Gaming di 2026 | Gadget of The Month Mei 2026 (YouTube Video)
Yo, what's up, guys and welcome back to B YouTube channel sama gua Malvin dan as usual setiap akhir bulan gua bakal share ke kalian gadget of the month. Jadi apa aja yang seru, apa aja yang keren. Selama kurang lebih sebulan terakhir gua bakal share ke kalian ada beberapa yang menarik, terutama akhir-akhir ini gua lagi mulai explore main game lagi. Mungkin karena stres, mungkin karena pengen udah lama sebenarnya gua cukup e vakum lumayan lama ya. Terakhir-terakhir tuh cuma mainnya FIFA doang. Tapi 1 bulan ini gua lumayan mengeksplorasi dunia gaming lagi karena lumayan banyak perubahan terutama di bagian software ya. kayak kita mulai bisa mainin game-game PC di smartphone, terus gua juga mulai explore streaming ya dari HP kita atau dari tablet dan gua juga ada beberapa aksesoris yang ee setelah gua pakai gua rasa ini bagus buat gua rekomen ke kalian. Jadi langsung aja kita mulai tanpa basa-basa lagi. Ini ya Gadget of the M bulan Mei 2026. Let's go. Yes. Kalau ngomongin gaming sendiri pasti teman-teman ya noti ya akhir-akhir ini semua ya karena kelangkaan chip. Bukan kelangkaan chip doang sih ini kelangkaan flash storage ya. Karena AI kan ya harga PS5 itu naik semua PC apalagi ya parts-parts-nya sampai handhealth console juga ya semua naik ya. PS5 itu naik kayak dari yang Rp8 juta jadi R10 juta. Dan PS5 Pro sebenarnya baru dirilis ya beberapa minggu sebelum video ini tayang kayaknya sekitar Rp15 jutaan harganya. ROG Lix naik dari Rp15 juta harga rilisnya sekarang jadi Rp1 jutaan. Dan yang paling bikin gua greget adalah Legion Go 2. Naiknya gila-gilaan ya. Dari harga R999 juta sekarang naik jadi Rp25 juta harga pasarannya. Wow gila banget. Makanya gua di sini eh pengen share aja gua memaksimalkan ya hardware-harware yang gua punya PC-PC gua dari yang sebelumnya untuk gua ngerasa itu sekarang udah bisa main jadi lebih gampang lebih aksesible yang mana sekarang kita itu udah bisa, Guys, instal aplikasi untuk kita bisa download gaming PC di smartphone kita, terutama buat Android. Namanya adalah game native. Nah, game native ini sebenarnya ee ada udah ada beberapa iterasi ya. Ada yang namanya GameHub. Ada juga sebelumnya itu yang terkenal adalah Win Lator. Win Lator sendiri itu salah satu pelopor ya kayak pioneernya di mana kalian bisa instal game PC di smartphone. Nah, si game native ini nih bisa dibilang yang kayak paling gampang menurut gua, paling mudah dan gua sendiri ngerasa ini lebih e gampang buat kalian semua pelajarin ya. Jadi step by step-nya simpel. Kalian tinggal download aja game native-nya. Memang dia itu download-nya mesti di website-nya dia ya. Jadi dia bentuknya apk. Kalau kalian enggak bisa instal mesti ada dimatiin sedikit. mungkin beberapa setting kayak play protect-nya kayak gitu. Kemudian kalian login ID Steam kalian. Nah, login-nya sendiri itu pakai QR aja gua saranin biar lebih gampang. Jadi kalau kalian ada Steam atau ada Epic dan lain-lain, gua sih pakainya Steam aja. Itu gua tinggal e scan pakai QR code dan dia tinggal langsung login. Terus setelah itu kalian bisa instal game-game yang ada di library Steam kalian. Gua sendiri sekarang semenjak gua punya Steam Deck memang gua banyakan itu sekarang library game-nya di Steam. Gua enggak