Jungkat

Hape 120Hz, Ram 8GB, Bisa Genshin Impact ?! Advan Comeback di Per-Hapean !! (YouTube Video)

  • 06/06/2025

Advance comeback di pasar smartphone dan harganya sama-sama terjangkau kayak di laptop, tablet, dan juga konsolnya. Helio G100, terus layar 120 Hz 5000 mAh, RAM 8 GB, storage 128 GB di harga R1 jutaan aja. Dan saya udah cek di marketplace ya, saya ketikkan aja Helio G1 dan Advan X1 ini bakalan jadi yang paling terjangkau di antara Helio G100 yang lainnya. Buat yang belum tahu, Advan ini brand legendaris juga lah ya. karena dia awal-awal itu di tahun '99 dan beberapa waktu yang lalu kalau kita lihat Advan juga lagi semangat-semangatnya buat bikin laptop, tablet, konsol dan apapun lah yang harganya kemarin juga Alda all inin-one yang harganya itu super terjangkau kalau dibandingkan dengan brand-brand internasional. Nah, sebenarnya bukan HP pertama Advance sih si Advan X1 ini. Di tahun 2022 itu ada namanya Advance NASA Pro. Tapi kayaknya waktu itu enggak terlalu berhasil deh. Dan ini seharusnya sih mungkin bakalan berhasil karena dia harganya dia yang paling terjangkau. Tapi menurut saya ya Advance belum berani yang nyemplung banget gitu karena dia masih pakai atau masih ada di kelas entry level. Okelah langsung aja kita bahas Advance R jutaan ini kita dapat apa? Kalau secara desain sih dia mirip kayak Boba Fone ya. Sekarang banyak Android entry level yang udah berubah. Desainnya enggak boba. Tapi Advance telat sih. Jadi Advance masih menganut aliran boba. Nah, ini untuk smartphone-nya. Warnanya putih kayak gini. Tapi nanti ya kita coba lihat dulu di sini apakah ada paketan-paketan kuota gitu. Wah, sayangnya enggak ada. Jadi kita dapat adapter yang adapternya lumayan gede. 18 watt untuk harga entry level. Masih ok lah ya. Terus ada sim ejector juga yang diletakin di plastik kayak gini. Saya jadi ingat Infinix ya. Infinix itu juga dikasih di plastik obat kayak gitu. Terus ada kabel type A to type C kayak gini. Terus kita juga dapat softcease dan juga beberapa buku panduan tambahan. Dan udah itu aja. Dan ini adalah Advance X1-nya yang ya itu tadi menurut saya secara desain sih dia telat ya. Memang kalau 2 tahun lalu lah ya trennya itu kamera bobak di mana Android masih mengikuti iPhone. Tapi kalau sekarang sih saya lihat R jutaannya Android lain udah keluar dari zona boba. kena Advan masih pakai zona boba yang ya jadinya desainnya mainstream mungkin perbedaannya ya di back cover ya. Back covernya nih kalau kalian lihat dia kayak keramik atau granit gitu ya. Jadi enggak polos putih kesan mewahnya dapat dan dia permukaannya ini plastik tapi yang feel-nya itu kayak kaca. Secara build quality sih oke ya solid juga. Terus tombol-tombolnya tombol-tombolnya juga enak ditekan untuk kelas harganya. Terus di sini ada tombol power yang juga menjadi satu dengan fingerprint. Ini juga feel-nya enak. Bagian atasnya enggak ada apa-apa, cuman ada mikrofon. Di bagian kirinya ada SIM tray. Yang ini juga bisa untuk micro SD-nya. Dan masih ada audio jack, type C, speaker, dan juga mikrofon lagi. Okelah, jadi sekarang langsung aja kita coba nyalain, ya. Mungkin sambil kita coba nyalain karena ini agak berat ya, kita coba timbang. Dan untuk bobotnya dia ada di 206 gr. Wah. Weh, suaranya suara bootingnya lumayan sih. Cuman ya mungkin karena ini masih awal dari Advance ya. Jadi mungkin ke depan dia bakalan pakai silicon batery atau blue bateri. Mirip-mirip kayak Vivo atau HP-HP Cina lain. Di mana ketebalannya itu berkurang tapi baterainya bisa lebih gede. Tapi untuk kelas harga Rp1 jutaan sih udah oke. Sebenarnya jualan utamanya ya di bagian chipset, RAM dan juga layar yang udah 120 H. Oke, jadi HP-nya udah selesai kita instalasi dan kita aktifin. Wah, wallpaper-nya kayak pernah lihat di mana gitu ya? Kayak punyanya Uppo enggak sih? Punyanya Oppo juga kayak gini ya. iPhone juga mirip-mirip kayak gini ya. Dan untuk baselnya, wah sayangnya ya kelas entry level sih. Kelihatan banget dagunya ini tebal, terus sisi kanan kiri atasnya juga masih lumayan tebal. Tapi poin plus-nya dia enggak pakai water drop. Karena ada loh ya smartphone yang udah melalang buana harga entry level R jutaan udah dikritik terus-menerus tapi tetap aja pakai Water drop. Nah, Advance kayaknya enggak mau dihujat ya, makanya dia pakai punch hole kayak gini. Sekarang kita coba lihat untuk OS-nya. Karena saya penasaran dia ini pakai OS apa. Jadi untuk OS-nya dia pakai Dido OS. Wah, ini kayaknya fans-nya Cristiano Ronaldo. Jadi Dido OS. Nah, ini chipsetnya G100. RAM-nya 8 GB dengan expansion Android-nya sayangnya masih Android 14 ya. Harusnya sih out of the box karena ini udah 2025 udah pakai Android 15. Untuk storage dia ada di 128 GB dan ini udah keisi 68 GB karena saya sudah instal beberapa game untuk kita coba. Sekarang kita coba lihat OS-nya. Ini kalau dibilang ada bloodware ya bloodware bloodware bawaan aja sih. Kalau dibilang ada iklan juga enggak ada iklan. Jadi enggak ada aplikasi-aplikasi kayak pinjol, bloodware, bloodware sponsor, enggak ada adanya broadware bawaan dari smartphone-nya. Terus untuk Action Center karena Android 14 ya mirip-mirip aja sama Android 15 dan ya togel-togelnya juga cakep, bagus, terpisah dengan rapi. Notification juga rapi juga. Sekarang kita coba lihat untuk layarnya dulu ya. Untuk layarnya ini refresh rate 120 Hz dan panelnya dia enggak pakai AMOLED. Resolusinya ada di full HD plus ya pakai IPS. Jadi biasanya di randah harga segini itu XD Plus tapi Advance Plus-nya full HD plus dan juga refresh rang-nya udah 120 Hz yang bisa kita set di 60, 90 dan juga 120. Terus apalagi nih? ada charging animation, color remote temperatur dan kalau dipakai dark mode cakep ya. Icon-iconnya langsung kelihatan pas gitu. Walaupun sayangnya memang dia bukan AMOLED, jadi hitamnya itu enggak kelihatan yang hitam pekat, tapi masih okelah. Terus kita coba lihat ada apa lagi. Uh, special function. Coba lihat nih. Nah, ini beberapa fiturnya ya. Standar sih ya. Ada su refresh scate juga. Ini enggak perlu karena biasanya di developer option aja ada. Ada hidden apps. Wah, ini sih sukanya Yansa nih. Jadi kalau misalkan kita mau menyimpan aplikasi yang menurut kalian perlu disembunyikan, nah bisa pakai ini aja. Enggak perlu pakai trik-trik khusus atau third party. Di Advance udah disediain. Terus ada antif ya standar sih ya, anti piping. Nah, ini fitur-fitur yang seharusnya di Android udah enggak perlu dikasih tap lagi karena udah pasti ada gitu. Terus fitur-fitur lain kalau di settingnya ini standar sih ya, tapi untuk refresh ris-nya 120 Hz-nya kerasa sih kalau di home screen dan juga setting. Bentar, home screen-nya kita tes lagi. Iya sih ya walaupun ada agak sedikit lagy ya yang saya rasain, tapi untuk refresh rate-nya sih aman tuh. Wah, bentar, ini harus ada sinyal dulu. Wih. Wih. Jadi mulus dan aman. Sekarang kita coba lihat untuk layarnya. Kalau misalkan kita putar video, biasanya HP R jutaan itu kalau misalkan kita putar video terus kita tinggikan resolusinya misalkan di 1440P kayak gini dia biasanya nge-lag. Wah, tuh kan. Wah, ini kayaknya proses pindahnya deh. Coba kita lihat apakah ada nge-lag-nya. Aman sejauh ini ya. Cuma memang kalau digunain untuk karena saya terbiasa pakai layar yang baselnya tipis jadi awal-awal kayak keganggu gitu sama dagunya. Tapi untungnya ini psul nih. Dan aman sih enggak nge-lag. Awal-awal aja ketika switching dari 720p ke 1440p tadi. Dan untuk kualitas gambarnya cukup ok lah ya. Dilihat dari samping enggak ada perubahan warna yang cukup signifikan. Terus autoedate-nya juga responsif. Tapi speakernya dia cuma satu sih di bawah aja. Dan suaranya juga menurut saya suara speaker yang standar aja agak