Jungkat

Gw Cobain HP Flagship Paling… ANEH? Nothing Phone 3 (YouTube Video)

  • 20/07/2025

Flash Android R juta ini punya desain yang cakep, kata yang bikin or unique hardware design language. Tapi menurut gua aneh enggak sih? Terutama punya banyak tompel-tompel yang berantakan. Terus dengan harga yang belasan juta ini apakah worth it spek yang dikasih atau cuma jadi raja gimik yang penting beda? Yuk kita bahas. Tapi sebelumnya kita unboxing dulu ya yang pengalamannya selalu beda di Happy Nathing ini. Jadi di sini kita dapat hadiah juga. Pertama ada earphone ya, enggak gua buka l ya biar dijualnya lebih gampang. Habis itu ada botol minum yang unik nih berwujud kaleng gitu dengan tulisan bir 5,1% dan bukanya mesti diputar gini. Terus inilah sanapan utama kita. Di kiri atas ini kayak logo distributor yang merupakan member dari Era Jaya Group loh. Cara bukanya tinggal ditarik aja pil merah di sini. Lanjut. Di dalam ada cash transparan yang bolong-bolong berantakan. Terus kabel chargeran type C to type C yang transparan juga. Kertas-kertas yang jarang dibaca dan SIM ejector. Terakhir ini dia HP-nya. Pas dinyala langsung disambut sama Notting OS 3.0 berbasis Android 15. Ya, banyak banget yang pengen gua share ke kalian tentang OS di HP ini. Nanti ya di belakang. Habis itu setup-setup kayak biasa, registriik jari, pengenalan fitur-fitur yang nanti juga bakal gua jelasin. Dan setelah kelar, gua cek broadware-nya cukup minim nih. Lebih banyak malah app-ap Google-nya sendiri yang kalau gua cek storage-nya udah kemakan 24 gig dari total 512. Habis itu langsung diminta update software cukup gede sekitar 2 gigaan. Impresi gua sama HP ini, ciri khas HP nothing banget yang selalu pengin terlihat beda. Tapi kali ini kejauhan enggak sih? Buat yang sedikit ada keocd-ocd-an lensa telefotonya itu loh yang bikin pengen disentil mental aja. Cuma menariknya lensa periscop yang biasanya cukup tebal tapi di sini malah lebih tipis dibanding kedua lensa lainnya. Mungkin sengaja taruh di pojok biar bisa lebih melesek ke dalam. Selebihnya ya mirip-mirip kayak desa nanting sebelumnya. Kecuali sekarang udah enggak ada lampu joget-joget lagi ya yang diganti sama tompel gede di sini. Jadi dia itu layar plus ada tombol juga buat navigasiin tompel gede tadi. Detailnya sabar ya, nanti kita kulik lebih jauh. Untuk material dia dari kaca berframe aluminium dengan perlindungan layar Gorilla Glass 7i. Punya bezel yang simetris di keempat sisinya dan dapat screen protektor bawaan. Di sebelah kanan HP ini ada power button dan tombol tambahan yang dinamain Essential key yang kalau kita pencet sekali dia bakal nge-capture screen. Kalau tahan bakal record voice dan pencet dua kali bakal ke tempat di mana capturean screen sama record voice tadi disimpan. Terus nanti ada AI yang bakal menganalisa apa yang kita simpan di sini. Misalnya pas record voice tadi kita bilang, "Ingetin gua lengkapin script Nothing fone 3 hari ini sama jangan lupa keluar buat tes kamera nanti sama AI-nya dianalisa dan otomatis dibikin tas gitu." Terus lanjut di sebelah kiri ada volume button di atas speaker sama mic dan di bawah speaker lagi port C mic dan dual SIM slot card yang enggak bisa tambah memori. Fel genggamnya sih kayak HP-HP zaman now lah ya. Boxi dengan tebal 8,99 mili dan berat 218 gr. Oke, lanjut kita ke spesifikasi. Tapi yang penting-penting aja. Punya layar 6,67 inch AMOLED dengan pick brightness-nya itu 4.500 nits. Habis itu performance-nya pakai chipset Snapdragon 8s J4. Bukan chipset flagship tapi lebih ke flagship killer kali ya. Sama kayak yang dipakai Poco F7 dan IQ Neo 10 yang kalau gua bandingin skor Antutunya mirip-mirip sama-sama di R juta kecil