Gokil !! 7Jtan bisa main Cyberpunk | Axioo Hype 7 AMD X8 (YouTube Video)
Laptop lokal biasanya cuman menang di harga. Soal kelebihannya ya begitulah biasa aja. Tapi kali ini beda. Aio keluarin laptop yang serba bisa di harga R jutaan aja. Dia udah pakai prosesor gaming 45 watt, RAM-nya kencang di DDR5 dengan storage yang gede juga. Ibarat Avanza ini kalau dibuka kap mesinnya, wah ternyata mesinnya pakai cumi di darat. Ini lagi bakar duit atau lagi sedekah? Ya, mungkin memang ada part yang dikurangin biar murah. Yuk, kita bahas. Kenalin ini adalah Axio Hype 7 AMD X8 spesial kolaborasi bareng sama mantan-mantan saya JKT48. Laptop yang spesifikasinya heboh. Seheboh ketika fans-nya JKT4X itu nonton konsernya. Karena bayangin aja ya di kelas harga R jutaan dia udah pakai prosesor gaming AMD Ryzen 7 6800H High performance dengan 8 core dan 16 trade. Prosesor ini biasanya dipakai di laptop gaming belasan juta lah. EGPU-nya juga punya arsitektur RDN E2 si AMD Radeon 680M-nya. Ini arsitekturnya ini sama dengan arsitektur yang biasanya dipakai di PlayStation 5 dengan 12 computing units. Bahkan di beberapa pengujian dia udah setara sama Nvidia MX450. Dan hebatnya lagi eGPU-nya AMD ini adalah eGPU pertama yang udah mendukung hardware retracing. Tapi apakah bisa beneran main game retracing? Nanti kita bahas. Untuk RAM-nya udah dual channel 16 GB DDR5, 4800 MHz. Kencang. Kalau ngerasa masih kurang, masih bisa di-upgrade sampai 64 gig. Yang enggak kalah heboh dari prosesor sama RAM-nya ada di bagian storage-nya. SSD-nya 512 GB dengan NVME Gen 4. Speed-nya ada di 3.000-an Mbps untuk RID. R-nya 2800 Mbps-an. Dan masih ada satu slot SSD M.2 yang kosong lagi. Jadi kalau misalkan mau upgrade enggak perlu copot dulu SSD default-nya tinggal ditambah aja. Opsi upgrade-nya gokil sih. Kalau soal desain sih gak kelihatan heboh kayak speknya tadi. Desainnya ini clean, minimalis, cuman ada lugu Aksiu di pojokan atas. Jadi kalau kalian gunain untuk kerja WFC contohnya work from corporate ya, bukan CFE ya. Jadi tetap di kantor. Dijamin enggak kelihatan norak. Bubutnya juga ringan 1,3 kg aja karena materialnya udah pakai aluminium alloy. Aloynya ini aluminium ya, bukan aloy yang Razer Arab itu bukan. Walaupun ringan tapi feel pas dipegang tetap kerasa solid gak kopong. Dan sekarang langsung aja kita bahas performanya. Performa yang udah pakai Ryzen 7 6800H prosesor gaming ini. Pertama kita mulai di sinbench R23 dengan skenario kita colok di charge atau plugin. Dan hasilnya multi corore-nya itu stabil di 12.000-an ribuan poin. Sementara single core di 1500-an poin. Terus pas kita cabut casannya yang menarik walaupun ini prosesor seri H biasanya itu turun sampai separuh ya. Ini turun sih tapi turunnya enggak banyak dengan performanya masih stabil di kisaran 10.000-an poin enggak sampai turun ke 9.000 dan single core-nya juga enggak banyak mengalami penurunan di 1100-an poin. Hasil ini sedikit lebih tinggi dari saudaranya si AMD Ryzen 7 6800 HS sama AMD Ryzen 735 HS yang stabilnya itu di 11.000-an ribuan poin. Kita coba juga di test in the Band R24 ya yang baru. Masing-masing kita run satu kali di skenario plugin dan not plugin. Hasilnya saat plugin multiore dapat di 985 poin, single core 127 poin. Sedangkan waktu enggak dicolok charger