cempreng dikit. Jadi mungkin turunin aja volumenya di 80-an% lah ya. Tapi kalau untuk gambar gak ada masalah, enggak ada komplain. Cuman dagu aja nih. Tuh kayak ada pecahnya dikit gitu kalau volume mentok ya. Lanjut kita bahas kamera. Kameranya untuk ya main-nya langsung tertulis di sini nih 64 megap. Yang ini gimmik lah ya. Ini lensa bonus aja. Terus ada flash. Nah, main kameranya 64 megap. Dan selfie kamera yang pansul ini 8 megap. Kita cobain untuk selfie-nya dulu lah. Segige apa. Suara Shternya suara-suara HP 1 jutaan ya. Ini suara H1 jutaan tuh satnya gini coba bakalan dengerin ya. Tuh kayak ketatap apa gitu suaranya ya. Tapi kualitasnya cukup okelah untuk harga R1 jutaan. Dan untuk UI kameranya juga user friendly pasti langsung terbiasa lah. Terus coba kita lihat umornya di sini. Ini ada beberapa fitur, ada promote-nya juga, ada grup foto slow motion ya lumayan lengkap sih, tapi saya penasaran kita coba untuk foto yang 64 megapel ini ya. Coba kita foto agak jauh dan yap kita coba lihat untuk hasilnya. Wah, ada watermark-nya nih. Advan X1. Hasilnya sih lumayan lah ya untuk harga R1 jutaan. Detailnya masih cakep walaupun kalau kita zoom ada beberapa area yang terlihat. pixelated 64 megapel-nya. Tapi detail-detail transparannya terus ambient light-nya masih terlihat cakep sih. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Advance X1 di 1080p 30 fps ya. Dan kira-kira seperti ini kalau misalkan digunakan untuk jalan. Sebenarnya kalau kita ngomongin skin tone saya masih lumayan lah dengan kelas harganya yang R jutaan. Jadi ya memang agak puyeh puyeh itu bahasa Indonesianya apa ya? kayak agak memutih gitu skin tone saya, tapi enggak yang terlalu kayak kamera webcam yang biasanya di HP R jutaan gitu. Terus kalau kita mainin dynamic range juga tuh tembok sama langit langsung nyatu bisa ditouch enggak ya? Dan enggak bisa di-touch. Jadi dia fokusnya itu ke muka tapi bagian belakang dan mic range kureng. Terus kalau misalkan digunakan untuk jalan ya standarnya habis sejutaan. Jangan expect terlalu tinggi karena gempa ya wajar. Cuman kalau dibuat untuk ya sosmetan aja udah ok lah. Kamera belakangnya resolusinya gokil sih ini tapi kayaknya cuman native aja deh. Karena walaupun ini bisa 2k tapi kalau dilihat sama HP lain yang enggak ada klaim 2K 1080p tapi harganya Rp3 jutaan gitu kayak lebih detail di HP itu sih. Ini kayak natif aja 2K-nya. Jadi sama kayak Infinix lah, bisa 2K 30 FPS tapi 2K-nya itu 2K yang native kayak cuman di upsaling aja. Nah, kalau untuk detailnya kayak gini fokusnya lumayan lama. Nah, harus ditouch dulu baru nyangkut dia. Tapi kalau misalkan kita coba pindah ya. Jadi misal kita pindah dari sini ke sini. Ah, lumayan nyangkut tuh. Woi, fokus wei. Wei, harus di-touch dulu biar fokus ya. lumayan nyangkut sih dan ya memang karena harganya R1,6 juta lumayan aja lah ya. Terus kalau misalkan fokusnya nih tuh kan susah nih fokusnya nih. Tuh auto fokusnya tak ada tak ada tapi dia bisa di digital zoom dua kali dan auto exposure-nya ya. Tuh jadi harus nunggu berapa detik itu biar cahayanya bisa melewati lensanya. Jadi kayak ada auto exposure yang naik turun. Kita coba lagi di sini deh. Set. Iya. Kalau ini bisa ya. Kadang nyangkut-nyangkut sih. Lanjut kita bahas performanya. Saya udah nih kamu mau ikut syuting dari tadi di sini. Okelah ya, biarin lah ya. Lanjut kita bahas soal performa. Untuk performanya AnTuTu karena G100 ya dia tipical G100 jadi dia ada di R00.000an. Ih kucing saya jatuh. Eh, dia sih. Terus di Geig Bandch dia dapatnya single core di 700-an, multiore-nya di 2.000-an. Dan tadi juga udah sempat saya coba untuk main PUBG dan juga Mobile Legends. Tapi sebelum itu kita coba lihat multitouch ya. Karena biasanya BHP transing yang murah-murah R jutaan itu cuman sampai 5 touch. Ini kita coba. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Weh, dia bisa 10 nih. Udah support sama 10 multitouch. Dan untuk performa gaming-nya tadi udah saya coba ya untuk main Mobile Legends itu sekitar dua match. Nah, untuk FPS-nya nih kalian lihat bentar saya terangin brightness-nya. Dan untuk FPS-nya nih ya dia stabil di 60 fps. Ini dropnya ini bukan karena drop ini dia masuk ke lobi. Jadi drop lagi gitu satu match kelar lobi baru dia diabil di 60 fps lagi. Temperaturnya juga tergolong aman ya cuman 39,5 derajat celcius aja di bagian dalam temperaturnya. Terus ini main berapa menit nih? 23 menit 2 match. Terus tadi juga sudah saya coba untuk main PUBG Mobile. PUBG Mobile dia awalnya ketika setting default-nya itu better apa gitu settingannya ya. Jadi dia di 30 fps. Terus setelah saya otak-atik untuk better frame rate dia jadinya di 40 fps dan stabil juga. Terus temperaturnya lebih tinggi ketimbang Mobile Legends dengan 40-an derajat celcius. Tapi masih di skala yang aman sih. Dan barusan aja juga saya coba gensin impact ya biar durasinya enggak panjang. Gamepl-nya saya skip aja. Dan ini untuk hasilnya. J ini sebenarnya kalau misalkan pas saya lagi buka rensel dia bakalan turun ke sampai 30 fps. Jadi kalau kalian lihat charge yang 1 2 3 ini, ini bukan karena dia drop FPS sampai banget gitu, enggak. Ini saya main sekitar berapa menit nih? 17 menit. Tapi ketika saya buka map atau saya buka back itu dia bakalan turun di bawah sini nih. Nah, sebenarnya kalau dibilang dia playable atau enggak, saya coba main tadi sih masih playable. Tapi dengan catatan ya, kalau misalkan musuhnya lagi banyak, wah dia bisa drop sampai di 17an FPS. Tapi kalau untuk average, average-nya itu ada di 37-an FPS. Jadi kalau ditanya apakah dia bisa main game Gin Impact, jawabannya bisa, tapi kalian harus merelakan grafik game Gensin Impact yang ya harus di-etting di lowest sih. Karena kalau enggak lowest ya ngos-ngosan ini lowest saja kadang bisa turun di 17 FPS. Tapi kalau suhu relatif aman-aman aja di 40-an derajat celcius ya. Jadi itu aja unboxing dan juga hands on tipis-tipis dari Advance X1 yang harganya harga tepat Rp1 jutanya itu di Rp1,6 juta. Nanti pink pembilannya saya taruh di pojok kiri sini ya. Kesimpulannya sih kalau first impresi saya desain itu selera masing-masing ya subjektif. Tapi kalau saya pribadi saya enggak suka desain yang kayak gini karena terlihat terlalu iPhone dan karena dulu udah banyak yang pakai HP entry level tuh desainnya kayak gini semua jadi kayak enggak ada kesan signature advance-nya gitu. Tapi kalau kita ngomongin price to performance di kelas harga R jutaan, heliogi 100, RAM 8 GB, storage 128 GB masih bisa, layar 120 Hz, terus tampak depan juga masih punch hole walaupun beaselnya lumayan tebal. Jadi menurut saya Advance untuk tes-tes pasar setelah comeback dari Advance NASA Pro ini termasuk langkah yang tepat sih. Ya, kita dukung aja brand lokal. Kalau misalkan kalian tertarik dengan produknya ya silakan dibeli aja. Kalau enggak ya silakan skip aja. Tapi intinya sekarang transing di kelas harga R jutaan enggak sendirian. Karena biasanya kan kalau enggak Itel, Infinix Serry, Hot, Techno enggak pernah sih. Ya, dua inilah Itel, Redmi juga masuk kadang ya. Teeknochno ada Rp1.9 itu Tekno Techno Spark ya. Tekn Spark itu ada juga R1 juta sekian. Nah, sekarang ada saingan barunya nih dari brand Lotcal Advance. Tapi ke depan semoga aja enggak cuma masuk ke entry level, masuk ke midrange, terus advance semoga bisa bikin software ekosistem yang nyambung antara tablet konsole, terus all ininone-nya, laptopnya, sama smartphone-nya. Jadi enggak cuman jualan hardware aja. Karena sekarang saya lihat Transion Holding juga udah punya software yang cukup mumpuni untuk sharing file. Ya, semoga aja Advance bisa bikin software sendiri nantinya. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube