Jungkat

Healing & Ngumpul Seru di Rooftop Villa Ini! (YouTube Video)

  • 09/04/2025

Hai teman-teman, balik lagi di Band Bri. Sekarang kita lagi di rumah dengan style Mediterranean. Looksnya clean, bentuk fasadnya unik banget dan di roof ada surprising element. Pokoknya kalian ikutin aja dehnya. Yuk. [Musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita di White Haven Villa bersama Pak Gusep dari GH Arkitek. Apa kabar, Pak? Baikbaik. Wah, mantap nih. Boleh diceritain enggak dari konsep rumah ini nih dari awalnya gimana ceritanya? Iya. Jadi sebenarnya konsep awalnya memang ee kita menggabungkan konsep mediteranian gitu ya dengan konsep Bali itu sendiri yang nanti tercermin di interiornya. Sebenarnya dari fasadnya sendiri memang kita buat lebih eksotis itu ya. Ini aku lihatnya. Heeh. Lengkungnya ee lumayan apa ya secara skalatis pun masih enak dilihat dari berbagai sisi. He. Dan kita juga tambahkan ee LED trip untuk menambah kesan untuk di malam harinya. Berarti kalau di malam bakal bagus ya? Iya, betul. Tempat foto nih. Wah, instagramable. Iya, betul, betul. Oke. Terus gimana, Pak ee dari ee mungkin dari desain fasetnya sendiri ada landscape, ada elemen apa aja yang di Jadi sebenarnya karena ini konsepnya villa ya. Jadi kalau di kalau rumah kan kita seakan-akan tertutup gitu. He. Biangnya getated community lah. Kita sangat-sangat tertutup dengan dunia luar. Heeh. Kenapa kita coba untuk membuat living itu berada lebih dekat dengan jalan gitu ya? Agar memang e kita menghilangkan stigma gated community itu. Kita ingin membuat maupun nanti ownernya merasa terganggu pun kita bisa buat tambahkan landskap nanti gitu di depannya gitu. Bisa ditambahin tinggi atau gimana? Iya. Oh. Oke. Ngomong-ngomong soal luas lahan sama luas bangunan rumah ini. Nah, ini yang ada yang cerita lucu. Jadi ee klien approach kita itu minta dibuatkan empat vila. Heeh. dalam tanah yang 4 are. Oh. Tapi saya ee kebetulan karena tempatnya bagus, saya minta kenapa enggak dibuat dua gitu. Ini yang 1,eng haranya. Oh iya. Jadi kalau di e secara luasan sebenarnya ee lahan itu 1,5 are. Heeh. Ee dan luasan bangunan itu sekitar 197. 197.7. Kalau gitu boleh ceritain enggak tentang dari material utama di ee wilayah ini apa sih? Nah, jadi material utama itu kita sebenarnya sedikit sekali materialnya. Sangat-sangat sedikit dalam arti cuman range-nya cuma 5 sampai en lah material yang kita gunakan. Dan itu pun kolaborasi dengan klien karena klien pun juga sering membangun. Jadi kita istilahnya hanya sampai desain development lalu klien menentukan gitu ya ee eh lantainya apa tapi dengan suggestion tetap dari arsitek gitu. Sebelum kita mungkin masuk bisa bahas carport dulu enggak Pak? Mungkin ini dari carport sendiri pakai material apa nih Pak? Jadi ini carport kita pakai e material undesit ya. Seperti biasa sih untuk ee sebenarnya untuk susunannya juga lurus-lurus saja biasa tanpa ada pola tertentu yang kita pakai. Dan lebarnya berapa nih, Pak? Ini kalau kurang lebih sekitar 3, seteng untuk satu mobil untuk dua motor. Itu masih bisa. Oh, masih bisa ya? Iya. Oke, kalau gitu kita bisa lihat masuk sekarang. Boleh, boleh. Ayo, ayo. Kita lihat. Oke. Ini entrance-nya ya. Iya. Ee pintu utama. Betul. Aku juga lihat pintu utamanya kayaknya lebar nih. Ini lebar berapa nih, Pak? Jadi lebar itu kita emang desain sekitar 1,2 gitu ya. 1,2 m. Ini memang peruntukannya memang