GIMANA BISA EV 300 JUTAAN SEENAK INI? JADI PENGEN BELIIN ISTRI (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fitri Ari. Ini adalah mobil listrik alias EV berukuran kompact dengan range yang terjauh di kelasnya. 500 km sekali charge. Dan yang lebih mengagumkan, mobil ini harganya dimulai dari bawah R00 juta. Dan Anda bisa lihat ini adalah sebuah ION UT. Keluaran terbaru dari ION dengan desain yang sangat unik dan keren. ION menyebutnya sebagai desain dengan filosofi European estetic dan timeless. Oke, kemudian mobil ini juga dibangun di atas platform baru dari ION yaitu AEP 3.0 electric platform. Dan mobil ini juga diklaim memenangkan penghargaan the most valuable cars dari Milan design. Saya akan coba mobil ini. Saya akan bawa ke Bogor. Kita cari makan siang. Soto kuning yang legendaris. Kemudian saya akan ceritakan bagaimana rasanya, bagaimana impresinya, serta bukan hanya yang saya suka, tapi yang saya tidak suka dari mobil ini juga akan saya sampaikan. Let's go to Soto Kuning Bogor pakai ION UT. [Musik] Nah, Anda bisa lihat dari luar betapa cute-nya mobil ini. Desainnya keren sekali. kayak desain yang disiapkan untuk timeless desain dan benar ada nuansa Eropanya tidak sama dengan mobil lainnya. Ah, saya sangat suka dengan bentuk dari mobil ini. Proporsional tapi juga sangat artistik. Namun memang namanya desain adalah personal preferences. Anda dengan saya mungkin berbeda. Sekarang kita ngomong faktanya aja dulu. Mobil ini memiliki jarak tempuh 500 km. Agak mengejutkan buat saya karena mobil ini sebenarnya enggak walaupun enggak kecil-kecil amat tapi juga enggak gede-gede banget gitu. Sedangkan untuk range yang jauh itu kan butuh baterai yang gede. Bahkan baterainya itu ya hanya 60 kWh okelah. Enggak kecil tapi juga enggak bisa dibilang terlalu besar. 60 kWh untuk menjalankan mobil ini 500 km. Artinya konsumsi energinya minimal 8 km/ kWh. Bahkan harus lebih sedikit dibandingkan 8 km/KWh. Dan itu adalah angka yang sangat hemat untuk mobil seukuran ini. Saya enggak bisa ngecek langsung 500 km jalan karena saya cuman punya waktu sehari dengan mobil ini. Tapi saya sudah reset mid-nya dan kita akan lihat berapa konsumsi energinya. Jadi kita bisa kira-kira apakah range itu masuk akal atau tidak. Nah, satu hal ada satu hal dari mobil ini yang bikin saya itu sangat impress dan itu saya rasakan enggak sampai 100 m habis menjalankan mobil ini. Tapi saya belum bisa sebut ke Anda di menit ini karena saya harus konfirmasi lagi dengan saya berkendara e jarak yang lebih jauh supaya ee akurat apakah benar itu atau hanya perasaan saya aja. Jadi nanti kita akan kembali lagi ke hal tersebut. Namun kita balik ke faktanya. Bukan cuman range yang jauh, mobil ini punya tenaga yang impresif besarnya di atas 200 HP mencapai HP dan torsinya itu mencapai 210 Nm. 0 sampai 100 km/h diklaim tuntas dalam 8,3 detik. Dan saya punya ion ya, ada Hypetech HT di rumah. Itu klaim dari ion biasanya lebih pelan dibandingkan aktualnya. Enggak tahu ini kejadian di sini apa enggak. Saya enggak enggak bisa melakukan pengetesan juga di video kali ini karena ee ini kita jalan luar kota, jalan umum, tidak ada jalan yang kosong untuk melakukan pengetesan secara proper dan aman. Tapi 8,3 saja kalau itu benar itu sudah angka yang impresif. Untuk baterainya sendiri pengechargeannya itu bisa dengan AC atau DC. AC itu sekitar 7.000 wat, 7 kW. Sedangkan untuk DC-nya bisa sampai sekitar 75 kW yang membuat pengecasan dari 30 ke 80% atau 50% baterai ya kira-kira. Tuntas dalam 24 