Jungkat

Gaming 100FPS+ di laptop Setipis ini !! Asus Vivobook S14 M3407HA (YouTube Video)

  • 21/08/2025

Laptop setipis ini punya performance yang ibarat manusia. Wah, badannya ini gede, keker, kuat kayak zona, tapi tampilannya tipis, minimalis, elegan kayak Raisa. Lah, kok bisa, Bang? Karena walaupun dia tipis kayak gini dan bukan dari kelas high end ya, tapi dia bisa main Cyberpunk dan tembus sampai 50-an FPS. Konsistensi performanya juga cakep. Di pengujuan 3DM Spy itu lolos yang skornya 99,4%. Gokil. [Musik] Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah Asus Vivobook S14 M3407 HA. Namanya panjang sih ya, tapi ini seri Vivobook bukan Zenbook, tapi dia bisa main game. Tampilannya ini kayak artis, bodnya eksotis tapi performance-nya beh sadis. Kayak Nadin Chandra Winata lah yang pernah jadi host di My Slip. tak teratur itu. Untuk prosesornya dia pakai AMD Ryzen 7 260. Kalau kita lihat dari namanya kayak nama-nama yang seri U ya, ultra low power gitu. Tapi kayaknya enggak mungkin kalau pakai seri U ketika kita tes main game, dia bisa dapat skor FPS segede itu. Dan beneran pas kita cari tahu datanya itu plek ketiplek sama Ryzen 7 8845 HS High Performance Slim yang biasanya muncul di seri-seri gaming dengan form ve 15 sampai 16 inch. Coba deh kalian lihat tabel data ini. Tapi pertanyaannya kalau pakai prosesor gaming di seri Vivobook yang coolingnya gak mungkin se powerful ROG? Emangnya dingin? Nah, itu pintarnya Asus sih yang bagian ngetuning sistem cooling-nya ini harus benar-benar dinaikin gajinya karena dia bisa setting sampai dapat performa yang kencang. Stabil tetap dingin juga. Ini beneran definisi prosesor yang lagi nyamar. Dia punya 8 core 16 trade masuk di keluarga Haint atau prosesor baru keluaran 2025. Dia pakai arsitektur Z4 dengan maksimal turbo boost-nya sampai 5,1 GHz. Untuk RAM bawanya 16 GB on board. Untungnya Asus masih ngasih satu slot RAM lagi kosong walaupun yang satunya lagi onboard. Biar kalau misalkan suatu saat kita pengen upgrade RAM jadi 32 GB lebih mudah. SSD kapasitasnya 1 TB dan speed-nya juga kencang karena pakai NVMI Gen 4. Speed-nya itu rit-nya hampir 7.000 1000 Mbps W-nya di 6095 Mbps. Sebelum kita masuk ke bagian performa, kita coba bahas dulu desainnya tipis lah ya. Karena secara desain dia masih mirip sama seri-seri yang lain. Tetap slim, kalem, loop profile, enggak neko-neko. Bit kuatinya juga solid. Walaupun AMR-nya ini masih pakai plastik polikarbonat, tapi backovernya udah pakai metal. Enggak ada area yang kerasa kopong. Ketebalannya dia di hampir 1,6 cm. Tapi untuk bobotnya diklimus sih 1,4 kg tapi pas kita timbang 1,45 kg ya selisih dikit ya masih bisa dimaafkan lah ya. Yang bikin kita PD bahwa laptop ini dia juga punya standar militer STD810H yang bikin kita ngerasa aman dan tenang gitu kalau pas dipakai atau dibawa ke mana-mana. Untuk Excel, apakah dia bisa dibuka dengan satu tangan? Jawapannya bisa dan dia juga bisa dibuka sampai 180° Lay buat fitur presentasi. Ngomongin layar sebenarnya dia ada dua SKU ya. Jadi dia ada yang varian panelnya itu OLED, ada yang IPS. Nah, kalau yang OLED jelas harganya lebih mahal, tapi memang kualitas OLED itu ya kalau kalian suka warna yang lebih realistis, hitamnya pekat ya OLED sih. Tapi kalau misalkan ya enggak butuh-butuh banget, IPS aja karena kan harganya lebih terjangkau ya. Dan kalau yang versi kita review ini IPS secara tingkat akurasi warna ya kalau pas kita tes ya sRGB-nya itu cuma ada di 53,4%, P3-nya 42,6%, blacklist-nya lumayanlah di 300 nit. Tapi sayangnya kalau kalian adalah color editing yang critikal banget ya saran saya sih harus diekstend sama monitor eksternal ya yang 100sR RGB karena cuman 53,4 dengan NTSD di 46,6% atau kalau memang kalian keperluannya untuk benar-benar warna editing ya saran saya ambil yang OLED aja. Nah, oke. Sekarang kita masuk ke bagian performa. Kita coba dulu di sini Benz R15 kita loop sebanyak 10 kali. Multiore-nya rata-ratanya dapat di kisaran 2.400-an poin, single core di 272. Dan kalau kita cabut