Gaming, Padahal Aslinya All-Rounder! - Review Infinix GT 30 (YouTube Video)
Ini adalah Infinix GT30, versi lebih terjangkau dari Infinix GT30 Pro yang udah pernah kita review. SOC-nya pakai Dimens City 7.400, Mobile Legends bisa 120 FPS, enggak gampang panas. Fitur bypass charging ada nih di sini. Layarnya AMOLED, bezelnya tipis. Dan yang enggak kalah penting, dia punya shoulder button GT trigger seperti versi Pro-nya juga. Dan masih banyak lagi kelebihan dari HP ini yang membuatnya jadi sangat-sangat menarik. Langsung aja kita bedah si Infinix GT30 ini. Oke, ya. Infinix GT30 ini adalah smartphone terbaru Infinix dari seri GT yang memang fokusnya untuk gaming. Nah, meskipun lebih terjangkau, ternyata ada beberapa fitur gamingnya yang mirip banget dengan GT30 Pro. Oke, kita akan bahas apakah ini benar-benar HP gaming sejati atau mungkin malah lebih dari sekedar HP gaming. Dan kita mulai dulu pembahasan ini dari isi paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit Infinix GT30-nya, lalu ada screen protektor yang langsung terpasang. Silicon case ada dan ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 45 watt. Lalu ada kabel USB type C yang bentuknya L shape ya. SIM ejectornya ada dan paket dokumen juga ada dalam sini tentunya. Nah, smartphone ini punya desain yang disebut oleh Infinix sebagai meca desain. Ada juga lampu LED yang disebut sebagai mechanical light waves di back covernya. Oke, beralih ke frame. HP ini pakai desain flat dengan sudut yang melengkung seperti ini. Materialnya pakai polikarbonat baik untuk frame maupun untuk back cover-nya. Smartphone ini hadir dengan empat varian warna. Ada cyber blue, pulse green, blade white, dan shadow. Nah, itu yang kita uji kali ini ya. Smartphone dilengkapi dengan rating IP64. Jadi dia kedap debu dan aman kalau kena cipratan air. Untuk dimensinya lebar 163,7 mm, tinggi 75,8 mm, dan ketebalan di 7,99 mm. Bobotnya 190 gr. Oke, sekarang kita lihat apa yang ada di sekeliling B di HP ini. Di kanan ada tombol power, volume up and down, dan ada GT trigger. Kedua GT trigger ini punya fungsi seperti L1 dan R1 di controller game, ya. Fungsinya juga bisa diatur seperti saat melakukan double press di salah satu tombolnya atau melakukan long press di kedua tombol. Bagaimana penggunaannya nanti kita bahas dalam pengujian gaming ya. Di atas ada grill speaker, mikrofon, dan infrared blaster. Kalau sisi kiri kosong. Di bawah ada SIM tray untuk dual SIM tanpa slot micro SD. Kemudian ada mikrofone, port USB type C, dan grill speaker. Jadi kelihatan ya HP ini punya dua grill speaker di bagian atas dan di bagian bawah yang menandakan kalau speaker HP ini sudah stereo. Untuk K speakernya ini udah tergolong oke ya menurut kami ya. Volumenya bukan yang paling lantang, tapi separasi udah mencukupi dengan trel yang memang dominan dan masih adalah sedikit-sedikit bassnya. Ya, beralih ke depan. Ini adalah layar 6,78 inci AMOLED 144 Hz. Resolusinya disebut sebagai 1,5K ya atau tepatnya 2.720 * 1224 piksel. Refresh set ini adaptif jadi bisa turun ke 60 saat tidak ada aktivitas di layar. Nah, untuk pengujian brightness, layar ini bisa mencapai 616 nits untuk kondisi indoor dan 624 nits untuk simulasi outdoor. Kalau perlu tampilan layar lebih terang, tenang, masih bisa. Ada juga mode HBM atau high brightness mode. Nah, kalau diuji untuk simulasi outdoor dengan HBM, brightness-nya bisa mencapai tinggi sekali 1677 nit ya. Mantap. Jadi enggak ada masalah mau dipakai di bawah