Harga Terjangkau, Performa Mumpuni, Cocok Buat Sekolah, Kuliah dan Kerja - Review Infinix XBOOK B14 (YouTube Video)
Ini laptop terbaru dari Infinix yang bukan cuma terjangkau, tapi juga punya performa kencang karena prosesornya pakai AMD Ryzen 7 7735HS yang punya 8 core 16 trad. RAM-nya juga langsung 16 GB dual channel jadi langsung siap pakai. Storage-nya pakai SSD dengan kapasitasnya 1/2 TB jadi lega. Body atasnya metal. Layar udah IPS dan harganya hanya R jutaan aja. Iya. Ini adalah Infinix XBook B14. Oke, laptop yang satu ini oleh Infinx ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pasar laptop di kelas entry level yang mencari laptop terjangkau tapi dengan performa dan durabilitas yang maksimal. Tapi emang benar sih ya, laptop dari Infinix seperti biasanya itu memang sangat menarik untuk dilirik. Penasaran? Yuk, kita bahas dari spesifikasi utamanya. Prosesornya pakai AMD Ryzen 7 7735 HS. Codname-nya Rem Brand R. Arsitekturnya udah yang Zen 3 plus. Default TDP-nya 35 sampai 54 watt ya. Lalu dia punya 8 core 16 trad. Maksimum boost clock-nya up to 4,75 GHz. Untuk electric cas-nya lumayan besar di 16 MB. IGP-nya pakai AMD Radion 680M Graphic. Arsitekturnya sudah langsung RDNA 2 dan punya 12 compute units dengan total 768 shader. Untuk VAM ada di 512 MB dan ini mengambil dari RAM tentunya ya. Nah, untuk kapasitas RAM-nya sendiri ada di 16 GB LPDR 5X 6400 langsung dual channel. Nah, ini RAM-nya onboard ya tentunya karena onbard jadi dia tidak bisa di-upgrade. Tapi udah langsung 16 GB langsung dua channel jadi udah ok lah ya. Tentunya karena sebagian digunakan oleh IGP kapasitas total yang terbaca di Windows ada di 15,2 GB. Nah, untuk storage-nya 512 GB SSD M2 PCI Gen 3. Yang satu ini punya dual slot storage. Jadi kalau butuh kapasitas storage ekstra, kita enggak perlu ganti storage bawaannya. Tinggal nambah aja. Dan menurut Infinix, storage-nya bisa di-upgrade sampai 2 TB. Ini keren ya. Untuk wireless-nya dia pakai modem Realtech 8852BE udah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Sementara itu kapasitas baterainya ada di 55 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Nah, untuk formaknya tentunya ini clam shell materialnya untuk cover atasnya itu menggunakan material logam. Jadi saat dilihat dari belakang atau di jinjing itu terasa premium. Sedangkan untuk cover bawah dan cover area keyboard itu pakai bahan polikarbonat. Untuk warnanya ini silver ya. Dan desainnya ya lihat ya Infinix XBook B14 ini desainnya selalu simpel, minimalis, dan terkesan profesional mirip seperti Xbox B15 yang udah pernah kita review. Desain seperti ini membuatnya cocok digunakan untuk berbagai kegiatan, baik itu untuk sekolah, kuliah, kerjaan juga cocok. Di bagian atas layar terdapat semacam notch. Yang ini akan membantu kita saat kita ingin membuka layar laptop. Laptop ini juga diklaim memiliki durabilitas tinggi dengan sertifikasi ketahanan military standar 810H yang sudah melewati berbagai pengujian seperti pengoperasian dalam kondisi tekanan rendah, suhu rendah, dan suhu tinggi, penyimpanan perangkat di suhu rendah, perubahan suhu secara tiba-tiba, dan pengujian ketahanan terhadap getaran. Oke, untuk dimensi panjangnya 30,8 cm, lebar 21,7 cm, dan ketebalan di 1,75 cm. Bobotnya laptopnya aja di 1,16 kg. Cukup ringan untuk sebuah laptop di kelas harga R jutaan. Chargernya 162 gr. Ini juga enggak kalah ringan ya. Ini charger 65 watt yang adapternya menyatu dengan colokannya. Nah, untuk total bobot kalau di bawa jadi cuma 1,32 kg. Untuk display dia pakai panel IPS ukuran 14 inci. resolusinya full HD plus atau 1920 * 1200 piksel. Jadi, aspek rasionya udah 16 kekinian. Yang satu ini refresh rate-nya tuh standar ya di 60 Hz. Nah, menurut Infinix tingkat kecerahannya itu ada di 250 Hit dan color gambut di 45% NTSI. Kalau dari pengujian kami lah tingat cerahan maksimumnya ada di 340 nits. Sementara untuk gamut covers-nya ada di 59,4% sRGB dan gamut volum di 59,6% sRGB. Memang ini belum yang cocok-cocok amat kalau mau dipakai kegiatan content creation class profesional. Tapi kalau emang butuh akurasi warna kan gampang ya, tinggal nambah monitor eksternal aja yang sesuai dengan kebutuhannya. Nah, kalau memang mau digunakan untuk konten creation class pemula yang mungkin belajar editing ini rasanya enggak masalah karena layarnya udah IPS. Jadi konsentrasi warnanya udah lebih bagus, jauh lebih bagus daripada kalau yang pakai layar TN ya. Dan yang perlu diingat harga laptopnya cuma R jutaan. Jadi, ini masih wajar untuk permukaan layarnya. Ini matte atau antiarlare. Jadi, dia enggak mantulin bayangan-bayangan saat digunakan. Bingkai layar sisi kanan kirinya juga tergolong sangat tipis. Sedangkan untuk bingkai atas itu sedikit agak tebal karena ada kamera dan mikrofon di situ. Nah, untuk webcam yang satu ini resolusinya adalah 720p 30 fps. Lubang mikrofonnya terletak di samping kanan dan kiri kamera. Untukas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, ini adalah hasil contoh perekaman video kamera dari Infinix XBook B14. Hasilnya seperti ini. Ini kita pakai pencahan studio ya, Teman-teman. Hasilnya sih mungkin agak terlihat gelap. Terus noise juga cukup bermunculan dan juga terlebih resolusi maksimalnya hanya bisa sampai 720p 30 fps. Kurang lebih hasilnya seperti ini. Gimana menurut kalian? Ya, kali ini kita ada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Infinix yang satu ini. Bisa kalian lihat di sekeliling saya ini lagi banyak banget kendaraan ya. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri karena tidak ada fitur noise cancelling jadi seharusnya suara di sekitar saya masih bisa ketangkap nih. Tapi setidaknya suara saya masih bisa ketangkap dengan cukup baik. Nah, untuk audionya laptop ini menggunakan konfigurasi speaker stereo yang terletak di samping kanan kiri laptop mengarah ke alas. Untuk speakernya tergolong yang paling lantang ya untuk kelas harga segini ya. Tapi memang saat kita putar lagu yang dominannya itu low atau musik yang ngebas banget suaranya terasa agak pecah dan kurang rapi di volume maksimal. Meski demikian saat kita gunakan untuk mutar lagu yang dominan mid ke high seperti akustik atau banyak vokalnya ya suara terdengar dengan sangat jernih dan lantang. Intinya untuk las harganya ini udah oke banget sih ya. Lanjut untuk konektornya. Di kiri ada satu HDMI 1.4, ada satu USB 3.2 gen ada 2 USB type C. Di kanan ada satu audio jack combo 3, mm, ada satu USB 3.2 gen, ada satu USB 2.0, dan ada Kensington lock slot. Nah, laptop ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout standar laptop ukuran 14 inci. Tombol-tombolnya menarik sih karena terasa sangat solid saat ditekan. Jadi mantap waktu dipakai untuk mengetik. Tombolnya juga terasa cukup silent ini ya, meskipun masih terdengar sedikit suara clicky saat digunakan untuk mengetik. sayangnya memang tidak tersisa tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end di sini. Nah, untuk tombol anak panah atas dan bawah ini ukurannya setengah dari tombol lainnya ya. Lalu untuk tombol power-nya ini terpisah dari lewat keyboard jadi aman. Nah, keyboardnya juga punya backlit berwarna putih dengan dua tingkat kecerahan. Oke, untuk touchpad-nya ini ukurannya adalah 11,3 * 6,5 cm dan terletak sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. tentunya yang satu ini sudah menggunakan Windows precision