Hape 5-6Jutaan TERBAIK 2025? Xiaomi 14T vs Galaxy A56 vs Vivo V50 (YouTube Video)
Yo, what's up, guys? And welcome back to Bit Battle Royale. Segmen di mana kita bakal versusin ada tiga smartphone dan kali ini kita bakal battlein ya 3 HP di kelas midrange lagi yang memang enggak ada habisnya ya kelas ini ya. Beberapa bulan udah keluar baru lagi aja. Karena terakhir itu kita kan ngetesin Samsung Galaxy A5, Vivo V40, dan Xiaomi 14T yang mana waktu itu Xiaomi 14T bisa dibilang jadi HP paling baru dan bisa dibilang jadi juara juga. Nah, kali ini Xiaomi 14T gantian ditantang sama dua HP baru dari Samsung dan dari Vivo. Ada Galaxy A56 dan Vivo V50 V50. Dan sebelum kalian komen, wah enggak adil nih. Karena ini kan HP 2024, bukan 2025 ya. Ya, tapi tetap aja ini kan HP juara battle kemarin. Makanya kita tetap lanjutin, kita sertain di battle kali ini. Terutama sekarang kan ya mulai banyak ya yang ikutan segmen 5 sampai 6 jutaan di kelas mid range. Terutama brand lawas tuh. Karena kalau kita lihat ada Moto H60 Fusion dan ada Sharp juga nih, Sharp Sense 9 yang mulai rilis di Indonesia. Nah, kalau kalian pengin kita aduk boleh juga dikomen di bawah dan dikasih jempol di video ini sekalian subscribe ke Bas Indotch kalau belum. Nah, gimana hasilnya? Apakah takhta dari Xiaomi 14T akan direbut sama kedua pendatang baru atau brand atau generasi dari yang baru-baru di Samsung dan Vivo. Yuk, langsung aja kita mulai battle royale 2025 ini. Let's go. Nah, sebelum kita mulai videonya, buat kalian yang lagi nyari aksesoris tambahan buat smartphone kalian, coba cekin brand KIP karena pilihannya banyak nih, aksesorisnya unik-unik dan harganya juga affordable banget. Yang paling baru, yang gua lagi suka, ada ini dia Kip H02 ya, magnetic stand yang bisa muter-muter, coy. Ya, jadi ini adalah magnetic font holder yang pai Max Safe. Jadi, bisa buat horizontal ataupun buat vertikal. Jadi, bisa dilipat-lipat juga, ya. Jadi, bisa slim buat dibawah-bawah. Dan selain itu juga buat kalian yang kalau kalian beli HP tapi gak dapat charger bisa cekin juga koleksi charger dari KIP nih. Karena chargernya lengkap mulai dari yang 30 watt yang super mini ada 65 watt sampai ukuran 100 watt yang powerful tapi ukurannya tetap sangat kompact. Materialnya udah pakai galium nitrate silikon di dalamnya yang efisien serta adem dalam penyaluran dayanya. Kompatible dengan protokol seperti power delivery yang cocok buat laptop hingga tablet. Ada PPS juga ya buat HP-HP Samsung dan pastinya bisa fast charging buat HP-HP lainnya juga. Selain itu juga kalau kalian pengin nyari kabel yang unik, ada kabel magnetik yang langsung bisa nempel jadi kabelnya enggak berantakan dan bisa sampai 240 watt untuk charging-nya. So, langsung aja cekip lewat link paling pertama yang ada di kolom deskripsi di bawah. Oke, pertama kita langsung jabarin dulu aja untuk specs ya. Xiaomi 14T pakai Diamond City 8.300 ultra chipset flagship ya rasanya ya. Layar AMOLED Hz, Full HD plus, IP68, dan kamera utamanya 50 megap OIS yang pakai sensor Sony IMX 906, telefoto 50 megapel, dan ultrawide 12 megapel yang mana kolaborasi sama Laica. Nah, untuk harganya dulu nih sekarang setelah dirilis itu di 6,5 juta varian 256 sekarang udah lumayan turun ya. kita bisa nemuin varian 512 GB di 6,7 jutaan yang buat tahun 2025 ini tuh harganya jadi makin ramah di kantong, makin worth it juga ya. Nah, Samsung sendiri di Galaxy A56 yang baru aja rilis spesifikasi bisa dibilang juga ada peningkatan chipsetnya Exyos 1580, layar super AMOLED 120 Hz, resolusi full HD 1080p IP67, kamera utamanya 50 megapel dan udah OIS ya. Ada optical image stabilization 12 megapel ultrawide. Dan kamera ketiga ya ini yang ngeramain aja karena cuma pakai makro 5 megap kamera hiburan. Nah, untuk A56 sendiri harga rilis-nya itu kan ada di 6,2 juta untuk varian 8128 GB yang dapat promo double storage. Jadi anggap aja nih harga yang 256 ya. Tapi memang per Me ini harganya juga udah turun lumayan nih. Sekarang udah di 5,7 jutaan, udah turun Rp500.000-an buat varian yang 8256 GB. Walau yang varian 12 256 itu masih di R jutaan. Sedangkan yang terakhir di Vivo V50 spesifikasinya masih kurang lebih sama sebenarnya sama versi Vivo V40. Jadi Snapdragon 7 gen 3 layar AMOLED 120 Hz resolusi full HD 1080p IP6869 dan kameranya cuma dua aja ya. kamera utama 50 megapel, udah ada optical image stabilization OIS dan ada ultraw di 50 megapel yang mana kolaborasinya kali ini sama Ziz dan gua bisa bilang gua appreciate sih karena dua kamera ini aja tuh kayak dimaksimalin banget gitu ya dibandingin sama kayak Samsung yang masih maksain kelihatan ada tiga tapi ee ya kayak makronya kayak pakai enggak pakai ultrawide-nya juga agak nanggung jadi kayak kerasa ada yang kureng gitu ya. Nah, untuk harga di Vivo sendiri ini di R,5 juta untuk varian 8256 GB. Oke, ngomongin desain di sini semuanya udah bisa dibilang mirip-mirip karakternya ya dengan layar yang kayak hampir flat. Kenapa gua bilang hampir? Karena ya di Vivo masih ada sedikit curve jadi enggak benar-benar flat banget ya. Jadi kalau kalian buat nge-swipe dari pinggir yang mana sekarang udah lumayan smooth ya, gesture-jester di smartphone Android itu bisa dibilang Vivo yang paling enak. Dan untuk frame-nya juga Vivo V50 masih ada curve-nya enggak full flat kayak di 14T ataupun di A56 gitu. Tapi untuk material yang memang paling kerasa build quality-nya mewah ada si Samsung ya, yang masih mempertahankan pakai build quality bahannya aluminium yang premium banget kerasa di tangan dingin-dingin kayak gitu kalau ditempelin di muka gitu ya. Nah, kalau dari belakang memang menurut gua juga desain paling cakep ada di Samsung Galaxy A56 ya. Simpel, minimalis, clean gitu ya dan works aja gitu e style-nya Samsung gitu ya. Layout kameranya juga kayak manis gitu dilihatnya. Tapi memang balik lagi ini selera ya, subjektif e untuk segi desain. Jadi balik lagi ke ya penilaian kalian masing-masing. Untuk material back dooroor sendiri di mana ini semua udah pakai kaca tapi memang cuma A56 yang dilapisi Gorilla Glass Victus Plus yang sama kayak di bagian layar depannya. 14T punya proteksi brand sendiri namanya Panda X kacanya ya untuk backdoornya. Sedangkan Vivo V50 yang gua dapat cuma bahannya kaca aja tanpa detail itu jenis kacanya apa. Dan untuk finish permukaannya pun juga untuk A5 masih sama dengan sebelumnya dia glossy ya. Jadi e balik lagi nempel fingerprint walau ya kalau dipakaiin casing juga enggak jadi masalah. Cuma sayangnya kan casing juga enggak dapat di dalam case-nya. Charger juga enggak dapat. Nah buat beratnya sendiri itu mirip-mirip rata-rata di E 200 gr ke bawah. 197 di A56, 198 di 14T, dan 200 gr di Vivo V50. Jadi yang paling berat. Lanjut ke bagian multimedia. Kita ngomongin layarnya dulu ya. Secara panel tadi udah kurang lebih sama, udah sama-sama yang paling strong bisa dibilang panel AMOLED yang vibrant banget warnanya dengan warna hitam yang asli hitamnya pekat gitu ya. sayangnya memang di bagian beel aja nih yang mana di Samsung Galaxy A56 itu kelihatan paling tebal ya di antara yang lain dan dari segi keterangan juga A5A6 bisa dibilang yang paling redup di antara yang lain. Jadi agak disayangkan ya karena Samsung kan produsen panel gitu kan. Produsen panel terbaik lagi bisa dibilang karena Apple aja pakainya Samsung gitu kan. Dan kalau ngomongin spek sendiri yang paling terang di mata ada layarnya V50 disusul sama 14T. Walaupun memang ketiganya ini tuh kalau di bawah matahari Indonesia e bisa dibilang masih sama-sama aman ya, masih bisa kepakai lah, terutama lagi sering-sering mendung kayak gini. Satu yang gua agak cerewet sebenarnya adalah soal color shifting dari layarnya. Karena lama-kelamaan itu tuh yang bikin mata capek, enggak nyaman dipakainya. Dan yang paling noticeable memang kalau dilihat dari samping itu adalah si Xiaomi 14T yang mana dia agak kebiruan. Jadi shifting warnanya lumayan jauh gitu ya dibandingkan A56. A56 juga ada cuma dia lebih ke warna kuning warm. Sedangkan yang paling oke sebenarnya ada Vivo V50 yang mana dia lebih netral ya. Dia mendekati putih gitu kalau kita lihat warna putih dari samping gitu kan. Ini memang semuanya di settingan bawaan kita enggak otak-atik dari segi warna gitu ya. Dan satu lagi memang dari segi refresh rate memang Xiaomi yang paling tinggi itu dia di 144 Hz. Cuma sebenarnya mostly dia tetap jalan di 120 Hz karena di Hyper OS itu memang cuma beberapa aplikasi aja yang support 144 Hz. Nah, kalau Samsung A56 dari tadi lumayan banyak kompromi ya di bagian layarnya. Cuma di bagian speaker di sini kuping gua berani bilang kalau Samsung A56 punya speaker yang paling bagus gitu ya. Kerasa balance dari segi stereonya di antara yang lain. Jadi kalau urusan multimedia walau dari segi layar agak kureng Samsung ngimbangin lah dengan kasih speaker yang bagus. [Musik] I don't have nothing we can [Tepuk tangan] Oke, sekarang kita ngomongin kameranya. Buat setup kamera yang paling superior memang di atas kertas ada Xiaomi 14T yang mana triple kameranya ada lensa telefoto yang biasanya dimiliki sama HP-HP yang lebih premium harganya ya. A56 juga triple kamera tapi seperti yang gua bilang di awal ya, dia kameranya kayak cuma kamera makro aja yang bisa dibilang bonus lah asal ada doang kayak gitu. Cuma di Vivo V50 nih yang menarik ya karena dia cuma dua doang kameranya. Dua kamera tapi dia kolaborasi sama size yang mana approach-nya bisa dibilang beda dibanding yang lain tapi hasilnya menarik banget. Nah, ini kita lihat bareng-bareng hasil fotonya. Sip. Langsung aja kita mulai dari foto yang pasti sering kita jepret sehari-hari yaitu foto makanan. Nah, ini pakai kamera utama dan di sini kelihatan nih ya karakter warna dari setiap HP Xiaomi dengan color mode Leica fiber dan ini ngasih warna yang cukup muted dan shadow yang deep ya khasnya Leik. Sedangkan Samsung di sini terbilang natural dan Vivo di sini ngasih warna yang vibrant seakan ready to post. Lanjut buat foto subject ini. Kemarin kita foto Fenton di mode portrait 2X yang mana Xiaomi itu punya dedicated lensa telefoto. Sedangkan yang lain kan itu nge-crop dari main kameranya. Tapi gua sendiri ngerasa ternyata enggak terlalu noticeable ya bedanya ya. Detailnya sama-sama bagus, tajamnya juga oke. Paling dari segi warna aja yang agak beda di sini. Yang mana Samsung itu emang agak kuning ya, yang mana memang kayaknya lebih natural gitu karena kondisinya waktu itu lagi mau sunset. Nah, benefit dari Lansa telepon itu kelihatan pas kita pakai untuk tes zoom di mana hasil jebretan zoom 20x dari Xiaomi itu jauh lebih tajam dibandingin sama yang lain ya. Vivo juga bisa zoom sampai 20x, tapi Samsung sendiri yang enggak bisa nih. I5M cuma bisa sampai 10X aja. Oke, setelah telizom sekarang kita tes ultrawide nih yang mana penilaian utama gua ada di lebar tangkapannya. Dan kalau kelihatan kalau