Jungkat

GW TEST JARAK TEMPUH AKTUAL BYD ATTO 1 DI DALAM KOTA | BANDINGIN BIAYA JALAN MOBIL LISTRIK VS BENSIN (YouTube Video)

  • 06/01/2026

Hari ini kita akan mencari tahu jarak aktual dari BYD Atan. Baterai udah gua penuhin sampai 100%. Trip A udah gua reset sampai 0 km. Dan sekarang jarak estimasi jarak tempuhnya di 291 km. Padahal tadi sebelum gua nyalain AC itu di sini 310 sekian deh. Begitu nyalain AC langsung turun ke 291. Nah, berarti jarak tempuh ini sudah dinamis ya, sudah dinamik. Karena kalau dia statis kan enggak akan berubah pas nyalain AC. Dia berarti dinamis ngebaca dari beban ininya nih, beban listrik mobilnya dan lain-lain. Ya udah, sekarang gua mau pakai jalan-jalan dulu nge-vlog berapa hari nanti akan gua update lagi setelah baterainya sudah tiris. Hm. Kopi dulu, Guys. Tadi gua menempuh jarak 3,2 kilo dari rumah ke tempat kopi udah berkurang 1% baterainya. Jarak tempuh estimasi sisanya di 287. Update, guys, ini udah jam .30. Jarak yang udah gua tempuh di 12,8 kilo. Baterai di 93%. Tapi tadi di baterai 97%, mobil ini ada nyala selama 1 jam enggak bergerak karena gua pasang descam. Jadi tadi start lagi dari 94%. Pada saat diam 1 jam ada pemakaian baterai sekitar 3%. Kalau di konversi ke 3% itu bisa buat nempuh jarak sekitar 6 sampai 7 kilo. Hari kedua, Guys. Sekarang baterai sudah di 83%. Total tripnya udah 37,5 km. Kira-kira bisa dapat berapa ya ini jarak aktualnya ya? Kalau dari kalkulasi dan pengalaman gua sih kayaknya jarak aktualnya di kisaran 220-230 km ya. Dengan catatan unit gua ini sekali lagi adalah BYD atan tipe dynamic ya. Kapasitas baterainya kan lebih kecil dibanding yang tipe premium. Sebelumnya juga gua mau infokan sebelum lupa kalau mode berkendaranya gua selalu stay di normal. Regenerative breaking-nya di standard aja, bukan yang agresif banget. Kemudian untuk gaya berkendaranya, gas rem-nya itu senormalnya selayaknya kita berkendara di dalam kota aja. Saat lagi pengen ngegas, gua gas, stop and go ya stop and go. Jadi enggak gua irit-irit banget gitu. Enggak sengaja gua irit-irit pelan-pelanin banget. Jadi misalkan nih lagi pengen santai ya gua santai. Tapi pada saat ada kalanya mau ngegas ya gua gas juga. Nah harapannya itu akan memberikan hasil yang lebih aktual ya, yang lebih rasional, lebih objektif gitu loh. Selayaknya kita pakai mobil pada umumnya. Sayur yap blusukan dulu, Guys. Lagi iseng-iseng survei rumah aja sih buat investment. Cuman lagi ini aja angan-angan aja, Guys. Sambil gua ngajak kalian jalan-jalan pakai si AO ini jalan-jalan virtual. Gua ajak apa? Belusukan. Sambil kita mau cari tahu juga kan nanti dengan rute-rute kayak gini tuh jarak aktualnya bisa sesuai yang diklaim enggak gitu. Jadi enggak cuman ngelewatin rute-rute yang dalam kota yang jalanannya bagus aja gitu. ini ya. Ini juga di side of Serpong loh. Kita masih di area yang nempelan sama BSD yang baru loh. BSD SinarMas. Jadi ibaratnya kayak tetanggaan tapi dengan wajah yang lain nih. Tiba-tiba berubah jalan. Heeh. Nih entar gua kasih lihat kalian ya. Tiba-tiba jalanannya berubah. Kalau kamu make up malah lewatin jalanan kayak gini juga ya. Ada ya? Sering. Sering. Kadang lebih kecil lagi jalanan. Buset. Malah kayaknya bakalan lebih jago kamu nyetirnya dibanding aku entar. Waduh, sepit amat ini. Pernah subuh-subuh lewatin jalanan gini. W terus kiri kanan pohon semua kacau. Terus makin jalan makin sempit gila. Wah, berarti mental kamu juga loh sebagai wanita lumayan ibadak juga berarti ya. Mau enggak mau kan namanya kerjaan ada resto. Iya. Ih, lumayan juga loh. Ada resto-resto hijau gitu kayak tempat wisata ya. Famnya gitu ceritanya. Panjang aja. Kurang jauh kayaknya mainnya. Heeh. Bukan, bukan sebenarnya bukan kurang jauh sih. Kalau main jauh pas aku juga sebagai driver online kan jauh. Cuman enggak terbiasa aja kadang-kadang kan kita udah terusnya kayak tempat-tempat kayak tadi kita kan enggak nyari-nyari aja. Oh tempat makan yang agak jauh gitu kan kita udah malas duluan. Iya iya i ya iyalah kita udah terlanjur nyaman gitu loh. Heeh. Aku kan pernah ngantar penumpang sampai ke pelosok di kalau dilihat di maps tuh pinggir udah pinggirnya laut udah terus area-area belusukan kayak tempat truk-truk parkir doang terus jemputnya memang sopir truk itu udah ngeri banget ibaratnya kayak daerah industri makanya sebenarnya kalau mental sih pasti udah teruji ya cuman kadang-kadang kita udah terbiasa nyaman di swasta punya jalanan jadi kadang-kadang suka malu Males nih ketemu jalanan kayak gini. Iya. Kalau udah buka bawa udah bawaan jalan gini tuh udah deg-degan aja. Iya. Padahal sebenarnya kalau mau dipikir Jakarta aja hampir semuanya kayak gini jalanannya. Oke guys, kita sampai ke ini ya jalanan kampung Kampung Cicayur namanya. Jadi nanti hasil jarak aktualnya ini akan lebih real time gitu loh. Enggak cuman lewatin jalanan-jalanan yang mulus dalam kota yang udah well develop gitu. Tapi gua ajak ke belusukan gini juga sambil memang tadi itu gua ada urusan sedikitlah memang ada rencana gitu. Waduh. Waduh jalanannya lumayan ketar-ketir juga nih guys. Gasruk kagak ya? Mohon maaf. Mohon maaf. Iya. Kalau naik sedan sih? kan jalan B yang gede. Iya, makanya nih penasaran tembusnya di mana. The other side of BSD. Duh, yang aku bingung tuh kenapa sih orang kampung suka sekali sama polisi tidur? Turn left. Padahal it doesn't make any difference. Nah, ini udah mulai jalanan ramai nih. Di manakah kita tembusnya? sambel aku udah tool tuh. Berapa menit tadi kita? Cuman 10 menitan lah ya. Dari rumah sampai jalanan gede. 15 menit. 15 kali ya. Okelah. Nah, ini tahu-tahu tembus ke jalanan BSD nih. Oh, iya benar. Tadi kita dari Oh, yang tadi. Oh, tadi kita keluar dari kanan ke sana. Jadi kita muter looping gitu. Sekarang kita tembus lagi. Oke. Oke. Oh, iya. Tadi kita situ ya. Iya. I iya iya iya. Mantap. Dan pembangunan BSD masih ke sana arahnya. Oke, cocoklah itu sih buat investment menurut aku sih ini ya. Tuh, Guys. Tahu-tahu kita disambut sama jalanan BSD. Mari kita lihat seberapa beda. Tara langsung berubah. Langsung berubah cuy kayak ke dunia lain. Iya. BST tuh developer ini sih berintegritas kalau aku bilang dia bikin jalanannya dulu. Heeh. aksesnya dulu dibagusin baru deh dia bikin pemukiman. Terus ruko. Ruko juga dia bikinnya. Ada konsepnya tuh kayak gini ke jalanan kampungnya aja dirapiin. BSD baru ya ini. BSD Sinarmas kan ini yang pegang ya? Mark jelas di persimpangan ada rambu-rambu stop ya. Persis kayak itulah di mau diapply ke dari negara maju gitu ya. Trafficnya mau diapply ke sini. Kita tuh harus harus ngerem dulu sebenarnya kalau di negara maju ada rambu stop gitu kita harus ngrem itu namanya kalau enggak salah 7 seconds rule kita harus berhenti dulu 7 detik pastiin aman dan yang aku ingat yang dari jalur kanan itu harus diutamakan kendaraan dari kanan ya logiknya kan dia di tengah ya soalnya iya kan dia yang melaintang Heeh Kalau yang dari kiri kan dia istilahnya save di situ. Heeh. Ada jalurnya sendiri. Iya, benar. Nah, kalau kita dari lurus kan memang kita jalur utama harus diutamakan tapi kita harus situasional juga. Kalau orang udah terlanjur di tengah melintang, kita tetap ngotot begitu kan ya. Wah, salam. Cum? Ini bahayanya gini nih, Guys. Nih, kalau gua mau apply se roll di rambu stop gini, gua bisa ditabrak dari belakang. Belakang pasti enggak siap kalau di sini. Jadi, ya gua cukup melambat aja lah. Belok kiri hanya untuk putar balik. Oh, putar baliknya diituin ke kolong tuh. Mantaplah emang BSD. Kalau lewat jalanan BSD rasanya kayak enggak jauh. Padahal jauh. Iya, karena jalannya bagus sama bagus eh bagus sama lurus berasanya