Handheld Gaming Terancam ? HP Poco X8 Pro Max bisa Main Game PC ?! (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini ini adalah Poco X Pro Max HP 6 jutaan anomali yang kalau misalkan kalian lihat ada barangnya dan harganya masih Rp6 juta. Udahlah ya enggak usah mikir kalian beli aja karena pesaingnya masih ngebadut semua. Di video pertama kemarin kita udah ngelakuin dia unboxing sambil tes game performa dan juga suhunya. Kita main game selama 30 menit di hampir semua game itu masih aman. Di video kedua kita pakai dia seharian untuk ngebuktiin baterainya 8.000. 1500 mz. Apakah beneran bukan gimik? Dan dari jam 10.00 pagi sampai jam .00 malam sisa sekitar 36%. Jadi emang beneran awet. Nah, di video ini kita bakalan siksa dia lagi. Kita bakal jadiin dia sebagai emulator tapi kita pakai akun skin kita sendiri ya. Yang berarti game-nya itu kita beli bukan bajak. Masa 2026 masih ngebajak sih bisa beli PC mahal-mahal tapi game-nya bajakan kan malu ya. Ibaratnya kalian selalu ngritik pengadaannya MBG, tapi kalian melakukan hal itu sendiri. Jadi kayak nafak kalau kata orang Jawa. What the? Di video kali ini sebenarnya kita bukan kayak nih smartphone udah bisa nyaingin handeld gitu, enggak. Kita cuman pengen tahu performanya si Poco X8 Pro Max dengan diamond City 9500s ini sejauh apa. Jadi, gimana dia kalau misalkan kita paksa untuk main game yang sebenarnya bukan kodratnya dia? Kita coba main game Triple A game PC. Langsung aja kita bahas. Kalau kita lihat teknologi handheld gaming dan pasar handheld gaming di Indonesia itu udah mulai banyak ya. beberapa vendor kayak MSI, Asus, Lenovo itu juga udah mulai bikin handheld gaming. Cuman yang menarik kalau kita lihat juga banyak vendor-vendor yang bikin aksesoris handheld buat si HP. Contohnya kayak ini. Ini mereknya apa saya lupa lagi. Razer aja. Nah, ini mereknya Razer. Dan sebenarnya kalau video ini kalian kira perbandingan antara handheld gaming dan smartphone yang dibikin handheld beda sih ya. Kita cuman pengen tahu aja performanya HP sejauh mana kalau dibikin fitur handheld gaming. Karena dibanding tahun-tahun lalu kayak emulatornya Win Lator itu kan selalu dihujat ya. Karena 5 FPS saja para pengguna WinLator itu udah senang banget. Nah, sekarang software dan juga hardware-nya udah meningkat dibandingkan itu. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ya, karena dua faktor utama sih. Pertama software. Jadi, sekarang ada aplikasi-aplikasi yang buat ngemulasi itu enak banget. Enggak perlu step-step yang ribet. Terus yang kedua jelas hardware. Hardware-nya dari HP ini semakin tahun semakin bagus. Bahkan saking kencangnya bisa digunain untuk main game triple A dengan cara emulasi. Nah, dua combo antara software dan hardbare ini bisa dibilang mungkin ke depan bakal menyaingi handheld gaming. Tapi kalau sekarang sih belum. Oke deh, jadi langsung aja kita coba emulasi si Poco X8 Pro Max ini pakai software yang ternyata ini software lama tapi sekarang kayak terasa lebih menyenangkan. Namanya itu Game Hub. Kalau dulu nginstal emulator di HP itu stepnya panjang banget. Harus instal ini, itulah driver lah, ribet. Sekarang dengan GameHub ini lebih mudah. Jadi kalau pakai aplikasi ini ya kalian cuma tinggal instal satu aplikasi ini aja. aplikasinya udah bisa dipakai buat link HP ke PC atau PlayStation Plus include emulator yang kita cuma tinggal pakai aja tanpa instal-install lagi. Dan cara pakainya juga gampang. Kalau dibanding dengan handheld gaming, handheld gaming itu kan enggak bisa dipakai WhatsApp, video call, kerja. Tapi kalau HP kalian beli yang performanya kencang, mungkin kalian tinggal tambah aksesoris saja sekitar Rp200.000 untuk controller. Kalau ini mahal ya punyanya Razer. Tapi banyak kok yang Rp200.000 yang ODM, yang bagus-bagus itu banyak. Dan sama satu lagi ya game-nya. game-nya saya saranin sih yang berbayar. Wajib sih berbayar ya. Karena kalau ngebajak itu selain dosa juga malu-maluin karena kadang developer yang terkenal itu enggak mau masuk ke Indo karena di Indo itu terkenal banget dengan versi tadinya. Kalau secara spesifikasi kalian udah pada tahulah ya si Poco X8 Pro Max ini kan pakai Diamond City 9500s. Yang skor anutunya itu tembus di 2,5 juta. RAM-nya 12 GB, storage-nya 512 GB. Nah, karena Diam City, GPU di Dimens City ini arsitekturnya beda sama si Snapdragon si Naga. Efeknya, beberapa game berat yang butuh GPU tinggi kayak Resident Evil 9 atau Cyberpunk, HP ini enggak support, enggak bisa dibuka. Kalau pengin lebih bebas mainnya, saya saranin sih ya pakainya itu Snapdragon 8 ke atas lah. Kalau kalian pengin tahu, kalian bisa cek aja channel-nya Ukemudin ya. dia udah ngebahas PU F8 yang pakai Snapdragon 8 series itu lebih lancar dibandingkan Diamond City 9500S di X8 Pro Max. Nah, kalau untuk yang kita tes ini game-nya yang bisa digunakan walaupun kadang ada starter itu di game GTA 5. Dan kita tes di kondisi yang berbeda kayak resolusinya kita turunin di 800 * 600 average-nya dapat 30 dropnya tapi kadang bisa sampai 11 FPS. Nah, kalau full HD average-nya itu udah di bawah 30 di 29 FPS drop-dropnya 6 fps ya. Kalau kita lihat FPS-nya memang enggak playable atau enggak enak untuk dimainin. Dan untuk saat ini sih experience paling nyaman ya main game di PC karena vibe-nya udah beda ya dengan layar yang lebih gede dengan keyboard dan mouse itu kayak seolah-olah kita masuk ke game-nya. Kalau ini ya harusnya game-game yang kayak mobile ya kayak Legend of Zelda gitu lebih nyaman sih kalau dipakai di handheld kayak gini. Dan perlu diingat itu tadi metodenya kita enggak pakai steamlink ya. Yang steamlink itu kan ya PC-nya nyala terus kita linkin ke HP. Kalau itu kan bukan performa asli HP-nya. itu cuman mengandalkan koneksi internet. Kalau ini beneran game GTA 5-nya itu ada di HP. Kita instal di sini, kita emulasi. Ya memang dia enggak yang playable, tapi memang cara kerjanya emulator itu bikin dia kerjanya doble. Analoginya kayak kalian disuruh baca dokumen, tapi dokumennya itu di bahasa Mandarin atau bahasa Inggris, terus akhirnya diemulasi dulu atau diranslate dulu ke bahasa Indonesia. Jadi secara prosesor atau secara cara kerja dia itu kerjanya dua kali. Translate dulu sampai akhirnya harus ngebaca. Analogi sederhananya kira-kira kayak gitulah. Karena game PC itu arsitekturnya kan X86, sedangkan chipset HP itu arsitekturnya ARM. Kedua arsitektur ini cara kerjanya beda. Jadi HP bukan cuma disuruh ngrender game, tapi dia juga harus nerjemahin instruksi CPU dari X86 ke R. Terus nanggung juga kayak layer kompabilitas grafis baru ng-render game-nya. Semua itu dilakuin sekaligus secara real time. Nah, ini kalau di kondisi laptop-laptop Snapdragon itu biasanya dibalik. Jadi, Snap Snapdragon itu chipset ARM tapi dia menjalankan program X86. Jadi, itu kenapa banyak laptop Snapdragon yang kurang optimal kalau ngejalanin aplikasi Windows yang basisnya X86 karena harus diemulasi dulu. Jadi, masalahnya sebenarnya yang utama ya itu di efisiensi software, di optimalisasi software-nya. Nah, sekarang sih game HP ini udah oke banget. ke depan, mungkin setahun atau 2 tahun ke depan ketika dia udah bisa mengefisiensi software-nya, bukan enggak mungkin handheld untuk versi smartphone itu udah bisa dijalankan dengan nyaman. Nah, di luar FPS game dan cara emulatornya ternyata ada hal yang menurut saya ke depan kalau misalkan HP itu baterainya bisa sampai 8.500 kayak Poco X8 Pro Max ini ya baterainya itu lebih bisa bersaing dibandingkan handheld. Karena contohnya kayak kita main game GTA 5 tadi selama 30 menit, baterainya itu berkurang cuma 11%. Kalau kita ngitung kasar ya 30 menit cuma 11% kita sampling. Artinya kita bisa main game GT5 ini sekitar 4 jam. Kalau handheld gaming biasanya rata-rata itu cuman sekitar 2 jam lah. Mirip-mirip sama kayak laptop gaming. Selain baterai, layar dari HP menurut saya juga bisa jadi potensi untuk bisa nyaingin handheld gaming. Karena HP hampir semua HP lah ya, bukan Poco X8 Pro Max saja. Rata-rata udah punya 120 Hz. Bisa dibilang wadah buat nampung potensi visual cakepnya itu udah ada. Cuma tinggal optimasi software aja biar lebih lancar dan bisa setting resolusi tinggi biar tampilannya lebih cakep. Siapa tahu nanti di HP itu udah ada kayak multifame generation juga. Wah, bakalan lebih cakep ya. FPS-nya bisa lebih tinggi. Tapi yang jadi masalah kalau kita main game emulasi terutama di HP bukan soal baterai, soal layar, tapi soal suhu. Karena gimanapun HP sistem coolingnya enggak akan lebih baik dibandingkan handheld ataupun laptop gaming. Karena ruang untuk naruh cooling system itu lebih terbatas di HP. Tapi enggak, kalau dibilang enggak mungkin enggak juga ya. Karena beberapa HP udah punya liquid cooling juga, ada yang ada kipasnya juga. Jadi kalau dibilang enggak mungkin sih enggak, tapi belum di situ poinnya untuk nyaingin H gaming, terutama di bagian suku. Karena pas main game GTA tadi sekitar 30 menit untuk frame-nya itu kerasa panas banget bagian pinggir ya. Tapi sayangnya si Yansa yang bikin script ini dia enggak nge-fleir bagian frame-nya cuman bagian belakang. Kalau bagian belakangnya sih aman di sekitar 41 derajat celcius tapi frame-nya itu kerasa panasnya itu mulai ngeganggu. Kalau kita lihat dari hasil tes emulatornya, potensi untuk smartphone jadi handheld gaming, terutama di Poco ya. Poco itu kan selalu jual performa. Kayaknya satu atau 2 tahun ke depan bisa deh. Apalagi mungkin ke depan harga RAM dan juga harga chipset udah mulai turun. Beberapa tahun lalu saya sempat nyoba emulator PC juga, tapi cuma bisa ngejalanin game ringan dan masih patah-patah. Sekarang dia udah bisa buat main game triple A meskipun harus resolusi rendah dan beberapa scene ada patah-patahnya. Mungkin next video kita coba pakai HP yang pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 ya. Kita coba lihat gimana performa emulatornya. Dan kalau kita lihat perusahaan sekelas valve aja udah ikut turun tangan buat ngembangin layer translasi X86 ke ARM lewat project F yang berarti kan mereka juga sadar kalau ini emang punya potensi gede. Artinya memang kalau dilihat sekarang dari angka FPS dari sisi layar memang masih burik ya, belum sebagus handheld. Tapi saya rasa mungkin setahun atau 2 tahun ke depan masalah ini bisa terselesaikan. Dan mungkin saran saya buat produsen handheld gaming mulai harus ada kayak semacam waspada lah ya. Karena bayangin aja kalau misalkan HP udah bisa handheld gaming mulus. Handhell gaming buat apa pengalamannya? Karena layarnya sama-sama ya gap-nya layar dari 8 inch ke 6 inch itu atau 10 inch ke 6 inch itu enggak terlalu gede. Lenovo udah mulai tuh konsep. Ada Lenovo yoga type namanya yang handheld bisa dilipat. Nah, kalau misalkan handheld-nya itu gak ada inovasi, saya rasa bakalan stuck di situ karena saingannya udah ada di depan mata. Okelah, jadi itu tadi adalah eksperimen kita pakai Poco X8 Pro Max dijadiin emulator untuk main game Triple A GTA 5. Walaupun kayak Resident Evil dan Cyberpunk dia belum kuat ya. Diamond City ini mungkin memang drivernya lebih oke di Snapdragon karena udah terbukti di videonya Okimudin yang bahas puku F8. Nah, tapi poinnya bukan di situ sih. Poinnya ya dengan harga R jutaan kalian performanya bisa hampir bisa digunain untuk main game Triple A. Jadi poinnya vendor-vendor handheld gaming harus lebih berhati-hati sih. Tapi kemungkinannya kapan untuk bisa smartphone ituyaingin handle gaming? Kayaknya enggak mungkin dalam waktu dekat sih, mungkin setahun atau 2 tahun ke depan karena masih butuh optimalisasi software dan juga hardware. Karena bayangin aja kalau misalkan ada vendor contohnya Poco, dia kerja sama dengan GameHub. Jadi dia memang benar-benar kerja sama untuk mengoptimalkan performa pokonya di game hub tadi. Wah itu sih bakalan lebih pecah ya. Mungkin itu bisa saran deh buat HP gaming kalau misalkan mungkin Nubia bisa tuh untuk kerja sama sama GameHub untuk optimalisasi software. Karena kalau software dan hardware-nya udah cakep ya pasti bisa sih. Dan kalau kita main Foku X8-nya yaitu tadi kesimpulan di awal Rp jutaan kalau misalkan kalian dapat harga Rp6 juta udahlah gas aja ya. Karena bukan hanya game within wave, kalian main game Triple A di sini kayak GTA 5 aja masih bisa. Tapi kalau kalian pengen simpel aja sih ya steam link sih PC kalian nyala dilinkin di sini pakai koneksi internet. Tapi itu pakai Redmi pun juga bisa, gak harus pakai pukul. Mungkin itu sayye.
Video Lainnya
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
POCO X8 Pro Max mendadak jadi perbincangan hangat di pasar gadget setelah dua bulan perilisannya karena fenomena harga yang justru merangkak naik, sebuah anomali...
Membawa ponsel berspesifikasi garang ke dunia nyata selalu memicu rasa penasaran, terutama saat menguji baterai monster 8500 mAh milik POCO X8 Pro Max dalam...
POCO X8 Pro Max hadir menggebrak pasar dengan kapasitas baterai monster 8500 mAh dan performa paling kencang di kelasnya, namun di balik spesifikasi di atas kertas...
Fenomena HP "ghoib" kembali memicu rasa penasaran lewat POCO X8 Pro Max, sebuah perangkat yang langsung memikat perhatian berkat spesifikasinya yang di atas kertas...
Keriuhan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah lini terbaru POCO yang dibanderol di angka enam jutaan memicu perdebatan sengit akibat isu suhu ekstrem yang...
Persaingan ponsel di kelas harga 7 hingga 8 juta rupiah kini memasuki babak baru yang semakin membingungkan sekaligus menarik bagi konsumen. Pertarungan sengit...
Klaim baterai badak berkapasitas 8500mAh pada POCO X8 Pro Max jelas memicu skeptisisme di tengah tren ponsel modern yang sering kali mengorbankan efisiensi demi...
POCO kembali mengguncang pasar smartphone tanah air lewat gebrakan terbarunya yang menembus batas ekspektasi kelas menengah. Di saat harga komponen global sedang...
POCO kembali mengacak-acak pasar kelas menengah dengan meluncurkan POCO X8 Pro yang membawa spesifikasi ekstrem di harga empat jutaan kecil. Lewat performa chipset...
Kehadiran POCO X8 Pro Edisi Spesial Iron Man Avengers ini siap menggegerkan pasar smartphone kelas menengah dengan perpaduan performa impresif dan desain yang...
Langkah POCO yang kembali menggebrak pasar melalui POCO X8 Pro Global Version ini sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gadget. Berbekal paket...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Menanti suksesor salah satu lini ponsel paling fenomenal di kelas menengah selalu membawa ekspektasi tinggi sekaligus tanda tanya besar. Kali ini, sorotan tertuju...

















