Jungkat

Garmin Kemahalan ? Coba Smartwatch 500 Ribuan ini ! CitiJungle NeoGPS (YouTube Video)

  • 18/02/2026

Kalau emang jualannya jujur dan barangnya bagus, enggak mungkin si seller itu nulis seperti ini di kolom deskripsi. Dan asal kalian tahu ya, seller yang deskripsinya red flag kayak gini itu produk yang kemarin Mas Dika sempat unboxing. Dan jujur aja, first impression saya tuh lumayan oke ya untuk jam tangan ini. Bodinya niat, fisiknya cakep, wheel quality-nya mantap dan bahkan saya sampai mikir ini cukup proper untuk sebuah smartwatch yang bisa tergolong murah untuk harganya. Tapi pas saya riset-riset dan nemu ancaman seperti di kolom deskripsi tadi, saya langsung mikir deh, kenapa sampai sellernya takut terhadap komen negatif? Lalu apa yang disembunyikan? Pembunuh Munir kah? Ya udah, biar semuanya kejawab, yuk sekarang kita bahas. Jadi, barang yang saya maksud tadi adalah smartwatch City Jungle Neo GPS. Smartwch ini ada di harga sekitar R00 sampai R00.000-an dan bisa dibilang ini barang ODM. Soalnya pas saya cek di Google Lens itu banyak banget tipe yang setara. Dan setelah saya ulik-ulik, tipe aslinya itu ada di DM56. Kalau kita buka link marketplace-nya, fitur yang ditampilkan, gambar, dan highlight fiturnya tuh sama aja. Dan bahkan untuk statement sellernya itu plek ketiplek sama banget. Buat kalian yang ngasih review jelek, wah bakalan hilang tuh garansinya. Ya, sebenarnya kesalahan barang sih itu wajar banget ya. To juga ini produk ODM. Kalian tahu sendirilah secara kualitas ya memang ada ODM yang enggak buruk-buruk banget, tapi ada juga yang parah banget. Tapi tetap enggak habis pikir sih kenapa sampai seller ngasih ancaman kayak gitu. Apakah memang ada sesuatu yang disembunyikan? Coba yuk kita ulik dari desainnya dulu. Dari segi fisik atau desain, look-nya ini memang menarik banget. Jam tangannya itu gede, gemoy, walaupun masih lebih menarik Devina Karamoy. Jujur aja ya, bentuk dan desainnya ini tergolong yang cakep buat kita-kita tim DKID yang memang kebiasaan pegang smartwatch yang entry level banget, murah banget sampai yang mahal banget. Ini secara desain dan build quality masih oke banget loh. Jadi pas dipegang-pegang itu feel-nya kerasa solid banget, feel bahannya juga metal itu juga kerasa enak banget di tangan. Tapi tetap aja sih sisi entry levelnya juga masih kerasa. Jujur ya untuk tangan saya yang lumayan gede ini karena memang ini saya pakai beberapa hari itu feel-nya juga cukup enak walaupun memang ada beberapa catatan. Catatan pertama karena jamnya gede dan feel atau finishingnya dari metal ini secara bobot dari beberapa jam yang saya pakai belakangan ini ada Colmi V76 atau yang Black Shark yang kemarin di-review sama Azura. Ini yang paling berat. Jadi semisal kalau lagi dipakai lama atau dipakai running gitu di treadmill itu lumayan banget loh kerasa di tangannya dan apalagi saat posisi kita pakai untuk tidur. Dari ketiga jam tangan yang kemarin sempat di-unboxing sama Mas Dika ini yang paling gede. Ini yang paling jumbo. Jadi kalau dipakai tidur itu ini yang paling kerasa ganjel. Sama satu lagi nih menurut saya untuk strapnya sendiri ini secara finishing masih entry level banget. Walaupun secara apa ya kalau kita pakai harian ini gak gatal seperti Colmi V76 yang beberapa hari lalu kita review. Cuman tetap karetnya sendiri ini kerasa kayak murahan banget dan ini enggak lentur sama sekali jadi agak kerasa kaku. Tapi beruntung si City Jungle ini dia kasih strap bawaan dan satunya menggunakan nilon dan jujur aja kalau kita pakai di nilon tuh jauh lebih enak dibandingkan dengan strap yang karet kayak gini. Jujur aja rasa