untuk masukkan barang-barang yang besar karena ini hanya satu-satunya main entrance di sini. Oh. Nah, gitu. Jadi aksesnya cuma satu ini doang ya? Satu ini doang. Jadi ngelihat ini langsung ketemu dengan ruangan di dalamnya gitu. Wah, ini material apa nih, Pak? Yang ini jati ya. Jadi jatinya cukup lebar ya. Jadi memang kita pilih yang jadi yang lumayan e besar juga untuk ee size-size-nya dan kita gabungkan dan handel-nya pun Heeh. ee ee kita gunakan yang lebih art-art gitu ya, bukan yang biasa. Wah, ini pakai pakai besi ya. Dia ada kayak bronze gitu ya. Bronze ya. Ayo kita sekarang masuk ke dalam. Oke, kita lihat yuk. Oke ya. Wah, kita diwelcome dengan apa nih, Pak? Ruangan pertama. Jadi, ya. Jadi kita sebenarnya desain di kali ini kita coba ee sebenarnya ada dua opsi di awal itu di desain fase awal antara di sini untuk living atau di sini untuk dining. Heeh. Tapi karena konsep yang tadi keterbukaan itu kita tetap ee ee suguhkan ke klien. Jadi ee klien pun setuju untuk membuat di sini dining. Jadi dining ini ada void sampai atas. Jadi kita bisa ngelihat nih ada material batu alam limestone random sampai atas. Wah limeston-nya melanjutkan sampai atas gitu ya. Iya. Ini dari floor to ceiling yang void ini tuh berapa kira-kira itu? Ini hampir 6,8. Wah. Iya. Tinggi. Lumayan ya. Tinggi juga ya. Terus juga ada bukaan cahaya di situ ya dari situ. Iya. Heeh. Ini sebenarnya kita ee kita benar-benar konsen terhadap cahaya sebenarnya karena memang e klien sendiri memang suka dengan cahaya yang begitu banyak gitu ya. tidak menggunakan banyak energi siang hari maupun sore. Jadi memang di balik energi itu kita coba memang ada bukaan yang sangat ee luas gitu. Ada sirkulasi udara yang enak ketika semuanya itu dibuka di sini gitu. Oh wow. Dan view dari dining ini ada full area di situ ya? Iya betul. Jadi ya full-nya ini sebenarnya ee memang peruntukannya untuk disewakan. Jadi memang ee lebarnya pun kita sesuaikan dengan klien gitu. Kalau lebarnya sama panjangnya berapa kira-kira, Pak? Ini 2,5 * 6. 2,5 * 6 ya. Betul. Kalau orang Bali memang senangnya kalau di kita bilangnya sih konsep natah ya. Natah. Natah. Jadi natah itu sebenarnya pertemuan antara ee kehidupan bawah dengan atas. Jadi memang itu harus ada dalam arsitektur di Bali. Oh. Jadi kita coba mereplika itu dalam semua desain kita sih. Karena memang Natah itu adalah soul dari rumah itu sendiri. Makanya kalau di di beberapa tempat he pasti ada taman di tengah. Itu mungkin butuhnya kita terhadap kehadiran alam di dalamnya gitu. Sekarang kita ee bisa ngelihat di area mana lagi di lantai satu tuh ada apa aja. Jadi di sini dining, di sini ada ee island, kitchen island, dan di sini ada kitchennya. Wah, ini kitchennya ya. Iya. Wah, ini kalau island-nya sendiri di ini pakai custom atau gimana? Ini pakai material apa nih, Pak? Ya, ini jadi ee ini materialnya jati ee bawahnya ini dan ini ee teraz. Terazo ya. Iya, terazo yang dipolis. Jadi kita coba semaksimal mungkin untuk tidak ada stain gitu ya. Karena kan terazo agak sulit maintenance-nya. Nah, penggunaan material ini pun kita ulangi di area eh living yang yang sunken ini. Wah, ini. Oh, ini area living-nya nih. Oh, area living-nya sunken kita. Iya. Kita coba turun ya. Coba lihat ya. Mungkin material dudukannya gimana pakai teraso juga ya. Jadi Iya. Ter ini teraz karena memang kalau dibilang kan aktivitas bacaan kita di living ya. Heeh. Ini memang untuk mengurangi ee ee stain atau kotor itu pada dikit. Terutama kita waktu kita sener ya. He. Jadi kan kadang-kadang di sini sering ee kotor gitu. Oh iya. I ya. Di sini pun juga dan ini tadi yang saya bilang bahwa kita bisa ngelihat view dari Livic ini ke depan gitu ya. dari ke depannya sambil menikmati ee landscape-nya gitu. Ee bukan cahaya sampai atas. Ini kurang lebih kalau e jendela sendiri. Tingginya berapa nih, Pak? Ini sekitar 2,9 sampai 3 kalau enggak salah. 