adapternya enggak ada penurunan performa yang signifikan. Ada sih, tapi sekitar 15% aja dengan multiore-nya itu di kisaran 2.200 poin, single core-nya di kisaran 212. Lanjut ke test stability. Walaupun dia sama dengan Ryzen yang HS high performance tadi, tapi throttlingnya aman-aman aja kok. Dengan time spice test kita uji itu di 99,4% lolos skor yang hampir sempurna ya. Kalau untuk skor 3D Max-nya kalian bisa langsung lihat aja Time Spy Firestrike dan solar base skor-nya di sini. Dan lanjut kita coba untuk editing. Wah editing rendering-nya sih menyenangkan ya. Karena Adobe M Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai, kita render 4K selesai dalam waktu 6 menit 51 detik aja dan kalau full HD cuma 4 menit 20 detik. Nah, buat kalian yang suka rendering 3D blender template BMW, CPU rendernya itu selesai hanya dalam waktu 2 menit 50 detik. GPU-nya ya karena dia e GPU-nya numpang CPU ya, jadi mirip-mirip 2 menit 48 detik. Kalau kita ngomongin suhunya pas render Adobe Premiere Pro 4K, suhunya itu stabilnya di kisaran 70 derajat celcius dengan package power sekitar 35 watt. Jadi aman sih untuk full HD sama 70-an derajat celcius, power-nya juga di 35 watt. Kalau untuk di blender ya dia spike spacknya hampir 90 derajat celcius, tapi average di 80 derajat celcius lah. Tapi diimbangi dengan power yang gede juga bisa sampai spike di 60 watt loh. Lanjut ke tes gaming. Walaupun dia bukan t bukan ROG, tapi karena prosesornya ini kuat untuk gaming, jadi kita coba gaming dan kita coba di game tipis-tipis dulu ya. Kayak Dota 2 dia dapatnya di average FPS 66, maksimumnya bisa tebus 121, drop-dopnya cuma di 69 FPS. Aman. Wering wave ini game yang sering kalian request ya. Kita coba di grafic ultra performance dan average FPS dia masih dapat 40 tembus di 51 untuk max-nya drop-dopnya tapi kadang bisa di bawah 30 FPS ya di 22 fps. Kalau untuk Valoran aman dia dapat average di 112 kadang bisa sampai 164 FPS tembus-tembus FPS-nya ya. Dan dropnya di 99 FPS. Cyberpunk yang menarik walaupun dia enggak ada GPU dari keted tapi dia masih sanggup loh main Cyberpunk. Dan kalau kita lihat chart-cart dari pola game-nya ini saya lihat sih tuningnya bagus ya karena dia tipikal yang nurunin TDP-nya secara perlahan untuk jaga suhunya. Nah, kalau kalian lihat untuk TDP-nya itu pertama naik terus diturunin, naik diturunin dan suhunya jadi stabil, aman, enggak throttle dan enggak panas. Jadi, makanya saya bilang tadi patut digaji lebih tinggi sih ya yang ngetuning laptop dari Vivobook S14 ini. Dan untuk suhu temperaturnya pas kita udah stress-tes, main game, rendering tadi estafet dan suhunya masih relatif aman ya di suhu ruang sekitar 30 derajat Celcius. Suh permukaannya itu pas kita flir ada di 42,4 derajat Celcius tapi keyboard- keyboard aman masih di 40-an derajat Celcius. Jadi enggak kerasa anget ketika digunakan. Lanjut kita bahas input device keyboard dan juga touchpad-nya. Sayangnya sih tombol power-nya belum memisah dengan keyboard ya. Ya walaupun enggak yang kayak biasanya yang benar-benar sebelahan sama back space tapi masih dekat. Harusnya sih kalau misalnya seri S. Seri S itu kan menurut saya spesial ya, harusnya dipisah tombol power-nya sama keyboard biar lebih aman aja. Tapi untuk keyboard-nya sih feel-nya saya enggak ada masalah sih. Feel untuk pas ngetiknya itu enggak kerasa viv book. Kadang malah kayak mirip-mirip Zinbook karena travel distance-nya pas, ttail-nya itu nyaman. Shortcut-nya juga lengkap. Enggak cuma yang basic-basic aja kayak brightness, volume, dan cilot sampai shortcut emoji aja ada loh ya walaupun lebih cepat tekan Windows plus titik sih ya. Taspetnya juga gede banget dan ada fitur smart gesternya. Jadi kalau kalian mau atur brightness tinggal swap ke atas di bagian kanan untuk volume di sebelah kiri dan di atas untuk majuin dan mundurin video. Ya, sebenarnya redundanten dengan shortcut-nya sih. Tapi enggak apa-ap lah ya. Siapa tahu kalian memang sukanya utak-atik touchpad ya. fitur yang nice to have lah. Kalau bagian pojok kanan