Harga Masih Masuk Akal di 2026! Spek Tetap Solid, Baterai Awet - Review Infinix Hot 70 (YouTube Video)
Infinix Hot 70. Ya, ini smartphone baru Infinix yang hadir dengan tagline colorful versatile fun. Nah, sesuai tagline tersebut, opsi warna smartphone ini terbilang banyak dan warna-warnanya juga menarik ya. Pakai dynamic shin design juga beneran berwarna jadinya. Baterainya 6.000 mAh. Terbilang cukup besar sih. Charging 45 watt cukup kencang juga. SOC atau prosesornya pakai Helio G100 Ultimate masih terbilang mantap untuk kelasnya. Ada rating IP65 dan sertifikasi SGS military grid drop resistance juga. Setidaknya ini akan bikin smartphone jadi lebih aman kalau kena cipratan atau enggak sengaja jatuh. OS sudah pakai XOS 16 terbaru. Jadi tentunya udah pakai Android 16 modern dan ini juga dijanjikan lebih smooth. Bahkan sampai bisa dipakai 72 bulan pun masih terjamin smooth terus. Oke, mari kita kupas tuntas smartphone yang satu ini. [musik] Ya, Infinix Hot 70 ini tentunya jadi andalan terbaru Infinix untuk segmen smartphone terjangkau. Harganya dijanjikan masih terjangkau, masih masuk di akal. Nah, formula seperti apa yang digunakan Infinix saat meracik smartphone yang satu ini? Kita coba cari tahu dalam review kali ini. Tapi sebelum itu, kita kenalan dulu dengan smartphone baru ini mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya itu ada unit smartphone lengkap dengan screen protektor yang sudah terpasang. Ada kabel USB untuk charging dan tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. [berdehem] Di sini ada charger 45 watt, lalu ada case, ada SIM trjector, paket dokumen, dan ada kartu perdana Smart Fend. Nah, untuk smartfend ini memang ada paket bandling ya dengan bonus kuota sampai 48 GB selama 1 tahun. Oke, untuk desain smartphone ini hadir mengusung desain dynamic shine design khusus untuk warna quiet violet dan green texture. Ini juga pakai flowing light texture seperti yang kita pakai ini. Jadi, ada efek pantulan cahaya seperti ini ya di body belakang Hot 70 ini. Menarik ya. Ada warna lain? Ada bahkan banyak pilihannya. Sesuailah dengan konsep colorful yang mereka usung ini ya. Ada dive blue, night pulse, silver dancer, dan ada thermo orange. Nah, untuk thermo orange ini spesial ya. Warnanya bisa berubah sesuai dengan suhu body. Semakin dingin warnanya akan semakin pekat. Kalau semakin panas kebalikannya warnanya akan jadi semakin terang. Oh ya, untuk semua pilihan warna tersebut Infinix menggunakan lapisan khusus anti fingerprint. Jadi smartphone tidak akan mudah terlihat kotor karena bekas minyak dari jari kita. Permukan body belakang juga terasa lembut ya saat kita sentuh karena menggunakan velvet smooth finish. Lanjut lagi. Body smartphone ini pakai gaya yang serba flat. Jadi, layar flat, body belakang flat, dan frame juga flat. Frame dan body belakangnya tentunya pakai polikarbonat. Adaing AP65 yang berarti smartphone kedap dari debu dan aman kalau kena cipratan air. Bahkan kalau tidak sengaja kehujanan saat pakai smartphone ini masih relatif aman lah ya. Selain itu ada juga SGS military great drop resistance. Kalau enggak sengaja jatuh harusnya juga masih aman. Tapi ingat ya, ini lebih ke arah buat jaga-jaga aja. Jadi jangan disengajain disengajain hujan-hujan. gitu ya. Disengaja dijatuh-jatuhin. Jangan jangan ya smartphone ini jangan dipakai buat pelampiasan, ya. Nah, untuk dimasinya tinggi 167,9 mm, lebar 79,1 mm, ngetebalnya 7,49 mm, bobotnya ada di sekitar 196 gr. Jadi masih belum terasa yang berat-berat amat karena di bawah 200 gr. Sekarang mari kita lihat ada apa aja di sekeliling body smartphone ini. Di kanan ada tombol power dan ada volume up and down tombol lagi yang disebut sebagai one tap button. Apa fungsinya? Ternyata ini terkait dengan beberapa fitur AI yang bisa mempermudah kita disebut one tab flash memo seperti mengatur jadwal di kander sesuai dengan konten yang ada di layar, menyimpan kartu nama atau mengirimkan email ke alamat yang muncul di layar. Di sisi atas kita lihat ada grill speaker, di kiri ada SIM tray. Ini untuk 2 nano SIM plus micro SD non hybrid ya di sini ya. Lalu di bawah ada mikrofon, USBC, dan grill speaker lagi. Jadi memang ada dua speaker di smartphone nih. Kualitas suaranya udah terasa mencukupi lah ya untuk kelas harganya. cukup rapi dan volumenya juga mencukupi. Sayangnya smartphone ini hanya dilengkapi dengan single microfone saja. Nah, di sisi depan ini adalah layar 6,78 inci panel IPS resolusinya 1576 * 720 piksel alias HD Plus. Refresh set up to 120 Hz adaptif jadi bisa turun dengan sendirinya kalau tidak ada aktivitas di layar. Oh, by the way, HDP plus di sini bukan berarti burik ya, layarnya mantap kok nih. Nah, saat kami coba, kami hanya mendapatkan refresh rate sampai 90 Hz aja di berbagai aplikasi. Saat kita mencoba mengatur refresh rate manual ke high, hal yang sama juga masih sering terjadi. Nah, saat meriksa setting refresh rate untuk berbagai aplikasi, Infinish ternyata memang mengatur refresh rate-nya hanya ke 90 Hz. Kalau dicoba setting manual ke 120 Hz, ternyata refresh rate-nya akhirnya bisa naik ke 120 Hz. Jadi benaran bisa ya 120 Hz-nya ya. Nah, untuk brightness kami coba ukur untuk penggunaan indoor brightness bisa mencapai sekitar 470 units. Kalau HBN aktif dia di kondisi indoor brightness masih di kisaran yang sama. Sementara saat kita coba untuk simulasi outdoor, dia bisa naik ke kisaran 600 nitz. Ini udah memadai untuk penggunaan di luar ruangan. Nah, untuk tampilan warna di layar ada dua mode warna yang tersedia yaitu original color dan bright color. Di mode original color gamut covernya ada kisaran 78% SRGB dengan gambut volume di kisaran 84% SRGB. Sementara untuk bright colored gamut coversnya ada di 88,8% SRGB dengan gambut volume di 102,4% sRGB. Memang hanya salah satu mode doang yang mendekati 100% R S RGB, tapi ini juga masih belum bisa dikatakan enggak berwarna lah ya. Di sini masih cukup terasa warnanya masih oke. Nah, untuk belel sekeliling layar sayangnya ini masih terasa tebal ya. Basel di bawah layar juga terlihat relatif lebih tebal dari sisi-sisi yang lain. Layar ini mendukung always on display tapi bukan yang benar-benar always on. Kemudian ada earpiece di beasel atas layar. Lalu ada kamera selfie 8 megapel dipansol di area tengah atas layar. Ini adalah kamera dengan bukan F2.0 kos fix fokus dan fil off-nya sekitar 78 derajat. Ini pakai dual flash ya di sini ya. Perekaman video itu sampai 2K 30 fps. Maksudnya di sini QD 30 fps ya, sayangnya belum ada 60 fps-nya di sini. Untuk sisi belakang kamera utamanya ini ditempatkan di kamera bump yang dikelilingi oleh Crystal Mood Island yang bisa menampilkan efek cahaya halus seperti ini ya. Di sini ada 50 megapel main camera bukan F1.85 autofokus dengan field of view sekitar 75 derajat. perekaman video sampai 2K 30 fps sama kayak di depannya tadi. Lalu dia punya 1080 60 fps di sini. Kemudian di sini ada satu kamera bonus, ada dual flash, dan ada juga infrared blaster di area modul kamera ini. Lalu ada active hello lighting. Posisinya yang di paling bawah ini ya. Jadi, ini bisa menyala dengan beberapa efek di beberapa kondisi. Misalnya ada notifikasi masuk, sedang mutar musik atau lagi main game. Untuk fitur fitur dia punya mode vlog, video stabilization, portret, super kight, dual video, AIGC, portret, slow motion, dan lain-lain. Ada banyak di sini ya. Untuk spesifikasi internal prosesor atau SOC pakai Mch Helio G100 Ultimate. Ini memang bukan SOC baru ya, udah