multiore-nya itu turun ke 630 poin, single core-nya di 76 poin. Bagian sucessornya kalau kita lihat catnya juga masih aman mentok-mentok di 85 derajat pas kitaran 10 kali cbch R23 juga masih amanlah buat prosesor AMD. Lanjut ke pengetesan 3D Mark. Pertama kita tes di Firestrike. Hasilnya itu tembus di 6.000-an poin. Ini udah termasuk gede banget loh ya untuk sebuah laptop yang enggak ada dedicated graphic card-nya. Di Time Spy. Skornya juga lumayan di 2600-an poin. Udah termasuk gede juga buat kelas IGB. Dan yang bikin saya kaget pas lihat hasil stres tesnya, hasilnya itu lolos loh ya dengan skor 99,4%. Padahal logikanya secara hukum fisika ya kalau prosesor gaming, prosesor kencang dimasukin ke laptop tipis dan ringan biasanya overheat. Ini enggak tuning-nya aman. Lanjut kita coba untuk editing. Seperti biasa Adobe Premiere Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai dan hasilnya kalau kita render video di 4K bisa selesai dalam waktu 3 menit 58 detik. Kalau mau lebih kencang lagi bisa diturunin ke full HD dan rendernya cuma sekitar 2 menitan. Gila. Buat render 3D di blender pakai template BMW render CPU-nya itu selesai di 3 menit 23 detik. Dan untuk GPU-nya enggak jauh beda di 3 menit 27 detik. Untuk kelas laptop harga R jutaan rendernya kencang sih, cuman ini nih bagian yang menurut saya ditumbalkan biar harganya itu murah. Apa itu layar karena masih agak kurang ya, terutama buat kalian yang butuh akurasi warna tinggi karena akurasinya masih di 58,1 sRGB. Adobnya di 50% terus P3-nya 46,5%. Brightness sih aman di 372 nitz. Kalau buat kerjaan outdoor sih enggak masalah. Untungnya layarnya udah full HD dan juga IPS ya. Jadi tumbalnya itu gak terlalu yang gimana la ya. Kalau buat untuk color editing yang kritikal banget menurut saya bisa kalau misalkan kalian tambah exsternal monitor yang monitornya itu udah minimal 100% sRGB. bisa diakalin kayak gitu sih. Untungnya gak TN sih. Kalau TN wah bahaya nih. Dan sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu netizen. Walaupun sebenarnya ini bukan laptop gaming, tapi biasanya netizen itu kayak suka aja gitu kalau misalkan laptop itu disiksa dengan gaming. Pertama kita coba di game Gensin Impact pakai settingan grafik high ya, resolusinya full HD, hasilnya mulus banget kayak pantat bayi. FPS-nya ini maksimal tembus di 61 fps, stabil di kisaran 57 fps dan dropnya cuma di 47 fps. Jadi masih playable dan nyaman dimainkan. Tapi itu kan game Gensin ya, game yang ya enggak terlalu beratlah. Gimana kalau kita coba untuk game yang berat banget? Cberpank dengan settingan rata kiri ya karena kan dia enggak punya GPU dedicated. Jadi saya coba settingan kiri. Tapi tetap kita paksain di resolusi full HD dengan settingan grafiknya low, DLSS-nya di performance dan rate racing-nya off. Karena ketika saya nyalain dia enggak kuat, jadi kita offin aja. Dan hasilnya maksimal masih bisa dapat 55 fps. Stabilnya di 52 FPS. Dan yang mengejutkan ya minimumnya itu enggak sampai 30 fps cuma di kisaran 40 fps. Jadi Cyberpunk R jutaan kalian udah bisa main Cyberpunk di harga laptop R jutaan berkat aksi. Gokil kalau untuk game-game casual kayak Valoran sih aman-aman aja ya. Average-nya bisa tembus di 185, maksimumnya 242 FPS ya. Drop-dropnya cuma di 168 FPS. Kalau Dota juga