Harga 2Juta, Bikin Hape lain Minder??!! Redmi 15 (YouTube Video)
[Musik] Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Redmi 15 yang kayaknya bakal bikin seller-seller powerbank bangkrut. Lah, kok bisa? Gimana enggak, ya? Karena dia diklaim punya baterai 7.000 mamp. Ini ibaratnya Redmi kayak bilang di HP ini, "Udahlah enggak usah beli powerbank, beli HP ini aja udah bonus sama powerbank." Pertanyaannya apa dia cuma jual baterai aja yang 7000 mamps? Gimana part yang lainnya? Karena kalau jualan baterai aja mending mending jual baterai mobil listrik lebih laku. Okelah, sekarang kita coba langsung lihat aja untuk spesifikasinya. Si Redmi 15 ini kameranya 50 megapel terus dia pakai Snapdragon 685 yang berarti harganya seharusnya sih under Rp3 juta. Terus wah fast charging-nya lumayan. Di entry level kita dapat 33 watt. Desainnya quat curve nyaman digenggam. Masa sih? Nanti kita coba ya. Dan ya 6,9 inch full HD plus. Sekarang langsung aja kita coba lihat di dalam paket pembeliannya kita dapat apa aja. Yang jelas sih pasti ada uh case-nya sekarang warna hitam ya, bukan transparan. Jadi hitam kayak gini. Terus ada buku-buku panduan standar dan ada adapternya yang harusnya 33 watt ya, 33 watt dan juga ada type A to type Cernya. Oke, jadi ini adalah si Redmi 15-nya. Uh, desainnya sih cakep ya. BTW, untuk desain dia itu ada tiga warna. Ini saya klentek dulu biar terlihat lebih uh elegan banget warnanya ya. Ungunya itu bukan ungu-ungu yang feminim. Jadi, masih bisa dipakai sama cowok-cowok juga. Terus ada kayak semacam kain-kain sutranya gitu yang jatuhnya sih terlihat elegan. Plus dia ini pakai color material finish atau CMF. Jadi enggak gampang nempel fingerprint tuh. Padahal udah basah banget nih tangan saya nih. Tuh, untuk warnanya dia ada tiga. Jadi, ada Midnight Black, ada titan gry, dan ada sandy purple seperti yang kita bahas ini. Cakep sih purple-nya itu sampai di frame bingkainya ini. Tuh, coba menurut kalian 1 sampai 10 desainnya ini berapa? Plus walaupun dia baterainya gede 7.000 mamp dimensi ya kalau dibilang bulky bulky tapi untuk 7.000 mamp enggak terlalu bulky yang gimana gitu sih. Terus di bagian sini ada volume up and down, ada tombol fingerprint. Sekaligus aja kita nyalain. Terus di bagian bawah ada speaker type C dan ada mikrofon. Di bagian sini ada SIM tray. Yang ini support sama dual SIM plus ada SD card-nya. Dan di bagian atas ada infrared kameranya. Kalau untuk bobot sih dia ada di sekitar 224 gr dengan ketebalannya 8,6 mili. Belum sampai kepala 9 mili masih ok lah ya karena baterainya yang jumbo. Terus yang katanya di boknya tadi dia quad curve digegam nyaman. Oh, ini maksudnya iya sih. Jadi di bagian pinggirnya ini dibikin kayak agak melengkung. Jadi dia enggak tajam ketika dipegang tuh. Okelah ya walaupun dia agak bulky kalau dipegang 8, sekian mili, tapi karena quad curve-nya ini jadi feel genggamnya kerasa lebih nyaman. Terus kalau dibuat outdoor mungkin kalian ya, karena ini memang pasarnya harusnya pekerja outdoor yang ya kayak teman-teman kita ojol atau yang di lapangan kerjanya itu jarang ada colokan karena dia udah punya sertifikasi juga IP rating IP64. Jadi kalau di luar kena hujan atau debu masih aman. Oke, jadi HP-nya udah nyala. Cuman pas nyala gini langsung kelihatan ya kalau harganya ini entry level. Karena kalau kita ngomongin harga memang harganya itu cukup terjangkau. Harganya itu Rp2.99.000. Jadi bukan 299 ya, Rp2.99.000. Dia ada dua varian, ada yang 8128 dan ada yang 8256. Nah, kalau nyala kayak gini tampak depan basel-nya lumayan terlihat entry level ya, terutama di bagian dagu agak tebal. Kiri kanan atasnya juga lumayan tebal, tapi masih acceptable lah, masih pun juga bukan yang kayak di sebelah yang Rp3 jutaan aja masih pakai waterdrop. Terus yang saya suka Xiaomi walaupun masuk ke kelas entry level tapi masih dikasih fitur Xiaomi interconnectivity-nya. Jadi kita bisa sambungkan dengan tabletnya untuk second screen, bisa dengan watch-nya juga. Untuk refresh rate layarnya itu up to 144 Hz. Cuman yang perlu dijadiin catatan 144 Hz-nya ini adaptif. Jadi 60 90 144 Hz. Tapi cuma bisa di beberapa aplikasi aja kayak kalkulator, terus browsernya bawaannya Redmi dan juga di home screen itu bisa sih 144 Hz. Tapi kalau aplikasi kayak Google Chrome itu masih belum bisa. Lanjut kita bahas soal akurasi layar warnanya ya. Ini sudah kita tes pakai Kalman dan untuk color gamut atau color akurasinya dia dapat di untuk layar pas kita tes pakai Kalman di mode Vivit itu dia dapat 98,3%. satu retrot-nya 98,4% sRGB-nya dan di mode standar mirip-mirip juga 98,3%. Tapi kalau untuk brightness mode tertingginya itu ada di mode saturated dengan 651 nit. Uh, tinggi banget ini. Ngomin soal layar, selain refresh-nya yang kencang, dia juga support weight touch display 2.0. Jadi, kalau misalkan kalian hujan-hujan masih main rank, biasanya kalau saya pribadi ya, ketika saya main rank walaupun hujan saya enggak bakal cari tempat berteduh. Saya selesaiin dulu karena saya takut AFK. Kalau saya sih, tapi walaupun dibuat hujan-hujan main Mobile Legends karena dia ada weight Touch display jadi masih aman. Terus kalau digunain untuk Netflix dia bisa dapat full HD playback-nya karena security vf-nya udah L1 plus ada Dolby Atmos juga. Jadi suaranya itu bisa al-ala di bioskop plus coba kalau kalian lihat dia bisa dibost volumenya itu sampai 200%. Jadi suaranya cukup imersif. Kira-kira kayak gini suaranya. Dan sekarang langsung aja kita coba lihat untuk AnTutunya di Snapdragon 685 ini dapat berapa. Ingat ini versi 11 dan hampir Rp500.000 sih ya untuk 685. Plus kalau untuk Geigband-nya di 472 single core, multiicore-nya 1500 dan untuk GPU-nya ada di 375. Tapi ini kan angka ya angka benchmark sintetis ya. Tapi gimana kalau kita gunain untuk main game? Untuk game kita coba di Mobile Legends. Dia dapat settingan graphic ultra dengan frame rate-nya super. Jadi average FPS di 90-an dengan average-nya 89. Drop-dropnya cuma di 85 fps. Kalau untuk PUBG dapatnya smooth ultra jadi di 60-an FPS. Drop-dropnya cuma di 56 fps. Aman juga. Gensin Mack dengan settingan lowest average FPS dia dapat 35, maksimum bisa 49, tapi drop-dropnya bisa sampai di bawah 30 fps sih. Lanjut kita bahas soal kameranya. Kita cobain min kameranya aja ya yang 50 megapel karena dua lensa lainnya bisa dibilang bonus lah. Dan untuk kamera depannya itu di 8 megapel. Tapi kita cobain di luar aja biar lebih menarik. Dan dalam kondisi pencahayaan yang ideal, hasil jepretan dari kameranya terbilang cukup memuaskan di kelas harganya dengan detail yang tajam dan yang terlihat masih natural. Warna yang dihasilkan sih emang agak cenderung sedikit oversaturasi ya. Tapi ini kalau misalkan buat yang pengin ready to upload tanpa harus pakai filter-filter sih masih aman. Tapi seperti yang udah bisa ditebak di kelas entry level performa kamera akan cukup menurun di saat kondisi pencahayaan mulai redup atau low light minim cahaya. Fokus kameranya cenderung agak sedikit melambat terus detailnya berkurang. Sekarang kita coba kamera belakangnya. Kita coba zoom objek yang ini ya. Uh, masih cakep. Boknya juga masih cakep. Walaupun warnanya kurang begitu keluar, tapi di kelas harganya masih sedikit terasa natural. Plus kalau misalkan kita zoom out, nah kayak gini. Dan midrange masih cakep juga. tilting. Kira-kira seperti ini. Dan sekarang kita coba untuk autofokusnya ya seperti biasa ya. Jadi kita pindah dari sini kita coba ke sini. Oke. Ah. Dan dia kalau misalkan kita coba zoom-nya bisa sampai tiga kali eh sori enam kali ya. Nah, jinya kira-kira kalau di enam kali ya mulai kelihatan ada, Guys. Oke, untuk autofokus jalan aman. Wah, kalau digunain untuk jalan kira-kira seperti ini. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari uh panas banget Redmi 15. Nah, sekarang kita coba kalau misalkan digunain untuk jalan. Kira-kira seperti ini ya. Ciri khas entry level ya. Masih ada gempanya. Tapi kalau soal skin tone warna masih cukup ok lah ya di kelas harganya tuh kayak gini. Dan kalau misalkan dynamic range seperti biasa kita coba di tembok dan juga langit itu masih dapat walaupun tipis ya. Dan telah digunain untuk jalan kira-kira seperti ini. Kita coba sekarang untuk perpindahan dari area terang ke area gelap. Nah, kita masuk ke indoor. Kira-kira seperti ini. Masih cukup oke kok. Di kelas harganya enggak yang terlalu kelihatan kayak kamera VGA gitu. Nah, sekarang kita bahas ke jualan utamanya ya, selling point utamanya yaitu baterai yang jumbo. Enggak usah pakai power bank karena baterainya 7.000 1000 mAh yang pas kita coba untuk video playback dia bisa tahan 28 jam. Gila, awet banget. Plus 33 watt-nya ini cukup cepat untuk ngisi baterainya yang juga cukup jugb 7.000 mamp dengan 40 menit itu ngisi 50%, 70 menit ngisi 59% dan 100 menit ngisinya pas 100%. Dan seperti yang saya bilang tadi di intro, kalau dia gak butuh power bank karena dia juga bisa jadi power bank untuk ngecas device kita yang lain. Jadi dia ada reverse wireless charging yang lumayan kencang ya. Biasanya kan reverse wireless charging itu cuma 5 watt, 10 watt. Nah, Redmi 15 ngasih kita 18 watt. Untuk OS dia pakai Xiaomi Hper OS dengan base-nya Android 15. Fitur-fitur lain AI basic ya kayak Circle to Search, Eraser, ada. Terus buat yang suka cari game ini, dia juga ada tuh tinggal tekan tahan aja home button-nya langsung muncul. Gemininya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja review tipis-tipis dari Redmi 15. Kesimpulannya dengan harga Rp2 juta kecil, apakah dia worthed? Wah, kalau kalian cari desain yang anti mainstream ya, karena desain-desain kayak gini biasanya jarang di HP entry level. Midrange dapatlah. Dan dengan CM MF-nya ini digegamnya itu enak, pas, terus enggak licin. Quad curve-nya juga pas, nyaman. Ada sertifikasi happy rating 64 juga yang bikin wor ketika hujan-hujanan. Dan karena baterainya gede 7000 mamp, jadi dia bisa dipakai sampai 2 hari lah. Dan kalau misalkan kalian bawa ini ke tongkrongan, teman kalian pasti senang. Kalian pasti punya banyak teman. Kenapa? Karena pinjam powerbank dong. Kasih aja HP-nya ya. Siapa orang pinjam powerbank dikasih HP? Kurang setia kawan apa coba? Jadi pasti banyak temannya. Dan untuk reverse barel charging-nya juga support sampai 18 watt. Fast charging-nya walaupun 7.000 Enggak dikasih yang 18 watt, langsung dikasih yang 33 watt. Dan walaupun dia HP entry level kalau kita ngomuin AI, AI basic Google Gemini, Google search Eraser ada. Plus Xiaomi interconnectivity-nya ada juga syol dengan tablet. Notifikasi di bisa dan kalau misalkan mau copy keyboard kayak copy dari sini paste di tabletnya Redmi bisa juga. Cuman yang perlu diperhatikan cuma di bagian kameranya aja sih. Kameranya ini kalau misalkan low light kualitasnya lumayan agak menurun dan baselnya masih kelihatan entry level kalau tampak depan. Ya, kalau tampak belakang sih masih dibatas aman, enggak kelihatan kayak HP entry level. Tapi kalau depan dagunya ini sih ya terutama agak lumayan. Plus karena dia baterainya gede 7.000 mamp, jadi bobotnya juga lumayan. Hampir 9 mili juga ketebalannya. Tapi overall kalau kalian cari HP R jutaan yang pengin baterainya awet, bisa bagi daya ke teman dan juga punya ekosistem yang lumayan canggih dari Xiaomi, HP ini kalian patut pertimbangin sih. Saya Nik and see you on the next video. Bye bye.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















