HARGA ANCUR, GAYA MASIH MENTERENG! Review Nissan X-Trail T32 (YouTube Video)
Welcome back to Coco Review. Hari ini gua mau me-review sebuah SUV monocok yang harga bekasnya udah menarik banget, cuy. Nih mobilnya Nissan Xtrail T32 tahun 2015. Nah, dari 2015 sampai ke 2025 udah ada sekitar 10 tahun, ya. Cuman kalau kita lihat fasia depannya itu gak ketinggalan zaman sampai hari ini. Maksudnya dengan umurnya 10 tahun tuh masih kelihatan mewahnya dapat, cy-nya dapat karena dia udah mengadopsi bahasa desain V motion dari Nissan ya. Jadi apa lineup-line up terbaru Nissan tuh semuanya depannya V motion grill gini. Kemudian untuk lampunya dia sudah dikasih DRL daytime running light warna putih berbentuk V gini juga ya. Kemudian untuk lampu utama sudah LED projector. Lampu jauh sudah LED tapi masih multiflector. Lampu se bohlam biasa turun ke bawah sini dia sudah dikasih fog lamp juga. Dan fog lampnya ini dia halogen warna kuning ya. Sisanya sih tarikan garisnya juga landai-landai, tapi secara overall look-nya itu seperti membentuk huruf V. V, V dari atas sama V dari bawah, ya. Kurang lebih seperti itu. Lanjut kita ke bagian samping. Dia tarikan garisnya juga enggak terlalu banyak. Cenderung kalem ya tarikannya. Enggak ada yang tarikan garis tajam-tajam. Cuman kalian bisa lihat ya, tarikan garis dari kap sampai belakang tuh nyambung. Memberikan kesan dari samping ini mobilnya aerodinamis. Untuk velegnya, mobil ini dikasih veleg berukuran ring, coba gu sambil gua lihat ya, ring 18, Guys. Dibalut sama ban dan. Profil bannya itu 225/60. Tebal banget, ya. Berarti kan pasti empuk nih. Menariknya yang mau kita jual ini velegnya udah di wrapping warna hitam jadi aman. Kalau aslinya dia berwarna abu-abu gan metal. Itu lebih riskan ya, lebih ringkih ke noda-noda hitam. Oke, untuk ini spion dia sudah electric retrackable dan sentuhan ada sentuhan ini nih. Ada sentuhan tajam di sini ya. di sudutnya. Lampu SE-nya juga sudah LED. Udah ada ini kamera di bawah spion juga. Ini berarti ada kamera 360-nya mobil ini ya. Untuk door handle seperti model door handle pada umumnya, mobil modern udah dilengkapi juga sama smart keyless entry. Jadi kalau mau ngunci atau buka kunci tinggal pencet tombol yang ada di ini aja di gagang pintu. Tarikan garisnya sampai sini sih dia ini ya masih kalem. Dari depan dia naik ke sini. Nah, untuk fender belakang sini dia lebih ke arah tarikan garisnya gemuk gitu loh. Kayak ada shouldernya gitu kalau di belakang. Untuk bagian belakangnya dia juga enggak terlalu banyak garis aneh-aneh. Cuman ada permainan garis-garis di pintu bagasi. Fitur-fiturnya sih lumayan banyak ya. Ada third brake stop lamp, revoger, terus rear wiper juga. Turun ke bawah lagi kita dikasih kamera mundur di sini ya. Terus sama menariknya mobil ini sudah dilengkapi power back door di tahun produksi yang sama dan di kelas yang sama. Cuman mobil ini yang dilengkapi power back door. Yang menariknya lagi, Guys, selain power back door, mobil ini juga sudah dilengkapi sama kursi baris ketiga. Cuma memang ya lag room-nya agak sempit karena dia konsepnya ini 5 plus 2 bukannya seven seater pure. Jadi ini di dikondisikan aja misalkan buat bawa anak-anak aja biasanya gitu ya. Kalau kalian enggak butuh, kalian bisa lipat kursinya rata lantai untuk memperluas bagasi. Gede ya bagasinya. Di sini kita dapat penyimpanan tambahan buat taruh-taruh alat-alat gitu ya, tool kit mungkin. Kemudian di bawahnya juga ada ban serep. Nah, oke. Nutupnya juga gampang karena power back door. Tinggal pencet aja. Tapi yang sangat disayangkan lampu belakangnya itu kayak apa ya? Kayak di anak tirikan lah. Kalau lampu depan kan tadi keren ya, LED projector ada DRL. Sedangkan lampu belakangnya full bohl biasa semua cuy. Mulai dari lampu malam, lampu rem, lampu mundur sampai lampu se ini masih bohlam semua dan enggak ada sentuhan DRL di belakangnya. Turun ke bagian bawah. Selain dilengkapi kamera mundur, kita juga dapat sensor parkir 4 titik. 1 2 3 4. Untuk bagian samping sini sih pasti sama persis lah ya. Cuman ada yang lupa gua bahas, yaitu ini nih, ground clearance. Mobil ini punya ground clearance yang lumayan tinggi. Ya, iyalah sesuai dengan kelasnya ya. Dia kan SUV, ground clearance tinggi. Di sini juga jarak antara ban dengan fender itu juga lumayan. Ada lima kurang lebih lima jari nih. Lanjut kita bahas interiornya ya. Nissan X-Trail ini interiornya dikasih full black, enggak ada kombinasi warna apapun. Cuman ada sedikit aksen seperti aksen karbon di sini di door trim. Di kisi-kisi AC dikasih lift silver, sisanya full black. Untuk door trim-nya dia bahannya soft touch di sini ya. Ini plastik. Nah, yang menarik si Nissan ini ya, Guys ya. Dia punya jok terus armr ini dia menerapkan yang namanya zero gravity seats terinspirasi dari NASA. Jadi empuk sekali, cuy. Tuh, kalian bisa lihat ya gua pencet-pencet gini. Ini empuk sekali nih. Kalau boleh gua bilang, ini armr terempuk yang ada di sebuah mobil yang ya kalau mungkin dibandingin sama mobil yang super mewah sih mungkin lebih empuk ya. Cuman kan kita lagi bahas bicara mobil-mobil umum lah gitu. Middle class. Ini armres terempuk yang pernah gua ketemuin sih. Benar-benar kayak satu ini nih busa gitu memang armr karena sometimes ada pabrikan yang ngasih arm rest. Padahal sebenarnya dalamnya plastik cuman dibalut sama kulit gitu. Untuk door handle-nya seperti ini. Di sini ada tombol untuk retrack spion, pengaturan spion juga. Ini bahannya plastik, tombol power window. Oke, auto up and down-nya cuman di sisi supir. Ini untuk lock power window-nya. Ini door unlock dan lock. Door pocketnya juga lumayan kecil ya. Jadi kurang praktikal sih kalau gua bilang ini kayaknya muatnya maksimal Aqua 600 mili deh. Sama ini buat selipin dompet kecil aja. Oke, kita masuk. Untuk posisi mengemudi dia commanding jadi berasa tinggi. Even kayaknya sampai ke settingan paling bawah aja tuh nasi berasa posisinya tuh comending agak tinggi. Joknya sudah elektrik maju mundur naik turun juga ya. Terus reclining rebahnya juga bisa elektrik. Joknya sih, Guys. Benar, mobil ini joknya menang banyak banget dibanding yang lain. Ya, yang dapat zero graffiity itu si X-trail sama siana. Kemarinana gua juga empuk banget, cuy. Setir modelnya bulat, udah di balut kulit. Tombol-tombol di setir ada ini. Ada tombol untuk aktifin cruise control. Di sini ada tombol untuk ngatur mid yang ada di speedometer. Nanti sebelah sini ini tombol untuk meredupkan atau menerangkan speedometer. Ini untuk reset trip. Di sini untuk buka bagasi ya karena udah elektrik. Ini untuk matiin elektrik bagasinya. Ini untuk matiin traction control. Di sini ada eco mode. Kemudian di bawah sini ada slot untuk kartu sedikit ya. Dan ini ada tuas pembuka, tangki bensin, sama kap mesin. Oke, untuk bahan dashboard dia soft touch ya. Dan benar-benar ini empuk loh dipegangnya tuh bisa di tekan-tekan. Turun ke bawah dia udah plastik nih. Jadi soft touch-nya hanya di bagian paling atas saja. Head unit sudah indesh integrated. Ini ada bisa radio, bisa auxiliary, bisa iPod. Tapi sayangnya dia belum Bluetooth. Turun ke bawah untuk sistem pendinginan kabin sudah full climate control, digital climate control sorry dan dilengkapi sama dual zone ya. Ini untuk pengaturan sirkulasi udara. Ini untuk otomatis suhu, pengaturan fans speed, nyalain AC. Ini untuk atur dingin atau panas, mode cooler, sori chiller atau heater. Lanjut ke bawah. Nah, ini yang menarik nih. Ini kalau di luar setahu gua ya, ini ada indikator airbag di sini. Cuman di sini enggak ada di pasar Indonesia. Bagian bawah ada colokan lighter, USB port, auxiliary, ada ini apa kayak storage gitu ya, tempat penyimpanan. Tapi ini enggak dilapisin karet. Jadi agak kasar nih. Kalau buat naruh handphone cukuplah. Ini mungkin kalau handphone-nya lebih kecil enak nih. Pas plek untuk shifternya model ini linear bukan yang gated. Ada shift lock juga. Jadi kalau kalian mau netralin tinggal pencet shift lock-nya. Pencet rem terus. Loh kok enggak bisa? Oke jadi oh mungkin harus gini kali guys. Harus dinyalain dulu. Oke. Ini shi masukin D. Nah, baru dimatiin. L, [tertawa] ternyata, Guys, kurang dalam mencetnya. Jadi, tadi gua mencet hanya segini, dia enggak mau, ya. Harusnya di agak dalam banget sampai mentok gitu baru tuh baru bisa. Ingat-ingat nih, buat yang mau parkir par para paralel ya. Paralel benar. Jangan lupa dinetralin dan jangan lupa kalau ininya netral, rem parkirnya juga dirilis ya. Kadang-kadang yang parkir paralel nih suka lupa. Turun ke sini dia udah ada cup holder dua buah dan menariknya udah ada ventilasi pendingin nih AC. Jadi angin AC dari sini keluar juga di sini. Di sini ada tempat buat naruh kartu bisa ya, koin juga bisa atau naruh handphone seperti ini bisa. Ini bisa kalian taruh di sini. Oke, armr-nya empuk juga ya. Dia benar-benar mengutamakan kenyamanan nih. Sama seperti joknya. Untuk konsol box-nya dia ada storage kecil. Mungkin kalau handphone kalian kecil, kalian bisa taruh di situ ya. Terus ada colokan lighter. Ini juga gede. Buat kalian taruh apa aja juga bisa. Di sini juga ada detail kecil yang ini nih yang menarik dikasih selipan AC. Selipan AC lagi, selipan kabel. Kalau kalian ngecas jadi kabelnya enggak kewer-kewer. Sunfisernya lumayan lebar ya. Ini kalau nutupin sinar matahari dari depan sih pasti ini nih enak banget. Cuman kendalanya kalau kalian mungkin agak tinggi ya orangnya. Jadi kalau agak tinggi ketutupan sama sunfiser doang, Guys. Ini tebal, lebar banget loh. Tuh. Ini gua aja 165 kehalang. Gimana kalau 180 ke atas? Kacanya sudah dilengkapi lampu kecil. Sini ada selipan untuk selipin kartu flash ya. Di sini ada ini holder untuk kacamata dan sudah dilepas dilapis sama bluew nih. Atas ini lampunya sudah LED. Kemudian ini garis di tengah nih cakep. Kalau malam dia akan memancarkan cahaya LED putih yang temaram gitu. Kalau biasanya gua sebutnya mood lighting. Jadi di dalam kabin tuh berasa vibes-nya mood banget. Kita coba duduk baris kedua ya. Oke, sama ya door