Jungkat

GARA-GARA Qualcomm: Laptop Murah Baterai Bisa 20 Jam & AI-nya Kencang (YouTube Video)

  • 26/05/2025

Menurut kami, kita semua harus berterima kasih kepada Qualcom dengan Snapdragon X series-nya. Tanpa ada Snapdragon X Series, rasanya sih ya laptop-laptop zaman sekarang itu kemampuan AI-nya masih ya segitu-gitu aja ya. Ee daya tahan baterainya juga masih tidak terpacu dan terpicu sama Snapdragon X series laptop ya. Masih pada ya 12 jam udah bagus. Sekarang patokan bagus berubah jadi harus bisa 20 jam lebih. Semua dipicu sama siapa nih? nih jajanan laptoplaptop yang pakai Snapdragon X series ya dan perkembangannya juga udah semakin e meningkat jauh sekarang. Mau tahu seperti apa? Yuk kita bahas. Ya, kehadiran laptop Snapdragon memang memicu kenaikan standar laptop. Tentunya standarnya jadi lebih baik ya. Padahal baru 1 tahun loh Qualcom memperkenalkan laptop Snapdragon di Komutx 2024. Dan saat video ini dibuat di Komx 2025, kita bisa lihat ya dampak hadirnya dari Snapdragon X series di dunia laptop. Salah satu yang naik standarnya adalah daya tahan baterai. Dulu laptop dengan daya tahan baterai belasan jam itu udah bagus banget. Tapi coba lihat sekarang standar daya tahan baterai laptop ini naik di atas 20 jam berkat munculnya laptop-laptop Snapdragon. Kini daya tahan baterai basan jam rasanya jadi biasa-biasa aja. Menariknya tadinya tuh hanya laptop Snapdragon yang punya data baterai di atas 20 jam. Tapi coba lihat sekarang laptop dengan Pressor X86 mulai mencoba mengejar standar daya tahan baterai yang dibuat oleh laptop-laptop Snapdragon. Laptop dengan prosesor X86 tertentu kini punya daya tahan baterai bisa menembus 20 jam. Bahkan baterai serit itu tetap bisa dicapai dengan performa yang tetap tinggi. Tapi perlu diingat, tidak semua laptop X86 bisa mencapai daya tahan baterai 20 jam. Sementara kalau laptop Snapdragon itu rata-rata yang kami uji ya itu mampu mencapai daya tahan baterai 20 jam bahkan lebih. Menariknya kalau butuh laptop Snapdragon dengan daya tahan baterai 20 jam kita enggak perlu loh beli yang harganya di atas Rp20 juta. Laptop Snapdragon di bawah Rp15 juta pun daya tahan baterainya bisa 20 jam seperti contohnya Asus Vivobook S14 dan Lenovo Idapad Slim 5X yang sudah pernah kami uji sebelumnya. Bahkan laptop Snapdragon dengan baterai kapas sekecil pun daya tahan baterainya itu masih bisa mencapai 17 jam seperti Asus ZenBook A14 yang udah pernah kami review. Tentunya karena kapas baterainya itu kecil, bobot laptopnya jadi super ringan jauh di bawah 1 kg. Nah, di competence 2025 kali ini kami juga diperlihatkan demo daya tahan baterai laptop Snapdragon. Di sini Qualcom menggunakan laptop Snapdragon dari Asus dan HP di mana keduanya diperlihatkan sudah memutar video selama 16 jam. Menariknya saat kami cek sisa kapasitas baterainya ternyata masih ada sekitar 45%. Padahal udah nyala selama 16 jam loh, tapi baterainya baru berkurang sekitar 55% aja. Ini mau berapa lama lagi sampai laptopnya habis baterai nih. Jadi udah sepantasnya lah kita ucapkan terima kasih Qualcom. Kalian sudah bikin standar daya tahan baterai laptop tuh jadi bisa 20 jam. Bahkan untuk laptop yang harganya relatif terjangkau sekalipun. Nah, selain datang baterai, standar laptop yang juga naik adalah kemampuan AI. Ini bisa dilihat dari nilai tops dari NPU-nya ya, sekarang naik berkali-kali lipat. Sebelumnya NPU di prosessor selain Snapdragon itu kemampuannya cuman ya belasan tops aja. Tapi