GEBER LANGSUNG EV HONDA SUPER ONE DI JEPANG: INI CIKAL BAKAL ‘BRIO LISTRIK’! (YouTube Video)
Dapat kesempatan langkah untuk coba calon mobil listrik terbaru yang kabarnya juga akan masuk ke Indonesia. Ini adalah Honda Super One Prototype dan kita akan coba kuliknya di fasilitas RnD milik Honda di Tochi. Teman-teman tonton videonya sampai selesai. [musik] Oke, Teman-teman, sekarang kita langsung cobain aja Super One EV Prototype. Jadi, ini kita dapat kesempatan yang sangat luar biasa untuk cobain calon [musik] mobil listrik yang punya bekal dan modal baik untuk [musik] berkompetisi di pasar ya, termasuk juga di market Indonesia ya. Jadi ini mobil bukan masuk segmen KCAR tapi melainkan ma E [musik] masuk di segmen A. Jadi dia bisa dibilang sebagai city car karena memang tampilan ataupun layout dari interior ini cukup luas dan berbeda dibandingkan K carar yang mana memang punya dimensi yang cukup slim, cukup ee sempit gitu ya, terutama di pasar Jepang. T ini berbeda dan mungkin memang marketnya lebih luas untuk menjangkau pasar di luar Jepang nantinya ya. handlingnya juga sangat baik ya karena memang didukung mungkin karena porsi dari tubuhnya ini enggak terlalu besar yang juga wheelbase-nya ini enggak terlalu panjang. Jadi, mobil ini memang terasa lincah, teranca gecit juga untuk naklukin TRK pengetesan di pusat R&D Honda di Tojuki ini yang banyak [musik] tikungan terus juga naik dan menurun. Mungkin rasanya akan pas banget dipakai untuk perkotaan ya. Di mana emang macet terus juga trafficnya [musik] enggak oke. Dengan dimensi yang mungil seperti ini, lalu juga kelinca yang baik ini rasanya akan jadi penantang serius mungkin ya untuk merek-merek Cina yang memang ah lebih dulu berjualan mobil listrik di Indonesia. Ya, dia dilengkapi dengan fitur boost mode. Jadi, meskipun mobil ini adalah sebuah mobil listrik yang gak ada mesin internalnya, tapi Honda coba kasih [musik] Fels mengendarai sebuah mobil bermesin bakar. Ketika kita pencet tombol bus di sebelah kanan saklar ini akan langsung ada suara mesin ataupun suara artificial [musik] sound yang kasih sensasi berkendara ya tadi seperti mengenderai sebuah mobil bensin [musik] gitu. ada engine-nya, ada raungannya, ada suara knalpotnya, ada suara mesinnya. Dan dia tuh mengikuti dengan gimana cara kakak kita tuh menginjak pedal aselatornya. Jadi ketika ee dia deserasi, suaranya itu akan langsung kayak pindah gigi ketika kita naikkan RPM-nya. Nah, dia [musik] juga akan langsung membuat suara yang wah ketika diselerasi ataupun juga pindah gigi ya, dia juga akan langsung kayak seperti down shift gitu. Jadi mobil ini dilengkapi dengan 7 speed DST. Masing-masing speed ini juga ngasih perbedaan dari akselerasi dan juga karakternya. Dan ini juga akan mengikuti dengan suara buatan yang ada pada mobil ini. Saya enggak tahu suara mobilnya seperti apa, tapi yang jelas memang suara mobilnya ini benar-benar terlihat sporty banget. Terdengar suara gehar banget gitu ya. [musik] I tuh tu. Nah, pas ganti gigi itu ada suaranya dan juga ada hentakan ganti giginya baik dari down shift dan juga upsift. Jadi benar-benar seperti mengenderai sebuah mobil bermesin bakar gitu. Tapi ini adalah sebuah EV di mana emang tarikannya cekatan, torsinya responnya sangat cepat dan juga akselerasinya ini bagus. Handling-nya [musik] juga bagus. Iya. Jadi mini body roll untuk sebuah mobil segmen CV car SUV seperti ini ya. Uh, nice. Finish. Iya. Yes. Jadi emang sangat terbatas sekali waktu pengetesannya karena kita harus bergantian sama negara-negara lain. Tapi first drive, first impression dengan Honda Super One Protot ini sangat menarik. Lalu juga akan rasanya ini penasaran banget untuk kita coba nanti ketika memang sudah ada versi produk massalnya. terutama fitur boost mod-nya, sensasi berkendara yang seperti mobil bensin pada umumnya, dan juga handlingnya yang memang lincah untuk seukuran mobil seperti ini. Ini patut untuk ditunggu, patut untuk kita nantikan. Ee tentu nanti harganya sih yang mungkin agak-agak tricky ya, apakah akan bisa ataupun menyamailah seperti mobil-mobil EV dari China. Selain berkat daya rancang, kaki-kakinya yang dibuat sedikit stif, penempatan komponen baterai di lantai mobil bikin Super One Prototype punya handling yang presisi dan minim body roll. Tawaran ini jadi selling poin tentunya mengingat bentuk tubuh dari mobil ini [musik] berukuran mungil. Belum ada informasi soal spesifikasi jenis baterai dan keterangan soal durasi pengisian baterainya. Tapi dari penjelasan Honda, mobil ini punya dua port pengecasan. pertama mode normal dan ada fast charging. [musik] Sekarang desain ini jadi magnet penting buat berkompetisi termasuk di pasar Indonesia nantinya. Super One EV prototype punya modal itu kami rasa. Visualnya kesukaan orang Indonesia. Sporty, tajam-tajam dari bagian depan samping dan ke bagian belakangnya. Fitmentnya juga asik nih. Lihat aja peleknya pakai profil ban tipis yang sedikit mepet ke fender body. Ada juga komponen body works. Mulai dari ban, setir di samping, dan diffuser di bagian belakang bikin mobil ini sedap buat dipandang. Kemudian interiornya boleh kami capture saat di pameran Japan Mobility Show 2025. Lewat kabinnya memang punya pendekatan yang sporty. Dashboard-nya simpel tapi menarik. Tersedia ambient light, bangku bucket seat two ton, dan layar head unit horizontal. Transmisinya sudah sistem tombol di panel tengah mirip seperti Honda Stepwagon di Indonesia. Jadi lebih praktis dan juga ngasih nuansa yang lebih mewah. Secara kesuruhan kabinnya memang kerasa lapang buat ukuran mobil sekompa ini. Terutama ketika jadi pengemudi ya. Tapi bagian belakang belum kita coba nih. Konfigurasinya di seat belakang rasa lebih nyaman ketika diisi dua orang penumpang walaupun bisa angkut tiga orang penumpang di situ. Oke, sekarang soal harga. Ini paling penting tapi masih ditutup juga ya karena memang masih berupa mobil purua rupa tapi infonya akan meluncur pada 2026 dan Indonesia jadi salah satu pasar yang diagendakan buat peluncuran mobil ini loh. Kalau kata last project Honda Super One Hidetomo Horita mengatakan harga dari Super One EV dipral mahal dari Honda N1e. Di Jepang N1ei dijual Rp3,19 juta atau sekitar Rp340 jutaan. Kalau kata Korita kemungkinan Super One bisa tembus R00 jutaan. Tapi ini harga di Jepang ya. Oke, kesimpulan coba Honda Super One EV prototype karena memang sangat terbatas sekali waktunya. Kita harus gantikan sama negara lain dan juga medi-media Indonesia. Tadi cuma dapat dua lab saja. Konklusinya adalah buat Anda yang memang suka ataupun lagi cari mobil listrik tapi ingin mendapatkan karakter sebuah mobil ice bermesin bakar konvensional dengan suara raungan mesin, perpindahan gigi, baik down shift dan juga upsift, ada indikator RPM-nya juga. Ini mobil [musik] memang bisa menyajikan kebutuhan akan hal itu. Nah, Teman-teman, bagaimana pendapat kamu soal mobilik ini? Coba sampaikan kolom komentar dan sampai jumpa di video berikutnya.
