Jungkat

Hape 2 Jutaan yang paling AMBISIUS! | Infinix Hot 60 pro plus (YouTube Video)

  • 20/08/2025

Ini adalah Infinite Hot 60 Pro Plus HP 2 jutaan yang punya banyak fitur spesial mulai dari tebalnya yang cuma 5,9 mili fitur AI sampai dia bisa telepon dan chatan tanpa internet dan masih banyak lagi. Tapi kok bisa ya dia bikin HP R jutaan setipis ini? Kira-kira apa yang dikorbanin? Yuk, kita bahas. Oke, jadi ini baterai kita mau berangkat. Baterainya ada di 97%. Mari kita lihat dia kuat berapa lama. Satu harian kita bawa di Congcik. Oke, jadi jam 10. Kita harus kumpul di lobi. Oke, jadi Pak Aweng tadi nebak R5 juta, Pak. Ya, harganya, ya. Coba ini orang lokal driver kita. Cuman saya gak tahu bahasanya. kurang lebih 2000-an un berapa? 2000an yen sekitar 4 sampai 5 juta. Eh, Pak diproduksi di China tapi dijual Asia Tenggara. Jadi diperkirakan sama orang sini kurang lebih R juta 4 juta salah guys ya diperkirakan 4 juta. Oke berangkat sudah sampai di destinasi yang pertama namanya itu Dansu Old Street. Ini tempat apa, Pak? Dansu Old Street. Tempat apa? Tan. Tans lace tempat kota tua yang kota tua yang sudah dimodernisasi. Enggak tua dong berarti. Kota modern dong. Ini sudah lama lah. Kan sudah dimodernisasi. [Musik] Yang saya suka dari Infinix Hot 60 Pro Plus ini harganya di Rp juta kecil tapi dia punya bobot yang kecil juga 155 gr dengan dimensi ketebalan cuma 5,9 mm. Jadi enggak sampai 6 mili. Jadi kalau misalkan saya enggak bawa tas, tinggal dimasukin aja. Tuh enteng banget. Enak. Dan kalau saya taruh di sini celana saya itu enggak melorot-melorot gitu. Karena biasanya kalau misalkan saya pakai daily driver yang Pro Max kayak gini ya, terus saya taruh di sini, dia ngelihatan kelihatan belki ngeganjang kalau saya bikin lari celana saya tuh melorot. Nah, ini kalau misalkan kita bandingkan dengan S25H lebih tipis S25H sih sebenarnya ya karena S25H itu di 5,8 mili. Tapi kalau untuk bagian pinggirnya dia lebih tipis. Kenapa? Karena dia pakai layar yang 3D curve. Tapi kalau udah ke tengah gini lebih tebal Infinix sih. Cuman sebenarnya enggak Apple to Apple karena Samsung ini pakai Snapdragon 8 Elite kalau dia pakai Helio G200 di mana chipset Samsung lebih kencang jadi lebih menghasilkan panas. Tapi untuk kelas 2 jutaan bisa bikin tipis kayak gini. Kalau kalian ingat di video review Samsung ini saya bilang kayak gini. HP ke depan flagship bakalan trend setternya itu bakalan jadi HP tipis kayak gini. Panas banget tuh lihat udah berkeringat. Tapi enggak apa-apa karena ini experience mungkin sekali seumur hidup ya. Eh Ri, tes kekuatan yuk. Aduh nanti aja. L itu terakhir coba Rinya belum. Jadi ini lagi di sini kan ini saya kesok di sini misal saya lupa kedudukan di sini apakah dia patah. Kita coba ya. Ah patah enggak ya? Dan hasilnya ah enggak patah kok. Masih aman. Nanti kita tes lagi lah. Ini tes yang light dulu. Nanti levelnya kita naik-naikin. Wuh. Lihat guys, view-nya cakep banget. Ini bangunnya berapa tahun jembatannya? Jadi kita makan siang kali ini. Ini menunya nih. I dong. W. [Tepuk tangan] Oh ya. Dia juga punya fitur yang namanya social media assistant. Jadi caranya kalau kita pas teleponan WhatsApp, selide aja dari kanan nanti akan muncul banyak fitur mulai dari voice changer buat WhatsApp, call summary sampai translate pas video call ada juga. Dan teks translate-nya itu bakal muncul di layar. Jadi kalau misalkan nemu pacar di Ome TV, pacar dari Rusia atau Turki ya enggak malu-maluin lah ya. Paling enggak kita tahu dia ngomong apa ya. A Racer ada. Kemarin sempat saya coba di alun-alun Congcing yang banyak dan ramai orang hasilnya juga mulus. Mulusan ini ya daripada Apple Intelligence. Ada AI image extender yang buat nge-whtin lagi. Plus kalau menurut kalian fotonya itu kurang detail atau kurang tajam, tinggal pakai aja AI image sharpening. Ada AI gizi putri juga yang bisa mengubah. Ada AI gizi putri juga. Wah apalagi nih? Jadi ini adalah AI yang bisa mengubah muka kita. Gampangnya kayak muka saya deh. Lihat aja nih. Muka saya itu ibaratnya kayak habis operasi plastik. Enggak sih? Ada banyak sih AI-nya ya. Salah satunya ada AI wallpaper yang bisa bikin foto kita jadi kayak wallpaper semakin estetic. Plus ada AI sketch to draw juga. Jadi apa yang kita gambar langsung jadi gambar kayak di HP sebelah. Cuman HP sebelah itu harganya Rp2 juta ke atas. Kalau ini R juta aja udah ada sketch to draw-nya. AI buat kerja ada juga. Ada AI voice note yang kemarin juga sempat saya coba pas di toko obat Congcing. Ya, kalau dibilang akurat 100% sih enggak juga, tapi summary-nya udah benarlah. Soal transkripnya kadang masih ada beberapa kata yang meleset. Dan ngomongin soal AI banyak sih AI-nya. Kalian tinggal masuk aja ke bagian setting terus tap Infinix AI. Di situ ada banyak banget AI-nya. Pelajari aja satu-satu. Selain itu ada yang namanya ultra link Bluetooth. Wah ultra Link Bluetooth ini bahaya sih. Ini bikin perusahaan provider ketar-ketir karena kita bisa chat, bisa voice note, bisa telepon tanpa internet, tanpa kuota. Caranya dia pakai ultra link, dia pakai Bluetooth yang diklaim jaraknya itu bisa sampai 1,5 kilo. Dan kemarin sempat kita coba juga jaraknya ini videonya. Halo. Aman aman aman. Coba mundur terus. Mundur terus mundur terus. Udah gak kelihatan ngomong R. Ya, ini lagi nyobain Bluetooth call-nya Infinix. Nah, itu Mas Diga di atas sana tuh, Mas Diga. Saya zoom 10 kali di atas sana. Saya di bawah sini. Lalu juga kelihatan ada di sini kamera kan ya. Jadi intinya kalau enggak ada interference sih harusnya. Tapi kemarin kita ngetesnya garis lurus aja sih. Di akhir video kita bakalan tes juga kalau misalkan dia ketutupan gedung apakah masih bisa. Jadi stay tune aja ya. Dan sekarang di Conceng itu kalau kalian lihat nih, lihat keringat saya bercucuran karena emang panas banget 33 derajat celcius. Gila gak panas. Dan memang cahayanya mataharinya itu langsung wah bikin bercucuran kayak gini. Tapi walaupun dia entry level sekali lagi bayangin terus ya harganya ini di juta sekian enggak sampai Rp3 juta. Tapi dia punya layar yang cakep banget. refresh rate-nya di 144 Hz dengan resolusi 1,5K dan pick brightness itu nyentuh di 4.500 Hitz. Jadi seharian saya di Congceng ini jalan-jalan enggak ada masalah sih walaupun saya pakai dark mode enggak masalah. Dan di bagian setting dia juga ada kayak semacam fitur outdoor boost. Nah, kalau kita aktifin fitur outdoor booster. Wah, ini yang ke sama dia. Ada coal, ada brightness enhancements, ada screen time out extension dan lain-lain. Plus lagi. Jadi kalau kita masuk ke display akan ada high brightness mod tuh. Jadi kalau misalkan kita mentokin brightness-nya enggak ada masalah. Masih kelihatan dengan super terang walaupun dicongceng itu panas 33 derajat celcius. Saya bawa payung. Payungnya itu tapi bukan untuk hujan ya. untuk mengalur panas. Jadi kalau setelah video ini saya bakalan agak hitam, hah ya udahlah ya. Namanya juga kerja ya. Ini destinasi kedua kita lagi ada di Congsan Selu atau Congsan Street. Ini katanya adalah jalanan tercantik di Congcing. Sama kayak kameranya si Infini H60 Pro Plus ini. Karena untuk kelas harga R juta koma sekian kameranya ini cantik. Dia pakai 50 megap Sony AMX 882 yang di pixel binding ya. Jadi, default-nya itu 12 megapel. Kalau kalian mau pakai 50 megapel-nya ya harus diaktifin dulu 50 megapel-nya. Tapi sebenarnya 12 megapel-nya aja udah cukup. Karena si Infinix H0 Pro Plus ini punya sensor yang lumayan gede ya, 1/1.95 dan dia punya teknologi yang namanya two times looseless zoom. Jadi dia walaupun enggak ada telenya tapi dia punya digital dua kali yang hasilnya lumayan clear juga. Nah, walaupun dia punya kayak seolah-olah tiga kamera, tapi sebenarnya dua kamera bawah itu bukan kamera ya. Jadi ini adalah upseler lens yang pertama yang ini. Jadi ini kayak semacam dia menangkap sensor cahaya lah. Jadi dia menangkap cahaya bagusnya foto kita itu cahayanya seberapa masuk yang cukup untuk fotonya agar bagus. Dan yang bawah ini yang unik nih. Yang bawah ini walaupun dia bentuknya kayak kamera, tapi bukan kamera. Ini adalah infrar red blaster. Jadi biasanya kan infrared blaster itu ada di atas ya. Tapi ini di sini yang menurut saya sih daripada kita dikasih lensa makro dep yang 2 megapel yang sebenarnya gimmik ini bagus sih. Tapi menurut kalian gimana? Mending kamera gimmik tapi tiga atau kamera gimmik-nya dihilangin aja tapi diganti sensor-sensor yang lebih bagus. Kalau saya sih lebih suka yang kayak gini ya. Kamera belakang sih cukup oke ya. Tapi gimana untuk selfie kameranya? Jadi kira-kira seperti ini kalau misalkan kita gunain kamera depannya. di mode video tuh lihat dynamic inishnya enggak sebagus di foto tadi tapi masih okelah dan kalau kita gunain untuk jalan di jalanan yang katanya paling cantik di Congceng kira-kira seperti ini nih. Saya pegang tangan satu dan HP-nya ini enteng banget 155 gr. Jadi dia agak ada kayak semacam karena kurang bobot ya nge-gripnya itu kadang kayak goyang-goyang gitu dia. Wah. Nah, ini kalau misalkan dynamic range pakai mode video bakal beda sama di foto. Kalau untuk kameranya sih masih oke ya, hasilnya itu bisa diandalkan. Dan ini adalah contohnya pas kemarin saya coba photosh drone di Congcing yang viral gara-gara ISU Speed itu. Cuman kalau untuk video sih pas low light, hmm saran saya sih pakai tripod ya. Sekarang kita ngomongin performanya ya. Tapi performanya singkat aja L ya, karena chipsetnya sebenarnya mirip sama Infini Hot 60 Pro yang non plus. Dia pakai Helio G2 Ultimate yang tututunya di sekitaran R60.000 lah. Ini chipset yang GPU-nya memang lebih kencang dibandingkan G100. Selisihnya sekitar 100 Hz. Dan untuk performa mungkin kalian bisa lihat di channel lain aja lah ya. Karena saya lagi di Cina dan Wii di sini repot. Benar-benar repot. Hah. Mobile Legends enggak bisa dibuka. Banyak aplikasi yang enggak bisa download. Play Store enggak bisa saya buka. harus pakai VPN, ribetlah. Jadi kalau untuk performa mungkin kalian bisa lihat di channel yang lain aja. Pasti mereka juga udah bahas kok. Sekarang pertanyaannya setelah kemarin kita pakai seharian, gimana soal baterainya? Tapi sebelum itu, kita tes dulu. Seperti janji saya tadi, Ultralink-nya ini kalau misalkan kehalangan gedung masih bisa dipakai enggak? Masih kedengaran di masih aman jelas. Masih aman jelas. Oke, coba ini kan lurus aja ya. Masih aman. Aman. Aman. Oke. Kalau lurus enggak ada interference sih