Jungkat

Gimmick Asik, Performa Ciamik! Laptop Acer Swift Go 14 AI (YouTube Video)

  • 23/06/2025

Sini deh kita kasih tahu. Ini indikator gimik sih, tapi asik. Bisa diajak pamer lah. Enggak ada tuh laptop lain yang punya gimmik seperti ini. Jadi kalau kalian ajak nongkrong itu pasti orang sebelah kepo apa tuh kok kedip-kedip sendiri? Tapi emang gitu sih. Ini logo indikator AI dari Acer Swift Go 14 AI. emang semanis itu sih karena memang ya cakep banget aja ada di bagian pojok kanan touchpad-nya. Notif-nya akan muncul saat kalian pakai AI atau software copilot atau sedang pakai NPU-nya kayak gebetan yang muncul pas butuh aja. Indikatornya akan mati pas lagi santai biar tahu dia lagi ada di mode hemat daya. Salah satu nilai jual dari Acer Swiftco 14 AI ini ada di bagian desainnya yang cakep banget. [Musik] Untuk bahan yang dipakai di bagian punggung layar, palmres sampai di bagian bawahnya juga itu sudah pakai full metal. Otomatis kesan mewahnya akan langsung dapat banget. Untuk bobotnya standar aja di under 2 kgan, lebih tepatnya di 1,3 kilo. Dan kalau kalian perhatikan di bagian punggung layar itu menyerupai siluet huruf S yang menandakan ini Acer Swift, bukan Suzuki Swift atau bahkan Tayor Swift. Tapi swift di sini lebih ke speed, slick, dan slim. Lalu di bagian pojok kanan atas, ya kanan atas kalau dari arah saya itu kayak ada huruf braile gitu ya. Kira-kira ada yang tahu enggak ini logo apa? Nah, kalau saya tanya orang Acer-nya langsung, itu merupakan logo dari eh semua laptop Acer yang support dengan cilot plus. Otomatis laptop pintar Acer pasti ada logonya begini deh. Nah, menurut kalian keren atau enggak? Nah, kalau kalian buka layarnya ini bisa dibuka di satu tangan seperti ini dan rasanya wah smooth banget sih ini. Untuk hinschinnya bisa dibuka sampai 180 derajat seperti ini. Dan di bagian bawah laptopnya atau di bagian belakangnya itu sedikit mengangkat bokongnya gitu ya untuk menciptakan ruang bagi sirkulasi udara serta posisinya biar lebih ergonomis saja. Sekarang kita akan tengok spesifikasi dan performance-nya buat kalian yang enggak sabaran gitu ya. Nah, laptop ini pakai Ryzen 5 AI 340 dengan 6 core 12 thread. Kalian untuk spesifikasi lengkapnya bisa lihat di layar ini. Overall laptop ini punya 59 tops atau trilli operation per second. Dan untuk 50 tops-nya pasti ada di NPU-nya karena memang ini Ryzen 5 AI dan 9 tops-nya itu merupakan gabungan dari CPU dan GPU-nya. Jadi total ada 59. Nah, untuk GPU-nya sendiri dia merupakan integrated GPU dengan Radeon 840 M. Salah satu syarat dia dinamakan AI Computing. RAM-nya harus minimal 24 gig karena kalau di bawah itu beberapa fitur dari Copilot Plus-nya enggak bisa jalan. Contoh kayak di Copilot Recall itu di bawah itu pasti akan muncul error dia minta RAM lebih. Bukan berarti dia ngabisin RAM yang terlalu besar ya, tapi emang syaratnya seperti itu. Dan laptop ini sudah punya kapasitas yang jauh lebih gede juga di 32 GB dengan speed 8.000 mega transfer per second. Ini kencang banget sih untuk storage-nya. Dia kasih kapasitas yang ya lumayan lah untuk sebuah harganya di 512 GB dan pastinya dia bukan gen tapi gen 4. Untuk speed-nya memang bukan yang paling kencang tapi masih bisa oke kok ini untuk rate-nya dapat di 4.000 lebih hampir 5.000 