Harganya Masih MAKE SENSE!! - ASUS Gaming V16 (V3607VJ) (YouTube Video)
Akhirnya setelah setahun kita dapat kesempatan juga buat ng-review Asus Gaming V16 ini. Dan yang bikin menarik di tahun ini adalah di saat semua laptop itu harganya lagi pada naik, dia yang pakai RTX 3050 harganya masih di Rp14 juta dan bahkan layarnya di-upgrade menjadi 100% sg. [musik] Asus Gaming V16 ini hadir dengan chesis ramping untuk kelas gaming entry level. Bodinya ini dominan polikarbonat dengan finishing mat dan bobotnya itu sekitar 1,96 kg ya. Laptop ini juga cukup tipis dan balik lagi ini kelasan gaming [musik] entry level. Buat build quality dia ini udah military standard 810H juga jadi masih oke buat dibawa mobile. Hinch-nya yang ini lumayan ringan, bisa dibuka pakai satu tangan dan bisa dibuka sampai 180 derajat. Layarnya menggunakan panel IPS level 16 inch dengan refresh rate 144 Hz dan color gamut yang sekarang sudah di-upgrade menjadi 100% sRGB. Jadi yang sekarang color-nya udah lebih akurat dan tetap cepat buat editing ringan sekaligus juga gaming. Keyboard-nya punya layout standar Asus dengan backlit satu zona berwarna biru dan tombol WASD dan aeropad yang invisible. Jadi masih ada ciri khasnya tough gaming di sini dengan adanya pad di sebelah kanan. Hanya aja enggak ada tombol volume dedicated bagian atas dan layout function button-nya lebih mirip dengan Vivobook. Touchpad-nya kali ini ukurannya gede banget, lebih luas dibanding generasi sebelumnya. jadi lebih enak buat dipakai navigasi sehari-hari meski bukan yang paling premium. Walaupun saat kita ngetik ada sih beberapa kali tangan kita kena dengan touchpad tapi kerennya touchpad ini udah mendukung smart gesture juga yang biasanya hanya ada di vivobook. Oke, move on ke konektivitas sport. Di sisi kanan itu hanya ada satu USB 3.2 gen one type Aja. Sementara di sebelah kiri itu ada charging port, HDMI full size, USB 3.2 gen 2 type C, dan satu lagi USB 3.2 gen 1 type A, dan ada audio combo jack juga. Jadi untuk kebutuhan dasar konektivitasnya cukup aman. Nah, highlight utama Asus Gaming V16 itu ada di kombinasi prosesor dan GPU-nya dibanding dengan price-nya. Di harga Rp14 juta ini kita udah dapat Intel Core 5210H yaitu adalah CPU 12 core hybrid dengan GPU Nvidia GeForce RTX 3050 yang 6 GB. RAM-nya sih masih basic yaitu 8 gig DDR5 aja tapi ini bisa di-upgrade karena ada dua slot SODIM dan karena itu pula kita akan bandingin performanya saat di default 8 gig RAM dan juga nambah 8 gig RAM lagi alias 16 gig total. Sementara buat storage, dia udah 512 gig PCI Gen4 X4 tanpa slot tambahan M.2. Tapi masih bisa di-upgrade juga kalau kalian mau ganti SSD-nya. Oke, kita masuk ke performanya dulu. Kalau kita melihat SBch R23-nya nih. Jadi core 5210H ini skornya itu terbilang standar. Core 5210H ini udah lebih oke dari Core i5 Gen 12, tapi memang belum bisa bersaing sama Core i7. Lalu dengan RTX 3050 yang 6 gig kita ya realistis aja ya main gameennya karena ini adalah GPU keluaran tahun 2021. Laptop ini sih masih bisa jalanin beberapa game gratisan populer di settingan low, tapi ya expect aja frame rate-nya tidak setinggi itu. Kalau mau frame rate yang tinggi paling esports title aja seperti CS2 yang performanya stabil di atas ratusan