GEAR ULTIMATE RIDE (PART 1) SIKSA YAMAHA GEAR ULTIMA JAKARTA-YOGYAKARTA VIA SELATAN (YouTube Video)
[Musik] Eh, kayak Oh, otomotif ngapain ya? Nongkrong kali kag bawa unit baru kayaknya. Ini samin yuk. Penasaran gua bawa unit apaan tuh maha ya? Eh, ayo. Iya, tuh benar. Unit baru nih. Viral diblung gua kemarin sama udah ke Semarang nyobain ini. Udah nyobain gua belum lu nyobain kasihan. Ya ampun. Eh gua penasaran pengen lihat lebih detail ya. Nah sini sini sini sini nih. Coba naik ya. Naik naik naik naik. Penasaran apanya? Apa? Penasaran apanya ya? Posisi riding, fitur-fitur segala macam. Kan ini katanya motor hebat no debat. Oh iya iya iya iya. Ini kebetulan tadi Mas Manut lagi bawa motor ini juga. Oh sini ya biar ngumpul ya. Halo Mas cobain yang mana Mas Mannut? Posisi di mana, Mas? Standar sini ke tempat bisa nongkrong lagi pada bawa gear lah. Gear lu bawa sini juga. Cocok kayaknya bawahnya gede. Oke. Oke. K tungguin ya. K tungguin ya. Atas gimana sih enaknya kita coba. Mana nih? Lama banget. Iya lama ya. Tunggu bentar lagi nyampaiyampai. Mantap. Widih. Ada apa ini? Rame-rame ini adaok nih. Ini ketemu Mas Kong juga tadi. Ini kod pertama diulah di dunia. Iya koder pertama di dunia kan. He apa kok ini gear semua ini? Gear ultima. Oh iya makanya gear ultima pertama di dunia. Yoi. Ngomong-ngomong yang dingin yang mana? Yang dingin yang es. Yang ini standarnya. Iya sama nih kita juga bawa yang standar sama yang tapi kita ramai juga sekarang ya kita ya banyak loh. Jangan jarang-jarang kita bisa ngumpul kayak gini. ramai-ram kayak gini loh nih lagi ni gilblar ngobar udah pada nyobain belum udah pada nyobain belum serius beda dong beda dong guys kayaknya kita harus bikin sesuatu yang viral nih guys tuh mas entar dulu kalau ngobrol di sini enggak enak mending di dalam dah panas udah open kan udah udah dalam aja dalam oh I ya yaudah oke yuk diambil yuk oke aduh bisa minum akhirnya ni ini udah pada kumpul ini enaknya sih dibuka ain bang langsung bangin ultima iya bang gimana bang bikin apa kayak gimana nih kan aktivitas apa teman-teman yang belum nyobain kan aku aku gua belum pernahnya gua belum Bel, belum, belum. Oh, iya belum, belumup, lupa. Kita kasih kesempatan buat teman-teman yang nyobain. Tapi kan gini ya, kita kalau ngelihat ee beberapa video viral mengenai motor ini emang ekstrem banget sih ya. Kita janganlah lagi ya, lagi sih lagabrakin. Jangan biasanya kalau teman-teman pada nyobain motor diapain dia kita pakai sesuai dengan karakter motor itu dong. I biar puas, biar puas. Jangan cuma di Jakarta lah. Pakai jarak jauh. Iya dong. Gimana kalau B? Bali. Gimana kalau ke Bali? Jauh sekalian biar kuat. I gimana deal enggak Bali? Eh, tapi empat motor doang nih kita punya nih. Eh, udah berarti karena kita empat media tujuannya ke Bali ambil tengahnya. Tengah. Ambil tengah. Ambil tengah motor cuma empat. Ambil tengah kota mana? Jogja aja tadi itu tadi. Udah jadi Jakarta Jogja sama Bali berarti dua media Jakarta Jogja, dua media lagi Jogja Bali. Dua lagi cocok. Jadi buat ngebuktiin kalau motor ini itu kuat, hebat, dan kita uji pakai cara touring. Dari Jakarta