GILA !! Tablet 6jtan Antutu 2,6jt++ | Redmi K Pad (YouTube Video)
Hai Andika, guys di sini. Jadi ini adalah Redmi Kepad. Keypad ya benar ya pronunciasinya harusnya kepad enggak sih? Bukan kepet ya bukan. Dan harusnya kalau nama globalnya saya riset-research ini harusnya sih Xiaomi pad Mini karena ukurannya yang mini 8,8 inch dan ini bukan barang resmi Indo ya. kemarin pas saya ke Cina. Jadi sekalian ini kok menarik ya karena harganya terjangkau. Harganya itu sekitar 3.400 yan harganya itu berarti kalau misalkan 1 yanya 2.200 sekitar R jutaan lah dan dengan harga Rp jutaannya harga Cina tapi ya itu dia udah pakai RAM 12 GB terus 256 untuk yang 512 itu harganya 399 jadi lebih selisih sejutaan lah ya dan storage-nya juga udah pakai UFS 4.1. Nah, kalau kita lihat keterangannya di sini walaupun saya gak bisa bahasa Mandarin, tapi kan ini ada angkanya ya 12256 dan sisanya ya mohon maaf kalian mungkin bisa post videonya dan kalian bisa pakai circle untuk translate ya karena saya enggak tahu artinya dan dia udah support sama Dolby Vision plus Atmos Highr audio juga dan untuk OS-nya dia pakai mana tadi? Hyper OS. Kalau ditanya apakah dia bakal resmi masuk Indo, saya sih berharapnya bakal masuk ya. Karena kalau untuk harganya sebenarnya kalau dibilang harga Cina itu lebih murah. Kemarin pas saya lihat mesin cucinya Xiaomi aja itu harganya Rp3.500 y atau sekitar R juta hampir R juta lah. Sedangkan di Indo mesin cucunya itu 4.9 jadi lebih murah harga Indo. Nah, kalau untuk komponennya apakah dipangkas atau enggak? Untuk yang Indo saya kurang paham sih ya. Dan langsung aja sekarang kita coba buka Redmi Keypad ini bukan kepad ya, tapi ada i-nya ke Qy. Wah, ini kok boksnya agak sulit ya? Ah. Nah, jadi dia ukurannya itu 8,8 inch dan saya kemarin beli dua sih ya, ada Redmi ini sama Nubia Astra. Kalau di sana itu namanya Nubia Gaming 3 Pro. itu harganya lebih mahal 3,99 untuk yang varian 12256. Dan langsung aja kita coba buka ini kita pinggirin dulu dan di dalam paket pembeliannya untuk unit yang China kita dapat adapter. Adapternya itu 67 watt tapi kakinya yang versi Cina kayak gini ya, gepeng. Terus kita juga dapat kabel. Kabelnya ini apakah type C to type C? Kabelnya sayangnya masih type A to type C. Terus karena ini versi Cina, jadi enggak ada ucapan dari Xiaomi Indonesia ya. Dan buku panduannya pun buku-buku panduan yang pakai bahasa Mandarin kayak gini. Dan udah di dalam paket pembeliannya cuman itu aja. Dan ini adalah Redmi Keypad-nya ya. Pas di sana sih, pas di tokonya Xiaomi dia ada tiga warna. Jadi ada yang ungu, ada yang hijau, sama ada yang hitam. Cuman yang hijau sih cakep ya, tapi stoknya cuman ada yang ungu waktu itu. Jadi saya beli yang ungu. Dan untuk digegam dengan satu tangan sih ya untuk ukuran tablet nyaman karena dia tebalnya cuma 6,5 mili. Kalau untuk bobotnya sih di website-nya tertera 326 gr. Cuman sekarang kita coba kalau misalkan pakai timbangan kita ada di berapa? 