Jungkat

GEAR ULTIMATE RIDE (PART 2): UJI KEKUATAN - ANGKUT BARANG YAMAHA GEAR ULTIMA HYBRID (YouTube Video)

  • 28/06/2025

Yes, di video sebelumnya kita sudah menyelesaikan perjalanan dari Jakarta sampai ke Kota Banjar. Sekarang perjalanan dilanjut ke Wonosobo. Yuk, gas. [Musik] Di hari ketiga kita itu mau ke daerah apa namanya? Nepal Panjava sih. Kita ke daerah sana. Akhirnya sampai di hari ketiga itu gua kayaknya motong jalan enak nih. Ngide lah gua nih. Intinya jalur motong gitu deh. Jalur sebenarnya jalur nginde-ngide dia aja ini sebenarnya. Ya udah, akhirnya masuklah tuh. Tiba-tiba masuk di antara kebun-kebun kebun kol kalau enggak salah gitu. Kebun kol nih lu ngide lewat jalan pintas tapi kayak gini cuy. Enggak, udah bisa nih. Tapi masa ada tembusannya ada. Udah, bismillah nih kalau sesuai Google Map. Udah, ayo tenang aja lu. Maaf, Mas. Ee numpang tanya ini kalau ke jalur utama, ke jalur utama lewat sini bisa lewat ke sini nanti naik dikit nyampai jalan utama jalan nanti ke kiri kanan mas nanti ke kiri ke kiri ya ke kiri jalan geng gua punya geng apa se aja nih ini mau langsung ini k mau dibawa ke mana ini mau dibawa ke pasar e nanti lewat sini naik ee jalur utama langsung ke pasar pas udah beratnya berapa satunya satu sekitar 50-an 50 coba aja pakai sekalian kalau aku bantuin bawa motor satu ini satu enggak bawa nih bawa sekalian tunjukin jalannya ya silakan enggak apa-apaan nanti ya ini ya biar yang di depan nanti tunjukin jalan bias sekalian tunjukin ya udah sekalian tunjukin jalan aku bawa satu temanku bawa satu ya oke siap ayo ayo bangkit bawa dua kolama gear yang tipe standar berarti di total 100 lah kita bulatin 100 kilo ditambah bobot pengendarannya 80 jadi 180 bagaimana kita lihat dan jalurnya ini cukup penanjak bebatuan langsung kita bawa tapi kalau misal bawa satu si harusnya aman tapi ini aman kok nanjak cuy ya sampai jalur utama Kita bilang makasih sudah ditunjukin jalan. Kita lanjut jalan lagi ke daerah Sukomakmur dan pada akhirnya kita sampai tu daerah itu sekitar jam berapa ya? Sore itu sore. Sore sebelum magrib lah. Sebelum magrib kita istirahat dulu menikmati pemandangan dan kabut. Sebenarnya bukan nikmati pemandangan sih, nunggu hujan karena lagi-lagi lagi-lagi hujan gitu ya. Aduh, ampun deh. Ini sebenarnya ee perjalanan yang ee cukup apa ya? Ee tricky mengelakkan juga sebenarnya karena hujannya itu, Teman-teman. Yang menarik di motor ini adalah ketika kita ngelewatin jalan full nanjak di kawasan Neval Vanja Java. Jadi, karena pakai mesin 125 cc dan juga teknologi hybrid, ini ngebantu banget buat libas jalanan menanjak kayak gini. Teknologi hybrid bikin akselerasi Gear Ultima terasa enteng buat nakin tanjakan yang kita lewatin. Serius, enggak ada gejala los tenaga apalagi memang torsi dari motor ini terbilang cukup ya, diimbangi sama dimensi dan bobotnya yang kompek. Kita lanjut jalan lagi menuju ke Magelang. Magelang. Magelang. Magelang. Ya udah tanpa halembatan kita jalan seperti biasa. Posisi sudah malam. Kita akhirnya makan malam di daerah. Bukan makan malam itu sudah mendekati tengah malam di jam 10 11 sampai Magelang sempat istirahat di situ makan malam dan kita nelepon tim otomotif. Tim otomotif yang lewat jalur