aman. Average FPS di 61, maksimumnya 73, drop-dropnya di 47 fps. Game casual amanlah. Dan setelah kita benchmark dan juga main beberapa game tadi, suhunya udah mulai anget dan waktu kita fleir suhu tertingginya itu ada di 44,3 derajat celcius. Tapi tombol keyboard itu di bawah 40 derajat celcius, terutama WA SD. Jadi kalau kita main nge-game lumayan lama di laptop ini, keyboard-nya itu enggak anget yang sampai ngeganggu jari. Terus kita coba lagi main game Cyberpunk, tapi sekarang tidak dicas. Ya, saya penasaran apakah ada penunan performa dan hasilnya ada sih, tapi masih tetap playable dengan IPS-nya di 40, maksimumnya 43. Drop-dropnya cuma di 34 FPS, enggak pernah turun di bawah 30. Masih aman loh. Gila. Performa gaming udah. Sekarang kita coba untuk performa hariannya. Untuk Office gimana? PowerPoint 150 slide kita coba untuk export ke PDF. Selesai cuman 11 detik aja. Excel untuk randomis data yang gede banget selesai dalam waktu 44,39 detik. Untuk webcam dia punya resolusi 1080p 30 fps. Cuman ya standar ya. Ya mungkin kalau misalkan kalian jadi presenter atau speaker di Zoom meeting ya saran saya sih pakai webcam eksternal ya. Karena untuk kualitasnya seperti ini. Jadi kalau misalkan saya maju masih ada kayak penurunan exposure gitu kurang nge-lock gitu ya pencahayaannya. Untuk dataan baterainya pas kita tes di PCMA lumayan awet untuk sebuah prosesor seri H yang biasanya cuma dapat 3 sampai 4 jam. AXO ini enggak untuk modern office dengan brightness 50% audio 0% bisa tahan sampai 7 jam 43 menit. Jadi kalau mau dibuat kerja seharian sih ya 8 jam masih mumpunilah. Apalagi Axio walaupun harganya terjangkau ya dia tetap kasih ADP atau accidental damage protection. Biasanya di brand-brand internasional ya brand-brand kompetitornya AXio yang enggak lokal ADP itu ada tapi harganya R10 juta ke atas. Laptop premium dulu baru dapat ADP. Sementara Akio yang R jutaan aja kemarin dapat ADP, apalagi yang R jutaan dapat ADP juga. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya video review dari AMD Hype 7 X8. Kesimpulannya apakah dia worthed untuk dibeli di harga R jutaan? Wah, kalau menurut saya sih worthed banget ya. Pertama, kalian dapat performa yang kencang, terus opsi upgrade-nya juga banyak. RAM-nya langsung 16 GB, storage-nya juga kencang. Dan yang bikin lebih worthed lagi buat para fans GKT48, ada tambahan yang kalian dapat kayak foto card member GKT48, stiker dan beberapa perintilan yang lainnya. Cuman memang yang jadi tumbal dari semua sektornya, sektornya semuanya bagus ya, fingerprint, backl, terus touchpad-nya juga nyaman, webcam-nya yang lumayan 1080 pi 30 fps. Walaupun exposur-nya tadi naik turun, tapi tumbal yang menurut saya agak lumayan ada di bagian layar. Layarnya sih udah full HD IPS, tapi untuk color akurasinya enggak sampai 60% SRGB, ya. Mungkin kalau kalian punya budget Rp9 juta ya harus beli monitor eksternal lah kalau misalkan memang butuh untuk critical editing. Tapi intinya kalau budget kalian R jutaan dan kalian carinya performa seperti yang kalian lihat tadi rendernya kencang ya. Si Axio Hype 7 AMDX8 ini masih menjadi laptop yang benar-benar belum ada lawan ya walaupun lawannya itu brand internasional ini masih yang paling kencang. Saya dikasta and see you on the next video.