3 m tingginya. Wah, jadi lumayan tinggi memang. Heeh. Heeh. Heeh. Biasanya tuh kalau ee penempatan jendela kita tuh akan ada yang floor sampai siling, ada yang kayak gini. Itu tuh ada ee apa ya namanya ya? Emm diskusinya enggak sih? Kayak gimana sih enaknya gitu? Sebenarnya kalau ee ee penempatan atau tinggi level jendela itu sangat tergantung kepada apa yang ada di antara itu gitu. Di antara itu maksudnya di sini kan ada landscape. Jadi kalau kita membuat dia lebih turun kemungkinan ada apa istilahnya ya? Ada air masuk takutnya hasilnya tidak bagus gitu-gitu sih. Oh iya. Oh oke. Oke. Berarti lebih ke situnya ya? Iya lebih supaya kita nurunin juga maintenance-nya gitu. Oke oke oke. Berarti sekarang apaagi nih Pak dari lini living area terus emm ya sebenarnya ini living ya kita buat sedikit gini ya sedikit ee cuaan juga di sini. Oh ini ya. Heeh. Ini memang tujuannya memang kalau vila militerannya kita perlu banyak amenitis untuk meningkatkan apa namanya kualitas gitu ya. He kualitas ruangnya. Jadi memang ini sederhana. Jadi ada emang ada strip light-nya di sini. Oh ada LED-nya ya. Heeh. Ada jatinya juga. Wah. Jadi lebih kelihatan mungkin kesan kalau di malam hari ya. Betul. Iya. Oke. Dan aku juga noti emang emang semua pintu di dalamnya itu dibikinnya arch ya. Heeh. Oh itu ada ada kayak emang style-nya seperti itu ya dari awal sampai dari tempat sampai dalam gitu ya. Jadi pengulangan itu kita coba di kita ulangi di beberapa elemen ya. pada pintu dan diart depan juga kita lihat dan ini juga ada di kolam pun kita usahakan bentuk arts dan kalau memang kita ingin membuat artinium ini H tapi memang harganya lumayan ini lumayan tinggi kalau kita buat lengkung gitu jadi tapi masih masih saling saling apa ya saling memberikan ee ee ruang yang lebih enaklah kita mati tidak mengganggu bentuk lingkaran yang lain gitu biasanya kalau misalnya Di lantai satu ada powder room nih, Pak. Heeh. Kira-kira di sini ada powder? Ada. Nah, ini dia. Kita coba ya ke sini. Coba kita lihat ya. I. Oke. Nah, ini powder room-nya. Jadi memang besarnya cukuplah. Top table-nya masih memakai ee teraso dan ini ada e batu marmer juga yang dibuat wasinnya ya. Buat terus kacanya juga bulat. Iya. Buat juga ya ini ada ratan juga. Nah, jadi tetap kita mainkan di di material itu sih. Berikutnya kita warna ini, Pak. Jadi kita ada kamar satu di bawah yang menghadap langsung dengan Pool. Wow. Oke, kita coba lihat. Jadi, sebelum masuk kita ada again amenitis. Amenitis dan cowokan-cocakannya ya. Iya, betul. Jadi, nah untuk ee wardrop sendiri itu kita memang buat lebih masuk agar lebih rapi gitu kelihatannya ya. Karena kalau enggak jadinya ada banyak ee gini ya. Jadi ini juga kita ada pengulangan ratan juga. Nah, baru masuk kita ketemu sama Nah, ini ee ini Karam mandi dulu ya. Mandi kamar mandinya semua juga ee stylenya mirip ya. Sama hampir mirip ya. Hampir semua mirip. Cuman mungkin di sini ada tempat showernya ya. Betul. Heeh. Oke. Jadi tunnya hampir semua sama. Kalau dari material ee toilet sendiri di lantainya itu apa ya? Ini e material marmer yang dipecah yang ukuran 5* 5 cent sih. Heeh. Jadi kita buat yang agak berbeda tapi tetap ee serasilah dengan yang konsepnya gitu. Oke. Nice. Nice. Lebih lebih rasa kayak e nyambung juga sih sama Tun Warnanya. Iya. Heeh. Karena masih dalam ee apa? Palet warna yang sama gitu ya. Heeh. Heeh. Oke. Ini kamar pertama di bawah yang view-nya langsung full ya. Iya betul. Ini kita bilang sih bisa dibilang kamar masternya karena punya banyak plusnya gitu. Oh iya ya. Iya. Plusnya pertama ada taman di samping plus yang kedua ada poolnya di depan. W. Iya iya iya. Jadi memang kalau desainnya ini sendiri memang sangat ee cukup sederhana. Kita mainkan cuman hanya bagian ini ada backd ee headboard-nya itu kayati dan ini juga ada ratan juga. maupun warnanya berbeda tapi masih tetap saling ee mengisi gitu. Saling mengisi. Iya. Oh, jadi lantai satu tuh ada ee tadi selain dining area eh mungkin living area, kitchen, powder. Kitchen, powder, dan kamar. Betul gitu. Dan poolnya tadi. Iya. Selain itu ada apa lagi nih, Pak? Nah, kita nanti ada lantai dua dan tiga. Oh. Wah, ada tiga lantai. Iya, ada tiga lantai. Jadi, ee tiga lantai. Sebenarnya gini, yang menariknya itu ketika kita membangun itu hanya dua lantai. Heeh. Tapi karena klien ngerasa ini view-nya bagus loh, akhirnya setelah diskusi kita tambahkan roof top kita bilang ya. Heeh. Ditambahkan satu hal yang menarik. Nanti mungkin surpris-nya ada di atas. Surprise-nya di atas. Oke. Oke. Mungkin dari ee tangga sendiri dia pakai material apa nih, Pak? Jadi ini e tangganya handelnya jati ini pakai tetap pakai besian gitu untuk memperkuat gitu ya dan kaca. Wah ini juga view langsung pas naik masih ke area ya. Jadi memang kalau villa kan kita memang sedikit banget ada surveilance gitu ya yang memantau. Jadi ketika masih ada orang masih bisa memantau keadaan di bawah gitu sih. Karena kebanyakan sekarang kan anak-anak yang menggunakan ini ya. Jadi bisa ngelihat view-nya dan dapat buka cahaya itu jadi nge-highlight sebenarnya void-nya ini sebenarnya sih ya. Betul ya. Nah, ini juga sama kita ada pengulangan yang sama ya depan belakang ini juga memang kita buat supaya lagi-lagi cahayanya bisa maksimal di tengah. Dan ini juga kita bisa lihat di bawah keadaannya, aktivitasnya gimana ya secara visual ada komunikasinya juga ya. Betul. Betul. Iya. I ya. Oke, sekarang kita ke kamar. Kamar. Nah, ini kamar yang ada di depan fasad itu. Nah, kedua ya, kamar kedua berarti ya. Wah, oke. Ini sebenarnya cukup gede juga sih ya. Betul. Iya. Ini sebenarnya arch yang ada di depan itu adanya di sini. Oh, jadi memang di awal memang kita ingin buat ini bisa terbuka tapi memang kalau kita buka akan mengganggu fasar. Kita perlu buat pagar lagi kan di depan dan jadi gimana solusinya itu? Jadi kita memang dari klien juga ya sudah tutup saja gitu katanya. Jadi kita ya udah kita tutup sebenarnya jadi enggak bisa dibuka sama sekali. Heeh. Oke. Soalnya kalau yang kebuka yang kalau mau dibikin yang tadi di bawah itu ya itu jadi lebih susah ya. Susah dan lebih mahal juga mungkin ya. Betul. Oh oke. Oke. Jadi ini memang hampir sama sih semua ee desain kamarnya karena memang itu di ee pergunakan ee tidak dalam waktu panjang gitu ya. Jadi emang kita buatnya loose semua. Oh