Jungkat

Gaming? Movie? Musik? Semua Bisa! Edifier G1500 MAX (YouTube Video)

  • 29/06/2025

Kita perlu ngobrol serius sih tentang dosa terbesar dari produsen monitor. Bukan, bukan soal baselnya yang tebal, bukan soal refresh ris-nya yang bohongan, bukan. Tapi soal kualitas speaker bawaan dari monitor. Sumpah ya mau speaker R juta atau 20 juta ke atas pun ya suaranya itu cemprek. Ibaratnya kalau kita main game Cyberpunk, suara tembak-tembakannya itu munculnya kayak suara orang metekin stepless. Cetek cetek cetek cetek cetek gitu doang. Saya juga pernah nyobain speaker yang harganya R00.000an portable speaker di e-commerce ya. Kalau digunain untuk main game suaranya itu ibaratnya kayak kakek-kakek lagi batuk tapi nyanyinya avenged country lagi pas script. Sampai akhirnya ada speaker yang menurut saya secara harga enggak terlalu mahal lah tapi kualitas yang diberiin cukup lumayan. Kenalin ini adalah Edifier G1500 Max. Nah, biasanya yang Maxmax itu baguslah. Contohnya kayak NMAX, Xmax. dan juga Pajex. Pajak itu kan mantap juga ya. Kalau dendanya enggak terbayarkan mahal. Tapi apakah benar Max-nya ini bisa bikin pengalaman audio lebih imersif terutama buat gaming? Yuk kita bahas. Edifier dengan bangga nyebut desainnya ini futuristik Cyberpunk style ya. Menurut saya sih enggak ada Cyberpunkcy Cyberpunk-nya ya. Ya, cuman desain heksagonal aja. Tapi cakep sih ya. masih ada kesan gamingnya lah. Dengan bentuk speakernya itu satelit heksagonal yang mereka sebut dengan big arm. Kelihatan agresif, sangar, dan beda dengan speaker kotak-kotak yang biasanya ya desainnya itu ngebosenin. Tapi ya ada harga, ada rupa sih. Memang untuk speaker satelitnya ini dia pakai plastik, tapi untuk woovernya dia berbahan kayu atau kayu yang MDF lah kepanjangannya apa ya, lupa lagi. Medium density fiberbard. Kenapa ini penting? Karena kayu itu lebih stabil dan bisa mengurangi resonasi atau getaran yang enggak diinginkan. hasilnya bassnya lebih hangat, bulat, dan lebih terkontrol. Jadi enggak cuma asal jedak-jeduk kosong aja. Terus buat kalian yang peduli sama manajemen ruang ya contohnya meja IKEA yang saya beli cuman kalau enggak salah Rp300.000 ini. Ini sempit banget. Nah, kalau mejanya sempit kayak gini cuman pakai satu monitor ya speakernya jangan yang gede-gede. Ukuran untuk yang speaker satelit itu dimensinya segini dan untuk subovernya dimensinya segini. Ya, cukup kompa lah untuk ditaruh meja tanpa harus mengorbankan banyak ruang. Dan karena ini segmennya gaming, jadi dia ada 10 mode RGB yang caranya karena dia ggak ada aplikasinya ya, semua kontrolnya itu pakai tombol. Kita tinggal tekan dua kali aja tombol G yang ada di bawah ini dan dia bisa ganti 10 mode RGB yang bisa kita sesuaikan dengan mood kita. Cuman sayangnya dia enggak sound reaktif ya. Sound reaktif itu maksudnya kalau misalkan ada sound yang berada di sekitar dia atau mungkin film, musik, ataupun game ya, RGB-nya itu enggak bisa mengikuti suaranya. Kalau bisa mengikuti kan paling enggak tipis-tipis bisa dugem tipis-tipis lah ya. Tapi plusnya sih di kelas harganya biasanya itu banyak speaker gaming lain yang ya cuman pakai plastik gitu dan kayak mainan jatuhnya black quality-nya. Tapi kalau ini udah dapat kesan estetikanya dan juga premiumnya. Speaker ini pakai 2.1, artinya dua speaker satelit dan satu subwoover. Di tiap satelit ada driver full range berukuran 2,5 inch yang tugasnya buat ngeluarin suara vokal, heat head drum, peluru, dan detail-detail kecil lain. Nah, tugasnya satu bok gede ini tugasnya cuma satu sebenarnya, bikin meja kalian geter karena bassnya. Tapi yang bikin semuanya ini bekerja dengan baik adalah otak pintar di dalamnya yang namanya itu DSP atau digital signal processing plus ada electronic crossover-nya. anggap aja DSP ini ibaratnya kayak manajer lalu lintas lah atau tukang parkir. Bukan tukang parkir ya, sing nyebrang-nyebrang apa ni? Pak Oga lah ya yang biasanya nyebrin kita terus kita bayar 2.000 itu. Nah, jadi nanti dia bagian yang memilah-milah lah. Oh, ini suara dari woover bass yang rendah. Jadi masuknya lewat woover. Oh, ini suara vokal maksudnya lewat heater. Gitu-gitulah. Jadi kayak manajemen lalu lintas. Jadinya suaranya enggak campur aduk, lebih jernih dan di setiap frekuensi direproduksi dengan akurat. Dan dia ada tiga mode ya, mode