337 gr. Woh selisihnya lumayan banyak ya dari 326 ke 337 ya. Okelah. Dan kalau untuk soal kalian tanya apakah dia support sama stylus support yang magnetik ya. Terus untuk layarnya ini belum OLED, dia trik. Kalau yang Nobia itu udah OLED. Jadi kalau dibilang worthed ita, kalau secara spesifikasi di atas kertas sih harusnya yang Nubia ya. Tapi nanti itu kita unboxing juga. Sekarang kita fokus ke sini dulu. Nah, di bagian belakang cuma ada satu kamera ini 13 megapel terus ada mikrofon, ada flash. Ini enggak usah saya lepas ya, karena nanti bakalan saya jual lagi. Kalau saya lepas kan jatuhnya saya enggak bisa tulis judul like new cuman X unboxing gitu ya. Kalau misalkan kalian minat ini pasti nanti saya jual lagi karena buat muter untuk cari barang yang lain. Jadi lihat aja di kolom deskripsi untuk link pembelian bekas dari barang ini. Terus di sisi kanan dia ada volume up and down. Di sini ada fingerprint yang enggak jadi satu sama tombol power ya. Tombol power-nya ada di atas. Terus dia ada speaker, mikrofon lagi. Dan di sini ada keterangan kecil. Kelihatan enggak ya? Ada Dolby Vision sama Dolby Atmos. Jadi suaranya bisa ala-ala bioskop inilah kalau misalkan kalian nonton konten di Netflix yang kebanyakan udah support Dolby Vision sama Dolby Atmos. Terus di sini ada type C dan uh type C-nya ada dua ya. Jadi ada di sini dan di sini. Nah, tergantung kalau misalkan kalian mau nge-game bisa pakai type C yang ini jadi enggak ngeganggu di posisinya. Kan kalau misalkan seperti ini ganggu ya. Tapi kalau misalkan kalian pengin pakai tabletnya itu posisi vertikal kayak gini, kalian bisa ngecas di sini karena portnya ini enggak ketutupan jari kita. Jadi lebih enak aja makainya. Oke, jadi itu kalau untuk desainnya. Terus untuk selfie kameranya dia ada di 8 megapel. Katanya sih support sama XDR. Dan sekarang kita coba nyalain sambil kita instal beberapa aplikasi untuk hands on. Karena ini agak ribet ya barang Cina. Jadi harus saya aktifin Google service-nya dulu. Harus instal Play Store-nya dulu. Oke, jadi kita coba instal dulu. Oke, jadi Redmi Kpad-nya keypad-nya udah selesai kita instalasi untuk hands on. Dan btw tadi saya baca juga untuk type C-nya ini dia 3.2. Kabelnya juga dapat yang ke 3.2. Dan sebenarnya port type C ini bisa buat aksesoris juga sih ya. Kalau misalkan kalian punya SSD eksternal atau aksesoris mikrofon mau ditaruh di sini bisa karena USB type C-nya ini yang full function bukan cuma yang power delivery aja. Oke, jadi ini udah selesai kita instalasi ya. Kita coba deh. Saya penasaran kalau bloodware-nya Cina itu apa sih? Ini yang pasti ada ya. Terus apa lagi? Ada enggak ada sih ya, enggak terlalu banyak ya. Tools ini juga bawaan dari Xiaomi aja, dari Redmi aja dan ya enggak ada bloodware yang aneh-aneh. Oh, ini ada Mi Community, tapi ini bukan bloodware yang kayak pinjol gitu ya. Di Indo kan biasanya ada bloodware pinjol yang selalu saya kritik ya. Karena walaupun TKDN kenapa kok masuk kayak fintech-fintech yang pinjol gitu kan harusnya enggak usah ya. Terus dari control center-nya ini dia pakai Hyper OS jadi ada smart hub-nya juga dan tadi juga udah selesai kita software update ya. Dan untuk software-nya dia dapat di Android 15. Nah, ini untuk spesifikasinya. Dia pakai Diamond City 9400 Plus dengan octax-nya itu di 3,7 GHz. Untuk resolusi layarnya dia 3K, sayangnya belum IPS. Screen size 8,8 inch. Baterainya juga bukan yang paling gede ya, karena memang dimensinya kecil ya, bukan yang 10 inch. Jadi enggak bisa nanam baterai 10.000 mamp bisanya 7.500 mamp. Terus kita coba untuk refresh rangg. Wow, untuk refresh r-nya ini dia up to 165 Hz ya, jadi bukan 120, bukan 144. kita dapat langsung 165 yang bisa adaptif dari 60, 90 dan 165 Hz. Nah, tadi juga kita udah cek untuk color akurasinya pakai Kalman. Untuk color SIM-nya ini kan dia ada empat ya, ada original, Vivit, sama saturated, sama advance setting. Nah, di mode original sRGB-nya itu di 98,5%, P3-nya di 79,8%. Kalau Vivit masih mirip-mirip di 99,9%, P3 di 98% tapi P3-nya naik. Kalau satur rated, SRGB-nya di 100% dengan P3 98,7%. Kalau untuk brightness tipikalnya mirip-mirip sih hampir semua keempat modenya ini di kisaran 600 sampai 637 nitz. Sekarang saya coba YouTube-nya dulu, tapi YouTube-nya lupa belum keinstal, kita instal dulu aja bentar. Dan untuk 45 MB ya lumayan kencang sih ya nginstalnya ya. Biasanya kalau chipset-cipset flagship mau instal aplikasi itu emang cepat. Dan sekarang saya mau coba kalau misalkan kita upskilling mentok. dia patah-patah enggak? Tapi harusnya enggak sih ya, karena kan udah Diamond City 9400 masih patah-patah enggak mungkin sih. Oke, jadi untuk warnanya kira-kira seperti ini ya karena memang udah hampir 100% sRGB ya dan kita coba kalau misalkan kita up scaling di 2160p. Wah nih hasilnya nih masih cakep dan bezelnya kalau dibilang tipis ya ya okelah ya. Bukan yang tipis gimana tapi oke aja. Untuk bagian sini dan sini masih lumayan tebal. Cuman yang membedakan kameranya ini selfie kameranya itu dibikin versi vertikal. Jadi kalau kita pakai tabletnya dia di sini kan biasanya tablet itu ada yang posisi horizontal ya, jadi kameranya di sini. Nah, kalau ini bisa dibikin vertikal. Dan untuk speakernya lumayan kencang loh ya. Tuh kencang loh ini speakernya. Walaupun cuma ada dua grill, cuman dua speaker aja stereo. Tapi kencang. Ini kencang sih. Coba ya kita tes pakai lagu yang agak jedak-jeduk. Wah bassnya itu masih berlayer, masih mantap, lumayan imersif. Jadi kalau kalian tanya, "Kenapa, Bang, kok tes musiknya pasti pakai lagu-lagu remy kayak gini?" Karena jarang copyright. Ya, balikan sekarang lagi musimnya royalty. Jadi, saya takut aja sih. Ini kalau lagu-lagu kayak gini mungkin karena diremix jadi YouTube enggak mendeteksi kalau ini copyright. Tapi kalau misalkan ee Mas 420 nonton ya cuman buat tes ya, Mas ya. Ini bukan buat komersil kok. Aman harusnya ya. Untuk refresh race juga kerasa 165 Hz. Aman dia, smooth, mulus. Dan sekarang coba kita lihat AnTutunya berapa ya dengan diamond city 9.400-nya. Ini brightness-nya kayaknya terlalu gede deh, segini aja. Dan adutunya itu ada di hampir 2,7 juta ya untuk ukuran tablet 8 inch yang setara sama iPad Mini. Ini kencang sih Anutunya ya. Terus kalau untuk Geigbench-nya skornya segini 251190 gede juga. Kalau untuk GPU skornya dia ada di 21.100. Jadi memang untuk GPU-nya ini kencang sih ya. Dia pakai Immortalis G925. Nah, ini G925. Jadi sekarang mungkin kita langsung coba tes game deh. Sebenarnya tes game-nya sudah ada lock file-nya seperti biasa. Cuman saya pengin tahu kalau misalkan kita main game itu mode game-nya wah gila king banget. Ada apa aja? Jadi kalau kita slide dari sini akan muncul mode game-nya. Di sini kita bisa pilih white boost atau balance. Performance-nya juga bisa enhance visual. Jadi visual style-nya kita bisa pilih antara bright saturated game xdr ya standar sih ya. Terus ada apa lagi? Ada network speed booster dan juga enhance tadi. Terus ada record. Mmm standar sih ya bypass charging dia harusnya ada kan. Kok di sini enggak ada opsinya ya? Coba kita lihat ke setting dulu. Game turbonya nyala. Oke. Performance optimization ada. Game do not dist ada. Lah bypass charging-nya mana? Biasanya sih ada di mode game-nya ini ya. Hmm. Ternyata enggak ada ya. Ini juga udah saya lihat di setting adanya cuman smart charging. Terus udah ya enggak ada bypass charging-nya yah sayang banget. Hmm baterai level, baterai status enggak ada. Ini kalau misalkan saya ketik aja baterai bypass charging gitu ya. Buy pass tuh enggak muncul adanya bypass Bluetooth. Dan ketika ngetik-ngetik ini untuk motor heptic feedback-nya udah oke sih. Ini bukan seri seri entry level atau mid range. Coba kalian dengerin ketukannya suaranya itu beda gitu kalau yang flagship ya. Jadi enggak dia enggak geter semua. Yang dipencet aja yang geter. Jadi f ttail-nya itu masih dapat. Oke, jadi ini beberapa game yang udah kita tes. Kita coba PUBG ya. PUBG kita coba main satu match. Dia kebuka 120 FPS nih ya. Dan aman aja enggak ada kendala 10 menit aman-aman aja dengan temperaturnya di 36,1 derajat celcius. bagian dalam ini ya lumayan dingin. Terus powernya yang dipakai itu uh gede juga 4,9 watt. Terus Mobile Legends. Mobile Legends ini juga sekitar 10 menitan dia kebukanya di 61 fps. Karena memang Mobile Legends ini di Cina enggak bisa dibuka ya. Karena kemarin saya coba untuk download Mobile Legends pakai Wii Cina itu enggak bisa. Jadi harus pakai VPN atau pakai rooming atau pakai Digit travel baru bisa. Tapi ini seharusnya kalau misalkan dia kebuka 120 FPS sih aman ya. Kalian lihat aja catnya nih. Enggak ada turun sama sekali, enggak ada penurunan sama sekali. Powernya juga cuman 2,65 watt dengan temperatur cuma 37,9 derajat celcius. Nah, kalau Gensin ini dengan settingan high juga aman-aman aja ya. Sempat turun tapi turunnya itu di 40-an FPS 1 2 cuman dua kali aja. Ini enggak sampai 40 turunnya. Power-nya gede sih di Gensin ya 6,12 watt dan temperaturnya di 36,3 derajat celcius. Tapi smoot-nya 100%. Jadi aman dengan settingan high ini ya, bukan low, bukan medium. Wering wave kita coba juga wave. Wah, watering wave baru chartnya kayak crypto ya. Dia naik turun cuman masih average-nya masih dapat di 55 dengan drop minimal FPS itu di 20. Biasanya ini pas ya buka tas atau pas loading dia turunnya di bawah 30 fps. Nah, kalau kita lihat power-nya lumayan gede di woodering wave 11,2 watt dengan temperatur yang lumayan anget juga di 41,3 derajat celcius. Tapi overall dengan gameing wave yang bisa dibilang kata netizen sih katanya game Ging Impact skip aja Bang langsung Wering wave. Tapi kan enggak semua orang main Wering wave ya. Kadang kan orang juga main game G Impact jadi enggak saya hilangin. Tetap ada cuman sekarang saya tambahin wering wave. Nah, dari game ini Diamond City 9400 plus-nya sih enggak ada masalah, enggak ada kendala, dan temperaturnya juga masih di 41 derajat celcius untuk game yang paling berat, wering wave tadi. Nah, tapi kalau kita ngomongin suhu permukaan, suhu permukaannya lumayan anget-anget kukus ya setelah kita main game Gensin terus watering wave, estafet enggak saya kita istirahatin dulu tabletknya. Untuk suhu bagian depan itu di 42,0 derajat celcius, belakangnya 41,8 derajat celcius. Angka amannya sih di 42 untuk anget-anget kukunya. Tapi untuk ukuran tablet 8,8 in setipis 6,5 mm. Suhu permukaan segitu sih masih aman. Kalau untuk baterainya sih pas kita coba untuk main PUBG 10 menit dan juga Mobile Legends 10 menit berkurangnya 2%, Gensin sama wering wave berkurangnya 3% selama 10 menit. Ya masih bisa dibilang awet lah walaupun baterainya enggak gede-gede banget, enggak yang 10.000 mamp. Tapi saya penasaran deh si Immortalis ini GPU-nya dapat skor berapa ya? Coba kita lihat ya. Wuh, untuk sling shot max out terus white left-nya dia lumayan ya. Skornya berapa ini di 75,4%. Jadi highest-nya itu 18.000, lowest-nya di.000 white left max out, terus untuk extreme stess stress-nya di 95%. Jadi masih aman antara high dan low-nya enggak trotilnya gimana. Dan untuk sisanya solar B yang ada ret racing-nya kalian bisa lihat langsung di sini aja ya. Sekarang kita coba lihat kameranya. Karena kameranya ini lumayan unik karena dia kameranya ada di atas ketika posisi vertikal ya. Uh, kameranya oke loh ya. Coba ya. Tapi kalau misalkan kita posisiin seperti ini wajah saya kurang senter nih. Nah, jadi harus seperti ini ya. Kalau seperti ini sih oke sih. Kita coba ya. Dan ini adalah kualitas kamera depannya dari Redmi Keypad Keypad ya. Ini di 1080p 30 fps yang masih lumayan oke loh ya untuk hasilnya ya. auto exposure-nya enggak yang enggak konsisten gitu, masih aman skin tone ya walaupun detailnya kurang yang gimana gitu karena bopeng-bopeng saya enggak terlalu kelihatan tapi skin tone masih mendekati natural walaupun enggak natural banget karena sebenarnya saya enggak seputih ini tapi hasilnya masih cakep nih tuh 80 p 30 fps-nya itu enggak yang patah-patah dan enggak yang terlalu noisy. Kalau untuk kamera belakangnya kayak gini kira-kira kualitasnya. Coba kita bandingin dengan selfie kameranya yang seharusnya sih lebih bagus kamera belakang ya. Cuman ya siapa yang mau nge-vlog pakai tablet, mau foto-foto pakai tabletnya. Tablet itu cuman scanning dokumen scanning ya cuman untuk dokumentasi aja bukan untuk yang profesional atau di-upload di sosmade gitu. Jarang sih ya saya lihat orang untuk story Instagram pakai tablet itu juga kayaknya jarang karena seringan-ringannya 300 gr sekian tetap masih berat kalau dibandingin HP. Jadi bawanya kan ini aja udah lumayan kem. Uh, dan ternyata kamera belakangnya ini juga support sama 1080p 60 fps. Dan tadi kan 30 fps ya. Harusnya sih ini lebih smooth kalau misalkan kita gerak-gerakin kayak gini. Nah, kalau mau meeting online pakai kamera belakang kira-kira seperti ini sih kualitasnya ya. Cukup oke kok. Tapi saya penasaran deh. Dia itu kan di sini bisa multitasking ya. Apakah kita bisa main dua game sekaligus? Wih, kalau bisa sih gokil ya. Coba ya. Gensin Impact sama Boering Wave. Wah, bisa loh ya. Jadi kalau misalkan kalian punya satu tablet tapi punya adik yang adik kalian itu pengen ah pinjam tabletnya dong buat main game Gin atau Mobile Legends gini aja tuh. Jadi kita bisa main dua-duanya sekaligus walaupun ukurannya jadi 4,4 inch. 4,4 inch ya. Jadi ini start. Coba kita tes. Ini juga kita start. Suaranya juga jadi bingung ya. Nah, jadi kalau misalkan rebutan kita tinggal main ini sih. Eh, tuh jadi bisa berbagi ya. Enggak egois gitu. Kok tiba-tiba ada musuh ini baru main. Sabar dong. Dan masih aman ya. Tuh, enggak nge-lag ini. Settingan high semua bekas kita main tadi tuh. Jadi kalau misalkan mau atau mau main push rank deh Mobile Legends, kalian adalah joki Mobile Legends. Tinggal pakai app space yang bisa double aplikasi. Habis itu bentar saya lari dulu. Tapi agak susah ya. Wih, saya lari dulu. Tom kok kayak ke-cancel ya? Heeh, kecel. Oh, multitasnya kayak gini. Iya. Jadi enggak enggak jadi contohnya ya kalau misalkan eh Tom kon lari Tom aku lari juga kan ke-cancel. Heeh. Hm. Enggak bisa, Guys. Ternyata, Guys. Tuh, tuh. Jadi kalau misalkan saya tekan kursornya punya Tomo ke-cancel. Pas Tomo mau tekan kursornya saya yang ke-cancel Ya, jadi enggak bisa itu deh ya. Enggak bisa barengan deh. Tuh, tapi kalau untuk movement kamera tuh ya enggak bisa kan? Jadi ini harus di-cancel dulu ya. Ini enggak bisa kan? Oh, bisa bersamaan nih Tom. Berarti harus bareng. Harus bareng. Coba bareng. Kalau bareng ya entar. Kalau bareng bisa sih harusnya ya. Switch. Ayo jalan. Woi. Tuh langsung ke-cancel. Yah. Intinya ini saya tunjukin berarti kita bisa buka dua aplikasi sekaligus. Dan aplikasi yang support apa aja kayaknya bisa semua deh karena sama Redmi kayak modelnya itu dipaksa gitu sama dia. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya review atau unboxing hands on dari Redmi Keypad. Keypad ya. Jangan kalau bahasa Jawa keypad itu agak rancu. Memang saya enggak mau ngasih kesimpulan karena ini bukan barang resmi ya. Jadi kalau misalkan nanti masuk ke Indonesia biasanya konfigurasinya mungkin berbeda. Tapi kalau misalkan masuk sih ya coba kalau kalian pengin enggak sih Redmi Keypad ini masuk ke Indo? Karena tablet ukuran mini tapi performanya maxi dengan dimensity 9400 plus ya. Karena kalau secara feel genggam udah nyaman, enak, desainnya juga premium. Plus juga enggak ada kompromi kayak storage-nya pakai UFS 4.1 bukan 3.1 LPDDR5X juga. Terus speakernya juga stereo Dolby Vision Dolby Atmos. Kalau saya sih karena saya suka yang kecil-kecil, saya sih berharapnya masuk Indo ya. Tinggal kita cari aksesoris keyboard stylus. Enak nih di bawah cuman enggak ada 1 kilo. Kalau mau main game juga lebih gede dibandingkan gameennya smartphone. Iya enggak sih? Hm. Tapi kalau menurut kalian gimana? Kalian mau barang ini masuk Indo atau enggak? Atau kalian yang Nubia aja? Uh, Nubia itu lebih keren lagi sih. Nantilah ya kita unboxingin. Saya di Kedi and see you on the next video. Ih, enggak enggak enggak lecet kok. Jadi kalau kalian mau beli masih like-nya tuh kan enggak lecet kan. Aman, guys. Aman, tenang aja.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















