Jungkat

Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau! Review Acer Nitro V 16S AI (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini adalah laptop high performance terbaru dari Acer yang ggak hanya cocok buat main game, tapi juga cocok buat kerja. Performa CPU-nya kencang pakai Ryzen 5 240 prosesor yang mantap dipakai buat multitasking. Diskit grafisnya juga udah pakai Nvidia GeForce RTX 5050 laptop GPU. Jelas kencang yang satu ini. RAM-nya 16 GBDR5. Storage 512 GB dan masih bisa di-upgrade. Layarnya juga mewah nih. Ukurannya 16 inci. IPS Full HD 180 Hz dan udah 100% sRGB. Mirip seperti laptop gaming kelas atas ya. Ya, ini adalah Acer Nitro V16s AI. [musik] Oke, Nitro V16s AI ini adalah lini laptop gaming kelas entry level dari Acer dengan layar ukuran 16 inci dan ukuran yang tergolong slim. Apalagi jika dibandingkan dengan seri Nitro lainnya. Walaupun slim, performanya enggak bercanda nih. Penasaran? Kita bahas dari spesifikasi utamanya dulu. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen 5240. Code name-nya adalah haw Point. Arsitekturnya Zen 4 TSMC 4 nanm Finfet. Default TDP-nya di 45 watt. Dia punya 6 core dan 12 thread. Maksimum boost clock-nya up to 5 GHz. Untuk electric cas-nya ada di 16 MB. NPU-nya pakai AMD Ryzen AI. Performance-nya up to 16 tops. IGP pakai AMD Radion 760M Graphics. Dia punya 8 graphic core dengan total 512 shader unit. Untuk RAM-nya itu 16 GB DDR5 5600 SOIm dan ini single channel. Sayangnya memang masih single channel tapi udah 16 gig nih. Dan kalau mau upgrade bisa karena ada dua slot SodIm di laptop yang satu ini. Untuk storage-nya 512 GB SSD M.2 and NVMI PCI Gen 4 dan masih ada satu slot SSD M.2 lagi. Jadi kita bisa nambah storage tanpa perlu mengganti SSD yang sudah terpasang. Desk grafisnya pakai Nvidia GeForce RTX 5050 laptop GPU. Ini arsitekturnya blackwell yang baru ya. Dia punya total 2.560 kuda Corse. Kapasitas Viramnya ada di 8 GB GDDR7 128 bit. Maksimum TGP-nya ada di 85 watt. Dan dia tentunya udah support resizable bar serta pastinya udah support teknologi terbaru dari Nvidia seperti DLSS4 dan multiframe generation. Untuk ktifance-nya di pakai AMD RZ616 WiFi 6E. Ini udah support WiFi 6 dan butut versi 5.2. Baterainya 76 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Factornya tentunya clamp shell ya atau laptop klasic ya. Dan untuk materialnya bagian casis atas dan bawahnya ini pakai metal dan untuk casis area keyboard ini pakai polikarbonat. Nah, untuk desain ini mirip dengan Nitro V16 generasi sebelumnya. Desainnya simpel dan dominan warna hitam. Dan ada logo Nitro yang baru di bagian layar. Untuk warnanya jelas black atau hitam. Dimensinya panjang 35,7 cm, lebar 26,4 cm, dan ketebalan di 1,99 cm. Bobotnya untuk laptopnya aja di 2,06 kg dan chargernya 352 gr. Jadi total bobotnya kalau dibawa-bawa semuanya adalah di 2,41 kg. Nah, untuk display ini adalah panel IPS ukuran 16 inci. Resolusinya WUXGA atau 1920 * 1200 piksel. Aspek rasio sudah modern ya 16 bing 10. Refresh-nya juga kencang ni di 180 Hz. Ini mirip seperti laptop gaming premium. Menurut Acer gamutnya ada di 100% RGB. Nah, kalau dari pujian kami pertama kita cek tingkat kecerahannya itu maksimum kondisi indoor mencapai 440 nitz. Untuk gambut covers-nya 98,3% sRGB dan gambut volume di 101,5% sRGB. Jadi bisa dilihat ya kalau layarnya emang udah sesuai dengan klaim dari Acer. Kalau mau dipakai buat content creation udah cocok banget. Yang satu ini bingkai layar kanan dan kiri ini tipis ya, tipis untuk sebuah laptop gaming. Kalau bingkai atas memang sedikit tebal karena ada kamera dan mikrofon di area itu. Nah, untuk kamera mikrofonnya kita lihat ini. Sayangnya memang resolusinya