sedangkan ride-nya ada di 3.500 kurang dikit. Dan untuk setiap pembeliannya kalian pasti akan mendapatkan preinstall Windows 11 Home serta Office-nya juga pasti ada dan untuk garansinya bisa dikatakan juga cukup panjang. Jadi investasinya cukup enak 3 tahun. Lalu untuk ADP-nya atau accidental damage protection-nya itu di-cover untuk 1 tahun pertama. Jadi kalian enggak perlu khawatir kalau misal ada amit-amit kecelakaan gitu ya, laptop ini masih bisa ke-cover. Sekarang kita akan masuk ke pengujian performance-nya. Enggak afdol kalau kita sudah ngomongin CPU tapi enggak masuk ke performance-nya. Tapi kalian juga harus tonton untuk fitur-fitur AI-nya karena laptop ini banyak banget. Nah, kita pengujian sintetisnya kita pakai R15 dan R23 juga nanti ada 3D Mark juga. Dan hasil di R15-nya rata-rata kita dapat di 1805 poin. Dan untuk baterai only di 1700-an. Jadi selisihnya ya kurang lebih sekitar 6%. Sekarang kita akan masuk ke R23. Untuk mode charging kita dapat di angka sekitar 11.500-an. Sedangkan untuk baterai only di 11.300-an. Jadi selisihnya penurunan performance antara charging dan baterai only cuman selisih 2%. Dari hasil dua pengujian tadi, bisa dikatakan tuningan dari Acer Swift Go 14AI ini cukup rapi dan niat karena perbedaan performance charging dan bater only-nya itu tipis banget. Tapi ini cukup normal karena performance dari Ryzen 5 AI 340 ini sebenarnya versi upgrade dari Ryzen 58540U yang sebenarnya punya performance kencang banget, peningkatannya jauh lebih kencang kalau dibandingkan dengan versi sebelumnya yang Ryzen 7000. Tapi dengan performance yang jauh lebih kencang pastinya di Ryzen 5 AI 340 ini dan dia ada fitur AI-nya juga otomatis dia lebih future proof jika dibandingkan dengan Ryzen 7000 atau bahkan 8540 U tadi dia masuk di form ve vor yang bisa dikatakan cukup tipis karena ketebalannya cuman 1,6 cent bahkan kalau dibandingkan dengan Ryzen 5 7000 series itu performance-nya bisa naik 30 sampai 40%. Padahal sebenarnya kalau ini versi upgrade dari 8000 series itu selisihnya cuman satu generasi doang. Untuk e sintetis di GPU-nya pada time spy dan Firestrike juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Pada pengujian di spy kita, kita dapat skor di 2000-an. 2.000 lebih dikit untuk time spy-nya dan 5.000 untuk fire strike-nya. Nah, dengan hasil kayak gini sepertinya sudah cukup siap untuk kalian pakai GPU render atau bahkan kalian pakai untuk bermain game. Nah, untuk game Dota 2 kita bisa jalan mulus di setting fastest dengan rata-rata FPS kita dapat 85 frame pers. Wow, lumayan banget. Toh juga layarnya 90 Hz. Jadi, 85 FPS-nya masih masuklah ya. Untuk game Valoran si game kompetitif yang bisa dikatakan cukup ringan juga kita dapat melaju di sekitar 124 FPS. Jadi benar-benar sekali lagi untuk layarnya kepakai banget dan ini juga lancar, no startering sama sekali. Genzin Impact juga untuk grafik lowest kita dapat di sekitar 60 frame pers jadi masih playable untuk kalian main cam. Paling enggak kalau kalian naikin satu step untuk Genin Impact-nya masih bisa jalan kok. Masih juga masih enak. Karena ini AMD dia punya fitur AFMF atau AMD Fluid Motion Frame 2.1 yang kalian bisa setting di AMD software Adrenaline Edition-nya. Masuk ke tab gaming dan masuk lagi ke tab grafik. Dan