pakai PS lagi. Kadang-kadang PS gua cuma buat e bola doang. Cuma sekarang juga gua enggak terlalu main. Gua banyakan mainnya di PC. Jadi, jadi satu semua library-nya, Steam Deck, PC, dan sekarang udah bisa di game native ini. Nah, gua sendiri di game Natif ini memang main game-nya enggak terlalu banyak. Gua kemarin tuh lagi mainin game Hadies 2 ya. Karena setelah kemarin pas awal-awal dia masih beta, gua tuh udah main udah sampai kayak ya selesailah istilahnya gameennya. Cuma setelah dia update yang versi resmi ya, resmi launching, banyak cerita-cerita story line baru, karakter-karakternya. Jadi gua akhirnya main lagi. Dan kemarin akhirnya tamat gua di game native. Jadi gua maininnya itu di bukan di Steam, bukan di PC. Padahal itu adalah game PC. Nah, maininnya di game native. Jadi kalian bisa mainin di HP, di tablet. Bahkan kalau kalian yang punya handhealth retro gaming ya atau emulation ya kayak dari Retroid atau dari AYN atau dari Ayaneo itu bisa diinstal di sana pokoknya yang berbasis Android. Oke, sebentar sebelum kalian ekspektasi tinggi ya kalau HP bakal bisa mainin game PC ini ada beberapa catutan yang mesti kalian cek. Pertama adalah spesifikasi yang mana itu akan berpengaruh banget ya karena chipsetnya itu direkomen sendiri pakai chipset Snapdragon terutama yang seri 8 biar performance-nya maksimal. Misalnya nih Snapdragon 865, triple 8, 8 gen 8 elite. RAM juga enggak kalah penting. Idealnya gua lihat kalau untuk game PC itu tuh pakai RAM sekitar 6 sampai 7 GB. Jadi takutnya RAM 8 GB itu agak ngepas. Idealnya at least di 12 GB. Tapi sebenarnya batasan utama dari smartphone itu adalah soal suhu yang mana karena ini jalan lewat transition layer prosesnya itu lebih berat ya. terutama buat game-game yang grafisnya heavy. Nah, inilah kenapa gua rekomen untuk main di handheld gaming karena ada active cooling alias ada kipasnya ya. Jadi bisa sih smartphone atau tablet ditambahin kipas tapi setupnya akan lebih ribet dan enggak seefektif internal cooling langsung. Ditambah efek jangka panjang kalau suhu dari chipnya tuh overheat ya, panas banget terus-terusan itu bikin gua agak ngeri ya. Jadi try at your own risk. Mungkin gua ada satu alternatif lagi yang cocok buat kalian yang pengen gaming di device atau di HP atau tablet. Tapi emang perlu device lain yaitu lewat streaming. Dan sekarang caranya juga udah gampang banget. Next. Oke, yang kedua adalah gua juga pengen rekomen kalau kalian mungkin yang udah punya gaming PC ya, yang mana mungkin jarang dipakai tapi sebenarnya speknya oke atau ya kalian yang sukanya main handheld gaming tapi karena tadi gua bilang harga handheld gaming semua pada naik bisa banget kalian itu semuanya pakai namanya Artemis atau bisa dikenal juga sama Moonlight/Apolo. Dikenalnya banyak banget nama-namanya gua agak bingung. Cuma gua sendiri pakainya yang Artemis ini. Di-instalnya juga gampang banget, mirip sama kayak game native tadi. Tapi ini kita carinya di GitHub. Kita instal si Artemis-nya di HP ya berbasis Android dan juga dia juga ada yang buat kayak Steam Deck itu juga ada. Nah, di laptop atau di PC kita bisa instal yang namanya Apollo. Nah, di sana dia itu bisa jadi kayak semacam client-nya dan kita tinggal kayak pairing aja pakai pin si device Android-nya ke laptopnya. Nah, selama