di sini Samsung A56 punya tangkapan lebih lebar dan terlihat dari rumah di belakangnya yang ke-capture bagian kirinya. Lanjut ke foto low light. Nah, di sini sebenarnya overall ketiganya sama-sama oke. Tapi ketika di zoom kelihatan nih Vivo lebih detail secara overall, lebih tajam dan kesekalian selfie juga di low. Di sini gua juga paling suka jebatan Vivo karena lebih lebar dan warnanya lebih natural. Samsung Galaxy A56 juga oke warnanya walaupun agak sedikit cool di sini ya. Sedangkan Xiaomi 14T yang di sini agak ngacau warnanya terutama di bibir gua yang pink banget dan ini juga nanti bakal kelihatan pas dites videonya. Sekarang kita tes selfie portrait di sini. Dan menurut gua juga Vivo ngasih yang terbaik ya. detail warnanya dapat, terus rapi cuttingan software-nya dan ya kalau kita lihat yang lain Samsung juga oke walaupun cuttingannya kalau kalian lihat di rambut ya itu bikin blur-blur kayak gitu. Sedangkan Xiaomi 14T di sini paling kasar cutingannya dan dia oversharpening banget di detail rambut dan juga ke bagian muka. Sekarang kita juga masukin nih hasil-hasil foto jepretan lain antara ketiga HP ini biar kalian juga bisa menilai lebih detail dan juga let me know pendapat kalian di kolom comment section di bawah. Oke, ini dia untuk hasil perekaman video dari ketiga smartphone ya. Pas banget lagi golden hour nih. Jadi kalau kalian lihat tuh ya, transisi warnanya e dari Xiaomi dan Samsung oke walaupun Vivo ini masih agak kayaknya keterangan ya, over expos ya. Kita coba jalan aja ke sana sekalian kita tes kestabilan. Nah, untuk resolusi sendiri memang e yang tertinggi itu ada di Xiaomi masih ya. Dia bisa 4K 60 fps. Yang lain cuma bisa 4K 30 fps. Cuma dari segi kestabilan ya boleh kalian nilai. Walau 4K60 sendiri menurut gua kalau kita pakai di video low light dia perlu shutter speed yang lebih tinggi. Jadi bakalan lebih noise. Jadi tergantung kebutuhan aja sih. Oke ini untuk eh pindah kamera dia tuh enggak bisa pindah. kecuali Samsung. Nah, Samsung dia bisa pindah walaupun agak patah. Xiaomi itu enggak bisa. Eh, Vivo juga enggak bisa. Jadi, cuma segini aja. Dan ini warnanya. Oke, sekarang kita rekam video di kamera depan ya. Dan bisa kelihatan kalau Vivo yang paling lebar untuk lensanya. Dan ini juga backlight ya. Jadi, kalian bisa coba nilai untuk detail dan warnanya. Ya, sekalian kita coba tes kestabilannya. Oke, gimana menurut kalian? Silakan dikomen di bawah. Oke, kita masuk ke poin yang krusial dari ketiga HP ini yang selalu dipertanyakan, yaitu di bagian performance ya. Biar gambarannya jelas di permukaan ya. Memang spesifikasi itu cuma kulit doang sebenarnya, Guys. Kita akan lebih lanjut lagi nanti ngomongin testingnya juga, ya. Nah, kita tes synthetic benchmark dulu. Mulai dari Atutu 14T memang yang punya chipset class flagship masih jadi yang paling kencang angkanya di 1,3 jutaan. Sedangkan A56 dan V50 itu ada di kelas yang mirip-mirip yaitu di angka Rp800.000-an dan bedanya sama 14 tadi jauh banget R00.000-an coy. Jadi lumayan ya 40% gitu kan. Dan ini angka yang signifikan banget ya. Apalagi hitungannya kan 14t ini HP tahun lalu gitu, makanya kita masih sertain di sini karena masih belum bisa dikalahin dari segi angka performance-nya. Nah, yang unik ya tu di Geigbench 6 yang mana kelihatan Xiaomi 14T tetap lebih gede skornya di multi core. Tapi ternyata Galaxy A56 ini punya single core yang lebih tinggi dibandingin sama Xiaomi 14T. Nah, ini menandakan kalau performance CPU dari Exinos 1580 juga enggak kalah dibanding Mediatek 8300 Ultra yang kelas flagship. Walaupun kalau kita stress tes untuk GPU-nya, ternyata di Vivo V50 nih di wildlife extreme juara dengan skor hampir perfect ya 99% meninggalkan kedua lawannya yang artinya memang dari segi stability ya. Kalau kalian pengin pakai sustain e gaming ataupun menggunakan dalam jangka waktu panjang, mungkin Vivo yang paling konsisten. Lanjut kita tes render CapCut 4K 60 fps 1 menit kita eksport jadi 1080p 30 fps. Ternyata yang menarik di sini adalah A56 yang paling kencang meninggalkan kedua smartphone lain dalam urusan render di CapCut ini ya, Productivity kan. Dan ini sebenarnya udah expected karena memang dari bit Battle Royale sebelumnya juga Samsung A55 ya, generasi sebelumnya dari A56 itu dari yang tercepat yang menandakan kalau chipset Exyos Samsung itu paling optimized dan sampai sekarang belum bisa disusul sama chipset lain walaupun ya dari segi performance kayak di Xiaomi 14T lebih tinggi angkanya kan. Jadi untuk aspek productivity optimalisasinya masih kurang di kedua HP ini. Kita curiga juga sih karena selain optimalisasi ini juga bisa terjadi karena ada pengaruh dari kecepatan storage yang mana benar nih pas kita tes pengujian di CPDT emang Galaxy A5 punya kecepatan storage yang paling superior dibandingin keduanya. Jadi masih sama trennya kayak di A55 khususnya di read yang mana sampai dua kali lipat lebih cepat walaupun di ride-nya masih kurang lebih sama mirip dengan yang lain. Next ngomongin performance kita ngomongin gaming juga. Nah, ketika HB ini memang punya chipset yang tadi beda-beda 14T pakai Mediatek Diity Samsung A56 dengan Exyos-nya Samsung sendiri dan Vivo itu pakai Snapdragon. Yang mana yang lebih baik? Yuk, kita langsung aja cekin. Nah, kita cobain tiga game dengan durasi masing-masing di 10 menit ya urutannya. Kita cobain ngensin Impact, Buering Face, dan terakhir Mobile Legends. Jadi yang berat-berat dulu yang terakhir yang paling enteng ya. Dan ini juga enggak pakai istirahat. Jadi langsung kita bakalan continuously untuk lihat kemampuan chipsetnya dalam manage temperatur juga. Pertama, Gension Impact di Xiaomi 14T 10 menit bisa rata ya, FPS-nya 60 FPS, suhu juga tergolong oke, anget-anget aja sedikit di 37 derajat celcius. Sedangkan Samsala A56 average-nya di 44 FPS. 4 menit pertama bisa di 50-an, tapi habis itu dia agak nge-drop ya di 30-an FPS gitu. Suhunya memang tetap adem banget cuma di 34 derajat celcius. Nah, sedangkan Vivo V50 juga mirip-mirip ya tadi sama si Samsung Galaxy A56. Dropnya juga bisa ke 30-an. Sedangkan suhu itu yang bisa dibilang paling anget nih. Dia tembus 39 derajat hampir 40 derajat. Jadi bisa dibilang yang paling panas di sini ya dari si naga ini. Next yang makin grafik intensifnya ya ada watering waves ya dengan setting high di 14. Ternyata ada sedikit rotling nih setelah menit pertama yang tadinya bisa di 60-an dia drop ke 45an FPS dan habis itu stabil jadi 45 FPS average ya. Suhu maksimum juga menyentuh 40 lebih gitu kan. Jadi sedikit lebih tinggi dibanding si suhu Genensin Impact. Nah, A56 average-nya di 38 FPS. Dropnya juga paling rendah bisa di bawah 30 sedikit ya, 28. Suhu maksimum di 36 derajat. Nah, Vivo V50 nih ya average-nya 40-an tapi dropnya bisa sampai 26 ya. Jadi, dropnya paling rendah dan suhunya tadi juga tadi kurang lebih mirip di 39 derajat Celcius. Nah, kita masuk ke game Mobile Legend game Sejuta umat yang ternyata lumayan beda-beda nih. Setting frame rate-nya di 14P bisa kebuka sampai ultra. A56 sama V50 cuma kebuka sampai super aja. Tapi memang ada anomali di mana di V50 walaupun frame rate-nya cuma super, tapi nyatanya FPS-nya cuma bisa mentok di 60 yang harusnya di 90. Ini developernya ngantuk atau gimana ya? Coba boleh di komen di bawah kalau kalian udah testing. Cuma untuk hasil gaming 10 menitnya sendiri, 14T mentok, average 120 fps rata kanan gas. A56 average di 88-an ya, not bad at all. Cuma di Vivo V50 yang mana nih 60 fps aja. Suhunya memang jadi yang paling rendah di 34 derajat di Vivo ya karena tadi mungkin cuma 60 fps-an doang. Sedangkan paling panas di Xiaomi 14T yang bisa 40 derajat Celcius. Ya wajar karena bisa dibilang load chipsetnya itu dua kali lipat ya dibandingin sama yang ada di Snapdragon tadi. Cuma overall balik lagi dari segi performance memang Xiaomi 14T masih mendominasi ya karena memang chipsetnya yang kencang tadinya ya Mediatch Diamond City cuma memang kali ini lebih disusul sama Samsung yang mana sebelumnya mungkin posisi kedua dipegang sama Snapdragon kali ini Samsung sudah bisa menyusul walaupun ya masih 111 lah bisa dibilang. Tapi memang di Mobile Legends Vivo V50 nih yang gua bilang tadi ya, mentoknya cuma 60 fps aja. Jadi mungkin developernya belum update sampai detik ini. Padahal chipsetnya udah tiga generasi dipakai di Vivo V series. Hm. Oke, baterai ya kita testing tadi sekalian kita cekin untuk baterai juga. Untuk Xiaomi 14T Gensin 10 menit itu 5%, A56 4%, dan Vivo V50 tetap di 100%. Enggak turun baterainya buat sesi gaming 10 menit, ya. efisien banget gitu. Sedangkan di Huawu E1T turun 5% lagi, A56 turun 6% dan Vivo V50 turun 3%. Nah, di Mobile Legends Xiaomi 14T turun 3%, A56 turun 3%, dan Vivo V50 turun 2% aja. Jadi memang untuk sektor baterai Vivo V50 memang lebih strong karena kapasitas baterainya memang lebih gede di 6000 mAh dibandingkan sama yang lain yang cuma 5000 mAh aja. silikon carbon boy. Masih soal baterai, kita ngomongin charging yang mana kita udah drain dulu baterainya ke 0% dan ketiganya kita langsung pastikan dalam keadaan power charging yang maksimal. Yang mana Xiaomi dapat charger bawaannya 67 wat, Vivo juga dapat charger bawaan 90 watt, ya dan yang menarik A56 nih yang enggak dapat charger tapi memang ada upgrade fitur yaitu sekarang udah compatible 45 wat charging 2.0-nya Samsung. Nah, kita tes juga pakai charger orinya Samsung 45 watt dan ya kalau kalian mau pakai charger alternatif bisa juga pakai charger tadi dari KIP ya yang punya varian 30 wat sampai 100 wat dan itu juga support tadi super fast charging 2.0. Nah, ternyata hasilnya menarik ya. Untuk 10 menit pertama Xiaomi 14T jadi yang paling kencang keisi duluan disusul sama A56 dan Vivo V50 yang mana bedanya masih tipis-tipis ya. Cuma masuk ke 20 menit kedua. Walaupun Xiaomi 14T masih jadi yang paling kencang, tapi A5 mulai dibalap sama Vivo V50. Udah mulai panas nih mesinnya ya. Nah, masuk ke 30 menit nih. Ini masih sama polanya. Tapi di 40 menit kalau kita lihat ya, Vivo V50 malah makin ngegas jauh ninggalin si Samsung Galaxy A56. Makin kelihatan nih bedanya ya. Dan akhirnya di menit 49, Xiaomi 14T yang pertama bisa seimbang sama Vivo V50. Penuhnya barengan gitu ya. Walaupun bedanya ya hitungan detik doang lah. Jadi tetap bisa dibilang sih Xiaomi 14T yang duluan gitu. Dan A56 akhirnya penuh juga di menit ke-77. Jadi perbedaannya lumayan, hampir 30 menit ya. Ya memang ternyata 90 watt-nya Vivo V50 di sini bukan tipe yang kencang di awal. Beda sama Xiaomi 14T dan A56 yang lebih ngebut pas baterainya kosong. Pas udah mulai ada isinya langsung nurunin kecepatan charging. Beda sama Vivo V50 memang tadi yang mungkin karena jenis baterai silikon karbon yang di awal mungkin dia agak slow dulu gitu ya. Tapi setelah di atas 20% atau 30% dia lebih bisa ngegas gitu. Dan kapasitasnya juga tadi lebih gede ya. Makanya buat gua sih jelas di sini winnernya untuk urusan baterai dan charging ada di Vivo V50. Oke, kali ini kita masuk ke sektor software-nya ya. Kita ngomongin OS atau UI interface yang dipakai. Dan mungkin di sini udah sama-sama tahu kalau Samsung dengan OneUI-nya itu bisa dibilang yang paling nguat ya. Karena OneUI itu secara user experience memang udah reputasinya udah terkenal lah paling nyaman dan paling polish gitu. Nah, untuk dukungan software pun juga sama. Itu juga yang paling banyak di antara yang lain. Dia dapat en major Android updates ya untuk yang versi terbaru sekarang. Security patch juga sama dan itu paling lama dibandingin sama Xiaomi yang cuma empat major Android updates dan 5 tahun security. Dan Vivo yang di posisi terakhir cuma tiga major Android updates dan 4 tahun untuk security patch-nya. Tapi balik lagi ini masih di masa depan ya. mereka janjiin janjiin cuma kayak pengalaman gua sebelumnya di seri Sung di mana S24 Ultra akhirnya dapat update One UI terbaru setelah berapa bulan gitu telatnya kan. Sedangkan Xiaomi sendiri mereka cukup tepat waktu ya ketika yang lain dapat software update semuanya langsung dapat. Walau gua tahu Hyper OS yang kedua ini enggak terlalu major e dibandingin sama One UI tapi balik lagi ini janji di masa depan. So, take it with a grain of salt. Dan akhirnya kita udah sampai di penghujung video bit battle royale kita ini yang pertama ya di tahun 2025 yang ternyata hmm bikin gua cukup mixed feeling nih ya. Ternyata HP yang keluar tahun lalu diadu sama dua HP keluaran terbaru ya ternyata masih bisa leading di beberapa sektor ya. Xiaomi kuat di bagian chipset performance-nya. Kameranya juga lengkap dan tuningan laikanya ya itu punya warna yang oke yang matang walaupun kadang ya kematangan juga sih. Sedangkan Samsung sendiri dengan A56-nya memang upgrade ya dari segi desain lebih cakep, build quality tetap e dengan premium ya yang paling solid. Eh walaupun ya kalau ngomongin desain ini subjektif, selera ya. Tapi kalau kalian udah megang pasti bisa dibilang kalian setuju lah sama gua. Memorinya tadi kencang, render video ngebut. One juga jadi jualan utamanya Samsung. Walaupun tadi di bagian layar bezelnya lumayan tebal dan color shifting-nya juga kurang gitu. Tapi diimbangi dengan speakernya yang bagus. Jadi balance-nya masih dapat di Samsung Galaxy A56. Sedangkan di Vivo V50 walaupun kelihatannya dia kayak underdog gitu ya, kameranya cuma dua, terus prosesornya masih sama dari generasi-generasi sebelumnya, tapi ternyata dua-duanya nih kameranya bagus gitu kan di banyak kondisi ya kamera Vivo V50 ini dengan size-nya jadi yang paling konsisten ya, paling bisa diandelin di antara ketiga HP ini gitu. Dan baterainya juga bisa dibilang paling gede dan paling awet. Jadi tetap bisa di-andelin. Charging-nya juga ngebut dan overall dapat balance yang menurut gua juga oke gitu di kelas harganya. Nah, sekarang gua pengin nanya ke kalian. Kira-kira mana nih HP yang paling oke nih? Atau kalau ada yang udah pakai juga boleh banget sharing pengalaman-pengalaman pakai HP-nya di kolom comment section di bawah. Karena tidak ada HP yang sempurna di sini kan untuk semua orang. Jadi pastiin beli sesuai kebutuhan kalian aja. Dan ya thank you semua yang udah nonton. Thank you semua buat support-nya di bit royale ini. Make sure kalian tinggalin jempol kalau kalian suka videonya. Subscribe ke basotch YouTube channel. Dan itu aja. Nama gua Malvin. I'll see you guys on the next bit battle royale. Kira-kira HP apa yang bakal adu lagi? Komen juga di bawah. C.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...


