trik sinar matahari untuk tampilan layarnya ya. ya. Nah, lanjut ke pengujian warna. Di sini ada dua mode warna yang bisa dipilih. Ada bright colored dan ada original color. Di mode bright color, gamut coverage-nya ada di 100% di CP3 dengan gambut volume di 122,7% di CP3. Di mode original color, gamut coverage-nya ada di 98,8% di CP3 dengan gamut volume di 104,6% di CP3. Jadi, dua-duanya antara tinggi warnanya atau tinggi banget saturasi warnanya. Jadi hati-hati aja kalau maedit foto atau video di HP ini. Bisa jadi entar hasil editannya terlihat agak kurang berwarna kalau dilihat di perangkat lain yang mungkin 100% sRGB atau kurang. Oke, untuk bease layar ini sudah termasuk tipis ya untuk keempat sisinya. Layarnya juga dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 7i. Always on display ada di sini tapi ini 5 detikan aja ya, belum yang benar-benar bisa nyala terus-terusan. Nah, layar smartphone ini juga sudah dapat sertifikasi low blue light dari TUV Rinland. Lanjut ke bagian atas layar. Di sini ada earpiece-nya. Lalu ada kamera selfie 13 megapel F2.2 fixed focus. Perekaman video up to 4K 30 fps atau bisa juga 1080p HFS. Nah, kalau kita cek HFPS ini mungkin high FPS ya. Ini dia merekam video di kisaran 50 fps. Sayangnya belum benar-benar nyampai 60 fps. Oke, sekarang kita beralih ke belakang. Ini adalah kamera utamanya 64 megap. Bukaannya F1.75 75 dan tentunya autofokus. Kamera ini ditemani oleh LED flash dan perekaman videonya up to 4K 30 fps atau lagi-lagi 1080p hfps. Nah, selain kamera utama, HP ini juga punya kamera ultrawide 8 megap F2.2 autofokus. Perkaman video up to 2K 30 fps. Sementara untuk 1080 60 fps juga belum tersedia di sini. Nah, kalau yang ini bukan HFPS ya, tapi 30 fps yang tersedia di sini ya. Oke, sekarang kita lihat spek internalnya ya. Esos-nya pakai Mediatek Density 7400. Kalau untuk RAM 8 GB LPDDR 5X. Storage-nya 256 GB. Tentunya UFS ya. Ini UFS 2.2. Untuk setingin, smartphone ini pakai vaper chamber yang luasnya adalah 20.000 mm². Baterainya 5.500 mAh. Dan untuk charging dia pakai charger 45 watt dan sudah mendukung reverse charging 10 watt. Dan seperti dibahas tadi, dia punya bypass charging. Penting nih buat HP gaming ya. Nah, untuk sensor ini lumayan lengkap ya sensor-sensornya. Tinggal dibaca aja nih. Giryroskop, hardware tentunya ada juga ya. Untuk konektivitas tentunya ini sudah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Untuk Wii-nya Wii 6. Bluetooth-nya versi 5.4 dan sport audio Codex SBC, AAC, FTX, APX HD, LDAC, dan LHDC. Untuk NFC ada, USB-nya bisa OTG, FM radio juga ada di sini. Lumayan ya ada sarana hiburan gratis di sini. Nah, untuk sistem keamanan ada in display fingerprint scanner dan face unlock juga. Untuk OS dia pakai XOS 15 GT berbasis Android 15. Infinitus menjanjikan smartphone ini akan dapat Android update sebanyak dua kali dan security patch selama 3 tahun. Nah, ada berapa aplikasi pihak ketiga yang jadi aplikasi bawaan di OS ini? Untungnya kalau enggak dibutuhkan ini bisa dihapus dengan mudah kok. Fitur-fitur A bagaimana? Ya, ini bukan cuman ada di sini ya, ini ada banyak di sini. Adax Voice. Ini adalah AI voice assistant dari Infinix. Ada juga FAX Smart Touch yang bisa kita pakai untuk mencari sesuatu atau ekstrak teks dari gambar. Ada AI Note yang bisa kita pakai untuk mengubah sketsa dari gambar dengan gaya yang berbeda-beda. Nah, lalu di aplikasi AI Gallery kita juga bisa menemukan fitur-fitur AI seperti AI Easer, AI extender, dan AI sharpness plus. Ada juga fitur AI cut out yang bisa dipakai untuk mengekstrak objek dari gambar. Seperti ini nih, ya. Nah, keren kan? Tentunya Circle to Search juga ada di sini ya. Kalau mau pasang Gem ini juga bisa sih, tinggal nginstall doang. Nah, untuk fitur AI pada gaming kami menemukan sedikit perbedaan ya jika dibandingkan dengan GT30 Pro. Di GT30 Pro ada fitur spesifik untuk Gensin Impact seperti auto pickup, accelerate dialog, running lock, dan lain-lain. Nah, fitur seperti itu belum ada di GT30 ini. Mungkin ini jadi fitur yang membedakan antara GT30 dan GT30 Pro. Setidaknya untuk fitur pendukung gaming lainnya masih ada beberapa nih. Misalnya di PUBG Mobile itu ada fitur seperti magic voice changer, graphic enhancement, immersive sound, dan tentunya GT trigger. Oke, kita langsung masuk ke dalam benchmark-nya aja ya. Untuk Antute 10 dia dapat R768.000-an dan kita juga tes Antutu 11 dan dia dapat hampir sejuta nih, R979.000-an. Tapi ya itu Antoto 11 emang lebih tinggi selalu dari Antoto 10 ya. Lanjut untuk Geig Bandch 6. Single core-nya di 1062, multi core di 3.203. Jangan samakan dengan G99, G100, dan G200. Ini jauh lebih kencang. Oke. Lalu untuk sling shot Extreme Open GL IS 3.1, graphic skornya di 6.459. Nah, untuk terima quat life stress test kita lihat best score-nya 3.877, low score-nya 3.859. Jadi, stability-nya tinggi di 99,5% dan ini tanpa pakai kipas. Lanjut untuk JFX Benzp Manhattan 3.1 offsreen dapat 71 fps. 1080p car chase off screen dapat 41 fps. Oke, sekarang kita lihat performa gaming-nya ya. Nah, setelah punjan gaming kita set refresh trai 144 Hz. Ya, di menu settings kita juga atur refresh rate secara manual untuk game yang diuji ke 120 Hz. Saat bermain game, kita juga bisa mengakses menu XBost AI dengan swipe di pojok kiri atas layar seperti ini. Nah, di menu ini kita bisa atur berbagai fitur gaming seperti pengaturan GT trigger, mode performa, dan bypass charging. Selama pengujian kita juga atur mode performa di menu XBOT AI ke performance. Kita mulai dari subway server. Nah, game ini langsung bisa berjalan di refresh rate 120 Hz. Hasilnya game jalan mulus di 120 fps. Lanjut ke Real Racing 3. Nah, game ini juga bisa jalan di refreshed rate 120 Hz dan hasilnya ya mulus lancar di 120 fps selama pengujian. Oke, sekarang kita coba Mobile Legends. Setting grafis yang terbuka di sini bisa nyampai ultra dengan frame rate ultra juga atau 120 FPS. Dan selama pengujian game ini berjalan di kisaran 95 sampai 121 FPS. Udah mantap yang satu ini. Oke, lanjut untuk PUBG Mobile. Setting grafis maksimal yang terbuka di sini sampai HDR dan frame rate di ultra atau 40 fps. Nah, kalau setting grafisnya smooth, frame rate-nya bisa dibuka sampai extreme plus atau 90 fps. Nah, selama pengujian kalau kita pakai setting terakhir kita lihat bahwa game-nya berjalan di kisaran 79 sampai 90 fps. Udah mantap ya. Nah, untuk Gyro aiming tentunya aman juga karena yang satu ini udah pakai hardware Gyro dan kita juga bisa menggunakan GT trigger yang ada di smartphone ini. Secara default, tombol kiri dipakai untuk scope dan tombol kanan untuk nembak. Tapi kalau kita mau ubah fungsi trigger ini bisa juga. Lanjut untuk Gensin Impact. Kita pakai setting highest 60 fps. Di 18 menit awal frame rate ada di 25 sampai 36 fps. Setelah itu game berjalan cukup stabil di kisaran 30 fps sampai pengujian selesai. Saat kami cek suhu permukaannya, terlihat kalau suhu bagian belakang tuh hanya mencapai 37 derajat Celcius di area dekat modul kamera. Ini aman banget. Ini menariknya panas di bagian back cover ini bisa disebar dengan baik. Nah, ke bagian layar sekarang kita lihat ya. Suhu tertingginya cuma nyampai 36 derajat Celcius di area kiri layar dekat modul kamera selfie. Lagi-lagi ini aman sekali. Sekarang kita coba lihat kalau kita pakai kipas di setting high 60. Nah, di sini kita mulai dapat frame rate yang hampir mulus di 40 fps dengan sekali ada frame drop di bawah 40 fps. Oke, karena penasaran kita juga coba main Gensin Impact di setting lowest 60 fps. Di setting ini ternyata frame rate maksimumnya terkunci di 40 fps aja. Saat kami uji frame rate-nya tuh mulus 40 fps terus sampai akhir pengujian. Sepertinya smartphone ini bisa mendeteksi saat game ini sedang dimainkan dan langsung mengunci frame rate maksimumnya ke 40 fps. Nah, menurut kami ini adalah langkah yang bagus ya, karena game dengan frame rate yang stabil ini akan lebih nyaman dibandingkan kalau selalu ngejar frame rate maksimum tapi enggak stabil, naik turun kejauhan. Oke, untuk ranking-rankingan eh smartphone ini masuk ranking B plus kalau tanpa kipas dan A kalau pakai kipas. Oke, sekarang kita masuk ke dalam pengujian kamera. Oke, di tangan kita kali ini sudah ada Infinix GT130 nih. Jadi, langsung aja kita lihat kemampuan kameranya. Kali ini yang menguji kameranya adalah H sama Hasvi ya, tapi masih dipandu sama saya juga kok. Jadi, kita akan coba bahas bareng perlahan nanti ke depannya. Saya akan juga lepas pengujian kameranya ke Hasmi juga biar dia bisa mandiri gitu ya. Dulu kan udah ada Nova Lisan udah bisa sendiri kan. Sekarang gantian nih junior reviewer baru. Kita harus kita training dulu. Sip. Oh ya, suara yang kalian dengar dari tadi itu suara langsung dari mikrofon semamponya ya. Kita enggak pakai mikrofon exal di sini. Kalau untuk vlogging atau video sehari-hari hasilnya kurang lebih seperti inilah. Oke, kita mulai pengujian kameranya dari kamera selfie-nya dulu. Untuk kamera selfie di 4K 30 fps hasilnya seperti ini. Detailnya tinggi dengan ketajaman yang pas. Saturasi warna sudah pas dengan ton warna yang sedikit kekuningan. Kita juga coba di 1080p hfps. Hasilnya juga tetap bagus ya. Sayangnya HFPS di sini bukan berarti 60 fps ya. Saat kami tes frame rate video hanya sampai 50 fps. Kami juga sudah coba matikan stabilizernya, tapi ternyata tetap saja jalan di 50 fps. Belum bisa jalan di 60 fps. Kamera selfie-nya juga masih fix fokus ya, belum autofokus. Untuk dynamic range standar aja di kondisi cahaya yang ekstrem. Bagian terang masih over expose tapi bagian wajah masih bisa terlihat dengan jelas. Berikutnya kita cek stabilizernya. Secara default fitur ultra steady-nya aktif ya. Di sini fitur ini bikin video jadi stabil, tapi memang bikin gambarnya jadi sedikit nge-crop. Di resolusi 4K 30 fps, videonya bisa stabil dengan jater yang minim. Menariknya saat kita pindah ke 1080p fps, stabilizernya juga bisa aktif di sini. Sekarang kita pindah ke kamera utamanya. Pertama kita coba di 4K 30 FPS dan hasilnya mantap ya. Kamera utamanya enggak kaleng-kaleng nih walaupun ini HP gaming. Di kamera utamanya juga ada hfps dan hasilnya juga tetap oke dari segi kualitas gambar. Untuk dynamic range kamera utamanya ini sudah tergolong baik ya. Bagian terang masih ada over exposed dikit sih, tapi bisa kita lihat awan dan biru langit masih bisa terlihat, wajah juga masih bisa terlihat dengan jelas di sini. Kita lanjut cek stabilizernya. Di resolusi 4K 30 fps stabilizernya bekerja dengan baik. Gimana dengan 1080 pH fps? Tentunya di sini stabil juga ya. Untuk cheater masih bisa terlihat tapi ini belum sampai tingkat yang mengganggu. Sekarang kita lanjut ke kamera ultra wide-nya. Kita coba di 2K30 fps dan untuk standar ultra wide mid range ini termasuk bagus loh hasilnya. Di kondisi cahaya yang cukup detailnya sudah tergolong. Oke. Memang tidak sedetail dan setajam kamera utama tapi udah oke untuk kelas harganya. Yang menariknya lagi kamera ultrawide di HP ini tuh autofokus jadi bisa untuk foto atau video dengan jarak yang super dekat. Yang menariknya lagi adalah ternyata kamera ultrawide-nya ini punya dynamic range yang baik. Detail di langit masih terlihat dengan jelas dan muka juga masih bisa diekspos dengan baik. Kita lanjut cek stabilizernya. Saat kami coba di resolusi 2K 30 fps, selama fitur ultra steady-nya tidak kita matikan, video bisa stabil dengan jater yang minim. Kita juga sudah coba di 1080 p 30 fps dan hasilnya stabil juga. Sekarang kita mau bahas pengalaman multi kameranya. Yang pertama itu soal transisi antar kameranya. Saat merekam video ternyata kita bisa pindah-pindah lensa dari kamera utama ke ultrawide dan sebaliknya. Tapi fitur ini terbatas untuk resolusi 1080p 30 fps. Ya, kita juga belum bisa pindah langsung dari kamera belakang ke kamera depan saat lagi merekam video. Untuk perpindahan kameranya sendiri ya untuk kelas harganya udah tergolong mulus lah. Bisa pindah kamera aja udah bagus kok. Berikutnya kita mau cek konsistensi warna antar kameranya yang mengejutkan. Perbedaan warna antar kameranya enggak terlalu jauh nih. Jadi mau pakai kamera utama atau ultrawide warnanya mirip-mirip aja. Sekarang kita masuk ke kondisi low light. Pertama kita cek kamera selfie-nya. Di kondisi low light kualitas gambarnya sudah mulai menurun ya. Kita coba di 4K 30 fps. Hasilnya masih cukup terang, detail masih cukup terjaga, tapi noise lumayan terlihat di sini. Kita juga coba di 1080 pH fps. Hasilnya seperti ini. Gambar terlihat soft, detail, belum sebaik 4K 30 fps. Tapi yang kami salut di kondisi segelap ini, video high FPS masih bisa tergolong terang loh ini. Lalu kita cek stabilizernya. Di resolusi 4K 30 fps, stabilizernya bisa berjalan dengan baik. Tapi jater sudah mulai makin terasa nih. Pindah ke resolusi sebuah 40 pH fps, videonya juga stabil dengan cheater yang lebih minim. Sekarang kita coba kamera utamanya di kondisi low light. Di 4K 30 FPS detail sudah mulai berkurang dan noise juga sudah mulai bermunculan. Gimana kalau di 1080p HFPS? Di sini gambar masih cukup terang, tapi kami mendapati adanya penurunan frame rate. Jadi di beberapa situasi bisa turun ke bawah 30 FPS. Ini bikin perekaman videonya jadi sedikit patah-patah ya. Sayangnya auto FPS ini belum bisa dimatikan. Lalu kita cek stabilizer kamera utamanya di 4K 30 fps. Videonya bisa stabil tapi menurut kami gaternya cukup terasa ya di sini. Lalu di resolusi 1080 PH FPS stabilizernya bisa kami bilang sih mirip-mirip aja lah. Sekarang kita cek kamera ultrawide-nya di resolusi 2K30 fps. Detail gambar sudah mulai berkurang dan noise juga mulai bermunculan. Menariknya, video dari kamera ultrawide-nya ini masih cukup terang ya. Tapi kami tetap menyarankan untuk pakai kamera ultrawide-nya di kondisi cukup cahaya aja untuk hasil yang lebih baik. Perbedaan kualitas gambar ini adalah hal yang wajar ya mengingat ultrawide-nya kan beda sensor dengan kamera utamanya. Kalau urusan stabilizer, kita