Harga 5 Jutaan, spek RASA FLAGSHIP - Review iQOO Neo 10 Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan iQOO Neo 10. HP yang lumayan jadi kejutan ya. Buat pertama kalinya, iQOO Indonesia ngebawa HP super kenceng buat kelas midrange. HP yang mesinnya serba ngebut demi dapetin fps tinggi. Fokus di performa, nikmat buat gaming. Harga iQOO Neo 10 ini mulai dari 5 jutaan, tapi dia udah pake chipset Snapdragon 8s Gen 4. Antutu-nya sekitar 1,9 sampai 2 juta poin. Ini mirip kayak Snapdragon 8 Gen 3, chip flagship tahun lalu. Ibarat kata nih bang, iQOO Neo 10 ini pake mesin yang mirip kayak HP belasan juta, 20 juta di tahun 2024, tapi dijual di 5 jutaan doang. RAMnya juga pake yang kenceng, LPDDR5X Ultra, terus tipe storage juga terngebut, UFS 4.1. HP yang nggak nanggung soal mesin. Malah ada tambahan lagi, bonus super computing chip Q1 juga, yang katanya bisa ngasih fitur ekstra biar gaming lebih gacor lagi. Chip ini juga dipake di flagshipnya iQOO tahun lalu ya, iQOO 12. Jadi fix lah ya, harga midrange rasanya kayak flagship. Kamera juga, nanti liat deh. Bikin saya senyum senyum kagum sendiri sih. Kayak nggak nyangka aja, tapi kita fokus mesin flagshipnya dulu deh. Yang hasilnya, auto mirip flagship juga lah. Walaupun masih ada karakter khas midrange ya di HP ini, bagian yang mirip flagship dulu deh. iQOO Neo 10 ini bisa kena fps maksimal di setting paling tinggi. MLBB Ultra Ultra, dia bisa konsisten full fps mentok 120. Udah makanan ringan, ciki doang lah buat mesin sekenceng ini. Malah, biar lebih greget, iQOO-nya bisa jalanin MLBB di 144 fps, ngelebihin settingan gamenya, pake super computing chip Q1 yang tadi, biar setara kayak refresh rate layar HPnya di 144Hz. Kalau dibandingin pake kamera slow motion gini, yang 144Hz kayak emang sedikit lebih mulus ya. Cuma, walaupun bagus, saya nggak terlalu ngerekomenin fitur 144 fps di MLBB. Alasan pertama, 120 fps versus 144 fps. Susah dibedain kalau pake mata biasa. Faedahnya kurang berasa aja. Kedua, 144 fpsnya ini didapetin pake sistem interpolasi, yang nyelipin frame rekayasa, dikira kira oleh HPnya, bukan data beneran dari gamenya. Kalau kita liat trackingan fps disini, dia cuma 72-73 fps doang ya. Frame aslinya cuma setengah doang dari 144. Sisanya itu interpolasi. Jadi otomatis, respon input sentuhan jari kita, yang cuma bisa diterima oleh frame asli game, juga bakal turun. Kalau anda kompetitif, udah pasti mending 120 fps yang asli ya. Tapi beda cerita kalau kita main game yang non kompetitif, yang lebih santai, kayak Genshin Impact. Fitur interpolasi ini boleh dicoba. Karena frame rate Genshin itu maksimal cuma mentok 60 fps ya. Bedanya jauh kalau diversusin sama 144 fps. Pake mata biasa pun berasa kok, apalagi kamera slow motion. Sayangnya, kenikmatan interpolasi di Neo 10 ini, nggak bisa kita nikmatin lama-lama ya. Saya udah coba di ruangan ber AC, udah lumayan dingin, tapi frame rate 144 Hznya itu cuma bisa jalan 5 menit aja. Habis itu, ya dia balik ke frame rate asli lagi, yang naik turun. Kenapa kayak gitu? Karena HPnya mulai panas ya. Awal-awal aja HPnya masih nyaman. Mau interpolasi ayo, mau frame rate asli 60 fps juga ayo. Bisa. Tapi pas udah main 10 menitan ke atas, frame ratenya itu turun ke kisaran 45 fps. Performa HPnya ditahan. Karena panasnya tadi ya, buat Neo 10 bisa sampe 46 derajat lho. Ini ciri khas HP midrange yang saya bilang tadi. Sampe sekarang, belum ada HP midrange yang bisa gaspol kenceng, fps mentok, tanpa bikin suhunya jadi panas. Dan iQOO Neo 10 ini nggak bisa keluar dari karakter midrange itu ya. Kalau flagship beneran, itu mah udah wajib adem. Suhu panas tadi juga kasih efek negatif ke daya tahan baterai. Kapasitasnya sih jumbo, 7000 mAh. Tapi pas dipake main game kayak MLBB, setting rata kanan, 30 menit makan 14%. Buat Genshin, 30 menit, setengah jam, 18%. Itu boros sih, walaupun kapasitas baterainya gede. Buat kerjaan enteng kayak streaming lagu di Youtube juga, lumayan boros buat ukuran baterai 7000 mAh. Sejam makannya 7%. Jadi chipsetnya ini rakus ya, nggak efisien. Untung suplai tenaganya lumayan bisa nyimbangin lah. Chargernya kenceng, bawaan 120 Watt Flash Charge, colok 15 menit, udah masuk setengah, colok 33 menit, udah full. Speed. Ya, jadi debutnya Snapdragon 8S Gen 4 lewat iQOO Neo 10 di Indonesia, vibesnya liar sekali ya. Semoga berasa dari data data temperatur, AnTuTu, baterai. Tenaganya gede, tapi