menit saja. Mobil ini punya tiga mode berkendara. Ada power save, ada comfort, ada sport. Saya tidak akan pakai yang power safe. Saya pengin mobil ini benar-benar normal aja. Sekarang saya pakai yang comfort dan ini penyaluran tenaganya itu halus, halus dan natural. ION ini hebat memang. Semua produk ion yang saya coba memiliki penyaluran tenaga itu yang halus seperti mobil-mobil premium Eropa. Kalau di sport mode, kita masukin ke sport mode, dia lebih agresif. Injakan gas sedikit saja langsung melajukan mobil ini cepat. Tapi juga sama tidak yang instan yang kasar. tetap gradual dan halus. Bikin mobil ini rasanya tuh jadi kayak mobil premium. Dan ingat, mobil ini harganya dimulai di bawah Rp300 juta. Sekarang saya akan cari rest area untuk saya berhenti dan eh me-review mobil ini lebih detail lagi. Nah, saya bisa jelasin ke Anda lebih santai di sini. Bentuknya keren ya. Tadi Anda sudah lihat ya pas di jalan ini bagian atasnya ini. Ini DRL-nya itu seperti mata dan alis burung hantu menurut desainernya. Jadi seperti ada nuansa mistisnya gitu. Dan ini lampunya terutama yang ini nih yang bawah ini adalah matrix Cube LED light. Jadi semuanya sudah LED serta lampu belakangnya juga unik. Nih lihat tuh matrix cube LED juga. Jadi ada kesinambungan desain gitu loh antara depan dan belakang. Dan di sini tuh clean banget dia cuman ion dan UT. Udah enggak ada yang lain-lainnya. Third brake lamp-nya juga lihat ada dua seperti ini. Ada spoilernya lengkap, ada wipernya, ada devoer-nya. Ini kalau stiker ini, ini memang stiker cuman buat ngasih tahu Anda buat buka bagasinya di mana. Kalau Anda udah enggak perlu lagi, udah ingat posisinya di mana, dibuka aja. Nah, sekarang kita buka elektrik loh. Elektrik. Dan ini bagasinya lumayan lega. Bagasinya itu bisa sampai 440 L dalam kondisi bangku itu tegak. Kalau bangku ini dilipat, dia bisa dilipat 7030 ya, itu dia bisa kapasitasnya itu lebih dari 1600 L. Uh. Terus di bawah sini juga masih ada penyimpanan lagi nih. Memang tidak ada ee ini ya, tidak ada ban serep, tapi dia dilengkapi dengan tire kit. Kemudian yang menambah keren desainnya juga dari luar adalah warnanya tutone. Jadi ada putih, ada warna aslinya mobil ini dan dikontraskan lagi dengan adanya panoramic roof di atas. Tapi panoramic roof ini memang untuk tipe yang termahal, tipe yang premium seperti yang kami coba. Jadi kalau enggak salah tipe premium itu selain panoramic roof, dia juga dilengkapi dengan baterai yang bisa 500 km. Kalau yang tipe basic yang di bawah Rp300 juta itu baterainya tetap jauh di atas 400 km. Cuman yang 500 km ini dia pakai baterai yang lebih besar serta joknya udah elektrik. Tapi walaupun yang tipe premium sekalipun harganya tidak sampai Rp350 juta, mungkin hanya Rp300 juta kecil. Nanti kalau kami sudah tahu harga pastinya, saya ini deh saya taruh di deskripsi atau di ee komentar dan dipin. Karena pada saat saya nyoba mobil ini, mobilnya belum diumumkan sama sekali harganya. Bicara dimensi, mobil ini juga enggak kecil-kecil amat. Dia panjangnya itu 4.270 mm. Sedangkan dia memiliki lebar juga di atas 1,8 m. 1850 mm. dan dia rendah, dia enggak terlalu tinggi, enggak sampai 1,6 m, 1575 mm. Membuat tampilan mobil ini tuh proporsional dan eh modern. Dan mobil ini memang bukan di kelas yang komact sekali ya, bukan di kelas seperti kelasnya eh BYD Sigal, bukan kelasnya Woling Bingo EV, dia kelas di atasnya. satu kelas di atasnya. Jadi, mobil ini juga cukup lega dan bannya juga sudah 17 inci dengan desain veleg yang juga enggak kalah unik dibandingkan desain bodinya. Serta ini di pilar C ini, ini ada ornamen yang juga unik. Sekilas mirip mirip dengan BMW, tapi ini lebih miring. Dan e ini juga bukan I, ini hanya aksen buat menghiasi pilar C-nya yang memang tebal. Desainnya secara keseluruhan ini seamless dan streamline. Anda bisa lihat garisnya. Jadi mestinya dia cukup aerodinamis. Ini salah satu desain terbaik yang ada di pasaran. Oh, duduk belakangnya empuk sekali. Dan Anda bisa lihat lega sekali belakangnya. Ini posisi duduk saya. Saya tingginya 177 cm dan ini leg room-nya masih berlimpah. Di bawah juga ada ruang untuk menjulurkan kaki. Paha tersangga dengan sangat baik. Serta lantainya 100% flat. Benar-benar rata di sini. Jadi sampai duduk di bagian tengah pun ini masih memadai. Headro juga ini lega walaupun mobil ini memakai panoramic sunroof serta kursinya ini ergonomis sekali dan dia punya armr juga ketinggiannya tuh mirip dengan yang kanan. Jadi nyaman ini buat perjalanan jauh juga ini nyaman. kursi seperti ini. Kemudian di sini nah dia bisa recline ya. Jadi posisi paling tegak seperti ini. Posisi paling reclining-nya lumayan santai. Enggak santai-santai banget tapi lumayan santai kursi di eh saat reclining-nya. Materialnya juga seperti material premium. Enggak seperti material R00 jutaan. Memang masih ada material keras di sini. Tapi material kelasnya lihat bentuknya ada ornamen 3D yang bikin kesannya mahal serta enggak terlihat murah sama sekali. Sedangkan untuk bagian sandaran tangan ini sudah kembali ke soft material. Ada ventilasi AC juga di belakang dan ada satu buah USB slot. Iya, sayangnya kenapa cuman satu ya? Mestinya dua lah minimal ya biar tidak terjadi pertikaian di antara penumpang belakang gitu. Tapi ini cuman ee satu. Oke. Ada tempat penyimpanan di kursi. Ada juga tempat penyimpanan di pintu walaupun tidak terlalu besar. Yang besar speakernya. Lihat tuh speakernya besar sekali di bagian belakang. Overall ini duduk belakang yang lega dan menyenangkan. Dan bisa lebih menyenangkan lagi karena sesuai dengan DNA dari ion dia seperti sofa di belakang. Ini kursi depan ini bisa di kita cabut headr-nya kemudian kita rebahkan dan dia seolah menyambung dengan kursi belakang sehingga membuat kita bisa seperti sofa. Kita bisa duduk santai, kaki selonjor ke depan dan itu dimungkinkan karena memang lekro belakangnya lega. Jadi kursi ini masih bisa direbahkan dan ee seolah-olah menyambung dengan jok belakang. Ah, sampai depan ini ada yang mau saya lakukan dulu. Ngeletekin plastiknya. Soalnya ini mobil pada saat diserah terimakan buat dites itu baru gres dari Ion belum dipakai sama sekali. Jadi ini kita harus cabut dulu. Ah. Uh. Uh. Oh. Wah. Wow. Ini benar-benar high quality banget materialnya. Yang sebelah sini juga dong. Yes. Oh, di bawahnya masih ada lagi. Oh, ini materialnya eon menyebutnya sebagai PVC leader ya. Ini benar-benar rasanya premium sampai ke setirnya juga. Lingkar setirnya agak besar jadi kayak mobil-mobil di Eropa dan posisi duduknya ergonomis. Walaupun mobil ini belum dilengkapi dengan teleskopik, jadi hanya tilt. Tapi dia sudah cukup ergonomis. Tapi tentunya akan lebih bagus kalau mobil ini bisa teleskopik juga karena akan lebih fleksibel untuk beragam ukuran orang. Tapi ini kebetulan untuk saya ini ergonomis. Visualnya juga apa visibilitasnya juga sangat ee baik. Dan ini lihat dari rumah ini. Ini sementara tercatat 11,8 kWh100 km. Artinya itu di atas 8 km/ KWH mungkin sekitar eh 8,3 8,4 8,3 km/ KWH. Tapi nanti kita akan lihat energi consumption-nya. Untuk layarnya sendiri juga besar layarnya. dia sudah support Apple CarPlay dan Android Auto. Dan ee kalau Anda punya ion sebelumnya, ini mirip sekali seperti yang ada di Hyptech HT. Satu yang unik di depan ini nih lihat deh lacinya enggak terlalu gede kecil mungkin buat simpan STNK atau benda-benda kecil. Tapi lihat cara membukanya retro banget. Nah, selain layar multimedia yang 14,6 inci ini sama seperti ion-ayon lainnya, ada instrumen dengan ukuran 8,6 inci diameternya. Kemudian ini layarnya bisa diubah menjadi layar ee instrumen biasa dengan mid. Bisa juga dengan ee ini fitur adasnya. Jadi ee seperti radar kemudian bisa diubah menjadi navigasi di sini atau entertainment. Ada satu lagi yang unik di mobil ini, lihat di belakang layarnya ini ada tisu holder. Jadi ini sengaja ditempatkan untuk tisu supaya tisu itu tidak terlihat, enggak ke mana-mana. Biasanya tisu taruh di sini atau taruh di sini, ini enggak kelihatan. Kalau mau ngambil kita tinggal ambil seperti ini. Cerdas juga ee tertutupi oleh layarnya. Kemudian dia juga sudah dilengkapi dengan wireless charging. Wireless charging-nya ini besar dayanya sampai 50 watt, makanya sampai ada ventilasinya di sini untuk mengeluarkan panas dari ee handphone Anda. Ada cup holder di sini dan ini ada laci penyimpanan yang cukup besar dan ini tidak ada ventilasi pendinginnya ya, tapi dingin di sini. Jadi kayaknya dia tetap dapat hembusan AC entah dari mana. Kayak lemari es dinginnya. Tapi mereka sendiri tidak menyebutnya sebagai cooler box sih. Mungkin kebetulan aja dinginnya. Nah, sekarang kita akan buka eh ininya apa? E panoramic sunroof-nya. Sayangnya enggak ada tombol fisik di sini. Jadi kita harus cari di layar. Kalau udah hafal sih gampang, tapi kalau belum hafal emang kita harus nyari dulu di smart cabin seat ventilation bukan switch. Ah, di switch control. Oke, kita buka. Haha. Langsung kabinnya jadi terasa lebih terang, lebih lega, dan jelas lebih berkelas. Oke, langsung kita lanjutkan eh perjalanannya karena saya udah lumayan lapar dan saya belum pernah nyobain soto kuning Bogor. Ini pertama kali saya mau nyobain soto kuning Bogor karena kemakan TikTok. Let's go. Kalau melihat bentuknya pertama kali, saya tuh mikirnya ion UT ini cuman pas buat di dalam kotak. Karena emang setirnya enteng, radius putternya kecil, diajak meliuk-liuk tuh enak gitu. Dimensinya tuh pas. Walaupun belakangnya lega sekali gitu, tapi dimensinya tuh enggak sampai mengintimidasi. Paslah buat di dalam kota. Tapi begitu saya dengar range-nya, oh ini artinya cocok buat ke luar kota juga. Lihat akomodasinya. Oh, ini cocok buat jalan jauh juga. Dan ternyata mobil ini punya sistem ADAS yang lumayan lengkap, termasuk adaptif cruise control dan lands jadi bisa semi autonomo mobilnya. Dan selain itu dia juga ada forward collision eh prevention assist. Jadi dia bisa ngasih peringatan kalau mobil kita mau menabrak depan dan bahkan dia bisa melakukan intervensi pengereman. Ada rear collision warning, ada rear cross traffic alert, blind spot detection, kemudian juga ada door open warning yang saya selalu suka kalau ada fitur itu karena ketika kita mau membuka pintu, dia bisa memberi peringatan kalau ada kendaraan lain yang berpotensi nabrak pintu kita dari belakang. Ada emergency landeping yang bisa menjaga mobil kita supaya enggak keluar jalur. Land departure assist lengkap. Dan ingat lagi-lagi ingat ini mobil starting dari di bawah Rp300 juta. Kemungkinan besar di 270 sampai 280 juta mungkin ya. Dan yang paling mahalnya pun masih Rp300 juta kecil. Selengkap ini. Ini kelengkapannya, bentuknya, fiturnya, bahkan kelegaannya. ini layak berada di sebuah elektrik vehicle yang harganya di atas Rp500 juta. Tapi tenang, masih ada satu kejutan lagi yang itu akan saya sampaikan setelah makan siang. juga tonton video ini sampai habis. Karena selain hal yang saya suka dari mobil ini, pastinya supaya berimbang saya juga akan berikan sejumlah hal yang saya kurang suka dari mobil ini. Dan di akhir video saya juga akan berikan ee kesimpulan mengenai ION UT ini apakah layak buat dipertimbangkan. Oke, kita udah sampai dan enak banget ya pas parkir. Jadi, kameranya udah kamera 360. Jadi, gampang banget parkirnya. Yang lebih nyenengin lagi, mobil ini juga punya walkaway lock. Jadi, kita tinggal ngejauh aja dia akan ngunci sendiri. Nah. Jadi enggak perlu khawatir kalau kita ke mall atau ke mana. Eh, mobil sudah dikunci belum ya? Karena dia pasti ngunci sendiri. Nah, kita makan di sini. Wah, kuahnya udah gurih, belum dikasih bumbu. Cuman kurang manis dikit. Nah, ini Andi Sugar. Kecap manis itu tetap perlu untuk beberapa jenis kuah. Secukupnya. Oke, kita tambahin manisnya dikit dari kecap. Hmm, langsung balance rasanya. Kita tambahin jeruk dan tentu saja sambal secukupnya aja. Sambal kalau terlalu banyak merusak rasa aslinya. Wah, enak kuahnya tuh kuning tapi enggak kentel gitu. Jadi tetap cair dan segar banget rasanya. M, gurih enak banget. Enak beneran tentunya karena kita orang Indonesia harus pakai nasi. Enggak kayak teman saya yang bertopeng itu. Udah anti nasi dia. M. Enak ini. Hah, nikmat sekali. Dan ini ternyata udah buka dari tahun 93 ya. Jadi udah 32 tahun. recommended. E walaupun saya enggak tahu ya kalau weekend parkirnya masih gampang enggak ya. Karena ini di pasar ni Jalan Surya Kencana, Babakan Pasar Bogor. Oke. Eh nih lihat deh bumpernya gede banget ya. Sampai sini bumpernya. Pengen lihat apa yang ada di balik kapnya. Ah, kecil kecil tapi ini apa sebenarnya moncongnya tuh jauh gitu. Jadi crample zone-nya juga sampai depan. Nah, ini bisa buat kita ngisi air radiator, air wiper, minyak rem. Akinya kecil banget 12 volt. Cute banget sih ini mobil. Oke, kita sekarang akan jalan balik lagi ke Jakarta dan saya akan sampaikan seluruh impresi dari mobil ini, termasuk yang membuat saya impress atau tercengang. Oke, sekarang kita masuk tol lagi dan saya mau memberitahu ke Anda yang bikin saya impress ke mobil ini sejak pertama kali nyetir. Dan ini enggak saya expect dari mobil di kelas ini dan harga segini. Itu adalah kenyamanannya. Ini impresif sekali kenyamanannya. Rasanya tuh seperti mobil premium yang kelas atas bukan bahkan bukan seperti mobil premium kelas menengah atau kelas komnya ya. Ini kayak yang di kelas atasnya empuk suspensinya. Kemudian keheningannya luar biasa. Walaupun dia kacanya belum doble ya, tapi keheningannya sangat bagus. Kelihatannya material peredamnya sangat bagus di sini. Kebisingan ban juga minimal, tapi empuknya itu yang yang enggak pernah saya temui di mobil di kelas ini. Memang kalau misalnya mobilnya kita ajak buat bermanuver, ada body roll, tapi masih masih terukur dan masih mantap gitu di kecepatan tinggi. Tapi mobil ini memang bukan untuk manuver tajam. Tapi siapa yang butuh manuver tajam di mobil seperti ini? yang lebih dibutuhkan adalah kenyamanan. Dan Anda enggak akan expect mobil harga Rp300 juta bisa senyaman Ini ini rasanya mobil di bawah Rp500 juta yang ternyaman yang pernah saya coba. Mau merek Eropa apapun enggak ada yang seperti ini. Halus sekali ini mobil mau di dalam kota, mau di tol, jalan bagus atau jalan rusak, dia akan memberikan kenyamanan yang jauh lebih baik dibandingkan rival classnya. atau bahkan di bawah R500 juta tuh enggak ada yang lebih nyaman dari ini. Di bawah R miliar pun hanya sedikit mobil yang lebih nyaman dari ini. Tapi memang DNA-nya ION ya, saya udah coba ion Hyptech HT itu nyaman sekali. Kemudian ion V itu juga sangat nyaman. Begitu juga dengan ION Y Plus. Sekarang saya tapi saya tuh enggak expect di model yang paling rendahnya atau paling kompactnya masih senyaman ini. Ini ini benar-benar satu highlight yang luar biasa dari mobil ini. Tapi walaupun nyaman, dia tuh enggak yang mengayun-mengayun yang jadi enggak stabil. Tetap mantap gitu. Ini ini suspensinya terbaik. Nah, sekarang sesuai janji saya selain hal yang impresif, saya juga akan eh menyebutkan ke Anda beberapa hal yang saya kurang suka dan suka dari mobil ini. Dimulai dari yang saya kurang suka dari mobil ini, yang pertama sama seperti ion-ion lainnya, kebanyakan tombol fisik itu dipindah ke layar. Dan itu lumayan merepotkan. Untuk operasi yang seharusnya itu mudah untuk dilakukan seperti menyetel spion itu saya harus masuk ke menu switch control regulate rear view mirror baru saya menggunakan tombol yang ada di setir. Harusnya ION berani untuk model-model berikutnya mengeluarkan lagi sejumlah tombol fisik supaya mempermudah pengoperasian. Kemudian hal kedua ya memang ini yang komact ya mobilnya ya, tapi rasanya tuh benar-benar premium mobil ini, tapi rasa premiumnya agak ter lukai sedikit ketika kita membunyikan klakson tetang berwibawa. Dan satu lagi yang saya e agak kurang suka dari mobil ini adalah ketika kita se-nya tuh hampir enggak kedengaran. Kecil sekali suaranya. Kalau kita dengerin audio atau radio, udah deh enggak kedengaran suara SE-nya. Dan kita harus ngelihat ke indikator untuk tahu kita se-nya nyala apa enggak. Walaupun itu bisa disetel volumenya dan udah disyel di volume yang paling keras tetap terlalu pelan. Nah, itu adalah sejumlah hal yang agak mengganggu saya di mobil ini. Nah, selain yang tadi sudah saya sebutkan, saya juga punya sejumlah hal yang saya suka dari mobil ini. Yang pertama ini nih. Ini ada spion kecil di atas. Nanti saya perlihatkan. Ini dia itu spion cembung. fungsinya itu untuk melihat eh bisa blind spot di kiri, tapi utamanya adalah untuk melihat anak-anak Anda atau penumpang yang ada di bangku belakang. Ini di mobil dulu tuh suka ada, tapi di mobil baru nih udah dilupakan fitur yang sangat berguna ini. Jadi kalau Anda bawa anak-anak, tinggal buka ini. Anda bisa lihat anak-anak Anda melakukan apa, ngelepas seat belt apa enggak, Anda bisa awasi dari sini dengan mudah. Kemudian hal berikutnya adalah mobil ini udah ventilated seat. Jadi dia dilengkapi dengan pendingin kursi. Balik lagi R00 jutaan ada pendingin kursi. Joknya elektrik pula. Kemudian masih dengan harga Rp300 jutaan. Buka tutup ininya, buka tutup ventilasi AC-nya. Ini modelnya dan rasanya seperti mobil premium, ada tahanannya gitu. Jadi sampai kulit Anda di jari pun merasakan aura premium di mobil ini. Aura premium di mobil harga Rp300 jutaan. Dan rasa premium itu masih ada lagi di lampunya. Jadi lampunya ini LED warnanya putih dan pendaran cahayanya tuh soft sehingga cahayanya itu merata dan dia itu berpendarnya tuh tidak langsung terang gitu. Gradual dari mulai mati meredup terus nyala ketika matiin juga dia meredup dulu baru mati. Dan satu lagi hal yang saya suka