Jungkat

Hape ini tidak seperti yang kalian kira! (YouTube Video)

  • 11/04/2025

[Musik] Mungkin satu-satunya alasan saya tertarik sama HP ini adalah desainnya. Mau kalian bilang gimanapun, menurut saya HP ini cantik. Jadi wajar kalau HP ini laku di Tokopedia. Lihat deh ini HP udah laku 2000 unit lebih yang mana ini jumlah yang enggak sedikit. Tapi ada tapinya nih. Kalau kita perhatikan lebih dalam, ternyata penjualan yang paling banyak adalah toko officialnya. Di mana saat itu HP ini dijual dengan bandling yang cukup menggiurkan. Dan kalau kita bandingkan dengan toko lain yang menjual produk yang sama, jumlah penjualannya jomplang banget. Jadi pertanyaan saya adalah apakah HP ini beneran laku? Soal aku atau enggak, jujur itu bukan urusan saya dan saya enggak peduli. Tapi yang pasti desain HP ini beneran cakep. Materialnya kulit sintetis dengan embel-embel vegan leather. Warnanya sangat menarik dan feel dipegang tuh kerasa solid ya. Di luar HP ini ada logo Motorola di bagian belakang bodinya. Saya tetap merasa feel waktu pegang HP ini ngasih perasaan yang berbeda dibandingkan dengan HP HP yang lain. Mungkin ini enggak relate buat kalian yang belum punya atau belum pernah pakai HP Motorola. Tapi buat kalian yang udah tahu gimana kualitas Motorola dulu, harusnya kalian akan paham dan bisa merasakan apa yang saya rasakan waktu pegang HP ini. Motorola yang sekarang bukan seperti Motorola dulu. Motorola saat ini dimiliki oleh Lenovo karena sudah dibeli dari Google sejak 2014. Tapi identitas HP dengan build quality yang solid masih sangat terasa di HP Tionkok ini. Jadi kesimpulan saya untuk desain saya suka. Enggak cuma desain, saya juga suka sama layarnya. Okelah, layarnya masih IPS dan masih beresolusi HD. Tapi secara kasat mata, saya langsung bisa menyimpulkan kalau layar di HP ini bagus untuk sebuah panel IPS. Layarnya nyaman dilihat dengan default color tone yang warm alias hanget. Penilaian kita terhadap layar di smartphone menurut saya sangat subjektif. Pendapat saya dengan teman-teman di kantor pun berbeda. Ada yang setuju dengan opini saya, ada juga yang enggak setuju. Saya enggak tahu udah berapa HP dengan panel IPS yang saya coba. Dan menurut saya referensi sebanyak itu sudah cukup untuk bisa menyimpulkan kalau layar IPS di HP ini punya kualitas yang berbeda dibandingkan layar IPS HP-HP lain di range harga yang sama. Walaupun saya suka dengan kualitas layar IPS-nya, ada juga beberapa hal yang saya kurang suka dan menurut saya mengganggu. Pertama adalah brightness-nya yang menurut saya kerasa kurang terang. terutama saat digunakan di bawah trik matahari. Di mana saya sedikit kesulitan melihat si layar pada saat digunakan di kondisi yang terang. Kedua, layar HP ini ternyata mengalami shifting, yaitu perubahan warna pada saat kita lihat dari sudut pandang tertentu. Saya tiba-tiba punya standar ganda sama layar di HP ini. Tadi bilang bagus, sekarang bilang enggak bagus. Ya, pokoknya begitulah. Semoga kalian paham dengan apa yang saya maksud. Tapi ada yang membuat saya cukup kaget, yaitu kualitas 120 Hz di layar HP ini yang ternyata cukup akurat. Karena rasa penasaran yang semakin membuncah, saya coba bandingkan layar 120 Hz-nya dengan beberapa HP yang punya refresh rate serupa. Saya bandingkan dengan Vivo V50, iPhone 13 Pro Max, dan S25 Ultra. Dan surprisingly, layar HP ini sama-sama smooth. Hanya saja seperti yang kalian lihat, responsivitas layar di Moto G45 sangat jelas jauh di bawah HP-HP tersebut. Untuk durability, HP ini sudah pakai Corning Gorilla Glass 3. Dan sayangnya secara default layarnya tidak dilapisi anti gores bawaan. Jadi saran saya saat kalian beli pastikan kalian langsung membeli antigores atau temper glass untuk HP ini. Salah satu hal yang bikin mutu G45 berbeda dari yang lain adalah penggunaan SOC yang tidak digunakan oleh brand lain di market Indonesia. Mereka ngeklaim kalau HP ini adalah satu-satunya HP di Indonesia yang menggunakan Snapdragon 6S Genry. Tapi saya merasa menggunakan SOC yang berbeda tidak membuat experience-nya lebih baik dari HP lain dengan harga yang sama. Sedikit kita bahas performa SOC ini. Snapdragon 6S Gen 3 bisa dibilang SOC baru karena rilisnya belum lama dan sudah pasti jauh lebih muda dibandingkan Helio G99. Tapi performa SOC ini dengan G99 terasa 1112. Angka-angka dari aplikasi Page sintetis juga terlihat sedikit mirip. Setidaknya kalian bisa bayangin gimana performa di SOC ini. Experience buat main game-nya sendiri menurut saya lumayan oke. Saya coba main dua game yang kebetulan lagi saya mainin. Pertama ada Smash Legend dengan settingan grafis high di 60 fps. Game ini masih bisa saya mainkan dengan cukup nyaman. Enggak kerasa ada frame drop. Jadi tetap smooth dan lancar. Game kedua yang saya mainkan adalah Tree of Savior. Di game RPG ini saya juga merasakan enggak ada kendala selama main ya. Maksudnya lancar-lancar aja bahkan nyaris enggak ngerasa ada frame drop. Sejujurnya saya sempat underestimate sama HP ini saat pertama kali pakai. Karena waktu itu HP ini kerasa lemot banget. Jangankan buat main game, untuk buka kamera aja dia kerasa sangat berat. Tapi setelah mendapatkan update software, HP ini terasa lebih ngebut dan lebih nyaman digunakan, terutama untuk bermain game. Saat kita bermain game, ada opsi untuk menggunakan seluruh resource hardware sehingga membuat performa saat bermain game jadi terasa sangat smooth dan lancar. Total ada tiga mode yang bisa kita pilih, yaitu performa, mode turbo, dan baterai saving. Untuk fitur HP ini bisa dibilang lengkap ya. Dia punya konektivitas 5G, sensor sidik jari di samping, dan face unlock. Di HP ini juga ada setup dual speaker dengan Dol BMOS. Terus dia juga support HRS audio dan punya jack audio dan udah ada sertifikasi IP52. Untuk software, HP ini pakai Android 14 dengan antar muka MyUX. UI HP ini secara visual sangat stok sekali, mirip banget dengan UI dari Google Pixel. Walaupun sekarang saya tidak merasa ada keistimewaan terhadap UI stok seperti ini ya. Tapi menggunakan UI di HP ini tetap terasa menyenangkan. Selain aplikasi Google, HP ini juga punya beberapa aplikasi bawaan dari Motorola seperti Moto Secure, Smart Connect, dan Family Space. Motorola menjamin update ke Android 15 dan update Security selama 3 tahun. Untuk update software, Motorola sudah menempati janjinya karena kemarin HP ini dapat update besar ke Android 15. Ini membuktikan kalau mereka enggak omon-omon doang. Hmm, nice motor selanjutnya soal baterai. HP ini punya baterai berukuran 5000 mAh. Sebuah ukuran baterai yang terasa biasa saja. HP ini juga mendukung fast charging 20 watt. Aslinya HP ini hanya mendukung fast charging 18 watt. Tapi khusus model yang dijual di Indonesia support sampai 20 watt. Daya tahan baterai di HP ini jauh dari kesan impresif karena dalam pengujian dia hanya bisa bertahan 13,5 jam aja. Jauh lebih boros dibandingkan HP-HP lain di rencaga yang sama. Sementara itu, fast charging 20 watt yang pakai embel-embel turbo power juga hanya sanggup mengisi baterai dari 5 sampai 100% dalam waktu nyaris 2 jam. Dan sekali lagi ini tidak mengesankan. Terakhir kita akan bahas soal kameranya. HP ini punya dua kamera di bagian belakang. Kamera utamanya beresolusi 50 megapel dengan fitur teknologi quad pxel dan PDHF. Sedangkan kamera keduanya adalah kamera makro beresolusi 2 megapel. Untuk kamera depannya beresolusi 16 megap. Secara angka memang kamera di HP ini terasa biasa saja. Hasil foto yang diambil dengan kamera utama 50 megapel pada kondisi pencahayaan yang baik bisa menghasilkan foto yang cukup bagus dengan detail dan ketajaman yang juga cukup oke. Tapi entah mengapa saya merasa foto yang ditangkap kurang natural warnanya. Terasa agak oversaturated. Contohnya foto-foto bunga ini yang di mata saya harusnya enggak kayak gini warnanya. Dynamic rage di HP ini juga lumayan oke. Beberapa foto yang saya tangkap dengan kondisi menghadap sumber cahaya tetap terlihat jelas dengan bagian shadow yang tetap bisa di-highlight dengan cukup baik. Untuk kondisi low light menggunakan mode night vision terbukti ampuh untuk meningkatkan kualitas foto low light. Sayangnya shutter speed-nya jadi sangat panjang dan agak tricky untuk mengambil foto low light dengan posisi handheld. Untuk kualitas foto makronya bekerja dengan sangat baik walau hasilnya enggak otomatis jadi ikutan sangat baik. Hasil foto makronya terasa medioker dan kurang appealing untuk dipamerkan ke media sosial. Saran saya mending enggak usah dipakai aja lensa ini atau minimal jangan pernah punya ide buat pamerin hasil foto makronya ke media sosial kalian. Dan terakhir untuk kualitas foto dari kamera depannya. Menurut saya warnanya cukup oke, cukup fun, dan enggak terlihat skin tone yang lebay. Tapi detailnya kerasa agak kurang ya. Sulit banget buat dapetin foto selfie dengan detail yang lebih baik. Padahal saya merasa di HP lain resolusi 16 megapel di kamera depan bisa nangkap foto selfie yang lebih baik dari ini. Ya, ini adalah video yang saya rekam menggunakan Motul G45 Ty gimana agak aneh karena saya enggak bisa nge-set resolusi di kamera depannya. Saya enggak tahu gimana caranya karena di settingan saya enggak nemu ada pengaturan eh resolusi video kamera depan. Tapi yang pasti secara kasat mata saya ngelihat di viewfinder videonya lumayan oke. Kita sambil makan mie. Di kamera depan juga videonya ada opsi stabilizer ya. Jadi kalau diaktifkan dia lebih stabil seperti yang saya rekam sekarang ini saya menggunakan mode stabilizernya makanya agak stabil walaupun dalam kondisi hand agak aneh karena memang enggak ada opsi buat milh resolusi. Aneh banget b wayamnya enak. Ini kamera belakangnya. Se lagi saya enggak tahu resolusinya berapa. Saya harus lihat di file info di galeri nanti biar tahu. Tapi yang pasti saya enggak usah milih resolusinya karena enggak ada opsinya di setting. Saya rekam dalam kondisi indoor ya, dalam ruangan harusnya eh lebih lebih noisy normalnya. Tapi jujurnya untuk handphone Rp juta, saya suka kalau kemampuan dia dalam menangkap video karena terlihat lebih bagus dibandingkan tapi kebanyakan yang rata-rata didominasi oleh HP dari sana intinya S masuk videonya. Kesimpulannya, Motorola G45 ini punya beberapa kelebihan yang menarik. Terutama buat konsumen di Indonesia yang nyari HP kelas menengah dengan harga oke. Desainnya keren dengan bahan pegang leather. Layarnya 120 Hz walaupun resolusinya HD Plus. Snapdragon 6S Gen 3, Android yang mirip stok, jaminan update ke Android 15, dan baterai 5000 mAh. Tapi ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan juga. Resolusi layar HD Plus di layar 6,5 inch mungkin kurang tajam buat sebagian orang. Brightness layar juga kurang tinggi kalau dipakai di bawah matahari langsung. Performa kameranya di kondisi low light juga enggak bagus-bagus amat dan fast charging 20 watt-nya ternyata enggak begitu fast. Tapi overall saya suka HP ini. Kalau kalian punya budget R juta lebih dikit, kalian bisa jadikan HP ini sebagai pilihan. Gimana pendapat kalian? Tulis di kolom komentar, ya.

Lihat di YouTube