trim-nya. Oh, enggak enggak beda-beda. Ini bahannya full plastik nih baris kedua. Cuman untuk desain mirip-mirip dikasih carbon look alike gini aksennya. Tombol power window, door handle. Nah, ini yang beda nih ya. Tuh, tuh. Kedengaran enggak? Ini yang gua bilang tadi. Jadi ada beberapa yang ngasih armr itu dalamnya plastik cuman dilapis kulit. Nih bedain ya. Tuh, gua tekan. Oke, nih. Sekarang kita coba lihat yang di depan seberapa empuk nih. Tuh, kelihatannya bedanya ya. Ini benar-benar kayak form. Kalau yang ini ya seperti yang gua bilang tadi, plastik dilapis dilapis sama kulit. Turun ke bawah. Dia modelnya mirip-mirip juga. Bahannya plastik. Terus dapat satu buah cup holder. Mungkin ini maksimal bagusnya yang 330 mili aja nih nampungnya. Selayaknya mobil besar LR pasti lega lah ya. Ini posisi duduk gua tadi dan masih segini, Guys. Ini mungkin kalau yang tingginya 180, 185 juga masih aman banget. Headro juga Dan ini kursinya baris kedua bisa diatur sudutnya. Ini paling tegak, ini paling rebahnya. Dan yang paling rebahnya ini nyaman banget. Sudut rebahnya tuh nyaman. Enggak sampai yang terlalu rebah banget sampai kayaknya tuh badan kita nahan gitu ya. Tapi ini rileks. Terus dikasih arm rest di tengah. Menariknya dia armr-nya enggak ada tarikan di sini melainkan di sini nih. Tuh. Oke. Armrnya udah ada dua buah cup holder. Jadi kalau duduk di belakang dipastikan nyaman sih mobil ini ya memang diperuntukkan untuk mobil keluarga ya, mobil dalam kota. Jadi pasti nyaman. Sisi tengah ee dikasih AC, kisi-kisi AC ya. Tapi dia enggak ada pengaturan suhu dan lain-lain. Cuman bisa tutup ventilasi apa buka ventilasi aja. Sini joknya dikasih door ee apa? Pocket di belakang untuk Oh, iya ya. Sama ini nih. Ini joknya jok tengahnya bisa dimaju mundurin buat ngasih light belakang ya. Sekarang kita coba lihat ya. Ini posisi paling maju tuh. Paling maju. Kemudian gua coba rebahin. Nah, bentar ya. Ini sih terlalu sempit. Ini posisi duduk paling maju dan reclining-nya paling rebah. Menurut gua masih cukup oke untuk orang yang kecil seperti gua ya. Tuh bisa maju sampai segini. Sekarang kita tes di belakang. Nanti kita bandingin gimana perbandingannya kalau e kursi yang ini paling mundur, ini yang paling maju. L room-nya seberapa jauh bedanya? Oke, yuk. Masuk ke belakang juga gampang. Tarik tuas yang di sini gini kan. Terus majuin. Nah, ini dia light room di belakang seperti ini, Guys. Untuk orang dewasa, ya. [tertawa] Kalau ininya paling mundur, gua sama sekali enggak bisa masuk ke sini, Guys. Untuk orang yang kecil kayak gua aja enggak masuk ya. Gimana orang yang lebih besar lagi? Kalau kursinya agak dimajuin? Coba kita tes ya. Nah, ini baru bisa duduk guanya. Coba dari sini deh. Nah, ini kalau kursinya dimajuin masih bisa duduk. Tapi ya gini nangkring ini. Enggak enggak layak lah ya kalau untuk perjalanan jarak jauh. Layaknya sih kalau perjalanan jarak jauh tuh buat anak kecil aja. Kalau buat orang dewasa sih enggak bakal bisa. Bisa-bisa begitu turun keram kaki. Oke. Oh ya di biarpun begitu di belakang sini cukup proper loh dikasih dua buah cup holder. Mungkin ini persiapan kalau anak-anak gitu ya. Di sebelah sini juga dikasih pocket dan ada ini juga nih head rest. Jadi untuk melindungi leher anak-anak kalian ya. Kalau amit-amit terjadi sesuatu benturan enggak kecengklakk belakang gitu. Oke, gua mau turun dulu karena ini klaustrofobik banget guys. Emang layaknya untuk anak-anak. Makanya dia tuh disebutnya bukan seven seater, tapi 5 plus 2. Plus 2-nya ini ya. Ya, gitu karena lebih ke arah untuk darurat aja. Wal round terakhir kita bahas kursi penumpang depan ya. Lega. Joknya juga sudah elektrik. Maju mundur reclining. Cuman enggak ada ini nih naik turun enggak ada hch adjuster. Ini plastik. Terus udah ada dual SRS airbag. Lacinya sudah soft opening. Cukup besar ya. Buat naruh buku manual, kotak tisu masih ok lah. Ini ada detail kecil nih di ujung. Kalian mungkin bisa nyelipin kartu-kartu member kali ya. Contohnya nih kayak gini. Tapi buat tuh buat nyelipin kartu ada detail kecil supaya lebih rapi. Sisanya sih overall sama lah. Suniser juga lebar banget. vanity mirrornya dapat lampu. Oh ya, sangat disayangkan ya model model yang ini belum dapat auto diming rear viiew mirror. Ini masih manual diming. Buat kalian yang enggak tahu, ini tuh fungsinya kalau malam gitu ya, dari belakang ada yang ngasih dim, ada yang nyalain lampu jauh terus ini kalian bisa cetekin. Nah, dia akan ngeredup. Jadi pantulan cahayanya tuh enggak mentah-mentah mantul dari lampu, mantul langsung ke mata. Kalau diginiin dia ada seperti ada efek redupnya. Kita bahas mesinnya yuk. Untuk yang tipe X-trail yang gua review ini, dia mesinnya tipe QR25DE. Kapasitasnya 2.500 cc, 4 silinder dengan tenaga 170-an horsepower. torsinya 230-an Nm. Menarik ya, di varian X-Trail yang T32 ini ada beberapa varian mesin. Yang pertama ada yang 2.0 2000 cc. Yang ini varian paling tingginya 2.500 cc. Kita tes jalan yuk. Untuk nyalain mesinnya udah gampang banget, tinggal start stop engine. AC juga masih dingin ya. Sama tadi ada yang lupa gua jelasin. Mobil ini ada beberapa fitur yang cukup membantu kalau buat nyetir. Pertama itu sudah ada kamera 360-nya. Terus sama di spion sudah ada heater, Guys. Oke, kita tes jalan. Untuk matic CVT juga aman banget, tidak ada delay, enggak ada geter. Kan beberapa kali tuh kalau gua posting soal Teana pasti orang bilangnya CVT-nya CVT-nya ringkih bla bla bla. Tapi kenyataannya sih Teana kemarin 200 e km R30.000-an masih aman. Dan ini juga sama nih mobil yang gua tes ini Rp136.000 odometernya. CVT juga terbilang masih aman. Enggak ada delay, enggak ada jeduk, enggak ada kasar bunyi kasar gitu enggak ada ya. Untuk mobil ini bantingannya untuk sebuah SUV boleh gua bilang lembut, cuman memang enggak selembut sedan ya, enggak selembut Nissan Teana. Dia masih agak stiff tapi dibanding yang lain menurut gua yang ini paling lembut. Udah gitu ditambah joknya ini loh. Joknya ini zero graffity seats-nya ini empuk banget cuy. Emang comfort oriented banget mobil ini. Respon gas juga lebih ke arah malas ya, bukan yang galak gitu. Karena mungkin ini ecom mode-nya gua nyalain. Berasa banget kalau ecom mode-nya dinyalain. Iya tuh kayak mobilnya tuh malas buat gerak. Efeknya sih memang ke konsumsi BBM ya. Kalau berdasarkan mid sih konsumsi BBM-nya bisa 1 banding 11. Ini untuk mobil dengan CC 2.500 1 banding 11 sih bagus banget tapi ya memang harus ada yang diade off karakter mesinnya jadi malas. Sekarang gua coba ecom mode-nya gua matiin dan wah ini baru lebih enak lebih enak. Jadi gasnya mobilnya jadi lebih ada gas gimana ya sebutnya ya, mobilnya jadi berasa mau maju gitu. Nah, cuman memang enggak meledak-meledak. Kalau kalian ngerasain beberapa mobil yang ada power mode, pasti kalian ngerasain lah namanya mobil tuh dibuat meledak-meledak gimana. Kalau ini enggak. Biarpun ecomode-nya dimatiin, respon gas awalnya enggak sampai ngejambak. Untuk setir juga terbilang ringan walaupun memang ini mungkin karena bannya ya, bannya udah harus diganti jadi agak berat. Oke, posisi duduk kacanya gede, kaca depan juga gede. Jadi gua bilang posisi duduknya ini nyaman. Setirnya juga ini tilt dan telescopik. tuh pengaturannya banyak banget lah yang bisa disesuain dengan selera kalian ya. AC juga dingin padahal ini fans speed-nya satu ya. Kalau lewatin posisi tidur, nah baru berasa tuh nyaman ya. kayak tem gitu. Jadi gimana ya? Nih pois tidur lagi nih. Nah, oke empuk tapi enggak yang over, enggak over bouncy gitu loh. Fitur juga oke. Ada cruise control, ada audio steering switch, terus mode maticnya juga ada mode manual ya, tiptronic. Walaupun gua enggak rekomen kalau mobil CVT kalian bawa jambak-jambak tuh enggak recomend. Tetap harus bawanya halus banget. Tapi ya overall menurut gua mobil ini enak buat dipakai dalam kotak. Dari luar looknya tuh kayak gede ya, bebeng tapi di bawahnya PD. Enggak yang sampai menyulitkan kita mengintimidasi kayak, "Aduh, bawanya mobil gede nih, susah banget." Enggak, ternyata begitu dibawa PD aja ya. Menurut gua untuk ukuran mobil bekas di bawah R200 juta ini udah masuk dalam salah satu recommended car sih kalau gua bilang ya karena fiturnya banyak. Udah gitu bukan yang fitur over teknologi banget, enggak. Fitur-fitur basic yang disematkan tapi kepakai. Kamera 360, smart keyless entry. cruise control, power back door ya kan. Terus lampu depan otomatis, wiper otomatis. Ah, gitu. Lampu utamanya juga udah LED projector. Untuk dalam kota sih lebih dari cukuplah memang. Tapi ya downside-nya kalian enggak bisa samain konsumsi BBM mobil 2500 cc dengan LCGC gitu. Enggak bisa lah ya. Pasti lebih boros. Okelah ini ini karena gempuran mobil listrik dari ini kali ya dari China ya. Jadi mobil-mobil bensin sekarang tuh harga bekasnya udah menggiurkan banget cuy. Udah menarik banget. Nah, gimana guys? Menarik enggak mobil ini? Kalau menurut gua sih menarik banget ya di tahun 2025 ini karena gimana ya umurnya walaupun sudah 10 tahun cuman enggak kelihatan seperti 10 tahun. Enggak kelihatan usang, enggak kelihatan tua modelnya. teknologi sama fitur-fiturnya juga terpakai semua mulai dari ecom mode, ada kamera 360, lampu depannya LED projector. Jadi pas malam tuh terang, pintu bagasinya sudah elektrik, spion juga electric retrack dan ada fitur menarik yaitu kaca spionnya ada heaternya, Guys, mobil ini. Buat kalian yang minat, mobil ini dibandrol di harga Rp15 juta. Kalau mau nego silakan. Pajaknya juga tenang aja, enggak usah khawatir. Ini masih nyala sampai bulan 5 2026. Jadi kalau kalian beli, udah tinggal gas pakai aja lah. Enggak usah pusingin ngapa-ngapain lagi ya. Oke, selebihnya kalau minat kredit detailnya seperti apa langsung cek aja di kolom deskripsi di bawah. Oke, kalau gitu sampai di sini dulu Coco review kali ini. Jangan lupa untuk mampir ke sosial media gua di Coco Driver 92 dan TikTokdriver. Terima kasih yang sudah menonton. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye- bye.
