 5.4 dan support audio corect SBC, AAC, aptex audio, aptex HD, APtex adaptif, dan LDAC atau LDA juga ada di sini ya. NFC-nya tentunya ini multifunction sama seperti Vivo sama ya multifunctionnya dan bisa untuk emulasi access card. Untuk USB-nya OTG tapi dia pakai standar USB 2.0. Jadi tentunya ini belum bisa untuk display output lewat USBC secara native. Untuk security dia punya inisplay optical fingerprint scanner dan ada face unlock. Untuk OS dia pakai Fantou OS15 dengan basis Android 15. Versi Android-nya dijanjikan bisa upgrade tiga kali dengan security upgrade sampai 4 tahun. Lalu dia juga ada 60 month smooth experience. Ini jaminan bahwa smartphone ini akan nyaman dipakai tanpa perlu factory resiset perangkat selama setidaknya 60 bulan ya 5 tahun. Nanti ingetin lagi kami ya 5 tahun lagi ya. Kita tes lagi ya apa benar masih mulus. Lanjut untuk always on display atau AOD ini tersedia di sini ya. Menariknya di sini ada opsi display all day jadi beneran bisa always on. Kemudian untuk fitur AI tentunya udah banyak di sini ya. Circular to search, Google Lens, dan Gemini atau Gemini pastinya ada di sini. Kemudian ada fitur-fitur AI yang terkait pengolahan gambar atau image seperti live cut out, AI erase, AI image expander, AI photo inhan 2.0, Ultra HD documen, Live Tex, album memories, dan album intelligent classification. Ada juga di sini ya. Sementara yang terkait produktivitas itu ada AI screen translation, ada AI note assist, AI transcript assist di recorder ya, ada AI superlink dan live call translation. Jadi untuk fitur AI-nya banyak banget. Ini khas keluarganya IQ dan Vivo ya. Nah, secara standar ada beberapa aplikasi bawaan yang juga turut diinstal di smartphone ini. Tentunya untuk aplikasi pihak ketiga ini dengan mudah bisa kita hapus. Oke, kita masuk ke pengujian benchmark ya. Seperti biasa, Iiko menyertakan monster mode. Ini sebutan untuk mode performa di smartphone mereka. Nah, coba kita lihat efek dari monster mode ini di AntTu.To. Kita lihat di AnTutu 10, ya. Untuk mode standar kita dapat Rp2.70.000-an. Lalu mode standar kalau dikipasin kita dapat Rp2.86.000-an. Di monster mode kita dapat Rp2.47.000-an. Lalu monster mode plus kipas. Nah, ini dia nih. Rp2.123.000-an skornya. Naik banget ya. Ya, secara umum hasil yang didapatkan IQ Neo 10 di Antute 10 ini terbilang mirip dengan hasil dari Snapdragon 8 Gen 3 bukan 8s ya 8 gen 3. Jadi ini udah sekencang SOC flagship tahun 2024. Menarik banget deh kalau lihat dari harga yang satu ini ya. Nah, untuk pekian berikutnya kami hanya menampilkan hasil di monster mode aja deh kalau gitu ya. Untuk Geekbandch 6 di monster mode itu single core 2.228, multiore 7.295. Sementara monster mod pakai kipas single core 2.267 multiore di 7.358. Untuk Geigbase ini juga terbilang kencang dan memang e terlihat bisa bersaing dengan SOC yang banyak digunakan di smartphone kelas premium ya bahkan sampai 20 jutaan di tahun 2024. Lalu untuk Dmax Linksot Extreme Unlimited Open GL itu graficnya di 30.941. Lalu untuk Trinmax Solar Bay dia bisa retracing skornya di 7.828. Halo untuk Trmark Wildlife stress test tanpa kipas. Best score di 16.986 dengan lowest score di 8.094. Stability-nya di sini 47,6%. Ini tipikal untuk SOCSOC super kencang ya. Sekarang kita lihat kalau kita kipasin ya sama aplikasinya. Best score di 17.139 dengan lowest score di 10.611. Stability-nya naik di sini ke 61,9%. Lagi-lagi masih cukup wajar sebetulnya. Nah, lanjut untuk GFX Benzin HTon 3.1 1080p off screen kita dapat 258 fps. Untuk car C 1080p off screen dapat 141 fps. Oke, sebelum masuk ke pengujian gaming kita coba lihat dulu beberapa fitur khusus gaming yang ditawarkan oleh IQU di smartphone ini. Ada game frame interpolation. Nah, ini disebut membuat game tampil di frame rate yang lebih tinggi dibandingkan frame rate aslinya bisa mencapai 144 Hz. Ini yang bikin IQ Neo 10 kabarnya dapat rekor MURI sebagai smartphone subfagship pertama di Indonesia yang bisa main game di 144 FPS. Tapi karena ini teknik interpolasi ya game-nya belum tentu yang benar-benar terasa seperti kalau jalan di 144 FPS secara natif. Tapi enggak apa-apa, paling enggak udah bisa nyampai 144 FPS ya. Lalu di sini juga ada juga game super resolution dan game visual enhancement. Ketiga, fitur tersebut e disebut dimungkinkan karena penggunaan super computing chip Q1. Apakah fitur-fitur ini perlu diaktifkan? Tergantung yang pakai sih, tapi kalau untuk kami ya tidak selalu harus pakai fitur ini. Terlebih lagi Iik juga menyebut bahwa fitur ini bisa meningkatkan suhu dari smartphone dan membuat baterai mungkin jadi sedikit lebih boros. Nah, terkait fitur gaming lain ada 4D game vibration, ada bypass charging, ada motion control dan banyak lagi di sini. Oke, langsung aja untuk gaming kita juga pakai monster mode dengan refresh set diatur ke high. Nah, kami juga tidak mengikan fitur-fitur gaming yang dibahas tadi itu juga ya. Jadi, ini betul-betul menunjukkan performance native ya dalam gaming. Untuk PUBG Mobile settingan tertinggi yang terbuka adalah extreme plus. Jadi, kita bisa main sampai 90 fps. Kalau dimainkan dengan kualitas smooth ya terasa cukup lancar, dekat sekali nempel dengan 90 fps. Kami sedikit berharap dengan SOC semonster ini kita dapat 120 fps dibuka lah di sini harusnya. Nah, untuk Gyro aiming ini mulus, responsif, dan akurat ya. Wajar ya karena hardware base gyaman banget emang. Untuk Mobile Legends, setting frame rate-nya ultra itu terbuka di sini. Saat kita coba dengan setting mentok kanan, ya game ini jalan dengan lancar di 120 fps. Saat ada battle yang rameai, frame rate-nya bisa dipertahankan di 120 fps. Ini mantap banget nih kalau buat main Mobile Legends nih ya. Oh ya, ini adalah salah satu game yang mendukung game frame interpolation. Kalau fitur ini diaktifkan, terlihat refresh rate yang aktif itu naik jadi 144 Hz dan game ini seharusnya akan berjalan di 144 fps. Saat mode ini aktif, frame rate counter yang kami gunakan itu mencatat frame rate itu ada di kisaran 72 fps yang berarti sistem ini akan melipat gandakan dua kali lipat dengan menyisipkan interfame di antara dua frame. Sayangnya merasa untuk game kompetitif ini agak kurang pas karena ada potensi terjadi input lag yang mungkin bisa mengganggu. Satu tampilan di layar juga enggak semulus kalau benar-benar dapat 120 FPS secara natif. Lanjut untuk watering waves. Nah, kita coba game ini dengan setting quality di 60 fps. Saat hanya jalan-jalannya kita dapat frame rate di kisaran 55 sampai 60 fps. Tapi kalau ada battle, frame rate-nya bisa turun mendekati 40-an FPS. Terlebih kalau beberapa musuh yang datang kita hadapi langsung sekalian, ya. Nah, setelah battle selesai, frame rate akan langsung balik lagi ke kisaran 55 sampai 60 fps. Jadi, secara umum game ini terasa cukup nyaman dimainkan dengan smartphone yang satu ini. Oke, lanjut ke Gensin Impact. Tentunya kalau di sini langsung kita setting di highest 60 fps. Secara standar efek akan diatur ke high juga di sini ya. Nah, di sini kita dapat frame rate cukup dekat dengan 60 fps. Saat ada battle pun frame rate masih bisa dipertahankan di atas 55 fps. Frame drop tuh jarang sekali terjadi. Kalau kebetulan ada itu hanya turun ke 50-an FPS. Enggak sampai ada starter-starter yang ganggu ya. Rata-rata frame rate yang kita dapatkan di sini selama setengah jam ada di 59,6 frame pers. Jadi terasa mulus, lancar sekali main Gensin Impact di sini. Nah, bagaimana dengan suhu permukaan smartphone? Untuk layar ada titik ya, titik ya yang suhunya bisa mencapai sekitar 43 sampai 44 derajat Celcius. Jadi di titik itu terasa sudah agak panas. Sementara area tengah layar itu mencapai sekitar 42 derajat Celcius. Ini anget-anget aja. Lalu area bawah itu dikisaran 40 derajat Celcius. Untuk sisi belakang su tertinggi itu ada di kisaran 42 sampai 43 derajat celcius. Enggak beda jauh dari sisi depan dan ini terasa anget-anget aja ya. Lalu kita coba lagi dengan kipas pendingin. Hasilnya tentunya ya masih mirip-mirip aja ya rata dengan 60 fps ya. Oh ya ini kita ambil data dari frame rate 10 menit terakhir. Jadi di menit 20 sampai 30. Bedanya di sini permukaan layar itu suhunya tetap terjaga tidak jadi anget-anget atau panas ya kalau kita mainkan selama setengah jam. Ini jadi nyaman banget kalau kita pakai kipas pendingin yang didinginkan. Yang di belakang, yang dingin layarnya. Jadi untuk ranking-rankingan di Genin Impact ini rankingnya adalah S+ baik tanpa kipas maupun dengan kipas. Mantap yang satu ini. Oke, kita lanjut ke pengujian kameranya ya. Di tangan saya kali ini sudah ada IQ Neo 10. Jadi, mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Tapi seperti biasa sebelum kita tes kemampuan kameranya, yang kita cek dulu adalah kemampuan mikrofonnya. Dan di sini saya tidak menggunakan mikrofon eksternal. Jadi ini langsung dari mikrofonnya sendiri. Dan di sini IQ sudah mengandalkan dual mikrofon untuk smartphone-nya ini. Jadi kalau misalnya salah satu mikrofonnya ketutupan seperti ini, setidaknya masih ada backup dari mikrofon yang satunya lagi. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri ini sudah tergolong oke ya. Di mana suara vokal saya dapat ditangkap dengan jelas di mikrofonnya ini. Oke, enggak usah panjang lagi dan juga cuaca sudah mulai hujan. Jadi, langsung saja kita mulai pengujian kameranya. Let's go. Oke, kita mulai dulu dari kamera selfie-nya. Seperti yang teman-teman lihat di sini, sayangnya video yang dihasilkan belum stabil. Jadi, fitur stabilizernya belum bisa aktif di resolusi dan frame rate manapun, termasuk di 1080p 30 fps-nya. Jadi, kalau mau vlogging dengan smartphone ini, kami sarankan pakai tools tambahan. Salah satunya itu pakai tripod untuk meminimalkan getaran saat memegang HP-nya. Atau video yang sudah jadi, kita edit dulu. Contohnya dengan Google foto seperti ini. Nanti videonya akan jadi lebih stabil seperti ini. Gimana? Kelihatan kan bedanya? Lalu untuk video yang dihasilkan, bagi kami ini sudah tergolong oke, detailnya dapat dan ketajamannya pun juga pas. Kemudian untuk kemampuan dnamic rangech video ini standar. Area background terlihat over expos, tapi setidaknya area wajah masih dapat terlihat dengan jelas di sini. Tapi itu di kondisi yang ekstrem di mana area gelap dan terangnya cukup kontras. Karena kalau misalnya kita rekam di area terbuka dengan pencahaian yang baik seperti ini, hasilnya oke-oke aja. Sementara untuk di kamera utamanya video yang dihasilkan sudah stabil bahkan sampai resolusi tertingginya. Ini memang belum bisa dibilang yang paling rapi karena masih terlihat ada efek kedutan di sini. Tapi setidaknya fitur Oce dan Ace kamera ini bisa dilihat berjalan dengan baik. Lalu untuk kualitas hasil perekamannya ini juga sudah oke dengan detail dan ketajaman yang pas. Untuk dynamic range video, di kondisi yang ekstrem, video yang dihasilkan cenderung over expos di background. Jadi, di sini kamera lebih memprioritaskan pencahayaan di wajah sehingga bagian belakang jadi ikutan naik. Tidaknya informasi di background enggak sampai hilang-hilang banget. Sementara kalau untuk outdoor seperti ini hasilnya aman kok. Beralih ke kamera ultrawide di sini videonya juga sudah stabil ya. Untuk detail ini memang belum sehebat kamera utamanya, tapi setidaknya ini masih membadai untuk dipakai sehari-hari. Kemudian untuk kemampuan damic range video ini juga standar ya. Bagian background rada over expos dengan bagian wajah yang masih terlihat dengan jelas dan kalau kita bawa keluar ruangan hasilnya aman-aman aja. Langit masih terlihat dengan jelas. Begitu juga dengan wajah kita. Lanjut ke malam hari. Dimulai dari kamera selfie-nya. Di sini terlihat kalau kualitasnya sudah mulai menurun, video mulai soft, dan noise juga mulai terlihat. Lalu kalau kita pakai opsi 60 fps-nya, video yang dihasilkan jadi lebih gelap. Tapi ini wajar karena untuk merekam 60 fps kita memang butuh cahaya yang lebih terang. Setidaknya di sini hasil videonya tidak mengalami frame drop sama sekali, bahkan di resolusi 4K60-nya sekalipun. Nice. Tapi kalau misalnya kalian ingin merekam di malam hari, saran kami pakai kamera utamanya aja ya. Karena di sini videonya lebih minim noise ketimbang kamera selfie-nya tadi. Untuk giter ini lumayan terlihat ketika merekam di 30 fps. Solusinya kita bisa menggunakan mode 60 fps-nya untuk stabilizer yang lebih rapi. Tapi sebaiknya jangan merekam di tempat yang terlalu gelap juga. Lalu untuk frame drop apakah ada? Ho, tentu tidak. Bahkan di 4K 60 FPS-nya sekalipun. Nice. Lalu untuk ultrawide hasilnya kurang lebih seperti ini. Dengan kualitas seperti ini, saran kami pakai kamera utamanya aja ya. Karena selain videonya lebih gelap, detailnya juga sudah mulai hilang di sini. Setidaknya frame rate di video masih aman. Oke, sekarang kita bahas hasil foto-foto dari smartphone ini. Secara keseluruhan hasil foto-foto dari smartphone ini sudah sangat oke, mau di kamera selfie, kamera utama, maupun di ultrawide. Bahkan di kondisi low like, hasil foto-fotonya juga masih terang dan minim noise yang berarti auto naik mode di smartphone ini berjalan dengan semestinya. Mau foto yang lebih estetik, di sini ada potret zoom sampai dua kali yang hasilnya kayak gini nih. Hasil bokengnya juga sudah tergolong rapi ya. Oke, sekarang kita bahas fitur-fitur ekstranya. Di sini ada mode pro yang bisa dipakai untuk foto dan video. Kalau di mode foto, kita bisa mengatur ISO dari 72 hingga 3.200 dan shutter speed dari 1/12.000. hingga 32 detik. Menariknya, mode Pro ini juga bisa digunakan di kamera ultrawide-nya dengan setting ISO dari 50 sampai 3.200 serta setter speed