Hasil Tes Serena Baru Bisa Mengancam Dominasi Toyota Voxy (YouTube Video)
[Musik] Wit wait. Halo teman-teman, selamat datang di channel Greit Auto. Saat ini saya sedang mengulas salah satu mobil yang paling revolusioner di timeline-nya. Nissan Serena EPower. Dan saya bisa bilang, Teman-teman, bahwa ini mobil value-nya jadi oke banget. Mungkin buat mereka yang sedang mencari high roof MPV kayak gini yang lega, praktis, ini bisa menjadi pertimbangan utama. Dan saya akan menjelaskan kira-kira apa yang menarik dari Nissan Serena, apa plus dan tentu saja apa minusnya. Ini sana tentu saja teman-teman yang menjadi highlight dari Serena sekarang adalah soal performa tepatnya efisiensi ya. Karena ini dengan hybrid e serial hybrid gitu. itu memberikan banyak kelebihan bagi Serena untuk mencapai sesuatu yang enggak pernah dicapai sebelumnya. Dia jadi sangat amat irit, Teman-teman. Ee mungkin Teman-teman juga udah tahu ya, ini Serena EPower. Dia secara sistem sama dengan eh saudara crossovernya eh KS e PowerW ya, satu grup nomenklaturnya sama serial hybrid kalau di Nissan disebut e-power. Nah, bedanya adalah sekilas ya. Kalau di KX itu kan dia mesinnya 1200. Lalu kalau yang ini 1400 pakai HR14 dan ya tenaga torsi pun juga beda lah ya e dari motor listriknya. Jadi ee dia e jelas diperuntukkan untuk mobil yang bawa beban berat nih. Ini mobil udah gede kan kosongnya aja udah berat apalagi kalau diisi penuh. Kira-kira gitu. Nah, ketika kami tes teman-teman untuk e berjalan di rute dalam kota 22 km/h, 22 km/h itu lumayan rapat, Teman-teman, lumayan macet. Jadi, ada jalan lancarnya, tapi lebih sering jalan padatnya. Jadi, itu lumayan e pelan. Itu pun dia bisa dapat 16,4 km/l. 16,4. Enggak pernah ada Serena sebelumnya di dalam kota ya bisa dapat segitu buat saya setahu saya yang pernah saya coba. Serena oke, dia terkenal MPV yang nyaman, dia terkenal MPV yang praktis. Fiturnya pun juga enggak buruk, tapi MPV yang irit no sampai akhirnya sekarang itu di dalam kota. Lalu kemudian di tol 90 km/h average speed kecepatan tinggi yang konstan average speed itu dia dapat 16 km/l. Jadi tipis nih antara dalam kota sama tolnya. Padahal average speed-nya terbentang jauh. Nah, itu pun juga masuk akal karena kebanyakan hybrid teman-teman di dalam kota itu lebih irit dibanding tol. Kenapa? Karena kalau di dalam kota maksudnya rute dalam kota ya, bukan bukan di dalam kota. ngetes tol juga di dalam kota. Tapi dalam soal rute nih, Teman-teman, rute dalam kota itu memungkinkan mobil ada stop and go-nya, sering ngelepas gas, lalu kemudian muncul break regeneratif memanen energi untuk disimpan di baterai. Jadi kemungkinan untuk baterai selalu terisi lalu kemudian menjalankan motor listrik itu ya semakin apa ya semakin besar. Sehingga enggak heran kalau di jalan yang lebih pelan dia cenderung akan lebih hemat bahan bakar gitu. Tapi teman-teman ketika kami tes di rute kombinasi nih 50 km/h artinya ada kecepatan tinggi juga lalu kemudian sesekali kena jalan yang padat gitu ya. Ee hasilnya 50 km/h rute kombinasi dia dapat 20 3 km/l. Sehingga saya bisa bilang nih bahwa ini mobil yang revolusioner dari dia adalah soal irit-iritnya. Teman-teman, ini mobil udah 600 jutaan. Orang yang bisa beli ini mungkin enggak terlalu mementingkan soal budget bensin berapa ketika dia sedang bepergian. Enggak mungkin enggak ke arah sana. Tapi gini, Teman-teman. Ngebayangin bahwa dengan bahan bakar yang semakin irit konsumsinya, jarak tempuhnya makin jauh. sehingga si pemilik ini enggak perlu repot-repot sering ngisi bensin ya kan. Apalagi kalau misalnya dia road trip ke daerah yang cukup remote, enggak banyak SPBU gitu ya. Jadi dia enggak terlalu takut atau kalau misalnya macet horor kemarin tuh kayak di puncak ya kan mungkin teman-teman ngalamin e atau tahu gitu beritanya sang pemilik jadi enggak terlalu was-was untuk wah nih kalau emm mobil nyala mulu, AC nyala mulu, bensin akan cepat habis. Enggak dong. Kan ini bukan soal budget, tapi ini soal kemampuan mobil ini melaju dengan jarak tempuh yang jauh arahnya ke situ, gitu, Teman-teman. Lalu, kalau soal efisiensi itu udah bagus banget, bagaimana dengan akselerasinya? Dan ternyata, Teman-teman, kencang. 0 sampai 100 sudah kita coba. Dia bisa dapat 9,5 detik. 0 sampai 100. Nih, ini bukan mobil sports, tapi di bawah 10 detik untuk 0 sampai 100 menurut saya lumayan karena Toyota Foxy buat gambaran dia dapat 11,1. Jadi ya jauh lebih kencang ini korelasinya adalah ini bukan soal kenceng-kencengan tapi soal kemampuan dia menghela beban. Ini mobil kerpnya aja udah berat kan apalagi kalau diisi sama penumpang barang penuh gitu ya. pasti butuh ee tenaga dan torsi yang oke buat menjalankannya dengan cekatan dan kenyataannya dia kencang tap dan sekarang driving impression teman-teman tapi ini saya buka dulu biar lebih kelihatan mukanya okriasinya udah jelas dari awal, yaitu mobil yang lebih mementingkan penumpang MPV lah, ya. Dan kita tahu ini mobil bisa memberikan kenyamanan dalam banyak hal. Pertama, bantingan suspensinya tuh dari dulu Serena emang enak, Teman-teman. Mungkin teman-teman yang udah pernah punya atau masih pakai sampai sekarang tuh udah cukup familiar ya betapa dia adalah MPV yang asik gitu ya untuk mengubah guncangan di jalan nih menjadi hanya dentuman lembut di kabin itu. Eh titik pertama Serena memberikan kenyamanan. Kedua adalah soal kekedapan kabin. Lumayan senyap nih mobil di bawah e 60 dbel untuk melaju 60 km/h. Jadi ya dia kedap. Kemudian juga dari soal ruang lega banget light room-nya dengan body sebesar ini. Ini kan enggak kayak mobil aja gitu ya, tapi kayak ruang berjalan kan ruang keluarga, kamar berjalan gitu ya. Jadi kalau duduk di belakang itu bisa banget untuk menselonjorkan kaki gitu dan itu jelas memberikan kenyamanan juga. Jadi kalau ditanya apakah eh driving impression-nya bisa memberikan kenyamanan dalam perspektif e passenger? Iya menurut saya sangat bisa memberikan kenyamanan. Tapi bagaimana ketika kita mengemudikannya? Saya teman-teman ini mobil saya pahami set suspensinya memang berorientasi sama kenyamanan. Lalu kemudian secara alami kan kalau udah nyaman, udah empuk akan berkonsekuensi sama bantingan atau manuver yang akan limbung gitu kan. Kenyataannya iya tapi enggak terlalu. Iya benar. Lebih limbung kalau teman-teman ekspektasinya wah kayak Nissan Cakes, Nissan X-Trail gitu ya. Ee mungkin ini akan tanda kutip ya mengecewakan. Tapi kalau teman-teman udah paham dari awal bahwa nih saya sedang bawa MPV high roof e body panjang banget, postur lebar gitu ya, pasti akan menurunkan ekspektasi bahwa oh ini mobil memang enggak untuk bermanuver-manuver ekstrem kan. Dan ketika kita sudah memahami itu ya langsung kayak apa ya? Langsung mengadjust e ekspektasinya bawai ya. Enggak usah bawa mobil bisa se ekstrem itu manuvernya ya. Pindah jalur zigzag menghindari lubang okelah tapi enggak usah yang sampai sekenceng-kenceng itu untuk membelok. Enggak usah. Yang penting adalah driving impression yang bagus ketika menjadi pengemudi di mobil ini. Ini tenaga torsinya itu instan banget, Teman-teman. Salah satu kenikmatan dari mobil yang digerakkan oleh motor listrik seperti ini atau EV car gitu ya, adalah enggak butuh grafik torsi dan grafik tenaga untuk mendapatkan tenaga torsi maksimal seperti mesin bakar gitu ya. Jadi kalau mau ngegas tiba-tiba gitu ya cepat banget dia naiknya. Itu yang enak dari motor listrik eh untuk menggerakkan mobil dan itu yang didapatkan. Itu kelebihan itu keuntungan yang didapatkan oleh e Serena e Power. Asik banget, irit banget, kencang, nyaman buat penumpang, buat bermanuver ya biasa aja. Tapi itu udah cukup dan yang penting dia cekatan. Driving impression apalagi yang kita harapkan dari MPV seperti ini? Dan saya juga perlu teman-teman ngebahas tentang bodinya. Ini generasi keenam C28 dan dia punya tampilan yang menurut saya lebih elegan. Yang persis generasi sebelumnya buat saya ya itu kayak terlalu kontroversial. Buat yang suka mungkin akan suka banget. Tapi buat yang enggak atau yang biasa saja gitu cenderung malah enggak suka. Saya berada di titik di mana yang C27 yang sebelumnya itu enggak s. Tapi ini, Teman-teman, ini elegan banget buat saya. Ini elegan banget. Grill-nya eh horizontal V motion yang baru ya, ngebuat dia jadi kayak MPV yang premium banget gitu ya. Lalu kemudian lampunya LED nih eh headlamp itu ditata secara berundak eh atas bawah. Tapi e secara visibilitas di malam hari ini sinarnya bagus banget nih. Gitu. Termasuk ada nih teman-teman lihat di sini ada sensor parkir juga. Lalu kemudian ada kamera e enggak hanya di depan belakang e samping jadinya 360 dan itu diperlukan banget buat mobil sebesar ini. Dan kelihatan juga di situ ada kamera ee untuk driver assistant ya untuk ADAS di bagian samping teman-teman ini kelihatan ya Serena logonya dan ini yang ngebuat dia sangat menarik buat saya eh power teman-teman. mungkin tahu ya, Serena yang di sebelumnya pun juga udah ada yang e hybrid e-power, tapi enggak masuk Indonesia. Jadi, ini pertama kali e Serena punya e-Power hybrid dan tadi sudah saya ceritakan betapa irit dan kencangnya Serena dengan teknologi power ini. By the way, dia torsi bisa sampai 300-an Nm. Tenaga 160-an DK. Makanya enggak heran kalau dia bisa secekatan itu. Oke. Kemudian kalau rodanya kelihatan kecil ya. Mungkin kalau naik 1 inci lagi masih bisa lah atau mengganti roda baik ban maupun veleg itu bukan hal yang susah ya kan. Enggak seperti misalnya fitur Adas gitu ya atau sensor-sensor mengganti roda cukup mudah dan pemiliknya buat saya ya kalau naik sat atau 2 inci akan ngebuat tampilannya semakin keren. Tapi dengan konsekuensi kalau semakin ee kecil profil bannya mungkin akan semakin keras bandingan suspensinya gitu. Lalu di bagian belakang ini kelihatan e- power memang sebuah kebanggaan bagi Nissan e nomenklatur e- powerow melambangkan serial hybrid-nya yang sukses. Lalu kamera parkir, sensor parkir dan yang saya suka adalah teman-teman ini pintunya nih satu udah jelas tapi dia punya dua e mekanisme akses. Pertama adalah ini. Nah, ini kacanya aja yang bisa dibuka. Jadi kalau mau mengakses barang enggak perlu membuka pintu sampai bawah yang butuh ruang lebih besar, Teman-teman. Ngebayangin kalau parkir di apa ya, di apartemen atau di mall gitu, mau ngebuka pintu sepanjang ini kan akan susah ya. Jadi mendingan kaca aja. Ini pertama. Kemudian yang kedua semuanya kebuka. Nah, ini butuh ruang sepanjang ini untuk ngebuka full akses. Ini tasnya saya dan Bang Rian. Intinya ketika semua bangku itu diaktifkan, ruangnya enggak terlalu besar gitu. Tapi kalau misalnya sudah dilipat akan meluas gitu ya. Tapi intinya ini adalah e kapasitasnya ketika semua bangku diaktifkan gitu. Dan teman-teman saya juga perlu info bahwa ini enggak ada elektrik ya. Jadi eh ya mungkin buat yang berharap ada pintu belakang elektrik ini enggak memenuhi ekspektasi itu. By the way, Teman-teman, ini Highway Star. Jadi, Serena sekarang hanya punya satu varian e tapi punya dua pilihan warna. Yang single tone itu Rp635 juta. Sementara yang dual ton itu 639,5 juta. Bedanya R,5 juta untuk eh yang dual ton ya. harganya sangat mendekati, sangat dipepet sama Foxy ya berarti ya. Oke, ee saya perlu menunjukkan bagian utama tentang Serena, ruang tengah, bahkan bukan drivers. Oke, itu yang pertama. Mekanismenya saya juga perlu nunjukin sebelum kita masuk ke dalam. Dipercepat, percepat, percepat. Oke, ini jadi saya sudah pegang kunci ya. Udah kelihatan kick sensornya itu mudah banget, Teman-teman. Set lihat ya. Set. IS kebuka. Dan pemilik Serena itu sangat masih mungkin masih sangat mungkin sori untuk ee nyetir. Enggak seperti Alfard gitu ya atau El Gran. Tapi pemilik Serena yang bos beneran maksudnya istri dan anak-anak itu besar banget kemungkinan untuk duduk di sini. Dan saya bisa bilang teman-teman, duduk di sini ini sangat amat menyenangkan saya tunjukin. Jadi, by the way ini udah saya set untuk ketinggian saya ya 168 cm. E standar aja buat orang Indonesia. Dan kelihatan di sini, Teman-teman. Jadi ini ada tiga tuas ya, pengaturan. Kalau yang ini sliding, maju mundur. Lalu kemudian ini reclining rubah tegak. Dan ini teman-teman, nah ini geser sliding tapi geser ke kanan kiri tuh kayak biante teman-teman mungkin ingat dulu gitu. Nah, kalau misalnya ini dipepet pepepet jadinya ya bangku kanan dan kiri akan menyatu. Tapi kalau misalnya terpisah dijauhin gitu maksudnya akses untuk ke belakang jadi lebih mudah. Kelegaan ya, Teman-teman, ini ketika saya mundurin banget. Lega banget ini. Lega banget, Teman-teman. sangat mudah buat berselonjor dan kalau skenarionya adalah road trip jalan jauh gitu akan enak banget buat ngedapetin rileks. Allah Dan teman-teman, saya sudah di baris ketiga. Di baris ketiga mestinya nih ee baris ketiga tuh enggak lebih lega dibanding baris kedua. Itu jelas ya. Tapi ternyata ini bangku baris kedua sudah saya set dengan 10 jari ya. Lalu kemudian yang tersisa di sini dengan saya duduk yang cukup rileks gitu ya. Nah, ini masih ada 10 jari juga. Sangat amat lega. Dan kenyamanannya biasanya nih yang di bangku tengah baik baris kedua atau baris ketiga itu biasanya ada undakan kan tapi e dan itu mestinya enggak nyaman tapi ini masih bisa nyam teman-teman buat saya ini adalah set ruang yang oke buat keluarga untuk mendapatkan kenyamanan bagi semua penumpang gitu dan langk lagi teman-teman lihat di sini ya ee sekilas tentang kepraktisannya ini tetap dengan meja lipat. Jadi, meja lipat ini ada di keempat bangku. Kepraktisan yang menyenangkan. By the way, Teman-teman, ini bangkunya bisa dilining dan dia juga bisa di sliding. Jadi, kebayang nih kalau ini saya majuin, iya, yang di belakang nih untuk bagasi itu semakin lega. Yes. Jadi lebih lega kalau ini dimajuin. Dan kalaupun ini dimajuin, teman-teman bisa lihat di sini ya, mungkin jelas enggak selega itu lightroom-nya, tapi masih lumayan. Ini masih oke banget tuh. Asik banget. Asik banget ini buat keluarga. Oke, sekarang saya mau ngebahas tentang kepraktisannya, Teman-teman. Dimulai dari bangku paling belakang ini ada meja lipat. Jadi enggak hanya di baris kedua, tapi baris ketiga pun juga mendapatkan kenyamanan. Ini meja lipat dia ada gantungannya. Dan ini kalau enggak kepakai enggak makan tempat. Dan dia juga ada cup holder 1 2 t cup holder tiga baru di satu sisi dan itu baru di baris ketiga aja, Teman-teman. Kanan kiri. Lalu kemudian di sini ada USB type C. Type C ya. Asik banget. kanan dan kiri. Jadi mau road trip sepanjang jalan baterai enggak akan habis untuk ngecek-ngecek HP. Lalu ini three point seat belt artinya bagus. Di baris kedua, Teman-teman, yang pasti kita mendapatkan armr nih. Jadi ala-ala captain seat, Teman-teman lihat. Dan ini meja lipatnya lebih berdaya, Teman-teman. By the way, ini juga ada curtin. Asik sekali supaya enggak silau atau menjaga privacy gitu, ya. Secara keseluruhan ini adalah ruang yang menyenangkan buat siapapun penumpang. By the way, ini enggak ada TV ini, Teman-teman. Ini mungkin bisa menjadi masalah buat anak kecil yang udah mulai bosan di perjalanan lalu kemudian di pengin nonton film kartun gitu. Enggak ada TV-nya. Enggak ada TV-nya. Itu adalah kekurangan ee dari Nissan Serena selain pintu belakang yang belum elektrik. Okelah, sekarang saya mau tunjukin fitur yang ada di mobil ini dan itu paling oke ditunjukin dari bangku pengemudi. Eh, Bang bentar lu agak mundur dulu. Gua pengen nunjukin nih pintu kita bisa tutup dengan tombol jadi enggak repot. Itu fitur yang asik lah. Saya termasuk pengemudi, Teman-teman, yang suka tanda kutip banyak mainan gitu ya. Banyak tombol-tombol yang bisa mengendalikan sesuatu gitu mungkin teman-teman termasuk. Oke, ini mobil fiturnya lumayan banyak. Meskipun enggak ada layar, tapi dia bisa memberikan e apa ya? Fitur visibilitas yang bagus. Kamera 360-nya, Teman-teman, ini ada tombol di sini tinggal dipencet. Lalu kemudian kita punya akses untuk e melihat kamera 360 yang tajam dan fungsional. Kemudian ini AC-nya enggak hanya dual zone, tapi triple zone kanan, kiri, dan belakang. Dan pengaturannya kalau misalnya kita susah gitu menjangkau panel-panel untuk pengaturan AC, kita bisa melakukannya di sini. Tinggal pencet ini. Eh, jadi ini touch pad bukan touch screen rear control. Lalu kemudian dia akan mengubah ee pengaturan ini menjadi pengaturan untuk AC belakang gitu. Dan ini ada e pedal yang teman-teman mungkin tahu ya, dia lebih kuat engine brake-nya sehingga ketika kita mengangkat kaki dari pedal gas dengan otomatis mobil akan lebih mudah berdeselerasi. Jadi ya bagi beberapa orang itu lebih simpel tapi bagi orang lain seperti saya kurang nyaman. Saya lebih sering matiin i pedalnya karena saya butuh gitu efek gliding. Jadi ketika lepas gas mobil kayak meluncur gitu kan. Tapi kalau pedal itu aktif ketika lepas gas mobil kayak ng-rem gitu kan ya. Itu faktor kebiasaan sih. Lalu kemudian ini EV mode. Ketika baterainya cukup dia akan benar-benar enggak menyalakan mesin e sehingga mobil kayak jalan seperti mobil listrik banget gitu ya. Enggak ada deru mesin, enggak ada getaran mesin gitu-gitu. Nah, tuas por snelling-nya itu berubah menjadi tombol por snelling PR RND dan B. B itu efek engine brake-nya lebih kuat. Lalu kemudian drive mode, Teman-teman, dia ada tiga, eco, sport, dan standar. Bukan normal, tapi standar. Dan teman-teman ini mobil made in Jepang. Jadi, debuil Jepang. Eh, dan dia sudah dilengkapi dengan proilot yang mana teman-teman. pertama kalinya di region Asia Tenggara adalah Indonesia yang mendapatkan proilot. Proilot itu menggabungkan cruise control dengan lane keeping assist gitu ya. Ini mobil ee di atas 30 km/h eh aktif gitu ya. Lalu dia bisa ngegas ngerem sendiri, belok sendiri jadi ya semi otonom. Itu yang e kita suka dengan perkembangan teknologi yang ada di sini. Proilotnya oke. Dan itu pertama kali di Asia Tenggara adalah di Indonesia. Kemudian nih head unitnya layarnya 12,3 inci, Teman-teman. Gede 12,3 12,3 ada dua gede semua di Apple CarPlay. Android Auto. Jadi oke. Lalu, e nah kepraktisannya lagi ini yang belakang udah oke kepraktisannya. Yang di depan pun juga nih ada cup holder ya. Lalu di depan blower AC ventilasinya juga ada. Lalu di door trim juga ada tempat penyimpanan banyak banget. Ini glowbox-nya gede banget. Bahkan ada roti saya. Lalu di sini ada laci juga bisa menyimpan barang-barang ee kecil. Tempat penyimpanan bagus banget di sini. Sebagaimana layaknya sebuah MPV yang apa ya kalau dipakai jalan jauh sama keluarga, dia memberikan akomodasi itu untuk barang-barang kecil. Dan ini kalau teman-teman nanya nih kok kacanya begini sih? Ini sebenarnya kalau dia dimatiin ini hanya menjadi kaca gitu ya, pantulan biasa. Tapi kalau dihidupin ini jadi kamera nih untuk penglihatan malam jadi lebih terang. E dan jelas enggak perlu menyilaukan ya. Dan ini ada pengaturannya kita bisa lihat misalnya ya ee di lebih terang gambarnya atau diatur kanan kirinya gitu ya e sudutnya ini bisa banget nih. Tuh. Kita coba dimiringin ke arah kiri atau ke arah kanan. E, teman-teman secara kesimpulan saya bisa mengatakan bahwa ada beberapa perbaikan e yang ngebuat value-nya Serena tuh jadi semakin oke. Pertama dan terutama adalah soal efisiensi bahan bakar. Jelas ini bukan soal budget bensin, bukan tentang itu, tapi ini soal jarak tempuh, Teman-teman. Semakin jauh jarak tempuhnya, semakin menenangkan bagi pemiliknya. E itu pertama. Terus kedua, tampilannya bagi saya ini jadi jauh lebih elegan, lebih menarik, dan kayak lebih aman ya bagi selera ee makin banyak orang gitu. Lalu soal fitur, soal apa ya? Ee kemampuan semi otonom buat saya sih oke ya sebagaimana layaknya mobil-mobil masa kini dan dia bisa memenuhi ekspektasi itu. Kalau soal kenyamanan, kepraktisan bagi saya itu udah seperti Serena yang sebelumnya yang mana itu bagus karena Serena dari dulu memang terkenal sebagai MPV yang nyaman dan lega. itu tetap terjadi di Serena baru ini, gitu. Secara keseluruhan eh adalah mobil yang perlu dipertimbangkan buat teman-teman yang punya budget segitu 600 e 30-an, 640-an juta lalu kemudian ee punya banyak pasukan setia berjalan mungkin ramai gitu, barang yang diangkut pun juga banyak. Ini adalah salah satu pilihannya di Indonesia. dia bertemu muka berhadapan dengan Toyota Foxy. Tapi di titik efisiensi bahan bakar, di titik soal jarak tempuh ini lebih baik dari Foxy. E jadi itu adalah pertimbangan yang mungkin e akan dipikirkan oleh ee para calon konsumen ya, prospek buyernya gitu. Mungkin itu dulu teman-teman dari saya review tentang Nissan Serena EPower. Terima kasih sudah menonton dan sampai ketemu di video GR Toto berikutnya. Terima kasih.