wow. Langsung ya. Ini di area ee sini itu berarti toilet langsung ya. Ya. Jadi kita masuk ke area bathroom-nya. Jadi bathroom-nya semaksimal mungkin karena memang di sini enggak dapat cahaya. Kita buat cahaya dari atas. Oh ini bukaannya ya? Ya. Bukaannya dari atas. Ini memang ada flow udara juga tetap ada. Heeh. Dan juga kadang-kadang banyak yang sering kelupaan bahwa tetnya perlu anti bakterial. alami gitu ya. Jadi cahaya matahari diharapkan bisa ee mengeringkan dan juga membunuh ininya apa namanya kotoran yang ada di sini. Jadi secara praktikal sangat ini ya sangat baik sih kalau ada gitu. Benar, benar, benar, benar. Wah, terus aku notice ini kayaknya ada berlian ya. Ini sebenarnya keren juga salah satu produk dari gini ya, dari saniter di Indonesia. Jadi memang klien suka warna yang gold rose seperti ini. Wow. Oh, Rose gold. Sorry tadi aku tadi sama kayak yang di bawah enggak ya? Iya, mungkin hampir sama. Mungkin hampir sama. Heeh. Oh, jadi ee sama ya D. Betul. Heeh. Ini juga hampir semua terinya warna rose gold. Dan biasanya tuh kalau kayak gini kalau di tembok dicoak kayak tadi kayaknya sebenarnya banyak banget ini cowok. Heeh. Itu tuh kayak temboknya ee ditebalinus coak atau gimana itu? Ya, sebenarnya kalau memang lebih ee aman ya kita buat ini ada dinding bata, di sini mungkin ada perkuatan lagi gitu. Perkuatan itu mungkin seperti balok lintel kecil lah untuk menyangga ini gitu. Tapi itu ee tebal ke belakangnya juga itu itu satu bata sih satu bata lagi. Heeh. Satu bata lagi. Jadi ada double wall kita bilangnya. Double ya. Oh oke oke oke. Menarik menarik. Sekarang kita ke ruangan berikutnya kali ya. Oke, oke, oke. Jadi sebenarnya kamar di sini hampir sama dengan kamar di bawah. Jadi sangat tipikal. Jadi kalau memang gimana, gimana kita naik ke atas ini. Surprise-nya ada di atas. Oke, langsung aja kalau gitu. Ini ternyata tipikal. Oke. Iya, surprise-nya ada di sini. Surprise-nya di mana nih, Pak? Nah, ini tiba-tiba ada wah betap. Gimana nih konsep ini, Pak? Ya, ini juga sebenarnya ee suatu yang tidak terduga juga. maupun bagi saya di klien memilih ada betup di sini, tapi ketika saya tarik mundur gitu alasannya cukup masuk akal karena mereka di sini ingin membuat area ee komunal gitu ya di atas area komunal. Jadi e ada kalau ada teman bisa kumpul-kumpulnya di sini lebih banyak. Oke. Ini pemandangannya yang mahal di sini sebenarnya. Heeh. Heeh. Heeh. Jadi kita bisa melihat hampir 180 derajat lebih ya viewnya. Iya. Heeh. Karena memang belum ada pembangunan di sekitarnya. Benar. Heeh. Jadi sangat-sangat ee indah gitu ya kalau dibilang. Ini sebenarnya ide yang menarik sih karena mungkin enggak kebayang ya kayak orangor punya betup tapi di roof. Iya. Heeh. Ini jadi teman-teman bisa ngelihat kayak oh kalau betup di roof tuh kayak gini. Iya. Ini selain rooftop dan comal area tuh biasa biasa tempat ini dipakai apa? Buat apa lagi nih Pak? Biasanya sih eh ketika klien punya tamu, kita harapkan mereka bisa berkumpul di sini gitu ya. Ini memang belum ada banyak furniture, tapi kita coba nanti ada meja yang lebih panjang, bisa dining table yang agak panjang gitu dan juga kita bisa buat area barbecue gitu. Kita sudahudah siapin sih berapa colokan di sini gitu. Stop kontak. Oh oke. Jadi bisa manggang di roof toop berarti cuman buat itu aja ya, Pak? Nah, di roof sebenarnya semua maintenance dan service tuh ada di area ini. Jadi, semua eh eh roof tank dan area-area lain yang penting. Dan tadi ee ada skylight itu ya di sini di belakang ini. Oh, ini yang ini hidden door-nya ya, Pak? Iya, hidden door kita buat ee supaya lebih apa ya? Tutup. Oh, iya. Iya. Servis servis semuanya. Ah, oke. Terus ada yang Bapak bilang sobekan itu di mana tuh, Pak? Nah, ini di samping ini. Di samping itu. Di sananya juga. Heeh. Di samping yang di sini. Heeh. Di samping ini. Heeh. Itu ada di bagian sini ya atau di sini ya? Ya, di sini. Ini juga ada di sana juga ada. Oh, jadi kita tetap buat ya lebih gini ya lebih apa namanya? Heeh eh lebih enak gitu ya. Kita mundur sedikit lalu ada skylight dan di sana juga ada di bagan belakang. Oh. Dan dia biasa kalau kayak dibikin kaca kaca di situ. Heeh. itu tuh kayak dikasih kemiringan tertentu dan ada bukaan udara atau enggak sih? Ah, biasanya kalau lebih bagusnya sih kita buat dia ada bukaan. Heeh. Tapi e balik lagi kadang-kadang banyak ada gini masuk ya apa namanya? Binatang ya. Binatang terutama laron. Oh iya ya. Jadi mungkin keputusannya ada yang ditutup ada yang dibuka. Tapi bagusnya sih memang dibuka ya. Tapi model model desainnya mungkin seperti akuarium nutupnya itu. Oh. Jadi air juga enggak bisa masuk. Oke. Oke. Iya. Ya. Ya. Ya. Mungkin kita bisa ngomongin tentang teknis lebih lagi di bawah kali ya. Ngomong tentang proses desain sama konsumsi. Ya boleh. Oke. Yuk. Oke sekarang teman-teman kita pengin nanya dari proses desain sampai proses konstruksi itu berapa lama sih Pak? Oke, jadi sepertinya seperti saya bilang di awal ya, jadi proses desain itu kita enggak enggak panjang karena memang dari awal kita kerja sama dengan klien ini, kliennya sudah ngerti bangunan. Jadi kita sampai hanya di desain development. Heeh. Desain development itu kurang lebih 1 sampai 2 bulan kurang lah untuk penyelesaian desain developmentnya itu dan konstruksinya kurang lebih setahun. Tapi ya itu tadi ee ee di awal konstruksi itu ada kendala. Oh, ini ada kendala ada kendala itu 3 bulan tidak dapat tukang sama sekali gitu. Walah mungkin karena over development itu ya. Jadi kalian harus menunggu 3 bulan dan akhirnya baru bisa start setelah ee ada pengrajin dan tukang yang bisa gitu. Oh, jadi di antara tadi ya desain sampai memulai konstruksinya itu ada 3 bulannya. 3 bulannya yang kosong kurang lebih total ya. Jadi mungkin 17 bulan kali ya. Iya. Heeh. Mungkin 1,5 lebih lah. Heeh. Penyelesaiannya. Jadi ya itu tadi sih kendala yang ada di saat pembangunan ya. Kendala lainnya karena ini juga karena ini memang masih kita bilangnya masih kosong ya. Jadi semua infrastructure itu kita harus supply dari awal terutama drainase. Drainase depan itu kita harus buat. Wah, dari masa depan kita harus buat ee PDAM juga kita harus panggil dan lain-lain. Jadi, banyak prosesnya ketika membuka lahan baru ya. Iya, benar. Benar. Dan kita juga harus memikirkan tetangga. Ee tetangga itu dia buang airnya harus sama dengan kita nih jalurnya gitu. Jadi, mau enggak mau memang itu kita tetap konsernkan ke klien. Kadang-kadang beberapa development dia enggak membuat infrastructurya dulu. Heeh. dan akhirnya membebani ee lahan atau enggak e ranah publik lah. Itu yang kita konsern gitu. Oh, kalau buat kayak ee ini kan tadi aku lihat tanahnya juga miring ya. Betul. Itu juga salah satu koncern enggak sih, Pak jadinya? Iya. Sebenarnya di awal itu klien mau buat satu dulu. Heeh. Tapi resikonya ketika membuat satu itu kadang-kadang ee tanah itu tidak stabil dan dia bisa miring ke kiri atau miring ke kanan. Heeh. Makanya kadang-kadang kalau rumah bertingkat dan lain-lain itu dibuat berbarengan. Kalau tidak berbarengan pun kita harus buat shoulder cap istilahnya itu penahan tanah di bawahnya itu. Oh. Yang istilahnya seperti bpel untuk menahan tanah supaya tidak miring ke sana atau ke sini gitu. Jadi kalau di di sebelah pun membangun nantinya harus disiapkan itu. Kalau tidak ketika dia menggali kan iya ada kemungkinan itu terjadi sih. Tapi ya semoga enggak. Tapi itu memang suggestion dari kontraktor yang sangat dari sipil yang yang penting. Makanya kalau banyak yang tidak ingin meng-hire konsultan demi murah tapi kejadiannya bisa panjang gitu loh maksudnya dampaknya gitu kan. Jadi penting banget ya teman-teman buat bisa apa namanya siapin dulu, make sure tanahnya juga udah di apa namanya diready lah gitu. Jadi enggak enggak ada masalah yang yang menghasilkan jangka panjang gitu ya. Betul, betul, betul. Itu juga wah kalau kalau beli satu malah keluar dua kan. Iya iya iya. Benar benar benar. Ee selain dari em mungkin persiapan konstruksi kayak gitu dalam pembangunan di rumah ini apa yang menantang sih sebenarnya paling menantang? Oke. Sebenarnya menantang itu di e waktu proses itu kita memang tidak terlalu banyak dilibatkan karena memang klien sendiri memang paham. Heeh. Hanya dilibatkan ketika mengecek ee structure strukturnya gitu. Jadi strukturnya memang kita membantu ada ee freelance atau konsultan luar yang ikut ee ee istilahnya membantu perhitungan lah gitu. Ah, oke. Kalau buat kayak tadi aku not mau nanya nih kayak buat limestone-nya ini kan benar-benar ee kayak asli Limestone. Iya. Heeh. Ini penyusunannya tuh gimana sih kira-kira? Ya ini memang limstone memang banyak dipakai di vila-villa atau rumah ya di Bali ya karena memang source atau sumbernya memang dari sini dari daerah ini gitu. Jadi secara sumber pun dekat. Jadi kita pilih ini untuk memperkaya lagi suasana kawasannya ini gitu. Jadi memang emang asalnya dari kawasan ini. Limestone ini. Jadi untuk pengerjaannya sendiri ada banyak tipe. Ada yang kipas, ada yang ini yang random, ada yang kotak gitu. Heeh. Heeh. Jadi ini yang termasuk paling mahal karena memang craftman-nya banyak dipakai di sini. Jadi memang tukangnya harus punya skill. Kalau enggak itu beda hasilnya. Jadi kayak puzzle the puzzle gitu ya. Betul. seperti puzzle karena harus hancurin terus harus disambungin sebelah-sebelahannya lagi. Betul. Betul. Ini seperti ya kita buat puzzle ee kita masukkan puzzle-nya bukan puzzle-nya sudah ada gitu bukan. Kita buat puzz bikin puzzel-nya terus. Iya. Benar benar benar. Ee oke. Kalau ngomong-ngomong soal ee kalau budget bisa dispill enggak kira-kira? Nah, untuk budget sebenarnya klien sudah info ke kita untuk tidak dispill. Oh, gitu. E kalau begitu em misalnya penonton pengin lihat karya-karyanya Bapak nih atau mungkin nanya-nanya lagi, kira-kira bisa di mana nih? I jadi bisa di GHA Architect_. Nah, itu itu Instagram ya? Instagram Iya sih bisa di sini langsung aja ya. Dan mungkin itu aja dari house kali ini. Thank you banget Pak Gustep. Thank you ya. Thank you dan dan teman-teman jangan lupa untuk komen kalau mau tanya-tanya lagi, like, share, dan juga subscribe supaya tidak ketinggal episode berikutnya. Bye bye. [Tepuk tangan]

Lihat di YouTube