dia di satu jaringan yang sama, kita bisa streaming si laptop atau PC gaming kita itu ke si HP kita, ke tablet ataupun ke tadi handheld e Android, ya pokoknya ya. Jadi karena memang kayak gua bilang tadi, game-game-nya itu enggak bisa main game triple A, gua pakai fitur streaming ini untuk mining game-game triple A misalnya kayak sekarang lagi ngetren Forza Horizon 6. itu kan ee game yang cukup berat bahkan kalau dimainin di Steam Deck aja itu settingannya cukup jelek bisa dibilangnya cuma 40 FPS. Nah, kalau gua streaming pakai e gaming PC gua atau pakai tablet yang gua punya si ROG Flow Z13 itu at least bisa 90 fps lock atau kalau kalian punya yang speknya tertinggi ya bisa 120 fps kalau memang smartphone kalian punya layar yang mendukung juga. Dan ini benar-benar simpless banget penggunaannya super gampang ya selama udah terkoneksi kalian bisa pilih tadi ya. Dan selama kalian pakai controller ya itu bakal lebih enak lagi. Dan selama jaringan mendukung karena ya karena dia streaming tadi jaringan network di rumah, Wii itu sangat dibutuhkan. Dan gua sendiri rekomen PC host-nya atau laptopnya itu dicolokin aja pakai e LAN ya, pakai Ethernet. Jadi koneksinya lebih stabil biar di device-nya di HP-nya pakai Wii aja. Itu juga udah cukup oke. Gua beberapa kali mainin si Forza tadi gua juga mainin Spider-Man 2 lagi gua pengen tamatin ya. Eh, walaupun memang sebenarnya di Steamback udah cukup stabil sekarang karena sebelumnya waktu itu di Steamback tuh jelek banget performance-nya enggak nyampai 30 fps. Jadi, gua enggak main-mainin setelah sekian lama gua beli ya. Banyak game-game berat God of War segala macam yang memang enggak bisa tadi diinstal di game native. Kalian bisa mainin via streaming aja. Jadi kurang lebih kayak gitu. manfaatin device yang ada ya untuk bisa tadi streaming. Sebenarnya ada alternatif lain ya kayak ada steam link juga cuma gua ngerasa kadang-kadang agak jengky ya karena kalau enggak salah sistemnya si Artemis ini adalah dia itu nangkapin inputnya itu dari device yang kita stream bukan istilahnya kita nge-estreamin inputnya gimana ya bahasanya ya mungkin nanti gua coba ee tertulis aja biar lebih gampang ya. Intinya kalau kalian yang punya e tablet, punya HP atau punya tadi handheld yang tadi pengen main game Triple A, maksimalin bisa pakai streaming aja. Jadi kalian enggak harus duduk misalnya di depan PC kalian. Kalian bisa ya sambil tiduran, sambil goleran. Paling itu untuk apps ya tadi game native yang pertama dan yang kedua si Artemis. Oke, sekarang ngomongin hardware aka gadget-gadgetnya. Gua pengen share yang pertama retro handhal health yang menurut gua juga gua lagi sering banget sebenarnya ini sudah lama sih. Yes, ini si Retroid Flip 2 ini adalah handheld gaming ya berbasis Android dari brand Retroid. Jadi dia itu e menggunakan Android dan kalau kalian bisa lihat ya ini ya ada Play Store-nya, ada segala macamnya gitu ya. Dan ini kalian bisa instal ya Netflix, YouTube segala macam ya kayak HP Android kalian aja gitu. Spesifikasinya ini pakai Snapdragon 865 yang mana dia lancar banget mainin game sampai PS2. Bisa mainin beberapa game Nintendo Switch juga, cuma memang enggak keseluruhan bisa. Dan tadi gua bilang ya, kalau kalian mau mainin game PC itu game-game eh indie developers itu rata-rata bisa. Kayak gua main Hes tadi gua main ada Ball X Speed, ada Vampire Survivor. Vampire Survivor sih ada sih di game-nya. Sama ada beberapa game lain. Ini gua coba tunjuk-tunjukin aja. Cuma memang gua sendiri memang mainnya cuma si Hadis gua dari kemarin ya sampai akhirnya tamat. Ada Dave the Diver juga game yang santai Kozi. Slay juga oke. Tape to tape juga enak nih kalau suka main ice hockey gitu ya. Sama ada gua Ninja Turtle. Dan sebenarnya gameennya banyak banget sih cuma gua baru coba itu. Tapi kalau kalian udah banyak cobain dan kalau kalian pengen cekin sebenarnya kalau HP kalian itu kompatibel atau enggak, ada website namanya Emedi ya. Di situ kalian bisa cek apakah device tersebut bisa mainin game yang kalian pengen mainin di sana. Oke, harusnya tadi gua share ini di game natif, tapi enggak apa-apalah. Sip. Ini speknya layarnya 5,5 inci 1080p LCD ya. Kontrolnya juga enak nih ya. Gua ngerasa ini nyaman gitu. Banyak orang yang enggak suka modelan clamp shell kayak gini. Cuma gua ngerasa gua nyaman-nyaman aja pakainya. Mungkin dari faktor gua sebelumnya pernah pakai yang si GPD ya, yang Clamp Show juga itu memang enggak nyaman banget, bulalky gitu kan kayak kecil tapi bulky, berat dan mungkin lama-kelamaan jadi gua jadi terlatih gitu makanya jadi menurut gua kayak kayak gini nyaman-nyaman aja gitu gua enggak terlalu ada masalah. Kemudian satu yang menarik sebenarnya dari handheld gaming ini adalah dia tuh ada kipas guys. Jadi dia tuh ada pendingin aktif buat si chipset Snapdragon tadi di mana kalau kalian pakai HP itu pada enggak punya. Jadi, kalian mesti tambahin kipas eksternal biar chipsetnya bisa perform. Nah, di sini ya dia juga stabil banget dan far ya gua sih enggak ada komplain kecuali memang ya tadi Snapdragon 865 cukup terbatas powernya. Sekarang tuh udah ada yang lebih baru. Gua juga lagi coba testing nih yang namanya AY and Tore. Tapi harganya dua kali lipat ini. Dan performance-nya sendiri dia pakai Snapdragon 8 Gen 2. Memang lebih powerful cuma bukan yang the latest banget gitu ya. Jadi ada keterbatasan tetap. Sekarang tuh udah ada yang pakai Snapdragon 8 Elite, cuma harganya juga muahal banget. Jadi, gua rekomen kalau kalian pengen mencoba ya bisa cobain si Retroid Flip 2 ini ya. Retroid Pocket Flip 2 namanya. Kalau kalian pusing atau bingung atau belum pernah setting-setting si ini sekarang tuh udah ada jasa ya yang bisa ngebantuin setup-setup ya kayak si handheld gaming-nya, emulator-emulatornya sampai ke tadi bisa game native juga, game-game PC juga bisa. Itu kalau di Jakarta namanya EJ Toys ya. Gua pernah nanya-nanya juga ada juga ada juga di Surabaya juga ada sama di Bekasi juga gua sempat ada pernah nanya tapi gua akhirnya pakai salah satu rekomendasi teman gua yang di Surabaya kayak gitu si Rema namanya. Oke. Oh ya, harganya ini sekitar R juta ya starting-nya ya. Walaupun ini udah agak lama, tapi menurut gua masih rekomen kalau kalian pengen cari ini dengan value for money yang oke ya yang ini. Karena yang tadi gua bilang siyor dan segala macam itu harganya h dua kali lipat ya. Oke, yang kedua gua pengen rekomen controllernya ya. Mungkin kalian dari tadi lihat ini pas lagi testing tadi Artemis di tablet segala macam. Ini adalah controller dari 8 Bit Do. Namanya adalah 8 Bit Do Pro 3. Jadi ini sebenarnya gua itu punya ketiga seri controller si 8 bid yang ini karena gua itu eh sebagai gamer gua terlahir di layout PS gitu ya. Bisa semua rata-rata mainnya PS dan ya ini layout-nya kayak analognya sama si joystick kiri kanannya di bawah jadi mencerminkan layout PS banget. Terus gua sempat coba juga sih yang layout Xbox tapi gua enggak terlalu suka, enggak terlalu familiar. Akhirnya gua cobain ini dan ini versi yang ketiganya lumayan canggih ya. Banyak banget improvement-improvement-nya. Joysticknya bisa diganti. Jadi kalau sekarang gua itu PR-nya adalah kemarin joystick, joystick-nya itu pada ee koak ya, karena gua main FIFA lumayan lumayan barbar kali ya. Terus dia juga compatible sama Switch 2 dan bisa wake up ya si Switch 2-nya setelah update terbarunya. Update-nya bisa pakai eh PC atau Mac juga. Ini gua kemarin udah gua update udah bisa. Terus dia juga ada tombol shouldernya lengkap ya, ada R3 juga di atas dan di belakang juga ada dua tombol lagi. Terus ada adjustable trigger ya. Jadi kalau kalian pengen pakai trigger ala Nintendo yang cuma ngeklik itu bisa atau kalau kalian mau pakai yang ala dalam ya kalau buat main kayak Forza Horizon gitu ya enak pasti ada beginian aja buat ngegas sama ngeremnya. Terus settingannya udah ada semua S input, D input, X input segala macam. Switch, Bluetooth, ada dongle juga 2,4 GHz ya di dalam si docnya. Jadi dapat docnya sekaligus ya, lengkap ya. Terus kalian tinggal colokin aja kalau kalian mau pakai 2,4-nya ke si docnya atau kalian bisa cabut si dongnya. Donggelnya ada di bawah sini gitu. Jadi ada tulisannya sih di sini gua tuh kemarin baca. Jadi kalau kalian pengen pakai dongle sebenarnya bisa langsung colokin ke dognya atau kalian copot si dongnya gitu. Jadi lengkap banget secara fitur ya dan secara layout gua suka. Mungkin ada dari kalian yang enggak suka layout PS enggak apa-apa. Tapi gua sempat cobain juga controller lain game sir. Itu layoutnya PS juga, cuma gua kurang suka karena tombol-tombolnya terlalu tricky, terlalu rumit. Ya, kalau ini tuh kayak lebih simpel, lebih minimalis, lebih gampang lah menurut gua dipakainya. Dan ya tadi bisa diganti ada alternatif joystick buat main game tinju juga include di dalam box sama tombol ABXY-nya. Ini bisa diputar-putar, Guys, ya. Karena dia pakai magnet doang, jadi dapat copotannya. Kita bisa ganti pindahin posisinya just in case diperlukan. Highly recommend kalau kalian cari brand third party ya daripada beli controller PS walaupun gua juga sebenarnya masih pakai controller PS5 dual sense itu emang paling the best of the best ya. Kalau kalian ada duit dua kali lipatnya get dual Sense. Tapi kalau kalian pengen save setengah harganya ya ada si 8 B2 Pro 3 atau ada yang Pro 2. Kekurangannya cuma satu si Pro ini sekarang dia baterainya itu enggak bisa dicopot ya. Jadi baterainya integrated. Kalau yang Pro 2 itu bisa diganti-ganti. Bisa pakai baterai A2 apa A3. Yang Pro 1 juga bisa diganti-ganti baterainya. Dia ada tiga warna, Guys, ya. Ada warna Game Cube, ada warna yang PS. Nah, warna PS mungkin menarik sih. Oke, last but not least adalah ini dia ya, si Allinone doc dari Savage Raven atau juga dikenal sama School and Co ya namanya ya. Yes, by School and Co. Ada di bawahnya sih sebenarnya itu ya. Jadi ini adalah doc yang kompatibel dengan hampir keseluruhan gaming handheld ya ataupun ke smartphone bisa, ke Steamde Deck bisa, Switch 2 bisa, ke yang Android.Android juga tadi kalian bisa lihat juga udah bisa. Jadi kalau kalian pengin mainin ya tadi ya HP kalian, kalian pengen colokin tadi handroid kalian atau bahkan Steam Deck itu bisa pakai si Jumpgate Doc namanya. Jadi dia itu ada port USBC di depan yang mana ini cocok buat si Nintendo Switch ya. Terus dia juga ada di belakangnya nih yang mana kalau kalian lihat di bawahnya dia ada kayak semacam copotan tuh dia bisa dicopotin doc-nya ini dan dicolokin ke steam deck ya kalau karena Steam Deck kan di bagian atas atau ke handheld lainnya yang memang perlu colokin di bagian yang enggak di bawah. Jadi portnya dia ada empat ya. Satu buah USBC HDMI sama du buah USB. Jadi ini, Guys, kalau kalian pengen colokin kayak controller gitu-gitu itu bisa. Dan ya, kalau kalian lihat di dalamnya ini tuh ada port USBC-nya yang mana dia sistemnya kayak gini. Dia dicolokin masuk gitu. Klik gitu. Tuh, diklikin gitu ya. Nah, di bawahnya ini juga ada settingan kalau kalian e pakai Nintendo Switch yang pakai casing atau enggak pakai casing bisa dimaju mundurin. Dan di bagian atasnya ini juga sebenarnya ada kayak semacam klipnya ya, yang di yang mana ini tuh bisa digoyang-goyang biar dia copot. Jadi kalau kalian yang gak pakai Nintendo Switch ya, misalnya tadi pakai si handelt Retroid itu kita bisa copot aja. Jadi dia full USB type C doang ya dan bisa nyolokin. Terus sat lagi yang keren adalah kalian bisa pencet ini tuh terus dia jadi agak lebih tinggi doc-nya biar handheld kalian tuh disangga gitu. Jadi ini bisa dibilang komplit banget ya, docin inone yang buat gaming-gaming ya. tadi dari Switch 2 bisa, dari Steam Deck tadi bisa yang lain-lain juga harusnya kompatibel. So, ya itu dia boleh dicek dan harganya juga menurut gua nih oke banget ya sekitar Rp500.000-an ribuan ya. Kalau kalian cek docnya Nintendo Switch 2 itu harganya udah jutaan-jutaan. Walaupun memang ada juga alternatifnya tapi buat kalian yang mungkin punya berbagai device ya, eh ini bisa jadi alternatif doc yang oke banget kompatible ke semuanya. Oke guys, itu dia Gadget of the Month bulan Mei 2026 ya. gaming mode. Judulnya The Future of Gaming. Dan ya, semoga kondisi segera membaik ya dari segala kekurangan-kekurangan chip ini, harga-harganya. Tapi ya ternyata dengan perkembangan software sekarang kita bisa mengoptimalisasi ya apapun yang kita milikin. Enggak perlu beli device baru lagi ya. Maksimalin device yang ada lewat software-software ini. Dan gua harap videonya bermanfaat. Jadi kalau kalian suka videonya bisa kasih tombol jempol dan di-share ke teman-teman yang mungkin pengin memulai gaming juga di tahun 2026. Jujur ya gua lupa ngomong tadi kalau gua tuh gak main mobile game ya sama sekali. Gua itu anak konsol ya sekarang ya semi-semi PC gaming juga. Jadi ya mobile gaming itu kita pakai cuma untuk testing kalau review HP sebenarnya. So ya kalau kalian setuju boleh dikasih jempol subscribe ke Basing Toch YouTube channel. Dan itu aja nama gua Marvin. Thank you so much for watching. I'll see you guys on the next video. Ciao. Ini cocok sih, ada tulisannya juga tuh ya. Switch to Steam Deack laptop, PC segala macam. Up to 8K bro.
