Jungkat

Gue KAGET Cobain Infinix Note 50 Pro+ 5G (YouTube Video)

  • 26/04/2025

Oke, ini adalah Infinix Note 50 Pro Plus 5G yang jauh lebih sakti dari varian Pro 4G-nya. Apa aja perbedaannya? Terus selama pakai HP ini, banyak hal yang bikin gua kaget sih. Mulai dari yang wow-wawow sampai yang goreng-gorengnya. Kira-kira apakah Infini udah siap melibas brand lain dengan HP ini? atau belajar lagi deh. Yuk, kita cari tahu. Oke, buat pemanasan mari langsung kita jabarin apa bedanya sama varian Pro biasa dengan Pro Plus ini. Pertama tentunya yang Pro Plus udah support 5G ya, sedangkan Pro biasa baru 4G. Habis itu yang paling penting adalah chipset. Diamin City 8350 Ultimate berfabrikasi 4 nm berbanding Helio G100 Ultimate 6 nanm yang mana ini juga berpengaruh sama tipe RAM dan storage-nya. jauh lebih ngebut di Pro. Bisa dilihat dari skor AnTu yang setahu gua G100 itu dapat skor di sekitar R00.000 sedangkan diamond City 8.350 kali lipat lebih di 1,39 juta. Dan kalau kita bandingin sama yang lain, skor ini sedikit di atas Xiaomi 14T di sekitar R1,29 juta yang pakai Dam City 8300 ultra. Tapi di bawah Poco X7 Pro yang pakai Dam City 8400 Ultra di skor R1,68 juta. Dan sekarang ini dia buat Geekbase dan 3D Max-nya gua tampilin di layar. Terus gimana buat gaming nanti ya. Lanjut dari sisi baterai sama-sama 5200 mAh dengan charging sedikit ditingkatin. Misalnya ngechage pakai kabel 100 wat dan wireless 50. Untuk kameranya sendiri masih sama ya, pakai lensa utamanya sama-sama 50 megap, habis itu 8 megapel ultrawide dan 32 megap selfie. Tapi ada salah satu lagi jualan utama di Pro Plus adalah ketambahan lensa periscope 50 megapel. Wii, gua rasa belum ada kali ya di kelas harganya punya lensa ini. Nanti kita cobain ya seberapa sakti. Selebihnya mirip sih, terutama layar yang punya ukuran 6,78 inch dan refresh rate 144 Hz. Paling ada sedikit perbedaan di touch sampling di 240 Hz berbanding 180. Jadi buat yang enggak tahu ukuran tas sampling ini buat tahu seberapa cepat layar merespon sentuhan dari pengguna. Semakin gede angkanya berarti semakin satset nih. Sekaligus untuk full spesifikasi si Pro Plus ini kalian langsung lihat aja di layar ya dan tinggal stop videonya kalau diperluin. Oh ya kita balik dulu bentar ke unboxing yang mana unit yang gua pegang ini unit Malaysia ya yang harganya di RM1.600 R kalau dirupin sekitar 6,1 juta buat varian 12 plus 256 cuman ada satu tuh. Terus gua baru nge kalau di Malaysia itu dia collab sama Mobile Legends ya. Sedangkan box yang di Indonesia kalau gua perhatin colab sama HOK. Terus ada tulisan Infinix. Ayo. selebihnya sama aja ya. Ada garis hijau nama HP-nya dan spesifikasi. Pas dibuka ada kotak lagi ya. Sekarang terlihat lebih jelas ternyata bukan. Oo, guys. Tapi lambang tak terhingga. Artinya AI Infinix-nya ini tak terhingga. Hmm, menarik. Yang di dalamnya sama aja sih, ada sim ejector, terus kartu yang lumayan nih buat diselipin di kamar hotel, kertas-kertas yang sering ditelantarkan, terus dapat scrim protector bawaan dan casing bertexture. Lanjut, ada HP-nya yang kita ke sampingin dulu, terus charging 100 wat dengan kabelnya type C ke type C. pastinya langsung disambut sama XOS 15 berbasis Android 15 ya yang kayaknya ada yang pengen gua share deh setelah lihat sourate-nya mereka nanti ya setelah ini. Habis itu setup-setup kayak biasa terus regis sidik jari setelah kelar gua cek storage-nya udah kemakan 21-an giga dari total 256 enggak terlalu gede juga loh. Habis itu enggak lama gua masukin SIM card ke HP ini buat coba jawab desus yang bilang kalau HP Infinix jaringannya kurang bagus. Jadi di sini gua bandingin sama Xiaomi 14T yang pakai SIM card dengan provider yang sama dari STEL GPL. Gua pakai app Speed test yang gua samain