dari mobil ini adalah sistem auto hold-nya. Ee dia sudah rem parkir elektrik kan. Dan itu kalau misalnya kita pakai ee parkir gitu kita masukkan ke P, dia otomatis ininya aktif rem tangannya. Tapi yang istimewa itu adalah auto hold-nya. Jadi ketika auto hold itu kita aktifkan itu ketika mobil itu sudah berhenti, dia tidak langsung menahan mobil itu. Tapi kita harus menginjak pedal rem sedikit lebih dalam lagi baru dia mengunci auto hold-nya. Dan itu enak karena gak semua orang suka auto hold di semua kondisi. Kadang-kadang apalagi misalnya lagi di kemacetan, stop and go gitu ya kan berhenti jalan, berhenti jalan kan itu enaknya ngerayap. Jangan sampai kita berhenti total dengan auto hold dengan sistem ini. Itu bisa ketika kita lagi mau berhenti sebentar dan kita tahu bakal jalan lagi, kita enggak perlu nginjak dalam-dalam remnya. Kita injak aja sampai berhenti, jalan lagi. Tapi ketika kita ini lama nih di lampu merah, kita tinggal tambahin injakan sedikit dia aktif. Ini di ion yang lain juga seperti itu. Dan ini auto hold yang sangat menyenangkan untuk digunakan. ini luar biasa ya. Ini eh kita berhenti di rest area KM 21. Sedangkan saya startnya dari Jakarta. Artinya dari Jakarta sampai ke tempat finishnya ini ketinggiannya lebih tinggi nih tempat finishnya. Tapi konsumsi energinya. Nah, ini Anda bisa lihat 11,6 kWh per 100 km. Itu artinya sekitar 8,5 km/ kWh. Kalau kita kalikan 60 kWh 8,5 * 60 itu 520 km. Okelah, artinya itu masuk akal range ya dan itu tapi akan bervariasi ya, tergantung dari gaya mengemudi Anda, kondisi jalan. Tapi saya diceritain sama Om Mobi, dia bawa mobil ini ke Semarang dari Jakarta tidak ngecharge sampai sama sekali sampai Semarang range-nya masih sisa 50 km. Padahal dari Jakarta ke Semarang itu kan pasti bukan situasi yang ideal buat mobil listrik karena tidak ada regeneratif terlalu banyak gitu. Kita konsisten di tol. Tapi artinya mobil ini yes, dia bisa menyentuh 500 km di kondisi yang mendukung. Tapi ya ini dari tadi biasa aja enggak pakai enggak pakai eh eco mode sama sekali malah kadang-kadang sport mode mobil yang kayaknya semuanya bisa dilakukan mobil Well, cukup kagum dengan mobil ini. enggak expect mobil di kelas ini bisa memberikan kenyamanan yang sedemikian hebatnya. Dan mobil ini rasanya mengisi semua ceklis yang dibutuhkan. Bentuk yang keren dari luar, yes. Mesin yang bertenaga, yes, 200 HP lebih. Range yang jauh, yes, 500 km. Kenyamanan. Yes. Ini adalah mobil paling nyaman dari semua kelas di bawah Rp500 juta yang pernah saya coba. Kemudian lega. Yes juga fiturnya banyak. Yes. Apple CarPlay Android Auto. Yes. Kemudian eh fitur ADAS yang lengkap termasuk adaptive cruise control dan LK assist. Yes. Semuanya juga ada. Dan ini semua bisa Anda dapatkan dengan Rp300 juta kecil. Ini adalah salah satu mobil yang value for money-nya luar biasa. Bukan hanya harga berbanding fitur, tapi juga harga berbanding rasa berkendaranya. kayaknya istri saya udah kepincut ya. Kita lihat aja nanti di GIAS. Nah, ngomong-ngomong di GIAS, Anda juga bisa melihat langsung mobil ini juga bahkan bisa test drive langsung di GIAs 2025 di gedung ICE BSD. Untuk publik dimulai dari tanggal 24 Juli sampai 3 Agustus 2025. Kunjungi booth ion di sana dan lakukan test drive-nya. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Serta untuk keterangan lebih lanjut mengenai ION atau ion UT ini, Anda bisa follow Instagram-nya ION Indonesia. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye. Tinggal bujukin istri sedikit. Sini. Allah
