Geely COOLRAY : Mau dijual di Indonesia?? (YouTube Video)
Gak ada angin, gak ada hujan, gak ada badai. Tiba-tiba Jili Indonesia majang Jili Kuray di sini. Apakah bakal dijual Indonesia? Ikutin terus videonya. [musik] Oke, kenapa Autonet Max ngebahas si Jil Kure ini? Karena di negara asalnya dia punya nama jili binyue atau Pinye atau Binyue ya kita sebut sebagai kuranjutnya ya. Tapi di negara tetangga Malaysia, Jili Kure dijual sebagai Proton X50 jadi dibatch ke brand Proton. Makanya kita tertarik buat ngebahas mobil yang satu ini. Dan enggak cuma itu, karena kalau ngelihat dari desainnya dibandingkan dengan mobil-mobil Jili yang ada di boot Gjawe ini ya, dia punya desain yang paling tua. Karena Jili Kure ini sendiri sudah muncul pada tahun 2018 di Chinanya. Sementara di Protonnya itu baru muncul tahun 2019-2020-an kalau tidak salah. Itulah kenapa dia punya desain yang belum update, belum kayak Starray, belum kayak EX2 atau belum kayak EX5. Jadi nafas desainnya belum sama kayak Jili yang sekarang. Lalu kita bahas soal sektor perlampuannya. Yang keren di Jili Cooler ini adalah perlampuannya udah proyektor dan full LED depan sampai ke bagian belakangnya. Lalu di bagian samping sisi kiri kanan dari bumper depannya dia beneran bolong nih bagian sininya ya. Terus di bagian mempernya ada lip spoiler yang pakai aksen ala-ala karbon begini. Emang mukanya cukup ramei dibandingkan dengan Gili EX2, Staray dan EX5 sekalipun yang mukanya datar-datar. Tapi ya lagi-lagi ini bukan plugin hybrid, ini bukan e mobil full listrik, tapi Gili Kure ini tersedia dalam pilihan mesin bensin biasa atau yang mesin hybrid walaupun bukan plugin hybrid. Dan inilah kenapa desain dari bumper si Jilay ini masih kebuka-buka enggak kayak si EX2 Staray atau EX5 karena dia masih pakai mesin bensin inline 4 turbo yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 126 horsepow dengan torsi sampai 255 Nm. Betul. Setara dengan mesin bensin NA 2500 cc. dengan dimensi yang sekelas kayak HRV atau Yaris Cross pastinya kencang si Jili Kuray ini. Oke, jadi itu dia soal mesinnya sebenarnya. Jilay sendiri ini tersedia dalam pilihan mesin bensin. Ada yang mesin bensin non turbo, ada yang pakai turbo, ada yang hybrid juga. Ke bagian sampingnya kita lihat ini keding-kadingnya masih minimalis, enggak terlalu berlebihan. Tapi spionnya dicover ala-ala aksen karbon lagi nih. Agak terlalu nyentrik. Apalagi desain lampu senya sebenarnya cuma minimalis gini doang segaris. Ini tambah aksen chrome. Dan gaya di pilar D-nya itu ala-ala floating roof. Oke, lanjut lagi di bagian bannya. Dia pakai ban dengan profil 215/65 lingkar 16 inci dan depan belakang udah dis brake. Warna velegnya sendiri enggak kayak veleg zaman sekarang ya, single tone silver doang nih. Jadi kayak trim yang bawah gitu ya. Sebentara di bagian belakang dia benar-benar minimalis hampir enggak ada emblem sama sekali cuma ada tulisan jili di list antara stop lamp-nya. Keren sih sebenarnya di bagian belakang. Secara overall desain Jil Cour ini keren kalau muncul di Indonesia tahun 2019 atau 2020. Oke, sekarang kita lanjut ke bagian interiornya. Oke, sekarang kita masuk ke kabin ini dan kita langsung disambut sama desain interior yang lumayan menumpuk sih sebenarnya, tapi aksennya tetap minimalis sama kayak bagian belakang dari si Jell Kure ini. Jadi dia di atas sebenarnya soft touch ini, tapi kualitas kulitnya sih masih agak kasar. Di bawahnya ini dia aksen brush silver, terus dilapis lagi kulit dan ini plastik ya. Ini aksen kulit doang, jadi kulit jeruk aja. Terus bagian kol tengah brush silver lagi. Dan ke bagian