ke Singtel juga buat servernya. Tes pertama gua pencet barengan dan hasilnya terlihat emang download-nya lebih deres di Xiaomi 14T ya 700-an berbanding 400-an. Sedangkan upload-nya selisih 20-an Mbps aja. Habis itu gua coba tesnya sekarang ganti-gantian dan ternyata emang bisa lebih cepat sih di Infinix. Dapat di 780-an download dan 91 upload. Sedangkan 14T sedikit lebih tinggi di 816 dan 108. Next, gua coba tes barengan lagi buat buktiin hasil di tes pertama sama atau enggak. Dan hasilnya malah lebih jeblok dapat di 45 aja berbanding 800-an. Dan terakhir gua tes satu-satu. Hasilnya mirip kayak di tes kedua. Selisih tipis aja di 754 berbanding 820. Gimana? Semoga informasi tadi mencerahkan ya. Dan supaya channel ini juga ikutan cerah, buat yang belum subscribe boleh dipencet tombolnya biar impian gua colab sama gadgetin bisa kewujud. 300.000an subs lagi. Thank you. Oh ya, gua masih ada tes lagi tapi kali ini pakai Wi-Fi. Apakah kali ini bakal berbalik keadaan? Nanti gua tunjukin setelah [Musik] ini. Depresi gua sama HP ini. Wow, kamera modulnya. Hm. Entah kenapa gua malah kepikiran sama colokan kombinasi yang banyak bolongannya itu enggak sih? Iya gua tahu enggak terlalu mirip-mirip banget. Tapi sama-sama banyak lubang dengan berbagai bentuk. Ada yang gede, ada yang kecil, ada yang pipih, bahkan ditambah strip lampunya juga. Tapi dibilang jelek juga enggak. Netral aja buat gua. Justru gua senang mereka berani tampil beda dari kebanyakan kamera modul yang ada sekarang. Terus HP gua ini yang racing edition ya. Sama kayak video Infinix Note 40 Pro gua kemarin yang colab sama BMW cukup meriah nih dan bertekstur gitu begnya. Selebihnya sama aja kayak varian Pro, punya frame metal yang serius ini jadi nilai plus banget. Berasa pakai HP mahal. Terus ukuran layar juga sama 6,78 inch yang memanjang dengan bezelnya bisa tipis gini loh. Dagunya sih tebelan dikit ya, tapi tipis aja. Cuman secara angka kalau gua cek dimensinya emang ada sedikit perbedaan sih, terutama buat tebal dan beratnya yang berlebih di Pro. Habis itu ada lampu joget-joget yang bakal nyala misalnya pas recording. Tapi kalau rekam diam-diam jadi ketahuan dong, Bang. Tenang, ada settingannya kok bisa kita matiin di sini beserta kondisi-kondisi lain. Kapan lampunya bisa nyala. Eh, tapi kok gua enggak ketemu gimana cara ganti warnanya, ya? Enggak bisa kah? Terakhir komplain gua, walaupun backnya matte finish, tapi kalau dipegang lama gini gampang nempel sidik jari ya. Di bagian kamera modulnya juga cukup kelihatan tuh. Oke, sebelum kita gaming berat di HP ini, mari toel sekilas tentang software-nya yang cukup kaya akan fitur-fitur. Plus tampaknya cukup terinspirasi sama iOS yang menurut gua enggak salah juga sih, asalkan nyaman dipakai. Misalnya dari sisi control panel yang serupa, terus ada fitur dynamic island ala-ala dan ada fitur findem juga yang kalau kita login ke website-nya Infinix bisa cari HP sampai bunyiin. Btid sih, tapi Infinix bikin lagi sendiri. Terus panggil AI assistant juga punya animasi yang mirip dan gua juga baru tahu kalau AI assistant-nya ini mereka bikin sendiri loh yang dinamain FAX. Dan ini unik juga karena dia berbasis DIPC, enggak pakai Google G Mini ataupun chat GPT. Sebenarnya si Fak ini bisa diganti sama Google ya, tergantung sama settingannya aja. Dan di sini kita bisa tanya-tanya termukud yang ada di layar selayaknya AI assistant. Cukup menarik sih dan penasaran ke depannya bisa bersaing enggak sama AI assistant lainnya. Bahasa Indonesianya pun udah support. Kapan ulang tahun KKY? Cuma beberapa hal yang mungkin jadi PR si Folx ini di antaranya belum bisa multibahasa. Nih kalau gua set English, dia enggak bisa kenalin bahasa Indonesia. Sekarang hari apa? Yang mana di Gemini