coba di 2K 30 fps. Di ultrawide-nya juga bisa stabil, tapi dengan jater yang belum tergolong rapi-rapi banget lah. Kita lanjut ke fotografi. Secara umum hasilnya sudah cukup bagus untuk sebuah HP yang sebenarnya diarahkan untuk gaming ya. Di kondisi cukup cahaya, semua kameranya punya hasil yang cukup baik untuk las harganya. Di kondisi cahaya yang ekstrem, dan dimikrnya juga aman karena HDR processing-nya akan otomatis aktif. Untuk mode portrait, efek boken-nya juga sudah cukup rapi. Di kondisi low light, hasil fotonya juga cukup oke berkat adanya fitur night mode yang otomatis aktif. Tapi catatannya ini bikin shutter kamera jadi sedikit delay saat kita mengambil gambar. Jadi pastikan tangan kita stabil kalau mau ngambil foto di kondisi low light. Tapi kalau dirasa tidak perlu, fitur ini juga bisa dimatikan. Sekarang kita bahas fitur ekstranya. Selain bisa dipakai pas main game, ternyata GT trigger di HP ini juga bisa kita pakai untuk ambil foto. Tapi fungsi ini secara default belum aktif, ya. Jadi kita perlu nyalakan dulu di menu setting. Untuk GT trigger, kita bisa tekan sekali di salah satu tombol untuk ambil gambar atau dihold untuk bersyuting. Fitur berikutnya, HP ini juga punya pro mode ya, bisa dipakai untuk kamera utama dan ultrawide-nya juga. Untuk detail ISO dan shutter speed-nya bisa kalian lihat di layar aja ya. Fitur berikutnya ada dual video yang bisa kita pakai untuk rekam video dari kamera depan dan kamera belakang sekaligus. Wah, dual video fitur HP mahal nih. Untuk layout videonya bisa diatur mau bersebelahan atau salah satu videonya jadi pop up kecil di video utama. Video dari kamera belakangnya juga bisa kita pilih mau pakai kamera utama atau kamera ultra wide. Wih, mantap nih. Lalu fitur slow motion juga ada dengan resolusi 1080p 120 fps. Untuk kualitas gambarnya jangan dibandingkan dengan video normal ya. Wajar kalau video slow motion hasilnya itu enggak sebagus video normal. Oke, itu dia pengujian kameranya Infinix GT30. Kalau ditanya apa sih yang kurang atau hal yang masih perlu ditingkatkan oleh Infinix? Yang pertama itu perekaman video HFPS. di sini bukan berarti 60 fps ya, lebih mengarah ke di atas 30 fps aja. Harusnya ini bukan keterbatasan SOC atau sensornya ya. Ini simply keputusan Infinix untuk melimit frame rate-nya aja. Berikutnya stabilizernya belum tergolong yang rapi-rapi banget nih. Di kondisi terang aja gaternya masih bisa terasa sedikit. Lalu kita juga menemukan adanya frame drop saat lagi pakai 1080p high fps di kondisi low light. Dari sisi kelebihannya, perekaman videonya bisa 4K 30 fps untuk kamera depan dan kamera utamanya. Ini masih jarang ada yang bisa loh untuk kelas harganya. Lalu stabilisasi bisa jalan di semua resolusi. Kamera utama dan ultrawide-nya punya dynamic range yang sangat baik. Lalu kamera ultrawide-nya punya autofokus dan pengalaman mult kameranya juga oke. Kita bisa pindah-pindah kamera setelah merekam video dan pergeseran warnanya juga minim. Kesimpulannya, kamera smartphone ini terlalu bagus untuk sebuah HP gaming. Kata siapa HP gaming harus ngorbanin kamera? Infinix membuktikan bisa kok gaming oke, kamera oke. Nice job Infinix. Sekarang kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lanjut untuk pengujian daya tahan baterainya. Untuk YouTube offline video playback 1080p, baterai baru habis setelah 23 jam 16 menit. Untuk baterai 5500 ini hasil yang bagus ya. Untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR, baterai berkurang