musik, gaming, dan juga film. yang cara ganti modenya kita tinggal tekan aja G yang ada di bawah ini. Movie mode, movie mode, music mode, music mode, sama satu lagi gaming mode. Di mode game klaimnya kita bisa mendengar ledakan tembakan langkah kaki yang seolah-olah kita ada di medan perang sungguhan. Dan ya lumayan sih langkah kaki musuh dari kiri terdengar jelas di speaker bagian kiri. Suara reload di depan juga kerasa akurat posisinya. Ya memang kualitasnya itu kalau buat gaming bukan kayak surround 7.1 titik satu yang suaranya itu bisa keluar dari mana-mana sih. Tapi untuk speaker 2.1 kayak gini udah cukuplah. Apalagi kalau dibandingin dengan speaker TV ataupun speaker dari monitor. Di mode musik karakternya berubah, bassnya terasa lebih sopan dan terkontrol. Sementara vokal penyanyinya jadi lebih maju dan jernih, suaranya jadi lebih seimbang buat dengerin lagu sambil kerja atau santai. Ini adalah mode yang paling pas sih. Bas dari subwoover yang 4 isinya ini kerasa lebih impactful, lebih beef tanpa menutupi suara dari Twitter 2,5 inch-nya. Di mode film, subovernya itu seolah-olah dikasih suntikan steroid gitu. Jadi suara ledakan, gemuruh semuanya jadi lebih dramatis dan menggelegar. Tapi hebatnya dialog tetap terdengar jelas berkat kerja si Pak Oga atau manajer atau DSP-nya tadi. Duntuman bassnya itu benar-benar bikin beda lah. Mirip-mirip kayak Dolby Vision lah. Jadi kalau misalkan kita nonton Netflix ibaratnya ya kita kayak punya kayak kita nonton di bioskop tapi yang mimi. Ini contohnya kalau kita pakai speaker dari monitor dan speaker ini Huawei MW yang harganya lumayan mahal. Paling mentok segini coba ya. Kalau misalkan kita volumenya paling mentok. Ini udah paling mentok ternyata ya. Segini aja suaranya tuh bassnya enggak ada cempreng lah ya. Kalau kita gunain untuk main Cyberpunk tadi kayak suara orangnya T plus gitu. Terus kalau kita switch ke speaker eksternalnya Edifier ini mumpung ada bass-nya ya kita switch dulu. Tuh, ini belum mentok loh. Ini kalau kita mentokin suaranya entar masih separuh. [Musik] Gila gak di volume 100% pun gak pecah, gak gembret. Mohon maaf kalau lagunya ini karena lagunya yang gak copyright itu biasanya lagu-lagu remix TikTok. Ya, sekarang kita bahas soal power. Kalau di spesifikasinya sih tertulis 30 watt RMS dan 60 wattnya. Bedanya apa? Gini, RMS itu ibaratnya kayak ya kita konsisten nge-gym tiap hari lah ya. Power kita itu kalau untuk nge-gym konsisten, stabil. Nah, 60 watt pick-nya itu ibaratkan kalau misalkan kita lagi dikejar anjing biasanya kan power kita itu lebih lebih ya karena motivasi takutnya. Nah, sama PIK itu berarti kalau misalkan ada suara gemuruh dari ledakan yang benar-benar nge-boost dia, boost-nya itu bisa sampai di 60 watt. Tapi ada satu sih yang bikin saya istigfar sambil ngelus dadah astagfirullahalazim gitu. Kabelnya, kabelnya ini pendek banget. Jadi kalau misalkan kita punya setup yang mejanya agak panjang dengan dual monitor, enggak cukup kabelnya dan kabelnya itu jadi satu antara wover dan satelit itu satu nyambung gitu. Jadi kayak permainan kayak gitu. Kalau misalkan suatu saat digigit tikus, ya sudah wasalam kita harus ganti yang baru. Buat harganya sebenarnya enggak terlalu mahal karena kalau kita lihat kompetitornya di harga segini ada Logitech Z407 sama Razer Nomo Vit. Edifier sih yang paling terjangkau ya. Logitech punya tenaga yang lebih gede dengan 40 watt. Razer udahlah Razer itu menurut saya overpress sih. Mahal. Edifier penampilannya keren dan berkat woover kayunya suaranya jadi lebih hangat. Plus ada tiga mode suara yang fleksibel. Kesimpulannya ya si EDF G1500 Max ini adalah paket yang kompetitif yang menggabungkan antara estetika gamer yang keren, kualitas suara yang solid, dan serba guna. Terus build quality yang terasa premium, terutama berkat subwoover kayunya ini. Kekurangan utamanya ya kabelnya ya, karena kabelnya itu pendek dan cuma satu aja enggak dikasih backup ya. Semoga ke depan Edfire lebih loman lah. Loman apa sih? Ee lebih loman. Aduh apa ya? Dermawan lah ya. untuk dapat kita dapat kabel lagi buat back up. Tapi overall kalau kalian cari speaker active gaming yang suaranya oke, estetiknya keren, ya si Edifier G1500 Max ini bisa kalian coba sih. Saya kudi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube