Jungkat

HAPE BAGUS, tapi banyak yang GA TAU! - Review Nubia V70 (YouTube Video)

  • 23/04/2025

Pertama pegang HP ini, saya agak sedikit bingung ya, kenapa HP ini namanya Nubia V70. Karena saat saya coba mencari HP ini di GSM Arena, ternyata tidak ada HP yang namanya Nubia V70, yang ada ZTI Blade V70. Dan kalau saya lihat ternyata spesifikasinya mirip atau bahkan sama dengan Nobia V70. Dari sini saya berkesimpulan bahwa secara global mungkin AP ini dikenal sebagai ZTE Blade V70. Tapi karena memang seri Blade tidak dimasukkan ke Indonesia, oleh karena itu namanya diubah menjadi Nubia V70. Ini mah cuma asumsi saya aja ya, karena saya enggak tahu alasan sebenarnya. Mungkin nanti saya akan coba tanya ke orang Nubianya langsung. Oke, lanjut bahas soal HP ini ya. Secara sekilas jujur saya suka banget sama warna dari HP ini karena warnanya itu sangat-sangat anak muda sekali ya. Ya, saya gitu misalnya saya suka banget nih sama warna warna muda seperti ini. Jauh dari kesan warna pasaran gitu kayak hitam, putih, silver atau gold gitu. Warnanya hijau muda atau mereka menyebutnya sebagai glacier green ya. Secara design wise HP ini sangat mirip dengan Xiaomi 14T. Untuk sebuah HP R1 jutaan menurut saya Nobia F70 ini terasa mewah ya denganamb build quality yang sangat bagus menurut saya. Bagian belakangnya terbuat dari kaca dengan frame yang masih plastik. Beberapa hal yang bikin sampai ini mewah selain back covernya yang kaca dan enak dipegang adalah tambal power-nya yang berwarna merah. Dan ini tuh cakep banget menurut saya. Sayangnya menurut saya cakepnya HP ini sedikit ternodai dengan adanya tulisan 108 megap AI kamera di bagian modul kameranya gitu. Ngapain sih brand-brand Tiongkok tuh kalau bikin HP hobi banget gitu ngasih tulisan-tulisan kayak gini. E kamera lah 108 megapel lah atau apalah itu ditulis di situ gitu. Enggak bisa ya kalau bikin HP itu dibikin polos aja gitu. Cukup dikasih mereknya aja di bagian bawah atau di mana gitu biar kerasa lebih clean dan elegan gitu loh. Enggak usah nambah-nambahin nempel-embel tulisan kayak gini gitu yang malah kelihatan jadi norak gitu. Karena jujur HP ini tuh udah dapat feel mahal dan mewahnya gitu. Aneh aja enggak ada tulisan 108 megapel kameranya ini. Tapi ya udahlah memang tidak ada yang sempurna di dunia ini gitu. Andre and the backbone aja enggak sempurna karena dengar-dengar mereka Samsu sih bukan sempurna ya. Satu hal yang membedakan HP murah dengan HP mahal adalah simetris enggaknya peletakan beberapa ornamen pada HP. Kalau kita lihat SIM tray di HP ini tidak setimetris ya karena posisinya cenderung ke atas gitu. Di HP ini juga punya jack audio yang mana tentu menjadi kelebihan dari HP-HP entry level. Layarnya sendiri bagus berukuran 6,7 inch beresolusi HD plus reverse rate-nya sudah 120 Hz dengan responsivitas yang menurut saya juga bagus. Saya tidak merasakan adanya latensi yang mengganggu saat bermain real drrum. Ada sebuah punch hole di layarnya yang juga tempat fitur Life Island 2.0. Jadi fitur ini tuh mirip kayak dynamic island yang punya Apple gitu yang mana bisa nampilin beberapa fungsi seperti informasi charging, alarm, timer sampai now playing-nya music gitu. Saya enggak dapat informasi jenis kaca apa yang digunakan di layar di AP ini. Tapi saya berasumsi dia tidak punya kaca jenis khusus untuk melindungi bagian layarnya. Karena setahu saya satu-satunya brand yang bisa ngasih kaca pelindung khusus di HP R jutaan hanyalah Xiaomi sama Poco ya kan sama dua itu ya. Untuk performa HP ini pakai SOC buatan Uni SOC dengan seri Tiger T616. Jadi SOC ini mungkin banyak yang enggak tahu ya, tapi sering banget dipakai sama brand dan selalu jadi alternatif buat mereka yang mau bikin HP dengan budget yang terbatas tapi berharap bisa pakai SOC yang lumayan oke gitu. Secara performa sebenarnya SOC ini lumayan nyaman untuk penggunaan sehari-hari seperti main sosial, nonton video atau jalanin aplikasi ringan gitu. Bahkan saya coba main Gensin Impact dia masih sanggup loh ya walaupun kita harus set grafis ke settingan mentok rata kiri gitu ya memang agak enggak nyaman mainnya tapi at least Gensin Impact masih playable loh di HP ini. Itu artinya Uni Asosi Tiger T616 itu enggak lemat-lemat amat gitu. Secara angkap pun skor yang saya dapat dari aplikasi benchmark satis memperlihatkan kalau ini juga cukup oke loh. Untuk RAM, HP ini punya RAM sebesar 8 GB yang bisa kita extend sampai 20 GB dengan bantuan virtual RAM. Untuk storage cukup gede 256 GB dengan kecepatan baca tulis yang menurut saya juga lumayan. Saya bilang lumayan karena memang enggak bisa berharap lebih dari HP R jutaan dan saya merasa speed segini tuh memang yang seharusnya kita dapatkan di sebuah HP entry level gitu. Enggak ada informasi jenis storage apa yang digunakan di HP ini. Tapi melihat dari kecepatannya, besar kemungkinan storage di HP ini masih menggunakan IMMC. Sedangkan untuk kelengkapan standar, HP ini cukup lengkap. Sebut aja ada jack audio seperti yang saya sebut tadi. Terus ada NFC yang sekarang jadi fitur wajib hampir di semua smartphone. Bahkan kelas entry level aja punya loh. Sensor fingerprint bisa kita temukan di samping menyatu dengan tombol power ya dengan performa yang cukup cepat. Bahkan saya merasa lebih nyaman menggunakan smartphone dengan fingerprint di samping daripada in screen fingerprint. Nobia V70 punya baterai sebesar 5000 mAh dengan dukungan fast charging 33 watt. Daya tahan baterai di HP ini menurut saya lumayan untuk ngejar satu kali charge sear itu harusnya masih bisa ya dan waktu yang dibutuhkan untuk ngisi baterai dari 0 sampai 100% tuh sekitar e 1 jam lebih gitu. Untuk software HP ini pakai antarmuka My OS 14 berbasis Android 14. Saya merasa tidak ada yang terlalu spesial dari antar muka buatan Nubia ini. Tapi saya merasa antar mukanya itu terlihat cukup sederhana aja gitu ya. cukup nyaman digunakanlah terutama untuk manajemen shortcut ya. Di mana di sini kita bisa menghapus beberapa shortcut sekaligus terlihat seperti sebuah fitur yang sepele ya tapi saya yang hobi instal banyak aplikasi dan coba-coba aplikasi terasa cukup terbantu dengan fitur ini loh. Terakhir kita bahas nilai jual utama dari HP ini selain desain yaitu kameranya di mana dia punya kamera utama beresolusi 108 megap. Sebenarnya kalau dilihat di bagian belakang ini tuh kelihatan kayak ada tiga kamera ya. Tapi entah kenapa yang bisa saya identifikasi hanya kamera utamanya aja atau yang punya identitas itu cuma satu kamera aja gitu. Jadi kita anggap dua kamera lainnya itu ya enggak ada. Punya kamera 108 megapel di harga yang terjangkau. Menurut saya ini sebuah hal yang sangat menarik loh. Apalagi kalau kita lihat hasil foto yang ditangkap oleh HP ini di mana foto-fotonya terlihat cukup oke menurut saya. Terutama dalam kondisi cukup cahaya atau terang. Warnanya cukup akurat. Detailnya juga akan semakin kaya kalau kita ngambil foto dengan mode 108 megapel. Dan dynamic range-nya juga lumayan menurut saya walaupun gak luas-luas amat ya karena dalam beberapa foto terlihat kalau kamera di HP ini gagal meng-highlight beberapa bagian. Dalam kondisi lowlight juga foto yang ditangkap masuk kategori lumayan menurut saya karena saya tidak bisa bilang fotonya jelek ya. Dengan mode malam fotonya yang ditangkap cukup jernih dan minim noise. Tapi tidak adanya Oas di HP ini cukup merepotkan karena kita dipaksa untuk mengambil foto dalam kondisi low light dengan tangan yang stabil. Jadi kalau kalian enggak mau repot, ya mau enggak mau kalian harus nyender sambil foto atau pakai tripod. Foto potretnya juga lumayan. Saya enggak bisa berjuta banyak apalagi berusaha untuk memuji hasil foto potret ya. Karena memang menurut saya foto potretnya itu oke tapi tidak spesial. Untuk objek-objek yang sederhana, pemisahan antara foreground dan background-nya juga bisa dilakukan dengan cukup baik. Tapi dalam kondisi yang sedikit rumit, kamera HP ini seperti kesulitan mengidentifikasi bagian mana yang harus diblur. Sedangkan untuk kamera depannya berolusi 16 megapel dengan kualitas yang lumayan juga menurut saya. Enggak usah berharap banyaklah dengan detailnya, tapi untuk kebutuhan media sosial rasanya 16 megapel udah lebih dari cukup ya. Karena bagaimanapun juga foto yang kita upload di media sosial akan mengalami proses kompresi yang tentunya akan menurunkan kualitas foto. Kesimpulannya untuk sebuah HP dengan harga yang terjangkau, kita akan dapetin banyak banget hal yang mungkin akan sulit kita dapatkan di HP lain dengan harga yang sama. Seperti layar besar dengan kualitas yang cukup bagus plus punya refresh rate 120 Hz. Terus dia pakai Uni As Tiger T616 yang surprisingly ini cukup ngebut bahkan bisa dipakai buat main game CIM pack. Terus dia punya RAM sampai 20 GB walaupun itu kombinasi antara RAM fisik dan RAM virtual gitu dan storage-nya cukup besar yaitu 256 GB. Nilai jual lainnya juga enggak kalah menggiurkan seperti kamera utama beresolusi 108 megapel yang lazimnya sulit kita temukan di HP-HP lain dengan range harga yang sama. Tapi tentunya HP ini juga punya banyak kekurangan atau setidaknya menjadi catatan buat kalian yang kira-kira ingin atau berminat membeli HP ini seperti layarnya yang cuma beresolusi HD plus, terus speakernya yang masih mono, speakernya cuma satu, Guys. Jadi agak cempreng suaranya. Dan terakhir adalah storage-nya yang ya walaupun besar tapi dia masih menggunakan MC yang notabnya enggak ngebut-ngebut banget gitu. Di luar beberapa catatan yang saya buat terakhir, menurut saya HP ini sangat layak buat dibeli ya. Bahkan bisa jadi ancaman buat brand-brand dari Tiongkok sana yang kita kenal spesialis dalam membuat HP-HP yang murah seperti Xiaomi, Poco, Infinix, Techno atau bahkan Realme. Jadi untuk HP ini gua jawab Nobia, gimana menurut kalian? Ya, tapi tolong ya buat Nogia please tulisan 108 megapel kamera AI kamera ini dihilangin aja deh. Nora.

Lihat di YouTube