sejak Qualcom memperkalkan prosesor dengan NPU 45 tops ya yang lain itu jadi ikut mengeluarkan prosesor dengan kemampuan tops yang tinggi untuk NPU-nya. Uniknya untuk Pressor Snapdragon itu semua variannya, iya semua variannya itu punya kemampuan NPU 45 tops, baik tipe yang paling kencang maupun yang paling terjangkau. Jadi walaupun beli yang harga terjangkau, laptop kita tetap punya kemampuan AI yang mirip seperti yang harganya lebih tinggi. Sementara untuk kompetitornya, kemampuan NP-nya bervariasi antara tipe tertinggi dengan tipe yang terendah. Nah, lucu nih walaupun kompetitornya punya nilai tops yang tinggi, ternyata hasil implementasinya juga masih bisa berbeda. Salah satunya bisa dilihat pada fitur Windows Studio Effect di mana laptop Snapdragon fiturnya itu lebih banyak dibandingkan laptop-laptop yang pakai X86. Selain itu, load CPU pada laptop Snapdragon juga lebih rendah saat NPU digunakan dibanding laptop-laptop X86. Tentunya load CPU lebih rendah tersebut membuat konsumsi baterai jadi lebih irit. Oh ya, kita enggak perlu khawatir ya sama aplikasi yang bisa pakai NPU. Nah, menurut Qualcom saat ini sudah ada lebih dari 50 fitur pada aplikasi-aplikasi ternama yang sudah bisa memanfaatkan kemampuan NPU di prosesor Snapdragon. Salah satu kita bisa lihat adalah di aplikasi Premiere Pro. Fitur scene edit detection-nya kini menggunakan NPU untuk prosesnya. Uniknya, Premiere Pro yang digunakan ternyata masih belum versi native. Jadi, Adobe Premiere Pro ini berjalan di mode emulasi. Lucu juga ya, aplikasi yang jalan di mode emulasi tapi tetap bisa pakai NPU-nya prosesor Snapdragon. Nah, selain itu untuk juga bisa pakai NB-nya di aplikasi Music Production seperti QBASE ini seperti misalnya untuk mengubah suara atau mengubah pitch secara real time. Suara vokal dari video klip musik atau film yang kita tonton juga bisa kita hilang nih secara real time ya pakai aplikasi seperti Moises. Kita juga bisa menggunakan NPU-nya di aplikasi Gigapixel AI untuk mengubah gambar yang low rest jadi high rest dan lebih tajam. Bahkan NPU-nya juga bisa dipakai untuk menciptakan gambar dari input teks atau promp dengan aplikasi Bria AI. Biasanya sih aplikasi yang begini butuh GPU tambahan yang kencang, tapi ini cukup pakai NPU yang hemat daya. Aplikasi chatboot seperti anything lm sekarang juga bisa pakai NPU loh. Menariknya, kemampuan Eid NPU ini juga bisa dipakai di perangkat kios untuk memesan makanan misalnya ya. Jadi kita enggak perlu repot buka menu dan lihat satu persatu makanan dan minuman yang tersedia. kita cukup ngobrol dengan kiosnya untuk meminta rekomendasi makanan minuman yang sedang kita inginkan dan pilihannya akan muncul dengan segera. Nah, jadi kelihatan ya AI-nya prosesor Snapdragon kini juga bisa dipakai untuk keperluan bisnis. Satu hal yang pasti dengan adanya NPU kita tetap bisa melakukan komputasi AI di aplikasi tersebut tanpa perlu connect ke internet. Jadi kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan bantuan AI bahkan saat berada dalam pesawat tanpa koneksi internet sama sekali. Terima kasih banget ya Qualcom ya. Sekarang semakin banyak aplikasi sehari-hari yang bisa menggunakan NPU di prosor Snapdragon. Siapa tuh yang bilang kalau enggak ada aplikasi yang pakai NPU di processor Snapdragon? Nah, bicara soal aplikasi kalau dibandingkan 1 tahun yang lalu, jumlah aplikasi native untuk laptop Snapdragon juga meningkat dengan sangat signifikan. Bahkan kini