berumur tapi performanya masih mantap untuk smartphone di harga terjangkau. RAM dan S itu ada opsinya banyak ada 4128, 6128, 6256 dan ada juga yang 8128. Untuk RAM-nya pakai LPD 4X. Untuk storage pakai UFS 2.2. Iya, ini pakai UFS ya. Kalau udah Helio G99 100 200 itu udah pakai UFS pasti dan ada dukungan untuk extended RAM sampai plus 8 GB untuk varian yang RAM-nya 8 gig. Untuk baterai 6000 mAh ini terbilang udah cukup besar ya. Dia support 45 watt lightning fast charge. Ada baterai self feeling technology yang akan menjaga kondisi baterai juga di sini. Selain itu ada juga all scenario bypass charging ya. Jadi bypass chargingnya bisa buat macam-macam di sini ya. Enggak cuma buat gaming doang. Untuk sensor ada asometer, proximity sensor, ada hardware gyroitas tentunya ini masih 4G ya, 3G dan 2G tentunya juga bisa. Untuk Wi-Fi-nya Wii 5, Bluetoothnya versi 5.4 dan support audio Codex, SBC, AAC, Apptex audio, APtex HD, dan LDAC tentunya support juga. NFC ada di sini, USB-nya bisa OTG, FM radio ada di sini. Jadi ada sarana hiburan gratis di sini ya. Untuk display out lewat USBC ya benar aja harga segini enggak ada ya. emang belum tersedia. Untuk keamanannya dia pakai side fingerprint scanner dan ada face unlock juga. Untuk dia pakai XOS 16 dengan basis Android 16. Ada janji tiga kali update versi Android dengan 5 tahun security update. Mantap. Inf juga menjanjikan 72 month fluency yang kurang lebih artinya OSnya tidak akan terasa melambat untuk penggunaan wajar harian sampai sekitar 6 tahun ya. Untuk fitur AI tentunya ada Folx Voice asisten digital dari Infinix. Setelah itu banyak juga fitur AI seperti Fex Smart Touch, AI call assistant, translation assistant, document assistant, AI writing, AI note recording summary, AI subtitles, dan banyak lagi yang lain. Fitur circle search dari Google juga tentunya tersedia di sini. Nah, untuk aplikasi PK3 seperti biasa ini lebih ke aplikasi umum dan aplikasi yang terkait Infinix sendiri ya. Untuk berapa aplikasi umum kalau tidak dibutuhkan ini bisa diuninstal dengan mudah. Lalu ada Infinix XGoogle di sini ya. Smarter Together with Infinix and Google. Jadi, ada bonus gratis 3 bulan Gemini AI Plus dan 2 TB Google Cloud. Bonus ini bisa diklaim lewat aplikasi Gemini atau Google One di smartphone kita. Oke, sekarang kita lihat hasil benchmark-nya. Untuk Antutu 11 didapat R569.000-an. Ini didapatkan dengan 3D Lite ya. Lalu untuk Gig 6 core 726 multiore di 1871. Untuk trimx sling shot extreme open gpik skornya di 2668. Untuk wildl stress test tanpa kipas best score 1442 dengan lowest score di 1434. Jadi stability-nya tinggi ya 99,4%. Oke untuk gaming server game ini bisa berjalan lancar di 90 fps yang berarti layar berjalan di 90 Hz. Belum bisa sampai 120 fps. Tapi ini sudah terasa nyaman dimainkan. PUBG Mobile setting frame-nya terbuka sampai 60 fps kalau kita pakai setting smooth. Saat coba ya dia dapatnya rata 60 fps. Tapi sekali masih bisa lah ya turun ke 45 fps kalau ada battle yang lagi rame. Secara umum masih terbilang cukup okelah untuk main game kompetitif dengan smartphone yang satu ini. Bagaimana dengan Gy aing? T ini mulus dan akurat ya kan dia pakai hardware base gyro sini. Oke, untuk Mobile Legends setting refresh-nya terbuka sampai super alias 90 fps. Saat kami coba main dengan setting merata kanan ya, kami cuma dapat frame rate sampai sekitar 83 FPS. Tapi terbilang rata ya di frame rate tersebut ya. Saat ada battle yang ramai FPS-nya bisa turun tapi cuma sampai ke 60 FPS ya. Secara umum ini mesti dibilang relatif lancar bukan yang terasa terganggu di sini. Ya udah mantap. Lalu untuk Gensin Impact kita langsung setting lowest 60 fps. Hasilnya di awal kami bisa mendapatkan frame rate yang cukup rata di 40 frame