slide ke dalam itu akan aktifin fitur screen expert. Masih dengan fitur persortcut-an tapi yang menarik ada yang namanya task group. Kalian bisa kombinasikan dua software yang mau dibuka secara langsung dan secara otomatis akan buka satu layar di kiri dan satu lagi di kanan. Enak banget buat yang suka multitasking. Portnya cukup minimalis. Untuk laptop segede ini menurut saya agak agak pelit sih ya portnya asusi ya karena cuma ada USB type E satu di kanan dan satu lagi di kiri. Terus ada dua port USB type C full function. semuanya bisa dipakai ngecas atau bisa untuk eksternal monitor. HDMI dan jack audio juga ada. Tapi saran buat Asus mungkin bisa ditambahin satu port type E lagi di kanan atau mungkin micr SD reader bakal lebih cekep lagi tuh. Buat webcam kualitasnya kira-kira seperti ini ya. Masih ada beberapa noise. Terus detail skin saya juga agak menghilang ya. Tapi untungnya dia udah ada Windows Studio Effect. Jadi kalau misalkan bagian belakang berantakan kita tinggal kasih blur kayak gini. Walaupun blurnya agak aneh sih ya. Terus kalau misalkan i contact, automatic framing semuanya ada. Jadi ini bagian dari fiturnya Windows karena si processoriz-nya ini udah punya tops ya yang memang untuk digunain sebagai on devices AI kayak gini. Tapi saran saya sih kalau bisa budgetnya ini sekitar Rp200.000 lah ya buat beli webcam eksternal. Ini oke sih, tapi akan lebih oke kalau misalkan kalian jadi pembicara gitu pakai webcam eksternal aja. Oh ya, kameranya ini juga udah mendukung sama yang namanya IR kamera. Jadi, kalian bisa login pakai Face ID secara langsung aman. Untuk baterai, baterainya ini walaupun dia pakai prosesor yang saya bilang tadi ya, HS, High Performance yang biasanya dipakai di laptop gaming, sekali lagi saya harus mengapresiasi siapa yang nuning laptop ini ya. Nuning enggak tuh? Mencuning laptop ini. Karena baterainya walaupun pakai prosesor yang bisa dibilang gahar, baterainya ini awet loh. Di tes modern Office yang mensimulasikan kerja kantoran tanpa multitasking berat, kita dapat 12 jam 35 menit dengan setting brightness 50%, volume 20%. Kalau untuk tes real time kita ya, YouTube kita coba 10 menit berkurang 3%, nulis-nulis 10 menit berkurang 2% dan gaming tadi yang pas kita coba 10 menit berkurang 7%. lumayan ya, lumayan boros kalau buat gaming. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Asus Vivbook S14. Sebentar saya harus nyontek karena panjang M3407A ya. Gila panjang banget ya. Seperti yang saya bilang tadi ini ibarat cewek body slim model catwalk yang ternyata jago ngangkat galon juga. Penampilannya memang tipis dan kalem tapi performanya nendang banget. Dibekali dengan AMD Ryzen 7260 yang ternyata kembar identik dengan Ryzen 7 8845 HS. Dan prosesor ini ternyata bisa bikin laptop setipis dan seenteng ini feelnya rasanya udah kayak laptop gaming gitu bisa main game performanya kencang gokil juga AMD. Urusan multitasking rendering sampai gaming ringan pun dilibas dengan mulus. Bahkan daya tahan baterainya juga luar biasa ya. Bisa tahan 12 jam untuk kerja kantoran. Bayangin aja kalau misalkan kalian beli laptop gaming enggak mungkin bisa 12 jam ya. 5 jam aja syukur-syukur tuh. Kalau untuk kekurangannya paling di webcam-nya sih. Webcam-nya ini menurut saya kurang kurang jernih gitu. Terus tombol power-nya belum memisah. Dan yah kayaknya itu aja sih. Laptopnya dibandrol di harga Rp13.199.000 atau 13,2 juta lah. Tapi bisa di bawah itu tergantung promonya. Beda akun bisa beda promo. Nanti link pembeliannya saya taruh di deskripsi di bawah. Overall kalau kalian cari laptop tipis yang bukan cuma gayah, tapi juga punya tenaga badak, baterai badak, jawabannya ini sih. Singkatnya ini laptop kerja yang powerful pakai prosesor gaming, tapi dia terpenjara di body tipis modern yang stylish ini tuh. Ini enggak bakal kena orang pajak. Orang pajak enggak bakalan tahu kalau ini laptop kencang ya dan enggak kelihatan mahal gitu. Yang penting itu sih sekarang ya. sudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube