Jungkat

Hape Rp 2 Jutaan, Baterainya Seawet Ini?! Review Redmi 15 (YouTube Video)

  • 23/09/2025

Ini adalah HP dari keluarga Xiaomi yang baterainya paling irit. Layarnya besar 6,9 inci Full HD Plus. Baterainya besar 7000 mAh ini ya dengan kemampuan charging 33 watt. NFC ada infrared blaster, khas Xiaomi ada micro SD bisa dipasang di sini. Oke, enggak usah lama-lama langsung aja kita bahas. Ini adalah Redmi 15. Oke, Redmi 15. Smartphone ini diposisikan Xiaomi sebagai smartphone entry level untuk bersaing di pasar smartphone 2 jutaan. 2 jutaan kecil ya tepatnya ya. Nah, walaupun ini masuk dalam kategori entry level, tapi kelasnya ini masih di atas Redmi 15C yang pernah kita review di kisaran Agustus 2025. Nah, kalau yang ada C-nya itu biasanya langsung masuk dalam kelas R jutaan dari awal. Udah nonton kan review-nya, ya? Kalau belum mungkin kalian kelewat. Tahu dong kenapa? Nah, tahu dong harus ngapain ya? Diklik tuh subscribe-nya. Oke. Oke. Tentunya Redmi 15 ini adalah penerus dari Redmi 13. Ee entah kenapa ya dia lompat dari 13 ke 15 ya. Ee tahun lalu memang ada Redmi 14C tapi Redmi 14-nya sendiri enggak nongol tuh tahun lalu ya. Dari China maupun dari globalnya juga enggak ada. Langsung pindah ke Redmi 15. Oke, langsung aja apa yang ditawarkan oleh smartphone ini dan kita akan lihat langsung dari paket penjualannya. Dan dalam sini ada unit Redmi 15 dengan screen protektor yang langsung terpasang. Kemudian ada chargernya. Ada chargernya. Ada dong chargernya. Ini adalah charger 33 watt. Kemudian di sini ada kabel USB A 2C, ada case juga dan ada sim tray ejector serta paket dokumen. Nah, smartphone ini hadir dengan desain yang flat di bagian layar dan frame-nya. Sementara untuk bagian belakang dibuat sedikit melengkung supaya feel megang smartphone ini terasa nyaman. Untuk pilihan warnanya ada tiga ya, ada Midnight Black, Titan Grey, dan Sandy Purple seperti yang saya pegang dari tadi nih. Untuk yang Sandy Purple ini punya corak seperti pasir pantai yang membuatnya itu enggak terkesan polos-polos banget. Dari materialnya, smartphone ini menggunakan polikarbonat di body belakang dan untuk frame-nya juga. Smartphone ini juga sudah dilengkapi dengan sertifikasi IP64 ya. Jadi kalau kena hujan tipis-tipis masih aman. Tapi ingat ya, ini buat perlindungan kalau enggak sengaja kecipratan air atau kena hujan. Jangan dengan sengaja disiram air atau bahkan diajak berenang. Jangan ya apalagi diajak snorkling. Jangan. Jangan banget. Jangan ya. Nah, untuk dimensinya tinggi 169,48 mm, lebar 80,45 mm, dan ketebalannya ada di 8,4 mm. Bobotnya ada di kisaran 218 gr. Saat digenggam memang bodinya terasa bongsor dan ini cukup berat memang ya. Oke, sekarang mari kita lihat sisi-sisinya di kanan. Ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ini ada infrared blaster ya atau IR blaster. Di kiri ada slot SIM hybrid. Nah, ini jadi masih bisa pasang dual SIM atau single SIM plus micr SD. Di bagian bawah ada mikrofon, ada USBC, dan ada speaker. HP ini pakai single speaker dan tuning audionya langsung dari Dolby Atmos nih ya. Nah, untuk kualitas audionya sendiri ini terbilang cukup oke untuk kelas harganya dan suara yang des juga cukup lantang di sini. Bahkan volumenya ini masih bisa ditingkatkan lagi hingga 200% karena ada fitur volume boost. Nah, fitur ini akan cocok dipakai untuk video call atau meeting online, tapi bukan buat dengerin musik. Yaah, kurang cocok kalau buat dengarin musik ya. Ini supaya suara orang yang ngobrol sama kita tuh lebih jelas aja kalau di tempat yang ramai. Nah, berbeda dengan Redmi 15C kemarin. Di Redmi 15 ini sayangnya belum dilengkapi dengan audio jack 3,5 mm. Tapi tenang, kita masih bisa menghubungkan smartphone ini pakai earphone, pakai port USB tentunya. Dari sisi depan kita lihat ini adalah layar 6,9 inci besar ya hampir tuuh nih IPS panelnya resolusinya full HD plus 2340 * 1080 piksel refresh rate-nya up to 144 Hz. Tapi catatan ya untuk saat ini belum banyak aplikasi yang bisa jalan di 144 Hz ini. Dari temuan kami ini baru bisa untuk aplikasi basic seperti kalender dan message gitu. Jadi kita lebih sering menemukan refresh layar ini jalan di maksimum 120 Hz. Setidaknya refresh set layarnya udah adaptif di sini. Dia bisa turun sampai 48 Hz kalau tidak ada aktivitas dan bahkan bisa turun ke 30 Hz kalau kita muar video yang 30 fps. Nah, untuk brightness kalau kita coba di dalam ruangan itu brightnessnya maksimum di kisaran 660 nitz. Sementara untuk simulasi outdoor ini nyaris 800 nits ya, tepatnya 781 nits. Lumayan terang nih ya. Nah, untuk mode tampilan warna ini ada tiga ya. Ada standar, satur rated, dan default-nya itu ada di vivit. Nah, kalau dari punjian kami tiga mode ini punya color gamut yang sebetulnya nyaris identik dengan gamut coverage di kisaran 98,9% sRGB dan gambut volume di kisaran 121% sRGB. Jadi mau di mode apapun hasilnya lumayan gonjreng ya. Jadi agak hati-hati aja ya kalau dipakai buat ngedit konten. Seenggaknya layarnya udah cukup cemerlang lah kalau dipakai buat menikmati konten. Di sini dia punya sertifikasi TUV Rinland IC untuk menjamin mata kita tetap aman kalau natap layar smartphone ini berlama-lama. Layarnya juga punya fitur wet touch display 2.0. Nah, ini membuat layar Redmi 15 masih responsif walaupun jari kita basah atau mungkin kena tetesan air di layar. Untuk bezel di sisi samping dan atas ini sudah cukup tipis dan simetris. Sementara basel bawah itu sedikit agak tebal. Untuk earpiece itu ada di basel atas layar ya. Lalu di bawahnya ini ada punch hold untuk kamera selfie 8 megap f2.0. Ini support perekaman video sampai 1080p 30 fps. Sekarang kita beralih ke si belakangnya. Ini adalah kamera utamanya 50 megap F1.8 autofokus tentunya perkapan videonya sampai 1080p 30 fps. Di sini ada LED flash di samping kamera utama, lalu ada kamera bonus. Untuk fitur-fitur bisa dibaca aja ya di daftar ini ya. Ada lumayan banyaklah fitur-fiturnya ya. Nah, untuk spesifikasi internalnya SOC-nya adalah Snapdragon 685. Sabar, sabar, sabar. Memang ini bukan SOC paling ngebut untuk kelas 2 jutaan, tapi buat penggunaan harian kayak main sosm, komunikasi, atau main game ringan, SOC ini masih bisa loh dipakai ya. Dan sebetulnya di sini Xiaomi melakukan hal yang unik, nanti kita bahas. Untuk RAM 8 GB LPD dar 4X, storage-nya nah ini ada dua opsi, ada 128 dan yang kami pakai ini yang 256 GB. Nah, sini menariknya nih storage-nya walaupun dia pakai Snapdragon 685, tapi ini sudah pakai UFS. Ya memang untuk 685 ini ada dua opsi ya. Bisa pakai EMMC atau pakai UFS dan Xiaomi memilih UFS di sini. Jadi ingat ya, enggak semua smartphone yang pakai Snapdragon 685 itu akan punya performa keseluruhan yang sama. Bedanya ada di storage-nya ini. Setidaknya dari pengalaman kami menggunakan smartphone yang satu ini belum terasa sampai dia lemot parah atau terpatah-patah gitu kalau buka aplikasi. Sepertinya itu kebantu dari storage-nya