bisa tuh. Jam berapa sekarang? Saat ini pukul 5 pagi di novena Singapura. Sedangkan kalau kita set Indonesia untuk yang simpel-simpel bisa nangkap Inggris. What time is it now? Sekarang pukul 5.1 a. Tapi beberapa enggak akurat. How to turn on the aircon. Saya tidak yakin dengan pengucapan yang sama. Kalau gua set ke English baru benar. How to turn on the aircon. Sama satu lagi, gua sempat kepikiran soal interaksi dengan device-device IoT yang selama ini jalan di Google Home. Sepertinya sih belum bisa ya dan bisa jadi ujung-ujungnya diganti ke Google juga. Anyway, butuh dimaklumin juga sih keterbat-keterbatasan tadi. Anyway, butuh dimaklumin juga sih keterbatasan tadi. Karena yang gua baca-baca Volx ini juga baru muncul di Note 50 series. Masih panjang jalannya dan penasaran ke depannya kayak gimana. selebihnya fitur AID HP ini termakud lengkap. Misalnya ada AI racer yang enggak cuman hapus, tapi bisa nge-generate gambar yang ditutupin. Terus bisa bantu penulisan kita kayak ganti bahasa atau bikin summary. Habis itu generate gambar. translate dan macam-macam. Keren. Hmm. Apalagi ya? Overall sih udah termakud oke pas gua cobain termaksud mulus. Terus multitasking juga aman. Mungkin karena RAM-nya juga gede di 12 gig walaupun sesekali ada nge-freeze juga ya. Terus gua enggak ketemu iklan, vibration juga udah cukup oke. Enggak kayak HP murah tapi enggak yang level flagship juga. Cuma buat always on display pas gua cek kok enggak ada pilihan always ya? Cuman ada satu doang di sini. Dan pas gua coba dalam 5 detik udah mati sendiri. Untuk update software 2 tahun Android plus 3 tahun security sebenarnya agak sedikit di bawah standar sih ya. Paling enggak kalau bisa 3 tahun Android baru cakep. Paling yang butuh dipertanyakan seberapa konsisten mereka kasih update software. Dan sayangnya pas gua intip sosm mereka, terutama di postingan yang 2 tahun Android update ini, banyak yang komplain minta update ke XOS 15 di model Infinix sebelumnya yang Note 40. Sayang banget ya. Semoga bagian ini bisa serius di-improve. Kalau buat gamingnya, gua udah sempat jalanin Genin yang aktifin mode juga dengan settingan mentok HS 60 dan hasilnya udah termakud baik sih. FPS rata-rata juga didapat cukup tinggi 55,2. Ada yang sempat bergejolak di beberapa bagian tapi dropnya enggak sampai yang nge-freze gitu. Cuma dari konsumsi daya termaksud tinggi nih, berkurang 14% selama 20 menit main dengan suhu yang tinggi juga di 44an derajat. Berasa panas tapi belum sampai yang banget-banget juga. Dan oke kita lanjut ke tes WiFi yang mana sebelumnya dites pakai data selluler kurang bisa bersaingnya kalau barengan gitu. Sedangkan kalau sendiri hasilnya bisa lebih baik walaupun skornya masih di bawah Xiaomi 14T tapi beda cerita kalau pakai Wii di tes pertama gua jalanin barengan cukup jauh nih Infinix di 300-an dan Xiaomi 99 aja buat download sedangkan upload-nya cukup jauh tuh 267 berbanding 72. Habis itu di tes kedua gua coba barengan lagi ya yang hasilnya 291 berbanding 122 untuk download. Terus upload-nya 306 bing 192. Next gua coba tes sendiri-sendiri yang mana tetap Infinix lebih tinggi walaupun selisihnya enggak sejauh kalau barengan. Intinya untuk Wii enggak ada masalah sih buat Infinix. Oke, sebelum kita kepoin potensi HP ini bakal masuk Indonesia atau enggak, plus seberapa jauh sih kalau dibandingin sama Xiaomi 14T, mari kita cari tahu tentang kameranya yang gua awali dengan komplain tentang zoom slider yang masih jadul ya, enggak bisa langsung loncet lensa gitu mesti dislike. Tapi komplain tadi cukup termaafkan dengan lensa periscop-nya yang gua kira cuman yang penting ada tapi ternyata punya kualitas yang bagus juga loh. Hasilnya masih tajam terutama di enam kalinya. Di luar itu HP ini masih bisa zoom mentok sampai 100 kali. Tapi hasilnya udah kureng sih buat gua. Kalau dibandingin sama Xiaomi 14T juga cukup berasa. Masih lebih baik di Infinix. Bisa dilihat detail patungnya yang masih mantap banget untuk foto zoom 6 kali. Pas dilanjutin ke zoom mentok 14T di 20 kali juga tetap HP Infinix ini masih punya detail yang baik. Cuma yang gua berasa kurang adalah ultrawide-nya sih yang secara warna cukup off jadi agak kehijauan gitu. Buat selfie udah termaksud baik, terutama dengan cahaya yang cukup. Dynamic range juga bagus, kecuali kalau udah rada low light, kualitasnya mulai kurang, lebih soft gitu. Dan ini wajar untuk foto objek orang juga bagus kok. Skin tone mendekati natural dengan detail yang mantap. Lihat tuh rambut si bocil masih tajam banget. Lanjut ke video. Saat lagi recording bisa pindah lensa ya, tapi terbatas di 1080p30 aja. selebihnya enggak bisa nih di 1080p aja pas mau di slide ke ultrawide cuman ada satu kali doang. Terus ini jadi nilai plus lagi buat Infinix. Ternyata video selfie-nya cukup baik ya. Gua sempat tipis-tipis bandingin sama 14T dan hasilnya secara dynamic range lebih baik. Plus skinone juga lebih akura di Xiaomi rada kekuningan. Cuma entah kenapa terkadang di beberapa video HP ini suka dapat FPS yang enggak full. Contohnya di footage ini yang dapat 26 FPS aja. Sedangkan Xiaomi Full 30 yang mana bisa berakibat di beberapa bagian video berasa enggak mulus. Tapi terlepas itu, impresi gua sama kameranya sih cukup positif. Bisa diandelin juga buat bikin vlog selama gua di Dufannya Singapura ini. Eh, butuh gua upload video full vlog-nya enggak pakai HP ini? Kasih tahu ya kalau rame nanti gua upload. Dan terakhir, maaf kalau agak oot dikit dari kamera. Ada yang senasib kayak gua enggak ya tentang tombol di HP ini yang gampang kepencet? Maksudnya kalau gua cuman senderin gini aja di jari bisa kepencet tuh volum-nya. Lihat dah kejadian terus. Entah unit gua yang ngaco atau teman-teman yang udah pegang Note 50 series kayak gini juga. Hah. Oke, video ini bakal gua akhiri dengan pertanyaan kenapa HP 6,1 juta ini enggak masuk Indonesia? ya. Padahal di kelas harga yang sama menurut gua bisa bersaing loh. Misalnya gua ambil Xiaomi 14T yang sama-sama punya chipset kencang dan lensa buat zoom. Kalau gua jabarin secara spek, Note 50 Pro Plus ini punya chipset yang sedikit lebih baik di dimensity 8.350 berbanding 8.300nya 300 AnTunya tadi kalian udah tahu. Terus kapasitas baterai yang sedikit lebih lega, charging lebih cepat, dan support wireless charging. Dari sisi kamera kedapatan lensa periscope yang zoom-nya lebih jauh dari telefoto biasa di 14T. Dan beberapa perbedaan lainnya kalian bisa lihat di layar ya, termasuk speaker JBL Infinix yang kalau dibandingin sama 14T. Sama jangan lupa untuk material frame Infinix ini pakai metal ya berbanding plastik di 14T. Tapi untuk bodinya 14T itu dari kaca. Sedangkan Infini koreksi kalau salah kayaknya dari plastik deh. Mana yang lebih baik? Tentu kita butuh bandingin langsung ya. Tapi sekilas kalau dilihat gini masih cukup bersaing kok. Apalagi kalau Infinix bisa kasih harga lebih murah selisih di atas Rp500.000-an. ribuan bakal menarik banget. Kira-kira kenapa ya? Coba deh keluarin teori teman-teman di komen. Kenapa HP 6,1 juta ini enggak masuk ke Indonesia atau malah belum? Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Xiaomi 14T

Xiaomi 14T merupakan smartphone kelas menengah atas yang resmi dipasarkan di Indonesia oleh Xiaomi sebagai bagian dari lini seri T. Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa tinggi, kemampuan kamera hasil kolaborasi dengan Leica, serta daya tahan yang kuat untuk penggunaan harian. Xiaomi 14T menargetkan pengguna yang menginginkan pengalaman...