door trim pun ada aksen brush silvernya. Untuk pengaturan setir bisa tilt dan teleskopik. Sementara untuk pengaturan kursinya manual maju mundur bisa reclining juga sama naik turun kursi. Walaupun masih manual ya, bukan elektrik sama sekali. Saya enggak bisa kita nyalain mobilnya karena enggak ada kuncinya. Tapi kita bisa lihat kalau speedometernya masih pakai speedometer analog dengan layar tengah yang udah digital. Dan yap, ini masih setir kiri karena namanya Jilay. Mungkin kalau Proton X50 ya dia yang udah setir kanan tentunya nyesuaiin pasar Malaysia. Lanjut lagi. Ternyata ada yang menarik di interior Jil Kre ini yaitu switch atau tuas untuk ng-edimming atau nerang redupin speedometernya. dia ada aksen ala-ala China gitu. Keren aksennya sama persis dengan yang ada di atas ini nih. Nanti kita lihatin ya. Jadi ada tuas buat redupin speedometernya sama untuk pengaturan ketinggian lampu utama depan itu unik banget. Terus lanjut lagi di bagian setir ada tombol cruise control yang bisa kita lihat di bagian bnya tapi dia enggak ada land keepeping assist sama sekali enggak ada kamera di atasnya ya untuk melihat jalur marka jalan jadi enggak ada lin kiping assis sama sekali di bagian setirnya sementara di bagian kanan tombol setir itu untuk tombol multimedia mengatur head unit yang besar ini di tengahnya di bawahnya pengaturan AC single zone aja A dia bisa hangat dan dingin. Arah semburan lengkap. Terus charging enggak ada, tuas transmisi biasa gede nih, tebal. Terus ada electric parking brake sama auto hold. Dua buah cup holder sama tempat kompartemen kecil. Sama sekali enggak muat buat HP. Paling cuma buat naruh kuncinya aja karena dia udah keyless ya. Start soft button-nya kecil banget di sebelah kanan setir. Terus kalau misalkan kita lihat kompartemen penyimpanan di konsol tengahnya itu kecil banget, enggak dalam bahkan tuh. Terus ya udah ini karetnya bisa dilepas. Dan kalau misalkan kalian penasaran motif apa yang ada di tombol untuk mengatur ketinggian lampunya nih motifnya kayak begini. Motif begini semua ada di lapisan karet interior dari Jili Kuri ini. Keren sih sebenarnya. Jadi kesan Chinanya kuat. Mereka pengin gitu kalau misalkan ini tuh brand China yang kuat makanya dia kuatkan grafis-grafis tersebut gitu. Terus uh arm-nya bisa dimaju mundurin enggak fix. Oke, terus bagian atas enggak ada sunroof sama sekali. Udah bisa kalian lihat gelap. Bagian interior ada buat lampu. Ini lampunya udah LED, lampu kabin interior dan spion tengahnya dia masih tuas biasa untuk mode siang dan malamnya. Sementara untuk penutup mataharinya ya udah kaca biasa enggak ada lampu penerangan sama sekali. Oke, itu di bagian depannya. Sekarang kita bagian belakang. Nah, sebelum gua masuk ke bagian belakang dari Gil Courle ini, gua pengen ngasih lihat ke kalian kalau tuas bukaan pintunya keren banget keintegrasi sama desain door trim-nya sama handle pintunya tuh ya hampir tersamarkan. Kita bisa buka di atas sini. Keren ya walaupun kualitasnya plastik banget tapi plastiknya tebal jadi enggak berasa cip-cip banget. Dan walaupun memang desainnya kelihatan tua si Jil Kurey ini, tapi jendelanya kalau misalkan kita pencet-pencet bagian tuasnya ini udah auto down nih. Enggak auto up emang, tapi dia udah auto down sampai ke penumpang baris keduanya. Jadi dia ada dua step tombol ya. Keren. Sekarang kita masuk ke bagian dalamnya dan wow ternyata lumayan lega untuk badan goyang 164 cm. Tapi karena enggak ada panoramic roof atau panoramic sunroof sekalipun jadi gelap ya bagian interiornya. Oke, lanjut lagi. Untuk headro lega banget nih untuk postur gua. Mungkin yang 170 cm ke atas agak terbatas headroom-nya tapi buat gua lega dan lututnya enak, selonjorannya enak, ruang kakinya lega, dan pahanya masih keupport sama jok penumpang baris keduanya. Lalu apa aja fitur yang terdapat di bagian belakangnya ini? Yang pertama kita dikasih colokan USB type E doang belum type C. Dan lagi-lagi ada aksen grafis alat Chinanya ini. Lalu kompartemen terbuka dua buah cup holder dan armr enggak ngeplek. Untungnya dia paten tuh keren. Headr di penumpang tengah sama seat belt tiga titik untuk penumpang tengahnya. Seat pocket ada dua buah tuh ya. Dan kursinya lumayan empuk. Walaupun emang ini untuk perjalanan lama sih dia enggak enggak yang empuk-empuk banget. Masih agak ngelawan resistensi tapi oke. Dan dia anehnya enggak ada penerangan lampu sama sekali di kabin belakang. Makanya gelap banget nih kabin belakangnya. Ini harusnya bisa nih jadi tempat lampu tapi bohong. Kayak trim bawah sih ini jadinya. Sayang banget ya kalau untuk perkenalan first impression jadi agak susah nih ke masyarakat Indonesia. Oke sih, itu aja yang bisa dimainin di baris keduanya ini. Sementara untuk handle pintunya ya retrack aja ya kayak mobil kebanyakan sekarang. Sama tambahan ini buat naruh jaz mungkin atau naruh baju ya ngegantungin di pilar Bagian dalam. Ada gantungan nih. Oke, itu aja untuk baris kedua dari Gili Gurai ini. Iya. Wih, ya. Bagasinya muat orang dengan tinggi 164 cm. Jadi lumayan lega. Sebenarnya dua koper gede bisa dimasukin ke bagasi si Jili Cour ini tuh ya. Muah. Dan poin plusnya ada penutup untuk bagian bagasinya. Jadi kalian aman naruh barang di bagian bagasi. Sementara kalau kalian penasaran di bagian bawahnya ada apa. Spare tire. Jadi ban cadangan yang space saver tipis. Paling cuma bisa sampai berapa km/jam lah. Enggak bisa nyampai 100 km/h pasti nih ya. Ada tandanya cuma bisa sampai 80 km/h untuk ban cadangannya. Jadi space saver. Oke, bagasi luas. Untuk pelipatan kursinya dia bisa 6040. Jadi lumayan lega nih dan rata lantai enaknya. Nanti kita contohin ya. Sayang penutupannya atau pembukaannya belum power back door sama sekali. Tapi untuk tombolnya udah elektrik. Oke, jadi ini dia tampang belakangnya. Ada rear fog lamp, ada wiper, ada rear fog light juga nih. Jadi bisa kalian nyalain di bagian belakang. Tapi yang unik atau mungkin aneh di sini adalah ini ada aksen bolongan knalpot yang bisa kita potong sendiri sebenarnya. Karena kalau kalian biasa ngerakit Tamia itu kan ada potongan-potongan yang per parts itu mesti kita potong tuh. Ini persis nih. Jadi bisa buat aksesoris kalau misalkan kalian beli lubang knalpot ya buat aksesoris si Jili Clu ini. Itu bisa nih kalian lubangin sendiri pakai gergaji besi lah. Paling bisa dipotong udah tinggal pasang plak and spray. Keren. Sayang. Untuk yang ditampilin di GJW ini ya udah ditutup aja kayak tanggung gitu. Padahal lubang knalpotnya itu ada dua buah ke samping kiri kanannya. Oke, jadi itu dia impresi pertama kita terhadap Jili Kure atau Proton X50 kalau di negara tetangga atau Jili Bin kalau di negara asalnya. Gimana menurut kalian kalau misalkan Jili Kure ini masuk ke Indonesia? Apakah masih relate untuk ngelawan HRV, untuk ngelawan Yaris Cross untuk ngelawan crossover-crossover lain di Indonesia? Sementara lawan-lawannya udah ada yang pakai hybrid. Turbo oke udah tapi turbonya yang irit dan segala macamnya. Apakah masih relevan jika Jili Kurle ini masuk Indonesia? Komentar aja di bawah. Jangan lupa subscribe, jangan lupa tekan loncengnya untuk mengahuai video seru selanjutnya dari Autonet Max di GJAW 2020 ini. Gua bagi Satrio. Dadah.