masih di 720p 30 fps. Dan seperti biasa mikrofon ada terletak di sisi kanan dan kiri kamera. Untuk kemampuannya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari Acer Nitro V16 SEI yang satu ini. Untuk pencayaan di sini kita menggunakan lampu studio, jadi pencahainnya lumayan terang dan hasilnya di sini gambarnya juga cukup terang ya. Untuk resolusinya di sini dia maksimal sampai 720p dan di sini kalau kita lihat detailnya sudah mencukupi ya untuk kebutuhan video dasar seperti meeting online. Setidaknya gambar di sini masih terlihat terang dan juga minim noise. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dan noise canceling dari Acer Nitro V16S AI yang satu ini. Untuk di sini skenarionya kita di dalam studio dengan kondisi kipas laptop di kecepatan 100% untuk mensimulasikan suara berisik dari kipas laptop dan bisa didengar ya di sini suara saya bisa terdengar dengan jelas dan suara kipas laptop bisa diram dengan baik. Lanjut lagi untuk audionya. Laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker yang ada di sisi kanan dan kiri mengarah ke alas laptop. Untuk kualitas suaranya tergolong lantang ya untuk sebuah laptop di kelas harga segini. Nah, walaupun bassnya agak kurang terasa, tapi mid-nya terasa rapi, enggak melengking gitu ya. Jadi, cukup nyaman digunakan buat dengerin musik, terutama musik yang memang dominan vokal. Tapi untuk gaming ya tentunya basnya enggak bisa menggelegar gitu ya. Nah, lanjut untuk konektor. Di kiri ada Kensington lock slot, lalu ada Ethernet port, ada satu USB 3.2 gen one type A, ada satu micro SD card reader, dan satu audio combo jack 3,5 mm. Di kanan ada 2 USB 3.2 Gen 2 type A. Lalu di belakang ada 1 DC inch, 1 HDMI, dan 1 USB 4 yang sudah support display port 1.4, power delivery, dan penggunaan perangkat Thunderbolt. Oke, untuk keyboard-nya laptop ini pakai keyboard chicklet dengan layout yang full ya, di sini penuh ya. Jadi di sisi kanan itu ada 6 pad. Cocok nih buat dipakai kalian-kalian yang sering ngetik angka seperti untuk analisis data, akuntan atau programmer gitu ya. Tombolnya terasa soft saat digunakan untuk ngetik dan cukup silent. Untuk tombol anak panahnya ini punya ukuran yang penuh jadi nyaman digunakan. Untuk tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end ini menyatu dengan tombol 6 pad dan di sini ada tombol khusus untuk membuka software Nitros Sense di area 6 pad. Di pojok kiri atas juga terdapat tombol fisik yang bisa digunakan untuk mengubah mode performa dari si laptop ini. Tentunya laptop ini sudah dilengkapi dengan backlit RGB dengan empat zona warna. Pengaturan warna dan tingkat keserahan dapat dilakukan melalui software Nitro Sense. Nah, untuk touchpad ini ukurannya cukup memadai ya di 12,6 * 8,3 cm. Letaknya sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. Tentunya yang satu ini sudah support Windows precision driver juga. Sekarang kita lihat sistem pendinginnya. Acer Nitro V16S AI ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua kipas dan tiga heat pipe intake dari bawah dan lubang pembuangan udara ke arah samping kanan kiri laptop dan ke belakang juga. Oke, sekarang kita lihat aspek performanya. Seperti biasa, kita bisa mengubah opsi performa melalui software Nitros Sense. Optinya adalah quiet balance performance dan turbo. Di software ini juga ada pengaturan kecepatan kipas. Opsinya adalah auto, max, dan custom. Perlu diperhatikan bahwa pengujian laptop ini dilakukan dengan konfigurasi single channel 16 GB ya. Jadi sesuai dengan bawaannya aja. Mari kita lihat dulu konsistensi performa dengan Sinans R23 stabilitasnya ya. Untuk skor maksimum bisa tercapai adalah di mode balance mencapai 12.139 9 poin. Sedangkan