tadi. Nah, untuk baterai 7000 mAh ini gede ya. Xiaomi mengklaim bahwa smartphone ini bisa dipakai hingga 2 hari dalam sekali pengecasan dan dia bisa tahan hingga 28 jam untuk video playback. Nah, menurut kami ini enggak tepat sebetulnya. Nanti kita kasih tahu hasilnya berapa ya. Nah, untuk charging-nya dia support charging sampai 33 watt dan bisa reverse charging di 18 watt. Untuk sensor-sensor akorometer ada LED sensor, ada proximity sensor, magnetometer, dan infrared blaster. Untuk gyoskop sayangnya ini belum ada hardware-nya ya. Nah, untuk kreativitas tentunya dia bisa 2G, 3G, dan 4G. Untuk Wii-nya sampai Wii 5. Bluetooth-nya versi 5 juga. Dan udah support audio kodex SBC, AAC, UpX, dan UpX Adaptif. Untuk USB tentu bisa OTG dan untuk NFC ada di sini. Iya dong, walaupun R jutaan tuh ada NFC-nya ya. Nah, untuk security ada side mounted fingerprint dan face unlock. Untuk OS dia pakai Hyper OS 2 berbasis Android 15. Xiaomi menjanjikan ada dua kali Android update dan ada security patch yang dijaga sampai 4 tahun penuh. Oke, kalau untuk urusan iklan kita masih bisa ketemu ya di aplikasi bawaan maupun di panel notifikasi. Kalau kita mau haapus iklan di notifikasi gampang sih sebetulnya tinggal nonaktifkan saja notifikasinya aman ya. Nah, kemudian ada beberapa aplikasi pihak ketiga yang udah diinstal di sini. Kalau misalnya enggak dibutuhkan aman diuninstal aja bisa kok. Untuk fitur-fitur yang menarik di sini ada Xiaomi Interconnectivity misalnya. ini memungkinkan kita untuk menghubungkan smartphone ini ke perangkat Xiaomi lain seperti tablet atau smartwatch juga bisa. Terdapat dua fitur penting di sini, yaitu sy call yang bisa terima telepon langsung dari tablet dan ada copy clipboard yang membuat kita bisa copy paste teks atau gambar dari dua perangkat yang berbeda. Selain dua fitur itu, kita bisa mendapatkan notifikasi dari smartphone ini di perangkat yang terhubung meskipun layar smartphone-nya sudah terkunci ya masih tetap bisa. Nah, kemudian fitur AI dari Google seperti Gemini dan CCAT Search tentunya ada juga di sini ya. Itu enggak eksklusif ke yang kelas atasat atas doang. Oke, kita langsung masuk ke benchmark-nya dari Anutu 10. Ini tentunya pakai 3D Lite ya. Kita dapat skor dip.000-an. Nah, kalau kalian nanya ya Anut 11-nya gimana ya? Tenang, kita tes juga lagi-lagi pakai 3D Light. Kita dapat skor yang besar 506.000-an itu ya. Hantu tuh tuh begini nih suka naik gitu ya kalau tiba-tiba e angka di belakangnya itu naik ya jadi 11 tuh naik jadi R506.000-an ya. Jadi kalian tuh jangan asal ngomong wahtutunya berapa? Enggak bisa AnTu 10-nya berapa, AnTutu 11-nya berapa dan hasil tersebut bukan berarti performa Snap 685 di HP ini naik drastis ya. Ya, karena kebiasaannya Antuu aja yang agak aneh itu tadi ya. Oke, lanjut untuk Geekbandch 6 single core di 473 dan multiore di 1590. Untuk trimx slingshot extreme open gll graphic skornya ada di 1340. Sementara untuk 3m wildlife stress test unlimited. Best scor-nya di 660 dan lowest score di 657. Kestabilannya ada di 99,6%. Aman. Ini namanya juga 685 ya. Biasanya udah aman di sini. Untuk GFX Bench T-Rex 1080p off screenya dapat 45 fps. Oke, sekarang kita masuk ke gaming. Nah, di sini enggak ada menu game booster ya bawaannya itu ya enggak ada. Jadi kita uji apa adanya aja. Langsung masuk ke subway server. Game ini hanya jalan di 60 Hz. Sayangnya enggak ada opsi untuk naikin refresh rate untuk game yang satu ini. Tapi ya dijalankan di 60 Hz. Dia tetap jalan mulus lancar di 60 fps. Lanjut. Untuk PUBG Mobile frame rate maksimumnya cuma sampai ultra atau maksimum di 40 fps. Saat disetting di grafik smooth dan ultra, frame rate akan lebih sering dekat di 40 fps. Jadi ya main ok lah ya. Memang bukan di level kompetitif tapi memang. Lanjut untuk Mobile Legends. Opsi frame rate yang kebuka itu sampai super alias 90 fps. Sayangnya refresh rate layarnya otomatis turun ke 60 Hz saat game ini dijalankan. Kita coba atur refresh manual ke paling tinggi. Tetap aja dia mentok di 60 Hz. Jadi otomatis game-nya ketahan di 60 fps. Tapi, tapi kalau kita pakai Mobile Legends versi yang didapatkan dari Get Apps ya, kita bisa buka mode refresh rate lebih tinggi di setting layar. Dengan begitu kita bisa benar-benar merasakan frame rate super atau 90 FPS di sini. Kok bisa gitu ya? Oke, kita coba mainkan versi GE Apps dengan setting grafis tertinggi seperti ini. Frameate yang didapatkan ada di kisaran 80 sampai 90 FPS kalau kita lagi jalan-jalan aja. Kalau war-nya lagi intense, frame rate-nya bisa turun di bawah 60 fps. Tapi enggak terasa lag yang mengganggu gimana gitu ya. Nah, kalau mau lebih lancar lagi ya gampang sih. Turunin aja setting grafnya ke medium. Aman tuh. Ya, lanjut untuk Gensin Impact dengan setting lowest 60 fps dan skenario seperti biasa frame rate yang dapatkan itu ada kisaran 30 sampai 40 fps. Sesekali dia akan turun di bawah 30 fps. Tapi ya wajarlah itu ya. Setelah setengah jam kita cek suhu permukaannya di body belakang. Titik terpanas ada di dekat modul kamera yang hanya 38 derajat Celcius saja. Sementara di depan suhunya itu lebih adem lagi, cuma sekitar 36 derajat Celcius saja. Nah, kalau dikipasin gimana? frame rate-nya akan jadi lebih sering mendekati 40 fps. Bahkan beberapa kali bisa di atas 40 fps meskipun tetap aja dia bisa sekali-sekali turun di bawah 30 fps. Oke, untuk ranking-rankingan ini C iya baik pakai kipas maupun tanpa kipas. Ini di atas harapan kami atau ya anggapan kamilah untuk Snapagan 685. Biasanya HP lain yang pakai 685 itu ah kurang nyaman dimainkannya. Mungkin ini terbantu dengan optimalisasi plus UFS-nya juga ya. Bisa jadi. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Redmi 15. Jadi, langsung aja kita lihat kemampuan kameranya. Kali ini saya dibantu sama Robin sama Robin. Jadi, kita akan bahas bareng sekaligus ya ngajarin dia pelan-pelan lah ya pengujian kamera dijaga tuh seperti apa. Dulu kan udah ada Isan sama Noval. Nah, udah ada yang baru nih, Gengs. Jadi, ya kalian akan sering lihat muka dia di pengujian kamera ke depannya. Oke, kita lanjut. Oh, ya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang ini juga suara langsung dari mikrofon smartphone-nya, ya. E, kita enggak ada yang pakai mikrofon eksternal di sini. Sayang, dia cuman single mikrofon. Jadi, cuma di sisi kanan frame ini aja. Kalau misalnya enggak sengaja ketutup bisa hilang suaranya. Jadi, hati-hati ya. Nih contohnya nih. Kalau misalnya tangan kita enggak sengaja e nutupin mikrofonnya. Tes, tes. 1 2 3. Tes, tes. 1 2 3. Bisa dengar enggak? Bisa dengar enggak? Tes, tes 1 2 3. Kayak gitu ya, Teman-teman. Jadi, agak hati-hati kalau lagi vlogging atau bikin video pakai smartphone ini. Oke, kita mulai pengujiannya dari kamera selfie-nya dulu. Perekaman videonya bisa sampai 1080p 30 fps. Tidak ada opsi di atas ini. Sayangnya saat kita coba rekam di 1080p 30 fps, hasil videonya cukup oke dengan detail dan ketajaman yang memadai. Damic range standar aja. Area terang masih terlihat over expose. Tapi untuk wajah masih bisa ditangkap dengan cukup baik. Tidak ada fitur stabilisasi atau eis di sini. Ini wajar ya mengingat tidak adanya sensor gyroskope di Redmi 15 ini. Jadi kalau mau hasil videonya lebih stabil bisa pakai tools tambahan macam tripod atau bisa juga pakai Google Photos. Ya, ini contohnya setelah distabilkan manual pakai Google Photos. Kita lanjut ke kamera utamanya. Opsi frame rate tertinggi hanya di 30 fps juga ya. Mentok di seua P30 aja lah. Detail dan ketajamannya masih tergolong cukup baik di sini. Dadamic range standar aja. Area terang masih bisa ditangkap dengan cukup baik dengan area gelap yang menurut kami agak kurang terang sih di sini. Kalau dirasa kurang terang, tinggal atur aja exposurnya secara manual. Sama seperti kamera depan, tidak ada fitur stabilisasi sama sekali untuk kamera belakang HP ini. Karena tidak ada fitur stabilisasi apapun, jadi guncangannya cukup terasa ya. Jadi disarankan untuk memakai tools tambahan agar hasil perekaman video lebih stabil atau lagi-lagi bisa pakai Google Photo saja. Kita lanjut ke kondisi low light. Kualitas gambarnya sendiri terlihat turun dan noise mulai bermunculan nih. Meski begitu, wajah masih bisa terlihat cukup jelas. Saat dicek, frame rate video turun ke 25 fps. Ternyata fitur auto FPS-nya otomatis aktif nih secara default. Ini ditujukan agar video terlihat lebih terang. Jika dibutuhkan, fitur tersebut bisa dinonaktifkan kalau ingin frame rate stabil di 30 fps. Saat kita matikan fitur ini, gambar terlihat sedikit lebih gelap. Namun frame rate lebih stabil di 30 fps. Tapi kalau menurut kami sih ya perbedaan keduanya itu gak terlalu jauh lah. Kecuali kalau diperhatikan dengan sangat detail. Kalau buat jatiter tidak terlalu terasa karena memang enggak ada-nya kan di sini. Lanjut ke kamera utama. Untuk hasil videonya gambarnya udah terlihat soft ya dan noise juga mulai terlihat. Namun setidaknya wajah dapat ditangkap dengan cukup jelas. Sama seperti kamera selfie, auto FPS di sini juga aktif secara default. Fitur ini bisa dimatikan kalau tidak dibutuhkan. Lanjut ke urusan fotografi. Detail yang dihasilkan tergolong oke. Di sini masih bisa diandalkan saat kondisi terang. Fitur HDR otomatis aktif ketika mengambil foto. Kalau di mode portrait, sayangnya fitur ini belum jalan. Jadi untuk mode auto aja. Di mode portrait efek masih belum yang super rapi. Dan ini semoga bisa diperbaiki lagi lewat software update ya. Untuk foto di kondisi low light, fitur auto night mode otomatis aktif. Ini bikin shutter speed sedikit melambat agar cahaya yang masuk bisa lebih banyak. Hati-hati saat fitur ini aktif karena sedikit goyangan aja bisa bikin fotonya jadi blur. Fitur ini bisa dinonaktifkan kalau tidak dibutuhkan. Lagi pula menurut kami perbedaannya tidak terlalu kentara adnera naik mode aktif dan tidak aktif. Ya, setidaknya secara keseluruhan baik kamera utama maupun selfie-nya masih bisa hasilkan foto yang mencukupi saat low light. Untuk contoh foto lainnya bisa kalian lihat berikut ini. Nah, sekarang kita bahas fitur-fitur ekstranya saat kita telusuri, sayangnya fitur ekstranya tidak terlalu banyak di sini. Fitur ekstranya termasuk yang sederhana aja. Untuk fitur promote di sini belum tersedia ya. Di app kamera bawahnya tuh belum ada, baik foto maupun video. Tapi ini bisa diatasi dengan install app kamera terparty. Ada satu fitur ekstra di mode foto yaitu dynamic shot. Jadi saat diaktifkan, kita bisa melihat rekaman video beberapa detik sebelum kita mengambil foto. Mirip live foto di buah-buahan lah. Oke, itu dia tadi pembahasan kameranya Redmi 15. Untuk hal yang masih kurang atau perlu diperbaiki menurut kami ada beberapa sih. Seperti tidak adanya fitur stabilisasi baik di kamera depan maupun belakang. Lalu tidak ada fitur promote di kamera bawahnya kita masih butuh instal app terparty dulu. Lalu karena kamera smartphone ini punya single mikrofon, jadi pastikan mikrofon tersebut tidak tertutup saat merekam video. Meski begitu secara umum kualitas kamera dari Redmi 15 ini sudah mencukupi untuk foto dan video yang basic lah. Saat kondisi cukup cahaya, hasil foto dan video masih bisa diandalkan. di kondisi low light juga masih bisa diterima lah. Ini wajar karena smartphone ini tidak menjadikan kamera sebagai nilai jual utamanya. Jadi ekspektasi kalian terhadap kamera smartphone ini perlu disesuaikan juga. Oke, kita lanjut ke pengujian baterainya. Kita akan bahas kenapa saya bilang tadi 28 jam itu enggak benar nih. Xiaomi nih ngaku-ngaku 28 jam. Kita langsung coba dengan standar kami ya. YouTube offline video playback 1080p. Di sini baterainya ternyata sudah habis setelah 35 jam 17 menit. Ini sih beneran awet. Bahkan lebih awet dari janjinya. Xiaomi gimana sih? Kok bisa miss 7 jam? Gitu loh ngakunya 28 jam dapatnya 35 jam. Lanjut. Untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR selama setengah jam baterai hanya turun 2%. Biasanya 3 sampai 4%. Ini irit banget. Untuk TikTok scrolling 30 menit baterainya turun cuma 3%. biasanya juga 4 sampai 5% turunnya yang normal itu ya ini 3% turunnya. Lalu untuk Gensin Impact lowest 60 fps yang tadi kita tes tanpa kipas selama setengah jam baterainya hanya turun 7% aja. Jadi untuk urusan baterai ini irit banget ya. Lanjut untuk nge-charge-nya gimana? Kita pakai charger bawaan dan untuk mencapai 50% kita butuh waktu 53 menit. Dari kosong sampai penuh kita butuh waktu 1 jam 43 menit. Mau protes? Entar dulu. Masih ingat enggak? Ini baterainya 7000 mAh. Chargernya 33 watt. Menurut kami ini sudah termasuk golongan oke ya. Lagian kemungkinan besar kalian ngecasnya pas tidur. Baterainya awet banget soalnya. Lanjut untuk Netflix dia udah white fan L1 bisa streaming sampai resolusi full HD tanpa dukungan HDR tentunya. Untuk YouTube dia streaming bisa nyampai 1080p 60 fps tanpa HDR. Jangan protes. Kenapa enggak bisa 4K, Bang? Lah layarnya juga 1080p kok ya. Enggak ada masalah kok di sini ya. Lanjut untuk heptic feedback. Di sini ada getarannya terasa kuat tapi belum yang super-super rapi gitu ya. Walaupun demikian getarannya udah cukup akurat sih di sini. Untuk Wii sharing bagaimana? Tersedia. Tinggal nyalain hotspot saat dia lagi nyambung ke Wii. Wii sharing akan otomatis aktif dan teman-teman kalian bisa menikmati WiFi yang kalian dapatkan. Oke, sekarang kita lihat harganya. Untuk yang 8128 harga resminya adalah Rp2.99.000. Sementara yang 8256 harganya adalah Rp2.299.000. Dan harga ini sudah termasuk garansi resmi selama bukan 12 bulan tapi 15 bulan. Ini emang spesial Xiaomi ini garansinya selalu lebih ya lebih 3 bulan ya. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, bodinya ini cukup besar dan ee lumayan berat ya di atas 200 gr soalnya. Tapi lagi-lagi wajar karena layarnya kan gede hampir 7 inci. Baterainya juga gede 7.000 1000 mAh. Ya, lalu SOC yang digunakan memang udah cukup berumur, tapi seenggaknya peran ditawarkan udah memadailah untuk digunakan sehari dan dipadukan dengan UFS-nya tadi ternyata lumayan oke hasilnya. Kemudian dia udah enggak punya audio jack di sini. Lalu speaker ini masih mono, tapi untungnya kuota suaranya masih terbilang memadai di sini dan sensor gyroskopnya tidak ada di sini. Kemudian ini menghasilkan perekaman video yang belum stabil tentunya. Lalu seperti biasa untuk series Redmi tentunya masih dijumpai iklan di aplikasi bawaan dan dalam notifikasi. Lalu kemudian untuk mikrofonnya ini baru single mikrofon. Jadi pastikan aja kalau yang ngerekam itu mic-nya diperhatikan ya jangan sampai ketutupan tangan. Dari segi menariknya yah baterainya besar 7000 mAh dan luar biasa awet 35 jam lebih untuk video playback ya. Bodinya juga sebetulnya ini cukup tipis untuk sebuah smartphone yang baterainya 7.000 1000 mAh. Kemudian layarnya ini layar besar 6,9 inci full HD Plus. Refresh rate-nya up to 144 Hz. Navigasi jadi lebih mulus juga di sini. Storage udah pakai UFS. Terbukti ya efek sampingnya apa ya jadi kencang ya. Lalu performanya terbilang stabil dan adem. Meskipun dipakai main game berat enggak ada masalah padahal ini bukan HP gaming ya. Lalu dia punya jaminan update dua kali generasi Android dan 4 tahun security patch. Paket penjualan juga cukup lengkap ya. charger case screen protector itu udah ada semua di sini. Kemudian kita masih bisa pakai slot micro SD di sini dan support NFC. Infrared blaster ada IP ratingnya ada di IP64 ya. Nah, pertanyaannya smartphone ini cocoknya buat siapa? Ya yang jelas sih menurut kami smartphone ini cocok buat yang nyari smartphone dengan layar ekstra besar dan kemampuan baterai yang sangat awet. Kameranya mungkin bukan level untuk ngonten yang serius, tapi overall smartphone ini masih mencukupi untuk kebanyakan orang ya. Misalnya kalian mau beliin untuk orang tua yang kurang gitu paham teknologi, sekedar butuh baterai awet dan layarnya harus besar ya karena minusnya udah lumayan gitu ya. Kayak saya juga gini ya biar gampang buat nonton gitu ya. Baca teks juga mudah mudah dibacanya gitu ya. Cocok banget sih yang saat ini cocok banget. Atau sebaliknya kalau kalian adalah orang tua yang membeliin smartphone untuk anak ya yang mungkin SD atau SMP gitu ya, ini masih cocok sih ya, SMA juga masih bisa sih sebetulnya ya karena untuk kebetulan sekolah, meeting online, komunikasi ini masih oke banget ya. Atau kalau mau cari ini buat smartphone kedua, enggak mau yang mahal-mahal amat tapi yang penting baterainya awet. Nah, dapat ekstra layarnya besar. Jadi kalau mau nonton pakai ini aja biar enggak ngabis-ngabisin baterai dari HP utama. bisa. Ini cocok banget nih ya. Jadi untuk budget jutaan kecil Redmi 15 ini adalah sebuah pilihan yang menarik ya dengan kelebihan tentunya ada di baterainya dan layarnya. Masih sulit menemukan pesaingnya yang bisa seawet ini baterainya. Good job Redm Did Irfan. Jangan di TV. [Musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Redmi 15

Redmi 15 adalah smartphone yang resmi dipasarkan di Indonesia oleh Xiaomi dan dirancang untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan baterai sangat panjang, layar besar, serta pengalaman penggunaan harian yang stabil. Perangkat ini menempatkan efisiensi, kenyamanan visual, dan ketahanan sebagai fokus utama, sehingga cocok untuk aktivitas intensif sepanjang hari. Redmi 15...