HAPE 2Jt-an Punya Layar 144Hz?! LAH KOCAK! - Redmi 15 (YouTube Video)
Emang Xiaomi tuh paling gak bisa ditantang buat gede-gedean spek. Ketika yang lain mulai naikin kapasitas baterai smartphone entry levelnya jadi 5.500 mAh, 6000 mAh. Xiaomi datang dengan kapasitas 7.000 mAh. Harganya R2 jutaan aja. Ini dia Redmi 15. Melihat seri Redmi dari tahun ke tahun, kayaknya ini adalah seri smartphone yang terus-terusan berevolusi. Tapi evolusinya itu tuh menarik. Dia berevolusi untuk jadi smartphone yang selalu mengikuti kebutuhan pasar. Nah, di tahun ini kebutuhannya apa sih? Kalau melihat tren saat ini brand-brand smartphone itu tuh sedang berlomba-lomba ngasih smartphone dengan kapasitas baterai yang besar. Nah, Redmi 15 tentu enggak mau kalah. Dia tuh datang dengan membawa baterai yang sangat besar 7.000 mAh. Gede banget. Kagak nanggung dan saya suka. Redmi 15 ini menggunakan teknologi baterai terbaru yaitu silikon carbon. Sama kayak smartphone midrange dan flagship masa kini. Dengan baterai berkapasitas segede gini akan sangat mudah untuk nyala seharian tanpa harus dicas. Melalui pengetesan terstandar kami menggunakan PC Mark, dia tuh mampu bertahan selama 17 jam yang artinya akan sangat mudah untuk nyala lebih dari sehari. Oke, soal baterai tahan lama ngecasnya gimana? Nah, karena kapasitas yang besar kadang ngecas itu tuh bisa jadi PR. Untungnya Xiaomi tuh masih ngasih Redmi 15 ini dengan turbo charging 33 watt. Bukan yang paling cepat ya, tapi hitungannya masih lumayan lah ya. ini sampai R jutaan loh. Kurang lebih waktu yang dibutuhkan untuk ngecas smartphone ini dari 0 sampai 100% adalah sekitar 100 sampai 120 menit. Kapasitas baterai 7000 mAh HP jadi tebal. Enggak tebal sih, masih normal. Yang paling berasa cuman ternyata HP ini gede banget ya. Layarnya tuh luas bener 6,9 inch buat dipakai nonton itu tuh oke. Walau secara kualitas dia tuh enggak bisa dibilang spesial. Panelnya IPS dan maksimum brightness-nya di 850 nits aja. Akan agak sulit ketika digunakan di bawah terik matahari. Bagian spesial dari layarnya itu ada di refresh rate-nya, coy, 144 Hz. Makanya ketika digunakan harian ketika mencari aplikasi, buka application tray, itu tuh kerasa gesit animasinya. Tapi sebatas itu aja yang gesitnya ya. Karena walau layarnya nih udah support 144 Hz, enggak serta-merta kamu akan dapat 144 Hz juga ketika lagi bermain game. Chipset yang digunakan Redmi 15 ini adalah chipset Snapdragon 685. Soalnya sebuah chipset yang sudah dikenal lebih hemat daya bukan tipe performa. Antutu benchmark-nya ada di R80.000-an dengan Geigbench 468 untuk single core dan 1553 untuk multiore. Sebuah hasil benchmark yang tidak ngebut. Makanya mau distres kayak gimana juga dia tuh kagak akan stres, kagak akan throtling. Maksudnya ya enggak akan ataupun enggak akan panas juga. Stability-nya tuh ada di 99%. buat main game sekelas Mobile Legends sih lancar ya, tapi tetap enggak bisa dapat 120 FPS ya. Kalau disuruh main game sekelas Garena Delta Force, pastikan di settingan grafis smooth dan frame rate high biar enak mainnya. Lah kalau kagak main game gimana? Wah, kalau kamu berencana pakai HP ini dan kagak main game, HP ini mungkin bisa tahan 2 hari. Sok buat chat, sosem, experience, penggunaannya tuh masih terasa nyaman. Response layar masih enak dan enggak kerasa ada latency yang ganggu. Layarnya juga udah pakai Corning Gorilla Glass 3. Tentunya sertifikasi TUV Rinel untuk ICE juga ada biar enggak ngerasa capek ketika ngelihat layar dalam waktu yang lama. Untuk desainnya sih selera ya buat saya ini desainnya apa ya? Enggak kayak Redmi biasanya aja lebih ke industrial banget gitu dan terlihat ngantor ngantor banget. Nah bukan hal buruk cuman ya udah cukup banyak aja ya smartphone yang punya bahasa desain yang sama. Menurut saya, Bang, kayaknya sertifikasi Tuvinline ini penting buat semua handphone, Bang. Kenapa? Soalnya kan belakang kita capek ya ngelihat berita-berita yang ada di internet ya, Bang. Ya, makanya kalau dengan ada TV itu biar kita enggak capek, Bang, baca berita-berita yang bikin capek tuh. Berita apa maksudnya? Ayo, keluarkan. Berita apa? Atut gua paling berita yang menteri main baru itu loh, Bang. Enggak, Om. Tuv Rinland itu tuh ngebantu untuk biar enggak capek lihat. Hah? Iya, biar enggak capek ngelihat layarnya. Tapi kalau berita berita itu tetap bikin capek hati. Untungnya di sektor desain tuh ada beberapa aksen lebih yang Xiaomi kasih buat smartphone terjangkaunya ini. Kayak warna ungu yang menarik, finishingnya tuh kayak ada marble-marble gitu, dan modul kamera logam dengan pinggiran yang mengkilap. Agak kelihatan lebih mahal aja. Terus modul kameranya ini kayak ada tiga ya, padahal ini tuh cuman dua kamera aja. Terus ini apaan lagi? Cuman bulat-bulat doang. Dan yang satu ini adalah auxiliary kamera. Jadi efektifnya tuh hanya satu kamera aja di bagian belakang buat dipakai foto atau video. Kameranya ini punya resolusi 50 megapel. Untuk hasilnya di kondisi cukup cahaya ya lumayan oke. Detail objek tuh kelihatan. Kalau kurang detail, kamu bisa nyalain mode ultra HD buat menghasilkan foto dengan resolusi maksimalnya. Untuk warnanya terlihat lebih wah ya dari kondisi aslinya yang mana ini bukan kekurangan, lebih ke karakter warnanya aja dan kontrasnya juga lumayan. Kayaknya Xiaomi itu memang nyiapin hasil foto dari Redmi 15 ini untuk langsung siap di-share ke sosial media. Sementara untuk low light-nya sih ya bukan kelebihan dari smartphone in lah ya. Karena ada auxiliary kamera atau yang Xiaomi bilang 50 megapel dual kamera AI, si kamera keduanya ini cukup ngebantu untuk menghasilkan foto-foto potret. Hasilnya lumayan. Terlihat bisa misahin foreground sama background dengan baik. Enggak rapi-rapi amat sih, tapi lumayan lah buat harganya. Satu hal yang bikin hasil fotonya kelihatan lebih mahal lagi adalah watermark-nya. Layout-nya tuh mirip sama kakaknya yang colab sama Leica. Walau tentu HP ini tuh enggak kedapatan kamera Leik, tapi nuansa watermarknya dapat. Kelihatan rapi. Saya suka rapinya amat enggak, Bang? Iya, rapi. Rapi amat ini mah. Rapi amat. Nah, ini adalah hasil perekaman video dari kamera depan Redmi 15. dia bisa merekam video maksimal di resolusi full HD 30 fps aja tentunya tanpa stabilizer [Tepuk tangan] jadi agak berguncang kalau baja seperti ini. Terus vokalengnya juga terlalu besarnya menurut saya. Jadi kalau dalam posisi yang sudah agak jauh layarnya muka saya doang gitu. Sedangkan ini untuk kamera belakangnya resolusinya sama di full HD 30 fps dan juga tanpa stabilizer. Tapi kamera belakangnya tentunya punya fokal leng eh vokal leng tebal karena lebih besar gitu. Jadi untuk kualitas video dan kualitas suaranya seperti yang kalian dengarkan sekarang. Terakhir adalah bagian yang saya suka dari smartphone ini yaitu software dan AI. Walau enggak pakai hardware paling canggih, selama ada fitur AI tuh bisa bikin experience penggunaan yang asik. Redmi 15 ini ngebawa fitur-fitur AI khas Google kayak Circle to Search buat cari info yang nongol di layar dengan lebih seess. Terus Google Gemini juga ada ya. Jadi kalau mau nanya apapun ya tinggal ngomong doang. Ditambah lagi HyperOS 2.0 milik Xiaomi ini ngebawa fitur yang menarik namanya Xiaomi Interconnectivity. Dengan fitur ini, kamu tuh bisa singol buat terima telepon dari tablet atau copy paste dari dua perangkat berbeda pakai fitur copy clipboard. Hal ini tuh akan kerasa banget benefitnya kalau kamu tuh udah ada di ekosistemnya Xiaomi. Kayak kamu pakai tablet Xiaomi atau pakai perangkat Xiaomi lainnya. Jadi gampanglah, enaklah. So, apakah smartphone ini layak untuk dimiliki? Baik. Jadi, Redmi 15 ini dijual dengan harga Rp2.99.000 untuk varian 8128 dan R2.299.000 untuk varian 8256. Ya, cuman beda Rp200.000 doang kayaknya. Mendingan yang 256 aja dah. Tentu dengan harga R jutaan kamu tuh enggak bisa expect untuk dapat smartphone yang sempurna di semua lini. Yang Xiaomi tawarkan dari Redmi 15 ini adalah sebuah smartphone reliable untuk digunakan harian dengan ketahanan baterai yang luar biasa. Kalau budgetmu di R 2 jutaan dan ketahanan baterai adalah fitur yang kamu cari, maka Redmi 15 ini adalah smartphone yang cocok buat kamu miliki. Buat tahu harga terkinya atau kalau mau langsung check out barangnya bisa langsung aja di fitur YouTube shopping di bawah ya. Harga pasti paling murah dan kamu juga support channel ini untuk terus bikin video tentang teknologi. Semua video ini bermanfaat. Sekian aja dari Moldi. Kita akan ketemu lagi di video berikutnya. M.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