hanya 2% selama setengah jam. Untuk scrolling TikTok ya selama setengah jam baterai juga berkurang hanya 3% biasanya sekitar 4 sampai 5%. Untuk Genin Impact high 60 baterai berkurangan juga enggak nyampai 10% bahkan hanya 8% dalam 30 menit. Oke, sekarang kita lihat kecepatan chargingnya. Untuk mencapai 50% kita butuh waktu 27 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 2 menit. Hasil yang sudah wajar ya, udah mantap di sini. Lanjut untuk Netflix ya. Ini udah white L1 jadi bisa streaming sampai full HD tapi memang belum ada dukungan untuk HDR. Untuk YouTube streaming bisa sampai 2160p 60 fps pakai HDR. Untuk heptic feedback getaran dihasilkan ini cukup akurat ya dan kekuatannya konsisten. Lalu untuk Wii sharing ini tersedia. Kita cukup aktifkan personal hotspot saat kita terhubung ke Wii dan otomatis Wii kita ya yang kita koneksi-koneksi Wii kita itu akan di-share internetnya ke device-device lain kita atau bisa juga ke teman-teman kita ya. Nah, untuk harga Infinix GT30 ini hanya hadir dalam satu varian RAM storage aja di RAM 8 gig dan storage 256 GB dan harganya adalah Rp3.499.000. Untuk info selengkapnya cek aja di kolom deskripsi. Oke, kita lanjut ke hal yang perlu diperhatikan. Oke, pertama always on display di smartphone ini. Ini baru 5 detikan bukan yang always beneran ya. Kemudian di sini tidak ada audio jack 3,5 mm. Jadi kalau mau gaming dengan headset tanpa delay, kita harus pakai adapter tambahan. Lalu ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan di pengujian kamera. Pastikan itu penting atau tidak untuk kalian. Nah, dari si menariknya di sini tentunya udah ada GT trigger, lalu ada fitur bypass charging. Ini udah gaming banget ya. Lalu desainnya ini ya berkarakter di sini. Dan sebetulnya ini masalah preferensi aja ya. Ada yang suka dan ada yang mungkin tidak ya. Menurut kami ini keren-keren aja. Lagian kalau enggak terlalu suka tapi happy dengan speknya dan kemampuannya, casingin aja beres ya. Kemudian layar sudah pakai AMOLED dengan refres set yang tinggi. Game esport seperti Mobile Legends juga udah jalan di 120 fps. Performa gamingnya stabil, suhunya adem, kameranya termasuk bagus, bahkan bisa bersaing dengan yang non gaming sekalipun dan dia bahkan sudah punya ultrawide juga ya. Kemudian ada jaminan dua kali Android update dan 3 tahun security update. Ini udah lumayan banget di kelas harga segini dan dia juga ada tahan airnya ya. IP rating IP64 ya paling enggak kena hujan-hujan amanlah ya. Jadi terlihat ya kalau Infinitex GD30 ini menawarkan performa yang konsisten dan punya berbagai fitur menarik untuk kelas harganya. Fitur gaming yang ada di versi Pro seperti G Trigger itu tetap ada di smartphone yang satu ini. Game esport seperti Mobile Legends PUBG juga bisa jalan di frame rate yang tinggi. Game berensin Impact di setting grafik tinggi juga masih bisa dilibas dengan performa yang stabil dan suhunya adem banget. Ini akan cocok untuk yang nyari smartphone dengan performa gaming yang kencang dan punya suhu yang adem. tapi tetap mumpuni untuk pengguna sehari-hari. Yang kami enggak nyangka adalah kemampuan kameranya yang termasuk bagus untuk kelas harganya. Ini judulnya aja smartphone gaming, tapi setelah pengujian kami malah bilang ini smartphone allrounder ya. Kalau kurang cocok sama desainnya ya seperti yang tadi bilang ya tutup aja bes. Udah ya. Jadi salut untuk Infinix ini adalah smartphone yang sangat-sangat menarik untuk kelas harganya. Saya Ded Irfan Jaka TV.
