GIMANA RASANYA HONDA HRV SETELAH 3 TAHUN 60RB KM (YouTube Video)
Oke, halo semuanya. Kembali lagi di Fardo Anif. Ya, kali ini kita mau bahas Honda HRV ya, tahun 2022 tepatnya di bulan April. Jadi, bisa dibilang ini adalah Honda HRV generasi ketiga pertama di Indonesia yang dikirim ke konsumen. Ya, gua lihat eh kapan ini di bulan ya? Bulan April ternyata. Jadi, pas banget ini usianya genap 3 tahun beberapa hari lagi. Dan ini mobil sekarang kilometernya sudah 62.000. Nah, pertanyaannya apakah mobil ini awet dan apa saja yang udah diganti di mobil ini sampai akhirnya mobil ini sekarang posisinya lagi dijual. Enggak tahu ya kalau misalkan video ini tayang masih ada apa enggak ya di bawah ee kontaknya. Kalau misalkan udah sold gua taruh di pin komen. Dan ini mobil kebetulan dipakainya rameai-ramei ya. E sempat dipakai orang tua gua beberapa lama sama habis itu direntalin sampai setahun lebih ya. Dan kalau kita lihat ini mobil ya meskipun udah 3 tahun ya masih ganteng enggak sih? Dan sampai sekarang belum ada facelift-nya loh, meskipun di luar sudah ada. Dan yang varian facelift-nya itu belum masuk Indonesia sekarang. Mungkin beberapa bulan lagi akan masuk. Beda di bagian grillnya. Bumpernya hampir enggak ada bedanya. Lampunya masih sama. Jadi antara yang facelift sama non facelift itu bedanya sedikit sekali ya. Dan ini mobil kemarin gua bilang e nanti kalau beli mobil ini dapat free autonet care detailing. Karena ini posisinya belum detailing. Jadi warnanya tuh sebenarnya putihnya tuh bagus cuma udah rada menguning ya bisa kelihatan. Terutama di bagian sini nih udah kelihatan ada kusem-kusemnya nanti masuk Autonet Care udah bersih lagi luar sama dalam ya. Desainnya masih ganteng. Gua suka banget sama HRV yang generasi ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya ya. Terutama atapnya tuh kayak kupeel look gitu ya. Jadi belakangnya tuh kayak coupe, landai ke bawah. Cakeplah pokoknya dibandingkan dengan yang lama. Even dibandingkan dengan kompetitornya yang sekarang udah macam-macam. HRV ini tetap bentuknya gua paling suka. Velegnya 18 inci gede ya. Dan karena kaki-kakinya itu kurang lebih mirip kayak basisnya Honda City hatchback ya. Dikasih veleg 18 otomatis kaki-kakinya gampang gemelodak. Dan ini sudah gemelodak. Rex setir sudah ganti. Kaki-kaki itu udah hampir semuanya diganti yang bagian depannya kecuali drive shaf-nya. Tapi kaki-kaki belakang itu semuanya masih aman ya. Jadi penyakitnya Honda itu biasanya kaki-kakinya lemah dan ini juga benar ini kemarin habis berapa tuh di jantra ya jadi udah steering ra itu udah enggak bisa dibetulin ganti ee shock breaker terus busing-busing segala macam itu hampir semuanya diganti di mobil ini ya. Ban pun kita juga sudah pernah ganti empat-empatnya. Ini pakai Hancook yang sekarang ya. Dan ini masih kembangnya masih banyak karena kemarin tuh kalau enggak salah gantinya di kil 40 apa Rp50.000 gitu gua lupa tempatnya. Jadi kayak kaki PR-nya buat kalian yang nyari HRV itu pastiin ee bawa jalan. Jangan sampai enggak dibawa jalan. Apalagi kalau misalkan setirnya udah ketutuk-klutuk gitu ya. Yah steering RK mah udah udah pasti ganti gitu. Dan kalau misalkan kalian ganti kakek-kakek mobil ini, kalau ke bengkel resmi itu mungkin bisa hampir R jutaan ya karena mahal. Tapi kalau kalian ke bawaah spesialis kaki-kaki kayak kemarin kita bawa ke Jantra ya itu bisa lebih murah. Terus body dari samping enggak ada masalah. Kaca film ini pakai Soalgard Black Phantom. Eh descam udah kita copot. Audio Venomnya itu masih ada ke belakang. Nah, ini sebenarnya kalau kita bandingin sama yang tipe RS 1500 cc turbo itu bedanya dikit. banget. Cuma di bumper ya, ada body kit dikit sama diwarnain ya. Hitam. Kalau ini kan hitamnya dove warna plastik. Yang itu tuh hitamnya hitam glossy. Terus lampunya merah-merahnya ini hilang jadi warna putih. Nah, terus bagasinya ini sebenarnya kalian bisa tambah sendiri sih yang namanya power back door. Nah, ini kebetulan power back door-nya ee belum ada karena yang tipe S ini belum ada. Terus bagasi belakangnya seperti yang kalian tahu ini mobil sudah ditambah subwover di bagian sininya. Jadi suaranya HRV bawaan standar yang SE itu benar-benar agak kurang ya. Karena bukan agak kurang sih, kurang banget. Even dibandingkan dengan BRV atau WRV itu masih lebih bagus karena dia punya Twitter. Ini enggak ada Twitter-nya. Jadi emang benar-benar harus ditambah Twitter, tambah prosesor subwover. Gua enggak pengen yang ngurangin bagasi, jadi gua tambah subwover yang di ban serep. Terus ini juga masih ada. Tahu kan ini buat apa? Ini cover buat buat panoramic sunroof-nya. Jadi dia tipe SE itu ada panoramic sunroof. Bukan panoramic sunroof, panoramic roof doang. Enggak ada enggak ada sunroof. Jadi enggak bisa dibuka. Dan yang belakang itu modelnya origami ya. Jadi harus dilepas, dilipat, terus dimasukin di sini. Ya, kurang lebih seperti itu. Tapi mobil ini yang menyenangkan adalah dia punya ban serep itu full size dan pelegnya juga beneran. Turbo. Nah, terus ke belakang ya. Ini nih atap origaminya. Enggak tahu ya, anak gua senang pakai ini terus dibuka-buka sama dia terus dipasang-pasang gitu kan kayak kayak kerajinan tangan gitu. Nah, sebenarnya enggak praktis dan kurang terasa mahal ya dengan dikasih ginian. Gua lebih suka yang model lama, tapi panoramic sunroof-nya HRV yang lama itu yang di tipe Prestige itu lama-lama dia suka bunyi kerek-keriek atau semacamnya. Yang ini karena dia atapnya fix ya, yang pasti kita tercegah dari kebocoran karena kemungkinan bocor itu lebih sedikit. Dan yang kedua ya ini tuh yang bagian depannya kalau ditutup dia tuh masih agak tembus. Jadi sebaiknya kalian tambah kaca film kayak di bagian ini tuh depan sama belakangnya udah dikasih kaca film ya. Kita pakai yang seri yang paling tinggi malah. Jadi pas siang itu enggak terasa panas. Kalau HRV standar itu ya begitulah rasanya. Ini sih ya kayak apa ya? Ini beli HRV itu kayak mobil yang harus kalian e modif dikit dulu ya. Baru enak audionya ditambah, peredamnya ditambah. Ini peredam pintu udah ditambah tapi peredam kolongnya belum ya. Jadi ya seperti itulah jauh lebih enak dibandingkan dengan HRV standar. Gua itu naik HRV yang standar sama-sama TPSC. Beda banget sama yang ini ya. Kita pasang lagi ya. Pasangnya sebenarnya cepat dan mudah sih, cuma cekrek gitu doang ya. Tinggal dimajuin ke depan. Oke, sudah selesai. Seperti itu aja. Sekarang kita ke depan, yuk. Nah, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Sebenarnya ya ini mobil 3 tahun sih sebenarnya masih awet-awet aja ya. Belakang, depan itu enggak ada bunyi-bunyi aneh karena yang kaki-kaki semua tuh udah dibetulin ya. AC masih dingin, enggak ada masalah. Service record-nya juga di Honda kita kan. Nah, terus kita nyalain ya di sini ya. Mesin juga masih halus, irit enggak ada problem ya. Ini yang gua bilang tadi e Twitter-nya dari Venom. Dia emang ditaruhnya di sini ya. Sebenarnya bisa dipilar cuma kalau dipilar dia agak ngerusak ya. Enakan dari sini nih. Nah, interiornya sendiri sebenarnya awet-awet aja ya. Kalau misalkan kita lihat kulitnya memang di sini kulitnya kulit sintetis gitu ya, tapi rasanya bagus dan mobil ini rasanya tuh sebenarnya kalau kita masuk ke dalam buat driver itu enak sekali ya. Jadi meskipun HRV itu secara features apa segala macam dibandingkan kompetitornya itu banyak kurangnya ya. Tapi pas kita duduk ini rasa dia tuh benar-benar dipikirin buat orang nyetir. Kayak misalkan ini kursinya tuh enak banget ya. Dia tuh tengahnya dikasih fabric. Jadi walaupun gak ada pendinginnya, enggak terlalu panas sama ini kanan kirinya dia tuh punya side support itu tebal dan kalau belok itu enggak enggak goyang-goyang gitu loh. Tapi buat orang yang agak besar kayak gua kan agak lumayan besarlah ya. Om Mobi senang banget tuh ngelihat itu gua mengakui itu ya. Enggak terasa menyakitkan gitu kanan kirinya tuh. Jadi duduk tuh pas ya, setirnya pas, pedal-pedalnya pas, tombol-tombol di sini juga gampang buat diraih, ditekan gitu ya. Rasanya tuh pas dan dia tuh punya kaca depan lebih kecil, tapi gua suka banget pilarnya. Pilar tuh ditarik ke sini, dia tebal tapi pas gitu. Dan spionnya seperti yang gua bilang, gua senang sama spion-spion Honda tuh yang dimundurin ke bawah eh dimundurin ke belakang, ke bawah lagi. Jadi tiangnya itu enggak ditaruh di pilar, tapi di body. Jadi bagian sininya itu bisa ngelihat dengan baik gitu, pas ya. Tapi memang kalau ngomongin entertainment, head unitnya itu eh layarnya tuh enggak jernih ya. Dia kayak touch screen tuh kayak masih ini loh, kayak yang masih ada gelnya gitu loh. Kayak masih resistif ya, kayak masih gitu. Dan pas kita pakai pun gua ngerasa kalau malam masih agak terlalu terang ya. Sama Honda Landwatch sama kamera mundurnya itu enggak bagus. Terutama di malam hari itu banyak noise-nya. Tapi bisa bekerja dengan baik sih. Jadi kalau kita di jalan ngelihat spion kiri bisa lihat dari sini aja sebenarnya. Cuma ya kualitasnya enggak sebagus Hyundai. Tetaplah kalau kamera-kameraan Hyundai itu paling top sih kayaknya ya. Udah sekelas sama BMW sama Mercedes. Nah, speedometer 5 pun juga sederhana sekali. Enggak ada yang aneh-aneh begitu-begitu aja. Dan untuk yang tipe RS dia sebelah kirinya ada digital ya. Jadi RS itu sebenarnya bedanya gak banyak ya, cuma speedometer, head unit masih sama ya, dalamnya masih sama. Cuma ya itu pas duduk tuh terasanya mahal. Asal jangan dipegang-pegang nih. Bagian sini plastik, sini plastik, sini ada mending ya ada kayak lapisan yang soft touch tapi sisanya semua full plastik keras. Nah, sekarang kita jalan aja yuk. Oke. Nah, sekarang kita nyetir Honda HRV. Sebenarnya mobil ini tuh dibawa nyetir tuh menyenangkan ya. Pertama suspensinya ee menurut gua relatif nyaman. Jadi dia itu emang masih ada kerasnya ya. Tapi dibandingkan dengan HRV yang lama ini tuh rasa suspensinya tuh lebih mahal gitu. Terutama pas kita belok gitu ya bawa jalan ee jalannya belok-belok gitu enak mobilnya. Di rem juga enggak terlalu turun depannya tapi digas. Nah ini dia jadi problem. Mesin 1500 cc-nya itu masih mesin yang sama ya, 120 PS tapi pakai Vtx. Jadi 120 PS-nya itu cuma pas di putaran tinggi doang dia cam-nya naik kan. Di bawahnya ya bayangin mesin yang 1500 cc itu dikasih veleg 18 inci. Profil bannya juga tebal. Dan sekarang ini dimensinya juga melar alias jadi lebih besar. Jadi berasal lah ya no 100-nya 14 detikan. Dan waktu gua ganti peleg yang lebih enteng pakai flow forming ya itu baru berasa. Jadi memang sebegitu pengaruhnya ukuran ban sama peleknya juga berat ya kan. Jadi kalau misalkan kalian pengin mobil ini enak, nah mungkin harus pakai yang Honda HRV yang tipe di bawah bukan yang SE. Bukan yang 12, bukan yang 18 inci yang 17 atau mungkin knya jadi 16 sekalian. Tapi ya jadinya tongkrongannya kurang asih ya memang memang enggak didesain buat 18 inci sih, tapi dipaksain 15 cc. Rata-rata pelek 18 inci itu dipakai mobil yang kayak Honda CRV depan tuh 2400 cc kan baru enak ya tenaganya ada gitu ya. Tapi di mobil ini yah begitulah. Jadi kalau ngomongin lari seperti itu. Nah, terus juga untuk konsumsi bahan bakar ini menariknya ya meskipun dia ee peleknya besar dan otomatis dia jadi berat larinya jadi belet tapi ternyata konsumsi bahan bakarnya masih irit ya. Ini gua pakai ya dari kemarin. Kita lihat berapa dapatnya. Ini bagian ininya tuh emang agak sedikit susah ya. mesti belajar lagi information. Oke, kita dapat 12,3 km/l padahal dari kemarin kita bawa jalan macet-macetan ya. Nah, klakson juga udah kita ganti. Aslinya enggak enak suaranya. Dan ketika kita pakai mobil ini di jalan yang agak kencang, suara bannya itu berisik. Ya, meskipun sudah lebih baik dibandingkan dengan model sebelumnya, tapi menurut gua ini masih berisik. Seandainya ya dikasih perdaman yang lebih bagus pasti lebih enak, enggak seberisik iniah. Nah, jadi kalau kita gas, iya larinya begitu aja CVT-nya. Dan Honda HRV itu salah satu mobil yang CVT-nya e cukup banyak bermasalah ya. Tapi tenang aja, biasanya yang bermasalah itu yang mereka itu bawa mobilnya ee kasar. Terutama gua sering lihat tuh beberapa orang nyetir pas dia pindah dari PRND gitu ya. Misalkan dia lagi parkir atau putar balik lagi di D masuk ke R atau sebaliknya dari R masuk ke D itu mobil tuh belum benar-benar berhenti. Jadi masih ada jeglek gitunya tuh. Ya itulah yang bikin rusak. Terutama ee buat mobil wooling tuh CVT-nya tuh kebanyakan kalau bawahnya kasar itu pasti CVT-nya enggak awet ya. Nah, ini mobil ini sih sampai sekarang 3 tahun 62.000 km. Bagus-bagus aja sih. Enggak ada suara-suara aneh gitu kan. Terus juga eh enggak ada yang kasar-kasar itu enggak ada. Biasanya kalau misalkan CVT-nya udah mulai kerasa tuh udah sebelum dia putus gitu ya, itu rasanya udah enggak enak ditarik itu ya udah ada bunyi kasar zrek gitunya loh. Kayak rantai beradu. Ini masih bagus sekali alhamdulillahnya. Dan misalkan kalian beli mobil ini ya ee ragu sama CVT-nya, gua kasih freest garansi autospektor. Jadi emang garansi gubernur itu yang di Klaten itu kerja sama samaor buat e masalah garansi dan inspeksinya. Makanya kalau ngelihat mobil itu gua selalu bilang kalau misalkan enggak yakin bawa aja inspektor kepercayaan Anda. Tukang inspeksi mobil bawa aja. Jadi kalau misalkan daripada tanya-tanya curiga-curigaan udah bawa aja aman insyaallah enggak ada yang ditutup-tutupin ya. Nah, ini suspensinya buat gua suspensinya oke banget ya dibandingkan dengan yang lama even dibanding XForce atau kereta gitu ya. Menurut gua suspensinya Charvi yang baru ini enak ya handling-nya enak. Pokoknya kalau untuk driver itu enggak ada komplain deh. Bahkan ya buat kita nyetir ini di sebelah kiri ini itu dikasih empuk-empuk gitu. Jadi pas kaki kita nempel gitu misalnya kita nyetirnya agak lemas gitu ya nempel sini itu tuh nyaman kayak kita dipikirin sebegitunya buat driver ya. Tapi sisanya Twitter kagak ada airbag cuma empat. Sedih dah kalau ceritain jalannya buntu lagi. Jadi yang benar-benar ini mobil harus dimodifikasi dulu baru enak. Kayak contohnya mobil ini makanya kemarin audio enggak distandarin dulu mau dijual kagak lah. Kasihan yang beli dapat audio begitu udah kasih aja. Nah, jadi kurang lebih itulah rasanya menggunakan Honda HRV SE ya selama 3 tahun atau 62.000 1000 km. Buat teman-teman yang punya pengalaman sama juga, coba komen di bawah gimana rasanya. Seranif. Sampai jumpa di vlog berikutnya.