butuh suplai asupan yang gede juga. Mirip Snapdragon 8 Gen 3 sih. Lumayan cocok kalau dia dipake di iQOO, yang emang dibikin buat orang yang mentingin angka, mentingin spek, yang penting kenceng. Ini sesuatu yang orang awam masih belum terlalu peduli ya, belum terlalu ngeh. Brand iQOO aja masih asing. Paling gampangnya, iQOO ini saya kenalinnya HP vivo yang fokus kenceng-kencengan. Kalau itu orang mungkin lebih paham ya. Soalnya service centernya sama, chargernya juga sama. Masih tulisan vivo. Vivo lebih allrounder, iQOO soal angka angka angka kenceng kenceng kenceng. Buat displaynya juga serba pamer angka. Semua serba tinggi, ukuran 6.78 inci, panel AMOLED resolusi 1.5K, refresh rate 144Hz, brightness di outdoor bisa 2000 nits, itu mewah, sementara buat peaknya bisa sampe 5500 nits kalau muter konten HDR. Desainnya sendiri juga rasa flagship iQOO sekali ya, modul kameranya bentuk kotak membulet gini, squircle, tapi konsep warnanya emang dibedain. Yang ini dia lebih berani pake warna yang lebih ceria ya, orange orange, sama ada motif smokey smokey gitu. Ada juga varian black kalau mau lebih kalem, atau bisa pilih varian orange terus kalau mau lagi black-black-an, tinggal pakein casing bawaan. Orange juga dapet yang black kok. Framenya sendiri belum pake metal ya, masih polikarbonat. Buat portnya, di sebelah kanan ada tombol volume, tombol power, atas ada speaker, mikrofon, kalau kiri polosan aja, dan di bawah ada SIM tray yang nggak bisa di expand pake microSD, mikrofon, port USB-C, dan speaker lagi, yang suaranya kenceng, tapi agak sedikit cempreng. Oh iya, di dalam frame kameranya ini juga ada IR blaster ya, jadi dari fitur, udah lumayan lengkap. NFC multifunction ada, jaruh hardware wajib, bypass charging ada, mesin geter enak ada. Kecuali soal rating tahan airnya. iQOO Neo 10 masih IP65 aja, belum aman kalau kecemplung air. Jangan. Batasnya itu dikena air hujan, atau kesirem air selang taman, kalau itu masih nggak masalah. Terus soal kameranya, saya kirain iQOO Neo 10 ini bakal bapuk ya. HP midrange yang fokus performa, nggak heran kalau kameranya lemah. Tapi ternyata bagus lho. Liat nih, foto malemnya, bening, bersih, warnanya tetep keluar semua. Nggak ada kesan kusam, nggak ada noise, cahaya lampu kerasa rapi, mantep. Di suasana cerah, apalagi. Kameranya bisa saingan sama HP-HP non gaming lain coy. Processing warnanya bagus, kontras berani, dynamic range luas. Saya dikejutin sama kualitas kamera iQOO Neo 10 ini buat foto. Sampai ke kamera ultrawidenya, yang cuma 8MP pun, ternyata tetep bisa jepret foto yang nggak jelek, walaupun nggak sebagus vivo V series, yang harganya sekelas. Tapi udah lumayan ini, tetep bisa diandalkan. Cek cek, buat perekaman kamera depan, iQOO Neo 10 bisa... sampai resolusi 4K 60 fps. Settingan yang mantep buat HP yang jatuhnya masih midrange ya. 4K 60, cuma dia nggak ada mode stabilisasi. Di settingan apapun, 1080p 30 pun, dia nggak bisa stabil. Jadi, ada goyangan seperti ini. Kalau dynamic range juga nggak seluas itu, jadi langit putih semua, walaupun sekarang nggak terang-terang banget. Agak mendung, malah ada grimis sedikit, basah semua. Jadi, kamera depan settingan tinggi, tapi rasanya masih midrange banget. Kesimpulan buat iQOO Neo 10, harga midrange rasa flagship. Pilihan harganya ada 3 ya, dan saya titip pesen, tolong ambil minimal yang RAMnya 12GB lah. Kasian kalau Snapdragon 8s Gen 4nya dipasangin bareng RAM yang cuma 8GB. Sama diingat aja, sering-sering pantengin promo HPnya, kalau misalnya anda nonton video ini, mungkin 2 minggu lagi, sebulan lagi. Soalnya di minggu pertama HP ini, ada promo cashback 400 ribu. Kalau kelewat ya, mungkin ke depannya bisa dimunculin iQOO lagi ya, semoga ya. Tapi kalau nggak pun, harga normalnya udah lumayan masuk kok. HP yang performanya serba kenceng, dari mesin sampe ke layar, kamera yang ternyata bagus, nggak kalah sama HP allrounder di kelasnya, foto video bagus, baterenya gede, ada charging yang kenceng juga. Cuma harus perhatiin banget soal nafsumakan chipsetnya aja. Kalau disuruh kerja berat, baterai 7000 mAhnya bakal disikat dalam waktu singkat. Itu sih, minus paling berasa dari HP ini. Demikian review GadgetIn buat iQOO Neo 10. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Snapdragon flagship. Ada yang ganas, ada yang ganas tapi hemat juga.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...

