FPS. Dan laptop ini juga masih bisa mainin game triple A ringan di atas 60 fps. Hanya aja RTX 3050-nya tidak ada frame generation dari Nvidia. Kalau kalian mau editing video ringan di Premiier Pro, sebenarnya kombinasi Core 5 dan RTX 3050 ini masih cukup mumpuni. Tapi ya yang membatasi itu ada di RAM-nya yang hanya 8 gig. Jadi upgrade ke 16 gig itu sangat akan membantu kelancaran workflow terutama saat preview. Nah, di Blender laptop ini masih bisa ng-render scene 3D sederhana karena adanya GPU acceleration. Meski untuk project kompleks itu bakal kerasa lebih lama. RTX 3050 itu masih support dengan kuda dan juga optics. Jadi, ya rendering image atau animasi sebenarnya masih visible. Buat pendinginan, laptop ini mengandalkan dua fan dengan dua heat pipe yang memakai Asus Ice School Thermal Technology. Jadi wajar suhu CPU-nya bisa tembus ke 85 sampai 90 derajat celcius kalau load berat. Tapi GPU lebih relatif adem karena TGP-nya juga tidak sebesar itu. Adapter bawaan 150 watt udah cukup banget buat kebutuhan yang gaming entry level. Nah, buat pengalaman makainya sebenarnya kalau kita mulai dari keyboard ya, keyboard-nya ini sebenarnya standar dengan travel yang lumayan empuk, cocok buat ngetik panjang. Touchpad-nya juga besar bikin navigasi lebih nyaman. Tapi buat beberapa orang mungkin ini kegedean. Speakernya juga standar, cukup buat konsumsi multimedia tapi bukan yang paling detail. Dan baterainya hanya sekitar 6 sampai 7 jam aja buat penggunaan ringan. Ya, maklum karena ini adalah laptop gaming apalagi entry level dan kalau misalnya mau dipakai gaming jelas lebih singkat. Software bawaan seperti Armory Crate ini tidak ada. Jadi bergantung hanya pada My Asus saja untuk ngatur profil performa. Buat koneksi, laptop ini udah support dengan WiFi 6 dan Bluetooth 5.2. Dan di dalam pembeliannya kita akan mendapatkan bandling juga Microsoft Office and Home 2024, 1 tahun Microsoft 365, dan 3 bulan PC game pass. Laptop ini juga punya webcam dengan resolusi full HD alias ini 1080p bisa ngerekam sampai 30 fps. Dan ada privacy shutter-nya juga cuman karena ini adalah laptop dengan prosesor yang tanpa MPU, jadi tidak ada Windows Studio Effect. Jadi secara overall Asus Gaming V16 ini adalah sebuah laptop gaming entry level yang cukup seimbanglah. Secara desain dia ini cukup elegan. Jadi enggak terlalu heboh-heboh sama gaming banget. Terus juga layar udah 144 Hz. Performa cukup, body juga cukup compact, dan keyboard empuk, touchpad luas. ya secara overall dia oke kalau misalnya untuk e creator pemula atau gamer casual yang memang butuh laptop masih di harga belasan juta. Tapi di price range segini ya dia udah cukup ok lah. Dan untuk upgrade ke 16 gig juga sangat direkomendasikan karena ya itu akan bikin pengalaman jauh lebih smooth terutama kalau kalian pakainya laptop ini buat produktivitas. Dan laptop ini juga udah digaransikan 2 tahun Asus VIP perfect warranty alias itu adalah accidental damage protection dan garansi tersebut juga internasional. Nah, kalau kita melihat layout keyboard dan juga touchpad-nya ada yang ada fitur touchpad tadi itu mirip banget ya sama laptop Vivobook. Jadinya kayaknya kita tahu deh kepanjangan V di V16 itu apa. Coba deh kalian ada yang sepemikiran enggak?
