Geely Star Wish 2025 : Cocok lawan Binguo EV (YouTube Video)
Glove box jatuh ke bawah udah enggak zaman glovoknya kayak gini dong. Ini adalah Jili Starsh atau Gil Shingwen. Detailnya kayak gimana? Menariknya seperti apa? Apakah pantes dibawa ke Indonesia? Nantikan terus di video [Musik] ini. Sekarang kita bahas soal eksteriornya. Nah, eksteriornya si Singuan atau si Starwish ini sebenarnya bentuknya agak-agak cute ya. Agak-agak lucu-lucu kayak bingo ya. Cuma secara dimensi dia sendiri sedikit lebih besar daripada si Bingo. Kalau Bingo dia 3,9 m di bawah 4 m. Dia ini 4,1 man atau sedikit lebih kecil daripada Dolphin, tapi lebih panjang sedikit daripada bingung. Luarnya apalagi dengan warna apa ya nih? Lime green min. Ah tahu deh. Pokoknya hijau gini nih luarnya tuh kayak cute to see. Lampunya juga lucu. Masih ada aksen-aksen di depannya. Ada chrome-chromnya tipis-tipis aja. Overall shape designnya juga dia masih mirip sama kayak si EX5 agak membulat-membulat. Kalau di sini, kalau di China si Singuan atau si Starwis ini dia pakai subbrand namanya Giom. Tapi nanti kalau di pasar luar negeri mereka akan dimasukin ke dalam Gily Galaxy Series. Untuk bannya sendiri dia pakai ukuran 16 inci. Agak tebal ya karena profilnya dia pakai e 20560 agak ketebalan. Desain pelegnya sendiri sebenarnya sih China banget ya. Jadi kayak bintang gitu, mentang-mentang starwish gitu kan. Jadi kayak bintang gitu ya. Mungkin bisa diganti sih nanti kalau masuk Indonesia. Sampai masuk Indonesia kalian bisa ganti sendiri. Untuk adas-adasan tentu saja mobil ini dilengkapi dengan adas-adasan ya. Dia pakai kamera satu ya di atas ini enggak ada liar, enggak ada macam-macam tapi ah lebih dari cukup. Eh cruise control segala macamnya eh apa namanya? Forward collision segala macamnya usah dilengkapi sampai dia kamera 360-nya juga sudah ada di bagian sini. Untuk door handle-nya juga dia sudah mengadopsi tipe yang mulus ya, smooth. Biarpun bukan yang tipe pop up ya, tapi dia udah lebih bagus. Biarpun masih begini tapi dia bikin smooth. Untuk detailnya mereka juga memberikan atap toone. Di sininya masih ada aksen sedikitnya biar enggak membosankan di pc-nya. Ada initial-nya di sini dan lampu belakangnya yang menurut gua bagian paling cakep dari mobil ini. E belakangnya dia proporsional banget tuh. Full LED tentu saja masih ada sensor parkir tiga biji dan kamera parkir di bagian belakangnya. Bagasinya sendiri sudah elektrik kebukanya. Dan lucunya lagi, mobil ini juga punya bagasi yang cukup besar. Biarpun bagian bawah sininya tidak bisa dibuka sama sekali. Kenapa? Karena dia mobilnya penggerak roda belakang. Jadi motor listriknya ada di bagian bawah sini. Nah, untuk motor listriknya sendiri dia dilengkapiin dengan motor listrik sebesar ee 79 PS atau 116 PS tergantung dari baterai pack-nya. Baterai packnya sendiri dia ada dua macam, yang 30-an atau 40-an. Range-nya sendiri 310 sampai 410 km berdasarkan standar CLTC. Untuk pelipatannya seperti apa? Ini kalian tinggal tarik di sini doang. Ini langsung bisa dijatuhkan ke gini sama juga ditarik. Ya memang dia enggak flat ya, tapi lumayan memberikan apa ya ruang yang cukup kalau kalian bisa ngangkut barang-barang. Mau ngangkut barang-barangnya agak gede. Kita lanjut. Jadi kalau mesinnya di belakang motor listriknya belakang di depannya adalah jeng jeng. Uh, udah hidraulik loh kanan kirinya. Karena di depannya ada front trang atau frang. Kapasitasnya mencapai 25 kg dan cukup gede ya. Benar-benar cukup gede. Jadi praktis cuman dia tetap kasih akses atau panel akses untuk misalnya cairan-cairan atau aki. Yes. Mobil listrik pakai aki. Kata siapa mobilistik kagak pakai aki. Untuk interiornya dia tampilannya masih sama kayak di depannya. Aksen-aksennya, trim-trimnya juga masih sama. tetap dikasih kayak pattern perkotaan di sebelah sininya ya. Handlennya masih plastik putih. Mungkin di Indonesia nanti dia akan kasih versi yang warna yang berbeda. Di sini juga kayak sebenarnya kayak ada pattern-pattern lampu gitu ya. Keren ya. Dan gimana kalau posisi duduknya? Nah, ini mumpung kita ada modelnya Nanda dari Moladin. Da, tinggi lu berapa, D? 168. 168. Headroom-nya bagaimana? Bagus banget. Jauh. Bagus ya. Kaki juga kelihatannya gede banget ya. Kebetulan di depan ada Mister Sano. Nah, ini dia gede banget. Cuman sayangnya tidak ada amres ya. Amres opong ya. Biarpun di sininya masih ada beberapa ee kenyamanan seperti kisi-kisi AC dan USB A ya. Sayangnya bukan USBC. Setelah tadi kita bahas lacinya, sekarang kita bahas interiornya. Oke, trim di depannya dia pakai pattern-pattern city kayak gini. Tombol power window. Yes, ini dia setir kiri karena di versi Cina. Entar gua zoom out dikit. Nah, biar kelihatan gua masuk ya. Oke, pattern city-nya berlanjut ke bagian penumpangnya juga sampai ke bagian sampingnya juga bagus. Ini putih semua. Di sini kayak ada aksen lagi ya sebenarnya ya. Berlanjut juga kayaknya di bagian belakang. Joknya empuk. Gua demen banget. Dan posisi duduknya enggak secanggung atau enggak seawkward si Bingo yang cenderung lantainya lebih tinggi. Biarpun ini juga lantainya sebenarnya enggak pendek. Enggak pendek-pendek banget ya. agak tinggi juga tapi lebih natural ya. Pengaturan kursi. Kalau di sisi driver dia pakai elektrik. Kalau di sisi passenger dia masih pakai manual. Layar besar dengan flying auto. Eh head unit apa operating system yang sama kayak jili-jili lainnya ya. Semua pengaturan kalian bisa atur dari sini. Pengaturan mobilnya juga. Dan ini bahasa Mandirin gua harus kursus dulu. Jadi yang pasti settingan semua bisa kalian atur dari sini. lagi di sini pengaturan AC segala macamnya juga kalian bisa kontrol dari sini. Oke. Dan otomatis karena diaturnya dari sini tidak banyak tombol fisik karena tombol fisiknya disisakan cuman PRND-nya doang, AC nyala on off-nya, heaternya, buat park, buat eh apa namanya? Emergency dan tuasnya doang. Di bagian sebelah sini juga kalian masih bisa dapetin wire charging dengan kapasitas atau kekuatan 50 watt. Bagian ke sininya masih ada kayak penyimpanan-penyimpanan dan cup holder juga ada center console. Kuncinya kayak begini. Oke. Dan ini agak lega ya. Agak ke dalam gitu masih ada space lagi tambahannya. Dan karena ini mobil listrik biasa ala-ala floating console di tengahnya. Dia masih ada USB A1 dan USBC 1. Pindah ke bagian sininya. Sano membuka sana. Gua kayak live report ini lama-lama ya. Ini masih ada rem parkir. Wah, kebuka nih sama Sano nih. Nah, ini instrumen panel di depannya kecil ya, tapi full color dan resolusinya bagus banget. Stirom-nya gua suka banget. Bentuknya cute tapi bawahnya masih flat bottom dengan beberapa tuas pengaturan di sini. Ini bisa kalian atur cruise control dan berapa pilihan maupun buat audio klakson segala macam juga masih bisa diatur. Setirnya sayangnya tidak teleskopik, hanya tilt saja. Oh ya tambahannya lagi kursinya masih kursi pocong tapi keren. Jadi kayak bakat seat racing. Di sini masih ada aksen-aksennya metal. Enggak metal sih plastik ya cuma dibrush gitu. Giom. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya si Singuen atau si Gioma Starwish atau si Gilis Galaxy Starws ini ya. Tentu saja speknya nanti akan berbeda dengan spek yang mungkin dibawa ke Indonesia. Cuman kalau ngelihat sekilas mobilnya sebenarnya sangat-sangat decent banget. Dia tampilannya sedikit lebih besar dan sedikit lebih cute. Masih punya karakter tersendiri yang mungkin banyak disukai oleh orang-orang Indonesia. Dan lagi kalau di China sendiri harganya sekitar R jutaan sampai R00 jutaan. Menarik enggak kalau mobil ini dibawa ke Indonesia dan menurut kalian pantasnya harganya berapa? Terus di komen ya. Oke, mungkin itu aja video kali ini. Thank you sudah nonton Audi Sign off dari Hangchou China dari markas Kili. Bye bye.