kesal saya terhadap build quality-nya, finishing yang menurut saya agak sedikit acak-acakan. Lalu strapnya yang memang agak murahan banget itu sedikit terhobati di bagian layar. Sekarang kita bahas masalah layarnya. Layarnya ini benaran cakep, bahkan lebih cakep dibandingkan dengan Colmi V76. Di mana walaupun layarnya sama-sama menggunakan AMOLED, di sini jauh lebih enak. Jujur aja untuk hitamnya lebih pekat dan warnanya lebih gonjreng juga. Untuk ukuran jam tangannya masih sama di 1,43 inch dan untuk resolusinya juga sama persis di 466 di* 466 piksel. Lalu untuk sebuah smartwatch yang lumayan gede seperti ini untuk beasel di bagian layarnya juga tipis banget. Ini cakep banget jujur aja. Lalu ada fitur Audi juga walaupun cuman beberapa detik aja dan kayak smartwatch pada umumnya pilihan watchpace-nya juga banyak banget. Kita bisa pilih lewat aplikasinya. Tapi apa mau dikata, barang terjangkau pasti ada komprominya. Enggak mungkin kan kasih barang murah tapi dengan kualitas yang semuanya bagus. Ya, barangnya memang laku sih, tapi bisnisnya mati kaku. Oke, di bagian layarnya komprominya itu saat kita pakai untuk geser-geser menu feel patah-patahnya masih kerasa banget. Dan kalau kalian notice, icon-icon yang ada di smartwatch ini tuh mirip banget kayak punya si Huawei. Bahkan ada beberapa yang plek ketiplek sama si Huawei. Tapi it's ok lah ya dia mencontek atau mengambil icon-icon dari Huawei. Paling enggak kan si Huawei itu sendiri kan untuk masalah varable seperti ini dia nomor satu di dunia. Nah, untuk masalah software-nya si City Jungle ini punya aplikasi yang namanya Glory Fit Pro. Nah, di dalam aplikasinya tampilan UI-nya ini mirip juga sama punya Huawei. Coba deh kalian perhatikan UI ini. Tapi seenggaknya untuk fungsi dan fiturnya juga berguna kok. Enggak cuman gimmik sama doang. Nah, di aplikasinya enggak cuman buat lihat detail dan hasil dari data yang di-record, tapi kita juga bisa set notif biar tampil di smartwatch-nya. Di sini juga bisa ganti watchpace-nya juga. Pilihan watchpace-nya banyak banget. Terus di aplikasinya kalau kalian workload outdoor kayak lari atau cycling, di bagian sportnya ada map tracking-nya juga. Nah, yang menarik smartwch ini bisa atur atau nge-custom quick replay khusus untuk SMS. SMS ya, sayangnya untuk WA belum bisa ya. Jujur aja untuk fitur ini agak useless nih. Zaman sekarang siapa sih yang pakai SMS? Dan yang bisa dipastikan zaman sekarang itu semua orang pasti pakai WA. Dan yang ngebikin pelari culture itu bakal suka sama jam tangan ini apa tuh? Nah, jam tangan ini bisa dikonnectkan ke Strava, tapi bukan langsung dari software Strafanya ya, kayak Garmin dan lain-lain, tapi lewat aplikasi Glory Fit Pro. Jadi kalau kalian lari pakai jam tangan ini udah bisa banget tuh pamer ke teman kalian via Strava. Apalagi di era Strava sudah jadi Strava sosial. Dan ada satu lagi yang kurang dari aplikasinya. Bahasanya itu cuman bahasa Inggris doang. Jadi kalau enggak bisa bahasa Inggris ya sudahlah. Oke, sekarang kita langsung aja pembuktian masalah fiturnya. Apakah smartwatch ini cuman murah karena memang enggak banyak fitur atau memang fiturnya bisa kita gunakan dengan baik. Jadi ini sekalian pembuktian apakah ini yang ditakutkan sama sellernya dan mungkin dengan pembuktian ini bisa menjawab tanda tanya besar kenapa si seller setakut itu dengan komen negatif. Hal pertama yang kita buktikan itu ada di bagian GPS-nya karena di sendiri sudah jelas ditulis Neo GPS dan klaimnya GPS-nya dual band L1 dan L. Dan selain itu dia klaim ada altitude-nya juga. Jadi dia bisa nge-detect elevasi juga katanya loh ya. Dan smartwatch ini