Jungkat

Geely EX2 : Mobil listrik pesaing Atto 1 & Binguo EV (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Halo, kembali lagi di Autonet Max dengan Audi dan di samping gua ini adalah Gili EX2. Ini adalah mobil atau city car EV terbaru dari Gili. Gua pernah lihat versi Chinanya atau versi Tiongkoknya namanya di sana Xingyuan atau Starwish, tapi di sini dia jadi EX2. Detailnya seperti apa? Bedanya seperti apa? Yuk, kita lihat. [musik] Kita bahas dari segi eksteriornya. Eksteriornya sama persis sebenarnya apa yang dengan gue lihat di Tiongkok. Detail lampunya, bumpernya, semuanya sama persis. For your information, mobil ini panjangnya sekitar 4,1 m. Jadi kalau kalian bayangkan ya eh atau itu sekitar 3,9, bingung juga sekitar 3,9an. ION UT itu sekitar 4,2 4,3. Jadi ini gedenya di antara Bingo sama ION UT. Lebih gede dikit daripada bingo, lebih kecil dikit daripada ion UT. Desainnya hatchback agak ke City carar hatchback gitu. Dan ini cenderung mengambil desain atau elemen-elemen klasik kayak si Bingo daripada futuristik kayak si ION Beauty. Detail-detailnya juga lumayan ya. Lampunya enggak dibikin satu menyambungin tapi dibikin kayak segmen-segmen gitu. Jadi kayak logonya Nike Wsh gitu. Swish-nya Nike, sorry. Terus di sini ada tulisan full LED tech. Di sini kayak ada aksen-aksen apa ya, elektronik gitu. Full LED tentu saja kagak ada fog lamp di sininya. Clean, ada air dam sedikit, ada garnish sedikit. Pindah ke bagian samping. Di bagian sampingnya keding-kadingan hitam biar kesannya agak lebih raget sedikit. Versi yang ini, ini versi eh Pro ya. Jadi, for your information lagi, mobil ini di Indonesia C X2 ini ada dua versi, ada dua varian, varian Pro dan varian Max. Bedanya adalah kalau Pro dia pakai pelek 15 inci, bannya 20565. Kalau varian max ya entar kita lihat juga dia pakai peleg 16 inci. Di sini dia pakai pelek kaleng ditutup dop. Untuk varian max-nya dia pakai ban ukuran 205 profil 60, ringnya 16 twoon alloy. Desainnya seperti ini. Dari sampingnya khas seperti yang gua lihat juga waktu di Tiongkok, dia masih pakai model masuk ke dalam gini ya. Dia clean tapi dia masuk ke dalam gini. Jadi bukan model yang ee apa pop up atau gimana gitu. Jadi masih model seperti ini. Ee tarikan garisnya khas sebuah hatchback. Dan lagi-lagi ya bedanya antara Pro dan si Max. Kalau Pro ini dia sewarna body enggak tuton. Kalau Max dia atasnya dibikin tuton jadi hitam. Bagian belakangnya dikasih aksen kayak bintang-bintang dikit sebelah sininya. Masuk ke bagian belakang sininya. Lagi-lagi Jili punya karakterisasi yang agak-agak mirip dari antara si Starray, antara si X5 sampai ke si EX2. Ini juga lampu belakangnya punya karakter agak-agak membulat, agak gagak halus. Cuman kalau bedanya kalau di EX5 atau di Starray dia menyambung, kalau di sini dia kepisah. Tentu saja full LED. Di bagian belakang ditambahin sedikit garnish-garnish chrome-nya, kamera parkir, sensor parkir 3 pie, lampu kabut belakang, dan kita lihat bagasinya. Tentu saja tidak ada elektronik-elektronikan ya, masih manual semuanya. Lumayan clean sih. Kading-kadingannya juga dikasih. Cuman e gua menyayangkan sini enggak ada tunel cover ya. Enggak ada cover buat bagasi. Jadi agak blong gini. Ini enggak ada. Oh tunggu. Saya mencoba mencari cara membuka. Oh