dari 1/12.000 sampai 0,8 detik. Lalu untuk mode Pro, di sini kita bisa mengakses opsi resolusi full HD 240 fps dari kamera utamanya. Jadi opsi resolusinya bukan mentok di 60 fps aja, tapi bisa sampai 240 fps. Lalu untuk fitur selanjutnya di sini ada slow motion hingga 1080p 240 fps. Oke, itu dia tadi pembahasan kamera IQ Neo 10. Meski ini smartphone yang fokus utamanya adalah performa, tapi bagian kamera bukan yang asal ada aja. Memang ada berapa hal yang jadi PRQ di sini seperti kamera selfie yang belum stabil. serta kemampuan video kamera ultrawide saat low light. Semoga aja ini bisa ditingkatkan ya. Tapi selain itu sebetulnya tidak banyak yang bisa diprotes. Kalau bicara tidak adanya kamera tele ya wajar sih. Toh ini fokusnya performa dan baterai. Bahkan ya kami ngerasa Iiku sepertinya dalam tanda kutip sengaja mengalah biar kameranya tidak terlalu bagus. Masa iya SOC-nya enggak sanggup menstabilkan video kamera selfie. Jadi diperhatikan aja sepenting apa video kamera selfie untuk kalian. Kalau dirasa selfie tidak terlalu pakai, harusnya kemampuan kameranya tergolong yang mumpuni, terutama untuk kamera utamanya. Oke, itu dia dari saya. Kita lanjut ke pembahasan selanjutnya, ya. Lanjut untuk pengujian baterainya sekarang. Nah, ini penting nih, ya. YouTube offline video playback 1080p kita bisa mencapai 30 jam 38 menit. Ini luar biasa ya. Ini berasa banget efek dari baterai 7000 mAh-nya di sini ya. Karena ini SOC kencang dengan layar seperti ini bisa dapat 30 jam lebih. Lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 fps. Baterai berkurang hanya sekitar 1 sampai 2% dalam 30 menit. Jadi irit banget. TikTok baterai cuma berkurang 3% dalam setengah jam. Gensin Impact HS60 baterai berkurang sekitar 9% dalam 30 menit. Ini hanya 60 fps bisa di bawah 10%. Ini irit si ini ya. Nah, untuk charging kita lihat ya. Untuk mencapai 50% kita butuh waktu 15 menit. Ini sangat cepat dan ingat ini baterai 7.000 mAh. Lalu dari kosong sampai penuh menjanjikan 36 menit. Ah bohong. Ternyata dia dapat 32 menit. Ini bahkan lebih cepat daripada janjinya Ikiku. Keren. Keren banget ya. Setengah jam doang dari kosong sampai penuh. Oke, lanjut. Untuk Netflix dia bisa white fan L1 dan support streaming sampai full HD dan ada juga dukungan untuk HDR di sini. YouTube tentunya kita bisa streaming sampai 4K 60 HDR dengan lancar ya. Scelas gini pasti bisa lah ya. Haptic feedback na getaran dihasilkan itu terbilang relatif pendek dan akurat. Sayangnya kekuatan getaran men kami sedikit agak kurang tapi masih oke bangetlah di sini ya. Untuk Wii sharing, kita bisa melakukannya dengan mengaktifkan hotspot saat smartphone terhubung ke Wii. Nah, untuk harga IQ Neo 10 yang 8256 itu dipasarkan dengan harga di Rp5.999.000-an. Iya, betul, di bawah Rp6 juta masih R5 jutaan di sini ya. Nah, ee bagaimana? Udah cukup kaget dengan harganya? Ini pakai Snapdragon 8S Genfor, baterai 7.000 mAh. Ini enggak salah nih Aiku. Ee salah harga? Eh, salah. Yang benar itu malah bukan 5999, tapi di Rp5.599.000 untuk tanggal 4 sampai 10 Juni karena ada cashback lebih mantap lagi ya. Sementara untuk yang satunya lagi yang 12256 itu harganya ada di Rp6.499.000 dengan harga cashback di Rp6.99.000. Untuk yang 16512 nih favorit saya nih ya. Harganya di Rp7.499.000 dengan harga cashback itu dapat sampai Rp7.9. Rp99.000. Nah, kalau kalian mau tahu info selengkapnya, cek deskripsi video