Hape Sejutaan Ala Poco | Poco C85 (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Poco C75 tahun lalu itu berhasil memecahkan banyak sekali penjualan ya di link-link affiliate beberapa content creator. Makanya dengan harga yang sama C85 asumsinya juga bakal laku dong. Tapi pertanyaannya gimana sih performa hariannya? Yuk kita bahas review barengan sama Nobotech Review dan yuk hari ini kita bawa jalan-jalan si Poco C85 seharian. Jadi konsepnya emang baru hari ini saya pegang barangnya, baru hari ini di-unbox dan baru saya set up sesimpel mungkin untuk bisa dipakai kerja lah atau semi-semi kerja di hari ini. Out of the box Poco C85 yang saya punya ini punya sisa daya baterai 60%. Jadi, ya kita akan coba optimize lah mulai dari settingannya dan semua segala macamnya. Gimana sih si Poco C85 kalau kita pakai seharian? Jadi, ya in a way kayak semacam eh semi-semi hands on, first impression, tapi agak lebih panjang dikit gitu kali ya. Konsep video kali ini pas pertama kali pegang Poco C85, tapi satu hal yang bisa saya rasakan teramat sangat adalah kok rasa-rasanya mirip Redmi 15C ya? Jangan-jangan barangnya sama. Jangan-jangan iya emang. Tapi ya udahlah dari sini sebenarnya set ekspektasinya itu udah ketaker gitu kan. But however, satu hal yang patut saya acungi jempol dari handphone ini adalah desain body belakangnya atau covernya gitu ya. Saya suka mereka main dengan konsep two tone masih sama seperti generasi sebelumnya. Walaupun kali ini kameranya dia bentuknya kotak ada di bagian pinggir instead of di bagian tengah seperti C75 tahun lalu. Poco C85 yang saya pegang ini adalah yang varian purple atau varian ungu dan ya bentukannya seperti ini. Walaupun ada satu hal yang mungkin jadi pertanyaan saya adalah kenapa ya sudah ada branding Poco di sebelah kanan di sebelah kirinya ada tulisan lagi Poco C85. Begitu kita lihat ke bagian depan, kita akan melihat layar yang ini masih menggunakan design dot drop dengan ukuran 6,9 inci. Secara bezel bisa kita kategorikan ini cukup tebal gitu ya. Dengan resolusi untuk layarnya sendiri ini ada di HD Plus. Refresh rate-nya 120 Hz. Jadi ya secara kualitas layar bisa dibilang bukan yang paling tajam. Tapi ya udahlah ya untuk handphone dengan R1 jutaan rasa-rasanya untuk layar seperti ini saat ini masih tepat. Satu hal yang mungkin menggelitek adalah fakta bahwa si Poco C85 ini masih menggunakan chipset yang sama seperti yang digunakan generasi sebelumnya yaitu Helio G81 Ultra. Jadi memang secara benchmarking angkanya bukan yang paling tinggi. Dan untuk kita main game semisal Call of Duty Mobile rasa-rasanya handphone ini kurang tepat. Karena kita bisa ngelihat gitu ya secara grafiknya memang ini bukan yang paling smooth. Agak-agak geradakan. Good news-nya adalah kalau kita main gameennya itu seperti Mobile Legends bisa dikategorikan handphone ini cukup stabil lah. Tapi walaupun emang menjelang akhir-akhir permainan gitu ya, pas lagi war banyak banget ee apa namanya? banyak banget pon, terus juga lawan segala macam di satu layar yang sama. Ya tentu ujung-ujungnya emang ada e grafik yang agak geradakan, agak drop, tapi bisa dibilang ini tidak mengganggu sepermainan sebegitunya dibandingkan kalau kita main game yang super kompetitif seperti Call of Duty Mobile. Tetapi ya tentu kalau kita menggunakan handphone ini lebih banyak di streaming, lebih banyak di sosial media, lebih banyak di messaging seperti WhatsApp tentu rasa-rasanya masih aman-aman aja. Benar. Ada kalanya kita ngerasa kok kayaknya aplikasinya cukup starter pas lagi buka. Bukan yang paling smooth, cuman masih masuk dalam kategori yang bisa dimaafkanlah. Segala keterbatasan yang mungkin dirasakan sama teman-teman nih pas lagi menggunakan handphone ini resisi performa itu diganti dengan storage dan juga RAM yang bisa dibilang sudah cukup luas untuk kelasan harganya yaitu 8 gig RAM dan juga 256 gig storage. Datang pula nih dengan NFC dan juga udah punya perlindungan IP rating IP64. Dari sisi baterainya sendiri, handphone ini menggunakan besaran baterai 6000 mAh dan charging speed-nya udah meningkat sekarang ya ke 33 watt. Sayangnya karena ini adalah one day experience dan juga saya baru megang barangnya sekarang, jadi untuk kecepatan nge-charge-nya saya belum bisa ukur. Sementara untuk daya tahan baterainya sendiri tadi pas kita unbox itu sekitaran pukul 11.00 dia ini punya sisa daya 60% dan saat ini jam 10.00 malam hampir jam 11.00 gitu ya. Dia ini masih punya sisa daya 20%. Jadi ya selama kurang lebih 12,5 jam dia ini menggunakan daya 40%. Roman romannya emang ini bukan satu buah daya tahan baterai yang luar biasa, tapi cukuplah untuk kita pakai 1 hari. Jadi tinggal malamnya kita charge, besok pagi udah siap untuk dipakai kerja lagi. Sedikit untuk benchmarking baterai dari Poco C85. Pas main Call of Duty Mobile 15 menit ini dayanya berkurang 4% dan saat main Mobile Legends 15 menit dayanya juga berkurang 4%. Jadi ya ini menjustifikasi asumsi saya kalau emang dari sisi daya tahan baterai bukan yang paling hebat. But then again karena 6000 mAh jadi masih bisa dipakai sampai seharian. Nah, untuk hasil kameranya sendiri saya gak pengin berkomentar terlalu jauh ya, karena emang belum nyoba seadanya, tapi ini beberapa hasil foto yang bisa saya dapatkan hari ini. Sementara untuk hasil videonya sendiri itu seperti itu. Oke, jadi ee enggak bisa ternyata full day pakai handphone ini. Nah, saya harus melewati hari kedua gitu ya em untuk bisa ngambil beberapa sampel foto dan juga video lebih banyak. Nah, ini contoh perekaman videonya menggunakan si Poco C85 itu seperti ini. Mentok di 1080 baik kamera depan dan juga kamera belakang. Ini contoh hasil kamera belakangnya sambil dibawa jalan-jalan. Matahari pas lagi ada di sebelah sini kelihatan tuh. Jadi em harusnya ini dalam kondisi yang ideal ya. Kalau cuma ngelihat di layar handphone aja sih kayaknya akan lebih enak kalau misalnya kita lebih turunin e secara exposure-nya. Nah, hasilnya bisa lebih kayak eh ala-ala terekspos dengan lebih tepatlah town gitu ya. Tapi ini untuk hasil kamera belakang. Untuk hasil kamera depannya seperti ini. Nah, ini hasil kamera depannya dan kita lagi membelakangi matahari ya. tuh mataharinya di sini kelihatan kan? Kita coba cari spot yang agak enakan dulu sedikit terus kita switch eh view-nya jadi mataharinya ngadap ke muka. Ini sih kalau dilihat sekilas seperti ini. Exposure masih bisa coba ditahan dengan cukup baik ya. Ini handphone sejutaan loh gitu ya. Walaupun tadi bisa kelihatan nih ada flare tapi look-nya masih oke. Jadi kalau mau dapetin cat-sat ala-ala nah ya. kayak oh galau-galau gimana masih bisa sebentar ya. Kalau misalnya di sini, nah mataharinya pas di sana. Ini ideal, ini kondisi ideal dan kalau di layar handphone aja sih cakep ya gitu. Cuman enggak tahu juga ee kalau di layar komputer looksnya kayak gimana. Apakah seak ini apa enggak. Jadi rasa-rasanya emang kalau lagi butuh biter phone atau handphone yang emang untuk dipakai dibejek-bejek sampai habis gitu ya, sepertinya sih Poco C85 bisa menjadi salah satu alternatifnya. Kalau ditanya apakah ada handphone R jutaan yang lebih smooth dari Poco C85? Jawabannya adalah ada. Tapi apakah agresifnya Poco itu menarik untuk di tahun 2025? Jawabannya pun juga sebenarnya masih iya. Jadi tinggal masuklah preferensi sendiri itu kurang lebih sebenarnya seperti apa gitu ya. By the way itu dia video kita untuk hari ini. Ada yang ingin komentari silakan tulis di kolom komentar di bawah. Kita ketemu di video berikutnya untuk saran taufik mod diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Membeli ponsel baru di kelas harga satu hingga tiga juta rupiah kini terasa makin menjebak akibat pergeseran tren spesifikasi dan fluktuasi harga pasar yang tak...
Mencari ponsel murah dengan layar lega dan baterai badak yang tahan cipratan air kini bukan lagi hal mustahil. POCO C85 hadir mendobrak pasar kelas entri dengan...