tuh kayak dekat aja. Iya. Heeh. Kalau ke BSD tuh kayak udah ayo ke mana aja kok juga ayo? Iya. Padahal setelah dilewatin jauh juga ya. Update hari ketiga. Sekarang jarak tempuh udah di 115,6 km, baterai di 55%. Gua lagi on the way ambil dokumen-dokumen berkas si AT ini. Akhirnya setelah 1 bulan menunggu ready juga, Guys. Update, guys. Hari terakhir pengetesan jarak aktual BYD atan. Gua udah menempuh 203 km dari semenjak baterai 100%. Sekarang cuma sisa 18%. Estimasi jarak tempuh sisanya tinggal 44 kilo. Oke, sampailah di penghujung acara pencarian jarak tempuh aktualnya BYD Attaan. Sekarang gua udah memakai daya baterai dari 100 sampai sisa 16%. Nah, berarti ada pemakaian 84% dan jarak yang bisa ditempuh itu 206.5 km. Tapi dengan catatan kemarin itu gua ada sempat nyalain mobil ini 1 jam enggak berjalan dan itu berkurang sekitar 4%. Nah, berarti untuk mencari secara fair kita tambahin dulu nih 16% + 4% kemarin. Jadi pemakaian untuk 206.5 5 km itu memakai daya baterai 80%. Sekarang kita cari ininya ya, per 1%-nya itu bisa nempuh berapa kilo berarti. Nah, 206.5 kita bagi 80%. Kita bisa menempuh jarak 2,58 kil per1% baterai. BYD atuan yang tipe dynamic. Kapasitas baterainya itu di 30,08 kWh ya. klaimnya bisa nempuh jarak sekitar 300 km dengan metode pengetesan NEDC. Berarti aktualnya ada deviasi sekitar ee 15 sampai 20%. Ya, gua enggak habisin sampai nol karena gua mencari jarak aktual selayaknya kita pakai mobil seperti biasa. Ya kan jarang atau hampir kayaknya enggak mungkin deh kita pakai mobil listrik di hari-hari biasa benar-benar sampai 0% sampai rumah pas gitu ya baru ngecas. kayaknya enggak mungkin deh. Rata-rata orang pasti minimal di 30% aja pulang ke rumah pasti udah ngecas. Dan bahkan memang disarankan jangan memakai baterai mobil listrik itu sampai di bawah 20%. Berarti dengan daya 100% jarak aktual yang bisa kalian tempuh dengan BYD atau one tipe dynamic ini itu di kisaran 200 km aja. Kalau aktualnya sampai 0% berarti kita bisa cari itu bisa di sekitar 250-an km. Dan sebagai informasi tambahan, gua ini mengetes tidak diirit-irit ya. Jadi pada saat gua pengen ngegas, gua gas. Kalau enggak ya enggak gua santai-santai gitu kan. Terus mode berkendaranya juga normal. Terus enggak diubah ke eco mode atau kadang-kadang ngerubah ke sport mode juga enggak. Dia konstan di normal. Kemudian regenerative breaking-nya gua set ke standard feedback, bukan yang high feedback. Jadi, gua mengutamakan kenyamanan di metode pengetesan ini ya. Enggak yang mengutamakan keiritan gitu. Harus irit seirit-iritnya ya. Enggak. Inelayaknya kita pakai mobil pada hari-hari lah gitu. Jadi kalian tahu rute yang gua lewatin juga enggak ada rute tol dari kemarin seperti yang gua update, gua cuman wara-wiri sekitaran Gading Serpong dalam kota sampai bahkan gua bawa belusukan ke Ganggang Sempit. Jadi kalau mungkin kalian berkendara dengan Ecome benar-benar ngirit banget, mungkin deviasinya akan menjadi semakin minim. Rasa-rasanya mungkin ya bisa jarak tempuh aktualnya itu bisa mencapai 270 kali ya atau bahkan mungkin ada yang 280 km dan bahkan gua pernah nonton juga ada yang pernah sampai share sebenarnya bisa di atas 300 km loh bahkan melebihi yang udah diklaim. Nah, gua jujur bingung dah tuh gimana cara berkendaranya. Gua bingung banget. Yang jelas sih gua mengetes dengan senormalnya kita pakai mobil hari-hari aja. Dan pengetesan ini adalah pengetesan iseng-iseng aja. Bukan pengetesan ilmiah yang buat apa ya buat penelitian banget. Enggak. Pokoknya gua cuman ini aja sharing-sharing aja. Disclaimer hasil mungkin bisa berbeda gua dengan yang lain karena kan pasti ada perbedaan rute yang dilewatin, perbedaan gaya berkendara dan lain-lain. Jadi segitu aja yang bisa gua share. Kesimpulannya kita pakai Byd Atan yang tipe dynamic dengan kapasitas baterai 30,08 kWh itu bisa menempuh jarak sekitar 200 km dari 100% sampai ke 20%. Itu adalah pemakaian normal untuk kita sehari-hari. Nah, coba ya kita iseng kita bandingkan kalau kita pakai mobil bensin. Berarti kan ketahuan tuh jarak tempuh 200 km. Dengan tenaga seperti ini dan kenyamanan seperti ini, gua kayaknya enggak fair kalau dibandingkan dengan konsumsi BBM-nya LCGC apalagi yang manual. Coba kita bandingkan dengan eh konsumsi BBM mobil-mobil yang lebih bertenaga lah 1300 sampai 1500 cc dan transmisinya matic. Rata-rata dalam kotak gua udah hitung beberapa kali gua ganti mobil. Mobilnya itu sama hatchback 1500, hatchback 1300. Rata-rata tuh 1 banding 10. 1 banding 11. Paling bagusnya tuh kita ambil 1 banding 10 aja. Berarti kalau untuk menempuh jarak 200 km kita menghabiskan 20 liter bensin. Kita kalikan bensin yang berkualitas itu minimal kan paling murah Rp3.000. Untuk minggu ini gua kalau pakai mobil bensin gua menghabiskan biaya R60.000 ongkos jalan. Sedangkan kalau ngecas CBY di atoan di rumah 30 kWh kita kalikan 1700. Gue cuma menghabiskan Rp51.000. Jadi bensin Rp260.000. Sedangkan pakai listrik Rp51.000. Ada pengiritan biaya sekitar lima kali lipatnya, Guys. Terakhir gue juga pengen share ya, banyak kali yang nanya kalau misalkan baterai mobil listrik dicas sampai 100% tuh bisa tahan berapa hari, ko? Itu menurut gua pertanyaan yang salah ya, karena parameter untuk mengukur baterai mobil listrik tuh bukan dari hari, tapi dari jarak tempuh. Itu juga berlaku ke mobil bensin juga. Kalian kalau mau cari keiritan mobil bensin ya jangan cari dari berapa hari kalian pakai baru isi bensin. Tapi carilah dari jarak tempuh. Karena kalau sehari-hari kalian cuman wara-wiri nganterin anak sekolah doang, otomatis baterai dari 100% itu bisa-bisa seminggu sampai seminggu setengah kali baru ngecas. Apalagi kalau pakai mobil bensin ya mungkin kalian bisa seminggu sekali kali baru isi bensin. Sedangkan kalau ternyata kalian wara-wirinya jauh setiap hari harus bolak-balik Gading Serpong Jakarta Pusat, Gading Serpung Jakarta Pusat. Bisa-bisa setiap 3 hari mesti ngecas atau isi bensin. Jadi sekali lagi keiritan atau parameter mencari irit apa enggaknya itu bukan dari hari, tapi dari jarak yang kalian tempuh. Jangan sampai salah ya, Guys. Karena gua cukup sering dengar orang sharingnya tuh salah. Bilangnya, "Gua pakai mobil ini tuh irit banget, cuy. 1 minggu cuman sekali isi bensinnya Rp200.000 doang." Ternyata begitu ditelusuri, ya dipakainya cuman dari rumah ke Indomaret. Indomaret depan gang paling jauh ngantterin anak sekolah terus pulang lagi. Ya iyalah udah pasti irit kalau kayak gitu parameternya. Bahkan kalau kayak gitu mungkin lu Rp200.000 pakai mobil listrik bisa ke bulan kali. Kasarnya kan gitu ya. Jadi sekali lagi kalau mengukur keiritan sebuah mobil mau listrik atau bensin, jangan dari waktu tapi parameternya adalah jarak tempuh. Kalian bagilah pemakaian baterai dibagi jarak tempuh mungkin. Atau kalau kalian pakai mobil bensin ya kalian cari tuh konsumsi BBM mobil bensin kalian satu banding berapa. Kemudian baru dibagi nanti jarak tempuhnya berapa. Bagilah ke perbandingan konsumsi BBM-nya. Jadi kalian tahu tuh per minggu bisa ngabisin berapa duit. Oke, sekian dulu sharing gua hari ini. Semoga membantu. Semoga bisa menjadi referensi buat kalian yang nonton. Disclaimer sekali lagi, video ini gua buat untuk entertainment semata, bukan data ilmiah yang pasti dan lain-lain. Karena hasil bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Karena pasti ada perbedaan rute yang dilewatin sama perbedaan gaya berkendara. Ini adalah versi gua. Dan sekarang coba gimana kalau versi kalian? Coba sharing-sharing di kolom komentar ya, Guys. Dan akhir kata, thank you for watching. See you in the next video. Bye.

Lihat di YouTube