pantura. Iya. Ah dia nih. Halo Mas Popo. Hei wei. Di sampai mana? Sampai Jogja. Ohampai Jogja. Kita nyusul kita sebentar. Di mana? Masih di Magelang. Masih di Magelang. Mas sejam lagi nyampai. Mas gimana Mas perjalanan kemarin di utara aman enggak? Aman jalanan aman. Masan mana? Masan masan mana? Masan w gimana Mas? Mantap ya perjalanan ya. Telah telah terus. Ya udah istirahat sampai ketemu di hari Minggu ya. Siapan Mas Popul sehat-sehat ya. Hati-hati ya. Yuk, bye. Dan sampai akhirnya tibalah kita di kota itu sekit malam jugal lah pokoknya malam posisinya terus udah enggak ada yang di selama ring kita masuk hotel malam ya pokoknya enggak ada yang dituju. Yang dituju adalah kasur tidur deh kita di hari ketiga ya. [Tertawa] [Tepuk tangan] Ya, Teman-teman selamat siang. Jadi, ini udah di hari keempat di Yogyakarta dan syukurnya ini kita dikasih panas. Jadi, semoga enggak hujan lagi ya. Amin. Karena baju udah dicuci semua, jadi udah fresh lagi kayak lagi. Udah lagi Jakarta. Nah, karena gua enggak jarang ke Jogja ya. Ini beg yang sering ke Jogja dia jadi guide lagi. Kita akan menger Yogyakarta cari tempat seru di Yogyakarta. Nah, kita cari-cari tempat yang asik ya. Yuk, bismillah ya. Di hari keempat ee ini tujuannya kita ingin explore Yogyakarta. Jadi sebelum kita nantinya di hari kelima itu ngumpul sama teman-teman media yang lain ya, Autov Fan, Automotif, sama Auto Rider. Jadi kita e cari-cari spot-spot yang menarik di Yogyakarta karena emang lapar gitu ya. Jadi kita mampir ke rumah makan dan kafenya tuh ternyata seru juga ya. Mamp. Oke, Guys. Sekarang udah tiba di tempat kita mau makan siang sambil ngopi-ngopi. Nah, kalau mau begeng tuh kalau turing sama dia tuh tempat-tempat rekomendasin oke-oke. Nah, karena kan gua pernah jadi warga lokal Jogja ya, gua pernah kuliah di sini dan tahu tempat-tempat yang menarik. Jadi sekarang kita langsung kita pesan-pesan aja. kelar makan siang. Selanjutnya gua mau cari sesuatu yang bisa bikin apa ya? Sebuah kenang-kenangan lah. Historikal. Sayang kalau udah di Jogja itu kalau enggak beli oleh-oleh tuh sayang. Nah, udah kelar makan. Kita langsung ke Cleverly. Ini sebenarnya ide begeng ee ide begeng yang ternyata seru juga gitu. Jadi, jadi maksud gua sebelum ketemu sama teman-teman media yang lain, gua pengin bikin activity ini tuh biar ada kesan apa ya? Jadi nanti kan pada saat ngasih kunci ke media selanjutnya tuh jadi enggak kosongan menurut gua. Akhirnya kecet teruslah ide gua ke Cleverly tuh ngecat ee boneka lah. Boneka. E dari situ kita langsung gua malamnya ngajak bangkit keangkringan. Kangringan karena sebagai gua yang pernah jadi penduduk Yogyakarta enggak aflore rasanya kalau enggak ngajak teman gua ini keangkringan langganan gua. Nah. Kita makan dulu, Kit. Ya, setelah itu kita ya udah lanjut balik ke hotel. Lanjut ke hotel. istirahat lagi. Dan di hari kelima kita melanjutkan ya ke salah satu titik temu atau ke titik kumpul bersama media-media yang lain itu di daerah Kaliwang. Itu sebenarnya momen tersedih harus berpisah dengan gear Ultimall. Iya sih, tapi harus dilanjutkan sama teman-teman yang lain untuk ke tujuan akhir di Bali. Kita sudah berjalan sejauh 700 kiloan. 700 sekian ya. 700 sekian dari Jakarta. Gimana menurut lu soal performa si Gear Ultima? Performa i luar ekspektasi ya. Ternyata motor yang emang untuk dilius perkotaan ternyata tuh bisa dan sanggup juga untuk dipakai jalan jarak jauh seperti ini. Lewatin jalan yang menurut gua menantang ya, lewat selatan ya, lewat jalur puncak sudah pasti nanjak. Turun sampai padalarang nyalip-nyalip truk masuk di kemacetan di daerah Cimahi. Lalu lanjut di Jalan Soekarno Hatta Bandung. Tembus lagi ke Nagrek. Nagrek kita lewat ke arah Tasik. Itu jalur tengah yang menurut gua tuh jalurnya banyak menanjaknya, banyak tikungannya sangat-sangat cukuplah performanya. Cukup ya cukup emang benar-benar dan juga diimbangin sama pengereman yang enak juga baik dari depan belakang. Suspensi juga oke untuk ngelewatin libas jalan rusak, jalan-jalan yang kting dan yang paling di-highlight ya soal tadi ya performanya ya di 8,3 HP dan torsi juga di 10, Nm itu udah cukup banget untuk perjalanan dan kita sudah buktiin dari Jakarta sampai ke Yogyakarta ya. Tapi yang paling menarik sih mang enggak ada obatnya dari motor ini adalah e sisi fungsionalitas ya naruh barang tadi dekah dek tengah bisa muat banyak tapi yang menarik juga kaki ini masih bisa masih agak dan ada pergerakan juga kaki juga engak cep terus beg suka re yang bisa dimanfaatin untuk ba apa ya tas lah tas tas ya lalu juga bagasinya juga besar cukup banget untuk ngakomodasi perjalanan kita selama hampir berapa hari ini udah 5 hari udah 5 hari kita bawa banyak barang ternyata cukup banget di Yama Gear Ultima yang hybrid ini. Oh i Kit kita lupa buat ngebahas si Y Connect ini. Y Connect di yang gua pakai yang ada cuma di Ulima ee tipe S ya, tipe termahal atau tipe tertingginya. Untuk skutik ukuran Sig Ultima ini dengan ada bekal fitur e Y Connect itu sangat-sangat membantu. Jelas ya. Iya benar. Jadi kita bisa lihat Heeh. Dapat informasi kapan harus servis, indikator ee baterai aki segala macam. Perjalanan average juga bisa dilihat di Connect di aplikasi bahkan sampai malfungsi. Kalau misalkan ada mal fungsi dia akan ngasih notifikasi handphone. Jadi benar-benar informasi bisa pantau di layar smartphone kalau memang sudah terkoneksi dengan si fitur unggulan yang ditawarkan oleh Yamaha Indonesia. Oke, akhirnya kita sampai di titik finish etape pertama di Yogyakarta bersama tim dari Otomotif TV dan timuto.com. Gimana perjalanan? Perjalanan. Wah, mantap. Mantap ya. Banyak hujannya. Hujan kering. Hujan kering. Hujan kering. Berarti sama lewat utara maupun lewat selatan berarti kondisi ringnya sama. Hujan rata hujan 80% ya rata hujannya. Dan sekarang tim berikutnya akan melanjutkan perjalanan sampai ke Bali ya. Sampai ke Bali. Coba kita panggil aja langsung ya guys. Mantap. Selamat sampai tujuan. Ya, ini sudah pada sampai kumpul semua ya. Jadi ini unitnya nanti kita cross. Jadi kalau masakan kan lat Pantura berarti nanti dikasih ke berikutnya tim yang selatan. Nah, sementara gua yang selatan ngasih ke pantura. Terima kasih. Selamat sampai tujuan. Sampai bertemu di Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta ya. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Ya. Hati di jalan. I need tonight, you're going to give it to me right. Give me everything that you got to give. Show me the want to go down sting your feet and you make me crazy. Yeah. Now I want to go downstairs Ah sampai Jakarta lagi dan lengkap ya semuanya ya. Alhamdulillah. Sehat, sehat. Nah, itu yang penting alhamdulillah. Puji Tuhan. Terima kasih semuanya, Teman-teman. Menyelangkan sekali ya. Oh, sekali banget. Dan totalnya berapa kilometer kemarin sampai Bali? Berapa? Bali. Bali 1600-an. 1600.00. Iya, betul. Dari dari Jakarta dulu deh. Sekitar 700 kilo kemarin kita Jakarta Jogja sisanya berarti sekitar 800-an. Iya. Di kita selatan itu 850 lah ya. Hm. Benarnya kilo ya. Dan motornya ini motor yang sama loh. Jadi dari Jakarta benar-benar dibawa ke Jogja sampai ke Bali. Nah untuk rute nih Mas Bobo dari Jakarta kemarin lewat mana aja Jakarta. E pokoknya pantura sampai Pekalongan terus belok ke kanan naik ke Krakalan Wonosobo. E dieng dulu Magelang Jogja nyampai. Iya. Nah, kalau yang gua jalur di selatan itu gua dari Jakarta gua lewat Puncak, Cianjur, Padang segala macam latalengka kalau Tond Sobo juga cuman bawahnya. Bawahnya akhirnya tembus Jogja. Magelang Jogja. Etapa kedua gimana? Etape kedua dari utara dulu. Utara utara ya. Utara tuh kita ee naik dulu lewat Muntilan, Magelang, terus Selo menuju Salah Tiguh mantap itu ke Kudus. Ya, setelah itu full pantures. Pantures pantures ya. Pantures sampai ke mana namanya? Ee Banyuwangi. Oke. Terus nebrang ketemu di Bali ya. Itu jalur-jalur asiknya di Bali Utara ya. Bedunggul Singaran, Byan. Bedungul konsisten utara-utara di bawah berarti lu pokoknya kita mau utara aja terus. Ini mah tagihan aja emang enak aja jalan terus. Eh, selatan. Oh, kalau kita anak selatan banget. Kita dari Jogja ke mana? Yuk, kita ke Tulungagung langsung lewat Wonosari itu. Tulungagung jalurnya keren banget sih. Lewat jalur lintas selatan Wonosari kita belanja apa? Belalang. Belalang. Enak itu. Terus turun ke pantai namanya pantai Soge. Waduh, bagus ya. Lanjut ke Lumajang. Lumajang. Oh, Lumajang. Terus Jember Banyuwangi. Banyuangi. Banyuwangi langsung nyebrang turun ke arah tapi lewat selatan lagi. Lewat selatan enggak ikut kota ya. Yoi. Makin jauh dong. Itu kan berarti performa ada ada konsumsi BBM-nya. Nah, cakep irit enggak? I dari gua guna. Jadi kalau tim gua sama bageng tucatan. Jadi ngituin dua metode. Pertama full to full sama ngabisin bensin. Yang ngabisin bensin tuh unit gua yang gua pakai yang hybrid S berarti ya. I jadi gua tuh e ngisi tuh sekitar di Banjar aja. Eh sebelum Banjar deh pokoknya dapat bahkan udah masuk perbatasan Jawa Tengah. Jaw itu gua dapat 58 km/l. Jadi enggak diboros-boros. Jadi benar-benar ringnya ya normal aja. Normal tanjakan. Nah kalau begeng berapa G? Nyalip gua dapat di angka 62 km/L. Jadi dia mati tuh sekitar 315,4 kilo. Pokoknya persis gua start dari Jakarta mati itu di perbatasan Jawa Tengah. Oke. Mati total. Dan kesimpulannya berarti semua aman lah ya. Format terbukti oke efisiensi sudah lihat sampai 66. Gila gokil. Dan no gimik. Karena kita kan juga masing-masing ngelihatin ya ee rangka itu enggak ada yang kita rubah-rubah gitu. Maksudnya bukan beda motor gitu loh. Emang sama gitu kan. Sama motor yang sama. unit yang sama cuman platnya aja yang ganti. Jadi terbukti ya itu motor hebat, kuat

Lihat di YouTube