kemarin juga udah dipakai lari sama Mas Ari. Nah, saat dibawa lari saya minta tuh sama Mas Ari jadi enggak perlu bawa HP cukup untuk bawa smartphonesch-nya ini aja. Dan jawabannya GPS-nya memang beneran ada dan bisa dipakai buat tracking jarak dan rute lari tanpa bawa HP. Dan menurut penilaian saya sih sebenarnya untuk lock GPS-nya agak kurang cepat. Dan kalau kalian lari posisi banyak pepohonan, banyak gedung-gedung tinggi, kadang-kadang GPS-nya itu meleset beberapa meter dan altitude-nya juga enggak begitu sensitif. Jadi datanya agak ngacut. Tapi ya kalau untuk sekedar tracking santai biar ada gambaran peta di seravannya, smartwatch ini sudah cukup sih. Yang kedua dia klaim bisa jadi remote shelter. Case-nya sama seperti Colmi V76 kemarin dan kalau kita coba langsung direct menggunakan smartphone itu enggak bisa sama sekali. Caranya t sama, kita pakai aplikasi kamera yang ada di software-nya. Tapi jujur aja fitur ini gimik banget sih. Karena memang untuk semua fitur yang ada di kameranya itu enggak keluar semua, cuman sekedar kamera doang. Fitur yang ketiga, prehal health monitoring. Ini lumayan lengkap sih kayak heart rate monitor, slip tracker, mode sport-nya juga banyak dan bahkan ada stretch monitoring-nya juga. Tapi kalau untuk keakuratan datanya sih ini jujur aja agak dipertanyakan ya. Secara ini smartwatch murah yang memang secara sensor juga terbatas. Dan yang terakhir dan menurut saya paling penting untuk sebuah outdoor smartwatch itu di bagian ketahanannya yang klaim mereka itu punya standar military grade 810 plus punya sertifikasi 5 ATM yang tahan tekanan sampai 50 m. Oke, itu tadi review dari Smartwatch City Jungle Neo GPS ya. Memang produk ODM, tapi secara harga di R00 sampai Rp600.000 itu masih cukup oke, masih cukup affordable. Di harga R00 sampai Rp600.000 secara durability ini bisa dijagoin banget. Build quality-nya cukup solid, udah pakai bahan metal juga. Layarnya juga cakep, tampilannya tajam, desainnya juga cakep, enggak main-main. Jadi kalau dipakai berpergian outdoor untuk running itu enggak malu-maluin. Plus dia juga ada GPS-nya juga. Hold monitoring-nya juga lengkap. bisa connect ke Strafa juga. Jadi kalian lari-lari olahraga, siap pamer ke teman kalian. Tapi ya tetap ya di harga Rp500.000 atau di harga yang murah banget untuk build quality kayak gini, kita enggak bisa berharap semuanya perfect. Tetap ada yang dikompromi. Misal akurasi GPS yang enggak akurat-akurat banget. Lalu untuk bobotnya juga lumayan berat dibandingkan dengan dua jam tangan lain yang sudah kita review. Lalu dimensinya juga agak tebal. Dan yang terakhir mungkin strapnya sih ini yang terlalu parah. Walaupun memang di tangan gak gatal tapi ini kaku banget enggak enak. Jadi kalian bisa pakai bonus strapnya yang dari bahan nilon. Nah menurut saya pribadi sih kenapa seller nulis seperti itu di kolom deskripsinya mungkin si sellernya kurang PD karena memang si seller tahu ini produk ODM. Padahal saat dia pakai atau dia pegang atau kita pakai pun ya ini enggak buruk-buruk banget kok sebenarnya. Jadi intinya untuk sebuah smartwatch di harga 500, 600 mungkin kalau 500 masih cukup worthed karena memang di harga Rp400.000-an. Kemarin ada Colmi V76 yang lumayan cakep dengan GPS yang menurut saya pribadi locknya lebih cepat dibandingkan ini. Tapi kalau di harga Rp600.000 ya masih agak sedikit kemahalan lah. Tapi overall kalau kalian dapat di harga Rp500.000 smartwatch ini layak banget kalian pinang. Dan menurut saya juga dari ketiganya ini yang punya build quality paling. Oke. Oke, cukup sekian review kali ini. Saya Rico. See you on the next video.

Lihat di YouTube