kita akan coba masuk ke pengujian game yang lebih berat yaitu Black Meet Wukong. Nah, untuk AFMF atau frame generation-nya kita off-kan, kita dapat rata-rata di angka sekitar 34 fps. FPS-nya naik saat kita aktifkan fitur AFMF-nya. Dan untuk variabel grafik memory-nya atau VGM-nya kita buat setting high dan itu kita dapat langsung di sekitaran 41 FPS. Jadi kenaikannya kurang lebih ya 15% lah. Sekarang kita akan tes untuk produktivitas mulai dari yang ringan-ringan dulu aja mungkin ya. PPT to PDF 150 lembar selesai hanya dalam waktu 15 detik. Ya memang ada yang lebih cepat dari ini. Tapi ini bisa tergolong kencang loh sebenarnya dan untuk randomis datanya ini yang kencang banget. Selesai hanya dalam waktu 27 detik. Banyak loh yang lebih tinggi dari ini. Lalu kita tes juga untuk rendering e video dan 3D di beberapa skenario untuk export premiere video 4K selesai dalam waktu 2 menit 46 detik. Kencang juga untuk FHD-nya di 2 menit 16 detik. Kayaknya kalau selisih dikit kayak gini langsung aja ke 4K deh sekalian. Untuk blender GPU render-nya kita selesai di 4 menit 16 detik. Sedangkan CPU rendernya selesai di 4 menit 13 detik. Bahkan hasil ini jauh lebih kencang berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan Ryzen 57430 U yang sudah pernah kita review. Ya memang kita enggak bisa bandingkan Apple to Apple eh dengan Ryzen 5 7430 U ya. Cuman kalau memang kita bandingkan secara generasi yang gap-nya hanya satu generasi itu performance-nya menyenangkan sekali. Ditambah lagi ada NPU-nya yang mendukung banget di produktivitas kalian. Nah, ngomongin produktivitas ini layarnya cakep banget. Salah satu selling point terkuat dari Acer Swift Go 14 AI ini ada di layarnya. Coba kalian perhatikan. Memang terkesan standar karena memang untuk P3-nya seperti biasa layar OLED itu dapat di 100% eh DCI P3. Lalu, nah ini yang menarik nih. Adob RGB-nya di 99,3% dan sRGB-nya hampir 140%. Untuk NTSC-nya, wah ini op banget sih ini. Di 97,8%. Jarang banget ada laptop yang adob RGB dan NTST-nya itu mepet banget dengan 100% dan laptop ini salah satu yang spesial. Sekarang kita akan masuk ke bagian keyboard dan touchpad-nya. Kalau kalian sudah menyentuh laptop di harga seperti ini, kalian nyentuh laptop di harga sekitar ya under R10 juta kayaknya kok enggak enak ya. Tapi beneran laptop ini punya keyboard yang enak banget. Kalian bisa sangat berlama-lama ngetik di laptop ini karena memang seempuk itu. Keyit travelnya juga pas dan ada feedback yang menyenangkan dan responsif juga. Kalau kalian mau kerja maraton dari pagi sampai malam atau malam sampai pagi kalian mau terusin sampai 3 hari, kalau kalian betah laptop ini juga kalian bisa andalkan banget di bagian keyboard-nya. Ya, sekali lagi bukan lebih karena senyaman itu. Di tombol keyboard-nya sendiri ada shortcut yang bakal bantu kalian untuk melakukan pekerjaan lebih cepat. Contoh function F untuk kalian bisa atur-nya. butuh lebih kencang tinggal atur aja ke mode performance lebih hemat baterai ke balance atau ke silent mode dan juga ada pintasan atau shortcut ke exercense dan coilot juga kalian bisa langsung tekan dari keyboard-nya langsung sih untuk touchpad-nya bisa dikatakan cukup gede dan memang dia senter terhadap body juga dan untuk navigasinya enak banget kalian enggak perlu repot-repot bawah mouse. Plus posisinya juga simetrif jadi experience-nya juga enak banget kalau kalian pakai ini. Dan karena memang bagian belakang laptopnya agak sedikit mengangkat, jadi kalau dipakai cukup ergonomis juga. Oke, sekarang kita akan tes kameranya. Untuk spesifikasinya dia pakai 1440p 30 fps. Dan kalau kalian perhatikan tadi sedikit bergerak berarti otomatis untuk fitur studio effect-nya bekerja dan yang bekerja fitur apa? Automatic framing. Dan juga ada fitur econtact. Jadi yang memungkinkan mata kalian akan terus seolah-olah melihat ke layar atau ke webcam-nya. Lalu juga ada background effect juga di mana dia punya dua pilihan. Yang pertama standar blur seperti ini. Tapi yang paling cakep sebenarnya ada ada di portret blur sih. Dia lebih rapi. Dan saat kalian buka kamera secara otomatis dia akan buka software yang namanya Acer quick panel yang di dalamnya juga ada dua yang namanya purified view. Lalu ada fitur yang namanya portrait refinement. Coba kalian perhatiin ada bedanya enggak? Nah, tuh di bagian sini dan kulit saya juga jauh lebih halus. Lalu juga ada ini apa sih? Cinnya itu jauh lebih lebih kurus gitu ya kayak mode cantik lah di smartphone. Lalu juga ada Super Sharp. Oke. Waduh, ini kayaknya jarang banget kalian pakai juga sih. Nah, karena memang ini dan satu lagi ada fitur namanya purified voice. Kalian bisa klik, kalian bisa atur juga mikrofonnya dengan AI. Dan dia akan atur mengenai ada dua mode. Yang pertama ada personal call, ada fitur yang namanya AI noise reduction. Coba kita aktifin. Hasilnya seperti ini, Teman-teman. Jadi, noise reduction ini hanya menangkap suara yang berasal dari depan atau di depan webcam-nya saja. Jadi, untuk ambience-nya dia tidak masuk atau tidak banyak masuk. Tapi kalau pengin eh conference call atau meeting bersama-sama gitu ya di di satu laptop yang sama dengan beberapa orang, kalian bisa aktifkan fitur conference call-nya sehingga sehingga ambience di sekelilingnya itu bisa terdengar. Lalu juga ada fitur yang namanya studio high quality recording, ada podcast recording dan enhanced record. Coba kita tes yang di podcast recording-nya ya. Nah, untuk kualitas suaranya kurang lebih seperti ini. Gimana? Ada bedanya enggak? Tapi jujur saja kalau kalian perhatikan untuk ee autofokus dan pencahayaannya menurut saya agak mengganggu sih. Walaupun dengan cahaya konsisten seperti ini kadang-kadang juga berubah. Tuh, kelihatan enggak? Seperti yang dijelaskan di awal video tadi, ada gimik yang menarik dan asik juga. Di bagian pojok kanan touchpad-nya ada lampu LED atau icon yang akan menyala saat fitur AI atau NPU-nya aktif. Nah, kalau kalian lihat LED icon-nya berputar, itu berarti kalian sedang mengaktifkan eh software AI dari Acerilot-nya. Nah, kalau menyala dalam cross directionional itu berarti NPU-nya sedang bekerja. Sekarang kita akan masuk ke bagian fiturnya. Salah satu nilai jual dari laptop ini ada fiturnya yang banyak banget fitur AI. Enggak mungkin dia ada embel-embel AI tanpa ada fitur AI jelasnya ya. Kalian bisa tekan tombol shortcut pada keyboard di sebelah tombol F12. Software ini sebenarnya seperti pusat kontrol. Kalian bisa atur mengenai performance, lalu ada diagnostik juga kalian kalian merasa mungkin laptop ini sedang sakit gitu ya atau mungkin bermasalah nge-lag atau segala macam, kalian bisa pakai fitur ini. Lalu di tab experience Experience zone, kalian bisa download software-software AI yang memang Acerakan secara gratis seperti L art atau Aceris. Live Art ini sebuah software AI yang memang disediakan oleh Acer dan itu gratis. Di sini kalian bisa melakukan desain seperti contohnya desain sosial media karena memang template dan ukurannya sudah disediakan juga dan banyak banget template yang sudah disediakan. Kalian tuh enggak perlu repot-repot untuk desain atau mikirkan ide desain dan komponen-komponennya sudah disediakan oleh Acer seperti stem dan ada icon-iken lucu yang kalian bisa pakai banyak banget tinggal klik dan masukkan ke desain kalian. Nah, untuk Acer sendiri sesuai namanya dia merupakan AI assistant yang memang disediakan oleh Acer dan dia juga bisa berjalan natif di offline. Kalian tinggal import data-data kalian seperti image atau mungkin eh data kerjaan untuk dianalisa atau kalian tinggal cari kalau misal kalian punya seat PowerPoint yang banyak banget tinggal masukkan di situ. Kalian bisa cari per seat-nya sehingga bisa menghemat waktu kerja kalian. Tapi memang agak disayangkan software ini masih belum tersedia di bahasa Indonesia. Tapi kalau kalian memang terbiasa dengan bahasa Inggris harusnya sangat terbantu banget sih. Untuk fitur-fitur copilot plus-nya juga enggak ketinggalan. Contohnya seperti Creator itu juga masih ada. Kalian bisa akses menggunakan software Paint. Buat kalian yang suka untuk desain via prom ini cocok banget buat kalian dan itu semua free juga. Studio effect juga enggak ketinggalan yang sudah kita coba tadi yang bisa kalian padukan di Eser Purifield view dan Purifield Voice biar makin enak kerja via Zoom-nya atau meeting-meeting online-nya. Live caption juga ada, tapi memang semakin ke sini dia semakin rapi untuk translate-nya dan harapannya sih memang ada translate langsung ke bahasa Indonesia. Dan ada fitur AI cakep di laptop ini yang Acer sematkan atau preinstall di laptop ini yaitu Acerensing 2.0. Fitur ini bisa mendeteksi keberadaan kamu atau keberadaan posisi kerja kamu secara otomatis. Misal nih ya, layar akan terkunci saat kalian menjauh dan menyala kembali saat kalian mendekat. Dan juga ada pengingat di laptop ini. Kalau kalian terlalu lama kerja, udah seperti pacar kalian yang ngambek kalau kalian lebih pilih kerja daripada pilih sama dia. Dan yang paling keren ada fitur teleport yang memungkinkan kalian memindahkan konten, kursor, atau jendela aplikasi dengan hanya memalingkan wajah kalian ke external screen. Dan satu lagi ada quick panel yang sudah kita jelaskan tadi di bagian webcam-nya. Dan semua software ini gratis. Nah, karena ini laptop AI, enggak afdol juga kalau kita gak tes di MU AI dan hasilnya cukup memuaskan. Kalian bisa cek di layar ini. Untuk portnya bisa dikatakan minimalis, tapi enggak minimalis. Dia buang jauh-jauh port yang jarang banget kalian pakai atau bahkan nyarin enggak pernah kalian pakai, yaitu Kininton lock. Di laptop ini sudah enggak ada. Di sebelah kanan ada combo cek audio dan disandingkan juga dengan USB type E 3.21. Lalu di sebelah kiri ada satu buah port lagi USB type A. Tapi dia always on USB. Jadi bisa dipakai ngecas HP