Gosipnya sih akan masuk Indonesia! - Review VinFast Vento S (YouTube Video)
ketemu lagi dengan sini. Tapi ada yang berbeda dari video ini. Hari ini saya tidak akan membahas sebuah gadget atau barang-barang tag gitu. Eh, ini masih barang tag sih, tapi saya akan mencoba bahas yang lain yang masih tagad. Dan hari ini saya mau mencoba sebuah motor baru dari Finfest. Enggak tahu kan kalau Finpest punya motor? Ya, mereka punya motor. Motor skutik listrik. Dan ini dia sip. Eh, mana sih? Nah, lucu kan? Jadi ceritanya saya tuh lagi diundang sama Finfest Indonesia buat ee mengunjungi pabrik mereka langsung di Vietnam dan untuk melihat atau ngasih tahu bahwa mereka tuh punya sebuah ekosistem yang luar biasa, terutama untuk produksi otomotif mereka di mana mereka punya pabrik sendiri dan mereka memproduksi sebagian besar dari parts ee kendaraan-kendaraan yang mereka buat sendiri. Artinya ini sudah sangat keren banget. TKDN ibaratnya TKDN mereka itu ada di atas 70% gitu. Di mana Indonesia kalau handphone 40% gitu. Itu pun biasanya software. Tapi intinya adalah saya ngelihat bahwa ternyata mereka membuat motor dan motornya menurut saya cukup menjanjikan kalau misalnya motor ini akan dimasukin ke Indonesia. Dan dengar-dengar gosipnya memang motor ini bakal masuk ke Indonesia gitu. Dan ini adalah FinFast Ventos. Kayak permen ya. Oh, Mentos itu. Kalau enggak lucu, kalian jangan lanjut video ini. Baik, kita akan coba kita tes asalasinya. Bagaimana akselerasi dari motor ini. Eh, Finfas Ventos. Kita coba ya dari nol. Wuh, acelersinya lumayan, Guys. Akselerasnya lumayan. Tapi harusnya opening dulu ya. Oke, jadi sekarang Wow, wow, wow. Loncat. Kita coba ke Eko. Jadi sekarang saya akan mencoba motor ini. Ini adalah motor eh FinFast eh Ventos. Eh, sebuah nama yang lucu. Jadi, motor ini warnanya kuning. Kenapa saya pilih warna kuning? Karena ya lucu aja gitu kelihatan kalau ngambil biroiler lebih kelihatan lucu gitu. Dan ini satu dari total ada delan motor listrik yang dimiliki oleh Finfast. kalau enggak salah. Jadi ee motor ini katanya gosipnya mereka akan mencoba masukin motor ini ke Indonesia. Wah, rebahan enak banget, Bro. Rebah enak banget nih. Wow, rebah enak banget, Bro. Wah, neikungnya. Jadi, motor ini e katanya bakal masuk ke Indonesia, tapi memang mereka ee cuma punya motor apa ee skutik ya, skuter matic gitu. Nah, kalau kita lihat sebenarnya dari desainnya cakep banget menurut saya tidak terlihat seperti motor listrik manaun yang ada di Indonesia. Kalau menurut saya kalau dilihat dari gaya desainnya seperti ada garis desain Vespa terutama untuk bagian lampu ini ya. Kalau kalian lihat tuh kotaknya kotak Vespa banget kan gitu kan. Terus motor ini lumayan kecil dan karena di bagian kaki ini di bawahnya adalah baterai jadi dia agak tinggi tapi tidak setinggi beberapa motor listrik yang ada di Indonesia. Jadi kalau saya perhatikan ini untuk eh riding position ini sudah lumayan oke. Untuk handling-nya menurut saya enggak tahu kenapa ya. Saya ngerasa motornya ini mungkin karena wheel base-nya terlalu pendek kali ya. Jadi kalau miring dikit itu langsung ngebanting gitu loh. Jadi agak agak enggak enak buat enak buat nyelip-nyelip kalau lagi macet. Tapi kayaknya buat ngebut agak deg-degan juga sih. Asik gitu. Eh, untuk speedometernya sudah berwarna walaupun ee di bawah sinar matahari seperti tidak terlalu kelihatan ya kalau menurut saya. Terus instrumenalnya ada sein, ada ABS by the way di motor ini. Jadi untuk ngerem enggak akan Hah? Iya benar. Saya pikir tuh saya boleh ke sana ternyata enggak boleh. Ya sudahlah kita muter-muter sini aja sambil kita cobain. Jadi intinya ini motor kesan pertama saya sebenarnya ini loh ee halus mesinnya. Karena di kantor kan kita punya itu ya Honda IM apa sih motor listrik Honda pertama itu? Itu tuh enggak sehalus ini mesinnya gitu. Kayak agak ngentak dikit ini tuh enggak gitu. Terus yang kedua dia ada mode ada dua mode. Pertama dia ada mode CHO terus mode sport. Jadi kalau misalkan mau jauh lebih hemat, kita bisa pakai mode Eco. Tapi konsekuensinya adalah tarikannya agak kurang gitu. Nah, kalau mau yang lebih ngebut lagi mungkin pakai mode sport. Nah, sport saya mau coba aselerasinya. Tadi pertama kali nyoba kan kita pakai mode Eco ya. Sekarang kita coba pakai mode sport. Coba ya. 1 2 T. Uh, iya. Ini lebih ini lebih narik dibandingkan mode Echo tadi. Lebih narik walaupun tuh lebih lebih ngentak walaupun ngentak tapi lebih halus gitu, enggak jeduk-jeduk begitu. Kan ada motor listrik yang kalau kita gas dia jeduk-jeduk gitu kan. Tapi ini enggak ternyata. Dan oke loh ini bukan yang paling besar ya. By the way, ada beapa motor listrik itu seperti yang depan tadi. Ini yang ini. Ini kayaknya lebih besar dibandingkan yang motor kuning ini deh. Tapi yang pasti ini motor nyaman menurut saya untuk jalan-jalan santai sore atau jalan jarak dekat. Ini sudah lumayan oke. Uh uh uh uh. Remnya pakem. Sekali lagi ini punya ABS. Eh, di indikatornya kita bisa lihat ada odometer, ada baterai, terus ada mode Ecoport atau Eco atau sport, ada jam, ada speedometer, dan kalau kalian perhatikan di sini tuh ada lambang awan gitu. Ternyata motornya itu bisa dihubungkan dengan eh aplikasi smartphone gitu. Jadi kita bisa ngontrol motor ini pakai smartphone. Hmm, lucu juga. Enak motor ini. Enak. Mereka masih cobain mobil, Guys. Kita cobain motor dulu, ya. Overall saya lumayan suka motor ini. Tuh, kalau kita gas full gitu, ya. Ada suara mesin ya, kedengaran nging gitu. Tuh, lebih lebih terdengar futuristik. Suspensinya enak nih. Suspensinya enak. Enak sekali. Asik sekali. Jadi kalau kita ee standarnya turunin mesinnya otomatis mati dan jadi enggak bisa digas. Terus saya tidak melihat ada gigi mundur ya. Biasanya kalau motor listrik itu ada gigi mundur. Walaupun sebenarnya fitur itu jadi agak ambigu karena biasanya gigi mundur itu ditaruh untuk motor-motor yang memang berat dan sulit buat dimundurin. Tapi untuk motor-motor yang kecil kayak gini rasanya enggak perlu juga gigi mundur gitu. Jadi harusnya enggak jadi masalah walaupun dia enggak punya gigi mundur atau reverse reverse gear apa namanya itu intinya gitu. Jadi kesimpulan saya kesimpulan pertama saya untuk motor listrik dari Finpest ini karena pertama kali saya cobain si motor ini di Indonesia belum ada ya. Makanya pas ke sini langsung nyobain ternyata mereka punya banyak sekali motor listrik gitu dan mereka memproduksi sendiri. Buat informasi aja ternyata untuk motor listrik mereka itu membuatnya hampir 70% dari keseluruhan motor ini dibuat oleh mereka. sisanya mereka impor gitu. Artinya memang sudah sangat besar porsi produk lokalnya gitu. TKDN lah kalau kata orang Indonesia mah gitu. Jadi motor ini mereka buat sebagian besar memang di negara ini. Jadi bisa dibilang ini adalah motor nasional. Motor nasional gitu. Kita punya enggak sih? Ada sih Alpha misalnya, tapi enggak tahu ya perbandingan produksi dalam rgi atau luar negerinya berapa kalau Alfa. Tapi yang pasti ini benar-benar motor Vietnam. Dan pengalaman saya pakai motor ini seperti saya ceritain tadi bahwa sebenarnya saya punya feeling yang positif untuk sebuah motor matic listrik kecil ini. Rasanya lumayan enak, terutama untuk suspensinya. Saya suka banget suspensinya karena enggak kerasa keras terus ee enggak terlalu empuk juga. Jadi pas Niku enggak limbung. Saya udah coba miring-miring tadi lumayan oke gitu. Untuk desain enggak malu-maluin, terutama warna kuningnya. Saya suka banget warna kuningnya. Kalau kalian lihat ya, ini warna kuning lucu banget. Cuma saya agak enggak begitu suka sama bagian belakangnya. Enggak tahu kenapa ya. Garas garas desainnya kayak kayak gimana gitu. Tapi soal desain kan ini subjektif ya, jadi selera aja gitu. Lucu motornya ini. Kalau mau ganti master remm copot nih dikecowak. Untuk depan kayaknya memang ada inspirasi dari Vespa seperti saya bilang tadi, terutama itu bagian kepalanya ya kalau kalian naik itu ngelihat kepalanya itu mirip kayak kepala Vespa gitu. Untuk depan juga menurut saya lucu, terutama pemilihan warna hitam dan kuningnya ya. Sekali lagi ee desain itu subjektif. Jadi, setiap orang punya selera masing-masing. Buat saya lucu, buat kalian belum tentu itu lucu. Nah, menurut kalian kalau misalnya motor ini masuk ke Indonesia berapa harga yang pantas buat motor ini? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Oke, segitu aja review singkat saya. Jadi ceritanya ini adalah reviewer handphone yang cosplay jadi reviewer otomotif. Jadi ee buat kalian yang suka konten-konten seperti ini atau pengin kita ngebahas lebih banyak lagi soal mobil listrik atau motor listrik, tulis di kolom komentar. Nanti kalau ada kesempatan kalau misalnya ada brand lain ngajak lagi, kita akan buatkan lagi review-review yang seperti ini tentunya ya. Walaupun udah banyak ya reviewer otomotif, tapi kita akan mencoba untuk menyampaikan eh sudut pandang kita gitu dengan tentunya dengan cara kita sendiri gitu. Oke, klik tembik kalau kalian suka dengan video ini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. I pamiten. Adius.