paling tinggi IQ hampir 2,1 juta. Terus kalau buat Geekbch juga mirip ya di 2.000-an single core dan 6.000-an multiore. Dan nothing punya skor yang paling tinggi di sini walaupun beda tipis. Dan terakhir untuk 3Dma. Gua udah coba beberapa kali sayangnya di tengah tes mati sendiri dan keluar warning error ya. Kayaknya emang kepanasan sih sama kayak Poco F7 di beberapa tes sebelumnya. Untuk baterai punya kapasitas 5.150 mAh dengan teknologi silicon batery. Tapi kayaknya nanggung gitu ya. Kenapa enggak dipoling ke 6000 sekalian aja? yang support 65 watt fast charging, bisa wireless charging juga dan lain-lain. Habis itu kalau buat kamera rata semua ya punya resolusi 50 megapel mulai dari main, periscope, ultrawide sampai selfie. Buat hasilnya sabar nanti gua bawa HP ini keluar jalan-jalan. Terakhir buat spek lainnya udah 5G, support e SIIM, IP68 dan dukungan OS update-nya cukup lama di 5 tahun Android dan 7 tahun security. [Musik] Oke, sebelum kita ngomongin Nothing OS yang merupakan salah satu OS favorit gua, mari kita kepoin kamera HP ini yang mana untuk resolusi video dia bisa mentok sampai 4K60, kamera depan dan kamera belakangnya juga sama ya. Untuk kualitas dalam kondisi normal gini gua berasa agak kurang jernih enggak sih gambarnya? Kalau dapat pencahayaan yang pas bakal bagus kayak gua shoot bocil ini. Kalau buat selfie-nya sama ya, kalau enggak backlight udah baik. Tapi kalau dibalik gini background-nya cenderung putih. Walaupun enggak putih-putih banget, gedung-gedungnya masih cukup berbentuk. Terus gua juga penasaran gimana perpindahan lensanya mulus enggak ya? Secara kan emang penempatan lensanya berantakan. Kita cobain ya. Ini dari ultrawide ke satu. Masih standar lah ya. Ultrawide ke satu. Nah, sekarang kita coba ke masih okelah ada berasa patah tapi enggak sejauh yang gua kira sih. Tuh, cuma kalau ngomongin foto, gua suka sih sama hasilnya. Punya karakter warna yang saturasinya pas gitu, enggak yang menor tapi enggak yang pucet juga. Belum lagi buat foto potret, objek orangnya tajam-tajam hasilnya. Ini nilai plus banget emang udah setara flagship. Terus HP ini bisa shoot makro ya tapi pakai lensa periscope yang kalau dilihat kurang tajam enggak sih? Kayaknya fokusnya kurang dapat gitu di beberapa foto ini. Kalau buat foto selfie gua juga cukup suka ya. Hasilnya lumayan tajam nih. Dynamic range juga bagus. Oke, sekarang mari kita bahas layar di belakangnya yang menyamar di tompel bulat ini beserta tombolnya. Bisa apa aja? Pencet sekali buat lihat ada menu apa dan tahan buat pilih. Misalnya di sini kita bisa tampilin jam, baterai, terus ada stopwatch juga dan bisa jadi kaca juga buat kita selfie pakai kamera belakang. Buat lucu-lucuan kayak suit Jepang juga ada sih sama putar botol buat yang biasanya bingung siapa yang mesti bayar tagihan dan lain sebagainya. Yang mana menu-menu yang muncul tadi ada settingannya ya, bisa kita atur urutannya sampai kalau enggak mau ditampilin juga bisa. Selain itu, tompel gede ini atau yang nama kerennya gliff Interface juga bisa nampilin notif jadi senter juga sampai keluar timer buat kamera. Macam-macam sih kegunaannya. Terus pertanyaannya, apakah ini gimmik? Bisa jadi ya, mungkin dalam 1 sampai 2 bulan lagi udah enggak kepakai kali. Tapi di sisi lain bisa jadi bahan yang buat menarik perhatian kalau kita kasih lihat ke teman. Iya enggak? Oke, guys. Udah gelap nih. Gua mau cari makan dulu, habis itu tes Life. Dan biar modal gua beli HP Rp15 juta ini enggak sia-sia, boleh bantu like video ini ya. Bisa subscribe juga buat yang belum biar makin semangat bikin videonya nih. Thank you. Untuk Lolight punya foto yang cakep-cakep, ultrawide-nya sih ada sedikit penurunan