aman ya. Tapi saya penasaran kan meneng kuner ya. Saya penasaran kalau misal udah ada halangan nih. Jadi kalau ditarik garis lurus tuh ada di situ tuh. Nah tarik garis lurus udah kehantem sama tembok ini. Coba kita tes ya apa masih dengar Ri. Masih, Mas. Aman. Masih. Coba kita tes sampai patah-patah lah ya. Di berapa ya? Aduh capek juga ya. Aman R. Ah, ini udah mulai putus-putus nih, adik aku nih. Aman enggak? Nah, ini putus-putus nih. Putus-putus nih. Nah, putus-putus nih ya. Karena enggak langsung ya. Betul. Nah, sebenarnya jaraknya diklaim sih 1,5 kilo. Tapi sih menurut saya bakalan bisa kalau misal kayak di lapangan yang benar-benar enggak ada gedung kayak gini ya. Ini kan udah tabrakkan nama gedung nih. Coba ngomong, Ri. Tes. Halo. Halo. Nah, kalau misalkan enggak ada interference pasti aman sih. Oh ya. Sama satu lagi kita belum tes durability-nya kalau misal dia kedudukan. Kita tes sekali lagil lah. Jadi biar kelihatan di kamera, biar kalian juga ngerasa degdegannya sama kayak saya. Anggap aja ini lagi saya sakuin ya. Terus saya duduk kayak gini. Ah. Eh, gila ada HP lupa. Nah, yah. Dan hasilnya kalau dibilang dia patah enggak juga. Cuman saran saya sih pakai casing ya. Karena kan ini ujungnya lancip ya dan semen. Jadi, yah wajib pakai casing tuh. Wah, kalau misal di bagian kamera agak bahaya juga ya. Tapi intinya secara durability dia aman sih. Enggak ada masalah. Layarnya juga aman. Cuman harus pakai KIS karena ya kena ujung yang lancip. Bahaya juga. Oke, jadi ini udah sampai hotel dan SOT-nya kita dapat 4 jam 49 menit dengan sisa baterai di 17%. Tuh, dan aplikasinya yang dipakai apa aja? Banyak ya. WhatsApp 1 jam seteng, kamera 1 jam seteng. Instagram 28 menit, Lightroom Ultra Link. Tadi sempat kita coba dan ya untuk HP setipis ini dapat sot 5 jam ya karena masih sisa sekitar 17% dan ini pun pemakaiannya juga lumayan ekstrem untuk kamera ya cukup okah baterainya walaupun enggak bisa dibilang yang awet-awet banget karena memang ya setipis ini. Bahkan kalau dibandingin sama S25 H dia udah tinggal berapa persen? 2% tuh 2%. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Infini Hot 60 Pro Plus. Kesimpulannya, buat kalian yang cari HP super compact, enak dipakai, ringan, tipis dengan feel ala-ala flagship. Kamera juga masih bisa diandalkan baik di LED atau lul light. Baterai juga masih dibatas aman. Fitur EI-nya melimpah ruah mulai dari sosm, EI catatmencatat, generate image kayak di HP flagship, ultra link teleponan, dan chat tanpa internet. Beh, si Infini Hot 60 Pro Plus ini patut dipertimbangkan. Tapi karena harganya entry level ya R jutaan, jadi ada beberapa hal yang perlu dicatat juga. Mindsetnya itu harus tetap ditanamkan kalau ini adalah HP R jutaan ya. Walaupun tipis, ringan, dia bukan HP flex. Jadi, ya, HTIK feedback-nya feel-nya masih entry level, kerasa seri hot lah ya. Kalau dibuat ngetik itu geter semua. Videonya masih agak endut-endutan, terutama kalau dipakai malam-malam harus pakai tripod. Speakernya juga enggak jelek, tapi standar aja lah. Walaupun dia ada tuningannya JBL, tapi menurut saya speakernya ya standarnya R jutaan aja. Tapi overall buat yang cari HP Allrounder dengan kenyamanan dipakai dan dipegang itu enggak bikin tangan cepat kram, cobain aja deh kalian ke Infinix Tour, kalian pegang-pegang sebentar, raba-raba sebentar. Saya yakin pulangnya pasti kalian bawa Kasek Infinix karena seenak itu. Saya Budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube