Jungkat

Hape Sejutaan Di 2026 Dapet Apa? - Itel CIty 200 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Baru 8 bulan yang lalu kita nge-review HP itel City 100 yang harganya di 1,3 jutaan. Nah, in this economy itel ngeluarin lagi sequel-nya City 200 dengan harga yang sama. Hmm, kok bisa ya enggak naikin harga? Kira-kira apa yang dipangkas? Kalau kita lihat dari desain box-nya sih kurang lebih sama ya sama yang City 100. Di dalamnya pun masih ada casing akrilik yang punya magnetik ala-ala Magsafe dan juga charger 18 watt. Dibanding dengan itel City 100, sekarang City 200 ini modelnya lumayan berbeda ya. Bagian kameranya ya lebih bulat dan lebih feminin dari yang seri sebelumnya dan pilihan warnanya pun sekarang lebih cewek. Ada vibe purple, bass black, echo silver, dan melody pink. Nah, buat bagian layar perubahan yang kelihatan banget itu ada di kamera depannya di mana kemarin modelnya itu masih drop yang sekarang sudah punch hole. Lebih modern lah, apalagi kan itel itu punya animasi-animasi macam dynamic island gitu yang dinamakan dynamic bar. Jadi lebih pas kalau dia modelnya itu punch hole. Biometric sign in seperti yang ada di City 100, ada face recognition dan juga fingerprint yang ada di samping. Sekarang kita masuk ke layarnya. Jadi layarnya ini ya sekarang berukuran 6,78 inch yang resolusinya itu menurun sedikit ke 1576 * 720 dan aspek rasionya itu menjadi 19,5 banding 9. Mungkin ini karena layarnya membesar dan ada punch hole jadi ya angkanya jadi aneh. Dan refresh rate-nya sih dinaikin sampai up to 120 hertz ya, tapi di menu itu secara default masih 90 hertz. Kalau kita mau 120 hertz, kita harus set masing-masing per aplikasi. Ya, namanya HP murah kalau nanti di 120 hertz secara default, ya battery life-nya itu bisa bocor. Dan juga soal bezel-nya, ya ukurannya kurang lebih masih sama. Oke, bicara soal UI, iTel ini enggak ada perubahan di segi UI-nya. Jadi, control center-nya masih mirip iPhone, brightness dan volume juga masih gampang sih diaksesnya dengan logo-logo yang enggak ada namanya kecuali kalau kita tarik ke bawah sekali lagi. Bloatware-bloatware-nya tentu masih ada, Babe dan lain-lain masih ada juga buat TKDN, tapi masih bisa dihapus kecuali Palm Store ini. Hot Apps and Games ini juga bisa dihilangin, ya intinya harus tweak-tweak dulu lah sebelum pakai buat jadi daily driver. Yang di-upgrade adalah sekarang City Series ada NFC-nya. Yes, smartphone ini bisa dipakai buat ngisi saldo e-toll atau flash yang ya buat berkendara zaman sekarang itu penting banget. Nah, karena smartphone ini di-upgrade jadi ada NFC, sementara komponen lagi mahal dan harga City Series yaitu masih sama, jadi HP-nya itu di-downgrade sedikit di spesifikasi. CPU-nya sih masih sama-sama UniSOC T7250, tapi RAM-nya sekarang di-downgrade jadi 4GB aja. Dan walaupun storage-nya masih 128GB, kita masih enggak dapat info apakah ini UFS 2.2 atau eMMC. Wi-Fi dan Bluetooth-nya pun masih sama, ya karena SOC-nya juga masih sama. Skor AnTuTu-nya juga enggak terlalu berbeda karena masih SOC yang sama. Performa game-nya juga masih sama, malah ada penurunan sedikit karena RAM-nya cuma 4GB. Beberapa game masih playable kok di 30fps. Di COD Mobile kita dapat 49fps, Mobile Legends 58fps, PUBG 29fps. Yang enggak playable paling ya Stella Soura yang cuma dapat 17fps aja. Ya, balik lagi HP harga segini enaknya main emulator PSP aja sih yang dapat bisa sampai 30fps konstan. Nah, lucunya overlay iBoost yang biasanya ada di HP iTel sekarang udah enggak ada. Jadi, kita enggak bisa ngatur-ngatur profile ataupun opsi bypass charging lagi. Agak aneh ya. Buat ngatur power management-nya kita bisa atur di battery settings-nya aja. Beruntungnya karena ini cuman Unisoc SC9863A, kerasa sekalipun saat main game berat. Walaupun CPU-nya masih sama dan RAM malah di-downgrade, tapi kameranya sekarang di-upgrade. Resolusinya jadi 50 megapixel yang di mana satu lagi kayaknya ini adalah pajangan mirip sama CT 100-nya. Sementara yang paling bawah adalah IR blaster. Kualitasnya kurang lebih sama sih dengan yang sebelumnya, namun yang sekarang lebih bagus saat kondisi low light. Zoom-nya juga masih sama kualitasnya, tapi yang sekarang tulisan kalau kita lagi zoom itu bisa kelihatan lebih jelas. Dan buat perekaman kamera belakangnya, ini bisa sampai 2K 30 FPS. Cuman kita lagi ngetes yang 1080p 30 FPS-nya dan ya, sebenarnya walaupun udah 50 megapixel tapi kualitasnya masih kurang lebih sama sih. Kamera depannya enggak ada perubahan ya, masih 1080p 30 FPS dan ya karena sama-sama masih 8 megapixel-nya masih begini-begini aja lah. Dan HP ini punya fitur dual video juga, dual video perekaman, tapi ya jadinya eh layout-nya seperti ini ya, satu tuh dipotong, satu lagi ya kayak-kayak satu video dipotong aja. Dan ini sebenarnya bisa diatur, jadi mau eh kamera depannya lebih banyak kah proporsinya atau kamera belakangnya yang lebih banyak proporsinya. Tapi ya maksimal 1080p 30 FPS doang. Karena kapasitas baterainya masih sama, jadi ketahanan baterainya juga sama. Tapi kita ngetesnya ini di kondisi refresh rate-nya di-lock di 90 hertz. Kalau dinaikkan ke 120 hertz mungkin bisa lebih singkat. Dan yang ini lamanya itu adalah ngecasnya di mana kalau ngecas dari 15 sampai 100% itu memakan waktu yang lumayan lama. Protes kita paling ya kenapa kabel charger yang tersedia di dalam kotaknya itu pendek banget. Sekarang di mana harga komponen itu lagi mahal-mahalnya, ya brand-brand tuh agak tricky ya dalam menjaga produknya mereka. Antara dua sih, antara naikin harganya atau ya turunin speknya. Dan iTel ternyata memilih untuk menurunkan speknya. Dengan RAM 4 giga ya kita ngerasa ada sih sedikit ngelag-ngelag pas lagi navigasi, apalagi kalau misalnya dari standby ke wake up. Dan ya kalau misalnya nanti bakal ada aplikasi yang jalan di background lagi, mungkin bakal kerasa lagi ngelagnya. Tapi rekap dari iTel City 200 ini sendiri, ya RAM-nya turun ke 4 giga, sekarang ada NFC, kamera di-upgrade sedikit, CPU sama. Udah gitu aja sih sebenarnya. Kalau misalnya menurut kalian, HP ini worth it enggak sih di zaman sekarang di mana ini adalah salah satu HP yang paling murah dengan NFC yang bisa kita beli?

Lihat di YouTube