di mode turbo, kecepatan kipas maksimal skor bisa mencapai 12.781 poin. Lalu untuk suara bisa dipertahankan untuk mode balance itu ada di kisaran 12.000-an poin. Sementara di mode turbo itu ada di kisaran 12.600 sampai 12.700-an poin. Untuk su kerja di mode turbo SCPU ada di kisaran 85 sampai 89 derajat Celcius dengan spike tiap awaran ke kisaran 91 sampai 93 derajat celcius saja. Lanjut kita langsung lihat aja pakai blender 4.5 barber shop test. Ini yang berat ya. Kalau kita pakai CPU render selesai dalam waktu 32 menit 58 detik. Tapi kalau kita pakai GPU render pakai kuda selesai dalam waktu hanya 4 menit 2 detik saja. Kencang kan? Nah, su kerja kalau kita pakai GPU render di CPU itu mencapai kisaran 40 sampai 50 derajat Celcius saja dengan sesekali ada spike ke 69 derajat celcius saja. Sementara GPU bahkan di bawah 52 derajat celcius. Sangat aman ini. Sekarang kita lihat Adobe Premier ProC 2025. Video yang digunakan durasinya 2 menit 7 detik seperti biasa. Nah, kalau untuk 4K60 video exporting, software only butuh waktu 10 menit 30 detik. Sementara dengan kuda, wah kencang di 2 menit 3 detik. Ini 4K60 ya. Kalau 1080p 60 fps software only butuh waktu 2 menit 10 detik. Sementara kuda hanya 33 detik saja. Untuk suh kerja ya pas saat melakukan 4K60 video exporting dengan kuda, SU CPU ada di kisaran 70 sampai 80 derajat celcius dan suhu GPU di bawah 55 derajat Celcius. Lagi-lagi masih aman. Sekarang kita lihat kalau kita pakai Davin Resop 19, software class profesional, tapi ini versi gratisnya ya. Kita masih pakai video yang sama. 4K6 video exporting itu saya dalam waktu 3 menit 13 detik saja. Sementara untuk 1080 60 fps itu butuh waktu hanya 59 detik. Untuk suhu kerjanya pesan melakukan 4K60 video exporting suhu CPU dari kisaran 70 sampai 81 derajat celcius dan GPU di kisaran 50 sampai 63 derajat celcius. Lagi-lagi masih sangat aman. Sekarang kita lihat trademark graphic skor-nya. Untuk Firestrike dari X11 dia dapat 27.147 poin. Time spy dari X12 dia dapat 9.860 poin. Untuk su kerja mukan terima time spy stress test su GP dari kisaran 65 sampai 71 derajat celcius saja. Aman banget. Nah, sekarang tentunya kita harus lihat kemampuan gamingnya. Oke, di game yang terakhir ini ya, Assassin's Creed Miras ya, kita lihat suhu kerja CPU-nya ada kisaran 70 sampai 76 derajat Celcius dan untuk GPU ada kisaran 68 sampai 71 derajat Celcius. Adem banget yang satu ini. Kalau permukaannya bagaimana? Titik terpanas ada di bagian casis atas keyboard yang mencapai 47 derajat celcius. Tapi tenang, kita kan enggak pegang area ini kalau kita main game ya. Nah, untuk permukaan keyboard area terpanas ada di bagian tengah dan tengah kiri dengan suhu di kisaran 36 sampai 41 derajat celcius. Untuk keyboard area WASD dan area 6 pad suhunya di bawah 35 derajat Celcius. Jadi aman banget ya. Sementara untuk pam dan touchpad-nya itu aman sekali bahkan di bawah 29 derajat celcius. Nah, sebelum kita masuk ke pengujian berikutnya, ada yang perlu diperhatikan ya. Saat kita gunakan untuk main game Assassin's Creed Miras di mode Turbo dengan kecepatan maksimal, kita bisa lihat bahwa persentase baterainya itu turun meskipun kondisi laptopnya dicolok ke charger. Kalau dihitung baterai turun sekitar 15 sampai 20% tiap jam. Menurut Acer ini normal ya. Karena memang di mode ini laptop akan mencoba mengambil daya dari charger dan baterai secara bersamaan saat keadaannya memungkinkan. Ini tampaknya supaya performanya maksimal dan kita enggak perlu khawatir bahwa laptopnya itu mati saat main game karena kita bisa lihat bahwa batas terendah baterainya itu dipatok di kisaran 30%. Jadi saat kapasitas baterainya turun hingga 30% laptop akan secara otomatis menurunkan sedikit konsumsi daya. Ini untuk menjaga agar persentase baterai tidak turun lagi. Menurut Acer ini tidak akan menurunkan kapasitas maksimum dari baterai atau baterai health secara signifikan. Karena prinsip kerjanya mirip seperti mode konservasi baterai yang menjaga agar kapasitasnya di 80% itu ya. Jadi harusnya ini aman-aman saja. Lanjut untuk storage tes-nya dengan kesal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 630 MB/ dan tulis di 4.186 MB/s. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Untuk pengujian baterai mode performa kita set di balance dan kecepatan kipasnya di auto. Refresh rate default di 180 Hz brightness di 150 dan volume di 25%. Hasilnya saat digunakan untuk video playback resolusi 1080p, baterai habis setelah 10 jam 10 menit. Hasilnya cukup oke nih untuk sebuah laptop gaming sekencang ini. Sekarang kita lihat un charging-nya. 30 menit pertama baterai terisi di 56%. Sementara untuk mencapai dari kosong sampai penuh itu butuh waktu hanya 1 jam 28 menit saja. Ini kencang banget nih charging-nya ya. Luar biasa. Udah kayak HP aja nih. Sekarang kita lihat untuk harganya. Laptop yang satu ini dijual di harga kisaran Rp19.499.000 Dan ini sudah termasuk Microsoft Office Home 2024, Microsoft Office 365 1 tahun berlangganan, lalu ada PC Game Pass selama 3 bulan dan ada garansi 3 tahun layanan, 3 tahun spare parts, dan Acercal damage protection di tahun pertama. Wah, lengkap ya. Selain varian yang satu ini, ada juga yang pakai Ryzen 7260 RTX 5050 dengan harga di Rp20.999.000. Dan ada juga yang pakai Ryzen 7 260 RTX 5060 dengan harga Rp22.999.000. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Nah, pertama walaupun kapasitas RAM-nya sudah 16 GB, sayangnya ini memang konfigurasinya masih single channel. Sisi positifnya kalau memang kita mau nambah, kita enggak perlu mengganti RAM yang udah terpasang. Lalu, kameranya ini masih 720p, bukan yang 1080p. Dan kita lihat baterai itu akan menurun saat digunakan untuk bermain di mode turbo. Ya, walaupun demikian turunnya akan dijaga sampai 30% saja. Jadi enggak perlu takut tahu-tahu laptopnya mati karena dipakai main game sambil nyolok ke charger. Dari si menariknya dia udah pakai RTX 50 series jadi jelas kencang sini dipakai buat editing video sampai 4K60 juga lancar banget. Mau buat kerjaan 3D cat aman enggak ada masalah. Gaming triple E berat-berat juga kencang di sini. Prosesor juga oke ya. pakai Ryzen 5 240 yang punya 6 core 12 trad. Jadi cocoklah untuk multitasking. Storage-nya juga lumayan kencang. Layarnya mewah, IPS 100% R SR RGB dan refresh-nya juga tinggi banget di 180 Hz. Baterai juga awet saat dipakai buat kerjaan ringan. Jadi bisa dipakai buat kerja banget nih ya. Charging-nya juga kencang banget. Konektor juga lengkap. Bahkan ada USB 4 di sini. Lalu dia punya bonus Microsoft Office. Garansi juga 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection di tahun pertama. Jadi laptop ini cocoknya buat siapa sih? Pertama, buat gamers yang nyari laptop gaming ukuran 16 inci pakai RTX 50 series dengan harga belasan juta. Ini bisa jadi pilihan. Lalu buat yang kerja di bidang kreatif seperti editing video, editing foto atau bahkan 3D modeling atau cat ini juga cocok banget. Buat pelajar atau mahasiswa yang butuh laptop high performance nah tentunya cocok juga yang satu ini. Atau mau dipakai buat programming bisa. Asal pastikan aja laptop ini sudah sesuai dengan software atau aplikasi yang digunakan. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop gaming yang sudah mendukung berbagai teknologi GPU terbaru dengan harga yang masih masuk di akal. Rasanya Acer Nitro V16S AI ini bisa jadi pilihan.

Lihat di YouTube