pers. Tapi setelah berapa menit frame rate turun ke 34 sampai 35 fps dan bertahan di kisahan tersebut sampai akhir pengujian. Frame rate masih ada tapi ya masih wajar lah ya masih bisa toleransi di sini. Setelah setengah jam rata-rata frame yang didapatkan ada di kisaran 35 fps. Masih terbilang memadai. Untuk suhu sisi layar titik terpanas ada di area atas smartphone di kanan kamera selfie dengan suhu 42 derajat celcius. Area lain suhunya lebih rendah. Sementara untuk di belakang titik dengan suhu tertinggi ada di dekat modul kamera dengan suhu mendekati 45 derajat celcius. Area di samping modul kamera, suhunya juga bisa menyentuh 42 derajat Celcius. Untuk area lain, isi belakang suhunya masih 38 derajat Celcius ke bawah. Ya, sekarang mari kita coba dengan pakai kipas ya. Terlihat bahwa frame rate-nya jadi bisa dipertahankan di 40 fps. Ini sepertinya emang ada limiter untuk frame rate ya. Enggak bisa naik lebih dari 40 fps, tapi frame rate-nya jadi lebih stabil. Di sini frame drop masih ada sekali-sekali tapi bukan yang sampai terasa mengganggu. Rata-rata yang kami dapatkan adalah 39 frame pers. Jadi untuk ranking dia dapat ranking C. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini udah ada Infinix Hot 7. Sebelum kita uji kemampuan kameranya, kita coba cek mikrofonnya dulu. Untuk mikrofonnya, dia cuma punya single mikrofon, ya. Jadi, kalau kita misalnya tutup bagian bawah smartphone seperti ini, mikrofonnya otomatis ketutup ya. Jadi, suara saya enggak begitu kedengan jelas. Jadi, sebelum kita bikin konten kayak gini atau menggunakan mikrofonnya, pastikan dulu aja mikrofonnya tidak ketutup sama tangan kita. Tentu kalau misalnya kita pengin kualitas mikrofon yang lebih oke, kita bisa pakai mikrofon eksternal seperti ini. Dan di Infinix Hot 70 ini mikrofon eksternal bisa tersambung dengan baik. Cuman di UI kameranya itu enggak ada notifikasi atau pemberitahuan apapun tentang penggunaan mikrofon eksternal. Jadi sebelum kita pakai mikrofon eksternalnya, coba tes dulu aja deh mikrofon eksternalnya apakah sudah benar-benar tersambung atau enggak. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Kita mulai dari kamera selfie-nya dulu. Hasilnya sendiri udah oke ya. Detailnya bagus, ketajamannya juga baik. Untuk dynamic range standar aja. Area wajah masih bisa ketangkap dengan baik. Namun area langit tampak over expose. Buat stabilisasi tergolong oke di bawah jalan kayak gini bisa stabil. Oh ya, ada sedikit catatan kalau mau detail yang lebih, kita bisa setel di 2K 30 fps. Tapi stabilizernya jadi enggak aktif. Saran kami sih kalau mau dipakai harian mending pakai yang full HD 30 fps aja. Oke, pindah ke kamera utamanya. Di 1080p 30 fps. Kualitasnya udah terbilang oke ya. detail ketangkap baik dan ketajamannya juga oke. Tapi ada sedikit catatan di opsi full HD 60 fps ketika kita cek frame rate-nya ternyata naik turun nih. Belum bisa konsisten lancar di 60 fps. Jadi untuk sehari-hari saran kami rekam di full HD 30 fps saja. Buat dynamic range, area gelap udah txpose dengan cukup baik. Area terang masih over expose tapi masih belum yang sampai hilang total. Nah, dari segi stabilizer di 2K30 atau 1080p 60 fps hasilnya tuh agak gempa ya. Jadi kalau mau stabilisasi yang lebih oke, kita bisa pakai yang full HD 30 fps saja. Oke, pindah ke low light. Buat kamera selfie di full HD 30 fps hasilnya terbilang gelap ya dan noisy juga. Nah, uniknya kalau kita cek di 2K 30 fps malah lebih terang. Jarang-jarang kami lihat yang kayak gini. Buat stabilisasi tergolong rapi ya. Jaternya ada tapi tipis-tipis aja nih. Oke, pindah ke kamera utamanya. Di 1080 p 30 fps hasilnya udah memadai. Detail memang belum yang super oke, tapi overall gambarnya masih terlihat terang. Saat kita