jumlahnya diklaim sudah naik tiga kali lipat. Iya, tiga kali lipat. Padahal baru 1 tahun loh laptop Snapdragon ada di pasaran. Jadi kelihatan ya semakin banyak developer yang tertarik merilis aplikasi mereka untuk laptop Snapdragon. Bahkan emulasi dengan aplikasi X86 itu juga makin baik seperti yang kita lihat tadi di Adobe Premiere Pro. Nah, lalu bagaimana kalau aplikasi game-nya? Tenang, walaupun daftar Snapdrag itu enggak dirancang buat gaming. Ya, benar loh, enggak dirancang buat gaming nih, tapi Qualcom tetap serius untuk hal yang satu ini. Buktinya Qualcom mengklaim saat ini sudah ada lebih dari 1400 judul game yang bisa dijalankan di laptop Snapdragon. Ini mengejutkan sih karena Qualcom harus memvalidasi 1400 lebih judul game tersebut satu persatu. Apakah bisa berjalan normal dengan lancar di laptop Snapdragon atau tidak. Dan semuanya ini dilakukan hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Niat banget sih Qualcom. Padahal laptop Snapdragon itu fokus utamanya bukan buat main game tapi buat produktivitas ya buat kerja sebetulnya. Nah, jumlah game sebanyak itu juga membuktikan kalau kompatibilitas aplikasi X86 untuk dijalankan di laptop Snapdragon jadi makin bagus saat ini. Nah, seperti kita ketahui kebanyakan game yang ada saat ini tidak dirancang khusus untuk laptop Snapdragon, tapi dirancang untuk laptop berbasis prosesor X86. Jadi, kebanyakan game itu akan berjalan di mode emulasi saat dimainkan di laptop Snapdragon. Tapi ternyata gameennya lancar-lancar aja tuh dimainkan di laptop Snapdragon ya. Nah, ini juga ditunjang dengan update driver GPU secara berkala dari Qualcom. Jadi, game makin stabil dan performa juga lebih optimal. Nah, di kompleks 2025 ini, Qualcom juga memamerkan bahwa Game Kingdom Come Deliverance 2 yang menggunakan Cry Engine bisa dijalankan dengan lancar di laptop Snapdragon. Ini bukan game jadul loh, tapi game baru yang baru keluar bulan Februari 2025 yang lalu. Lalu ada juga game Fortnite yang dalam waktu dekat bisa dijalankan di laptop Snapdragon. Lagi-lagi terima kasih Qualcom karena kalian begitu serius menangani kompatibilitas aplikasi. Ini baru 1 tahun loh, 1 tahun lalu saat Cometx 2024 hanya ada sekitar 30 tipe laptop yang pakai Snapdragon. Itu pun udah terhitung lumayan banyak jumlahnya ya. Tapi di Komx tahun ini Qualcom menggunakan ada lebih dari 85 model laptop yang menggunakan prosesor Snapdragon. Hampir tiga kali lipat nih peningkatannya ya. Bahkan di tahun depan ditargetkan jumlahnya meningkat lagi hingga lebih dari 100 model laptop. Jadi katanya ya makin banyak produsen yang tertarik bikin laptop berbasis Snapdragon. Hmm kalau jumlahnya sudah sebanyak itu, jangan-jangan Qualcom sudah melihat nih arah perkembangan laptop Snapdragon mereka nantinya ya. Terlepas dari itu sebagai pengguna kita jadi diuntungkan dengan semakin banyak pilihan laptop Snapdragon yang menarik-menarik. Gimana? Keren-keren kan? Ke depannya bahkan Qualcom ini mau masuk ke ranah server. Kayak gimana tuh jadinya entar ya? Harusnya sih e server-server jadi hemat daya tuh. Kalau hemat daya bisa laku dong. Kan kalau di server itu yang namanya hemat daya luar biasa penting banget ya. Tapi kita lihat nanti ya perkembangannya ya. Mungkin akhir 2025, mungkin awal 2026 nanti mungkin ada kabar ya kalau soal yang satu itu ya. Tapi yang jelas balik lagi menurut saya ya udahlah ya kita harus bilang terima series-nya. Saya D Irfan Jaka Ibu TV. [Musik]

Lihat di YouTube