GILA! MITSUBISHI DESTINATOR BIKIN KELAS SENDIRI, NGGAK ADA LAWAN! (YouTube Video)
Oke, jadi hari ini kita lagi ada di Senayan Park buat nyobain si Mitsubishi Destinator ini. Jadi kemarin itu baru aja di launching mobilnya, tapi belum ada harganya karena harganya akan ada di GIAs 2025 dan launching-nya di Spark bisa langsung test drive. Jadi di sini tuh tadi kita akan nyoba ya. Jadi di sini tuh kita akan nyoba akselerasi, kemudian ada beberapa rintangan, habis itu kita bisa setelom. Nah, tapi nanti aja kita sekarang bahas mobilnya dulu. Jadi ini namanya Destinator dari DST konsep. Dan yang gua sukanya adalah dari konsep ke produksi Mitsubishi mirip ya persis kayak XForce tuh pertama kali dilihatin konsepnya pas jadi weh mirip dan ganteng untungnya. Nah, gua pikir oh ini Xforce dipanjangin ya kata Mitsubishin-nya bukan. Ini bukan Xforce dipanjangin. Justru basisnya itu diambil dari Expander yang disempurnakan katanya. Bukan dari XForce yang dibikin panjang. Tapi karena bahasa desainnya sama ya, bahkan kalau kita ngelihat interiornya itu mirip banget sih sama si X Force. Nah, dia itu gua pikir bakal jadi penerusnya Xpander. Ternyata enggak. Expander tetap akan dilanjutin. Destinator ini itu ada di atasnya si Expander. Jadi daripada bikin MPV 7 seater yang sekelas Zenx gitu, mendingan kita jadiin SUV aja sekalian. Benar sih, karena SUV di kelas-kelas begini rata-rata kalau seven seater dia tuh bukan seven seater asli dia tuh 5+2. Yang ini beneran seven seater dan belakangnya itu kayak kita ada di sebuah LMPv yang cukup lega, enggak cramping, enggak jadi anak tiri lah kalau misalkan kita naik SUV yang 5 plus 2 atau Seven seater. Ah kita bahas dari depannya dulu ya. Bahasa desainnya mirip banget sama XForce ya. Cuma bagian enggak sih, bukan bagian semuanya beda. Dan gua suka desainnya ganteng. Lihat lampunya mirip kayak XFC ganteng. Ada silver-silvernya lagi di sini. Dan grillnya itu kayak ada honeyom kan di dalamnya kan. Tapi itu tuh di dalam gitu. Jadi kayak dikasih lapisan plastik mika lagi. Padahal enggak. Bagian sini tuh dipegang rata. Bagian sini tuh ada lekukannya ya ada radarnya. Jadi ada adasnya buat adapati crol. sama ada kamera 360 dan sensor parkirnya yang di depan ada empat. Nah, untuk yang versi yang ultimate dia tuh ada GLS, exit, ultimate, sama yang ultimate premium. Nah, ini kebetulan yang ultimate premium. Jadi, ada perbedaannya di sini ya. Kalau yang ultimate warnanya itu abu-abu glossy. Kalau yang exit kalau enggak salah sewarna body putih juga. Satu lagi tuh doc yang tipe GLS. GLS apa GLX itu. Dan semuanya automatic CVT enggak ada yang versi manualnya. Terus kalau kita buka mesinnya tentu mobil yang bukan LSUV atau LMPv dia kan kelasnya di atas ya, bukan kayak kelasnya Xander Cross atau Stargazer X atau BRV ya. Kalau dikasih mesin 1500 NA ya pasti underper karena mobilnya gede. Ini dikasih mesin 1500 cc turbo tenaga 160 PS dan torsinya 250 Nm dipadukan dengan transmisi CVT. Nah, di sini ada water to air intercooler. Biasanya kalau mobil yang kelas harga segini, intercoolernya tuh yang pakai udara doang di depan. Jadi semakin kencang dia semakin bagus karena semakin adem. Nah, dengan water 2 air intercooler dia lebih stabil suhunya dibandingkan dia pakai yang di depan. Dan turbonya ini adanya tuh kata Mitsubishi di atas 2000 rpm. Karena di bawah 2000 rpm itu sengaja enggak dikasih ant. Biar apa? biar kalau misalkan lagi pakai start stop di kemacetan, dia gak boros-boros amat seperti mesin turbo yang dari bawah udah mulai spoling. Ini agak unik ya karena pendekatannya eh Mitsubishi sama Toyota tuh beda. Kalau Toyota ke hybrid dan si Mitsubishi justru masukin yang turbo. Nah, sebenarnya dia juga kayak misalkan Xforce atau Xpander. Di Thailand kan ada yang hybrid ya, tapi di Indonesia karena bodinya gede dan butuh tenaga lebih, biar enggak under power langsung dimasukin yang turbo sekalian. Nah, dimensinya sendiri gede ya. Dia panjangnya 4,68 m, lebarnya 1,84 m. Jadi ya emang kelasnya kayak mau jadi kayak CR RV gitu, bukan LMPv atau L SUV. Dan bannya dia pakai bridge. Ukurannya 225 55 R18. Tapi gua suka desain velegnya sih. Desain velegnya itu kayak agak sedikit keluar gitu ya. Bagus sih. Dannya juga enggak Nora. Nah, seperti biasa Mitsubishi liner dalamnya rapi ya, depannya pakai mark strot dan belakangnya masih pakai torsion beam. Nah, belakang dia juga sudah pakai rem cakram sama ini nih yang jarang nih biasanya mobil di kelas ini itu jarang yang pakai ini nih dalamnya tuh dikasih karpet ya jadi bukan cuma plastik biasa. Tujuannya apa? Kalau misalkan lagi dibawa kecepatan tinggi peredamannya lebih baik. Cuma biasanya kalau karpet gini nanti kalau misalkan udah agak tua dia kalah jadi agak turun gitu mesti diganti. Nah bagian belakangnya seperti ini dia ada tulisan Destinator panjang sama si plat nomornya ditaruh di bawah. Yang uniknya tulisan Destinator-nya ini itu warnanya abu-abu kayak warna batu. Biasanya kan tulisan Destinator ini kalau enggak chrome dibikin hitam sekalian. Tapi ini dibikin warnanya abu-abu kayak batu. Ini bagus sih, gua gak kepikiran ya kalau misalkan logo Mitsubishinya dibikin warna gini kayaknya juga keren deh. Dan bagian belakang karena dia pengen lega dibikin agak sedikit ngotak profilnya kencang gitu ya. Desainnya eh bagian bawahnya agak kurang tapi atasnya gua suka ya. Terus bagian atas ini kayak ada spoiler padahal dia emang jadi satu sama desainnya. Ada high moed stop lamp, serin antena, devoger, sama ada wipernya sama ada kamera 360. Dan di bagian sini ada parking sensornya. Parking sensornya depan empat, belakang empat loh. Banyak ya. Ini mata kucing. Ini kalau kita lihat kayak pijakan kaki bukan. Ini cuma plastik biasa. Jadi cuma desain aksennya aja. Jadi enggak bisa diinjak pakai kaki. Bisa roboh entar. Terus kita buka bagasinya. Untuk yang varian ultimate premium ini sudah pakai bagasi elektrik. Terus ini seperti biasa Mitsubishi kayak Xander juga. Dia bisa dibikit lipat rata lantai sampai ke tengahnya. Terus kalau misalnya kita naikin ya gampang ya enteng ya. Bagasinya cukup lega. Terus di bagian bawah sini ada storage yang cukup besar. Kiri kanannya agak sedikit kosong sama di sebelah kiri kita akan mendapatkan itu dongkrak. Nah, ban serep ada di bagian bawah dan ban serepnya ini dia pakai yang temporary ya. Tapi baguslah daripada enggak ada sama sekali, mendingan ada tapi temporary. Sekarang kita masuk ke dalam interiornya, yuk. Oke, masuk ke dalam interiornya. Kalau kemarin XForce dihujat gara-gara enggak ada panoramic sunroof-nya, nah di destinator ini enggak diulang lagi, ya. Jadi, dia tetap dapat panoramic sunroof. Udah gitu besar, cuma bagian tengahnya ini dia agak tebal. Nah, ngaturnya dari sini. Jadi, ada buat cray-nya bisa ditutup sama buat buka sunroof-nya. Benar. Woh, lega bukanya ya. Woh, bisa lagi. Jadi cukup lega dia ternyata. Sama ada tombol SOS-nya di sini. Jadi kalau kita pencet darurat, butuh bantuan, bisa langsung ngobrol. Nah, kenapa dia ada SOS di sini? Karena dia ada SIM card-nya. Jadi, kita bisa pakai buat nelpon SOS tapinya. My Mitsubishi Connect. aplikasinya itu beda sama aplikasinya yang di XForce yang cuma bisa ngelihat mobil kondisinya doang. Kalau ini bisa dipakai buat nyalain AC, buat ngelihat ee kendaraan ada di mana dan kawan-kawan ya. Jadi kurang lebih sama kayak punyanya Hyundai yang pakai Bluinking. Nah, kemudian mobil ini katanya punya harga under Rp500 juta dan dengan kelengkapan, anggaplah ini R500 juta gitu ya. Kelengkapannya sih ini lumayan dibandingkan dengan XForce. Kayak misalkan nih kursi sebelah kanannya kita dapat elektrik ya yang premium ini. Yang kiri belum elektrik sama dia joknya sudah pakai kulit ya dan setirnya dia tuh sama kayak punya X4 atau Pajero Sport yang baru. Tombol-tombolnya juga mirip tapi di sebelah kanan sini dia punya adaptive cruise control tapi enggak ada Land keeping assist-nya. Jadi cuma bisa ngatur jarak doang secara otomatis. Kiri kanan tetap kita harus sendiri. Nah, terus nih lihat kita punya kamera 360. Bagus lagi kamera 360-nya. Jadi kita ketika kita pencet sekali dia tuh langsung ngelihatin depan sama kiri kanan enggak dari kamera 360. Kenapa? Karena yang butuh tuh kayak gini. Kalau misalkan kita pengin berubah lagi tinggal dipencet lagi aja nanti dia jadi ya kamera 36 pada umumnya. Kemudian pencet lagi jadi belakang doang ya. Belakang apa depan nih? Belakang. Terus nah pencet lagi untuk yang sebelah kiri. Ini berfungsi kalau misalkan kita mau belok gitu ya. Ada selok kanan di sebelah kiri bisa kelihatan. Oke, terus speedometer, head unit semuanya sama kayak punyanya XForce ya atau Pajar Sport yang baru bagian tengah sini. Termasuk menu-menunya pun kalau kita pencet-pencet itu juga sama. Display type, sub unit speed, driver assistance. Kita pencet di sini VFCM, BSW, Recourse, traffic alert, parking sensor, LCDN itu apa sih? Ah, itulah pokoknya ASC ya. Oke, ada pop up notification, tailgate, rest reminder, turn signal, sound. Ini bisa diganti-ganti nih kalau enggak salah nih sama kayak XForce ya. Operation sound kita matiin aja. Fuel consumption temperatur bisa diatur di sini ya. Kemudian kita lihat kiri kanannya. Nah, auto stop go-nya bisa diatur. Nah, di sini ada skore, eco skor-nya dan ada ASG-nya. Auto stop and go-nya itu berapa menit? Eh, sebenarnya kalau dibikin malt hybrid bagus juga ya. Biar apa? Biar pajaknya jadi rendah PNBM-nya. Oke, ya. Ini karena dipakai test drive ya, enggak bisa jadi acuan. Nah, ini AYC driving range ya. Terus ada direction. E, head unitnya juga tersambung ya sama kayak XFC. Oke, ini pas pakai ADAS-nya ini alert. Oke, udah sama. Terus kalau kita lihat interiornya, dia tuh ada kemiripan memang sama XForce ya. Kayak misalkan di bagian head unitnya sini, speedometernya, setirnya, AC-nya, sama tombol ini lebih mirip kayak Xander dan Pajo Sport juga sih. Jadi common parts ya. Cuma secara langsung nih kayak Xforce banget, terutama bagian tulisan Yamaha sini. Cuma kalau XFC kan dia warnanya hitam, dia warnanya putih. Dan dia juga punya beberapa panel soft touch ya. Bagian sini tuh soft touch, di sini juga soft touch, di sini juga soft touch, sini juga soft touch. Tapi bagian atasnya sini ini plastiknya masih plastik keras biasa. Nah, AC dia sudah dual zone. Jadi, kanan kiri bisa berbeda ya. Bisa diink kalau misalkan temperatur mau disamain. Dan jangan lupa sirkulasinya ambil dari dalam aja dari luar kadang-kadang suka bau. Bagian bawahnya dia ada USBA, USBC sama ada colokan 12 volt. Push start stop engine button-nya ada di sini. Drive moden-nya ada di sebelah kanan. Sama ini agak aneh sih, kenapa si electronic parking brake-nya ada di sebelah kiri sama auto hold-nya tombolnya di sebelah kiri sebelah kanan ya. Tapi mungkin karena udah enggak cukup lagi kali ya. Enggak sih harusnya bisa dimajuin lagi ya. Karena kan kita nyetir di sebelah kanan ya harusnya tombolnya di sebelah kanan. Tapi ya enggak ngaruh juga sih. Karena kalau misalkan kita udah biasa pakai electronic parking brake terus pasang seat belt masukin D kita gas aja dia udah auto rilis. Dan ketika kita masuk ke P, kita matiin mesin, dia langsung nge-lock juga elektronik parking brake-nya. Jadi sudah otomatis. Kemudian ke sini dia ada cup holder, ada ruang penyimpanan ya, cukup lega. Sama di bagian sini itu dia enggak bolong ya, tapi kita ada tempat nyimpan buat barang-barang sebelah kiri sama sebelah kanan. Glove box sudah soft opening dan cukup besar. Head unit kurang lebih dia sama kayak XFce ya, banyak gimiknya. Ada bater voltage-nya, terus ada jamnya, ada fuel dan kawan-kawan. Tapi yang paling gua suka dia ada ini nih, boost meter. Wei, tapi agak sedikit patah-patah ya. Dia enggak smooth ya. Tuh, ada brake-nya berapa persen kita injek. Coolent, injection, dan kawan-kawannya ada di sini semua kurang lebih persis sama kayak punyanya XForce. Nah, ke atas sudah elektrochromatik ya. Terus ada indikator buat seat belt. Tapi enggak cuma yang bangku tengah, bangku belakang pun juga ada indikatornya. Ini lampu di sini sudah LED, tapi LED-nya agak dibikin kuning. Terus kalau kita buka di sini, kita dapat kaca plus lampu. Enggak cuma sebelah kanan, tapi juga ada di sebelah kiri. Nah, sekarang kita lihat belakangnya. Kira-kira senyaman apa kursi baris belakangnya. Oke, sekarang kita ke kursi baris tengahnya, ya. Aduh, ini yang bikin dia kerasa premium ini loh, AC-nya itu ada di plafon. Karena kalau mobil-mobil yang e SUV enggak diciptakan dari seriter cuma dibikin 5+2 itu biasanya AC-nya cuma di sini doang dan belakangnya enggak ada. Ini dari depan tengah sampai belakang itu ada AC semua dan semuanya di atas plafon kurang lebih sama kayak Innova lah. Terus kalau misalkan kita ngerasa kursinya kurang rebah, ini bisa direbahin. Tapi rebahinnya enggak banyak ya. Ini cuma segini aja. enggak bisa dipakai sampai buat tidur. Seandainya Mitsubishi bikin ini jadi captain seat, gua rasa itu ide bagus sih. Karena ini buat jadi captain seit sih bisa banget ya. Depannya udah mewah, suspensinya juga tadi gua nyoba udah nyaman. Kalau dibikin captain seat menurut gua lebih oke lagi. Terus kita dapat ah meja di bagian belakang. Dan gua suka mejanya tuh ada aksennya di sini. Ada silvernya, ada tempat buat naruh HP sama kita punya cup holder di bagian sebelah kanannya sini. Kalau mau nutup tinggal ditekan aja. Ya. Terus sebelah kanannya enggak dikurang-kurangin. Jadi masih sama hard plastik bagian atas, tapi di sini dikasih jahit-jahitan asli, kasih black piano ya. Ada silver-silvernya, ada tulisan Yamaha-nya lagi di sini ya. Jadi kalau kita di tengah sini ya, kalau dibandingin sama Zenix yang tipe V atau tipe G yang nyambung bukan yang captain seat, door trimnya ini jauh lebih mewah loh. Seandainya dia ada cray-nya buat nutup, wah itu pasti lebih top lagi. Airbag-nya juga saya belakang ya, dia ada en. Nah, di sini juga tempat penyimpanan sama buat ngatur AC-nya dia dari sini bisa diatur kecepatannya berapa, tapi temperaturnya enggak ada. Onf-nya di bagian tengah dan di bawahnya ada colokan buat USB A sama C buat ngecas HP. Kalau kita butuh amres tinggal dibuka di sini ya, set. Nah, kita bisa dapat amres tapi enggak sejajar ya. Jadi yang kiri lebih tinggi karena lebih pendek. Nah, pertanyaannya gimana bagian belakangnya? Kita buka aja. Dia sudah pakai one touch tumble ya. Dan ini enggak cuma yang sebelah kiri doang, yang sebelah kanan pun dia juga sama. Kalau kita pencet set, nah dia juga one touch tumble. Ini posisi kita paling mundur ya. Jadi dia kan sliding nih, bisa dimajuin sampai segini belakang segini. Jauh ya sliding-nya ya. Oke, yuk kita buka. Nah, sip. Kita naikin lagi. Oke. Ini kalau versi yang paling mundur dengan e tegak ya seperti ini. Dia emang kerasa nih. Lihat deh agak sempit. Cuman kaki kita tuh lubangnya bisa masuk ke bawah gitu. Terus kita naikin sandaran kursinya. Ini kan versi paling tegak ya. Tinggal kita mundurin dikit. Nah, baru. Eh, enggak loh. Ini nyaman loh. Tuh, jadi enggak mentok tuh. Kalau misalkan kita duduk seperti ini, kepala gua tuh enggak mentok. Tapi kalau misalkan kita rebah kayak gini, nah baru kita mentok di bagian sini. Tapi ya gua bilang tadi, ini versi yang paling mundur. Coba sor bisa majuin dikit enggak? Dikit aja Bang ya. Oke. Ini belum paling mentok nih ya. Lega loh ini loh. Tuh, masih punya leg room. Even kalau ini dibelakangin eh masih ada loh. Eh bagus loh ini belakangnya loh. Jadi emang dibikin bukan 5 plus 2 atau SUV yang dipanjang-panjangin terus dikasih kursi kecil di belakang. Ini benar e konfigurasinya kurang lebih kayak kita ee naik LMPv atau LSUV atau mungkin naik Kijang Innova sekalian ya. Innova lebih gede dikit lah ya. Dan kalau kita pentokin lagi Zen coba Zen. Paling mentok paling depan ya. Woh lega euy tuh. belakangnya ngelega ya. Sebelah kanan kita juga dapat cup holder, ada tempat buat naruh barang sama ada tempat buat naruh HP di bagian sini ya. AC-nya dari atas ini nih gua suka nih. Enggak dari samping kiri kanan gitu ya, tapi kontrolnya tetap dari depan sama kita kalau mau ngecas HP tetap dapat. Tapi untuk yang sebelah kiri doang nih ada USBA sama USBC. Oke loh ini belakangnya loh ini benar-benar eh SUV yang leganya tuh kayak leganya MPV sih kalau menurut gua sih. Jadi kalau misalkan kita bawa ee orang bertujuh pengin destinasinya agak jauh, misalkan kita mau ke Jogja Solo dari Jakarta 6 jam, 7 jam, ini menurut gua belakangnya masih oke banget. Bukan cuma buat darurat, tapi bisa dipakai buat jarak jauh. Ya, sekarang kita mau test drive ke tempat test drive sudah disediakan oleh Mitsubishi. Kayak gimana rasanya si Mitsubishi Destinator ini. Let's go. Oke, sekarang kita udah ada di dalam Mitsubishi Destinator. Jadi, di Spark ini kita dapat tempat test drive ya. Tapi test drive-nya ya terbatas, kita gak bisa bawa keluar. Cuma yang anehnya ya ini mobil kayak begini tapi lihat con-nya itu belok-belok kayak bukan test drive sebuah mobil SUV loh. MPV atau SUV agak beda ya emang yang bcub ya. Masukin normal mode. Disuruh normal mode ya. Kita ganti ke normal ya. Jadi ada normal wet gravel tarmc mat. Kita masukin ke normal ya. Sesuai sama bapaknya tadi ya. Oke, let's go. Oh, tenaganya kalau udah 3.000 ke atas kencang. Cuma pas awalnya agak nahan dikit ya. Pas sudah itu wus langsung turbonya berasa. Nah, ini kita disuruh ambil ada kayak polis tidur gitu enggak berasa. Suspensinya enak. Bisi-bisi kalau bikin suspensi emang bagus sih. Oke, kita belokin. Woh, lihat tuh ada begituan. Ini biasanya kalau dulu itu mau nguji mobil bodinya rigid atau enggak ya. Naik ke jalanan yang miring begini tuh naik diginian. Nah, ini kan miring nih. Terus kita buka pintu masih bisa ditutup dengan baik lah. Kuncinya enggak ada. Oke. Karena kalau misalkan bodinya dia twisting ya, dia nutupnya susah. Stop. Oh, Tarmak. Hm. Dia tuh enggak ada sport ya, tapi adanya tarmak. Jadi jalan ee ini aspal. Oke, yuk. Eh, bawahnya lebih berasa pakai sport mod kali ya. Oh, bagus loh ininya. Body roll-nya bagus loh. Enak loh ya. So far menyenangkan ya. Nah, suruh stop. putar balik. Nah, sekalian mencoba radius putarnya ya. Kita belok. Apakah bisa dalam satu kali putaran? Bisa dong. Oh, kebanyakan malah. Oh, bagus ya. Oke, kita lurusin lagi deh. Bentar udah cukup ya. Kita test drive dikit aja, nanti kita akan coba lagi. Tapi overall di tempat yang seperti ini gua cukup impress dengan body roll-nya yang bisa bagus, enggak terlalu goyang. Padahal tingginya 244 mm ya. Tinggi banget kan center of gravity-nya pasti enggak di bawah. Terus juga suspensinya nyaman sih sekilas ya. Oke, sudah kita selesai. Jadi seperti itulah Mitsubishi Destinator ya. sebuah SUV yang punya kabin itu seperti sebuah MPV. Dan yang gua paling senang adalah mobil ini punya mesin 1500 cc turbo. Tenaganya enak ya. Jadi meskipun dia besar, ground clearance-nya tinggi, itu enggak membuat mobil itu jadi underper. Jadi gua rasa ini mobil tuh kayak Baby Pajero, tapi dia punya interior yang leganya seperti sebuah expander ya. Jadi bukan SUV yang 5+ 2 atau SUV service ternanggung. dia benaran bisa dipakai seven seaternya. Enggak ada lawannya sih. Karena kalau di lawan sama Zenix dia tuh MPV yang di ala-ala crossover gitu ya. Kalau ini benar-benar e SUV yang punya seven seater yang proper. Seandainya dia tengahnya itu dikasih captain seat menurut gua udah layak sih ini mobil. Tinggal kita nanti coba gimana rasanya waktu kita pinjam lama. Bagaimana peredaman kabinnya, bagaimana kehematan bahan bakarnya. Jadi, e semoga kita enggak akan lama lagi pinjam mobilnya dari Mitsubishi Danif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Buat teman-teman yang pengin tahu harga mobilnya, e kita kasih di komentar di bawah kita pin. Soalnya waktu kita bikin video ini itu belum ada harganya. Bye bye.