coba di full HD 60 fps udah terlalu gelap nih, sayangnya. Tapi kalau diuke 30 fps hasilnya agak mendingan nih. Agak kebalik ya situasinya dengan kamera selfie-nya tadi. Saat kita tes stabilizer di 1080p 30 fps di kondisi low, entah kenapa gambarnya tuh kerasa berbayang kayak gini. Jadi menurut kami kalau mau dipakai jalan dengan kondisi low seperti ini belum pas ya. Tapi kalau untuk steel video masih aman. Oke, sekarang kita cek buat auto fokusnya. Buat auto fokus ini hanya bisa dipakai di kamera utamanya aja ya. Responnya sendiri udah terbilang cepat dan ini berlaku di semua opsi resolusi dan frame rate. Oke, kita pindah ke bagian fotografi. Di kondisi terang overall hasilnya udah terbilang bagus. Detailnya dapat, ketajamannya pas. Udah okelah buat diposting di sosm. Buat portrait hasil bokehnya udah mencukupi. Untuk low light hasil fotonya juga terbilang memadai. Di beberapa kondisi hasil fotonya masih terlihat bagus. Untuk contohnya bisa lihat di slide berikut Oke, buat fitur ekstra kita coba beberapa ya. Pertama ada slowmo. Di sini tidak ada opsi dan frame rate yang bisa dipilih. Jadi kita coba apaadanya aja ya. Saat dicoba, kameranya hanya bisa merekam momen slowmo selama beberapa detik. Kalau dicek, resolusi dan frame rate yang didapat ada di 720p 120 fps. Berikutnya kita coba promote. Fitur ini hanya bisa dipakai untuk foto aja ya. Di sini kita bisa atur ISO dari 100 hingga 6.400 dan shutter speed dari 1/10.000 hingga 30 detik. Lalu kita coba dual mode. Ada dua opsi layout yang disediakan, yaitu picture in picture dan side by side. Selain itu, kita bisa juga atur layout-nya seperti ini. Buat resolusi maksimalnya dia bisa sampai 1080p 30 fps. Terakhir kita coba Skyshop. Kita bisa pakai ini untuk mengubah suasana langit di sekitar kita. Ada beberapa template langit yang disediakan. Lumayan lah ya kalau misalnya langit di tempat kita itu lagi kurang oke nih. Itu tadi hasil pengujian kamera dari Infinix Hot 70. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di sini. Pertama, Ace-nya cuma tersedia di 1080p 30 fps aja nih, baik di kamera utama maupun selfie. Lalu framewate di 60 fps masih belum stabil. Kemudian ada sedikit kendala di stabilisasi video kamera belakangnya. Lalu kemampuan Lel videonya masih belum oke. Dari segi menariknya ada opsi perekaman video hingga 2K 30 fps di semua kamera. Lalu, ada juga opsi 1080p 60 fps juga nih. Jadi bukan hfps lagi ya. Lalu hasil perekaman video di kondisi terang udah terlihat oke. Berikutnya hasil foto yang bagus untuk berbagai kondisi. Dan yang terakhir fitur kameranya udah terbilang banyak. Overall kita berada di tahun krisis teknologi yang membuat kemampuan smartphone seperti ditarik mundur 2 sampai 3 tahun terutama untuk kelas menengah sampai entry level. Jadi kita enggak bisa menggunakan standar kamera 2 jutaan tahun lalu atau bahkan 2 tahun lalu untuk menilai smartphone ini. Jika melihat standar yang ada sekarang, ini adalah new normal smartphone 2 jutaan saat ini. Sekian pembahasan kamera dari Infinix Hot 70. Kita lanjut ke pembahasan berikutnya. Oke, lanjut lagi untuk pengujian daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai baru habis setelah 33 jam 8 menit. Ini hasil yang luar biasa mantap mengingat baterainya 6000 mAh ya. Nah, mengingat SOC yang digunakan adalah heo 100 ini sangat perlu diapresiasi tuning yang dilakukan oleh Infinix ini. Sepertinya tepat sasaran tuningnya. Ini good job banget. Jadi masih diingat ya ini baterai 6.000 tahan 33 jam karena ada yang baterai 7.000 enggak nyampai 33 jam. Lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 FPS baterai berkurang 5% dalam 1 jam. Untuk TikTok baterai berkurang 6% dalam 1 jam swipe-swipe terus. Untuk Gensin Impact, baterai