Jungkat

Gamepad 500rban Paling Banyak Fitur! (YouTube Video)

  • 15/04/2026

Ini adalah gamepad yang trigger dan analognya sudah hal effect. Analognya pun bisa di-adjust. Semua button-nya itu mechanical. Di belakangnya ada empat makro button. Bisa ke Bluetooth, bisa Nintendo Switch juga. Dan kalau kalian ngira ini harganya udah sejutaan, ini cuman setengahnya doang loh harganya. Karena saat kita syuting boxnya udah enggak tahu ke mana, jadi kita kasih lihat aja kelengkapannya. Kita tuh cuma dapat controllernya dengan receiver yang desain itu enggak berbeda dengan model X05. Desain controllernya pun pada awalnya gua kurang demen karena ada RGB-nya di sisi kiri kanan dan apa ya? Kelihatan kayak banyak tombol aja gitu seperti ODM. Tapi ya selepas dari overall desainnya, sebenarnya detail-detail kecilnya ini lumayan menarik sih. Bagian face button-nya ini bahannya acrilik glossy yang di mana logonya dicetak di dalam dan akan diiluminasi backlit kalau dinyalain. Untung aja backlit-nya itu cuma warna putih doang, bukannya warna-warni dan putihnya itu cakep pula. Logonya ada di bagian atas dengan nyala backlit juga. Dan kalau kata gua sih sebenarnya lebih cakep kalau logonya itu ditaruh di home button-nya aja. Dan mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa start sama option button-nya kok banyak banget? Ini karena yang paling kiri ini adalah back button, lanjut turbo button, home, comand, dan start. Turbo button ini gunanya buat continuous pressing biar kalau rapid pressing itu lebih enak dan simpel. Tinggal pencet turbo button-nya berbarengan dengan button apa yang mau dikontinu sementara kalau comen button ini banyak banget fungsinya. Nanti kita akan bahas satu-satu. Oh ya, gua udah bilang belum kalau gameepad-nya ini tombolnya mekanikal semua. Yes. Jadi semua tombol yang ada di gamead harga R00.000-an ini meka clicky semua ya. Hampir semua mungkin mulai dari face button-nya, dpad, bumper, sampai ke stopper triggernya juga clicky semua. Paling ya option button dan juga makro belakang itu bukan clicky tapi tetap mekanical. Ngomong-ngomong soal makro, di belakang ini ada empat makro button yang bisa dimodif sesuai dengan keinginan kalian. Dan di harga segini udah oke bangetlah. Buttonnya solid semua. Walaupun ya grip dan feeling makainya itu enggak sesolid button-nya sih. Plastiknya itu cenderung kopong dan terasa agak ringkih. Tapi memang berat dari controllernya itu jadi hanya 223 gr aja. Di bagian belakang ada pengaturan koneksi juga di mana paling kiri adalah untuk dongle 2,4 GHz-nya. Tengah itu Bluetooth 5 dan yang kanan buat Nintendo Switch. Lalu kalau kita mau mengatur fitur-fitur yang ada di controllernya, dia itu enggak punya software. Jadi full mesti diprogram pakai comand button ini. Jadi kalau mau ngatur RGB-nya mesti pencet C dengan R3 buat ganti-ganti efek. Sementara C dengan L3 buat ganti brightness. Vibration-nya pun bisa di-adjust juga. sensitivity-nya pakai C ditambah naikin atau nurunin analog kanan. Makro button juga diaturnya dengan nekan tombol C plus tombol makro mana yang mau diatur, habis itu baru kalau udah geter dua kali kita bisa ngatur makronya mau apa. Asli ini kalau enggak ada guidebook-nya ya bakal ribet sih. Untung kalian masih bisa lihat lagi di internet. Tapi positifnya kalian gak perlu lagi altap-altap buat ngatur fiturnya kalau lagi di dalam game. Controller ini pun punya gyro juga yang bisa diatur buat analog kanan atau analog kiri. Tapi ya namanya Gyro di controller harga segini bukan yang bagus-bagus bangetlah ya. Setelah gua makroin combo gua di teken sekarang kalau mau combo tinggal sekali pencet doang dan ini ngebantu banget. Apalagi assign makronya juga gampang jadi kerasa kayak nge-cheat gitu. Buat tombol makro yang ada di pinggir kiri kanan ini sebenarnya gampang ketekan ya, tapi kalau makro yang tengah itu lebih mantap penempatannya. Feeling triggernya buat balapan juga oke. Kita bisa presisiin feelingnya tanpa perlu banyak pembiasaan. Pas diajak main FIFA juga asik, analognya akura, tapi pas gua pakai stopper triggernya, ternyata stopper triggernya itu terlalu dangkal dan gua enggak suka. Jadi, gua lari itu pakai trigger full-nya dia. Lalu, berbeda dengan gamser. Mekanisme stopper di triggernya ini lebih solid. Di mana kalau gamser itu memakai semacam gasket mount yang tipis itu, isi SMX ini memakai plastik di mana triggernya itu langsung mencet switch-nya dan ini bakal lebih tahan lama ketimbang gamer yang penahannya itu tipis banget. Sesuai dengan klaimnya Eas, di sini kita melihat circularity errornya dia itu benar-benar kecil banget, hampir 0% dan juga polling rate-nya itu sudah mendekati 1000 Hz di mana delay-nya itu udah 0 koms. Batery life yang gua dapat saat memakai dongle 2,4 GHz-nya itu sekitar 4 harian. Di mana sehari itu gua bisa main FIFA sekitar 3 jam. Berarti total ya sekitar 12 jam. Tapi itu tanpa RGB ya. Kalau pakai RGB bisa jadi lebih singkat. Nah, tapi kalau kalian mainnya di Nintendo Switch karena dia polling rate-nya enggak setinggi itu mungkin bisa malah lebih lama. Terakhir kalau kalian bongkar gamepad ini ya di sini kita melihat PCB-nya berwarna putih ngikutin warna gamepad-nya. Ini hanya nice touch aja yang mungkin enggak bisa dilihat semua usernya dia. Jadi kalau kita recap kelebihan dan kekurangannya buat kelebihannya dulu dia di harganya ini adalah gamepad yang paling banyak fitur di harga Rp500.000-an ada gyro bisa ke ke Nintendo Switch. Analognya juga bisa dicopot-copot. Walaupun gua sendiri lebih suka analog yang pas lagi pendek ya. Terus buttonnya itu solid coy. Mechanical semua pula. Nah, cuman buat pemogramannya itu balik lagi subjektif. Ada orang yang suka ngaturnya itu lewat software seperti gua. Ada juga yang orangorang yang suka ya dia tanpa altap, dia langsung ngatur-ngatur aja gitu. Dia mau ngatur makro, dia mau ngatur vibration, dia mau ngatur apa itu tinggal hafalin key yang tadi aja. Cuman ya balik lagi itu ada orang yang suka, ada yang enggak. Dan buat kekurangannya yang gua gak terlalu demen sama controller ini adalah di face button-nya itu walaupun face button-nya gua bilang tadi premium desainnya, tapi pas ditekan dia itu kayak enggak ada travelnya gitu. Kayak pas banget sama ininya dia flat banget pas ditekan. Jadi enggak enggak enak kalau menurut gua. Terus juga buat makro button-nya buat yang tengah sih enggak terlalu gampang ketekan tapi yang grip ini sering banget ketekan. Gua pas main bola sering banget ngoper sendiri gara-gara ketekan di gripnya. Dan ya sama beratnya sih menurut gua ini beratnya tuh terlalu enteng jadinya kayak kayak kopong aja gitu. Tapi ya balik lagi kalau kata gua buat controller itu kalian harus megang dulu sih ngerasain baru bisa decide buat beli yang mana. Dan buat di harganya ya di harga Rp500.000-an itu sebenarnya ada Fly Dig Dun Fox itu lumayan udah lumayan lama itu controller beredar tapi dia tidak ada Gro di harga segitu. Gully kit juga tidak ada Gironya. Jadi ya di harga Rp500.000-an yang ada Girronya itu dikit. Paling ada itu Daxa Daksa Signus AX7 sama AX9 itu ada gyironnya cuman makro button-nya tidak sebanyak ini. Dan balik lagi ke kebutuhan kalian. Nah, paling itu aja sih sebenarnya review kita kali ini. Menurut kalian gempad harga R500.000-an itu fitur-fiturnya penting apa enggak sih?

Lihat di YouTube