Jungkat

Headphone Wireless Terbaik 2025? REVIEW Sony WH-1000XM6 (YouTube Video)

  • 13/06/2025

Ini headphone wireless Sony class teratas di tahun 2025. Kalau yang dicari adalah headphone wireless allrounder kelas atas dengan sound quality kelas atas, noise cancelling kelas atas, ambient sound mode kelas atas, mikrofon yang bisa buang kebisingan sekitar, bisa untuk meeting di manapun, fitur segudang dengan pengaturan yang detail, desain keren, nyaman dipakai ya. Sony WH1000X Mark 6 ini adalah pilihannya. Saya D Irfan Jaka Tib TV. Entar dulu, masih butuh detail review-nya ya. pengin tahu kenapa kami mudah banget ambil kesimpulan dengan cepat seperti itu. Ya udah kalau gitu kita review kali ini ya dan biar lebih seru nanti akan ada Fernanda Gunsan juga ya. Oke mari kita mulai. Oke udah siap ya. Mari kita bahas headphone yang sangat menarik ini. Kenapa sangat menarik? Karena WH1000X Mark 6 ini adalah contoh di mana sebuah brand dapat mendengarkan masukan pengguna untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Katanya Excel dulu mudah rusak. Nah, ini diperkuat dengan pakai desain yang baru. WH1000X Mark 4 itu bisa dilipat kecil. WH1000X Mark 5 enggak bisa. Konsumen lebih suka yang bisa dilipat. Jadi WH1000X Mark 6 bisa dilipat kecil lagi. Ya, bahkan kami bisa masukin XM6 ini ke dalam case-nya XM4 yang lebih kecil. Banyak yang komplain soal R setting nyangkut dan rusak. Nah, Sony ganti mekanisme penutup case jadi pakai magnet sekarang. Lalu katanya ANC, ambient mode, dan mic pada headphone terdahulu itu udah kurang oke dibandingkan pesaing-pesaingnya. Nah, konsentrasi besar Sony kali ini adalah pada tiga aspek tersebut, terutama dengan penggunaan 12 mikrofon baru dan prosesor Q& terkini mereka. Dan ada saja hal-hal kecil lain yang diperbaiki, tampaknya efek dari masukan pengguna. Jadi jangan heran kalau tahun 2025 nih banyak reviewer yang memuji headphone yang satu ini. Dan terlepas dari harganya yang premium, akan banyak aja sih yang beli. Oke, mari langsung kita masuk ke dalam detailnya. Oh ya. Y ya. Nama resmi produk ini adalah WH1000X Mark 6. Tapi supaya enggak kepanjangan nyebut namanya, kami akan menggunakan penamaan XM6 untuk WH1000X Mark 6. Ya, konteksnya tentu untuk seri WH alias untuk headphone. Oke, kita mulai dari paket penjualannya. Kotaknya ini semua dari bahan kertas atau kardus gitu ya. nyaris enggak ada komponen plastik di sini. Di dalamnya tentunya ada unit headphone. Kemudian yang sangat kentara adalah case-nya yang baru. Lihat nih ya, menguncinya pakai magnet nih sekarang nih. Ini bisa dibaga pakai su tangan ya harusnya ya. Lalu ada kabel USBC untuk charging. Ada kabel audio dengan konektor TRRS 3,5 mm. Nah, headphone ini memiliki impresi bentuk atau desain seperti WH1000X Mark 5. Siluet yang sangat disukai banyak orang. Protes mengenai kenyamanan pakai di atas kepala tuh ya diperbaiki dengan memperbesar sedikit headband-nya. Sadar enggak bentuk headband-nya ini enggak simetris, lebih banyak di bagian belakangnya. Ya, ini jadi salah satu pembeda tampilan XM6 dibandingkan XM5. Nah, untuk bagian pengaturan ukuran ini juga step plus ya di sini ya, bukan yang cetek cetk cetkek tek bukan gitu. Nah, Sony mengatakan bahwa headphone ini dirancang tidak menghasilkan suara-suara saat penggunanya bergerak. Benar sih, mau nengok kanan kiri atas bawah itu kami enggak mendengarkan suara berderit atau gesekan yang berlebihan. Nah, exelnya berbeda dengan pendahulunya. Di unit yang kami lihat ini yang bolannya terang ini ya terlihat ada aksen metal. Nah, ini karena ada komponen metal yang sepertinya untuk memperkuat konstruksinya. Nah, untuk yang mencari mana petunjuk sisi kanan dan kiri ada di bagian dalam engsel ya. Di sisi kanan bertanda R atau right dengan warna merah. Nah, di body headphone ini terlihat ada beberapa mikrofon yang desainnya kini juga sedikit berbeda karena dirancang untuk meminimalkan efek noise dari angin. Di unit sebelah kiri ada dua tombol fisik. Yang pertama berbentuk memanjang untuk memilih antara ambient sound mode dan ANC. Ini masih sama dengan pendahulunya. Kita bisa mengatur agar tombol ini langsung mengakses Spotify misalnya. Jadi Spotify tab gitu ya. Nah, saat menelepon menekan tombol ini dua kali berguna untuk mematikan mikrofon atau untuk mute. Nah, untuk tombol power-nya sekarang berbentuk bundar dan cekung. Jadi sangat mudah mencarinya. Diraba aja langsung nemu. Lampu indikator untuk pairing terletak di sebelah bawah tombol power ini. Kemudian ada sebuah jack audio 3,5 mm. Nah, butuh korektivitas tanpa like untuk gaming atau mau dengerin audio dari entertainment sistem pesawat terbang? Nah, kita bisa manfaatin audio jack ini ya. Kalau ada yang mau pakai untuk dengerin musik dari perangkat yang konektor audionya hanya via kabel tentunya juga bisa ya. Oh ya, kita juga bisa menggunakan konektivitas ini dengan atau tanpa menyalakan headphone. Tapi kalau mau memanfaatkan fitur ambient mode dan ANC tentunya headphone harus dinyalakan. Nah, beralih ke sisi kanan. Di sini hanya ada port USBC dan lampu indikator. Sayangnya port yang satu ini hanya untuk charging ya, belum bisa untuk audio via koneksi USB. Sama dengan pendahulunya, sisi luar bagian kanan berfungsi sebagai pengendali dengan gesture sentuhan ya seperti touchpad lah ya. Usap ke depan untuk next content, usap ke belakang untuk previous content, usap ke atas untuk naikin volume suara, usap ke bawah untuk menurunkan volume suara. Tap dua kali untuk pause dan play. Sentuh dan tahan dengan telapak tangan untuk mematikan noise cancelling. Menghidupkan ambient sound mode dan mengecilkan suara adu yang lagi diputar. Ini gesture yang tentunya sangat berguna kalau kita mau cepat mendengarkan apa yang terjadi di sekitar kita. Sayangnya ini enggak bisa dicustom ya, tapi ya udah sangat mudahkan kok fitur-fitur ini ya. Nah, untuk warna ada tiga opsi, ada black, midnight blue, dan yang kami pakai ini namanya platinum silver. Untuk spesifikasi bobotnya sekitar 254 gr. Tipe headphone-nya tertutup overar. Bluetooth-nya versi 5.3. Kodex Bluetooth-nya bisa SBC, AAC, LDAC atau LDAC. Lalu LC3 juga bisa. Jarak efektif yang dijanjikan adalah 10 m dengan asumsi tidak ada penghalang. Drivernya dari Neodimium berukuran 30 mm dan ini adalah driver yang baru ya. Untuk impendansi itu 48 ohm 1 kHz dalam kondisi konektivitasnya pakai kabel headphone dan unit dihidupkan atau 16 ohm 1 kHz kalau pakai kabel dan unitnya itu dimatikan. Response frekuensinya 4 Hz sampai 40.000 Hz. Lalu untuk respons frekuensi untuk kalau pakai Bluetooth itu 20 Hz sampai 20.000 1000 Hz dengan sampling di 44,1 kHz. Untuk pakai LDAK ini bisa dapat 20 Hz sampai 40.000 Hz di sini ya. 90 kHz sampling-nya 990 kbps. Untuk tengatar 3,5 mm yang tersedia satu sisi berbentuk L. Ini sisi untuk ke perangkat eksternal. Sementara yang lurus adalah untuk ditancapkan ke headphone-nya. Konektor ini dijanjikan berlapis emas tentunya untuk menghindari korosi dalam penggunaan jangka panjang. Headon ini memiliki NFC untuk pairing dengan cepat juga. Charging time dijanjikan 3,5 jam dari kosong sampai penuh. 3 menit pengisian dijanjikan bisa untuk pemakaian 3 jam. Ya, 3 menit untuk 3 jam. Dataan baterai untuk putaran musik dengan noise canceling aktif dijanjikan 30 jam. Tanpa noise canceling dijanjikan bisa bertahan 40 jam. Untuk teleponan, noise canceling-nya aktif itu bisa 24 jam dan tanpa noise canceling itu bisa 28 jam. Intinya sih kalau mau dipakai nonton atau dengarin musik saat naik pesawat terbang dengan durasi perjalanan terpanjang di dunia sekalipun sekitar 20 sampai 24 jam mungkin ya, kita bisa aktifkan noise cancelling terus dan tidak kehabisan baterai sampai di tujuan. Nah, headphone ini bisa digunakan tanpa aplikasi ya, langsung connect via Bluetooth dan boom langsung enak suaranya. Tapi dengan harganya yang premium tentunya kita berharap lebih ya. Nah, aplikasinya ini akan memberikan banyak fitur. Mari kita lihat aplikasi sound connect yang bisa diperoleh dari Google Play Store dan Apple App Store. Di bagian atas ini ada pengaturan ambient sound control. Di dalamnya ada pengaturan noise cancelling dan ambient sound. Ambient sound-nya ini bisa diatur mau sekencang apa nih ya. Ada slidernya di sini ya. Di sini juga ada auto ambience sound. Kita bisa pakai ambient sound mode tapi headphone akan mendeteksi sebanyak apa noise yang akan diteruskan. Lalu ada speak to chat. Jadi dengan noise canceling hidup kalau kita berbicara otomatis noise canceling akan dimatikan dan ambience sound dihidupkan dengan cepat supaya kita bisa ngobrol dengan nyaman. Cocok buat dipakai di kantor. Jadi kalau diajak ngobrol teman atau atasan, kita tetap cepat bisa merespon. Tapi ini enggak cocok kalau kamu tipe yang dengerin musik sambil nyanyi-nyanyi. Noise cancelingnya akan jadi mati terus ya. Kemudian ada listening mode. Normalnya ada di mode standar. Nah, yang baru di sini ada mode background music. Saat menghidupkan mode ini, kita akan merasa seakan berada dalam ruangan dengan speaker yang terletak agak jauh dari kita. Ini dibuat untuk menghadirkan efek yang mungkin lebih cocok kalau kita sedang mengerjakan sesuatu sembari mendengarkan musik. Jadi, musik tidak terasa minta diperhatikan banget gitu oleh kita ya. Ngetik atau ngedesain sambil dengarin musik mungkin ya. Nah, di sini ada tiga pilihan. Ada my room, living room, dan cafe. Dipilih aja sesuai dengan mana yang kalian suka. Kemudian ada mode cinema. Di sini kita diharapkan akan merasakan seakan nonton film di bioskop. teknologi Sony 360 reality Audio Upmi Mix itu akan diaktifkan dalam mode yang satu ini. Jadi rasanya benar-benar suround aja gitu semuanya ya. Nah, yang baru lagi di sini adalah equalizernya. Sebenarnya off itu udah asik tapi kalau kita butuh karakter suara yang berbeda, sekarang equalizernya sudah tersedia dalam 10 band. Pendahulunya itu 5 band equalizer. Jadi sekarang bisa lebih detail aja pengaturannya. Kita juga bisa menyimpan dua setting custom equalizer tadi di sini ya. tentunya kalau bingung masih ada beberapa preset yang kita bisa pilih dan kalau masih bingung juga ada opsi find your equalizer. Di sini kita akan diminta mutar lagu biasanya lagu apa yang kita suka gitu ya. Kemudian memilih beberapa pengaturan dengan memilih salah satu dari lima tombol tersedia. Tiap tombol akan menghasilkan karakter suara berbeda. Pilih mana yang disuka, kemudian kita diberi pilihan lagi untuk melakukan fine tune. Setelah itu kita akan diperlihatkan grafik EQ pilihan kita dan bisa membandingkannya dengan setting yang terdahulu. Kalau ternyata kurang cocok bisa diretry atau kalau cocok bisa finish. Custom EQ kita akan langsung di-save ke salah satu opsi custom tadi. Nah, di sini juga ada special sound and head tracking. Kita bisa melakukan pengukuran untuk optimalisasi special sound di sini. Dan tentu saja ada 360 reality audio setup juga. Kemudian ada Bluetooth connection quality. Di sini kita dapat mililiih untuk prioritaskan kualitas audio atau prioritaskan kestabilan koneksi. Kalau saya sih optimalkan untuk sound quality tentunya ya. Terakhir di sini ada DSE extreme yang kita bisa pilih mau auto atau mati. Saya sih lebih pilih dalam kondisi dimatiin aja ya. Tapi kalau kita mau memperbaiki kualitas suara yang terdengar terkompresi banget mungkin source-nya jelek banget gitu ya, ini bisa terbantu dengan DSI ekstreme ini. Nah, di tab scene kita dapat memilih pengaturan headphone yang sesuai dengan aktivitas kita nih. Tentunya ini butuh dicoba-coba ya. Seharusnya ini akan mempermudah kita memperoleh setting yang pas untuk kondisi yang berbeda bahkan mungkin secara otomatis. Oh ya, di sini kita bisa mengatur Voice Qe. Misalnya kita dapat mendengarkan notifikasi dari smartphone. Kita juga bisa mengatur agar ada peringatan setiap jamnya. Mungkin supaya sadar sekarang tuh jam berapa gitu ya. Kemudian dalam tab discover masih ada beberapa pengaturan lagi nih ya. Banyak banget ya. Di sini ada tips penggunaan, ada catatan aktivitas kita, bahkan ada batch untuk penggunaan dan ada lock juga di sini. Jadi kita bisa mengetahui seberapa sering kita pakai headphone ini dan berapa lama dipakainya. Mungkin pengaturan yang paling menarik di sini adalah save listening. Kita bisa gunakan save volume control di mana headphone akan melimit volume audio agar tidak melampaui standar yang ditetapkan oleh WHO. Iya, World Health Organization itu. Kemudian terakhir ada tab menu di mana kita dapat melihat beragam info lainnya termasuk ada help dan di sini juga kita bisa melakukan backup dan restore setting-setting kita. Oke, sekarang mari kita operasikan yang satu ini. Nah, yang menyenangkan di sini adalah ukuran case-nya ya yang lebih ringkas. Tapi sayangnya meskipun headphone sudah bisa dilipat seperti XM4, tapi case-nya belum sekecil XM4 ya di sini ya. Hal pertama yang terasa dalam pengoperasian adalah beda case yang baru dengan pendahulunya. Case ini enggak pakai resleting. Mungkin karena banyak yang setelah beberapa tahun mengalami kerusakan restleting. Yang jelas buka tutup case ini jadi mudah dengan penggunaan kunci magnet ini. Tab yang menggantung pun ini jadi mudah disembunyikan kalau rasanya enggak dibutuhkan. Kabel-kabel ditetakkan dalam sebuah slot khusus praktis untuk traveling. Sayangnya di sini belum ada jack khusus yang pakai dua colokan ya untuk pesawat itu ya. Tapi harusnya enggak masalah juga sih ya, karena umumnya pesawat zaman sekarang itu sudah bisa menerima jack stereo biasa seperti ini. Nah, untuk kenyamanan pakai kami rasa sudah sangat nyaman. Headphone tidak terasa terlalu keras menekan telinga atau kepala gitu ya. Sementara untuk bantalan telinga kami rasakan empuk. Oh ya, untuk earpad ini juga mudah dibuka kalau kalau nanti butuh ada penggantian karena meskipun dijanjikan durable tapi penggunaan jangka panjang tentu saja bisa merusak bantalan ini ya. Dan itu wajar untuk semua tipe headphone. Pengoperasian tombol-tombol di sisi kiri terasa mudah karena dua tombol yang tersedia itu mudah dibedakan bentuknya dan pengoperasian sentuh di sisi kanan juga mudah dilakukan. Oh ya, kalau nanya ini bisa untuk gaming ya jawabannya mungkin beragam. Tapi gini deh, kalau tidak mau ada like-nya yang paling mudah adalah saat gaming langsung pakai konektivitas kabel aja beres. Langsung aman untuk gaming. Tapi memang mikrofon jadi enggak bisa dipakai ya. Jadi bukan untuk pengganti headset khusus. Kalau butuh headset khusus gaming itu ada Sony inzone. Nah, dengan metode yang sama pakai kabel tadi. Kalau mau ngedit video dan butuh akurasi yang lag rendah itu bisa banget pakai si WH1000X Mark 6 ini. Pakai kabel jadi hilang semua lag-nya. Mau ngedit-ngedit jadi mudah. Oke, lanjut untuk kualitas suaranya. Seperti biasa kita mulai dari ANC dulu ya atau noise cancelling-nya. Noise cancelling headphone ini menurut saya udah luar biasa. Ada perbandingan dibandingkan XM5 dan terutama dibandingkan XM4. Udah dicoba dalam kereta. dan berjam-jam dalam pesawat juga di mobil ya, di mana-man lah ya. Noise cancelingnya memang mantap banget. Suara orang bayi yang muncul secara mendadak dan irregular juga akan teredam walaupun memang masih samar terdengar di situ. Cuman tidak langsung terdengar kencang banget gitu ya. Nah, sekarang kita bicara soal ambience sound mode-nya. Nah, di sini di XM6 ini kami merasakan kita memperoleh peningkatan yang drastis, lebih terbuka, lebih natural suaranya. Di dalam pesawat saya bisa ngobrol dengan teman perjalanan dengan mudah banget. Jadi ini peningkatan yang luar biasa, keren banget. Dan ambientience sound mode di sini juga sudah masukkan suara kita sendiri. Jadi kita benar-benar natural dengerin ya sambil ngobrol pun rasanya natural banget. Dan yang menarik di sini adalah yang ditakutkan dengan ambient sound itu adalah suara yang tiba-tiba kencang banget masuk ke kita gitu ya. Terdengar di sini ditangkap oleh mikrofonnya dan kita langsung dengar di sini. Tenang, aman. Kalau kalian nyobain ini ambience sound mode-nya hidup, lalu kalian tepuk tangan, kalian akan merasakan bahwa tepuk tangan itu diredam ya secepat itu responnya. Nah, lanjut untuk kualitas suaranya di sini. Kalau untuk bass menurut kami by default bassnya udah mantap ya. Bass di sini bahkan bisa sampai terasa dalam sekali. Benar-benar mantap gitu bassnya. Untuk mid dan vokal seperti biasa ini adalah salah satu headphone yang untuk urusan mid-nya itu detail banget. Enggak ada komplain di sini. Luar biasa detail banget. Nah, untuk sisi nada tingginya detail itu bagus banget dan tidak pecah atau menyayat telinga. Kami menemukan terkadang kalau kita pakai lduck respon suara di high itu akan jadi lebih kaya aja. Ya, itu mungkin keuntungan kalau kita pakai lduck bagi saya. Setidaknya overall bagi kami kota suarnya udah kelas atas tapi bisa aja ada yang kurang cocok. Nah, kalau kurang pas atau kurang cocok kan bisa pakai EQ-nya aja untuk mengatur sampai cocok. Seharusnya pengaturannya enggak akan sampai jauh dari kondisi standarnya sih. Oke, kalau dari kami aja itu cuma satu opini. Bagaimana kalau seajak teman saya begini katanya Fernanda Gunsan. Oke, mau bahas sedikit tentang sound quality-nya dulu ya dibandingkan dengan XM5. Si XM6 ini jauh lebih baik utamanya dari sisi Clary. Di XM5 ini rasanya tuh kayak pakai headphone terus ditutup kain lagi gitu. E jadinya ada suara yang lebih kefilter, lebih ketutup ya. Kurang open, kurang lega artinya kurang jernih lah. Agak muffled, agak agak ketutup banget. Tapi di XM6 ini enggak sama sekali. udah aman banget tuningannya. Mungkin akan lebih banyak e di sisi mid base to subbase-nya. Cuma overall lumayan balance lah. Kalau ngerasa agak kurang clean suaranya agak kayak e lebih banyak low mid-nya, lebih banyak midase-nya gitu ya. 100 Hz itu bisa dicut aja. Karena sekarang Sony punya 10 BQ. Eh, kira-kira settingan gua tuh seperti ini. Kalian bisa e kalau mau coba dibikin lebih clean bisa pakai ini. Dan gua suka dengarnya di volume yang agak moderate ke kencang sedikit volumenya. Jadi bisa di hajar aja dengan EQ tadi itu dihajar lagi volumenya. Menurut gua masih enak-enak aja. Tapi kalau kalian pengin bikin jadi lebih nyutral lagi bisa karena fleksibel banget. T BQ-nya 30 60 Hz ke bawah bisa dicut-cutin lagi. Kalau ngerasa terlalu ngebus atau justru butuh lebih ngebas lagi ya tinggal di-bost aja. Dan distorsinya sih menurut gua juga masih aman. Kalau nge-bostnya masih di sekitaran 1 hingga itu masih aman banget. Dan dari sisi teknikalitasnya sebenarnya dia satu-satunya headphone yang menurut gua so far jika gua bandingin sama Bow Squad, Comfort Ultra dan Senniser Momentum 4 yang punya vocal timber paling bagus. Jadi vokal tuh rasanya tuh suaranya benar-benar manusia. Benar-benar kayak kita lagi di e sesi rekaman sama sebuah artis. Dia lagi nyanyi colok ke mixer, kita langsung nyolok ke situ. Jadi close to aslinya gitu. lebih natural aja jika dibandingkan dengan momentum for yang mungkin agak slightly lebih cempreng-cempreng ataupun bose yang jadi kebanyakan body low end ya. Ini enggak kayak eh dia sebenarnya agak warm lar tapi enggak warm butek gitu. E berbody tapi e definisi high-nya clarty-nya tetap dapat nafas-nafas vokalnya mau itu male maupun female vocalis diiringi juga dengan soundstage dari riverbsen yang dikirimkan ke eh vokal mereka tuh berasa gitu kayak nyanyinya ada di sini gaung ruangan pantulannya tuh kalau dikirimin e hall ataupun plate maupun room reverb itu juga tetap berasa luas-luasnya. Sama kerennya di XM6 ini adalah di mode ANC maupun transparan dan mode normal suaranya sama gak ada bedanya sama Sell. Exactly sama. Jadi dia benar-benar konsisten. Biasanya headphone-headphone ee tertentu itu ada yang ketika ANC ataupun transparanya nyala suaranya jadi beda. Dan ketika di mode jack 3,5 sayangnya eh suaranya berubah jauh ya. Tapi uniknya kalau pakai jack 3,5 headphone-nya dinyalain tadi tuh. Kalau jack 3,5 headphone-nya dimatiin suaranya beda jauh. pakai jack 3,5, headphone-nya dinyalain. Itu suaranya sama dengan e di mode Bluetooth ketika dia belum diq. Nah, di mode jack 3,5 headphone-nya nyala diqq enggak bisa. Jadi, pokoknya e kalau mau lebih baik sih ya headphone nyalain terus pakai jack 3,5. Cuman kan nyedot baterai ya jadinya ee fungsi jack 3,5-nya jadi enggak kepakai. Jadi ya kalau mau jadi pakai mode kabel jack 3,5 ya hanya sebagai backup aja sih saran gua. Sementara headphone lain udah lumayan banyak yang pakai mode kabel type C. harusnya Sony juga bisa mengimplementasikannya di headphone e flagship-nya mereka ya. Terus dari sisi ANC-nya juga ini kedap banget. Kedapnya kedap banget dan fittingnya tuh enak sekarang. Enggak terlalu ngejepit lurus gini dia agak turun dan agak ngadap ng ngadap ke atas gini terus bisa diwivel juga. Jadi benar-benar nyaman dan headband-nya lebih panjang lagi dari yang XM5. Jadi lebih apa ya? Kalau enggak mau terlalu ngejepit ya dipanjangin aja. Kalau mau lebih ngejepit ya di lebih dipendekin lagi ininya. Jadi bisa dapetin siling passif isolation yang lebih kedap. Terus ada fitur quick attention mode yang kepakai banget juga. Jadi kalau diajakin ngobrol sama orang lain tuh tinggal ditutup tangan seperti ini. Kebuka transparancy-nya. Musik yang lagi kita play itu juga diturunin banget volumenya. Jadi bisa ngedengar orang ngobrol. Dicopot musiknya nyala lagi dan AJ-nya nyala lagi. Itu seless banget perpindahannya. Benar-benar smooth dan cepat. Kalau dari gua kekurangannya itu aja sih palingan implementasi mode kabel type C. Terus ee earpad sebenarnya juga gampang dicopot cuma ee dijual enggak nih resminya karena biasanya terparty aja yang ngejual earpad e Sony-nya ini sama yang terakhir. Paling kan mungkin dia enggak fingerprint magnet tapi e keringat-keringat lumayan agak nempel-nempel sih di headphone-nya. Kalau misalnya kita minyakan banget mukanya ataupun rambutnya juga ee dan ada keringat itu bisa agak bekas-bekas lah. Bisa dilap aja sih sebenarnya enggak ganggu-ganggu amat. Cuma ya jadi kekurangan yang perlu dimention aja sih ya. Jadi kurang lebih senada ya hasil pengalaman kami dengan Fernanda. Oke, langsung aja untuk harganya. Sony WH1000X Mark 6 ini akan dijual di Indonesia dengan harga resmi di Rp7.499.000. Selama masa periode dan dari tanggal 2 sampai 22 Juni 2026, konsumen akan mendapatkan speaker Sony SRS XB100 dan bisa dapat juga loyalty voucher senilai Rp500.000, ya. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama lipatannya udah mantap banget. Sayangnya case-nya masih belum seringkas yang XM4. Kemudian dia belum punya konektivitas audio via USB. Eh, lalu apaagi ya? Mungkin saya lanjutkan dengan wish list lah ya. Ini tidak begitu tepat hal yang perlu diperhatikan tapi ini wish list ya. Jadi harapan kami seandainya punya mode untuk mengendalikan pengisian baterai atau limiter ya mungkin saya mau sampai 80% aja lah terisi baterainya ya. Ini mungkin akan baik untuk jangka panjang toh dia udah irit banget juga. Jadi kalau penggunaannya bukan un traveling, mungkin saya mau limit di 80% atau 70% gitu ya. Lalu mungkin akan lebih baik lagi kalau bahannya tidak membuat keringat atau minyak kelihatan jelas. Lalu kemudian ke depannya kalau ada IP rating mungkin akan lebih mantap lagi. Jadi mungkin lebih aman kalau mau dipakai olahraga tapi kurang tahu juga ya apakah itu akan mengganggu kuota suara. Ah dan terakhir kalau ada earpad dengan beda bahan mungkin akan lebih mantap lagi ya kalau ada yang beda bahan gitu ya. mungkin ada enggak suka bahan seperti ini, mungkin lebih sukanya fabrik gitu ya, enggak perlu repot-repot nunggu atau nyari third party-nya. Oke, untuk hal yang kami suka pertama kualitas suaranya ini prima sekali. Kemudian bahkan tanpa instal aplikasi dan melakukan tuning balance-nya tuh udah pas banget menurut kami. Noise cancelling ini sudah jadi lebih baik dibandingkan pendahulunya. Bahkan jadi salah satu yang terbaik yang bisa dibeli saat ini. Mikrofon juga jadi makin baik. Mau diajak teleponan tempat ramai juga lumayan oke di sini ya. Ambient mode. Jadi asyik banget, terasa jelas dan suara kita juga diikut sertakan tadi. Ambientien mode ini juga dilengkapi perlindungan terhadap suara yang sangat kencang lalu desain jadi mudah dilipat dan ringkas. Dia punya 10 band EQ membuat pengaturan karakter suara jadi lebih mudah lagi. Dia bisa pakai Kodex LDAC untuk bit rrate yang lebih tinggi. Fitur dan aplikasinya tergolang lengkap juga. Mungkin salah satu yang paling lengkap di sini bisa pakai kabel dengan jack analog 3,5 mm. Cocok untuk travel yang mau pakai entertainment sistem pesawat atau butuh lag yang rendah untuk gaming dan ngedit video. Tinggal pakai kabel aja aman. Lalu nice canceling juga masih bisa digunakan saat kita pakai kabel. Untuk inputnya gesture ini bisa dioperasikan dengan mudah dan efektif. Fitur-fiturnya berlimpah banget di sini. Nah, jadi pertanyaannya headphone ini cocoknya untuk siapa? Untuk yang sehari-harinya commuting dengan kendaraan umum harusnya cocok ya. Ambient mode-nya membuat dia mudah untuk tetap aware dengan keadaan sekitar. Untuk travel ya mereka yang sering bepergian cocok banget desainnya juga lebih ringkas. Jadi mudah dibawanya. Buat mereka yang sering bekerja di mana saja juga cocok ya. Karena selain noise cancelingnya membantu konsentrasi saat bekerja di tempat yang ramai, micnya juga bagus untuk meeting online di tengah keramaian. Nah, pertanyaannya apakah pengguna WH1000X Mark 5 cocok untuk beralih ke WH1000X Mark 6? Sebenarnya untuk urusan kualitas suara menurut kami tidak jauh berbeda, tapi efektivitas noise cancelling dan ambient sound mode memang terasa jauh lebih unggul di XM6 ini. Kemudian untuk travel beda dengan XM5. XM6 ini bisa dilipat jadi lebih ringkas ya. Nah, kalau pertanyaannya apakah pengguna WH 1000 XM4 itu akan cocok untuk upgrade ke WH1000 XM6? Jawabannya sangat cocok. Rasanya ini adalah upgrade yang sangat signifikan dan desain lipatannya juga akan cocok untuk pengguna XM4 yang menyukai headphone yang bisa dilipat-lipat tadi ya. Ya, pada dasarnya Sony WH1000X Mark 6 ini akan cocok untuk semua orang yang memang mencari headphone wireless kelas atas yang kayak fitur saat ini sulit mencari kombinasi kemampuan headphone ini di produk yang lain. Sad Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube