Hands On Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Galaxy Tab S10 FE+ Resmi Indonesia (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Barengan sama Nobo. Ini dia dua tab terbarunya Samsung. Samsung Galaxy Tab S10 FA series. Ada yang tab S10 F biasa dan juga ada yang Tab S10 FA Plus. Harganya naik, performanya gimana dan apakah barangnya emang semenarik itu? Yuk, kita klik di hands on Samsung Galaxy Tab S10 FA series kali ini. Kalau patokan kita cuman harga doang, sebenarnya agak tergelitik ya. Karena emang tahun lalu Samsung Galaxy Tab S9 FE itu hadir mulai dari harga 6499. Sementara kali ini Samsung Galaxy Tab S10 F itu mulai hadir dari harga 799. Hal yang sama juga sama terjadi pas kita ngelihat yang taban Plus-nya di mana Samsung Galaxy Tab S9 Plus F itu tahun lalu mulai dari harga 8499 tapi kali ini itu hadir mulai dari harga 1099. Ada apa kok kenaikannya agak lumayan? Ternyata peningkatannya tidak bisa dibilang hanya main chipset aja. Cuman besaran RAM kali ini berbeda. Untuk Samsung Galaxy Tab S10 FE ini hadir dengan varian 8128. Dari yang tadinya ini hanya di varian 6128 aja. Sementara Samsung Galaxy Tab S10 F Plus ini hadir di varian 12256 dari yang tadinya hanya dari 8256. Plus enggak ketinggalan. Setiap pembelian Samsung Galaxy Tab S10 FA series juga sudah disertai dengan keyboard covernya yang paling baru. Tapi ada satu hal yang membuat gue tertarik ya begitu gue tahu Samsung Galaxy Tab S10 FE series ini bakal keluar ya itu adalah masalah chipset. Kedua device ini udah menggunakan chipset Exyos 1580. Salah satu chipset Exyos mid level yang menurut gue ini paling menarik buat dikulik karena powernya luar biasa. Di Samsung Galaxy A56 5G gua bisa ngedapetin angka benchmark R800.000an untuk yang varian 8256. Dan kali ini gua tes di Samsung Galaxy Tab S10 Plus, ternyata dia bisa mendapatkan skor AnTutu sampai dengan angka Rp900.000. Sementara untuk yang Samsung Galaxy Tab S10 FE yang biasa bukan yang Sheri Plus, ada di angka Rp800.000-an. Perbedaan ini tentu ya bisa dibilang wajar karena mengingat besaran RAM dan juga storage dari kedua device itu berbeda. Untuk experience megang-megang device-nya sendiri bisa dibilang kedua device ini rasanya lebih premium dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Karena secara ukuran ketipisan dia ini udah lebih slim dari 6,5 mili ke 6 mm. Untuk layarnya sendiri yang varian Tab S10 FA Plus ini juga udah ada peningkatan ya dari yang tadinya 12,4 inci menjadi 13,1 inci. Sementara yang Samsung Galaxy Tab S10 F ini besarannya masih sama. Jujur gue sih tertarik banget sama yang varian Tab S10 F karena alasan yang sangat simpel ya, portability. Untuk teknologi layar sendiri, kedua-duanya ini masih sama-sama memiliki refresh rate 90 Hz dengan tingkat brightness up to 800 nits. Satu hal yang gua harapkan sebenarnya untuk semua tabsung, terutama yang varian udah ada embel-embel S-nya, sebenarnya udah bisa merasakan yang namanya anti reflective screen, tapi ini belum ada. Semoga bisa jadi update-an untuk generasi berikutnya. Kedua device juga udah punya sertifikasi AP68 dan ada peningkatan kamera belakang. sekarang sudah menggunakan kamera 13 megpel. Untuk variannya sendiri, kedua device ini punya varian WiFi aja dan juga varian 5G. Dan untuk lo yang suka dengan varian 5G, dia ini udah punya double SIM. Yang satu SIM card-nya itu adalah physic dan satu lagi adalah eim. Terus juga udah support untuk memory card-nya itu sampai dengan 2 TB. Jujur aja emang tadi gua lebih banyak main-main dengan device-nya, ngerasain megang-megang dan juga benchmarking aja. Jadi untuk experience kayak editing, eh edit foto, video dan segala macamnya tentu gua harus nunggu sampai device-nya emang gua pegang agak lebih lama. Jadi bagian itu tidak akan dibahas di video kali ini. But, however, satu hal yang harus gue ucapkan dan gue senang banget karena Samsung mendengarkan keluhan-keluhan kita yang suka naruh atau ngetik pakai tablet di atas pangkuan itu adalah keyboard cover-nya yang baru. Ya, tentu beberapa orang merasa tidak hadirnya si trackpad di keyboard cover jadi sesuatu yang dipertanyakan. Tapi gua pribadi ya, dengan konsep bahwa ini tablet, gua lebih sering juga sebenarnya untuk mencet-mencet layar dibandingkan dengan pakai trackpad. Jadi, gua tidak masalah. Tentu bukan Samsung ya kalau misalnya ngeluarin produk baru tapi tidak ada so-called intelligent features. Yang pertama tentu adalah circle to search. Ya, kayaknya emang ini semua device sekarang udah harus ada ya. Yang dihlight selain circle to search untuk mencari-cari tentu juga adalah bagian translate-nya dan juga enggak ketinggalan homework assistance. Tadi gua sempat coba tuh ngebuka soal matematik yang susah banget, soal matematic SAT dan ternyata bisa ya dipecahkan dengan sangat baik. Sementara improvement satu laginya itu juga hadir di bagian aplikasi Samsung Notes. Jadi ya simpel lah hitung-hitungan matematik lu tulis tambah-tambahan kali-kalian dan segala macam. Samsung Notes ini akan memecahkan dengan sangat cepat dan enggak ketinggalan ada juga handwriting help. Lu bisa sebenarnya nulis agak acak-acakan nantinya akan minta diperbaiki oleh Samsung Notes agar lebih align, lebih lurus, dan lebih bisa dibaca tulisannya. Tentu agak prematur ya kalau gua bilang device ini bagus banget, gimana-gimana dan segala macamnya. Iya benar. Tapi kalau misalnya ML dalam in the market mencari satu buah tablet, sebenarnya Samsung Galaxy Tab S10 Fi ini bisa banget masuk dalam e daftar lo lah. Karena penawaran pembelian awalnya deh itu lagi menarik banget. Yang pas ini kayak sekarang sampai tanggal 11 kalau gua gak salah ya 11 Mei lu bisa beli tiket reservasi. Beli tiket reservasinya seharga 200.000 tapi lu bisa mendapatkan nanti diskon Samsung Galaxy Tab S10 FE series itu sebesar Rp1 juta. Jadi hitungannya udah lumayan tuh kayak lu beli voucher untuk ngedapetin ekstra diskon. Belum lagi juga ada ekstra cashback buat lo yang pengin trade in. Enggak ketinggalan untuk awal-awal kuota pembelian, lu juga ngedapetin yang namanya Samsung Premiere Service. Nah, ini konsepnya adalah dalam waktu 1 tahun kalau misalnya layar dari tablet lo itu pecah akan diganti free satu kali dan juga free pick up dan juga free delivery. Jadi hitungannya udah lumayan lah sebenarnya untuk lo yang ngincer tablet di awal pembelian ini untungnya lagi banyak ya. Tapi kan balik lagi ini adalah hands on enggak dalam satu buah spektrum yang gue bisa menjelaskan daily usage dan semua segala macam. Semoga ada rezekinya ya untuk gua bisa nyoba lebih banyak. Apa yang bikin lu tertarik dari device ini? Apa yang pengin lo pertanyakan? Apa yang lo pengin coba benar-benar di device ini? Tulis di kolom komentar. Yuk kita diskusi buat sekarang. Taufik n buuruh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bye.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...


















