Handheld Gaming PC yang Tidak Bisa Kalian Beli! Review Acer Nitro Blaze 7 (YouTube Video)
Ini adalah handheld gaming PC kencang yang untuk saat ini saat video ini ditayangkan belum bisa kalian beli, belum bisa kita beli. Ya, bukan hanya karena belum dijual resmi di Indonesia. Yang satu ini juga sangat sulit dicari bahkan di luar negeri sekalipun. Prosesornya pakai AMD Ryzen 7 8840HS. Punya 8 core dengan 16 thread, super kencang. IGP-nya pakai arsitektur RDN A3, bisa main game triple A dengan lancar. RAM-nya 16 GB LPDDR5 700 SSD-nya 512 GB M.2 NVM PCI Gen 4. Layarnya IPS 7 inci jadi mungil dan gampang dibawa ke mana-mana. Resolusinya full HD dengan refres rate 144 Hz. Ini adalah Acer Nitro Blaze 7 ya. Handheeld yang satu ini memang belum bisa dibeli, tapi akan tetap kita bahas di video kali ini ya, karena Acerang mengadakan campaign atau saybara dengan hadiah total 35 unit Nitro Blaze 7 yang bisa kalian dapatkan secara gratis. Penasaran? Nanti kita jelaskan semuanya ya. Tapi sekarang kita mulai dari pembahasan yang satu ini dulu dari spesifikasi utamanya tentunya. Untuk pressor dia pakai AMD Ryzen 78840HS code name-nya HW Point. Arsitekturnya adalah Zen 4 atau Zen4. Fabrikasinya TSMC 4 nanom fin. Total core-nya ada 8 dengan 16 thread. Base clocknya 3,3 GHz dengan maksimum boost clock up to 5,1 GHz. Bas TDP-nya di 28 wat. L3 cash memory-nya ada di 16 MB. Integrated graphicsnya adalah AMD Radion 780M menggunakan arisator RDN3. Jadi udah jelas kencang yang satu ini. Dia punya 12 compute unit dengan total 768 shaders. RAM-nya 16 GB LPDR 5 7502 channel dan ini onboard ya tentunya karena onboard ya enggak bisa di-upgrade namanya juga LPDDR. Nah, untuk SSD 512 GB atau 1/2 TB NVM PCI Gen 4 yang satu ini menggunakan SSD ukuran besar yang 2280 jadi mudah dicari gantinya ya. Untuk kreativitas wireless dia pakai Intel WiFi AX210 dan sudah mendukung WiFi 6ei dan Bluetooth versi 5.3. Kapasitas baterainya 50 watt hour dan OS-nya adalah Windows 11 Home. Untuk body factornya adalah handheld PC atau handheld console PC ya. Ya, udah banyak lah yang seperti ini juga ya. Materialnya polikarbonat untuk warna itu black atau hitam. Acer Nitro Blaze 7 ini memiliki pendekatan desain yang berbeda jika dibandingkan dengan handheld PC lainnya. Yang satu ini memiliki desain sudut-sudut yang terasa lebih tegas. Di seluruh area body terlihat pernak-pernik gaming khas seri Nitro. Di area belakang terdapat dua lubang intake udara dengan desain grill dan logo Nitro di antara lubang udaranya. Secara keseluruhan desainnya emang gaming banget yang satu ini. Untuk dimensinya panjang 25,6 cm, lebar 11,3 cm, dan ketebalannya di paling tebalnya itu di 3,6 cm untuk sisi paling tipisnya di 2,25 cm. Untuk bobotnya perangkatnya aja di 665 gr dan chargernya 190 gr. Jadi total kalau dibawa-bawa adalah 85 gr. Nah, untuk handheld PC yang pakai Windows ini sebetulnya tergolong ringan ya. Nah, untuk display dia menggunakan panel IPS ukuran 7 inci resolusinya full HD atau 1920* 1080 piksel. Aspek rasionya klasik ya 16 bing 9 refresh rate-nya up to 144 Hz. Menurut Acer brightness layarnya ada di 500 Nit dengan kelar gambut di 100% sRGB. Nah, kalau dari pengujian kami peck brightness-nya ada di 481 nitz cukup dekat ya. Lalu gamut coverage ada di 96,7% sRGB dengan gamut volume di 102,6% sRGB. Tentunya layarnya juga sudah memiliki kemampuan touchsreen yang mendukung multi touch. Perangkat ini memiliki dua buah mikrofon yang terletak di bagian bawah dan atas layar. Untuk kemampuan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita sedang ada di luar untuk menguji mikrofon dari handle yang satu ini. Acer Nitro B7. Untuk handle ini dia punya kemampuan noise cancelling yang cukup bagus. Meskipun terkadang suara di belakang saya masih ada dikit yang masuk ya, tapi suara saya masih terdengar dengan cukup jelas untungnya. Nah, untuk audionya Nitro BL 7 ini menggunakan dua buah speaker stereo yang terletak di sisi bawah kanan kiri layar dan menghadap ke arah pengguna. Suaranya tergorong lantang untuk sebuah handheld, tapi kami merasa vokalnya terlalu dominan ya. Jadi suara lainnya agak terpendam di sini. Mid-nya nih yang kencang di sini. Oke, sekarang kita lihat konektor dan tombol. Bagian atas kita bisa menemukan satu buah konektor USB 4 type C ya yang 40 Gbps. Lalu di sebelahnya terdapat tombol shortcut yang dapat digunakan untuk mengubah mode performa. Kemudian ada tombol volume up dan volume down. Lalu ada tombol power di sini. Nah, di bagian bawah kita bisa menemukan satu buah slot micro SD card. Ada audio jack combo 3,5 mm, dan ada satu lagi konektor USB 4 type C 40 Gbps juga. Nah, karena yang satu ini sudah punya dua konektor USB type C, kita bisa langsung sambungkan monitor sambil nge-charge tanpa perlu adaptor-adaptor tambahan. Sekarang marilah kita lihat tombol controller dan joystick-nya, ya. Nah, untuk Nitro BL 7 ini memiliki tombol dan layout controller standar Xbox layaknya handheld PC lainnya. Seperti biasa, tombol share dan tombol Xbox itu enggak ada ya di sini. Lalu, letak tombol quick settings dan tombol software pendukung itu juga berbeda. Yang satu ini tombolnya ada di area bawah. Tapi ada satu tombol yang menarik di sini. Di sini kita bisa menemukan tombol untuk mengaktifkan onsreen keyboard. Ini tombol yang cukup penting ya, karena terkadang ada bug dari Windows yang membuat ons screen keyboard-nya tidak bisa keluar secara otomatis saat kita ingin mengetik di layar. Karena tombol ini masalah seperti tadi bisa kita atasi dengan mudah. Nah, untuk tombol-tombol fisiknya ini terasa clicky ya saat kita tekan ya, terutama tombol bumper kanan dan kirinya yang memiliki suara seperti klik pada mouse. Meski demikian, tombol terasa cukup solid saat kita sentuh dan tekan. Intinya masih cukup nyaman lah yang satu ini. Untuk joystick yang satu ini masih belum menggunakan effect. sayangnya ya. Lalu perlu diperhatikan bahwa di unit yang satu ini kami tidak bisa mengendalikan kursor Windows dengan joystick dan tidak tersedia menu untuk mengubah mode controller dari desktop ke controller. Dan sayangnya yang satu ini memang masih belum dilengkapi dengan tombol makro yang biasa terletak di bagian belakang perangkat. Nah, untuk sistem keamanan Nitro Blaze 7 dilengkapi dengan sensor fingerprint yang sudah terintegrasi dengan tombol power dan ini udah support Windows Hello juga. Untuk pendinginan meskipun terlihat seperti punya dua lubang intake di bagian belakang, sebenarnya kipas perangkat ini cuma ada satu ya. Ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas. Oke, untuk software pendukung Nitro BL 7 itu punya software pendukung yang disebut Acer Game Space. Sayangnya saat kami pertama kali menyalakan perangkat ini, software yang satu ini tidak terinstal secara default. Saat kami menguji software-nya juga agak sulit untuk di-download ya. Kami baru mendapatkan software ini setelah menghubungi pihak Acer. Tapi seharusnya kalau dia sudah disebar luaskan ke mana-mana, software ini harusnya lebih mudah untuk diperoleh. Nah, di sini terdapat tombol Nitro yang dapat digunakan sebagai shortcut untuk membuka software yang satu ini. Untuk fiturnya tergolong simpel. Di sini kita bisa menemukan game library dan game platform untuk mengakses cepat berbagai game dan game launcher yang sudah kita instal. Berikutnya ada menu game highlights di mana kita bisa melihat highlight gameplay yang di-share pada forum Acer. Lalu ada menu game assistant yang bisa kita gunakan untuk mengakses customisasi cross hair dari software ini dan ukuran scope. Sayangnya untuk yang satu ini masih belum berfungsi saat kami coba. Kemudian ada menu screenshot yang menampilkan berbagai screenshot yang kita ambil. Lalu ada menu skenario profile di mana kita bisa mengubah profil skenario, mode performa, refresh rate, dan mode audio. Sekali lagi agak disayangkan karena saat kita ubah mode performa lewat software 1 ini, mode performanya belum berubah. Mungkin karena software-nya masih versi awal pada saat kami menguji ya. Nah, sebagai alternatif kita bisa gunakan tombol performa di atas perangkat atau melalui menu quick setting. Secara keseluruhan kami masih merasa bahwa software 1 ini belum matang sepenuhnya ya. Masih bisa diperbaiki lagi mengingat navigasi menunya sudah terasa nyaman saynya fiturnya nih masih harus dipoles lagi. Berikutnya kita bahas quick settings dari Nitro Blaze yang dapat diakses dengan tombol quick yang terletak di bawah tombol keyboard. Di sini kita dapat mengakses banyak pengaturan penting seperti volume, brightness, mode performa, skenario profil, performance monitor, keyboard, FPS limiter, dan masih banyak lagi. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya ya. Untuk pengaturan performa terdapat tiga mode yang dapat diubah melalui quick settings atau tombol mode performa di atas. Optinya ada tiga nih, ada silent atau quiet, lalu ada balance, dan ada performance. Sekarang mari kita lihat konsistensi performanya saat kita jalankan Sanderbch R23 stability test selama 30 menit. Pertama kita tes saat dicolok ke charger dulu ya. Untuk skor maksimal di mode performance ada di 14.069 poin. Di mode balance ada di 11.682 poin. Sementara di mode silent ada di 7.504 poin. Sedangkan untuk skor yang bisa dipertahankan di mode performance ada di 13.700 sampai 14.000 poin. Di mode balance ada di kisaran 11.500 sampai 11.600 1600 poin. Sementara di mode silent dia berada di 7.400 sampai 7.500 poin. Ini cukup menarik ya karena skor tertingginya itu bukan ada di run yang pertama dan terlihat dari grafiknya bahwa skornya tuh sangat konsisten. Minim gejala throtling di ketiga mode performanya. Oke, sekarang mari kita coba kalau tidak nyolok ke charger. Nah, di mode performance kita lihat angkanya ada di 13.600 hingga 13.800 poin. Sementara di mode balance itu ada di kisaran 11.400-an 400-an poin. Di mode silent itu ada di 7.300-an poin. Terlihat bahwa skornya terlihat sangat mirip dengan saat kita pakai charger tadi. Bagus ya, karena perangkat seperti ini akan e sangat sering dimainkan tanpa colok ke charger harusnya. Nah, sekarang kita masuk ke pengujian berikutnya. Karena ini adalah handheld gaming PC, kita akan mulai dari gaming dan 3D Mark terlebih dahulu. Graphic skor ya. Pertama-tama kita tes dengan kondisi colok ke charger dulu. Di mode performance kita dapat di 3.190 poin. Di mode balance kita dapat 3.002 poin. Di mode silent kita dapat 1656 poin. Lalu kita tes kalau pakai baterai aja ya, enggak nyolok ke charger. Di mode performance kita dapat 3.119 poin. Di mode balance di 2.934 poin. Sementara di mode silent ada di 1641 poin. Lagi-lagi skornya terlihat sangat mirip dan konsisten saat dicolok charger maupun tanpa charger. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat kita jalankan. Sb R23. selama setengah jam. CPU itu ada di kisaran 76 sampai 82 derajat Celcius. Masih lumayan aman di sini. Nah, selain menggunakan 3m Spike, kita juga akan bandingkan performanya dengan benchmark internal dari Cyberpunk 2077. Nah, untuk skenario benchmark internal ini berbeda ya dengan skenario yang biasa kita lakukan pada saat kita nguji laptop. Kita menggunakan setting 1080p low dengan AMD FSR di performance dan hasilnya saat dicolok ke charger di mode performance itu rata-rata frame rate-nya ada di 65 fps. Di mode balance itu rata-ratanya 60 fps. Di mode silent rata-ratanya ada di 28 fps. Nah, sekarang kita cabut chargernya dan kita lihat lagi. Di mode performance rata-rata frame rate tadi di 64 fps. Di balance itu rata-rata di 60 fps. Sementara di mode silent rata-rata 28 fps. Lagi-lagi ini menarik ya karena performa gamingnya terlihat sangat mirip antara dicolok ke charger maupun tanpa dicolok ke charger. Selain menggunakan benchmark internal, kita juga akan coba tes gaming dengan game lain seperti biasanya. Untuk pengujian ini kita akan tes di dua skenario. Scenario pertama itu mode performance dengan kondisi tercolok ke charger. Nah, untuk scan ini kita akan mainkan game-nya di resolusi full HD ya. Lalu ada scenario kedua dengan mode silent di kondisi tanpa charger. Untuk scenario ini kita akan main game-nya di resolusi 720p. Ini adalah simulasi kalau kita mau jalan-jalan. dan main game ya supaya baterai tetap irit. Nah, hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat kita mainkan Assassin's Creed Mirage ya. 30 menit kita mainkan SU CP di kisaran 67 sampai 69 derajat Celcius saja. Adem ternyata ya. Nah, untuk suhu permukaan body di depan titik terpanasnya ada di area atas kiri dekat lubang pembuangan udara yang mencapai 50 derajat celcius. Tapi wajar ini kan di dekat lubang ekha ya, ini emang tempat pelepasan panas dan saat digunakan tangan kita kan enggak akan nyentuh area sini juga. Nah, untuk area controller suhunya aman di bawah 31 derajat celcius. Lalu area layar itu suhunya dikisaran 37 sampai 43 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan body belakang, hampir seluruh area permukaan body belakang itu punya suhu di bawah 35 derajat Celcius. Titik terpanas di atas dekat lubang pembuangan udara itu mencapai 43 derajat Celcius. Lagi-lagi ini adalah hal yang wajar. Oke, sekarang kita tes dong. Ini kan PC juga ya. Jadi kita coba untuk content creation untuk Adobe Premiere Prosisi 2025. Kita pakai video yang e 2 menit 7 detik seperti biasanya. Untuk 4K60 video exporting software only onnya dalam waktu 9 menit 10 detik. Sementara kalau pakai GPation selesai dalam waktu 4 menit 49 detik. Wah, sepertinya kalau kita pakai 30 fps kencang juga nih harusnya ya. Sayang kita tes pakai 60 tadi ya. Untuk 1080p 60 fps video exporting. Software only 1 menit 32 detik dengan GPS-nya 1 menit 18 detik. Wuh mantap ya. Nah untuk su kerja pada saat melakukan 4K video export dengan Open CL suusip itu ada di bawah 70 derajat celcius. Oke lanjut ke Davinci Resolve 19.1 ya. Software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Kita masih pakai video yang sama, durasinya sama 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video export butuh waktu 8 menit 17 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps video export dia di 2 menit 21 detik. Nah, ini udah mantap banget. Nah, suya pada saat melakukan 4K video exporting itu CPU ada di bawah 73 derajat Celcius. Lagi-lagi aman. Oke, kita lanjut untuk storage test-nya ya. Untuk kecepatan baca ada 3.494 MB/ dan tulisnya di 1682 MB/. Ini memang bukan seperti kecepatan SSI PCI Gen 4 yang biasa kami uji dan lebih mirip ke PCI Gen 3 sebetulnya. Tapi sebetulnya kecepatan ini masih jauh lebih cepat dibandingkan hardisk dan SATA SSD ya. Jadi ya enggak masalahlah, masih kencang juga. Oke, sekarang kita uji daya tahan baterainya ya. Eh, kita set brightest 150 nit, volume 25% dan refresh-nya tetap di default-nya 144 Hz dan mode performanya kita taruh di balance. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p, baterai bisa bertahan 13 jam 30 menit. Ini cukup awet ya untuk sebuah handheld dengan prosesor sekencang ini. Tentunya kita enggak cuma tes video playback, kita juga tes main game ya. Nah, brightness volume dan refresh-nya tetap sama. Tapi mode performance sekarang kita ubah dulu ke performance. Kita mainkan Cyberpunk dengan setting 1080p low FSR3 di performance selama 30 menit. Hasilnya baterai berkurang sekitar 43%. Jadi masih ada sisa 57% lagi. Jadi artinya kita harusnya masih bisalah mainin game ini selama 1 jam lebih dikit ya kalau kita pakai settingan seperti ini. Tapi tentunya kita mau lebih hemat lagi. Masa cuma 1 jam. Nah, masih dengan game yang sama Cyberpunk sekarang kita turunkan resolusinya ke 720p. Mode performa kita ubah ke silent dan kita ubah refresh layar ke 60 Hz. Hasilnya selama setengah jam bermain game baterai berkurang sebesar hanya 15%. Jadi baterai tersisa 85% setelah main game setengah jam. Menarik ya. Jadi dengan konfigurasi seperti ini, kita bisa main game yang berat satu ini hingga 3 jam 15 menit sampai baterainya habis. Menariknya, Nitro BL 7 ini masih bisa menjalankan Cyberpunk dengan cukup lumayan lah ya, lumayan nyamanlah di mode silent seperti yang kita uji tadi ya. Jadi kalau memang butuhnya baterai yang lebih awet, mungkin kita bisa ubah mode performance-nya ke silent, turunkan resolusi ke 720p dan ubah refresh rate ke 60 Hz. Oke, sekarang kita tes untuk charging-nya ya. Selama setengah jam pertama terisi 32%. Sementara dari kosong sampai penuh 100% itu butuh waktu 2 jam 50 menit. Ini durasinya agak tergolong lama ya untuk sebuah handhealth gaming sebetulnya. Nah, pasti ada yang nanya harganya berapa, Bang? Nah, karena saat video ini dibuat, handhal health ini belum dijual secara resmi atau belum dijual secara resmi terbuka di Indonesia. Kita akan jelaskan bagaimana cara mendapatkan Nitro Blaze 7 dengan gratis dan secara resmi di Indonesia ya. Nah, gini. Setiap pembelian produk Acer laptop gaming Acer Predator Helios Neo 14, Predator Helios Neo 16, Predator desktop dengan RTX 4060 atau di atasnya, dan monitor gaming Predator dengan garansi resmi dari Acer Indonesia. Ya, kalian akan berkesempatan untuk mendapatkan Nitro Blaze 7 secara gratis. Kalian hanya cukup membuat video unboxing produk yang sudah dibeli dan upload ke TikTok dan mention ke @predatoraming Indonesia. ya. Jangan lupa gunakan hashtag-nya #Acer, #pator gaming Indonesia dan #worryfree be happy di caption-nya. Nah, kalau sudah kalian bisa daftar dan isi formulir melalui link yang ada di deskripsi dengan lengkap dan akurat ya isinya ya. Ya, nih linknya nih nih lihatin di sini ya. Nanti kita taruh juga dalam deskripsi tentunya ya. Nah, setelah mendaftar cek email untuk proses verifikasi data. Jika kalian terpilih sebagai pemenang Nitro Blaz 7 akan ada email lanjutan untuk konfirmasi pemenang. Sayembar ini berlaku dari tanggal 8 Januari 2025 hingga 31 Juli 2025. Jadi kalau ada yang kemarin udah beli produk-produk di atas dan belum daftar, langsung aja daftar sekarang bisa tuh masih sempat ya. Oke lebih lanjut serta syarat dan ketentuan bisa kalian langsung cek dalam link yang tersedia di dalam kolom deskripsi. Cek cek cek dalam deskripsi ya soalnya ini benda yang tidak bisa dibeli. Ya, kita langsung aja masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan sekarang ya. Pertama-tama, RAM-nya itu masih 16 GB dan onboard. Jadi, ini gak bisa di-upgrade, ya. Lalu, desainnya ini gaming banget. Mungkin perlu diperhatikan kalau kalian memang kurang suka dengan desain seperti ini. Tapi kalau emang suka, sepertinya tidak ada handle lain yang punya desain gaming setegas ini, ya. Kemudian tidak ada atau tidak tersedia tombol makro yang biasa ada di bagian belakang perangkat. Lalu durasi charging ini tergolong agak lama. Dan yang terakhir, software pendukungnya nih ya, Acer Game Space ini masih terasa belum matang untuk dirilis ke publik ya. Sofware ini juga belum keinstal secara default di perangkatnya pada saat kami menguji. Tapi gak tahu ya setelah bulan Juli mungkin sudah ada. Nah, dari sini menariknya dimensi dan bobotnya tergolong mungil untuk sebuah handheld konsol PC dengan OS Windows. Lalu performanya super kencang karena pakai Ryzen 78840 HS. Punya 8 core 16 thre. IGP-nya juga kencang. Apalagi kalau dibandingkan dengan prosesor AMD yang menggunakan arsitektur Zen 3. SSD-nya ukurannya 2280. Jadi kalau mau upgrade gampang nih nyarinya nih ya. Layarnya IPS 7 inch, resolusi full HD 144 Hz udah pas buat sebuah handheld gaming. Layarnya juga udah 100% sRGB dan mendukung touch screen pula. Suhunya tergolong sangat rendah dan aman di sini. Ini asik nih ya. Jadi bakal tetap nyaman saat main game lama di handheld yang satu ini. Lalu dia punya dua buah korektor USB type C bisa langsung dipasang ke monitor atau aksesoris tambahan sambil nge-charge tanpa perlu adaptor-adaptor tambahan lainnya. Lalu performa baterai juga terkolang bagus untuk sebuah handheld PC gaming yang menggunakan OS Windows. Dan dia bisa digunakan likenya sebuah PC desktop biasa. Cukup pasang monitor, keyboard, dan mouse. Dan kita langsung bisa menyulap si Nitro Blaz 7 ini jadi sebuah PC desktop. Bisa banget ingat, performanya kan kencang, ya. Kemudian, karena ini menggunakan OS Windows, jadi kita bisa instal game PC dari mana pun ya, enggak harus dari satu game store doang, tahu dong yang mana. Lalu dia sudah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.3 juga. Terlepas dari kekurangannya yang sebagian mungkin muncul karena kita ngetesnya masih terlalu dini ya. Nah, ET Nitro BL 7 ini memang menawarkan performa yang sangat kencang. Bukan hanya performa yang kencang, tapi suhunya juga adem nih. Selain itu, baterai hand yang satu ini juga tergolong awet. Jadi, kalau kalian memang tertarik banget dengan handeld yang satu ini, hmm rasanya kalian harus langsung ikutan saimara dari Acer. Saya D Irfan Jaka TV.
