GWM ORA 03 2025: Versi Belum Facelift (YouTube Video)
Tapi fakta menariknya juga di Cina sudah hadir versi facelift ya dan kita kebagian yang sebelum facelift untuk pasar Indonesia. Tuh di belakang tuh kayak ada bunyi duk duk gitu kayak travel paret tuh desain belakangnya unik nih. Karena biasanya tuh kalau mobil pada umumnya itu lampunya ada di bagian sini ya dua biji. Dan juga sebagai kelengkapan dia dilengkapi dengan fitur radar adas. Tombol ini agak mirip mobil apa ya? Mini kali ya karena seperti ini desainnya. [Musik] Mobil listrik lagi, mobil Channel lagi, dan harganya Rp300 jutaan. Yes, ini adalah GWM Oa 03. Jadi sebenarnya kita sudah lihat mobil ini udah lama sebenarnya di ajang GIAs 2023 lalu dan tepat hampir 2 tahun lamanya mobil ini akhirnya hadir dipasarkan untuk pasar Indonesia. Lantas seperti apa mobilnya? Oke, sebelumnya saya sudah membuatkan video first impression-nya pada waktu ajang GIAs 2023 lalu. Ya, udah 2 tahun lalu. Tapi ya untuk melihat eh detailnya Anda bisa klik link di atas. Di situ saya menjelaskan bagaimana desainnya, kemudian fitur-fiturnya, dan yang di sebelah saya ini adalah unit yang fix untuk pasar Indonesia. Secara desain tidak ada perbedaan, tapi fakta menariknya juga di Cina sudah hadir versi facelift ya dan kita kebagian sebelum facelift untuk pasar Indonesia. Dan rencananya mobil ini akan dirakit di pabrik eh GWM di Warna Herang e Jawa Barat. Oke, eh saya tidak akan membahas detail seperti apa eh wujudnya, tapi saya menilai mobil ini memiliki wujud memiliki desain yang ee sangat apa ya, retro dan juga modern gitu. Dan dia juga terkesan cute karena bisa dilihat ini benar-benar desainnya serba membulat semuanya lampunya bulat, enggak ada garis-garis tegas di sekujur bodinya. Dan kalau preferensi saya pribadi, mobil ini kayaknya yang paling catch gitu di kelasnya dibandingkan Ionu ya. Ya, IT juga sebenarnya mirip-mirip sih bentuk dengan ini. Tapi saya entah kenapa ya kalau saya lebih suka desainnya si Oa 03 ini. Kemudian, nah yang di sebelah saya ini adalah eh varian yang dilengkapi dengan aksesoris yaitu aksesoris GT. Belum dirilis secara resmi oleh GWM Indonesia saat video ini dibuat tapi nantinya dia akan hadir sebagai e paket aksesoris dari GWM. Jadi bedanya apa nih? Spionnya warnanya kuning. Kemudian ada tambahan wing spoiler di bagian belakang dan fender. Kemudian di bagian sini nih ee menggunakan aksen karbon dan ada juga aksen kuning di bagian bawah situ. Dan ada tulisan GT di sini nih. Kemudian kita lihat apa yang di balik kapot motornya ini. Yes. Sekarang kita lihat apa yang di balik kapnya. Oke, hanya ada motor listrik, controller dan segala macam. Tidak ada front trank. Ya, mobil ini fore drive jadi ee motor listriknya tunggal depan dan untuk pasar Indonesia yang untuk dipasarkan itu sedikit berbeda dengan apa yang kami temukan pada di pada ajang GIAs 2023 lalu. Kalau di ajangs tuh yang versi long range yang baterainya 63 kWh. Nah, untuk pasar Indonesia yang sekarang dipasarkan dalam satu varian saja seperti ini. Baterai itu 47,3 kWh range-nya mencapai 400 km nedc. Ya, enggak cukup jauh sih sebenarnya dibandingkan Ion Newti dan juga BYD Dolphin yang sekelas dia ya. Dia mungkin lebih setara dengan MG4 EV. MG4 EV juga lebih jauh jaraknya tapi baterai mirip-mirip MG4 EV itu 50, ini 40. Oke. Eh, motor listriknya memiliki tenaga sebesar 140 horsepow serta torsi 210 Nm. dilengkapi dengan fitur radar ADAS. bisa lihat ada di bagian sini dan juga di bagian situ ya ada sensornya. Kemudian ada kamera juga di bagian depan tapi tidak ada di bagian spion karena dia kameranya 180 derajat untuk depan dan juga bagian belakang. Dan ada fakta menarik di mobil ini bagian fender ini dia menggunakan plastik bukan ee plat nih. Kalau kap motornya plat ini plastik. Kemudian peleg ee diameter ring 18 dibaut dengan ban 21550. Kemudian pengisian daya. Ini menarik nih karena kayaknya agak jarang ya mobil ee yang pengisian daya itu di bagian sini nih biasanya di kalau enggak di kanan depan atau kanan belakang yang motor listrik tunggal belakang tuh biasa di belakang. Kalau yang motor listrik tunggal depan biasanya di depan kanan agak jarang di kiri gini nih. Kemudian nah pasti untuk pasar Indonesia sudah CCS2. Maksimal penangkapan dayanya untuk mobil ini mencapai 68 kW. Jadi untuk mengecas mobil ini klaim-nya ya dari 30% sampai 80% itu tuntas dalam waktu 30 menit saja. Desain belakangnya unik nih, karena biasanya tuh kalau mobil pada umumnya itu lampunya ada di bagian sini ya, dua biji dua buah di bagian sini ini enggak ada. Benar-benar enggak ada di bagian tengah lampunya. Ada di bagian bagasi sini. Kemudian ada dirake lamp dan ada lagi untuk lampu mundur di bagian sini nih. Lucu ya kosong. Jadi benar- tengahnya. Kemudian bedanya juga dengan versi pasar Thailand dan juga China. Itu dia kalau yang di sana tulisannya ORA, kalau di sini masih GWM dan juga Ora 03. Di bagian sini nih. Kalau yang versi Thaand dan Cina namanya Goodcat tentunya. Kemudian untuk bagasi dia dilengkapi dengan elektrik untuk pembukaannya, mekanisme pembukaannya dan untuk sebuah hatchbag ya memang bagasia ya soso lah tidak terlalu besar dibandingkan dolphin ini rasanya masih lebih lega. dolin lebih dalam gitu dolin. Kemudian di balik bagasinya ada tempat penyimpanan saja tidak ada ban serep, ada wire charger disediakan. Oke untuk pipatan bangku baris belakangnya 6040 ya dan diffusernya berbeda dengan versi non GT ya. Kalau non GT itu lebih kalem gitu. Kalau di sini dia cenderung lebih sporty dan juga agresif. Oke sekarang kita lihat bagian interiornya. Ini dia rong interiornya. Jadi secara overall dengan versi yang kita review di eh Ge 2023 tidak terlalu jauh berbeda. Hanya e perbedaan di permainan warna saja. Kalau di yang di GIAs waktu itu warnanya perpaduan putih, biru, dan juga hitam ya kalau enggak salah. Nah, di yang versi yang diproduksi massal di Indonesia akan seperti ini warna hitam. Kemudian ada perpaduan dengan jahitan biru di bagian dashboard dan juga di bagian joknya. Dan untuk bagian baris kedua saya tidak akan jelaskan karena tentunya dengan versi 2023 yang di GIAs itu enggak terlalu bukan enggak terlalu berbeda sama persis untuk reom dan juga headroom-nya. Oke, secara overall soal desain interiornya memang dia bukan yang futuristik-futuristik banget, tapi juga yang tidak membosankan gitu ya. In between lah ini masih oke untuk desain interiornya. Eh, kemudian di bagian dashboard ini soft touch loh. Bagian sininya nih nice. Kemudian bagian bawahnya memang e pasti keras ya. Dan door trim di bagian sini soft touch. Terus juga dashboard tuh cukup menarik karena dia di dilapis dengan bahan flat seperti ini. Kemudian di bagian joknya juga dia ada bahan kulit dan bahan su di bagian tengahnya ya. Eh, beralih ke bagian sini ada tombol fisik, tapi memang enggak banyak tombol fisiknya, cuman ada empat. Dan untuk mengatur AC-nya ini harus mengatur di sistem entertainment. Ini yang kami agak sering komplain sebenarnya ya, karena enggak terlalu mudah gitu untuk mengatur AC di bagian sistem entertainment, tidak di tidak diintegrasikan di bagian kol tengah, di bagian tombol fisiknya. Tombol fisik ada, tapi hanya untuk matikan dan menyalakan AC. On off tuh AC. Terus AC masih bisa di-off dari sini hanya angin saja dan sini. Kemudian bagian sini ada tombol untuk rear defoger dan juga front divoger. Tapi untungnya dia masih ada. Oh ya, masih bahas ini deh tombolnya dulu. Tombol ini agak mirip mobil apa ya? Mini kali ya karena seperti ini desainnya. Tombol hazard di bagian sini. Kemudian di bagian setir untungnya dia masih ada beberapa tombol fisik untuk shortcut lah istilahnya. Jadi untuk volume, untuk e kamera 180 derajatnya. Kemudian untuk nrack backtrack dan di bagian kanan dia dilengkapi dengan tombol juga untuk mengatur sistem instrumen clusternya dan juga fitur radar adasnya. Fitur radar adasnya sampai ke tahap adaptive cruise control, tapi dia tidak punya lan keeping assis, land warning, maupun juga blind spot monitoring. Setirnya dua spok seperti ini. Kemudian flat bottom di bagian bawahnya dan kita beralih ke masalah sistem instrumen clusternya. Oke, memang terkesan outdated deh untuk sebuah mobil Tiongkok gitu ya. Karena mobil tiongkok tuh biasanya sekarang yang eh sistem interprennya keren, kemudian menunya banyak, yang futuristik lah, modern gitu. Di mobil ini rasanya ya udah agak ketinggalan zaman ya. Tapi enggak apa-apa, kita lihat dulu apa fiturnya. Ada Apple CarPlay, Android Auto yang masih dikoneksikan harus secara wiredeless. Kemudian ada vehicle settings di sini untuk mengatur steering wheel access mode. Kemudian di sini untuk mengatur lampu-lampuan. Fire charger ada di bagian sini. Driving ini untuk mengatur sistem ADAS-nya. Parking road calibration restore calibration. Oh, mobil ini bisa parkir sendiri kayaknya. Nanti kita tes kemudian other. Nah, enggak terlalu banyak juga yang bisa diatur di sini sebenarnya. Kemudian ini untuk mengatur e volume volume navigasi volume media bluetooth bar charger dan juga off. Ini shortcut untuk yang tadi steering wheel assist. Nah, AC di bagian sini untuk mengaturnya. Terus juga ngatur tuh enggak terlalu simpel gitu loh. Jadi kalau mau ngatur suhu ini mesti digeser gitu ya. Dan kecil banget ininya indikatornya nih. Tuh. Untuk ngatur angin juga harus di sini nih. Jadi enggak ada shortcut di sini ya. Casternya digital seperti ini, tapi memang bukan yang modern-modern banget ya. Kalau dibandingin dengan ION UT kemudian dibandingin Bod Dofin rasanya masih lebih modern mobil-mobil itu ya wajar sih karena secara global Goodcat ini atau ora 03 itu yang paling tua jika dibandingkan rivalnya. Jadi mobil ini sebenarnya sudah meluncur di tahun 2020. Sedangkan MG4 kemudian ByyD Dolphin, eh Ion UT ByD Dolphin itu 2021. pertama kali meluncur masih model yang sama dipasarkan dengan sekarang. Ini tuh baru 2025 ini Februari kemarin. E MG4 EV itu tahun 2022 ya. Jadi mobil ini rasanya yang paling tua. Makanya di Cinanya sudah muncul versi FaceTV yang lebih e update gitu ya semuanya dan terasa outdited juga karena dia masih dilengkapi dengan ini nih USBnya masih type A semua di bagian depan, di bagian belakang itu type A enggak ada type C-nya. Eh ya udah enggak apa-apalah. Ee kemudian di bagian tengah ini untuk tuas transmisi atau tuas penggerak dan dia menariknya dia tidak ada P jadi N R D enggak ada P sama sekali sudah dilengkapi dengan electric packing brake dan auto hold ada wir cacing di bagian e tengah di sini ada dua buah cup holder dan juga dia dilengkapi dengan atap panoramik di bagian atasnya ya standar mobil Tiongkok jadi kalau versi tertinggi itu varian tertinggi selalu dilengkapi dengan atap panoramik memang mobil tuh enggak pernah flip fitur lah masalah fitur tuh selalu royal gitu ya mobil Cina jika dibandingkan mobil Jepang. Kemudian posisi berkendara. Oke, untuk pengaturan joknya dia bisa diatur secara elektrik. Naik turun maju mundur seperti ini. Setir. Nah, apakah dia bisa tilt dan teleskopic? Tilt-nya iya. Yah, tapi enggak teleskopik. Sayang sekali ya. Tapi ya enggak apa-apa deh, masih lumayan ergonomis untuk posisi tubuh 177 cm seperti saya. Kemudian yang menarik, mobil ini juga dia seinya ada di bagian kiri ya, layaknya mobil Eropa dan untuk e wiper di bagian kanan. Di bagian sini ada beberapa tombol juga. Nah, mode berkendara tuh bukan di layar sistem entertainmentnya, tapi di sini nih di bagian kanan nih. Tombolnya ada empat eko, auto, normal, dan sport mode. Kemudian ini untuk mengatur ketinggian headlamp. ada traction control dan juga ada tombol cut off. Jadi kalau mobil listrik yang tidak ada auto startup menurut saya tombol eh startup seperti mobil IC biasanya dia dilengkapi dengan kat seperti ini. Jadi ketika menekan tombol ini tuh mati menyalakannya tinggal ee tekan rem asalkan Anda membawa anak kuncinya. Oke, ya udah langsung kita jalankan saja karena sebenarnya di first impression semua sudah saya jelaskan ya, cuman yang ini lebih versi pasar Indonesianya gitu. Nah, sekarang kita akan mengetahui sebaik apa mobil ini ketika dijalani. Kemudian berapa konsumsi energinya, kualitas berkendara seperti apa, dan bagaimana performanya. Oke, let's go. Ketika menjalankan mobil ini, ada satu hal yang langsung terasa, yakni kegedapan kabin yang mantap. Yes. Ketika menjalankan mobil ini itu terasa kekedapan kabin cukup baik gitu ya, baik untuk instolasi kabinnya maupun road noise. Jadi ini rasanya tuh eh road noise-nya enggak terlalu kedengaran ke dalam kabin. Kemudian juga suara sekitar mobil tuh enggak terlalu masuk gitu ke dalam kabin. Overall ini oke juga untuk ke depan kabinnya. Berasa mobil ini tuh harganya di atas R00 juta gitu ya. Nih faktor ini yang salah satu yang saya suka. Kemudian juga posisi berkendara kan udah saya sebutkan sebelumnya. Tapi ini jika dibandingkan dengan Bingo EV ini rasanya jauh lebih baik. Memang dia e stratanya tuh ya statusnya tuh memang dia menyetarai ION UT, kemudian juga W eh sori eh MG4 EV lebih ke arah situ jika dibandingkan dengan eh woling Bingo EV. Jadi ini rasanya enak untuk posisin nyetirnya meski memang dia tidak bisa diatur e setirnya untuk stel kopi. Dari sekian banyak mobil listrik entry level yang cukup banyak beredar di pasar Indonesia, rata-rata karakter pengendaliannya terasa similar, tapi nyatanya berbeda dengan Oa 03 ini. Nah, eh sekarang kita bahas suspensinya ya. Jadi kalau saya ditanya tuh sebenarnya ya untuk ee mobil listrik Cina pula asal Cina gitu ya kadang tuh saya suka bingung gitu kalau di ditanyain mending ini mending model A, model B, model C gitu. Nah, saya tuh jujurnya agak bingung karena rata-rata tuh bedanya tipis-tipis banget para ee persaingan di mobil listrik Cina gitu ya. Dan rasa berkendara itu juga mirip-mirip gitu apalagi suspensinya. Nah, di Aora 03 ini dia ee rasa berkendara itu sedikit berbeda. Banding suspensi itu agak beda. Dia tuh kaku sporty banget. Tapi ini ketika melalui jalannya seperti ini ya, bergelombang ini nih, duk gitu. Kayak travel paret tuh ee pendek gitu. Jadi benar-benar setup mobil ini sporty sekali. Belakangnya tuh kaku suspensinya tapi depannya lebih lembut. Jadi kalau Anda suka mobil listrik yang gayanya sporty, yang apa ya mungkin hampir gokart seperti mini ya, karena mobil ini kan gayanya tuh gaya mini banget gitu ya. ya bisa pilih si Aura 03 ini. Jadi saya punya diferensiasi kalau saya bahas gitu ya misalkan apa ya yang segmen par juta deh Ion V kemudian E Gily EX5 kemudian juga BYD atau 3 itu tuh rasa berkendara itu apalagi banding suspensi benar-benar mirip-mirip ketiga model itu. Jadi saya kalau ditanya enakan mana Dit? Hmm yang mana ya gitu cobain sendiri deh gitu karena bedanya tipis-tipis banget dan perbedaannya biasanya cuma di fitur tapi ee bandingan suspensinya juga ee sama. Nah, tapi kalau di OR 03 ini jika dibandingkan dengan ee BYD Dolphin, kemudian dibandingkan dengan MG4 EV ini rasanya yang paling sporty dari segi pengendalian dan ee bandingan suspensinya ya. Tuh, kalau misalkan diajak ini nih bermanuver, bentar nih saya peragain kalau misalkan saya ajak ee bermanuver ya. Handlingnya tuh cekatan banget sih, Bung. Tuh, tuh lincah banget ya mobil selincah itu mungkin ini. Iya, benar-benar yang paling lincah di klase sih saya rasa ini. Tapi memang kalau Anda suka yang empuk, suspensi ya dari bandingan suspensi ya mungkin Anda bisa pilih eh BwD Dolphin ataupun MG4 EV. Karena kalau yang enggak suka yang karakter sporty ya ini keras sih hitungannya. Tapi pengendalan sih jempolan di mobil sigap banget. Huh. Dengan range yang telah diklaim oleh pabrikan, apakah dia memiliki jarak tempuh yang overclaim, valid, atau justru underclaim menurut pengetesan kami? Lantas untuk konsumsi energi eh kami sudah mengetes e ter dengan ini ya dengan situasi jalanan di Jakarta Indonesia. Ee saya tesnya itu malam-malam itu dia untuk konsumsi energinya bisa meraih angka di 8,3 km/ kHour. Nah, dari situ kita kalikan langsung saja dengan kapasitas baterai mencapai 47,3 e kWh dan udah langsung ketahuan tuh range-nya berapa ya. Jadi dikalikan itu range-nya ada di 393 kom3 kalau enggak salah ya sekitar 393an lah km. Itu ril pengetasan kami. Jadi kurang lebih mobil ini bisa menjangkau ee segitu. Lantas apakah sesuai klaim? Ya memang GWM sendiri mengklaim mobil ini bisa berjalan 400 km. Nah, tapi rasanya 393 dengan 400 km tuh enggak terlalu jauh. Jadi enggak enggak enggak overklaim lah. Masih tipis angkanya dan ya cenderung benar jadi klaimnya. Ya, itu kan gaya berkendara bisa lebih halus lagi ya. Mobil ini bisa mungkin bisa menjelajah 410 km, 420 km dalam sekali pengisian daya penuh. Lantas bagaimana dengan performanya? Langsung kita tes aja menggunakan CPS. Oke. Eh, kita matikan AC dulu. Kemudian modenya ke sport, traction control off. Sip. Oke, oke. Kami sudah mendapatkan angkanya 0 sampai 1 km/h tuntas dalam waktu 8,58 detik. Oke, jadi ini bisa dilihat ya yang bukan yang hijau tapi yang ada font kecil tuh no 0 sampai 100nya ini itu 2011 mnya. Ee angka yang lumayan baik mengingat memang dia tenaganya enggak besar-besar banget 140 horsepow itu rasanya tuh tenaga yang mirip dengan Wooling Crow TV ya. Wooling crow TV di 136 horsepow tapi e overall penyaluran tenaganya baik. Jadi tadi saya coba kan ee berakselerasi tuh dia tuh bukan yang langsung menjambak gitu loh full. Jadi dari awal dia halus dulu kemudian di tengah-tengah dia mulai naik gitu ya grafiknya dan di atasnya mulai menurun lagi. Jadi ee rasanya tuh enak mobilnya jadi enggak enggak agresif gitu ee tenaganya ya enggak enggak yang menjampak sekali gitu. Kemudian juga mobil ini biasanya mobil listrik tuh kan tor steering banget gitu ya. Mobil ini ta steeringnya minim sekali, jadi masih controllable gitu. Jadi overall selain udah didukung dengan suspensi yang baik dengan t steering yang minim, jadi rasanya mobil ini sangat mudah dikontrol gitu. Handling-nya bagus banget. Di mobil rasanya mobil yang paling kontrol, mobil listrik asal China yang harganya segini paling krolable gitu. Eh, Oral 03 ini luar biasa loh ini. Tuh. Kalau diajak bermanuver, gas tuh enak banget handlingnya. Luar biasa nih mobil. Sebagai mobil modern, Ora 03 juga dipersenjatai dengan fitur radar Adas. Well, memang mobil ini enggak dilengkapin dengan ADAS yang lengkap gitu ya. Jadi sebatas eh adaptive cruise control aja. Terus juga ada emergency brake warning. Saya enggak tahu deh ada ak ada emergency eh brake systemnya. Ya harusnya ada sih, tapi dia enggak ada lane keeping assist, dia tidak ada lane departter warning. Dia juga tidak ada blind spot monitoring. Adaptolnya gimana? Oke, eh adapt controlnya sih lumayan. Maksudnya dia bisa mengikuti kecepatan kendaraan di depan gitu ya. bisa juga low speed follow dan jarak terdekat dengan mobil di depan gitu ya. Cukup cukup dekat gitu. Dan yang menarik dia juga punya e indikator di sini, indikator ADAS seberapa jauh dengan mobil depan nih ada di bagian instrumen clusternya. Overall kinerja dari fitur adaptif K contolnya ini baik. Sayangnya memang tidak dilengkapi dengan l keeping ass jadi tidak bisa benar-benar semi otonomous. Kendati demikian, tentu mobil ini menyimpan beberapa kekurangan. Dan yang pertama adalah regenerative breaking-nya yang tidak bisa diatur gitu, tidak bisa diadjust. Jadi ya udah satu setelan aja seperti ini. Dan ini untuk regon breaking default ya. Ini yang strong gitu ya kalau di mobil biasa. Rasanya tuh mobil-mobil sekelas ini atau bahkan ni boy ini BY atau bisa disetel ini entah kenapa enggak bisa di adjust. Jadi hanya satu pengaturan seperti ini. Mungkin ketika Anda m bawa mobil yang pertama kali dan biasanya bawa mobil bensin gitu ya, enggak biasa bawa mobil listrik itu akan membutuhkan penyesuaian gitu. Mungkin sekitar 1 hari, 2 hari. Karena saya juga begitu sebenarnya awal-awal. Jadi kita harus terbiasa dengan one pedal drive gitu ya. Kemudian yang kedua adalah sistem entertainment-nya yang eh selain kurang up to date, dia juga kurang responsif gitu ya. Jadi ketika Anda memilih apa gitu misalkan menu display atau apa gitu dia tuh enggak enggak kurang responsif gitu. Ada delay 1 sampai 2 detik gitu kemudian kena putar transmisinya yang terasa kurang responsif gitu. Jadi kalau misalkan Anda lagi parkir gitu ya dan butuh buru-buru dari D NR maju lagi R N gitu, itu rasanya mesti pelan-pelan banget muter knopnya supaya dia bisa ke pilihan transmisi yang Anda mau. Lantas juga AC-nya. Untuk pengaturan AC-nya ini saya sudah berkendara ya. Saya sebutkan sebelumnya kalau mobil ini pengaturan AC ada di bagian head unit dan ketika berkendara tuh memang terasa repot gitu karena tuh untuk belum enggak responsifnya siuted-nya. N. Kemudian kecil banget untuk pilihan ee suhu AC dan di mana untuk mengatur anginnya. Nah, anginnya tuh Anda harus ee mengatur suhunya dulu. Nah, nanti akan masuk ke menu angin. Angin pilihan arah anginnya ke mana gitu baru ada di sini. Dan yang terakhir adalah eh speed compensation volume yang tidak bisa diatur. Jadi ketika Anda mendengar mendengarkan musik itu ketika Anda melaju kencang gitu di tol ya, itu kan fitur sebenarnya yang bisa mengejas speed dengan volume ee musik Anda gitu ya. Dan biasanya kalau di mobil lain itu bisa dimatikan. Nah, di mobil ini enggak bisa. Jadi ketika Anda kencang, Anda musiknya kencang, merasa kekencengan harus dikecilin dikit. Entar kalau pelan lagi kekecilan, kencengin lagi begitu dan seterusnya. Saya memang ada beberapa fitur di mobil ini tuh yang terasa mengganggu. Sebenarnya bisa dimatikan tapi tidak tersedia ee fitur nonaktif tersebut. Jadi dibiarkan seperti ini saja. Dan beginilah kesimpulan kami terhadap mobil listrik terbaru asal Tiongkok ini. Well, memang banyak sekali sekarang mobil listrik asal Tiongkok ya. Apalagi dengan range harga R00 jutaan sampai R00 jutaan. Banyak banget pilihannya. Dan kalau Anda melirik mobil ini, kenapa sih harus pilih eh GWM Ora 03 ini? Ada beberapa poin. Yang pertama adalah bentuknya. Memang GWM itu perlu diakui, ini preferensi sebenarnya ya, perlu diakui bentuk dari mobil GWM tuh hampir semuanya tuh atraktif sekali. Kemudian keren bisa dilihat ya, Oral 03, kemudian tank 300, tank 500 itu desain tuh benar-benar keren. Meski memang kadang-kadang kurang original gitu ya, tapi kurang originalnya tuh desain belakang, desain samping, desain depan itu rasanya e harmonis gitu. Kayak bisa dibilang enggak pernah salah gitu ya. mobilm untuk masalah desain. Itu yang pertama menurut kami. Kemudian yang kedua adalah range-nya cukup mumpuni 400 km dan sudah kami tes juga untuk daya jelajahnya dia tidak overclaim presisi. Kemudian juga yang ketiga adalah handling dari mobil ini yang paling sporty. Jadi kalau Anda cari mobil listrik yang bandingan suspensi tidak empuk, yang sporty, yang hampir-hampir gokard feel gitu seperti Mini ya, Anda bisa pilih GWM Ora 03 ini. Nah, memang tapi mobil ini dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan pesaing utamanya nanti jika resmi dirilis ya, yaitu ion UT. Karena mobil ini harganya Rp380 juta yang hampir Rp400 juta ya. Ya, semua lagi kembali lagi kepada Anda. Kalau Anda pilih mobil yang hampir mini gitu rasanya, Anda pilih Ora 03 ini. Oke, jadi begitulah hasil review lengkap kami terhadap GWM Oa03. Klik like jika Anda menyukai video ini, subscribe bila Anda belum, dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga ke website kami di www.oddodriver.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksikan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.
