Jungkat

Hape Xiaomi 1 Jutaan Versi ODM 😂😂 (YouTube Video)

  • 17/09/2025

Hai Andika, guys di sini. Kenalin ini adalah HP ODM dari Xiaomi. Yap, si Poco C85 yang sebenarnya dia secara spesifikasi plek ketiplek sama Redmi 15C, cuman lebih murah sekitar Rp100.000. Dah, kok malah jadi kayak mirip-mirip laptop brand lokal ya? Ah, pertanyaannya apakah strategi ini juga bakalan berhasil? Yuk, kita bahas. [Musik] Kalau kita lihat harga si Poco C85 ini pada saat video ini dibuat ya, harganya itu sekitar Rp1,4 juta. Sedangkan Redmi 15C itu di Rp1,5 juta. Jadi dia Rp100.000 1000 lebih terjangkau si Poco ketimbang Redmi. Sama kayak laptop ODM brand lokal kalau kita lihat kan ya banyak yang pakai Ryzen 5 3500 U dengan harga selisih-selisih ya. Kadang Rp100.000 kadang Rp200.000 cuman itu aja brand lokal kadang spesifikasinya masih beda-beda. Yang dua ini benar-benar mirip tapi ada bedanya sih. Bedanya itu dari segi desain. Dan coba aja lah langsung kita unboxing. Kita lihat desain dan dalam paket pembeliannya ini ada apa aja. Kalau secara spesifikasi, dia itu sama-sama pakai Mediatek Helio G81 Ultra yang di sini enggak mau ditulis karena ya G81 Ultra itu chipset lama. Biasa sih ya HP-HP entry level itu kayak malu-malu gitu nulis prosesornya. Terus untuk RAM-nya lumayan gede untuk 1,4 jutaan ya 8 GB 256. Terus layarnya 6,9 inch display tapi enggak ditulis kalau ini XD Plus ya. Jadi dia masih XD plus. Baterainya sih gede ya 6000 mamp untuk HP entry level gede banget. Terus fast charging-nya kita dapat yang 33 watt. Jadi selling poinnya sih di baterai dan juga fast charging. Plus layar sih layarnya ini 120 Hz. Nanti saya jelasin kenapa layar HD plus jadi selling point. Tapi sekarang kita coba lihat di dalam paket pembeliannya ada apa aja. Yang jelas ada HP-nya sendiri serta selling point yang mungkin tadi kekip itu di kameranya ya. 50 megap AI dual kamera. Wah 50 megapel. Nanti coba kita lihat hasilnya. Plus kita juga dapat. Seharusnya sih ini ada tuh ada stiker dari Poco plus ada softcease transparan murah kayak gini biasa terus ada tagline-nya di sini Pocoya beraksi ini kalau misalkan Poco sebenarnya colab sama kotak band sih bagus ya karena kan kotak band juga punya lagu kotak ya tet nah adapternya di 33 watt kita juga dapat kabel yang type A to type C itu aja aja. Oke, jadi ini adalah si Poco C85-nya. Uh, sekarang ada kayak semacam hand writing-nya gitu ya, Poco C85 jadinya kayak doble. Ada di sini ada Poco, di sini ada lagi Poco C85. Kenapa harus ditulisin kayak gitu? Karena mungkin sekarang desain HP-HP itu mirip ya. Jadi kalau dari belakang kayak sulit ini HP apaan kok mirip gitu kan ya. Nah, kayak gini desainnya. Kalau misalkan kita bandingkan dengan Redmi 15C secara dimensi juga mirip-mirip. yang sebenarnya ah bedanya itu cuma di bagian bingkai ya, bingkai kameranya. Kalau ini kan kayak warna hitam dan nyatu gitu. Nah, ini ya mirip-mirip aja sebenarnya cuman beda penulisan ya. Nah, kalau di Poco C85 dia ada kayak semacam tutun. Jadi di sini ada garis yang kontrasnya beda. Terus ada tulisannya di sini PUK C85. Kalau ini dia pakai desain-desain Redmi ini yang mewah gitu. Ibaratnya kalau di HP eh kalau di laptop itu kayak apa ya? SPC Advan 3500 sama AXio Hyp 3. Itu kan mirip-mirip aja cuman beda desain ya. Ya kayak gini tuh. Kameranya aja susunannya juga sama. Oh tapi ini kayaknya ada bedanya deh. Ini apa nih? Oh enggak. Ini cuman hiasan doang ya. Satu sama ini sama juga hiasan. Flash-nya juga sama. Plus tulisannya pun juga sama 50 megap AI cam. Di bagian atas sama persis. Di bagian kiri sama juga ada volume up and down juga tombol power di bagian bawah. Ada audio jack, type C, mikrofone. Wah, sama persis sih, beda warna doang. Di sini juga sama ada SIM 3 yang super dual SIM sama micr SD. Okelah, sekarang kita coba lihat sambil kita coba bandingkan nanti spesifikasinya tipis-tipis. Tapi enggak usah ya kayaknya karena emang benar-benar plek keciplek. Mungkin tapak depan aja kita coba lihat. Dan sebelum dia nyala kayak