ini aja. Oke, kita lanjut lagi dengan hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia hanya menawarkan dual kamera untuk setup kamera. Padahal di kelas harga segini udah banyak sih yang mulai nawarin triple kamera juga. Lalu untuk 14/4 Hz di layar ini cuma bisa dirasakan di kondisi tertentu aja. Tapi ini masih bisa dimaklumi karena ya kalau cuma di home screen aja 120 Hz itu udah lebih dari cukup sih sebetulnya. Sementara untuk game 144 Hz ini juga cuma bisa didasarkan dengan game frame interpolation aja, bukan yang bisa terasa secara natif. Kemudian dia belum support isim. Kemudian dia punya IP rating tapi di IP65. Jadi belum menawarkan sampai kecemplung ke dalam air pun masih bisa aman. Belum ya, belum. Tapi paling enggak sudah ada IP rating lah sebetulnya ya. Nah, dari sisi kelebihannya smartphone kencang ini ya harganya masih di kelas R jutaan sebetulnya ya. Iya memang udah mepet ke 6 juta tapi performanya terbilang mantap sekali buat kelas harganya mungkin yang paling mantap di kelas harganya. Lalu untuk kestabilan saat main game berat ini terbilang terjaga dengan baik. Frame rate tidak turun walaupun main game cukup lama ya dan suhu body juga masih lumayan terjaga. Untuk baterai ini besar dengan daya tahan baterai yang luar biasa. Ini mantap banget buat kelas performance-nya. Lalu untuk charging ini sangat kencang untuk baterai 7000 mAh. Cuma sekitar setengah jam lebih dikit doang dan itu dari kosong sampai penuh ya. Lalu untuk layarnya, layar AMOLED dan kualitas tampilannya mantap juga di sini. Lalu refresh rate bisa nyampai 144 Hz adaptif. Walaupun memang hanya di beberapa aplikasi dan game aja, tapi seenggaknya dia bisa 120 Hz juga. Udah mantaplah satu ini. Pereekaman video 4K60 udah ada di sini dan ini bisa di kamera selfie dan kamera utamanya juga. Fitur AI sudah berlimpah di sini ya. datang dari Vivo dapat banyak banget fitur AI-nya di sini. Iya, saya enggak salah nyebut, datang dari Vivo tapi HP-nya IQ. Lalu kalau dibutuhkan ada juga fitur gaming seperti game frame interpolation dan game super resolution. Ini bisa digunakan kalau rasanya memang dibutuhkan. Bypass charging buat gamers ada di sini. Spear serio juga ada dan kualitasnya oke untuk kelas harganya. NFC multifunction ada di sini. dan bobot smartphone-nya tidak terbilang berat mengingat baterainya yang di 7000 mAh dan prosesornya atau SOC-nya yang kencang parah, yang butuh cooling system yang gede banget di sini. Lalu untuk OS bersih dari iklan juga lalu ada tiga kali update versi Android dan se update 4 tahun. Ini udah cukup banget sih sebetulnya. Lalu untuk e IP rating tadi ya ada IP65. Paling enggak ini kena hujan-hujan kesemprot air dikit-dikit masih okelah masih enggak apa-apa ya. IQ tampaknya berhasil menghadirkan kejutan yang sangat menarik dengan IQ Neo 10 yang satu ini. Singkat kata ini adalah smartphone kencang dengan kamera yang memadai dan fitur yang menarik. Ini allrounder kencang dengan harga yang terbilang murah untuk apa yang ditawarkannya. Nah, kalau menurut kalian sendiri bagaimana? Apa yang kalian suka dari smartphone yang satu nih? Kalau menurut kami sih ya dengan semua kemampuan yang dimiliki, performa tinggi dan baterai super besarnya ya IQ Newon memang salah satu smartphone yang paling menarik di kelas harganya. Saya Irfan Jang TV. [Musik]
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...

