berkurang 7% dalam 30 menit untuk setting lowest 60 seperti yang tadi kita uji. Oke, untuk charging untuk mencapai 50% butuh waktu 29 menit. Sebentar dari kosong saya penuh butuh waktu 1 jam 10 menit. Udah lumayan ok lah. Ingat baterainya awet banget. Nah, lain-lainnya lagi kita lihat ada Netflix sudah Wifan L1 sudahudah support streaming sampai full HD. YouTube bisa streaming sampai 1440p 60 fps tanpa HDR. Untuk healthy feedback ada, tapi gitarnya agak panjang ya. Jadi akurasinya terasa kurang mantap. Tapi ini bukan yang sampai mengganggu enggak bisa dipakai. Untuk Wii sharing ini bisa ya. Kita bisa mengirian fitur hotspot saat kita lagi terhubung ke Wii juga. Nah, untuk harganya Infinis menawarkan smartphone ini dalam beragam varian kapasitas RAM dan storage. Yang 4128 harganya Rp2.199.000. 618 harganya Rp2.699.000. 818 harganya di Rp3.199.000 6256 harganya di Rp3.399.000. Harga ini masih terbilang menarik ya mengingat tahun 2026 ini memang terjadi kenaikan yang cukup signifikan untuk harga smartphone karena kondisi kelangkaan chip, memori dan storage dan meningkatnya komponen-komponen lainnya. Jadi harga segini dengan kemampuan tadi udah ok lah. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, always on display itu cuma tampil beberapa detik aja. Lalu perkaman video kamera selfie cuma sampai 30 fps. Kami berharap ada opsi 60 fps ya, tapi paling enggak ada opsi 2K-nya di situ. Kemudian dia hanya menawarkan single microphone. Jadi agak hati-hati kalau lagi ngerekam ya, jangan sampai ketutup mikrofonnya. Lalu su area tuh di body terasa agak panas saat kita lagi main game. Kemudian kita sedikit berharap bahwa warna di layar tuh bisa lebih dekat lagi ke 100% sRGB. Nah, mungkin ada yang protes ya layar kok cuma HD plus aja. Menurut kami ini masih bisa dimaklumi ya. Tampilan di layar juga masih belum sampai ketan resolusi rendah loh. Kami ini pengguna wiki HD Plus loh. Lagi pula HD Plus ini juga bikin smartphone jadi lebih hemat dalam penggunaan daya baterai. Lihat kan daya tahan baterainya mantap sekali yang satu ini. Dan kalau kalian protes kenapa ini layarnya IPS? Nah entar dulu. Layar IPS itu lebih tahan loh daripada OLED atau AMOLED kalau urusan misalnya kejemur sinar matahari misalnya. Jadi untukjol harusnya ini pas banget ya. Nah, dari sini kami suka pertama performanya masih terbilang cukup untuk berbagai aktivitas. Dataan baterainya mantap banget luar biasa untuk smartphone yang pakai Helio G1 dan baterai yang hanya 6000 mAh. Nah, kemudian walaupun bukannya sampai aman kecemplung ke air, dia paling enggak masih punya iPing di AP65 dan SJS military grade drop resistance. Lalu kita masih dapat opsi perekaman video di 60 fps. Pilihan warnanya banyak banget. Buat yang suka RGB lighting, ada juga active ho lighting yang bisa menampilkan beberapa efek pencahaan untuk kondisi tertentu. Lalu masih ada dukungan untuk micro SD, ada NFC, ada infred blaster buat remote-remote itu ya dan FM radio juga ada. Sensor juga lengkap, hardware gyro juga ada. Ini membuat kamera jadi punya AIS semua. Lalu ada janji tiga kali update versi Android dan 5 tahun security update. Oke, pertanyaannya smartphone ini cocok buat siapa sih? Infinix Hot 7 ini harusnya akan cocok untuk yang pengin punya smartphone allrounder yang masih relatif terjangkau dengan baterai yang awet. Untuk yang banyak aktivitas di luar ruangan dan mengandalkan smartphone untuk navigasi ini harusnya jadi opsi yang sangat menarik. Terlebih lagi karena layarnya IPS. Smartphone ini tentunya tidak serawan smartphone dengan layar AMOLED kalau banyak digunakan di bawah terik matahari. Secara umum apa yang ditawarkannya membuatnya jadi layak dipertimbangkan untuk yang mencari smartphone baru di kelas harganya. Ah