mirip-mirip apa aja ya, dia juga pakai Waterrop kamera. Okelah, sekarang saya coba instalasi beberapa aplikasi dulu untuk kita sekalian hands on dan juga benchmark. Oke, sekarang kita coba tebak-tebakan sebentar ya. Mana Poco C85, mana Redmi 15C. Susah kan ya kalau tampak depan ya? Karena ya mirip aja layarnya juga sama-sama 6,9 inch. Cuman kalau gini mungkin kalian bisa tahu tuh karena bedanya di warna ya. baselnya masih tebal, tapi ingat mindsetnya benar-benar harus ditanemin kalau ini HP entry level harganya R1,4 jutaan. Walaupun memang transing di harga R1 jutaan juga basel-nya tipis ya. Cuman kalau transing itu mungkin karena mungkin dia lagi masih cari nama mungkin ya. Karena dulu Xiaomi awal-awal juga kayak gitu. Kita coba lihatlah transing itu kuatnya berapa tahun kayak gitu. Nah, untuk Android-nya juga sama dia pakai Android 15. Bloodware. Kalau kalian tanya Bloodware, bloodware-nya juga ada ya, cuman puku kayak lebih simpel aja sih. Jadi saya coba lihat dengan selisih Rp100.000 itu yang dipangkas apa sebenarnya. Nah, kalau kita lihat interconnectivity-nya yang biasanya ada di HP-HP mahalnya Xiaomi atau Poco itu tetap ada ya. Tu cuman kalau kita ngomongin Xiaomi AI, mmm belum ada sih. Dan kalau kita lihat about phone ya, spesifikasinya mirip-mirip aja tuh sama-sama G81 Ultra. Layarnya juga sama HD Plus di refresh rate 120 Hz. Nah, ini memang biasanya strateginya HP entry level untuk jualan ya kayak orang itu enggak mungkin orang awam ya, terutama ya. Enggak mungkinnya antara XD Plus sama full HD plus. Apalagi secara pronunciation itu mirip-mirip XD Plus, full HD plus. Jadi kalau ada sales, wah ini 120 Hz. Ketimbang ini full HD plus ya orang bakalan milih yang 120 Hz. Karena dari 60 Hz ke 120 Hz itu kayak dua kali lipat. Jadi ya entry level 120 Hz memang biasanya jadi jualan utama. Fel genggamnya keduanya mirip-mirip aja. Sama-sama kerasa bulky. Tapi yang saya suka sih tangan saya ini tipikal orang yang cepat banget basah ya. Dia ada magnet fingerprint dikit-dikit tapi enggak yang langsung gitu ya. Kalau ini ini harusnya malah enggak ya karena warnanya terang. Oke, jadi sekarang sebenarnya kalau misalkan kita mau tes performanya juga kalian tinggal lihat review-nya Redmi 15C gitu. Mirip-mirip sebenarnya tapi enggak apa-apalah siapa tahu tuning-nya beda ya. Jadi coba kita lihat untuk AnTunya. Jadi AnTutunya ada di Rp374.000. Ini kenapa tinggi? Karena biasanya AnTutu 10 itu R270.000 lah. Tap karena AnTutu-nya udah terupdate ya. Ini Anutu yang versi 11. Coba kita cek sih. Harusnya nih kalau misalnya Anutu 10 sih G81 itu di hmm R70.000-an tuh malah R43.000 ya. Jangan dikira kalau Poco C85 ini lebih kencang bukan. Coba kalian lihat versi Antutunya aja udah beda. Jadi versi AnTutu 11 sekarang yah HP-HP entry level bakal kelihatan angkanya lebih gede lah ya. Entah kenapa Anutu kayak gitu ya. Tapi sekarang coba kita lihat untuk performa gaming-nya. Langsung aja kita pakai chart-nya ya. Ini PUBG kita coba main sekitar 30 menit dan hasilnya dia dapat 40-an FPS. Jadi enggak kebuka semut ekstrem. Tapi untuk average FPS-nya sih aman di 38. Ini yang turun ini udah balik ke lobi ya. Jadi kalau mat-nya yang ini ya turunnya itu bisa sampai 30 fps ketika benar-benar war. Terus powernya cuma butuh 2 watt dengan temperatur bagian dalam itu di 38 derajat celcius. Mobile Legends 30 menit. Kita coba juga. Wah, aman aja dengan kebukanya 60 fps ini masuk ke lobi. Kita coba untuk dua match aman-aman juga. Terus temperaturnya di 38 derajat Celcius. Power-nya juga sama kayak PUBG. Genin Impact ya saya kalian lihat sendirilah ya. Karena average FPS-nya enggak playable untuk dimainkan walaupun ini settingan low apalagi watering wave. Wah, kasihan ini yang ngetes ya. Ini buat tim benchmark saya. Kalau misalkan game di sini impact-nya enggak kuat, udahlah enggak usah dilanjuting wave karena bakal buang-buak waktu. Apalagi 30 menit nih ya every fps-nya kayak gini dengan power 3 watt. Dan ketika kita fus permukaannya untuk main Gensin Impact dan juga watering wave ya dia lumayan anget-anget tahi ayam lah dengan bagian depan itu 41 derajat celcius belakang di 40,8 derajat celcius. Lanjut kita coba untuk YouTube. Kalau misalkan NP R1 jutaan itu biasanya kalau misal di up scaling ya dia bakalan kayak patah-patah gitu. Jadi kita coba di 2160p dengan RAM 8 gig. Harusnya sih enggak patah-patah dan ya enggak patah-patah ya. Coba kita volumenya kita eh tapi ada patah-patahnya nih dikit. Karena resolusinya XG Plus dipaksa ke 2160p. Apakah ini Wii? Wii-nya enggak sih. Aman ya. Cuman saran saya sih ya naikinnya ke full HD aja lah. 2160p enggak nyaman karena patah-patahnya lumayan. Padahal suaranya kan enggak patah-patah ya. Dan untuk speakernya dia masih munuh. Sama juga kayak Redmi 15C dan kalau untuk layarannya sih oke ya warna-warnanya keluar dan kemarin juga sempat kita tes di Kalman dan hasilnya dia punya brightness yang lumayan tinggi terutama di mode saturated itu di 643 nitikal 643 nit itu lumayan gede. Kalau untuk sb-nya di 99,4% hampir 100%. Adap RGB di 90,8%-nya di 87,7%. Lumayan untuk HP. Sekali lagi HP 1,4 jutaan. Lanjut kita cobain untuk kameranya. Tapi biar kayak sesuai rilis skenario, kita coba kameranya sama videonya di depan aja ya. Oke, jadi ini adalah tes kamera dari Redmi 15J dan juga Poco C85 ya. Mirip-mirip aja ya tuh ya kelas entry level. Tapi damic range untuk R jutaan masih oke karena tembok dan langit memang nyatu tapi masih ada separasinya ya. Terus detailnya kalau backl kayak gini hilang. Dan auto exposur-nya masih agak loncat-loncat ya sekelas R jutaan. Kalau untuk gempanya sama-sama gempanya. Dan kalau misalkan kita buat kayak gini dengan fast movement masih ada startering juga. Kalau untuk jalan pelan-pelan vlogging ya masih okelah. Sekali lagi harus diingat harganya R1 jutaan. Dan sekarang kita coba kamera belakangnya. Tuh, kalau untuk fokusnya sih masih oke. Kalau misal untuk zoom out, zoom in ya. Kalau misalkan bikin video tapi kalian statik tanpa jalan-jalan sih oke ya. Karena untuk stabilnya susah banget gempanya. Tuh, coba saya zoom. Kayak gini detailnya. Dynamic range kayak gitu. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video kita kali ini. Dan pertanyaan saya sekarang kalau misalkan kalian punya uang Rp1,5 juta, kalian bakalan pilih Redmi 15C atau Poco C85. Coba tulis di kolom komentar ya. Dan kedua HP ini menurut saya ya karena harganya udah murah 1,4 sama R1,5 juta sulit untuk dicacat atau sulit untuk dikritik karena ya harganya udah murah, masa dikritik sih? Kelebihannya jelas layarnya ini gede 6,9 inch dengan refresh r yang kencang 120 Hz. Baterainya badak 6000 mamp. Cepat juga 33 watt karena dulu biasanya cuma dapat 10 watt. Terus dia juga udah punya sertifikasi IP rating 64. Kekurangannya sih ya layarnya XD Plus tampak depan itu kelihatan banget nih R jutaan. Karena biasanya tim trans holding itu bisa bikin HP R jutaan kayak kerasa R juta gitu dengan baselnya yang tipis. Ya itu aja sih kekurangannya. Tapi overall kalau kalian carinya benar-benar HP yang kuat baterainya, ngecasnya cepat, terus juga buat scrolling-scrolling mulus, kedua HP ini sebenarnya masih recommended. Saya di K Budi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Redmi 15C

Redmi 15C adalah smartphone kelas menengah yang dirilis resmi di Indonesia oleh Xiaomi dengan fokus pada daya tahan baterai, layar yang luas, dan performa yang memadai untuk penggunaan harian. Perangkat ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan ponsel untuk komunikasi sehari-hari, konsumsi konten, dan aktivitas ringan sampai menengah tanpa kompromi di...

Poco C85

POCO C85 adalah smartphone yang dipasarkan resmi di Indonesia dengan fokus pada kombinasi layar besar yang imersif, baterai tahan lama, dan performa efisien untuk kebutuhan harian. Perangkat ini menjalankan Xiaomi HyperOS, antarmuka berbasis Android yang dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang stabil, responsif, dan mudah dipahami. Antarmuka ini mengoptimalkan sumber...