ternyata tidak bisa. Tapi ternyata bagasinya cukup dalam juga di bagian sininya. Korsi masih bisa kalian lipat ke depan 4060 konfigurasinya. Tapi kelihatannya tidak flat-flat banget ya. Mari kita coba. Ya, benar, tidak flat. Karena begitu dilipat ksinya ternyata masih ada gap di sebelah sininya. Untuk bagian depannya ternyata masih ada bagasi atau front trang atau frang. Dan di sini juga sudah teleskopic ya. Jadi enggak usah disangga-sangga lagi. Front rang-nya sendiri atau frangnya sendiri kapasitasnya 70 L. Dia cukup banget buat naruh barang-barang di sebelah sini biar rapi. Sekarang kalau kita ngomongin soal motor listriknya, motor listrik sendiri powernya sekitar 85 kW, torsinya sekitar 150 Nm disandingkan dengan baterai 40,8 kWh LFP tentu saja range-nya menurut NEDC bisa mencapai 395 km dalam sekali pengecasan. Cukuplah ya buat dalam kotak. Tik motornya penggerak roda belakang. Jadi bukan penggerak roda depan. Jadi harusnya agak sedikit fun ya, 0 sampai 100 akselerasi dalam 11,5 detik ya. Mirip-mirip kayak mobil 1800 cc lah. Sekarang kita masuk dalam interiornya si Gily EX2. Lagi-lagi karena ada dua versi, ada berapa perbedaan antara si versi Pro dan versi Max. Yang kita naik ini adalah versi Pro alias versi paling bawah entry level-nya. Perbedaannya lumayan ya, lumayan signifikan banget. Pertama dari segi warna interior. Kalau si versi Pro ini warna interiornya dia hitam semua. Kalau si Versi Max dia agak apa ya? Putih keabu-abuan gitu. Jadi lebih elegan. Terus detail-detailnya seperti ininya kalau warna kalau si Pro dia enggak ada gambar kota-kota yang mana lebih bagus kalau menurut gua sih ya. Kalau versi Max malah dia kayak ada gambar kotanya dan ada ambient lighting-nya. Versi Pro ini enggak punya ambient lighting-nya. Layar ininya segala macamnya sama. Layar sininya juga sama. Sininya sama. Tapi ada perbedaan lagi. Korsinya kalau versi Pro dia manual. Ini jauh banget loh sliding-nya. Kalau versi Max dia tentu saja sudah elektrik. Ini bisa sampai begini nih. Gila nih panjang banget sumpah. [tertawa] Hilsa teman nih kayaknya nih. Perbedaan lagi ada di faktor safety-nya atau sektor safety-nya. Kalau si versi Max itu dia sudah dilengkapi dengan ADAS 12 fungsi. Si versi Pro ini belum ada. Ctain airbag juga enggak ada. Jadi cuman eh airbag dan side airbag saja untuk si versi Pro. Sedangkan si Max dia lengkap dan dia enggak ada 360 parking kamera. Kalau si Max dia ada si Pro ini cuman cukup kamera belakang saja untuk parkir. Tapi di luar perbedaan itu detail-detail lainnya masih sama. Setirnya masih berlapis kulit. Logo J-nya bagus ya. Gua demen logo J di sini. Di sini masih ada kontrol buat audio dan voice command. Dan tentu saja karena ini mobil Tiongkok modern dia clean enggak punya tombol ya. Suka apa enggaknya ya? Tombol cuma di sini doang. Ada tombol buat AC nyalain matiin kagaknya. Buat ee heater e kaca depan. emergency buat park dan transmisi Rn-nya. Cuman ini aja tombolnya dan di sini. Tapi untungnya gua berani ngomong gini, Gily itu punya interface salah satu yang paling smooth. Jadi apa namanya? Respon layarnya itu salah satu yang paling bagus nih. Kalau kalian lihat dari sini respon layarnya tuh benar-benar cepat banget dan dipencetnya juga enak gitu loh. Tuh power off tuh enak gitu loh. Benar-benar enak banget. Layarnya sendiri ukurannya sekitar 14an inci dan berguna banget. Tapi lagi-lagi ya, lagi-lagi untungnya mereka itu mendesain layarnya ini gak sampai tinggi banget ke apa atau melebihi dashboard. Jadi kalau kalian duduk dengan posisi menyetir kalian, layar ini posisinya tetap sedikit atau sama di dashboard, di lever dashboard. Jadi enggak mengganggu pandangan kalian. Satu perbedaan lagi yang gua temukan eh versi Indonesia ini dibanding versi Tiongkok yang waktu itu gua coba langsung di Hangcho. Yang di Hangchou itu lacinya dia model kayak laci. geser. Tapi untuk versi Indonesia dia tetap pakai laci konvensional yang jatuh ke bawah sini. Keren ya padahal yang di versi tiongkoknya tapi ya enggak apa-apalah minor. Kita lihat bagian belakangnya. Oke sekarang kita di bagian belakangnya dan gua berani bilang di bagian belakangnya seperti halnya mobil tiongkok lainnya lega. Gua tinggi 174. Headro gua sih sebenarnya agak terbatas ya di sini doang ya. Eh headr juga dia enggak adjustable. Di sini juga dia enggak ada armres. Tapi light room. Ini tadi posisi gua nyetir ya. Lightroom mungkin sekitar 15 17 cent cukup ya, masih dapat ventilasi AC di tengah. Gua tidak menemukan USB port, tapi nanti kita coba lihat di versi max ada apa kagaknya. Tentu saja ada speaker, power window dan lain-lainnya di sini. Sisanya basic aja. Balik lagi buat mobil dengan panjang 4,1 m. Sebenarnya pemaksimalisasikan pemaksimalan ruangnya sudah cukup baik menurut gua. Nah, ini versi Max-nya. Seperti tadi gua bilang, dia interiornya punya pilihan warna yang berbeda. Sekarang dia tampil lebih cerah. Jadi kayak putih keabu-abuan atau abu-abu keputih-putihan. Nah, udahlah. Pokoknya bedanya di situ. Ambient light-nya ada nih dan gambarnya kotak. Oke, ini kurang ada Monasnya ya kalau gua bilang pilihan warnanya 256 color. Jadi bisa banyak banget, bisa RGB banget. Nah, untuk setirnya sendiri desainnya sebenarnya sama antara versi Pro dan versi Max-nya ini. Cuman si versi Max ini dia ada satu tombol lagi di mana dia bisa cruise control di sebelah sininya bisa kalian setting dari sini. Di sini juga kalian lihat ada ADAS-nya. Lumayan lengkap ya, l keepeping, blind spot segala macam. Di spionnya kelihatan tuh ada indikator blind spot-nya. Jadi udah lumayan lengkap 12 fungsi di si versi max-nya ini. Dan kursinya sendiri sudah elektrik tuh. Jadi enggak manual-manual banget. Nah, versi Max udah ada USB di bagian belakangnya. Versi Pro enggak punya USB. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya si Gily EX2. Tapi sebelum nyampai kesimpulan, gua sebutin dulu harganya. Versi Max ini R73 juta. R273 juta. Versi Pro itu R233 juta alias nempel banget sama si AT dan jauh lebih murah daripada bingung. Dengan perbedaan R juta antara feature si Pro dan si Max. Menurut kalian mana yang lebih worth it? Karena menurut gua jujur aja gua malah lebih prefer Pro karena lebih basic tapi lebih menunjang buat kebutuhan kalian sehari-hari. Gimana menurut kalian G X2 ini apakah cukup kompetitif dibandingin sama Atan sama Bingo? Tulis di komen ya. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, subscribe, saran, dan tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Autonetm. Audi Sign Off dari Gjaw 2025. Bye bye.

Lihat di YouTube