ke Bali dalam program Gear Ultimate Ride yang total jarak tempuhnya kurang lebih 1600 km. Dan ini yang seru, Guys. Kita bikin touringnya itu estafet dengan 4 media sekaligus. Ada kita Auto.com, Autovun, Automotif, dan teman-teman dari Auto Rider. Nah, jadi biar fair soal rute kita undi bareng-bareng dan semuanya sepakat soal hasil undian. Oto.com dapat perjalanan Jakarta lewat jaruratan. Nah, kemudian bakal dilanjutin sama tim Autovan ke Bali. Rutenya lewat jalur utara kayak Tuban, Surabaya, Probolinggo, Banyuwangi, dan masuk ke kawasan Bali lewat Singaraja. Sementara Jakarta, Jogja jalur utara bakal dijokein lebih dulu sama tim otomotif. Rencananya selepas Pantura mereka bakal belok ke Kerakalan lalu ke Dieng Magelang hingga nantinya sampai di Yogyakarta buat over Yamagir ultima ke timerader untuk gaspol lagi ke Bali lewat Jalur Selatan kayak Tulung Agung, Kepanjen, Lumajang, Banyuwangi, dan finish di Bali nantinya. [Tepuk tangan] Kita akan langsung mencoba motor ini. Enggak tanggung-tanggung dari Jakarta. sampai ke Bali dengan berapa rekan-rekan media? Ada empat media ya. Iya. Dari mediaauto.com akan melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta lewat Jul Selatan. Selatan. Betul. Nanti entar sampai Jogja akan diterusin sama teman media lain untuk sampai ke finish point di Bali. Di Bali. Benar. Geng pakai yang varian tertinggi hybrid S dan gua pakai yang hybrid biasa. Jadi ini ada gap harga sekitar R,5 juta, Teman-teman. Antara yang varian termurah ini nih yang hybrid doang sama yang hybrid S. Jadi mulai harga Rp1.9 Rp990.000 dan ini harganya Rp21,5 juta dengan fitur yang lebih lengkap. Tapi akan menjadi menarik karena kita akan coba dan rasain apa saja perbedaan dan lebih menarik mana sih untuk e dibawa pulang antara varian yang hybrid dan juga varian yang hybrid S. Nah, buat teman-teman juga jadi ini sebenarnya geng performa ini menggunakan dari Fazio. Oh, mesinnya mesin benar. Dari mesin, dari rangka. Jadi memang ini benar-benar totally new dan berbeda dengan Yamaha Mio M3 sebelumnya. Jadi kenapa pakai basis Vio? Dia bisa lebih irit juga, lalu juga lebih bertambah dan juga akomodasi barang sampai tangki bahan bakar ini yang jauh lebih besar dibandingkan i Yamaha Mio Gear sebelumnya. Pastinya lebih jarak jauhnya nanti lebih jauh ya karena tangkinya lebih besar. Gua sukanya sama si Gorult Ultima karena ini kita melakukan perjalanan lumayan jauh Jakarta Jogja dan gua bisa memanfaatkan banyak ruang beberapa fitur beberapa fitur yang pertama nih ada power charger dan ini gua udah pasang konektor lighter bisa buat ngecas di handphone dan ini sekarang gua udah pasang holder nanti pada saat perjalanan biar enggak nyasar buat navigasi buat navigasi terus gua memanfaatkan R yang belakang gua manfaatin buat naruh tas gua yang ber panjang dan besar panjang dan besar Jadi bisa menopang. Nah, itu nanti juga kita akan melakukan pengetesan seberapa efisien si Gear Ultima ini. Efisien dan juga seberapa nyaman lalu juga seberapa mampu motor ini untuk kita ee bawa barang-barang untuk sampai ke Yogyakarta. Dan lagi sekali lagi ini kita pengetesan secara real real bagaimana motornya dipakai untuk kebutuhan jarak jauh nanti. Betul banget. Oke, Guys. Sekarang kita mau ngisi bensin. Kita mau full tankin. Jadi kita akan apa namanya geng? E ngetes full. Jadi sup jadi kita lihat jaraknya juga ya. Benar. Berapa konsumsi bahan bakar dan kita nanti akan ngetes dapetin berapa konsumsi bahan bakar dari Yamage Ultima. Sekarang kita ngisi BBM dengan Ron 92 karena sesuai dari rasio kompresi si Yamaha Gear ini. Kita bikin full tank dua-duanya dan kita lihat nanti bagaimana efisiensinya. Tangki BBMC Ultima ini ada di 5 lit trip nol. Oh iya, gua mau jelasin dikit impresi pertama pakai Yamagir Ultima ini nih. Jadi secara performa motor ini enak banget. Dimensi yang ringkas buat diajak selap-selip di jalan padat juga gampang dan lincah. Terus karena yang gua pakai ini tipe hybrid S, ada fitur stop start system yang pasti bikin motor ini lebih efisien bahan bakarnya. Yuk ah kita bables lagi kita, masuk ke daerah Puncak. Seperti biasa jalurnya puncak Cianjur pada larang masuk Cimahi sedikit langsung arah Bandung Jalan Soekarno Hatta yang kita temuin ada lampu merah yang 200 detik merah yang 200 detik itu ada sekitar 7uh apa en gitu ya tujuh kali habis hujan lagi. Iya, habis hujan ya. Sebenarnya kendala di hari pertama itu lebih ke hujan aja sih ya, Geng. Ya, hujan sih. Kita baru jalan berapa kilometer langsung dihadapkan sama hujan. Sekarang kita waktunya ngisi bahan bakar. Perjalanan dari TB Simat Tupang sampai ke daerah Malangbong kita sudah menempuh 232 km. Sekarang waktunya bangkit ngisi BBM karena dia pakai metode full to full. Sementara gua dengan metode full time challenge masih ada tersisa satu balok. Nah, tangki gear ultima ini punya volume 5,1 L. Jadi bisa sejauh mana motor ini benar-benar kehabisan bensin. Untuk cari konsumsi bahan bakarnya dengan metode full to kita ngisi dengan volume yang sama. Jadi sampai di stopper nozle-nya. Entar kita hitung berapa konsumsi bahan bakar dengan jarak tempuh yang udah kita e coba ya dari TB Sumatupang Jakarta. Oke, Teman-teman. Tadi Teman-teman sudah lihat ya total volume yang dibutuhkan untuk berjalan sejauh 232 km yaitu 4,01 L. Kita isi BBM-nya pakai RON 92. Nah, sekarang kita hitung nih untuk konsumsi bahan bakar dengan penghitungan metode full to fall. Jadi caranya 232 km itu jarak yang tempuhnya ya dibagi dengan total bensin yang dibutuhkan yaitu 4,01 L hasilnya 57,8 sekian sekian sekian. Jadi kita butin aja berarti 58 km/l. Ini hasil yang benar-benar bagus karena kita sudah ngelewatin jalur selatan yang memang punya e karakter jalan yang benar-benar menanjak lalu juga macet. Kita mulai dari puncak lalu pada larang, terus juga kita lewatin Soekarno Hatta ya teman-teman tahu sendiri pulang jam kantor macetnya seperti apa, lampu merah, terus juga kita lewatin Nagrek sampai di e Malangbong ini dengan total konsumsi bahan bakar seperti ini sih udah benar-benar cukup meyakinkan dia punya konsumsi bahan bakar yang top di 58 km. Sekarang kita lanjut lagi karena ee perkiraan kita akan sampai sekitar 1 jam lah untuk kita rehat di Tasikmaya. Habis setelah makan kita jalan lagi sampailah kita di daerah eik Malaya. Tasik Malaya dan akhirnya udah di situ kita istirahat bermalam trading dari pertama kita bermalam di salah satu hotel di Tasik Malaya. Di Tasik Malaya. Halo, Guys. Sekarang udah di day two hari kedua. Ee jadi pemberint pertama kita di Tasikmaya dan rencana kita mau ke Jawa Tengah langsung ke Wonosobo. Yes. Daerah perbukitan lagi. Benar. Nah, Teman-teman itu ya kita ee khusus yang varian hybrid ini sudah diinformasiin kalau dia punya konsumsi bahan bakar di 58 km/l hasil dari full to full full to full untuk yang nonstop start system ya. Yang hybrid biasa. Nah, baga benar-benar habis bensinnya habis sampai mati total. Karena gua pengen nguji si Gear Ultima ini sampai bensinnya benar-benar habis. Sampai berapa si Yamaha Gear Ultima yang habitasi ini bisa sampai ee berhenti nanti? Teman-teman kan sudah tahu ya. Ini 58 km/l. Nah, nah ini gua enggak tahu nih. Nanti kita hitung sampai sejauh mana. Langsung aja prepare yuk. Prepare yuk. Bentar, Kit. Kiri, Kit kiri, Kit. Kiri kiri kiri. Enggak, gua mau minum. Aus. Gua kira bensinnya habis. A enggak, belum, belum tuh. Belum habis. Aman. Cepat cari makan dong. Gimana ya? Entar sama gua yuk. Yuk, yuk. Di hari kedua kita lanjut dari Kota Tasikmaya dan checkpoint selanjutnya itu di daerah Wonosobo. Dan di hari kedua ini kita dari Tasik lewat jalur bawah lewat Banjar dan akhirnya one tank challenge gua terlaksana terpenuhi terpenuhi. Kit kit motor gua udah mulai berebet nih. Mati mati mati motor gua mati kit mati tuh. Udah enggak mau dari Jakarta Selatan kita masuk benar-benar pas di Kota Banjar mati. Kilometernya 315,1. Motor sudah mati kehabisan bensin. Gua suutin langsung ya. I itu totalnya sekitar dari Jakarta 31,4. Nah, diambillah efisiensinya di angka ada di 6 62 km. Jadi cara hitungnya e total kilom tadi dibagi sama volume liternya. Dapatlah 61,8 kalau kita bulatin jadi 62 km/ lanjut lagi makan siang. Luar biasa. Sekarang kita mau ngisi perut. Jadi jangan cuman motornya doang ngisi bensin, kita juga harus nyakan. Tapi enggak tahu kenapa tuh pas lagi gua lagi mau riding nih sama Begeng udah siap-siap ya pakai selong tangan terus juga segala macam berhenti sama begitu. Gua ngelihat ban ee belakang motornya bangkit tuh agak agak kempes atau kurang angin ya? E sikit sikit sikit. Tahan tahan tahan tahan tahan tahan. Kurang angin kayaknya. Oh iya iya ya. Belakangnya ya. Hah? Iya iya. Tapi enggak kerasa emang kerasa kerasa cuman ya mundur dulu ya. Mundur dulu gua bawa pompangin yang portable gitu yang portable. Heeh. Ini bawah ni bawa dari mana? Si bagwa alat ngisi angin ban dan portable ya mag kan punya jadi tinggal colokin dan beruntungnya nih ternyata itu ngangkat listriknya untuk ngasih e daya listrik ke mesin dari pengisian bannya kita tambah anginnya udah selesai tiga di PSI 33 kita jalan lagi langsung itu kita ke tujuan ke Wonosobo ke Wonosobo perjalanan ke Yogyakarta masih menyisakan pengalaman yang menyenangkan dan penuh cerita. Kita akan mengunjungi Wonosobo dan Nepal Vanja Java sebelum sampai di Jogja. So, tunggu video perjalanan Gear Ultima bagian kedua. Oh.