driver dan mendukung berbagai gesture dari Windows 11. Nah, untuk sistem pendingin laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas dan dua heat pipe. Intakenya dari bawah dan lubang pembuangannya ke arah belakang. Kita masuk dalam aspek performanya. Kita langsung aja tes dengan konsistensi performa untuk Sinab R23 stabilitas selama 30 menit. Skor maksimalnya ada di 12.136 poin. Sedangkan untuk yang bisa dipertahankan ada di kisaran 7.800 sampai 7.900-an an poin. Lalu kalau kita tes tanpa dicolok ke charger, skor maksimalnya mencapai 10.184 poin dan skor yang mesti dipertahankan juga masih mirip di kisaran 7.900-an poin. Oke, untuk suhu kerjanya di run pertama SU sempat bertahan di 95 derajat Celcius, tapi masuki run kedua dan berikutnya SU bisa ditahan stabil di kisaran 60 derajat Celcius dengan spike ke-65 derajat Celcius saja. Jadi, ini tergolong aman. Oke, langsung aja kita cek pakai Adobe Premiere Pro CC 2025. Kita pakai video yang durasinya 2 menit 7 detik seperti biasa untuk 4K60 video exporting pakai software ST dalam waktu 16 menit 10 detik. Kalau kita pakai open shell 7 menit 3 detik. Sementara kalau 1080p 60 fps video export. Software only saya dalam waktu 2 menit 18 detik dan kalau pakai open shell saya dalam waktu 1 menit 46 detik. Nah, ini kencang. Untuk suhu kerjanya saat melakukan 4K60 video exporting dengan open siell susip itu sempat naik ke 85 derajat celcius di proses ekspor tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 58 sampai 60 derajat celcius. Masih aman. Kita lanjut ke Da Vinci Resolve 19.1. Software video kelas profesional. Tapi ini seperti biasa versi gratisnya. Durasi video sama di 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video exporting selesai dalam waktu 12 menit 29 detik. Kalau 1080 fps selesai dalam waktu 3 menit 16 detik. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 video export, CPU sempat naik ke 89 derajat Celcius di awal ekspor tapi kemudian langsung turun ke kisaran 60 derajat Celcius. Lagi-lagi terjaga dengan aman. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai Cap Cut seperti apa. Durasinya masih sama videonya. Kalau untuk 4K 60 selesai dalam waktu 7 menit 45 detik. Sementara kalau pakai 1080 60 FP selesai dalam waktu 2 menit 52 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 VD export CPU sempat mencapai 84 derajat Celcius tapi lagi-lagi turun dan bertahan di kisaran 60 derajat Celcius dengan spike sesekali ke 65 derajat Celcius. Jadi kita lihat kalau untuk video editing rasanya ini masih pas banget untuk 1080p sampai 60 fps. 4K 30 kalau mau coba bisa, tapi memang enggak sekencang kalau di 1080p 60 fps. Lanjut untuk gaming testnya. Nah, untuk hasilnya adalah seperti ini. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya ya. Menjalankan GTA 5 selama setengah jam. Susu CPU ada di kisaran 57 sampai 59 derajat celcius. Ini masih aman banget. Untuk suhu permukaan titik terpanas ada di bagian atas kanan dekat lubang pembuangan udara yang mencapai 44 derajat Celcius. Untuk area permukaan keyboard sebelah kiri itu suhunya di bawah 38 derajat Celcius. Area tengah menjadi area terpanas ya dekat tombol T. Tapi tetap suhunya itu masih di bawah 40 derajat Celcius. Jadi ini masih nyaman. Untuk area keyboard di sisi kanan suhunya ada di kisaran 29 sampai 33 derajat Celcius. Kalau palm rest dan touchpad itu aman banget 27 sampai 33 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Nah, untuk kecepatan bacanya ada di 2.855 MB/ dan tulis di 1296 MB/s. Memang ini buat kecepatan SSD paling kencang, tapi udah oke banget loh untuk laptop tin and light di kelas harga segini. Sekarang kita lihat daya tahan baterai. Seperti biasa, kita set brightness di 150 nits dan volume suara di 25%. Hasilnya untuk 1080p local video playback baterai baru habis setelah 12 jam. Ini tergolong awet banget ya untuk sebuah laptop di harga R jutaan ya. Dan ini sudah jauh melebihi klaimnya dari Infinix. Infinix janjinya kan 10 jam lebih ya. Lebih sih, tapi ini lebihnya 2 jam. Jauh juga ya lebihnya ya. Oke, kita lihat untuk chargingnya bagaimana. 30 menit pertama terisi di 27%. Sementara itu dari kosong sampai penuh butuh waktu 3 jam 15 menit. Ini sedikit lebih lambat daripada harapan kami di kisaran 2 jam. Oke, untuk unit yang kami uji ini dia dijual di harga Rp7.599.000. Dan selain yang ini ada varian lain juga dengan spek yang sedikit berbeda, yaitu yang pakai Ryzen 7 7735 HS tapi RAM-nya ada di 8 GB. Ini harganya di Rp7.399.000. Lalu ada yang pakai Ryzen 5 7535 HS 16 GB nih RAM-nya ya di Rp6.799.000. Sementara itu ada yang Ryzen 57535 dengan RAM 8 gig itu harganya di Rp6.599.000 Dan pembelian ini sudah termasuk Windows 11 Home dan ada 2 tahun garansi resmi dari Infinix Indonesia. Nah, tentunya karena ini Infinix, layanan garansinya itu bisa diklaim ke Care yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Oke, kita langsungnya masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia belum punya bundle Microsoft Office. Kemudian ini layarnya emang belum 100% sRGB, tapi ingat harganya R jutaan. Jadi masih okelah sebetulnya ya. Yang penting panelnya sudah panel IPS. Dan kalau butuh akurasi warna kan kita tinggal nambah monitor eksternal. Nah, selain itu ya itu charging-nya tadi ya ada di 3 jam lebih. Harapan kami kan ada di kisaran 2 jam. Nah, dari sini menariknya performanya kencang untuk kelas harga segini. Prosesor punya 8 core 16 trad dan ini cocok dipakai multitasking dan beberapa kerjaan berat. Mau dipakai untuk gaming tipis-tipis juga aman karena IGP-nya juga lumayan kencang. Apalagi RAM-nya langsung dual channel dan kencang pula ini ya RAM-nya ya. Jadi udah siap pakai, gak perlu upgrade lagi. Mau dipakai buat ngedit video ya tadi ya 1080 P60 FPS masih lancar. 4K 30 masih bisalah kali ya. Nah untuk storage juga bukan yang paling kencang tapi SSD-nya udah cukup lega. Ini pakai yang 1/2 tera bukan 256. Kalau kurang tenang kita bisa upgrade tanpa perlu ganti SS di bawaan karena ada slot SSD M.2 tambahan di sini. Desain juga udah oke nih dengan cover atas logam jadi bikin terasa mewah dan kelihatan profesional. Konektor juga melimpah dan cukup lengkap. Bisa pasang dua monitor ekstra nih di sini ya. S kerja juga tergolong rendah banget. Ini nyaman harusnya buat dipakai buat kerja. Garansinya juga langsung 2 tahun resmi dari Infinix Indonesia. Nah, jadi pertanyaannya Infinix Xbook B14 ini cocoknya buat siapa? Nah, buat orang tua yang nyari laptop untuk anaknya sekolah, wah cocok banget sih yang satu ini ya. Untuk masa yang baru mulai kuliah, yang satu ini juga bisa dipertimbangkan. Performanya udah kencang. Tapi pastikan program studi kalian memang sesuai dengan kemampuan laptopnya. Mau dipakai buat kerja kantoran, dipakai meeting. Ini juga oke. Bobotnya lumayan ringan. Desainnya juga cakep ya untuk kelas harga segini. Mau dipakai buat ngedit video ya asal enggak 4K60 aja sih masih aman harusnya ya. Editing foto. Wah itu sih lancar. Tapi pastikan aja kalau emang butuh akurasi warna tambahin aja monitor eksternal. Sekali lagi Infinix ini menghadirkan laptop di kelas harga terjangkau dengan value yang sangat menarik. Mirip seperti smartphone-sartphone-nya lah ya. Intinya kalau dicari adalah laptop tin and light dengan performa kencang dan harga yang terjangkau. Infinix B14 ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka TV.