ya, lebih ke soft gitu. Cuma untuk videonya lagi-lagi hal yang perlu dibenahi sama Nothing sih. Gisternya cukup berasa dan saat pindah ke lensa ultrawide lebih berasa lagi dan lebih gelap. Sama dengan selfie-nya juga nih, cheater berasa banget beserta noise-nya. Padahal enggak terlalu gelap juga ini kondisi. Oke, gua bisa bilang nanti OS ini salah satu OS favorit sih. Ada beberapa hal yang gua rasain di sini tuh. Kayaknya mereka lebih fokus ke simplicity sama selalu tampil beda aja dari yang lain. Beberapa di antaranya yang bikin gua impress. Pertama untuk animasi buka lock screen-nya itu dia bakal mulai dari sentuhan kita dari mana loh. Kalau misalnya dari power button juga mulai dari sana beserta pas nge-lock juga. Kalau kita ke control center juga jarang-jarang nih bisa lihat menu silent, vibrate sama ringnya jadi satu. Unik banget. Untuk foldernya pun juga bisa dicustomize macam-macam ya. Ada bulat, kotak, terus melingker gini juga. Kalau mau dikasih icon juga bisa. Terus kalian perhatiin deh animasi pas di charge kayak ala-ala matrix gitu gak? Happy banget sih gua pakainya. Untuk animasinya juga mulus kok, cukup enteng dan gak berasa lag. Habis itu untuk simplicity-nya yang gua ketemu beberapa di antaranya di bagian kamera tadi buat beauty-nya itu enggak dibikin ribet ya. Misalnya kayak Xiaomi 15 yang gua baru review kemarin bisa ubah banyak sana sini dengan skala 1 sampai 100. Tapi di Nothingting OS cuman ada tiga pilihan retouching. Ada off, natural, sama strong. Cuma ini enggak tahu ya, emang sengaja dibikin simpel atau emang susah aja bikin fitur serumit tadi. Habis itu kalau kita ke galeri juga cukup minimalis, enggak ada ai-ian. Kalau mau fitur-fitur AI sebenarnya mereka udah sediain Google foto yang jauh lebih lengkap. Eh, terus buat watermark kan biasa orang taruh di kiri bawah ya dan ini dia di kiri atas sendiri dong dan enggak bisa diubah posisinya. emang tampil beda sih. Terakhir dia ada fitur keren juga yang namanya Essential Search yang mana pencairan pencairan pencariannya bisa luas banget sampai ke konct setting cari aplikasi info penting bahkan bisa langsung ditanyain ke Gemini. Tapi untuk saat ini fiturnya masih terbatas di negara tertentu aja kayak di US atau UK. Punya gua ini belum bisa sampai tanya ke Gemini tuh. Oke, jadi di Singapura HP ini punya dua warna ya, ada hitam dan putih. Untuk variannya cuma ada satu yaitu 16+ 512 seharga R5,2 juta yang dapat earphone sama botol minum tadi. Cukup wow banget ya. Bukan buat mendingers nih, karena ada beberapa bagian yang menurut gua bukan flagship banget. Paling jelas dari sisi chipset di mana Snapdragon 8 SZ4 yang dipakai Poco F7 atau IQ Neo 10 itu ada di harga 6 sampai R jutaan. Sedangkan HP ini punya harga dua kali lipatnya. Habis itu buat perlindungan layar juga masih Gorilla Glass 7i yang biasa dipakai HPHP midrange. Terus buat baterai pun walaupun udah silicon carbon tapi masih di 5000 mAh kecil. Harusnya minimal bisa ke 6.000 enggak sih? Untuk kameranya udah termaksud baik, tapi enggak spesial juga sih buat gua, apalagi untuk kelas flagship. Overall, jualan utama HP ini menurut gua sih dari sisi desain sama OS-nya ya, yang emang no debat paling menonjol di sini. Terus lepas desainnya terlalu offside atau enggak, gua tetap mengapresiasi buat nothing yang pengen kasih sesuatu yang beda dan bosan dengan desain HP yang gitu-gitu aja. B, kalau kalian minat sama HP ini dan bingung gimana cara dapetinnya bisa toel jasip rekomendasi gua SG.Pshop ya. Cuman ingat karena ini HP dikirim dari Singapore, harganya pasti lebih tinggi karena mesti bayar ongkir dan pajak supaya IMEMIE-nya bisa aktif pakai di Indonesia. Yeah.

Lihat di YouTube