pada saat laptopnya mati. Lalu ada dua buah USB type C 4.0 yang keduanya support PD dan DP. Jadi bisa dipakai ngecas dan bisa dipakai untuk external screen. Acer claim kalau baterainya bisa bertahan hingga 25 jam dengan kapasitas baterai yang 74 wat hours. Tapi pada pengujian kita di moderno office, kita dapat hasil 12 jam 18 menit. Tapi pada pengujian realnya saat kita gunakan 30 menit untuk video streaming YouTube itu hanya berkurang 4%. Tapi untuk ketik-ketik di Word Excel gitu ya, itu berkurang hanya 2% dengan masa penggunaan di 30 menit. Kalau kita pakai gaming berkurang 12%. Gimana? Hemat banget enggak? Nah, kita simulasikan dari 100% kita penggunakan 30 menit gitu ya, kita pakai untuk pengetik. Berarti eh 100% / 2 karena memang berkurangnya dalam 30 menit 2%. Lalu kita kalikan 30. Setelah kita kalikan 30, coba kalian bagi 60. Itu representasi dari 60 menit atau 1 jam dan hasilnya tepat 25 jam. Itu pun belum kita hitung saat sudah masuk ke mode hemat baterai. Dan harusnya sih jauh lebih panjang lagi sih ya. Tapi memang itu gak bisa dijadikan patokan karena memang tiap-tiap orang punya loot yang berbeda-beda. Karena kalian gak mungkin kan buka cuman sekedar Word, Excel tanpa buka tab atau software yang lain. Jadi untuk klaimnya Acer ya enggak bohong-bohong banget sih sebenarnya. Nah, kesimpulannya bagaimana? Laptop ini sebenarnya punya keseimbangan yang oke banget kalau kalian variabelnya lihat mengenai dari sisi body gitu ya. Terus ketebalan yang cakep banget. Lalu untuk dari sisi layarnya, performance, bahkan semua fitur-fitur AI-nya atau juga laptop ini kalau kalian sumpek gitu ya, kalian bisa pakai main game juga itu oke punya sebenarnya. Ditambah lagi laptop ini punya layar yang OP banget di mana NTSC dan Adob RGB-nya nyari 100% dan jarang banget ada laptop di harga yang segini itu punya kualitas layar sebagus Asar Swift GO 14A AI ini. Untuk fitur AI-nya juga tidak terkesan setengah-setengah atau mungkin sekedar asal-asalan gitu ya. Nah, untuk Copilot Plus-nya juga sudah berjalan cukup perfect dengan fitur recall yang sudah bisa jalan. Lalu ada studio effect juga. Lalu fitur-fitur bawaan AI assistant-nya yang memang disediakan oleh Ether. Left art-nya juga sudah cukup matang. Jadi bisa banget untuk mendukung produktivitas kalian. Rendering Premiere, untuk rendering 3D di Blendernya, lalu kalian pakai untuk bermain game juga. Itu hasilnya cukup memuaskan. Mengingat ini laptop hanya berbekal integrated GPU doang tanpa dedicated. Dan jangan lupa, laptop ini juga dilengkapi dengan sistem operasi Windows 11 dan Microsoft Office Home and Student 2024. Nah, bagaimana menurut kalian laptop bisnis yang dibandrol di harga Rp17.499 ini sesuai enggak dengan ekspektasi kalian? Mulai variabelnya ya, mulai dari gimmik yang keren seperti ini di bagian touchpad-nya, lalu juga desain yang cakep juga, lalu performance-nya juga enggak bisa dikatakan rendah untuk sebuah Ryzen 5. Kira-kira akan kalian beli atau enggak sama sekali? Kalian coba tulis di kolom komentar. Oke, cukup sekian video kita kali ini. Jangan lupa kalian like, kalian subscribe video ini, dan jangan lupa follow semua sosial media kita. Dan cukup sekian saya Rico. See you on the next video. Ah, ini tulisannya sih kayak A ini.

Lihat di YouTube