Jungkat

Headset Gaming Paling Nyaman! - Logitech G325 (YouTube Video)

  • 14/03/2026

Kita jujur-jujur aja, headset gaming itu biasanya dijual dengan harga yang cukup overprice dan penuh dengan gimmik-gimmik kayak 7.1 surround lah ya. Padahal ya drivernya kan cuman dua ya, kiri dan kanan. Terus juga RGB lighting-nya yang terlalu mencolok dan juga blue voice kalau di Logitech itu Blue Voice yang kadang enggak terlalu pengaruh banget sama kualitas mic-nya. Padahal ya mic itu bukan tergantung dari software, tapi dari hardware-nya juga gitu. Nah, sementara akhirnya sekarang Logitech ngeluarin sebuah headset yang enggak penuh banyak gimik, tapi super nyaman buat dipakai. Dan karena ini adalah headset budgetnya Logitech, jadi unboxing experience-nya pun enggak sepremium itu. Di sini kita dikasih dong-nya dulu baru dapat headsetnya dan ada kabel charger USBC to USBA. Jadi enggak ada pouch atau aksesoris-aksesoris lain. Oke, sekarang kita lihat desain headsetnya. Ini adalah format desain headset Logitech yang udah ada dari beberapa tahun lalu. Banyak banget yang template-nya itu kayak gini. ada G432, G321 sampai G522 yang kita review kemarin aja desainnya kurang lebih sama kayak gini. Cuma ya dibeda-bedain sedikit. Sebenarnya apa sih bedanya G352 ini? Nah, kalau di headset yang sekarang padding atasnya itu dibuat lebih empuk memakai memory fo dan earpad kanan kirinya juga dibuat lebih soft lagi. Beratnya tuh cuma 212 gr aja dan clamping force-nya itu ringan habis. Udah beberapa headset Logitech terakhir itu dibuat seringan dan seenteng mungkin. biar dia enggak menjepit dan PW dipakai gaming session yang lama. Gua suka banget sih dengan headset yang clamping force-nya enggak menjepit karena dia itu cocok buat orang yang berkacamata. Mikrofonnya bukan yang ada boomnya, jadi dia tersembunyi di ear cup kirinya aja. Dan kualitasnya bisa ketara ya karena ini kan cuman mikrofon yang tersembunyi di dalam ear cup kiri. Jadi, ya kualitas suaranya masih yang seperti ini, tidak ada fitur blue voice blue voice-an. Dan karena ini omnidirectional, jadi dia masih bisa pick up suara keyboard pas lagi ngomong sambil ngetik. Tapi untungnya dia ini ada eh noise reduction, jadi bisa dinyalain noise reduction-nya. Jadi kalau misalnya pakai noise reduction sambil ngetik kayak gini. Headset ini sendiri memakai bahan plastik yang fleksibel banget. Memang ear cup-nya gak bisa dimiringin, tapi ya ini bahannya pipih banget sampai concern gua ke build quality-nya. Di belakang ear cup kiri itu ada power switch, Bluetooth mode on off, dan volume button yang bisa diatur-atur. Memang ini bukan dial alias enggak sepremium itu, tapi ya okelah, headsetnya nyaman. Nah, selama gua pakai headset ini mungkin karena claim 7.1-nya one-nya itu enggak ada. Jadi, ya gua enggak punya ekspektasi lebih sama headset ini dan oke-oke aja gitu kalau menurut gua. Kalau headset gaming lain itu biasanya best boosted karena ingin mengejar detail, headset ini lebih fokus dengan mid-nya. Drivernya sih hanya berukuran 32 mm aja ya di setiap ear cup. Namun udah bisa ngasih suara yang cukup panci dan kuat. Gua sih cukup PW di sekitar volume 50 sampai 70-an%. Kalian bisa ganti-ganti juga equalizernya di Logitech Ghub. [musik] Default-nya itu bassnya kering banget. Jadi kalau gua dengerin lagu, gua suka bikin jadi bass boost atau dibikin Vsape secara custom. Enggak lupa kalau headset Logitech ini pastinya bisa dibikin profil equalizer dedicated per game juga. Walaupun sayangnya game di Xbox game pass itu masih tidak ada di pilihan gamis-nya dan kalau dipakai main game horor ya immersif-nya ini ada tapi terasa ya bedanya kalau dibanding sama headset GPro X2 yang jadi daily driver gua dipakai main Cyberpunk juga sejujurnya gua lebih prefer ini ketimbang GPro X2 yang kadang itu bassnya suka terlalu lebai. Sementara dipakai kompetitif ya, suara footstep dan firing itu positioning-nya cukup bagus. Dan karena ini juga udah light speed, gua udah enggak dengar adanya delay. Tapi ya gua juga jarang sih main kompetitif. Sementara kalau Bluetooth-nya delay-nya juga enggak tahu kenapa enggak kerasa banget di game triple A. Mungkin karena udah 5.4 atau karena gua juga enggak terlalu main kompetitif. Dan kalau misalnya untuk di handphone dia sekarang Logitech GHUB app-nya sudah bisa dipakai. Jadi format desain headset-nya Logitech [musik] yang dibikin senyaman dan seringan mungkin untuk user itu kan udah cukup banyak ya. Apalagi kita terakhir ng-review itu ya G52 yang bahkan mikrofonnya bisa dipakai buat dubbing itu. Nah, cuman kalau G52 itu diadu sama G325 ini, G325 ini lebih nyaman daripada G52 itu karena padding atasnya pakai memory foam. Jadi, pas dipakai itu benar-benar kayak ngejepit banget dan susah buat jatuh. dan atasnya itu juga enak. Jadi kita gak kerasa kayak pakai headset gaming gitu. Apalagi ini cocok buat dipakai kayak di sofa, depan TV gitu. Kalau misalnya kayak [musik] lagi main game-nya depan TV ini lebih nyaman gitu. Dan karena hal itu juga gua cukup yakin kalau headset ini dirancangnya itu untuk casual user ya. Mikrofonnya aja enggak ada boomnya gitu loh. Jadi kayak kan dipakai sambil mungkin sambil makan atau sambil ngapa-ngapain jadi lebih enak, lebih leluasa sambil ngobrol sama anak-anak di Discord gitu. Nah, kalau misalnya buat suaranya sendiri [musik] gua sendiri sih bilang ini ya mid-mit aja ya enggak enggak seimersif GPro X2 ataupun G522 yang kemarin. Gimik-nya pun enggak terlalu banyak. Kalau misalnya harganya di 1,8 buat casual user, jujur menurut gua sih agak kemahalan ya. Apalagi ya di Indonesia ini kan udah banyak tuh ee kayak ODM-ODM yang suaranya juga enggak jelek-jelek banget sekarang. Terus juga eh di harga setara sekarang ada Steel Series Artis Nova 3, terus juga ada HyperX Cloud Stinger 2. Jadi ya untuk casual user mungkin agak sulit ya di harga segini. Kalau di 1,5-an ke bawah mungkin masih oke. Tapi kalau gua sendiri gua akan memakai headset ini [musik] untuk jadi daily driver gua. Karena apa? Karena gua suka dengan ringannya, nyamannya, dan juga bahannya kayaknya sih lebih longaativity-nya sih lebih oke karena dia tuh [musik] didominasi sama plastik dan juga busa yang kalau misalnya ee [musik] kayak headset-headset kita yang kemarin itu suka pakai kulit-kulitan, pakai karet-karetan itu pada ngelupas semua. Padahal headset gaming mahal semua itu. Hardware-nya masih oke, tapi ya bahannya udah pada ngelupas gitu. Nah, kalau misalnya yang sebelumnya gua sebenarnya pakai Logitech Zone 5100 ini ya. Sama dia karetnya juga minim dan sampai sekarang masih awet ya. Cuman suaranya dia enggak terlalu bagus karena ya bukan Logitech G series kan. Jadi akan gua ganti dengan G325 ini. Nah, kalau menurut kalian sebenarnya budget yang pantas untuk sebuah gaming headset itu berapa sih?

Lihat di YouTube